WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : “The Fight Has Just Begun!” (Part 11)

COVER 2

Annyeong, Admin balik lg sama FF satu ini.🙂 Admin bakalan focus sm FF ini dulu. Baru kl udh selsai semua FF yg ini, admin  akan balik dengan FF terbaru dan dengan cerita yang beda dari biasanya. So, Look forward for it yaaa….

Semoga cerita ini bisa bikin readers2 semua tambah geregetan, gemes, penasaran, dll. Sebelumnya maaf kalau ceritanya membosankan. *bow*

HAPPY READING…  GOMAWO

***********************************************

CERITA SEBELUMNYA

“Mianhe.. mianhe Oppa terpaksa harus melakukan ini semua demi kau.. Oppa tidak ingin kau kembali ke masa lalumu. Oppa ingin, kau..tetap menjadi seperti Oppa!”

Ucapan Heechul barusan terus menggema ditelinga dan pikiran Hyemin. Ia seakan terhipnotis dengan semua ucapan-ucapan raja iblis tersebut. Pandangan serta pancaran kedua mata Hyemin makin lama semakin meredup. Hingga akhirnya, tubuh vampir cantik itu benar-benar ambruk dan tidak sadarkan diri.

“HYEMIIINNNN!!!!”

Suara teriakan Donghae sudah tidak berguna saat ini. Donghae hanya mampu melihat tubuh gadis itu digendong oleh Heechul hendak dibawa pergi, Diikuti Leeteuk dibelakangnya. Donghae yang sampai saat ini masih terkunci semua gerakannya oleh kekuatan Leeteuk hanya mampu memaki, mengutuk, dan berteriak frustasi oleh semua yang sudah dilakukan Heechul terhadap gadis itu.

“YA!!! Kembalikan Hyemin!!! JANGAN BAWA DIA PERGI!!!”

Teriakan Donghae membuat Heechul yang sedang menggendong tubuh Hyemin menoleh. Dengan sebuah kekuatan dari kedua matanya yang tajam, Heechul segera melepaskan kekuatan yang membelenggu Donghae hingga membuat tubuh Donghae ambruk dan terjatuh.

“Aku sedang sibuk! Aku tidak punya waktu untuk meladeni manusia lemah sepertimu!” Ucap Heechul tajam pada Donghae

“Teuki, kita pergi!! Jangan lupa bawa vampir bodoh itu pergi dari sini!!” Perintah Heechul lagi pada Leeteuk supaya membawa Eunhyuk yang masih tidak sadarkan diri itu untuk pergi dari sana.

Donghae yang memang sudah sangat lemah itu hanya mampu melihat Heechul dan Leeteuk yang pergi membawa tubuh Hyemin menjauh dari sana. Ada perasaan menyesal dalam diri pria itu mengetahui ia sama sekali tidak bisa menolong gadis yang sudah membuat dirinya penasaran setengah mati. Tangan kanannya terlihat mengepal kencang dan memukul tanah yang berada disampingnya dengan keras. dalam hatinya, Donghae semakin bertekad. Ia bertekad bahwa ia akan membawa Hyemin keluar dari jeratan Heechul. Bagaimanapun caranya, akan ia lakukan untuk membunuh raja Iblis tersebut.

“Siapapun kau, aku berjanji akan segera menyelamatkanmu!!! Tunggu pembalasanku, Iblis jahat!!!!”

*******************************

DUNKELHEIT CASTLE

Heechul membaringkan tubuh Hyemin perlahan-lahan di ruangan tempatnya berada. Gadis itu masih tidak sadarkan diri sampai sekarang akibat serangan Heechul saat itu. Heechul menatap wajah pucat adiknya. Sekelebat bayangan tiba-tiba melintas diotaknya. Bayangan serta kenangan saat pertama kali Heechul bertemu dengan Hyemin. Heechul bukannya tidak menyadari ketakutannya saat ini. ia bahkan terus menerus mencoba untuk membuang jauh-jauh pikirannya mengenai keadaan Hyemin serta semua  ucapan yang pernah diucapkan oleh nenek moyangnya terdahulu.

‘Ia  akan meninggalkanmu satu saat nanti! Ia akan pergi. Dan semua amarah serta kejahatan hatinya perlahan-lahan akan berbalik melawanmu! Sebuah hati dan jiwa yang suci akan mengubah hatinya kembali. Sekuat  apapun kau menghentikannya, kesucian hatinya tetap akan mampu melenyapkan seluruh dendam dihatinya. Dan ketika hal itu terjadi, maka seluruh kekuasaanmu perlahan-lahan akan lenyap!’

Rahang Heechul mengeras jika mengingat semua kata-kata tersebut. Ia menatap wajah putih pucat Hyemin yang berada dihadapannya. Disentuhnya rambut adiknya itu.

“Kau tau Hyemin-ah?? Aku tidak akan bisa melakukan semuanya tanpamu. Setengah nyawa dan kekuatanku sudah ku berikan kedalam dirimu! Jadi, bertahanlah! Aku melarang keras kau untuk kembali ke masa lalumu. Tidak akan aku biarkan  seorangpun mengubahmu kembali. Kita punya tugas untuk segera mengusai  dunia ini dan mengubah semua orang-orang menjadi sama seperti kita!”

Heechul kembali mengarahkan tangannya ke tubuh Hyemin yang terbaring. Ia memejamkan mata, berkonsentrasi pada kekuatan yang hendak dikeluarkannya ke tubuh gadis itu. Hingga kekuatan dalam dirinya berhasil ia transfer dan ia masukkan tepat ke arah hati gadis itu. sebuah  kekuatan merah yang ia yakini akan membuat  Hyemin tetap memiliki hati yang jahat seperti dirinya. Ia menutup semua perasaan yang ada di hati gadis itu. tidak dibiarkannya Hyemin memiliki perasaan apapun terhadap semua yang terjadi disekitarnya atau bahkan semua orang yang sudah ditemuinya. Inilah langkah antisipasi yang akan terus dilakukan Heechul agar semua keinginannya menjadi kenyataan.

*****

PLAAAKKKK

Donghae hanya bisa terdiam ketika sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Ia menyadari bahwa ia sudah salah dalam bertindak kali ini.

“KAU LIHAT??? SEKARANG SEMUA TINDAKAN TIDAK MASUK AKALMU SUDAH MEMBUAT KITA SEMUA SUSAH!!! KARENA SEMUA SIKAP SOK TAHUMU, KAU SUDAH MEMBUAT SUNGCHAN MASUK KEDALAM BAHAYA BESAR SEKARANG!!! APA MAUMU SEBENARNYA DONGHAE-YA????!! JAWAB AKU!!!” Teriak seorang pria penuh amarah persis didepan Donghae yang sedang terduduk lemah di kursi ruang keluarga mereka.

“Sungmin Hyung, Mianhe…” Ucap Donghae lemah.

“Sudah kukatakan berkali-kali padamu supaya jangan mengambil tindakan bodoh seperti itu. kau tahu, Hae.. mereka itu berbahaya!! Mereka itu bukan manusia seperti kita yang bisa dikalahkan hanya dengan jurus karate!” Ucap Sungmin sedikit melembut.

“Aku tahu hyung.. aku bahkan sama sekali tidak melibatkan Sungchan dan Sunyeong dalam masalah ini. Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa sampai datang ke rumah itu!”

“Lantas untuk apa Hyung datang ke rumah itu?? Hyung tidak bermaksud untuk mencoba membunuh vampire-vampire itu sendirian kan??” Tebak salah satu pria yang juga berada disitu.

“Ania, Hen.. aku.. Aku kesana…” Donghae tiba-tiba terdiam. Ia tidak tahu haruskah ia berkata jujur pada Sungmin dan Henry, kekasih Sungchan yang saat ini sama-sama sedang berdiri menginterogasinya.

“Wae Hyung?? Kenapa kau diam??” Tanya Henry lagi.

“Sudahlah!! Aku tidak peduli apa maksud dan tujuanmu datang kesana! Yang jelas, kau harus bertanggung jawab atas semua kesalahanmu! Aku tidak peduli bagaimanapun caranya, kau harus segera menemukan tempat dimana Sungchan dan Sunyeong ditangkap! Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mereka.”

Sungmin dan Henry pergi meninggalkan Donghae yang masih terduduk ditempatnya. Sedangkan Donghae, ia segera bergegas masuk kedalam kamarnya. Disana, ia membanting pintu kamarnya dengan kesal. Donghae bahkan memukul keras tembok dengan tangannya. Ia kesal, ia marah terhadap semuanya dan juga terhadap dirinya. Karena semua sikapnya, semua kelemahannya, ia sudah membuat tiga orang wanita terjebak dalam bahaya. Dan bodohnya, ia justru sama sekali tidak tahu harus dimana menemukan mereka semua.

“Saeng, Sunyeong, Hyemin, bertahanlah sebentar. Aku akan segera menemukan kalian!” ucapnya pada diri sendiri.

Sadar ada sesuatu yang ia lupakan, Donghae segera berlari menyambar laci yang berada didalam kamarnya. Disana ia membuka laci tersebut dan mengambil buku tua yang selalu menjadi pegangan dan petunjuknya.

Dibolak-baliknya halaman-halaman dibuku tersebut, berharap bahwa ia bisa menemukan petunjuk dan tempat dimana kira-kira para penghuni kegelapan menyandra adik dan rekannya. Dibacanya secara perlahan-lahan semua informasi yang mungkin bisa ditemukan disana. Sampai, kedua mata cokelat pria itu terhenti pada sebuah halaman. Dibacanya kata perkata apa yang tertulis disana.

‘Temuilah mereka dengan instingmu. Datanglah ke tempat dimana kau bisa menemukan Lumiere Sword berada. Disanalah senjata serta kekuatanmu akan menghampirimu dan memberi mu semua yang kau butuhkan untuk melenyapkan penghuni kegelapan.’

Donghae terdiam. Ia mencoba berpikir keras dimana kira-kira dimana ia bisa menemukan tempat tinggal Heechul dan seluruh anak buahnya. Ia juga bahkan mencoba mengumpulkan semua fakta-fakta yang selama ini ia lihat atau bahkan yang ia tahu walaupun itu terlalu rumit untuknya.

“Haaaiiissshhh!!!! Palli, Donghae-ya!!! Ayo berpikir!!!!” Ucap Donghae menyemangati dirinya sendiri.

Ia kembali terlarut dan focus terhadap buku yang masih berada di tangannya. Dibacanya kembali semua kalimat-kalimat tersebut disana. Hingga, sebuah kalimat berhasil membuka semua pikirannya.

‘pergilah kearah timur gangwon, disanalah kau bisa melihat salju terhampar di seluruh penjuru kaki. Temuilah daratan yang serta lembah yang akan membawamu ke sebuah tempat yang penuh dengan kegelapan. Temukan semua kekuatan yang akan membawamu ketempat dimana mereka tinggal.’

Donghae segera berlari keluar dari kamar dan memanggil Sungmin serta Henry yang masih berada di ruang keluarga rumah mereka.

“Hyung, Aku tahu dimana Sungchan berada!”

******

DUNKELHEIT CASTLE

Heechul segera melangkah keluar dari tempat Hyemin terbaring. Ia berjalan cepat menuju ke sebuah tempat dimana ada seorang gadis yang ternyata sudah menjadi mangsanya sejak tadi. Heechul masuk kedalam ruangan tersebut.  Dilihatnya Leeteuk yang sedang berjaga disana.

“Bagaimana, apakah gadis itu menyusahkanmu??” Tanya Heechul dingin.

“Yah, kurasa bukan manusia namanya jika mereka tidak menyusahkan kaum kita.” Jawab Leeteuk.

Heechul segera berjalan pelan menuju kearah gadis yang tubuhnya sedang terikat pada sebuah tiang di ruangan istana kegelapan tersebut dengan kedua tangannya yang juga terikat keatas. Beruntung, Leeteuk sudah sempat membuat gadis itu tidak sadarkan diri sejak ia terus menerus berteriak ketakutan dan membuat seluruh penghuni istana para iblis itu terganggu.

Heechul yang sudah berada persis didepan gadis itu segera mengangkat wajahnya. Ditatapnya wajah gadis yang sudah dikenalnya itu.

“aku tahu gadis ini memang bukan lawan kita. Tapi, setidaknya gadis ini bisa menjadi pancingan mereka untuk datang ke tempat ini! dengan begitu, kita bisa bebas menghabisi mereka semua!” Ucap Heechul sarkastis.

“apa kau yakin mereka akan datang kemari?? Bahkan istana ini saja tidak ada satu orang di dunia pun yang mengetahui keberadaannya.” Ucap Leeteuk menginterupsi.

“Kau tenang saja! Mereka, para Oracle bodoh itu pasti akan menemukan tempat ini. apa kau lupa?? Mereka itu dikaruniai insting serta filing yang sangat tajam dan juga cerdas. Jadi, kurasa mereka pasti akan terpancing untuk datang ke tempat ini tanpa kita harus mengundangnya secara khusus ke tempat ini!”

“Ne, dan begitu mereka datang, kita habisi satu persatu semua Oracle tersebut.”

Leeteuk terlihat mengeluarkan smirk tajamnya mendengar penjelasan Heechul barusan. Sepertinya, banyak rencana jahat yang sudah disusunnya dengan sangat rapi.

Heechul kembali menatap wajah gadis tersebut. Ia segera menghembuskan nafas jahatnya kearah wajah gadis itu hingga secara perlahan-lahan gadis itu bangun dan membuka matanya. Gadis tersebut awalnya tidak menyadari dimana dirinya berada, hingga saat mata indahnya menangkap sosok Heechul yang berada dihadapannya, Gadis itu benar-benar tersadar dan langsung berteriak kencang.

“Aaaarrgghhh!!! Nu..nuguya??” Tanyanya ketus.

Pandangan mata si gadis ia arahkan ke semua penjuru istana. Atau lebih tepatnya ke ruangan tempat dirinya disekap. Kedua mata cokelat gadis itu akhirnya bertemu dengan kedua mata  pria yang sempat menjadi kekasihnya terdahulu.

“Te..Teuki Oppa..”

Leeteuk tidak bergeming. Ia justru menunjukkan wajah dingin nan angkuhnya kehadapan Sungchan, gadis yang disandera itu. Sungchan bahkan tidak menyadari bahwa saat ini Heechul yang sedang berada didepannya sedang menatapnya penuh nafsu membunuh.

“Sudah sadar Nona??” Suara Heechul terlihat menyadarkan Sungchan, membuat gadis itu segera menolehkan wajahnya kearah raja iblis tersebut.

“Apa maumu??” Tanya Sungchan ketus.

Heechul mengeluarkan senyum menghinanya. Ia seperti ingin tertawa lepas saat tahu bahwa manusia didepannya berpura-pura bersikap berani untuk menantangnya.

“Aku tidak ingin apapun darimu, Nona!”

“LANTAS  KENAPA KAU MENYANDRAKU??” Teriak Sungchan

“Karena itu menyenangkan untukku! Dan sepertinya menjadikanmu pancingan itu jauh lebih menarik daripada aku harus menyuruh mereka datang kemari. Aku begitu menunggu kedatangan kedua kakakmu yang pemberani itu dan juga oracle lainnya. Itu saja…” Jawab Heechul santai.

“Mereka tidak akan datang kesini!!! Jadi LEPASKAN AKU!!!”

“Wooooo.. itu tidak akan terjadi, kau tahu?!! Kalau mereka datang, aku dengan senang hati akan langsung menghabisi nyawa mereka. Tapiii… jika mereka tidak datang, maka sepertinya ‘pancingan’ ku ini lah yang akan ku jadikan santapan malamku.”

Sungchan bergidik ngeri saat Heechul mengucapkan semua kata-kata tersebut. Jantungnya berdetak hebat tidak karuan, membayangkan bahwa dirinya akan mati ditangan vampire iblis yang sedang menyandranya saat ini. dalam hatinya, ia terus berdoa. Ia bahkan secara terus menerus mencoba memanggil nama Sungmin dan Donghae, berharap bahwa kedua kakaknya akan benar-benar datang menyelamatkannya. Walaupun ia sadar, itu mustahil terjadi.

“Sepertinya sandera kita ini sedang ketakutan, Heechul-ah!” Ucap Leeteuk yang berada di belakang Heechul. Ia sepertinya begitu bahagia melihat mangsa dan sanderanya itu ketakutan.

“Hahahaha… yeah, aku tahu itu! bahkan aku bisa mendengar detak jantungnya yang sangat cepat. Bahkan semua ucapan-ucapannya yang begitu mengharapkan kedua kakak terbodohnya itu datang kemari dan menyelamatkannya terdengar begitu menggelikan ditelingaku.” Ejek Heechul.

Kedua mata Sungchan secara sengaja ia arahkan kearah Leeteuk yang kini sudah berdiri sejajar disamping Heechul. Ia bahkan tidak melepaskan sedetikpun tatapan penuh kasih sayang itu dari pria yang kini sudah berbeda dunia dengannya itu. ada sedikit harapan dan doa didalam hati gadis itu, berharap supaya Leeteuk dapat kembali memiliki hati yang baik dan lembut seperti saat pria tampan itu masih hidup beberapa tahun yang lalu.

“Bolehkah kalau aku bermain-main dulu dengannya sebelum kau benar-benar membunuhnya??” Tanya Leeteuk tiba-tiba.

Sungchan terkejut. Raut wajahnya mendadak cemas tidak karuan. Ia mencoba menggeleng-gelenggkan kepalanya, berharap Leeteuk melihat dan mau mengasihaninya.

“Ambil lah.. aku tidak butuh gadis ini! ia mainanmu sekarang!” ucap Heechul yang langsung berbalik pergi meninggalkan sepasang pria dan wanita yang berada di ruangan istana kegelapan tersebut.

Sepeninggal Heechul, Leeteuk segera mengarahkan tatapan tajamnya pada Sungchan. Kedua mata mereka bahkan bertemu satu sama lain. Terbesit banyak hal yang ada didalam pikiran mereka masing-masing, entah apa itu. Yang jelas, tampak kedua pandangan mereka memiliki arti berbeda yang tersirat.

Leeteuk terlihat berjalan mendekati Sungchan. Ditatapnya cukup lama wajah gadis lemah yang berada didepannya saat ini. berbeda dengan Sungchan, yang justru menatap Leeteuk penuh rasa sedih dan kasihan.

“Aku rasa, kau tidak perlu lagi diberi tahu bagaimana rasanya mati itu bukan??” ucap Leeteuk tajam.

Sungchan terdiam. Tidak ada rasa takut sama sekali dalam raut wajah gadis itu. Ia justru tersenyum lemah pada pria dihadapannya dan membuat Leeteuk sedikit terkejut dengan reaksi Sungchan.

“Jika oppa yang membunuhku, sesakit apapun itu akan aku terima.” Balas gadis itu lembut.

Tak terima dengan ucapan Sungchan barusan, Leeteuk segera mencengkram leher Sungchan dan mencekik leher gadis itu hingga suara Sungchan sedikit tercekat. Pikiran Leeteuk sejenak melayang ke saat Sungchan memergokinya membunuh manusia saat itu (baca  TDLR part 1). Amarah kembali melingkupi hatinya karena dendamnya saat itu yang masih belum terbalaskan.

“EEGGHHHHH…”

“Rasakan itu gadis bodoh!! Kau harus mati saat ini juga!!”

Tangan Leeteuk semakin keras mencekik leher Sungchan yang masih terikat. Sungchan yang diperlakukan secara kasar seperti itu tidak ingin berteriak ataupun marah. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu, ia akan menerima semuanya dengan lapang dada. Dalam benaknya, jika inilah cara yang bisa ia lakukan agar bisa kembali bersama Leeteuk, agar ia bisa menjadi sama seperti Leeteuk, ia akan menerima semuanya, sesakit dan sepedih apapun itu.

Leeteuk yang tidak melihat perlawanan apapun dari Sungchan kembali mencoba mengeraskan cengkramannya ke leher gadis itu. Wajah Sungchan yang sudah sangat pucat bahkan tidak mampu mengehentikan semua tindakannya saat ini. Hingga pada akhirnya, secara perlahan-lahan wajah cantik Sungchan semakin lama semakin meredup.

“Opp..Oppaaa…hhh…hhh… Ak..Aku senang bertemu kembali dengan….mu..”

Leeteuk terdiam mendengar ucapan Sungchan barusan. Ia menghentikan cekikkannya dan menatap tajam kedua mata Sungchan yang sedang menatapnya saat ini.

“Wae?? KENAPA KAU TIDAK TAKUT PADAKU, HAH??” Tanya Leeteuk keras persis dihadapan wajah Sungchan.

Sungchan tersenyum lemah.

“Karena Leeteuk yang didepanku ini bukan lah dirimu yang sebenarnya! Oppa yang aku kenal bukanlah orang yang kasar dan penuh dendam seperti sekarang” Ucap Sungchan pelan.

“Siapa kau sebenarnya?? Apa maksud ucapanmu barusan, hah??” Tanya Leeteuk tegas dan dingin. Ia memang tidak mengerti semua yang dikatakan Sungchan barusan padanya.

“Aku?? Aku hanya gadis biasa. Aku hanya sebagian masa lalumu yang sudah kau kubur dan kau lupakan.”

“Jangan buat aku semakin marah padamu!!!”

“Aku sama sekali tidak membuatmu marah, Oppa. Aku hanya ingin kau mengingatku. Aku hanya ingin kau membuka semua mata dan hatimu. Ini bukanlah ka… AAARRRGGHHHH..”

Tangan Leeteuk kembali menyerang leher Sungchan. Entah apa yang terjadi ia terlihat begitu kesal dengan semua ucapan Sungchan barusan.

“Aaaarrghhhh..Opp…Opppaaa…” Rintih Sungchan.

Leeteuk sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Sungchan untuk berbicara sedikitpun. Ia bahkan sama sekali tidak menghentikan semua kekerasan yang dilakukannya saat ini. sampai secara tiba-tiba…

BRAAAKKKKK

Leeteuk menoleh kearah pintu ruangan istana yang terbuka. Kedua matanya terbelalak terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. tiga orang pria sudah berdiri tegak dipintu ruangan tersebut.

“LEPASKAN ADIKKU SEKARANG JUGA, IBLIS JAHAT!!!!”

Mendengar hinaan dari salah satu pria disana, Leeteuk segera melepaskan cengkramannya dari tangan Sungchan dan langsung menatap wajah tiga orang itu tajam.

“Op..pa.. Hen..ry Oppa..” Ucap Sungchan lemah pada pria yang ternyata adalah Sungmin, Donghae dan Henry.

Mereka bertiga berjalan masuk kedalam ruangan tempat vampire-vampire itu menahan Sungchan. Kedua mata Leeteuk terus tertuju kearah tiga orang tersebut. Ia bahkan terlihat seperti mengambil ancang-ancang untuk melakukan penyerangan. Terbukti, tangan kanan vampire itu sudah berada dibelakang tubuhnya seperti hendak mengumpulkan kekuatannya.

Namun, saat Leeteuk melesatkan kekuatannya kearah tiga orang tersebut, tiba-tiba..

WUUUZZZ……

DUUAARRR…

Entah apa yang terjadi, kekuatan yang dilesatkan Leeteuk bertemu dengan sebuah kekuatan lain di udara. Dua kekuatan yang bersatu itu pun meledakkan beberapa barang yang ada di ruangan istana tersebut.

Leeteuk terang saja terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan. Ia belum menyadari apa dan darimana kekuatan itu berasal. Namun, kedua mata Leeteuk terbelalak ketika melihat sebuah benda yang berada di tangan Sungmin.

“Mwo?? Lu..Lumiere Sword??” Ucap Leeteuk tidak percaya.

“Enyahlah dan lepaskan adikku sekarang juga!!!” Ucap Donghae tegas.

“Da..Darimana kalian mendapatkan benda itu??” Tanya Leeteuk tidak percaya

“Apa kami harus memberitahukannya padamu??” tantang Henry.

Leeteuk mundur perlahan-lahan. Untuk mengulur waktu, ia sepertinya sedang menghubungi seseorang. Seseorang yang mungkin saja bisa membantunya melawan ketiga Oracle-oracle itu.

“Lepaskan Sungchan sekarang juga, atau pedang ini akan menusuk langsung ke jantungmu!!!” Ancam Sungmin lagi.

Merasa tidak digubris oleh Leeteuk, Sungmin lantas segera melesatkan pedang yang berada ditangannya itu kearah Leeteuk. Namun sayang, secara tiba-tiba Pedang yang dilemparkan Sungmin meleset dan berubah haluan hingga menancap persis di jantung sebuah patung iblis yang ada diruangan itu.

Kini giliran ketiga Oracle itu, Sungmin, Donghae dan Henry yang terkejut. Mereka serentak menoleh ke belakang. Dan betapa terkejutnya mereka saat orang yang ditunggu-tunggu dan sosok yang sangat ditakuti, Heechul sudah tiba dan berdiri dihadapan mereka.

“Sudah kuduga kalian akan datang!!” Ucapnya tajam pada ketiga manusia itu.

Baik Sungmin, Donghae, maupun Henry segera mengubah posisi berdiri mereka bertiga hingga saling bertolak belakang satu sama lain. Mengantisipasi semua serangan-serangan yang mungkin saja akan dilesatkan oleh salah satu dari mereka.

“sebagai manusia, kalian ternyata cukup cerdas bisa menemukan tempat ini!! aku sangat menghargai itu.” Ucap Heechul dengan matanya yang menyala dan taringnya yang terlihat begitu menyeramkan.

“Tidak usah banyak bicara!!! Lepaskan adikku dan kembalikan Hyemin sekarang juga!!” Ucap Donghae membuat semua orang yang berada disana terkejut.

“Mwo?? Donghae-ya, apa maksudmu?? Siapa itu Hyemin??” Tanya Sungmin.

Berbeda dengan Sungmin, reaksi yang muncul dari wajah Heechul. Rahang Raja iblis itu terlihat mengeras mendengar ucapan Donghae barusan.

Sekelebat ucapan nenek moyangnya kembali terngiang-ngiang kembali di otak Heechul. Dalam hatinya, Heechul mencoba menerka-nerka. Mungkinkah Donghae….

Tidak, Heechul berusaha mengenyahkan semua pikiran-pikiran buruk dari otaknya. Biar bagaimanapun, ia tidak akan membiarkan seseorang atau siapapun mendekati adiknya itu.

‘Kyu, segera pergi ke ruanganku!! Jaga Hyemin sekarang juga!!’

*****

APARTEMEN SUNYEONG

‘Kyu, segera pergi ke ruanganku!! Jaga Hyemin sekarang juga!!’

Kyuhyun terdiam saat sebuah suara merasuk kedalam dirinya. Itu suara Heechul, ia tahu itu dengan sangat jelas. Ia menatap Sunyeong sejenak yang berada dihadapannya saat ini. entah, tiba-tiba ada sebuah kebimbangan dalam hati vampire tampan itu saat suara pemimpinnya menyuruhnya untuk kembali.

Setelah semua pertarungan yang ia lewati serta serangan-serangan yang dilakukannya dengan Hyemin tadi, membuat pria itu semakin bimbang untuk menentukan pilihannya. Ia tidak ingin kembali, ia tidak ingin membiarkan Sunyeong yang sudah susah payah ia selamatkan kembali di serang oleh teman-temannya. Tapi, suara dan perintah Heechul yang masuk kedalam dirinya seakan membuat Kyuhyun mau tidak mau menuruti semua perintah pemimpinnya tersebut.

“Kyu, wae kudae??” suara Sunyeong membuyarkan lamunan pria itu.

“Aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan.” Ucap Kyuhyun dengan suara angkuhnya.

Sunyeong mengangguk pelan dan memberi jalan pada pria vampire itu untuk bisa segera melesat keluar melalui jendela kamarnya.

Namun, sebelum benar-benar keluar dari kamar gadis itu, Kyuhyun terlihat menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke belakang. Ditatapnya Sunyeong cukup tajam dan didekatinya gadis itu.

“Jangan pernah keluar dari tempat ini tanpa aku!! Jangan sampai mereka menemukanmu lagi seperti tadi. Ingat itu baik-baik!” Pesan Kyuhyun sambil memegang kedua pundak Sunyeong.

Kyuhyun segera mengambil ancang-ancang untuk melesat kearah jendela kamar Sunyeong.

“Kyu…”

Langkah Kyuhyun kembali terhenti saat suara Sunyeong kembali memanggilnya.

“Kau pergi bukan untuk membunuh teman-temanku kan??” Tanya sunyeong.

Kyuhyun masih terdiam ditempatnya. Ia tidak mungkin menceritakan semua yang akan dilakukannya pada Sunyeong saat ini.

“Kau sudah menyelamatkan nyawaku. Jadi, bukankah seharusnya kau juga tidak menyerang semua teman-temanku?” Ucap Sunyeong lagi.

“Yeong-ah.. kau harus tahu satu hal! Walaupun aku menyelamatkanmu, bukan berarti aku akan membiarkan ketiga Oracle itu tetap hidup! Mianhe.. tapi biar bagaimanapun juga, mereka semua adalah musuh besar yang harus  kami singkirkan”  Jelas Kyuhyun.

“Tapi Kyu… Kalau kau memang menganggap kami, para Oracle adalah musuh kalian, kenapa kau membiarkanku?? Kenapa kau juga tidak mengincar nyawaku?? Kenapa harus ketiga teman-temanku??”

Kyuhyun kembali terdiam. Ia tidak ingin menjawab semua pertanyaan yang Sunyeong lontarkan untuknya. Ia tidak ingin Sunyeong tahu kejujuran yang terpancar di wajahnya. Biar bagaimanapun, Sunyeong sudah seutuhnya menjadi milik vampire tampan itu. Biar bagaimanapun, gadis itu sudah menjadi tanggung jawab yang harus ia lindungi sebaik-baiknya. Itulah janjinya dalam hati.

“Jangan buang-buang waktu ku, Yeong-ah!! Aku rasa aku tidak perlu lagi menjawab pertanyaanmu yang seperti itu berkali-kali”

Tanpa memandang Sunyeong lagi, Kyuhyun segera beranjak. Ia melompat keluar dan melesat jauh di udara pergi meninggalkan Sunyeong yang terdiam di kamarnya.

*****

DUNKELHEIT CASTLE

Dua buah kekuatan terlihat menyatu di udara. Kekuatan yang berasal dari sepasang mata tengkorak yang terdapat di sebuah senjata yang saat ini dipegang oleh Sang raja Kegelapan, serta kekuatan yang berasal dari sebuah pedang Lumiere sword yang juga dipegang oleh seorang manusia. Dua kekuatan tersebut saling beradu dan seimbang. Tidak ada yang lebih kuat atau yang lebih lemah.

Sang Raja kegelapan, Heechul, terlihat masih terus berkonsentrasi untuk bertarung dengan Sungmin, manusia tersebut. Kedua matanya yang berwarna merah terlihat berkilat-kilat marah dengan semua perlawanan yang dilakukan Sungmin padanya.

Berbeda dengan kedua pria itu, Henry yang saat ini sedang berjuang untuk menolong dan melepaskan Sungchan dari jeratan Leeteuk terlihat begitu kesulitan berdiri saat Leeteuk menyerangnya dengan melumpuhkan kedua kaki pria manis itu. Leeteuk bahkan secara membabi buta menyerang tubuh Henry hingga tubuhnya terhempas dan menabrak benda-benda yang berada disana.

“OPPAA ANDWAEEEE!!!”

Sungchan berusaha menghentikan semua serangan yang dilakukan Leeteuk pada Henry kekasihnya. Namun sayang, gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya yang masih terikat. Ia mencoba menggerak-gerakkan tubuhnya, berharap agar ikatan ditangannya bisa terlepas.

“AAARRRGGGHHHH…”

Henry kembali berteriak ketika Leeteuk berhasil mendorong tubuh Henry dengan keras hingga membentur sebuah meja hingga meja tersebut hancur. Donghae yang berada disana dan awalnya focus dengan pertarungannya dengan Heechul segera menoleh saat ia mendengar bunyi tubrukan keras. Melihat Henry yang sudah nyaris sekarat, Donghae segera menatap Leeteuk tajam. Dihampirinya Leeteuk dan ditantangnya pria vampire itu untuk bertarung bersamanya.

Donghae dengan gerakan yang sedikit perlahan segera melepaskan gelang yang berada ditangan kirinya sambil tetap menatap kedua mata tajam Leeteuk. Leeteuk yang melihat hal tersebut juga mengambil ancang-ancang. Dan, saat Donghae melemparkan gelang yang berada ditangannya, Leeteuk segera melesat kesamping dan berhasil menghindar. Dengan gerakan yang sangat cepat, Leeteuk segera membalas melemparkan sebuah kekuatan dari tangannya kearah Donghae hingga

BRRUUUUUUKKKKKK….

Tubuh Donghae sukses terlempar beberapa meter dari tempatnya dan tubuhnya menghantam tembok ruangan tersebut dengan keras. Sayang, tidak sampai beberapa detik setelah Donghae terlempar, Leeteuk terlihat melesat kearah Donghae dan segera mencengkram Leher pria itu.

“EEUUGGGHHH….AAARRRRGGGHHHH…”

Donghae merasakan panas menjalar ke tubuhnya. Tangannya  mencoba untuk meraih tangan Leeteuk yang mencekiknya.

“Akan kubuat kau menyesal sudah berurusan dengan kami!!!” Ancam Leeteuk persis dihadapan wajah Donghae.

“Cih!! Sampai mati pun aku tidak akan membiarkan kalian berkuasa di dunia ini..!!!” Balas Donghae tidak kalah tajam.

Dengan sisa-sisa kekuatannya, Donghae segera mencengkram tangan Leeteuk dan

DUUAAKKKKK!!!

Donghae menendang tubuh Leeteuk dengan kencang hingga tubuh Leeteuk sedikit terhempas kebelakang.

Henry yang melihat kesibukan Leeteuk dan Donghae juga Heechul dan Sungmin melihat sebuah kesempatan. Dengan tubuh yang tertatih-tatih, Henry mencoba merangkak kearah Sungchan dan mencoba melepaskan kedua tali yang mengikat tangan gadisnya itu.

“Oppaaa…” Sungchan menangis memeluk tubuh Henry yang terjatuh ke tubuh gadis itu.

“Ja..Jagi, Gwaenchanayo??” Tanya Henry sedikit lemah.

Sungchan mengangguk. Ia kemudian melepaskan tubuh Henry sejenak untuk berjalan mengambil gelang milik Donghae yang sempat kakaknya itu lempar tadi.

“Donghae Oppa…”

Donghae segera menoleh saat suara adiknya itu memanggilnya. Dilihatnya adiknya itu melemparkan gelang miliknya tadi ke arahnya.

Leeteuk yang melihat itu mencoba menghentikan semuanya. Dengan kecepatan penuh, ia segera melesat untuk menghentikan Donghae. Namun sayang, ternyata gerakan donghae kali ini jauh-jauh lebih cepat dari Leeteuk. Donghae berhasil menangkap gelang miliknya itu dan..

“AAAARRRGGGGHHHHHHHHHHHH…….”

Leeteuk berteriak kesakitan. Tubuhnya bergerak-gerak saat sebuah kesakitan menyerang tubuhnya. Ternyata Donghae berhasil melumpuhkan Leeteuk dengan gelang miliknya di detik-detik terakhir.

Henry yang melihat Leeteuk sekarat, segera menguatkan dirinya untuk bangkit dan membawa sungchan pergi dari tempat tersebut.

Heechul yang sedang asik bertarung dengan Sungmin segera menoleh saat mendengar teriakan Leeteuk. Tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan anggotanya, amarah Heechul semakin membara. Dengan kedua matanya yang menyala tajam, Heechul segera mengibaskan kedua tangannya keruangan itu hingga sebuah kekuatan besar keluar dari sana dan memporak-porandakan ruangan tersebut seakan-akan sedang dihantam angin besar. Bahkan semua penghuni yang berada disana juga tidak luput dari serangannya. Tubuh mereka semua terlempat cukup keras kebelakang.

Heechul terdiam. Ia masih menatap Sungmin yang berada tidak jauh dari hadapannya. Heechul segera melesat kearah pria itu dan segera mencengkram kerah pakaiannya dan mengangkat tinggi-tinggi tubuh Sungmin hingga pria itu memberontak

“Lepaskan aku Iblis jahat!!!!” Ucap Sungmin tajam.

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu sedetikpun!! Kau dan teman-teman bodohmu itu sudah mengacaukan semua rencanaku!!”

BRUUUUUKKKKK

Tubuh Sungmin dilempar ke samping hingga membuat pria itu tersungkur dan berteriak kesakitan. Heechul yang menyadari bahwa Lumiere Sword yang dipegang Sungmin tadi ternyata terlepas dari tangannya, segera mengedarkan pandangannya untuk mencari benda keramat miliknya tersebut. Dan Gotcha….

Heechul melihat pedang panjang itu sedang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan hanya sekali lesatan, Heechul segera bergerak mengambil pedang tersebut. Namun, hanya beberapa centi saat tangan iblis itu nyaris menyentuh Lumiere Sword tersebut, sebuah benda melayang kearahnya.

DUUKK!

Heechul menoleh tajam. Dilihatnya Sungmin yang baru saja melempar sebuah balok kayu ke arahnya. Heechul tentu saja sangat marah mengetahui hal tersebut. Tanpa pikir panjang, raja iblis itu segera mengarahkan tangannya untuk mengangkat tubuh Sungmin ke udara. Disana, dengan kedua matanya yang tajam, ia mentransfer kekuatannya ke tubuh Sungmin hingga membuat pria manis itu berteriak kesakitan dan menggeliat-geliat di udara.

Tanpa ampun, Heechul terus menerus membuat Sungmin menderita hingga ia sendiri tidak bisa merasakan lagi tubuhnya sendiri.

Heechul tidak pernah tahu, Sungmin sedang berusaha sekuat tenaganya untuk mengangkat tangan kirinya. Dengan gerakan yang sangat lambat, Sungmin mencoba mengambil cincin di jari kelingking sebelah kirinya, berharap siapa tahu cincin tersebut bisa membantu dirinya keluar dari jeratan Heechul. Hingga akhirnya Sungmin berhasil melepaskan cincin tersebut dari jarinya, Sungmin segera melemparkan cincin tersebut ke arah Lumiere Sword tersebut tergeletak.

Dan saat cincin berlambang dua ekor ular itu mengenai Lumiere Sword, Tiba-tiba sebuah cahaya besar keluar dari penyatuan cincin dan pedang itu. cahaya itu menyala sangat terang dan menlingkupi seluruh ruangan yang berada disana. Heechul dengan segera menutup kedua matanya karena silaunya cahaya tersebut membuat kedua matanya terganggu. Kekuatan yang dilepaskannya ke tubuh Sungmin pun bahkan terlepas dan membuat Sungmin terbebas.

“AAAARRGGHHH… SIAL!!!” teriak Heechul sambil menutupi kedua matanya.

Melihat kesempatan tersebut, Sungmin berlari cepat mengambil kembali cincin dan lumiere Sword yang tergeletak di lantai. Dengan menggunakan kelengahan Heechul, Sungmin segera berlari keluar ruangan itu dan pergi darisana.

*****

Donghae, Henry, dan Sungchan yang sejak awal berhasil melarikan diri terus menerus menoleh ke belakang, berharap mereka tidak bertemu lagi dengan para penghuni istana kegelapan. Mereka bertiga terus berlari sambil tetap mengawasi keadaan disekitarnya.

Namun, di tengah perjalanan mereka secara tiba-tiba…

“Chankaman!!!”

Donghae menghentikan semuanya. Ia seperti teringat sesuatu. Sesuatu hal yang sudah di lupakannya selama beberapa saat.

“Waeyo Oppa?? Kenapa berhenti? Kau mau mereka sampai menemukan dan menyerang kita lagi??” Tanya Sungchan sedikit panic.

“Sunyeong! kita belum menemukannya!!” Jawab Donghae.

Donghae yang memang tidak mengetahui bahwa Sunyeong selamat dan tidak berada disana tidak pernah tahu akan hal itu. ia pikir, Sunyeong masih dijadikan sandera oleh kaum vampire tersebut.

“Omoo…. Bagaimana kita bisa melupakannya??” Henry terlihat menyadarinya juga.

“Henry, kau bawa Sungchan pergi dari sini!! Jangan sampai kalian tertangkap lagi oleh mereka!!” Ucap Donghae cepat.

“Mwo? Kau mau kemana Hyung??”

“Aku akan pergi mencari Sunyeong dan…” Secara tiba-tiba ucapan Donghae berhenti. Ia bingung, haruskah ia berkata jujur atau tidak akan tujuan lainnya ia datang ke tempat ini.

“Dan apa Oppa?? Apa yang akan kau lakukan??” Tanya Sungchan.

“Sudah!! Palii, cepat kalian pergi dari sini!! Aku akan segera menyelamatkan Sunyeong secepatnya! Dan Soal Sungmin hyung, jika nanti kalian bertemu dengannya katakan bahwa aku akan segera kembali secepatnya. Arraseo?!”

Tanpa memperdulikan teriakan dan panggilan dari Henry dan Sungchan, Donghae segera berbalik dan berlari masuk kembali ke dalam Dunkelheit castle.

Dengan penuh kehati-hatian, Donghae mencoba menyusuri tempat apapun yang ditemuinya dan tempat yang ia curigai digunakan sebagai tempat para vampire itu menyandra Sunyeong dan Hyemin, gadis yang menjadi tujuan lainnya itu. Ia bahkan mencoba memeriksa tempat-tempat serta ruangan di tiap lantai istana. Ia bahkan seakan tidak peduli, bahwa semua pergerakannya saat ini sudah di awasi dari jarak jauh oleh salah seorang vampire pria yang sedang mengincarnya.

“Kau tidak akan pernah menemukannya, Manusia bodoh!!” Ucapnya licik dengan tatapan matanya yang sangat tajam,

Ia terus mengawasi Donghae. Hingga saat Donghae berada di lantai dua  istana, Donghae menemukan sebuah ruangan. Entah apa yang ada di benak pria tampan itu, Donghae sepertinya begitu ingin pergi kesana. Rasa keingintahuannya yang sangat besar, mendorongnya untuk secara perlahan-lahan membuka pintu ruangan yang sepertinya adalah kamar tersebut.

KKRRIIEEETTTT….

Saat pintu berhasil terbuka perlahan-lahan, Donghae akhirnya menyadari sesuatu yang dilihat didepannya saat ini.

“Hyemin…”

Itu adalah ruangan tempat Hyemin sedang terbaring tidak sadarkan diri akibat perbuatan Heechul saat itu. Donghae merasa hatinya bergejolak. Dengan sedikit berlari kecil, Donghae segera menghampiri Hyemin dan duduk disebelah gadis itu.

“Hyemin… Hyemin, ireona!!” Tepuk Donghae pelan pada pipi pucat Hyemin, mencoba membangunkannya.

Donghae terus mencoba membangunkannya, namun tidak berhasil juga. Merasa bahwa waktunya hanya sedikit, Donghae segera berdiri dan berniat untuk mengangkat tubuh gadis vampire itu pergi dari sana. Namun, sedetik sebelum Donghae benar-benar mengangkatnya, ia seperti tersadar sesuatu.

Donghae menoleh ke arah tangan kirinya. Ia masih memakai gelang yang menjadi kelemahan serta senjata untuk melumpuhkan para vampire. Dan ia tahu, jika gelang tersebut mengenai tubuh Hyemin, maka gadis itu akan sekarat. Oleh karenanya, Donghae segera melepaskan gelang tersebut dari tangannya. Setelah memasukkan gelang itu ke kantong celananya, Donghae segera membopong tubuh Hyemin dan berbalik membawanya pergi dari sana. Namun, saat pria itu berbalik tiba-tiba…

“Apa yang mau kau lakukan terhadapnya??”

Seorang pria dengan tatapan tajamnya serta wajahnya yang tegas sudah berdiri persis di pintu kamar tersebut. Dialah pria yang sejak tadi mengawasi Donghae, kini sudah berada persis di hadapannya.

Jantung Donghae berdegup sangat keras. Ia mengenal dengan sangat jelas vampire di hadapannya itu.

“Apa kau tidak lihat?? Aku hanya ingin membawanya pergi dari sini! Jadi aku tidak punya waktu untuk meladeni semua seranganmu!!” balas Donghae tidak kalah tajam

“Turunkan dia sekarang juga!!!”

Pria itu terlihat mengancam Donghae. Namun, Donghae yang memang tidak merasa takut hanya berjalan pelan menuju ke pintu keluar, tidak memperdulikan semua ancaman iblis dihadapannya sambil tetap menggendong tubuh Hyemin. Kedua mata mereka bertemu satu sama lain.

“Jangan halangi jalanku!!” Ucap Donghae tajam.

Tidak terima di lecehkan oleh lawannya, pria vampire itu segera berbalik saat melihat Donghae sudah keluar dan melewati dirinya begitu saja. Dengan tangan kanannya, vampire tegas itu segera melumpuhkan jalan  Donghae dengan kekuatannya.

“EEEUUUGHHHH… Sial!!!!!” jerit Donghae tertahan.

Donghae nyaris tersungkur jatuh saat merasakan kedua kakinya kaku dan tidak bisa digerakkan secara tiba-tiba. Untungnya pria itu masih mampu menjaga keseimbangan tubuhnya yang masih menggendong tubuh Hyemin agar tidak terjatuh. ia tidak peduli vampire tersebut terus menyerang kedua kakinya hingga kesakitan.

“YA!!! Kau tahu? Dalam keadaan seperti ini aku tidak mungkin bisa membalas perlawananmu!! Bukankah seorang laki-laki harus bertarung dengan lawan yang seimbang?? kalau kau menyerangku, secara tidak langsung kau bisa mencelakai rekanmu ini.” Ucap Donghae tajam tanpa berbalik keaarah iblis di belakangnya.

“Kau hanya punya dua pilihan!! Terus menyerangku dan membuatku secara tidak sengaja juga melukai gadis ini, atau kau biarkan aku pergi dari sini sekarang juga??!” Ucap Donghae lagi.

Vampire pria itu terdiam dan segera melepaskan kekuatannya yang menjerat kedua kaki Donghae. Ia sadar ia tidak boleh gegabah dalam menyerang Donghae saat ini. benar yang dikatakannya barusan. Jika ia menyerang Donghae, maka gadis iblis yang berada didalam dekapan Donghae juga akan ikut terluka.

Donghae yang merasa dirinya menang terdiam sejenak. Dengan perlahan, Donghae segera melanjutkan kembali langkahnya untuk membawa Hyemin pergi dari sana. Vampire pria itu dengan mata merahnya yang berkilat-kilat marah hanya mampu menatap punggung Donghae yang semakin menjauh. Hatinya yang terbakar amarah terlihat menyimpan segudang rencana jahat yang akan ia lakukan untuk menyerang Donghae di kemudian hari

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu!!! Tunggulah pembalasanku!!”

-TO BE CONTINUE-

25 thoughts on “WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : “The Fight Has Just Begun!” (Part 11)

  1. Kya… Seru..
    Tp disini ada yg rada2 lucu eonni. Rasanya aneh. Wktu donghae gendong hyemi. Trus dia bilang -jgn menyerangku atau kau akan menyerang rekanmu jg-
    eh?
    Kan bs hyemi nya ditaro dulu #dijambak eonni hyemi
    knp kyu malah ngebiarin donghae sm hyemi kabur? Lalu tugas kyu supaya ngejaga hyemi sia2 dong wakakakakkkk #jd geli sendiri eke
    ah.. Tp selain itu sih seru seru eonni. BERKAT buku panduan, sungmin dan kawan2 bs menemukan tmpt persembunyian mereka jg pedang lumi lumi gtu namanya #ups~ lupa
    part besok pasti lbh seru yah eonni
    aku tunggu
    gumawo eonni

  2. huaaaa lgy seru tu, tiba2 TBC..
    tambah misterius,.
    overall daebak eon, part bagian perang’nya tu selalu bikin badan aq nyeri, aq nikmatin bgd ceritanya tapi tiba2 tu TBC muncul rasanya pengen aq kasih ranjau biar meledak #eh heheheh
    kkk~ aku jatuh cinta sma Hae oppa disini #digorokHyeminEon, ^_^V

  3. yahh… tbc.. makin seru aja fight nya.gmana kalo dselipin dikit love story gitu eon?? biar ngga battle aja,,kan tegang terus jadinya.. hehe /plakk dgampar/ *reader banyak mau* Duh penasaran nih lanjutannya. Jangan lama2 ya eon.. semangat buat part selanjutnya!! (^.^)9

  4. Story ny keren thor, jln crita ny jg ssah d tbak, genre mneganggkn+action ny seru…..
    Next chap d tnggu y thor……🙂
    Ttap Smangat+Keep Writhing…… ^^

  5. Pretty great post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I have very enjoyed reading your blog posts. Any way I’ll be subscribing for the feed and I hope you post again soon.

  6. akhirrrrnnnyyaaaaaa….
    ini ep ep nongol jugaaaa…
    udah ditunggu tunggu…

    makin rumit yaa..
    oracle vs vampire…
    tp di antara vampir ama oracle tumbuh benih cinta…kkkk

    gilaa..daebakkk bisa bkn ff rumit ky gni..kereennn

  7. Syukurlah mereka berhasil selamat

    Lalu siapa vampir yg menghalangi hae? Kyu atau hyuk?

    Lalu apakah hyemin hatinya akan menjadi suci?

    Hmmm gak ngebayangin part selanjutnya akan semarah apa heechul mengetahui hyemin berhasil dibwa oleh hae, real life aja klu hee mrh menakutkan, apalagi klu jdi vampir *heheheheh*

  8. Aigo, kenapa Vampir-vampir tampan itu sadis banget siCh!!! HyukJae-DongHae, sesama ikan jangan saling menyakiti!
    *Plakk
    *Abaikan*

    Sumpah, part ini benar2 menegangkan. Udah kayak nonton di Bioskop.

  9. wkwkwkk kan elo bisa ngangkat hyemin pake kekuatan lo *nyindir yg lg debat ma donge
    sumvee mngerikan, mncekam, tapi lucu thooor *ditoyorauthor
    hahahaa… kesel bgt sama heechul!!!! aaarrgghhh mudah”an part 12 smw nya kelaar. capek nemu mreka perang lagi perang lagi.

    eddah. ikan so sweet bgt yak. mngingatkan gue sama cartoon shrek si ogre yg mati”an nyelamatin princess fiona :3
    fighting yaa haee gue doain dari mimpi gue *eeh

    nah gtu dong.. henry nya muncul lagi. entah knapa gw prefer sungchan stay sm henry & lupain leeteuk:/

    yelah kyupil kyk kaga ada tmpat lain aje bwt nyembunyiin yeong. kalo lo tetep bawa yeong ke apartment nya ya sama aja dong mreka bkal tau -___- sini pindahin ke kamar gue aja. ntar kalo tuh pampir muncul gue sodorin saus garlic. nyahok nyahok deh wkwkkk.

    .dan pleaseeeee. jgn bkin sunyeong end brubah jd vampire juga. gw pen smw nya jd manusia tulen, hidup dame tnpa ada prbedaan alam lagi😦 please ya kakaak

  10. Overall aku suka semua cast nya,, autornya bikin peran mreka dengan sangat baikk,,
    berharap happy ending sih tampa ada yg pergi,, heheh
    semoga donghae bisa ngejaga hyemin dengan baik,,
    sungmin sma donghae yah, otaknya memang jeniusssss,,,
    henry good job bisa ngelindungi sungchan,,
    aku ke part selanjutnya ya tor,, gomaweo

  11. Kalimat tbcnya ganggu banget

    sungchan kasian banget disini

    Ngak sabar baca chap selanjutnya
    fighting eon buat nulis ffnya

  12. Wah, itu siapa yg ngehalangin donghae oppa buat bawa hyemin ? eunhyuk atau kyuhyun ?

    kyuhyun oppa udah mulai bimbang -__-
    leeteuk oppa masih jahat bgt sama sungchan -__-

    Semakin kesini semakin seru aja ini ceritanya :))

  13. Boleh kasih saran Thor? Coba orang/vampir yg lagi disebut itu menggunakan namanya.. Biar kita tau, siapa orang yg dimaksud.
    Bukan maksud protes, ya biar nyambung aja.. Ga bingung readersnya. Ga bertanya-tanya siapa orang yg lagi di ajak bicara.

    Itu hanya saran aja. Maaf kalau menyinggung.
    Atau karena aku ga suka sama ini ff, justru karena aku suka. Makanya aku kasih saran.🙂
    Jangan marah eoh..

  14. Yahh udah TBC aja …. Ceritanya daebbak eon … Tapi kenapa hyemin dibawa pergi sama donghae oppa ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s