THE ROYAL WEDDINGS (PART 12 – ENDING)

549908_315862621868479_564875443_n

Annyeong.. ^^ Mianhe..Jeongmal Mianhe kl admin selalu nunda2 untuk buat ngelanjutin FF ini. buat semua yang udh pada nunggu part terakhir nya ini, semoga semuanya suka yaaa..🙂 sesuai dengan permintaan beberapa reader, admin janji akan bikin semua tokoh yg ada disini Happy ending koq.Hehehehe…

Seperti biasa, ga lengkap rasanya kl pas baca gak sambil dengerin lagu buat sountracknya. Jadi, untuk scene nya KYUHYUN & SUNYEONG bacanya sambil dengerin  lagu  SUJU feat SNSD – Way Back Into Love  sama SUJU KRY – The One I Love. Untuk scene YESUNG & AERIN, siapin lagunya YESUNG – It Has To Be You sama SUJU M – Destiny yaaa.. Dan untuk scene DONGHAE & HYEMIN bacanya sambil dengerin lagu DONGHAE – Don’t Go sama SUJU – Endless Moment.

Berikut keterangannya…..

LE SILLA KINGDOM

teukchan 11744_213654615422614_870996451_n

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

sungmin-family chateau_de_chenonceaux_castle,_chenonceaux,_france

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

siwon-family1 medieval_castle_pic

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

kangin family luxury-home-plans-picture

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

hangeng family 11744_213654632089279_694733539_n

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

Sebelumnya admin makasih bgt buat semua Readers yang mau baca FF ini. Jujur, ini FF favorit admin. Jadi, semoga Last partnya ini gak mengecewakan kalian ya..Heheheh..

Kl gtu, HAPPY READING… ^^ krn ini LAST Part, Admin minta COMMENTNYA yaa gimana kesan kalian sm cerita ini ^^ N maaf kl cerita ini benar2 LONGSHOOT..Hehehhe.. Gomawo….

********************************

CERITA SEBELUMNYA

Prince Kyuhyun menoleh ke arah meja. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui cincin tunangan yang pernah ia sematkan dijari manis Princess Sunyeong sudah tergeletak di meja.

“Dengar, Kyu!! AKU TIDAK BUTUH INI LAGI!! Mulai detik ini, ANGGAP SAJA AKU BUKAN TUNANGANMU LAGI!!!”

Prince Kyuhyun langsung kembali menoleh saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Princess Sunyeong. Raut wajahnya begitu cemas mendengar penuturan sang putri. Namun sayangnya Prince Kyuhyun terlambat. Saat ia mencoba untuk meraih gadisnya, Princess Sunyeong sudah pergi terlebih dulu meninggalkan Prince Kyuhyun yang hanya mampu terdiam. Ia bahkan sempat melihat beberapa air mata yang turun di kedua pipi cantik Tunangannya. hal itu terang saja membuat hati Sang Pangeran kembali tercabik-cabik lagi. keadaan yang dirasanya mudah untuk ia selesaikan, kini semakin bertambah runyam. Tangan Pangeran tampan itu terlihat meremas cincin tunangan yang dipegangnya. Rahangnya pun juga mengeras, terlihat sekali bahwa emosi serta kesesakan begitu menyelimutinya saat ini.

“Mianhe..Jeongmal Mianhe..”

***************************************

LE SILLA KINGDOM

Hari ini, tepat sebulan sudah ketiga putri Le Silla kingdom menjalani pertunangan mereka dengan para Pangeran dari kerajaan tetangga. Begitu banyak cerita, konflik, masalah, serta emosi yang mewarnai kehidupan percintaan mereka. hampir sangat jarang senyum serta kebahagiaan meliputi kesemuanya. Bagaimana tidak?? hampir tidak ada cinta diantara mereka. sekalinya pun salah satu diantara mereka memiliki perasaan yang sama terhadap pasangannya, sebuah masalah berat bahkan sukses membuat keduanya begitu terpukul dan begitu tersakiti karena harus dipisahkan secara paksa. Entahlah.. bagaimana nasib serta kelanjutan hubungan mereka semua. Atau, apakah  salah satu diantara mereka sudah ada yang memiliki cinta didalam hatinya?? Entahlah, tidak ada yang tahu akan hal itu…

Saat ini, King Leeteuk sudah memanggil ketiga putrinya dan ketiga calon menantu kerajaannya. Tujuannya kali ini adalah ingin menanyakan kelanjutan hubungan mereka semua. Biar bagaimana pun, King Leeteuk tetap mengharapkan agar kelak semua putri-putrinya bisa menikah sesuai dengan keinginannya.

“Anakku, Appa memanggil kalian semua kesini karena Appa ingin mendengar secara langsung dari mulut kalian bertiga mengenai hubungan kalian. Appa rasa, ini sudah sebulan berlalu semenjak pertunangan kalian. Bagaimana? Apa kalian sudah memiliki perasaan satu sama lain??” Tanya King Leeteuk panjang lebar.

Tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaannya. Ketiga putri Le Silla bahkan lebih memilih diam. Bagi mereka, toh sama saja jika mereka menjawab yang sebenarnya. Appa nya tetap akan melanjutkan pertunangan ini hingga ke jenjang pernikahan.

“Sayang.. Kenapa kalian diam saja?? apa kalian tidak ingin membicarakannya pada Appa??” Tanyanya lagi.

“Untuk apa?? aku rasa, walaupun kami berbicara sekalipun, itu tidak akan mengubah keputusan Appa kan?? Jadi aku rasa Appa tidak perlu basa-basi menanyakan hal tersebut pada kami!” Semua orang yang berada disana cukup tercengang dengan jawaban keras Princess Hyemin barusan.

“Hyemin-ah.. wae?? Kenapa kau bicara seperti itu?? Appa benar-benar ingin mengetahui kelanjutan hubungan kalian. Appa tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya seperti kemarin. Appa tidak akan mengambil keputusan apapun jika putri Appa tidak menyetujuinya.”

Semua terdiam. Princess Hyemin yang awalnya ingin menjawab kembali pertanyaan King Leeteuk menjadi terdiam ketika tangan Prince Donghae menggenggam tangannya, memberi isyarat supaya Putri bungsu kerajaan itu tidak melawan ucapan orang tuanya.

“Hmmm.. Jeonha (*), mianhe.. Jika kami boleh meminta waktu, Bisakah kau memberi kami kesempatan untuk membicarakan hal ini pada pasangan kami?? aku rasa, baik Sunyeong, Aerin dan Hyemin belum siap untuk membicarakannya.” Ucap Prince Donghae memback-up Princess Hyemin yang hendak bicara tadi.

(*) : adalah Panggilan untuk “yang mulia raja”

“Ne.. Donghae benar. Setidaknya, biarkan kami memberikan kejelasan dulu terhadap hubungan kami. Baru setelah itu, kami akan mengatakan keputusan kami padamu..” Prince Eunhyuk pun menimpali.

King Leeteuk terlihat berpikir. Ia menimbang-nimbang sejenak usul dari kedua Pangeran Kerajaan Everest.

“Hmm.. Aku rasa, apa yang kalian katakan ada benarnya. Baiklah.. kalau begitu mau kalian…”

“Chankaman Appa!!”

King Leeteuk belum sempat menyelesaikan ucapannya saat secara tiba-tiba Princess Sunyeong memotong ucapan ayahnya. King Leeteuk menatap Putri sulungnya yang saat ini sudah berdiri dari tempat duduknya.

“Appa… Aku..” Princess Sunyeong sedang berusaha untuk mengeluarkan semua kata-kata yang sudah tersimpan didalam hatinya. Dengan susah payah, ia mencoba menguatkan dirinya agar bisa berbicara pada ayahnya.

“Aku ingin membatalkan pertunangan ini..”

“Mwo??” Ucapan Princess Sunyeong barusan benar-benar membuat semua orang yang berada di ruang kerajaan itu tercengang. Tidak terkecuali Prince Kyuhyun yang langsung menoleh cukup keras ke arah gadisnya.

“Sunyeong, kau…”

Prince Kyuhyun yang sepertinya sudah mengetahui hal ini akan terjadi pun begitu kelu. Ada rasa yang membuatnya ingin menarik kembali semua ucapan Princess Sunyeong barusan. Ia tidak ingin berpisah dengan gadis yang disayanginya itu. Tidak.. Ia tidak ingin Princess Sunyeong benar-benar membuktikan ucapannya beberapa waktu lalu saat ia mengembalikan cincin pertunangan mereka padanya.

“Sunyeong-ah, Wae?? Kenapa tiba-tiba kau ingin membatalkan semuanya Nak??” Queen Sungchan yang juga berada disana akhirnya buka suara. Ia sepertinya tahu apa yang sedang di alami putrinya yang saat ini sedang menahan dirinya untuk tidak menangis di hadapan mereka semua.

“Appa, Eomma.. Mianhe.. Seberapa keras kalian memaksaku untuk ini, aku tidak bisa. Aku.. aku tidak bisa melanjutkan semuanya.. Jeongmal Mianhe..” Ucap Princess Sunyeong dengan suara yang tercekat menahan tangisnya. Air mata bahkan sudah terlihat turun di kedua pipi gadis itu walaupun ia berusaha menyembunyikannya dengan menundukkan kepalanya.

Sesudah berkata demikian, Princess Sunyeong segera berlari keluar ruangan meninggalkan kedua orang tuanya, kedua  adiknya yang berteriak memanggil namanya. Prince Kyuhyun yang melihat itu segera pamit pada King Leeteuk dan Queen Sungchan untuk pergi menyusul Princess Sunyeong.

King Leeteuk merasa cemas. Ia menoleh sebentar pada Queen Sungchan. Ditatapnya sang permaisuri mencoba mencari tahu.

“Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, Yeobo..” Jawab Queen Sungchan yang tahu maksud dari tatapan Suaminya.

****

Princess Sunyeong terus berjalan cepat. Ia bahkan sesekali menutup mulut nya agar suara tangisannya tidak semakin kencang. Ia bahkan juga tidak peduli jika saat ini dibelakangnya, pria yang begitu mencemaskannya sedang memanggil namanya.

Prince Kyuhyun terus berlari. Ia tidak ingin gadisnya salah paham terhadap semua yang dilakukannya.  Ia ingin menjelaskan semuanya pada Princess Sunyeong dan membuatnya menarik kembali semua perkataannya tadi.

SEETT…

Prince Kyuhyun berhasil menghentikan langkah gadis itu. ditatapnya punggung Princess Sunyeong yang sama sekali tidak berbalik itu. Prince Kyuhyun bahkan bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana bahu putri cantik itu bergetar karena menangis.

“Mau apa kau??” Tanya Princess Sunyeong tajam.

“Jangan lari dariku.. Jangan acuhkan aku seperti ini.”

Princess Sunyeong berbalik. Ditatapnya wajah Prince Kyuhyun dengan tajam. Sebuah perasaan begitu menusuk hati Pangeran tampan itu ketika melihat putri hatinya menangis karena ulahnya.

“Wae?? Apa pedulimu, hah??” Tantang Princess Sunyeong.

“Aku peduli!! aku bahkan begitu peduli padamu.. aku ingin kau menarik semua perkataanmu tadi”

“Tapi sayangnya aku sudah tidak peduli lagi padamu, Kyu!! kau tahu, kita sudah putus. Kau bukan lagi tunanganku, begitu juga dengan aku! Jadi tolong, jangan dekati aku lagi!!”

Princess Sunyeong melepas paksa tangannya yang digenggam Prince Kyuhyun. Hati gadis itu sebenarnya begitu sakit. Jauh dilubuk hatinya, ia tidak ingin hubungan yang sudah dijalaninya dengan sang pangeran berakhir sia-sia seperti ini. Princess Sunyeong pun mau tidak mau mengakui bahwa memang didalam hatinya sudah tersimpan rasa untuk sang Pangeran. Tapi itu semua sudah terlanjur. Semuanya sudah terlambat. Ia mengakui kebodohannya yang saat itu menolak kecupan dari Prince Kyuhyun. Namun, ia juga begitu menyayangkan sikap dingin Prince Kyuhyun sesudahnya. Sudah berkali-kali ia berusaha menunjukkan perhatiannya pada sang Pangeran, sudah sering kali pula  sang Putri mencoba untuk memperhatikan Prince Kyuhyun agar sang Pangeran bisa memahami perasaannya. Akan tetapi, sayang.. sikap kekanak-kanakan mereka lah yang membuat keduanya akhirnya begitu tersakiti satu sama lain.

Princess Sunyeong berjalan kembali menjauhi Prince Kyuhyun. sang pangeran yang memang tidak kenal lelah terus memanggil nama gadis yang begitu penting untuk hidupnya.

“Aku tidak akan pernah setuju dengan keputusanmu!! Kau tetap tunanganku, Yeong-ah!” Teriak Prince Kyuhyun pada punggung Princess Sunyeong yang sedang berjalan.

Princess Sunyeong berhenti. Ia menoleh sebentar ke belakang. Ditatapnya Prince Kyuhyun dengan senyum cibirannya.

“Terserah!!! Itu bukan urusanku!!”

Hati Prince Kyuhyun  semakin terluka. Ia mengumpat  dalam hati. Ia terus memaki dirinya sendiri karena kebodohannya yang selalu membuatnya nyaris kehilangan gadis yang begitu dicintainya.

Prince Kyuhyun yang melihat tubuh Princess Sunyeong semakin menjauh pun kembali mengejar gadis itu. Sungguh.. ia akan melakukan semua cara agar tetap bisa bersama gadis itu. Ia akan tetap berjuang agar Princess Sunyeong mau kembali membuka hati untuk dirinya. sampai mati pun bahkan akan dilakukan Sang Pangeran agar gadisnya mau kembali padanya.

Merasa panggilannya tidak digubris oleh Princess Sunyeong, Prince Kyuhyun semakin mempercepat langkahnya. Inilah mungkin cara terakhir yang bisa ia lakukan agar Princess Sunyeong kembali padanya.

GREEEEPPP…

Prince Kyuhyun memeluk tubuh mungil Princess Sunyeong dari belakang hingga membuat Langkah Princess Sunyeong terhenti. Jantungnya mendadak berdetak tidak karuan. tubuh gadis itu terdiam dan melemas. Air mata refleks semakin deras mengalir dikedua pipinya menerima perlakuan lembut Pria yang kini sudah mulai dicintainya.

“Mianhe.. Jeongmal Mianhe.. Aku mohon jangan pergi dariku.. Aku mohon..Aku mohon tetaplah bersamaku..” Pinta Prince Kyuhyun lirih terdengar ditelinga Princess Sunyeong.

Air mata Princess Sunyeong semakin deras. Hatinya begitu berkecamuk. Disatu sisi, ia begitu tersakiti karena sikap dingin Prince Kyuhyun beberapa waktu yang lalu. Namun disisi lain, ia juga tidak tega melihat pria dihadapannya ini terus memohon padanya. sebagai seorang wanita, Princess Sunyeong tentu masih memiliki hati nurani. Di dalam hatinya, ia bahkan sama sekali tidak pernah berniat untuk benar-benar pergi dari hadapan Prince Kyuhyun.

“Wae Kyu?? Kenapa kau seperti ini?? Kenapa baru sekarang kau mau bicara padaku??” Lirih Princess Sunyeong.

“Mianhe.. Aku salah. Aku tahu itu! aku bodoh!! Aku.. Aku malu pada diriku sendiri dan juga padamu..”

“Kau tahu Kyu?? berkali-kali aku selalu mencoba untuk mendekatimu. Berkali-kali pula aku mencoba untuk berbicara padamu. dan berkali-kali pula aku berusaha untuk menunjukkan perasaanku padamu. tapi kenapa?? Kenapa kau malah bersikap dingin padaku seperti itu??”

Baik Princess Sunyeong dan Prince Kyuhyun begitu larut dalam emosi. Tangisan Princess Sunyeong yang membuat suaranya begitu serak dan tercekat, serta suara Prince Kyuhyun yang begitu berat menahan emosi didalam hatinya benar-benar membuat mereka berdua sama-sama mampu menjelaskan apa yang terjadi pada akhirnya. Princess Sunyeong bahkan tidak bergerak sedikitpun dalam dekapan tangan Prince Kyuhyun yang terus mendekap tubuh mungilnya.

“Aku malu,, Sungguh, kejadian itu benar-benar membuatku malu padamu. Mianhe.. Mianhe saat itu aku lancang ingin menciummu.”

Princess Sunyeong melepaskan kedua tangan Prince Kyuhyun yang melingkar ditubuhnya, membuat raut wajah Prince Kyuhyun sontak kecewa karena takut ditolak untuk kesekian kalinya. Princess Sunyeong lantas membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Prince Kyuhyun tajam, namun tetap begitu lembut.

“Lantas, kenapa kau baru mengakuinya sekarang?? kenapa aku harus mengorbankan pertunangan kita dulu baru kau mau menjelaskannya?? Kau benar-benar sukses membuatku gila, Kyu!!” Balas Princess Sunyeong sambil memukul dada Prince Kyuhyun.

“Dan kau sudah benar-benar membuatku ingin mati karena kau sudah seenaknya memutuskan pertunangan kita, Sayang!!”

Tubuh Princess Sunyeong kembali tersentak ketika Prince Kyuhyun memeluk tubuh gadis itu lagi. kali ini, di dekapnya tubuh Princess Sunyeong dengan erat. Dibiarkannya Princess Sunyeong menangis lagi. namun kali ini tangisan bahagia yang keluar dari kedua mata cantiknya. Dikecupnya kepala Princess Sunyeong, berharap agar gadis itu tidak lagi pergi meninggalkannya. Hati Princess Sunyeong tentu saja luluh. Biar bagaimanapun, ia tidak bisa menyimpan kemarahan untuk pria itu terlalu lama.

“Berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku lagi!! aku mohon.. jangan ucapkan kata-kata menyeramkan lagi seperti kemarin!!” Pinta Prince Kyuhyun sambil masih memeluk tubuh Princess Sunyeong.

“Kalau aku mengucapkannya lagi??” canda Princess Sunyeong.

Prince Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ditatapnya Princess Sunyeong dengan wajah yang berpura-pura galak.

“Kalau kau sampai mengucapkannya lagi, aku tidak akan segan-segan mati bunuh diri dihadapanmu dan menghantuimu seumur hidup!” Ucap Prince Kyuhyun sambil mengusap jejak-jejak air mata Princess Sunyeong dan membuat kedua mata cantik gadis itu terbelalak.

Namun didetik berikutnya, kedua insan manusia itu hanya tersenyum satu sama lain. Mereka sepertinya sudah menyadari, bahwa mereka benar-benar saling membutuhkan. Mereka sama-sama menyadari, bahwa kini perasaan cinta telah berkembang didalam hati keduanya. Princess Sunyeong bahkan mengakui, bahwa Prince Kyuhyun memang telah berhasil membuatnya jatuh cinta seperti ucapannya waktu itu. Ia mengakui, ia tidak bisa jauh dari Prince Kyuhyun sedikitpun. Ia sudah merasakan itu. dan hal itu membuatnya sungguh tersiksa. Dan dengan segenap hatinya, ia bahkan kini siap jika harus ‘mengukuhkan’ dirinya menjadi milik seorang Pangeran kerajaan Svenska, Prince Kyuhyun.

“Jadi.. Mau kah kau kembali memakainya lagi??”

Princess Sunyeong menatap sesuatu yang baru saja dikeluarkan Prince Kyuhyun dari kantong celananya. Cincin tunangan mereka…

“Mau kah kau memakainya lagi sampai nanti aku menggantinya dengan cincin pernikahan kita??” Ucap Prince Kyuhyun kembali sambil menunjukkannya tepat dihadapan sang Putri.

Melihat kesungguhan dan ketulusan hati Prince Kyuhyun saat ini, Princess Sunyeong merasa begitu terharu. Ia tidak ingin lagi kehilangan Prince Kyuhyun. dengan segenap hatinya, Putri cantik itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Ne, Kyu.. Aku mau..”

Senyum manis mengembang di wajah Prince Kyuhyun saat mendapat jawaban dari Princess Sunyeong. diambilnya tangan kiri Princess Sunyeong dan disematkannya cincin tersebut ke jari manis Sang putri. Sesudahnya, Prince Kyuhyun hanya mampu menatap wajah Princess Sunyeong bahagia. Menyadari bahwa Prince Kyuhyun sejak tadi tidak melepaskan pandangannya ke wajah gadis itu, Princess Sunyeong mencoba menghindar. Namun sayang.. saat kedua mata gadis itu ingin ia alihkan ke arah lain, ia justru merasakan kedua tangan Prince Kyuhyun menggenggam kedua pipi mulusnya, memaksanya untuk membalas tatapannya. Princess Sunyeong yang melihat  Prince Kyuhyun sedang mendekatkan wajah tampannya kearahnya hanya mampu terdiam. dalam hati, ia tidak ingin lagi menolak. Yang dilakukannya hanya memejamkan kedua matanya saat jarak antara bibir mungilnya dan bibir mungil Prince Kyuhyun tinggal beberapa cm lagi. hingga pada akhirnya, bibir mereka bersatu… Prince Kyuhyun mengecup bibir Princess Sunyeong untuk pertama kalinya selama mereka bertunangan. Ciuman yang mungkin menjadi tanda bersatunya kembali tali cinta mereka yang sempat terputus. Dilumatnya dengan lembut bibir Princess Sunyeong, seakan ia takut menyakiti sang putri jika ia melakukannya dengan sedikit kasar. Cukup lama mereka berdua berciuman, hingga sebuah suara membuyarkan kegiatan mereka berdua.

“YA!!! PERGI KAU DARI SINI!!! AKU TIDAK SUDI MENERIMA PENGKHIANAT SEPERTIMU!!!”

Princess Sunyeong menatap Prince Kyuhyun sejenak.

“Itu…” Ucap Prince Kyuhyun mencoba menebak-nebak.

“Itu  suara Appa. Kajja Kyu, aku rasa ada sesuatu yang tidak beres!!”

Princess Sunyeong seperti mendapat firasat yang tidak enak. Dalam benaknya, ia mencoba berspekulasi. Ditariknya tangan  Prince Kyuhyun untuk berlari kearah tempat suara seorang pria yang sedang marah-marah sejak tadi. Dan benar saja dugaan Princess Sunyeong. saat ia tiba di pintu masuk kerajaan, ia mendapati kedua orang tuanya, atau lebih tepatnya King Leeteuk sedang memaki-maki sepasang suami istri yang sedang berada di depan pintu kerajaan mereka. Selang beberapa detik, ia juga melihat Princess Aerin dan Prince Eunhyuk serta Princess Hyemin dan Prince Donghae juga ikut-ikutan menghampiri pintu depan kerajaan.

“Appa, Wae kudae??” Tanya Princess Sunyeong cemas.

Ketiga putri Le Silla dan Tunangannya pun melangkah mendekati kedua orang tua mereka dan mencoba mencari tahu siapa orang yang sudah dimaki-maki oleh ayah mereka. hingga akhirnya salah satu Putri kerajaan Le Silla  begitu terkejut saat mendapati sepasang suami istri didepan istana mereka.

“Mwo? King Kangin,, Queen Yoonji..” Ucap Princess Aerin mencoba membenarkan.

“YA!! Aerin, jauhi mereka!!! Appa tidak sudi kau mendekati mereka!!” teriak King Leeteuk emosi saat melihat Princess Aerin mencoba menghampiri King and Queen dari Kerajaan Madison.

Princess Aerin awalnya tidak mempedulikan ucapan ayahnya. ia tetap bersikeras untuk menghampiri kedua orang tua dari pria yang begitu dicintainya hingga saat ini. namun, karena sikap keras ayahnya, Princess Aerin nyaris saja terkena sikap kasar sang ayah kalau saja Prince Eunhyuk tidak terlebih dulu menarik tubuh Princess Aerin menjauh.

“sudah kubilang, AKU TIDAK SUDI KERAJAANKU DIINJAK OLEH PENGKHIANAT SEPERTIMU!!! Pergi KAU!!!” Teriak King Leeteuk pada King Kangin yang saat ini masih terus menunduk.

“Leeteuk ssi.. Aku mohon, tolong beri kami kesempatan untuk menjelaskan sesuatu padamu. kami harus bertemu dengan Aerin..” ucap Queen Yoonji mencoba membela suaminya.

“Mianhe Yoonji ssi.. Aku tidak bisa!! Seberapa keras pun kalian mencoba menjelaskannya, aku tidak peduli! lebih baik kau urus saja suami mu yang jahat itu!!”

“APPA!!!” King Leeteuk dan semua yang berada disana sontak langsung menoleh begitu mendengar suara Princess Aerin yang berteriak marah pada King Leeteuk.

“Apa seperti itu sikap seorang raja?? Apa seperti ini sopan santun yang selama ini Appa ajarkan padaku dan pada Sunyeong juga Hyemin??” Ucap Princess Aerin lagi.

“Aerin.. Kau tidak mengerti apa-apa sayang. Mereka ini keluarga pengkhianat!! Mereka tidak pantas datang ke kerajaan kita! Appa tidak mau dia kembali merusak dan menghancurkan Appa seperti dulu.”

“Tapi tidak seperti ini caranya, Appa.. bisa kan Appa mendengarkan dulu apa tujuan mereka datang kesini?? Biar bagaimana pun mereka itu tamu kita..” Princess Aerin benar-benar mampu menyindir King Leeteuk hanya dengan ucapan pelannya, namun begitu menusuk.

“Eonnie benar Appa.. Appa seharusnya bersikap dewasa dan tidak mementingkan ego Appa sendiri. King Kangin dan Queen Yoonji kesini pasti mereka punya alasan.. Apa salahnya kita mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu?” sambung Princess Hyemin membuat King Leeteuk terdiam.

Queen Sungchan pun mewakili King Leeteuk mencoba menanyakan tujuan kedua raja dan ratu Madison Kingdom ke kerajaan mereka saat ini. kedua raja dan ratu tersebut pun mengakui bahwa kedatangan mereka saat itu karena mereka ingin bertemu dengan Princess Aerin. Mereka mengatakan bahwa Keadaan Prince Yesung semakin parah, dan hanya Princess Aerin lah yang mampu mengobati dan mengembalikan putra mereka.

“Aku sadar, Teuk-ah.. Aku sadar kesalahan ku selama ini. Aku benar-benar menyesalinya. Karena sikapku, putraku kini yang menjadi korbannya. Sungguh, aku tidak sanggup melihat Yesung semakin terpuruk seperti itu. aku mohon maafkan aku.. Jeongmal Mianhe.. Aku mohon ijinkan aku membawa Aerin ke kerajaanku untuk bertemu dengan Yesung.” Ucap King Kangin lirih pada akhirnya.

“Appa… Jebal…”

King Leeteuk tidak bergeming sedikit pun. Bahkan walaupun Princess Aerin sudah memohon pada dirinya agar diperbolehkan untuk bertemu dengan Raja hatinya. Sikap King Kangin yang sudah menyesali perbuatannya pun tidak juga membuat hati sang raja cair. Rasa sakit hati dan kebencian lebih banyak mendominasi hatinya saat ini. segala macam bujukan dan rayuan dari sang Ratu pun juga ternyata tidak mempan.

“Pergi dan Tinggalkan Istanaku!!!” ucap King Leeteuk tajam.

Seluruh orang yang berada disana terang saja terkejut dengan keputusan King Leeteuk. Ternyata, rasa kasihan yang terselip di lubuk hati terdalam nya tidak mampu mengalahkan ego serta kekerasan hati sang Raja.

“Jebal Teuk-ah.. Aku terima jika kau tidak memaafkanku. Tapi aku mohon, sekali ini.. tolong ijinkan Aerin untuk bertemu dengan putraku.. Putraku sekarat. Ia terus menerus menyebut nama Aerin. Hanya Aerin yang bisa menyembuhkannya.. Aku mohon, Teuk-ah..” Ucap King Kangin sambil berlutut dan menunduk menangis.

“Appa.. Aku ingin bertemu dengannya, Appa.. Jebal…” kali ini Princess Aerin yang lirih meminta pada ayahnya. Air mata terlihat sudah mengalir di kedua pipinya karena cemas memikirkan Pria yang begitu dicintainya.

“Appa, sudah cukup Appa bersikap seperti ini!! sampai kapan Appa mau mementingkan gengsi Appa sendiri, hah?? Apa seperti ini, seorang Ayah yang KATANYA lebih mementingkan kebahagiaan putrinya sendiri?? Apa seperti ini, seorang Ayah yang KATANYA menyayangi putrinya dan PEDULI pada perasaan Putrinya?? Aku rasa Appa bukan seperti seorang ayah. Appa tidak ada bedanya dengan seseorang yang begitu egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri!!” Ujar Princess Hyemin begitu tajam dan menusuk langsung kedalam hati  King Leeteuk.

Begitu juga dengan Princess Sunyeong yang secara tiba-tiba berjalan melangkah menuju ke samping King Leeteuk. Ditatapnya King Leeteuk tajam.

“Appa, apakah Appa pernah berpikir bagaimana perasaan Kangin Wang dan Yoonji Wangbi saat tahu putra mereka sakit dan hanya membutuhkan satu orang sebagai obatnya?? Apa Appa menyadari bagaimana usaha keras mereka berdua menurunkan ego mereka hanya demi Putra mereka yang sedang sakit?? Apa Appa tidak melihat kesungguhan mereka?? Mereka seperti ini karena mereka ingin supaya Yesung Oppa sembuh!! Dan Appa tahu siapa yang bisa menyembuhkan Yesung Oppa?? AERIN..!!! hanya Aerin, Appa.. Apa susahnya kau membiarkan Aerin pergi kesana untuk menemui Yesung Oppa?? Bersikaplah dewasa, Appa.. pikirkan kebahagiaan mereka berdua” Ujar princess Sunyeong sambil menunjuk ke arah Princess Aerin.

“Apakah Appa pernah berpikir seandainya kejadian ini terjadi padamu?? bagaimana jika aku yang sekarat dan membutuhkan Kyuhyun, sedangkan Siwon Wang tidak mengijinkanmu membawa Kyuhyun untuk menemuiku?? Bagaimana perasaanmu, Appa??” Tanya Princess Sunyeong lagi.

“Jeonha, Ijinkanlah Aerin untuk bertemu dengannya.. Biarkan Aerin pergi kesana. Aku rasa Yesung ssi benar-benar membutuhkan kehadirannya.” Prince Eunhyuk yang sejak tadi terdiam pun tiba-tiba angkat bicara. Ia mengucapkan semua itu sambil menoleh ke arah  Princess Aerin yang saat ini sedang menangis di pundaknya.

King Leeteuk terdiam. berbagai macam suara semuanya menyatu didalam hatinya. Ia begitu bimbang. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kebenciannya akibat masalah 25 tahun lalu dengan King Kangin memang masih membekas dihatinya. Namun, semua ucapan yang dilontarkan oleh kedua putrinya, Prince Eunhyuk calon menantunya, dan juga Sang ratu membuatnya berpikir sejenak. Hati kecilnya mengatakan bahwa ia memang tidak diperbolehkan untuk bersikap egois lagi. walaupun ada rasa tidak terima dan tidak rela, Akhirnya King Leeteuk luluh. Ia mengijinkan Princess Aerin pergi untuk menemui Prince Yesung, namun dengan syarat bahwa Prince Eunhyuk harus ikut mendampingi Sang Putri.

“Dengar Kangin-ah.. walaupun aku mengijinkan Aerin untuk bertemu  dengan Yesung, bukan berarti aku sudah memaafkanmu! Dan bukan berarti aku sudah menerima Yesung sepenuhnya untuk menjadi pasangan Aerin!! Ingat itu!!”

“Ne.. aku mengerti! Aku tidak mengharapkan kau memaafkanku. Yang penting untukku saat ini adalah keselamatan dan juga kebahagiaan putraku. Aku berterima kasih padamu untuk ini..” Ucap King Kangin datar.

*****

MADISON KINGDOM

Tubuh Princess Ivana begitu kaku dan nyaris terjatuh saat ia berjalan memasuki sebuah kamar kalau saja Prince Spencer tidak memegang tubuhnya. Air mata tidak henti-hentinya mengalir dikedua pipi gadis manis itu ketika ia masuk kedalam sana. hatinya begitu teriris perih ketika melihat pria yang begitu dicintainya sedang terbaring lemah dengan kondisi yang sangat berantakan dan begitu terlihat kesakitan. Tubuh pria itu begitu rapuh, keringat membanjiri tubuhnya, nafasnya terlihat begitu cepat bahkan disaat ia tidur sekalipun, bahkan kegelisahan begitu jelas terpancar dari wajah tampannya yang begitu pucat.

“Dia terus menerus memanggil namamu, Iv..” Ucap salah seorang pangeran dari Madison Kingdom yang menemani Princess Ivana dan Prince Spencer masuk kedalam sana.

“Ba..bagaimana dia bisa seperti ini??” Tanya Princess Ivana lirih.

Gadis manis itu terus berjalan mendekati Prince Jeremy, kekasihnya yang terbaring sakit itu. ia duduk di ranjang, tepat di samping tubuh Prince Jeremy yang terbaring.

“I’m Sory, Iv.. this is our fault. Kami lah yang membuat Jeremy seperti ini..”

Princess Ivana menoleh kesamping. Dilihatnya Queen Beatrix berbicara padanya sambil menangis di pelukan King Jordan, suaminya.

Princess Ivana tidak begitu memperhatikan ucapan Queen Beatrix barusan. kedua mata gadis itu kembali tertuju pada pujaan hatinya yang masih tertidur dengan gelisah dihadapannya. Secara perlahan-lahan, gadis itu menggenggam tangan Prince Jeremy yang terkulai lemah. Diusapnya pergelangan tangan sang pangeran hingga secara perlahan-lahan, tubuh Prince Jeremy tersadar.

“Oppa, Wake up.. ini aku, Ivana.” Ucap Princess Ivana begitu pelan persis ditelinga sang pangeran.

Tubuh Prince Jeremy menggeliat lemah. Secara perlahan, kedua mata cantik sang pangeran terbuka. Ia melihat seseorang yang begitu dicintainya sudah berada tepat dihadapannya. Kesadaran Prince Jeremy terkumpul. Dengan gerak yang amat sangat pelan, ia segera bangkit dari tidurnya untuk meyakinkan dirinya bahwa seseorang yang dilihatnya kali ini tidak salah.

“Ivana…” Ucapnya memanggil Putri Cantik itu. Princess Ivana hanya mampu tersenyum sambil mengangguk. Air mata bahagia kembali mengalir dikedua pipi Sang Putri.

“Ivana..”

Prince Jeremy refleks langsung memeluk tubuh Princess Ivana. Di eratkannya kedua lengan pangeran tampan itu agar tubuh gadisnya tetap berada di pelukannya. Ia takut.. ia begitu takut akan ditinggalkan lagi oleh gadis yang sudah mencuri hatinya itu.

“Plis.. Don’t leave me alone! Plis don’t go…” Ucapnya lirih sambil terus memeluk tubuh Princess Ivana.

“I won’t, Oppa.. aku tidak akan pergi lagi.” Balas sang putri.

Prince Jeremy melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah Princess Ivana begitu dalam.

“bagaimana kau bisa datang kesini?? Kau, tidak diusir kedua orang tua ku kan??” Tanya Sang pangeran sedikit ketakutan.

“No, Oppa.. aku tidak diusir oleh siapapun. Justru, kedua orang tuamu lah yang membawaku kemari. Mereka yang memintaku datang untuk menemuimu.”

Melihat Princess Ivana menoleh ke arah samping, pandangan Prince Jeremy pun juga ikut menoleh kesamping. Dilihatnya disana kedua orang tuanya sedang berdiri memperhatikan ia dan Princess Ivana.

“Ba..bagaimana bisa??” Tanya Sang Pangeran tidak percaya.

“Son, Plis forgive us.. i know it’s all of our mistakes. Maafkan kami sudah menjauhkan mu dari Ivana. Kami sadar selama ini kami begitu egois karena tidak pernah mementingkan kebahagianmu. Plis forgive us for making you suffer..” Ucap King Jordan penuh penyesalan.

“Your Dad was right, Prince.. Kami sadar, bahwa sekuat apapun kami memisahkanmu dengan Ivana, kami tidak pernah bisa melakukannya. I can see how ivana loves you. Dan.. Kami sudah memutuskan, kami merestui hubungan kalian berdua.” Ujar Queen  Beatrix akhirnya.

Prince Jeremy yang masih terlihat lemah menoleh tidak percaya. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang didengarnya barusan dari ayah dan ibu nya adalah sebuah kebenaran. Ditatapnya kedua orang tuanya serta Princess Ivana bergantian. Hatinya pun benar-benar percaya saat ia melihat gadis yang begitu dicintainya tersenyum dan mengangguk.

“But, How could this happen?? Kenapa kalian tiba-tiba merestui hubungan kami?? lantas.. bagaimana hubungan mu dengan King Dennis??” Prince Jeremy mencoba mencari jawabannya.

“Son, kau tahu? saat keadaanmu semakin memburuk, kau benar-benar sukses membuat kami berdua cemas dan ketakutan setengah mati. Even when u was slept, you always called Ivana. We scared!! we were really scared something happened to you.. And then, I started to think. I can’t be selfish again. You deserve to be happy.. Aku tidak peduli jika Dennis tidak memaafkanku! Ya jelas, aku hanya ingin melihatmu, Putraku, bahagia dengan gadis yang dicintainya..”

Wajah Prince Jeremy  sedikit berbinar mendengar penjelasan King Jordan, ayahnya barusan. kekuatan didalam hatinya kembali. Entah mengapa, ia merasa sebuah kebahagiaan mulai terpancar untuk hidupnya. keinginannya serta doa-doanya untuk bersama dengan Princess Ivana akhirnya terwujud, walaupun caranya begitu menyakitkan dirinya dan juga gadis dihadapannya.

Sekali lagi, Prince Jeremy menoleh kearah gadis manis yang duduk dihadapannya. Ditatapnya kedua mata putri cantik itu. tidak dilepaskannya tatapan itu bahkan hanya sedetik. Ia terlalu takut.. ia takut ia jika berkedip sekali saja, maka gadis didepannya itu  akan kembali hilang dan meninggalkannya.

“Why did you do this, Oppa?? Why did you hurt ur self?? And Can you not make me worry and fear like this?? Kau selalu saja seperti ini.. Apa kau tahu, aku….”

GREEPP..

Princess Ivana bahkan belum selesai berbicara saat ia merasakan tubuhnya kembali ditarik kepelukan Prince Jeremy. Tubuh gadis itu sedikit bergetar akibat tangisannya. Antara senang, terharu, bahagia, dan takut. Itulah yang saat ini merasuk kedalam perasaan sang putri. Ia senang, penantiannya selama ini dan kecemasannya telah terobati, Walaupun dalam hati putri itu masih ada sedikit rasa khawatir karena keadaan Prince Jeremy yang masih lemah karena  sakit.

“Plis, Don’t go.. Plis stay with me..” Pinta Prince Jeremy sambil terus mengeratkan pelukannya ketubuh Princess Ivana dan terus menerus mengecup pundak sang putri bertubi-tubi.

“I Won’t.. i will never leave u again..”

Prince Jeremy melepaskan pelukannya. Ditangkupkannya kedua  tangan sang pangeran kewajah sang putri. Ditatapnya dengan seksama wajah gadis nya itu.

“Kau tahu? aku benar-benar tidak bisa hidup sendiri! I don’t wanna lose u again for the second time. Plis, Menikahlah denganku.. Live with me..”

Sungguh, perkataan Prince Jeremy barusan membuat jantung Princess Ivana berdebar  hebat. Bagaimana bisa pria yang masih begitu lemah dan butuh istirahat itu melamarnya disaat seperti ini? antara terkejut, heran dan juga senang, Princess Ivana sampai tidak bisa berkata-kata. Air mata mengalir dikedua pelupuk matanya.

“what are u waiting for, Iv?? Apakah Jeremy kurang tampan sepertiku sampai kau tidak bisa menjawab lamarannya??” ucap sebuah suara membuyarkan moment romantis mereka berdua.

“Bryan…” ucap Princess Ivana tertawa disela tangisannya saat melihat Prince Nathan dan Prince Bryan sudah berada didepan pintu kamar Prince Jeremy.

“Yes.. Bryan benar. I know, maybe my brother is not a romantic guy. But, i believe you’ll be happy if you spend your whole life with him..” Lanjut Prince Nathan yang memberi dukungan penuh pada kedua pasangan tersebut.

Princess Ivana yang awalnya tersenyum bahagia, mendadak tersadar sesuatu. Prince Spencer… ya, Sang putri baru menyadari seseorang yang sudah dilupakannya. Prince Spencer masih berada dikamar Prince Jeremy. Hubungan serta ikatan pertunangan mereka sama sekali belum putus. Hal itu terang saja membuat Princess Ivana termenung bimbang. Ia mencoba menoleh ke arah Prince Spencer yang berdiri tidak jauh didekatnya. Biar bagaimana pun, ia tidak ingin melanggar peraturan kerajaan.

Hati Sang Putri kembali bimbang dan tidak karuan. Di satu sisi hatinya, ia begitu ingin menikah dengan Prince Jeremy dan menerima semua pernyataan cinta Pria itu. Namun disisi lain, ia tidak bisa seenaknya memutuskan hubungannya dengan Prince Spencer saat status mereka sudah bertunangan. Menyadari bahwa Princess Ivana memikirkan sesuatu dan menyadari bahwa hubungan dengannya lah yang membuat gadis itu terlihat kalut, Prince Spencer tersenyum.

“Terima lah dia, Iv.. Aku tahu kau juga mencintainya.”

Princess Ivana menoleh ke arah Prince Spencer yang barusan berbicara. Sepertinya Sang Pangeran tahu apa isi hatinya saat ini.

“But, How about.. Us?? Dan, bagaimana kalau Appa..” Lidah Sang Putri begitu kelu. Ia merasa cemas luar biasa terhadap reaksi ayahnya, King Dennis nanti jika ia  menerima Prince Jeremy.

“Don’t worry Iv.. Soal ayahmu, nanti aku yang akan berbicara dengannya. Aku yang akan memutuskan pertunangan kita lebih dulu.”

Princess Ivana hanya mampu menatap Prince Spencer dengan tatapan penuh rasa terima kasihnya. Ia begitu bersyukur mengenal Prince Spencer yang begitu mengerti dirinya. Pria itu bahkan tidak pernah sekalipun memaksa sang putri untuk belajar mencintainya. Semua bantuannya serta perlindungannya selalu membuatnya begitu tenang jika berada disamping pria itu. Prince Spencer pun bahkan selalu bisa melindunginya dari amarah King Dennis, Ayahnya.

“So???? I’m still waiting for u, Iv..”

Pertanyaan Prince Jeremy barusan membuyarkan lamunan Sang Putri. untuk memantapkan hatinya, Princess Ivana menoleh kearah King Jordan dan Queen Beatrix yang tengah tersenyum padanya, juga menoleh ke arah Prince Nathan dan Bryan. Dan terakhir, ia menoleh kearah Prince Spencer. Dilihatnya pangeran tampan itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya memberi Princess Ivana restu untuk kembali ke pelukan pria yang begitu dicintainya. Hingga pada akhirnya, Princess Ivana memiliki rencana didalam hatinya sebagai bentuk jawaban atas pernyataan Prince Jeremy.

“Oppa, Aku akan menjawab semuanya jika kau mau cepat sembuh dan mendatangiku ke istana! If u really love me, plis prove it.. Okay?” Tantang Sang Putri.

****

LE SILLA KINGDOM 3 DAYS LATER

Seorang Pangeran terlihat begitu gugup saat sedang duduk menunggu di ruang tamu kerajaan. Antara takut dan cemas begitu  ia rasakan saat harus datang ke istana gadis yang begitu dicintainya. Ia begitu takut akan terjadinya penolakan lagi. Ah, ani.. bukan takut akan ditolak oleh gadisnya. Akan tetapi, ia begitu takut mendapat penolakan keras dari ayah sang gadis jika beliau tahu bahwa dirinya hendak meminta putrinya untuk menjadi pendamping hidupnya.

“Yesung Oppa…”

Suara manis seorang gadis terdengar saat ia memasuki ruang tamu kerajaan bersama dengan seorang pria dan… ayahnya! hati Prince Yesung begitu berkecamuk. Degup jantungnya terdengar begitu cepat. Keringat dingin pun sepertinya sudah mulai keluar dari dalam dirinya.

“Ne, AnnyeongHasimnikka Leeteuk Wang..” Ucapnya begitu ramah pada King Leeteuk yang menatap sang pangeran begitu tajam. Sepertinya rasa tidak suka masih terselip didalam hatinya sampai sekarang.

“Ada Apa kau datang ke tempat ini??” Tanya King Leeteuk ketus.

“Appa..  Appa kan sudah berjanji padaku untuk tidak bersikap kasar seperti ini pada Yesung Oppa!!!”

King Leeteuk pun tersadar saat putri tengahnya merajuk seperti barusan. ia memang telah berjanji pada sang putri bahwa ia tidak akan menunjukkan rasa tidak sukanya pada pria yang sudah merebut hati putrinya.

“Hmmm..Jeonha, sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena sudah mengijinkan Aerin untuk datang menemuiku dan merawatku hingga aku sembuh..”

“Lantas, apa yang membuat mu datang kesini? Katakanlah apa tujuanmu!” potong King Leeteuk.

“Hmmm.. cheogi.. Saya datang ke tempat ini, hmmm.. Saya ingin meminta restu pada Leeteuk Wang untuk menjadikan Aerin sebagai permaisuriku.” Ucap Prince Yesung akhirnya.

King Leeteuk yang mendengar hal itu terang saja terkejut. Ia menatap Princess Aerin yang menunduk malu dan juga pada Prince Hyukjae yang berada disamping Princess Aerin.

“Mworago? Kau ingin menikahi Aerin?? Ya!! apa kau tidak melihatnya, Anak muda?? Aerin sudah bertunangan! Dan pria yang berada disamping Aerin itulah yang akan menjadi suaminya kelak!” Ucap King Leeteuk sedikit keras membuat Princess Aerin terkejut dan ketakutan.

“Leeteuk Wang, chankaman.. Hmm..bisakah kau memberiku kesempatan berbicara?” Pinta Prince Hyukjae yang kemudian dipersilahkan oleh  King Leeteuk.

“Jeonha, Cheogi.. aku rasa sudah waktunya aku mundur dan membatalkan pertunanganku dengan Aerin.”

Ucapan Prince Hyukjae barusan membuat King Leeteuk terkejut setengah mati. Ia menanyakan alasan calon menantu yang sudah dipilihnya itu memutuskan pertunangannya dengan putri tengahnya.

“Jeonha, aku tahu bagaimana perasaan Aerin pada Yesung ssi. Mereka berdua saling mencintai. Dan aku sama sekali tidak berhak untuk memisahkan mereka, apalagi  sampai harus merebut Aerin dari sisinya. Biar bagaimanapun, sejujurnya tidak hanya Aerin saja yang tidak mempunyai cinta dalam hubungan pertunangan ini. tapi juga aku.. Mianhamnida.. sejujurnya aku pun belum bisa mencintai Aerin..” Jelas Prince Hyukjae.

“Neo? Lantas, kenapa saat itu kau mau melaksanakan pertunangan ini?? kalau kau membatalkannya, bagaimana aku harus menjelaskannya pada Sungmin Wang, ayahmu??”

“Mianhamnida Jeonha.. sama seperti Aerin, aku juga menyetujui pertunangan ini secara terpaksa. Dan soal kedua orang tuaku, aku akan menjelaskannya kepada mereka nanti. Aku percaya kedua orang tuaku akan mengerti jika aku menjelaskannya.”

“Hyung..”

Prince Hyukjae, King Leeteuk, Princess Aerin dan Prince Yesung pun menoleh serempak saat seorang pangeran masuk kedalam ruang tamu istana. Pria yang memanggil Prince Hyukjae dengan “hyung” itu hanya mampu menatap Prince Hyukjae tidak percaya.

“Kau, benar-benar serius akan membatalkan pertunangan ini, hyung?? kau tidak takut dimarahi Appa dan Eomma??” tanya sang Pangeran.

“Ne Hae-ya.. biar bagaimanapun, aku tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Mereka saling mencintai.. dan soal Appa dan eomma, aku bisa mengatasinya. Lagi pula, kan sudah sering kukatakan bahwa aku bisa dengan mudah mendapatkan seorang wanita, bukan?” Jelas Prince Hyukjae pada Prince Donghae, adiknya.

Semua orang yang berada disana tersenyum mendengar celotehan Prince Hyukjae. namun tidak dengan King Leeteuk. Ia masih tidak percaya pada semua yang dikatakan Prince Hyukjae barusan. biar bagaimanapun, hati kecilnya menginginkan Prince Hyukjae lah yang menjadi menantu nya. Namun, sebagian hatinya juga tidak memungkiri kalau ia ingin Aerin bahagia dan memilih sendiri pasangan hidupnya.

“Appa…”

King Leeteuk sedikit terkejut saat merasakan lengannya disentuh dengan lembut oleh Putri tengah kesayangannya. Mata cantik Princess Aerin benar-benar sukses membuat hati sang ayah luluh seketika.

“Untuk kali ini saja.. tolong berikan kesempatan pada Yesung Oppa untuk menunjukkan keseriusannya padaku. Aku percaya, Yesung Oppa tidak akan menyakiti hati Appa seperti yang dilakukan Kangin Wang saat itu. Appa harus percaya.. Ne?” Ucap Princess Aerin meyakinkan ayahnya.

Sungguh.. dalam hatinya King Leeteuk begitu mempercayai semua ucapan putrinya itu. ia bahkan terlalu mengenal karakter dan sifat Princess Aerin yang begitu lembut dan memang tidak pernah membuatnya kecewa. Ia juga tidak ingin membohongi hatinya bahwa ia percaya anak gadisnya itu mengatakan hal sebenarnya. Mata cantik sang putri benar-benar membuktikannya saat itu juga.

King Leeteuk menoleh kearah Prince Yesung. Ditatapnya tubuh pangeran yang hanya mampu menunduk karena begitu gugup bertemu dengan musuh ayahnya. dalam hatinya, King Leeteuk mengamini semua perkataan Princess Aerin. Prince Yesung benar-benar berbeda dengan ayahnya, King Kangin.  Ia bisa merasakan dan melihat ketulusan yang pria itu berikan untuk putri kesayangannya, dan bagaimana cara pria itu mencintai dan berkorban untuk putrinya.

“Aerin-ah..” Princess Aerin menatap kedua mata jernih ayahnya saat memanggil dirinya. ia juga bisa merasakan tangan hangat sang ayah yang saat ini menggenggam tangan mungilnya.

“Pergilah.. Temui dia dan bawa dia pada Appa. Appa ingin mengenalnya lebih jauh..” Ucap King Leeteuk sambil tersenyum dan menoleh ke arah Prince Yesung untuk memberi tanda pada sang putri.

Wajah Princess Aerin mendadak berbinar. senyum manis mengembang diwajah cantiknya saat mengetahui bahwa ayahnya memberikan kesempatan serta restu pada kekasihnya.

“Jeongmal, Appa??”

King Leeteuk hanya mampu tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan putrinya. Dan didetik berikutnya, ia merasakan tubuhnya dipeluk dengan sangat kencang dan erat oleh putrinya sambil tak henti-hentinya bibir mungil Princess Aerin menggumamkan ucapan terima kasih untuknya, membuat King Leeteuk merasa begitu terharu pada tingkah manja putrinya yang akhirnya kembali ia rasakan.

Prince Hyukjae yang masih berada disana langsung berjalan memeluk Prince Yesung dan mengucapkan selamat padanya karena berhasil mengambil hati King Leeteuk.

****

Keesokannya, tiga orang putri kerajaan Le Silla tangah berbagi cerita bersama-sama di salah satu ruang istana. Salah satu putri terlihat begitu antusias saat mendengar kakaknya menceritakan bagaimana semua usaha dan doa-doanya terkabul hingga ia berhasil bersatu dengan pujaan hatinya.

“Eonnie, aku iri padamu dan Sunyeong Eonnie. Kisah kalian sepertinya happy ending. Sedangkan aku, haaahhh.. mollayo.” Ucap Putri bungsu kerajaan sambil sedikit memajukan bibir mungilnya, Membuat sang kakak begitu gemas melihatnya.

“Hahaha.. kau itu!! Kau juga, coba lah buka hatimu untuk Donghae Oppa, Hyemin-ah. Kulihat, Donghae Oppa sudah terlalu baik padamu. jangan tutup terus hatimu itu!!” Ucap Princess Sunyeong gemas sambil mencubit pipi Princess Hyemin.

“Aniyo.. aku juga sudah mulai membuka hatiku, Eonnie! Selama ini, aku sadar kalau semua yang dilakukan olehnya benar-benar bisa membuatku nyaman. Dia memang selalu bisa mambuatku tertawa dan lupa pada semua kesedihanku. Hanya saja.. akhir-akhir ini aku jadi tidak yakin.. “

“Mwo?? Kau tidak yakin soal apa, saeng??” tanya Princess Aerin mencoba mencari tahu.

“Aku…”

Belum sempat Princess Hyemin selesai menjelaskan semuanya, seorang pria tengah masuk dan menginterupsi semua pembicaraan para Putri Kerajaan Le Silla.

“Eunhyuk Oppa, wae kudae?? kenapa berpakaian seperti itu??” Tanya Princess Sunyeong saat mendapati Prince Hyukjae datang menghampiri mereka dengan pakaian yang sangat rapi.

“Oh.. igeo.. aku sengaja mencari kalian karena aku ingin pamit pulang. Aku dan Donghae harus segera kembali ke istana kami.” Ucap Prince Hyukjae.

Princess Hyemin yang mendengar jelas nama Prince Donghae disebutkan dalam ucapan Prince Hyukjae tadi langsung menoleh terkejut.

“Mworago, Oppa?? Donghae ssi?? Maksudmu, Donghae Oppa ikut pergi bersamamu???” tanya sang putri menyakinkan.

“Hmmm.. kau memang tidak tahu, Hyemin-ah?? Donghae tidak memberitahukannya padamu??” tanya Prince Hyukjae lagi.

Hati Princess Hyemin mendadak sesak. Entah apa yang terjadi, sebuah luka seperti sedang mengiris hatinya. Ia tiba-tiba merasa sedih dan kecewa. Ia kecewa karena Prince Donghae sama sekali tidak memberitahukan semua rencananya ini pada dirinya. Ada satu rasa tidak rela saat mengetahui bahwa ia akan ditinggal oleh pria yang selama ini selalu berada disisinya.

Dengan cepat, Princess Hyemin segera berlari keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamar tempat Prince Donghae berada. Ia tidak ingin melewatkan satu detikpun waktu saat-saat terakhir ia bertemu dengan Prince Donghae. Ia memaki dirinya dan juga tunangannya itu dalam hati. Ia begitu kesal, mengapa disaat hatinya sudah mulai terbuka dan siap untuk dikunjungi, pria itu justru bersiap pergi meninggalkannya.

BRAAKKKKKK..

Dibukanya pintu kamar Prince Donghae dengan sangat keras. Prince Donghae yang sedang membereskan pakaiannya menoleh dan tersenyum saat tahu siapa yang datang mengunjunginya saat ini. Hati Princess Hyemin sakit. Selama beberapa detik, ia hanya mampu berdiri terdiam di pintu dan hanya mampu melihat kegiatan beres-beres yang sedang dilakukan Prince Donghae.

“Kau.. Apa kau.. benar-benar akan pergi??” Tanya Princess Hyemin akhirnya sambil langkahnya perlahan-lahan masuk kedalam kamar itu.

Prince Donghae menoleh sedikit kearah Princess Hyemin dan kembali melanjutkan kegiatannya.

“Ne.. ini kan sudah sebulan lebih dari waktu pertunangan yang ditentukan. Jadi, aku rasa sudah waktu nya aku kembali ke istanaku.” Ucapnya.

“Ak.. Aku..”

“Cha.. selesai!” Ucap Prince Donghae yang ternyata telah selesai membereskan seluruh pakaian dan perlengkapannya.

Princess Hyemin menoleh. Ada rasa tidak rela dalam hatinya saat mengetahui bahwa waktunya bersama dengan Prince Donghae tidak akan lama lagi. hatinya terus menerus memberontak menyuruhnya untuk menghentikan dan menyuruh sang Pangeran untuk tetap stay. Akan tetapi, mulut gadis itu begitu kelu tidak bisa berkata apa-apa. Prince Donghae yang melihat sikap diam Princess Hyemin tersadar. Ia sepertinya mengetahui apa yang sedang terjadi pada gadis itu. dihampirinya Princess Hyemin dan diangkatnya wajah sang putri agar kedua mata mereka bertemu.

“Kau kenapa??” Tanya Prince Donghae mencoba tersenyum.

“Ak..Aku.. Hmmm.. Kau.. tidak bisakah kau disini sebentar lagi??”

Kata-kata yang ditunggu-tunggu oleh Prince Donghae akhirnya berhasil keluar dari mulut manis sang putri. sebenarnya, Prince Donghae begitu  tahu apa yang sedang terjadi atau apa yang dirasakan oleh gadis yang dicintainya itu. namun, ia tidak berani meyakinkannya. Ditatapnya kedua mata jernih Princess Hyemin. ditangkupkannya kedua tangan sang pangeran ke wajah sang putri.

“Hyemin-ah.. waktu ku disini sudah habis. Selama sebulan ini, aku selalu berusaha untuk membuatmu mencintaiku sama seperti aku mencintaimu. Tapi, nyatanya bahkan sampai saat ini aku tidak bisa menyentuh hatimu. Aku rasa itu tidak mungkin.. Jadi, sudah saatnya aku mundur. aku tidak mungkin kan memaksamu untuk terus membuka hati untukku dan mencoba mencintaiku??”

Kata-kata Prince Donghae seperti sebuah batu besar yang menghantam hati Princess Hyemin begitu keras. Tidak, tidak seperti itu yang dirasakan sang putri sekarang ini. Prince Donghae tidak pernah tahu bahwa hati yang beku itu sudah mencair. Hati itu sudah mulai terbuka dan mulai memilihnya sejak pelukan hangatnya selama ini yang selalu diberikan padanya saat ia menangis. Princess Hyemin ingin sekali berteriak pada pria dihadapannya bahwa ia tidak ingin pria itu menyerah.

Prince Donghae menjauh sebentar untuk mengambil tas dan koper miliknya. Melihat itu, hati Princess Hyemin semakin sakit. Ingin sekali ia menghentikan langkah Prince Donghae agar tidak meninggalkannya.

“Sudah waktunya aku pulang. Jaga dirimu baik-baik yaa..”

Prince Donghae bersiap untuk berjalan keluar saat secara tiba-tiba tangan Princess Hyemin refleks menggenggam tangan Prince Donghae dan menghentikan langkah sang pangeran. Prince Donghae yang melihat tingkah aneh Princess Hyemin menatap wajah cantik gadisnya. Ia bisa melihat mata sang putri yang sepertinya sudah berkaca-kaca. Merasa tidak tega, Prince Donghae kembali kehadapan Princess Hyemin.

“Wae Gurae?? Marhebwa..” Tanya Prince Donghae  begitu pelan dan lembut. ia memang selalu luluh jika berhadapan dengan gadis didepannya.

“Kau.. kau bilang kau  mau  membantuku untuk melupakannya. Tapi, kenapa sekarang kau seenaknya pergi?? kalau aku menangis lagi, siapa yang akan memarahiku?” ucap sang putri pada akhirnya. Mungkin hanya kalimat itu yang bisa ia jadikan tameng untuk menahan Sang pangeran agar tidak pergi.

GREEPP..

Princess Hyemin tertegun saat Prince Donghae kembali memeluknya. Pelukan hangat yang begitu dirindukannya dan yang menjadi favoritnya. Diusap-usapnya rambut Princess Hyemin dengan penuh perasaan.

“Andwae!! Aku percaya, kau akan baik-baik saja tanpa aku. Selama aku tidak berada didekatmu, kau tidak boleh menangis lagi! Kalau aku sampai tahu kau menangis lagi, aku akan datang kesini dan memarahimu. Arrachi??!!”

“Kalau begitu, aku akan menangis setiap hari supaya kau terus datang kesini dan memarahiku!” Ucap Princess Hyemin masih dipelukan Prince Donghae.

“Mwo?! Ya!! Kalau begitu, aku tidak akan datang lagi jika kau menangis lagi. Eotte?!” Tantang  Prince Donghae hingga membuat Princess Hyemin terdiam.

Prince Donghae kemudian melepaskan pelukannya. Ditatapnya Princess Hyemin kedalam manik matanya. Dipegangnya  kedua pundak Princess Hyemin hingga kedua mata mereka bertemu.

“Kau tahu? Mengenalmu adalah moment berharga dalam hidupku. Menjadi tunanganmu seperti sebuah pengalaman terindah yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Hingga aku bisa mencintaimu sampai sekarang, itu adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku. Yah, walaupun akhirnya aku gagal untuk mengambil hati itu.” Tunjuk Prince Donghae pada hati Princess Hyemin. Prince Donghae kembali menyentuh wajah Princess Hyemin dan berkata

“Thanks.. Thanks for everything u gave to me.. Terima kasih untuk semua kesempatan yang kau berikan padaku untuk menjadi tunanganmu. Terima kasih, sudah mengijinkan aku untuk selalu ada disampingmu dan mengijinkanku untuk mencintaimu..”

Princess Hyemin menunduk. Ia terlihat tidak berani  menatap kedua mata Prince Donghae. Hatinya benar-benar sedih mendapati kenyataan bahwa Pria yang sudah mulai menyentuh hatinya itu akan pergi meninggalkannya. Ia malu pada dirinya sendiri. Ia mengutuk dirinya  sendiri yang tidak pernah bisa peka terhadap perasaan pria dihadapannya. Ia menyesal selama ini sudah bersikap dingin pada Sang Pangeran.

“Cha, sudah waktunya aku pergi. Jaga dirimu baik-baik! Aku akan sangat marah dan tidak akan memaafkanmu kalau kau masih menyiksa dirimu sendiri dan terus menangis. Arrayo?!”

Setetes air mata jatuh ke pipi cantik sang putri saat Prince Donghae kembali memeluknya. Mungkin, inilah pelukan terakhir yang akan ia rasakan dari Sang pangeran. Hatinya seakan tidak rela kehilangan pria itu. Ia merasa Prince Donghae belum memberinya kesempatan untuk membuat dirinya membalas cinta Sang pangeran.

Prince Donghae melepaskan pelukannya. Ditatapnya untuk terakhir kalinya wajah cantik Princess Hyemin dihadapannya. Dan didetik berikutnya, CUPS… kedua mata Princess Hyemin refleks terpejam saat merasakan kecupan yang diberikan Prince Donghae di keningnya. Degup jantungnya menjadi tidak karuan. Air mata yang ingin turun pun ditahannya  setengah mati.

“Annyeong..” Ucap Prince Donghae sambil mengambil koper miliknya dan segera berjalan menuju pintu  kamar dan keluar dari sana.

Tubuh Princess Hyemin tidak bergerak. Ia masih terdiam ditempat yang sama. Kali ini,  air mata yang sudah ia tahan sejak tadi sudah mengalir deras dikedua pelupuk matanya. Ia terpukul.. ia menyesal sudah melepaskan Prince Donghae dan membiarkan sang pangeran mundur dari kehidupannya. Tiba-tiba, sekelebat bayangan kembali muncul didalam benak sang Putri. Ia kembali memikirkan semua yang sudah Prince Donghae lakukan untuknya. Ia kembali membayangkan bagaimana selama ini pengorbanan Prince Donghae yang tanpa pernah lelah terus menjaga dirinya, memperhatikan dirinya, bahkan tidak membiarkan sedetik pun dirinya merasa sendirian. Ia kembali teringat bagaimana sikap sang pangeran yang  tidak pernah membiarkan dirinya menangis karena pria itu, dan bagaimana perjuangan Prince Donghae yang selalu membuatnya lupa akan semua kesedihannya dan terus menerus berusaha membuatnya tersenyum.

Hal itu semakin membuat tubuh Princess Hyemin bergetar. Hatinya semakin perih membayangkan  hari-harinya kedepan tanpa kehadiran sang Pangeran. Ia menyadari.. bahkan ia baru benar-benar menyadari arti kehadiran Prince Donghae. Ia menyadari bagaimana pentingnya sang pangeran dalam hidupnya. janjinya saat itu, saat dimana ia berjanji akan membuka hati untuk Prince Donghae akan ia tepati. Ani.. bukan akan, melainkan sedang ia  tepati saat ini. Dan Sang putri sadar, ia tidak bisa melakukan itu jika ia tetap membiarkan Prince Donghae  pergi dari kehidupannya.

Di  detik-detik terakhir, Princess Hyemin menyadari. Ia harus menghentikan Prince Donghae agar tidak pergi dari istananya. Princess Hyemin bertekad bahwa ia harus menemui Prince Donghae sebelum semuanya benar-benar terlambat. Ia tidak ingin mengalami kehilangan untuk yang kedua kalinya.

Princess Hyemin segera berlari keluar kamar. Ia berlari dengan cepat menuju tangga kerajaan, melewati beberapa ruangan istana menuju ke halaman tempat kendaraan Everest Kingdom terparkir. Ia terus berlari, tidak peduli kakinya sakit karena ia berlari dengan menggunakan sepatu hak tinggi kesukaannya. Hingga akhirnya ia tiba didepan pintu kerajaan. selama beberapa detik, ia sempat melihat semua kegiatan yang dilakukan Prince Donghae dan Prince Hyukjae yang sedang memasukkan barang-barang mereka kedalam mobil tua kerajaan. Dengan nafas yang terus memburu karena lelah berlari, Princess Hyemin kembali mengumpulkan kekuatannya  dan berlari kearah Prince Donghae.

GREEEEPPPPP…

Tubuh Prince Donghae begitu terkejut setengah mati saat secara tiba-tiba ia merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang oleh seseorang.

“Kajima… Jebal kajima…”

Prince Donghae mendengar suara gadis yang begitu dicintainya itu. Hatinya tertegun sejenak.

“Hyemin..”

“Kajima, Oppa.. Jebal kajima..” Ucap Princess Hyemin lagi sambil menenggelamkan wajahnya kepunggung Prince Donghae.

Dilepaskannya tangan Princess Hyemin yang melingkar ditubuhnya. Dibalikkannya tubuh Prince Donghae dan mendapati gadisnya itu kini berdiri dengan wajahnya yang merah karena menahan kesedihannya. Prince Donghae menangkupkan kedua tangannya ke wajah sang putri. Ditatapnya sang putri dengan sedikit cemas. Ia pun sempat memberi kode pada Prince Hyukjae, kakaknya agar masuk kedalam mobil terlebih dulu dan meminta waktu untuk berbicara dengan Princess Hyemin.

“Hey, Wae Kudae?? Kenapa menangis, Hmm??”

“Kajima.. aku.. Mianhe, aku tidak ingin kehilangan Oppa..” Ucap Princess Hyemin membuat Prince Donghae sedikit tertegun. Ini pertama kalinya sang putri memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’.

Lagi, Prince Donghae tersenyum dan lagi-lagi memeluk Princess Hyemin. Ia seakan—akan tahu bahwa pelukannya adalah  obat mujarab untuk membuat tangisan gadis itu berhenti. Dikecupnya rambut Sang Putri, membuatnya semakin menenggelamkan wajahnya kedadanya.

“Wae?? Kenapa kau melarangku untuk pergi, hmm??” Pancing Prince Donghae.

“Aku.. Aku…”

Melihat Princess Hyemin kebingungan, Prince Donghae tersenyum. Ia mengetahui dengan pasti apa yang dirasakan oleh sang putri.

“Akhirnya kau membuka hatimu juga.. Aku sudah lama menunggu saat ini. Kau benar-benar membuatku lelah menunggu, Sayang..”

Princess Hyemin melepaskan pelukannya. Ditatapnya Prince Donghae dengan puppy eyesnya yang membuat Prince Donghae gemas dengan tingkah tunangannya itu.

“Ne.. Dan setelah Oppa berhasil membuka hatiku dan menyentuhnya, Oppa mau membiarkannya kosong begitu saja, Eoh?? Namja macam apa itu? Seharusnya Oppa bertanggung jawab! Setidaknya Oppa tempati ruang kosong itu..” Ucap Princess Hyemin sambil merajuk.

“Lalu aku harus bagaimana, Tuan Putri?? Apa yang bisa aku lakukan supaya aku bisa menempati ruang kosong di hatimu itu??”

Princess Hyemin terlihat menunduk malu. Ia tidak berani menatap senyum Prince Donghae yang terus mengintimidasinya. Wajahnya yang memerah membuatnya berbicara dengan sangat pelan.

“Tetaplah disini.. jangan pergi! Setidaknya, biarkan aku belajar mencintaimu secara penuh. Walaupun.. walaupun mungkin itu akan memakan waktu.”

“Hahaha.. ternyata putri yang selama ini mengacuhkan aku dan sikapnya begitu dingin ini adalah putri yang Manja,hmmm…” Prince Donghae tertawa. Dengan perlahan, diangkatnya wajah Princess Hyemin dan ditatapnya mata cantiknya.

“Aku tidak akan pergi. Aku berjanji akan tetap disini bersamamu. Ne?”

“Jeongmal??” wajah Princess Hyemin terlihat berbinar.

Melihat itu Prince Donghae semakin membuat jantung sang Putri nyaris berhenti berdetak dengan senyum manis sang pangeran yang mengisyaratkan ‘Iya’ sebagai jawabannya. Princess Hyemin refleks segera memeluk tubuh Prince Donghae. Pelukan kebahagiaan inilah yang begitu dinanti-nantikan oleh kedua insan itu.

“Setelah kau berhasil mencintaiku secara utuh nanti, seperti janji yang pernah aku ucapkan saat itu, Aku akan membawamu ke istanaku dan menjadikanmu Permaisuriku. Kau mau kan??” Tanya Prince Donghae memastikan dengan serius saat pelukan mereka sudah terlepas.

“Ne.. Aku mau.”

Inilah akhir yang begitu diharapkan oleh Prince Donghae selama ini. Semua kesabaran serta  pengorbanannya tidak sia-sia. Ia telah berhasil menyentuh hati  gadisnya dan mencairkan semua kebekuan hati Princess Hyemin yang sempat ia rasakan beberapa waktu lalu. Sungguh, tidak ada lagi yang ia harapkan selain hari ini. Hari dimana ia berhasil menyatukan hatinya dengan hati sang putri.

CUPS..

Princess Hyemin terkejut saat merasakan bibir mungilnya dikecup oleh Prince Donghae. Wajahnya langsung memerah. Antara malu dan senang, sang putri hanya bisa memejamkan mata dan membalas ciuman Prince Donghae dibibirnya.

“Gomawo..Jeongmal Gomawo..” Ucap Prince donghae mengakhiri.

*****

LE SILLA KINGDOM 2 MONTH LATER

Suasana yang begitu meriah terlihat melingkupi seluruh wilayah kerajaan Le Silla. Semua anggota kerajaan hingga rakyat wilayah Le Silla terlihat begitu antusias menyambut moment indah dan begitu bersejarah ini. Semuanya terlihat menyiapkan diri sebaik mungkin untuk tampil sempurna dimoment hari ini. Bukan acara ulang tahun sang raja ataupun pertunangan yang terjadi hari ini. Melainkan hari ini digelar sebuah perhelatan meriah, The Royal Wedding. Pernikahan ketiga putri kerajaan Le Silla dengan tunangannya masing-masing. Seluruh istana dirubah menjadi seperti taman surga. Begitu indah dengan banyak bunga menghiasi halaman hingga dalam istana. Tak hanya itu, seluruh wilayah Le Silla juga dipersiapkan dengan berbagai macam hiasan agar semua rakyat juga bisa menikmati kebahagiaan yang dirasakan oleh si empunya acara.

Setelah pemberkatan yang dilakukan ketiga Putri Le Silla dan Suami mereka, malam ini diadakan resepsi besar-besaran yang diselenggarakan oleh King Leeteuk. Terlihat sekali kebahagiaan melingkupi dirinya yang akhirnya berhasil menyatukan ketiga putrinya dengan pria yang mereka cintai.

Tiga orang pangeran tampan dari tiga kerajaan berbeda terlihat begitu tak sabar menunggu keluarnya para permaisuri mereka. Beberapa kali mereka melihat kearah jam berharap supaya mereka bisa langsung bertemu dengan permaisuri yang sudah resmi menjadi istri mereka.

“Ladies and Gentlement.. Please Welcome, The  Princesses Le Silla…” Ucap MC.

Seluruh Undangan menatap kearah tangga aula istana. Tiga orang putri cantik keluar satu persatu dengan ditemani para bridesmaid dan turun untuk menemui ketiga Suami mereka dan juga para tamu undangan. Prince Kyuhyun, Prince Yesung dan Prince Donghae sejak tadi tidak melepaskan tatapan mereka bertiga kearah permaisuri mereka. Mereka begitu takjub, tertegun dan tidak percaya dengan penampilan ketiga pengantin cantik mereka yang begitu anggun dan berkelas.

Princess Sunyeong, Princess Aerin, dan Princess Hyemin tak henti-hentinya menebar senyuman kesemua tamu yang berada di aula Istana. Terlebih lagi, wajah ketiga putri kerajaan itu tak henti-hentinya menatap ketiga Raja mereka. Hingga pada akhirnya satu persatu dari mereka menyambut tangan suami mereka yang sudah terulur dan menggandeng mereka menuju pelaminan istana.

“Neomu Yeppeo..” Ucap Prince Kyuhyun persis ditelinga Princess Sunyeong saat melihat Princess Sunyeong mengenakan gaun pengantin yang cantik yeong  hingga membuat sang putri menunduk malu.

“You’re Beautiful..” Ucap Prince Yesung sambil tersenyum menatap kedua mata  Princess Aerin tajam. Gaun yang dipakai sang Putri pun membuatnya terlihat begitu anggun royal-wedding-dress-design.

“You’re Perfect..” Ucap Prince Donghae mengecup tangan Princess Hyemin, membuat putri bungsu kerajaan tersenyum malu-malu. Prince Donghae terlihat mengagumi penampilan Princess Hyemin dengan gaun pengantin yang dikenakannya welsh-royal-wedding Gaun pengantin yang dipakainya terlihat begitu manis dan sempurna.

Hampir selama 3 jam ketiga pengantin Royal Wedding ini menyapa para tamu undangan. Rasa lelah yang tidak terhingga tidak mereka rasakan karena rasa bahagia yang begitu melingkupi mereka saat ini.

“Akhirnya putri-putri Appa menikah.. Appa pasti merindukan celotehan dan sikap manja kalian.” Ucap King Leeteuk saat menghampiri ketiga putrinya dan menantunya.

“Appa..” Princess Aerin terlihat melepaskan kaitan tangannya dari Prince yesung untuk menghampiri dan memeluk sang ayah.

“Ani.. Appa kan masih bisa bertemu kami. Kami tidak mungkin melupakan atau meninggalkan Appa.” Ucap Princess Aerin.

“Ne Appa.. biar bagaimanapun, aku dan Kyuhyun akan sering-sering mengunjungi Appa dan Eomma. Jadi Appa tidak usah khawatir. Ne?” Tambah Princess Sunyeong.

Putri Bungsu kerajaan, Princess Hyemin juga ikut maju. Ia tersenyum pada King Leeteuk dan segera mengambil alih posisi Princess Aerin untuk memeluk sang ayah.

“Appa, Gomawo.. Jeongmal gomawo sudah merencanakan ini semua. Mianhe, kalau saat itu aku marah-marah pada Appa soal perjodohan ini..” Sesal sang putri.

Cukup lama para ayah dan anak itu bercengkrama dan mengobrol bersama. Sesaat kemudian, rekan King Leeteuk, yaitu King Siwon dan King Sungmin menghampiri mereka sambil membawa seseorang. King Leeteuk cukup terkejut saat melihat orang tersebut. Kejadian 25 tahun lalu seperti kembali membayangi benaknya.

“Teuki, aku membawa Kangin kesini untuk membuat kalian kembali seperti dulu. Sampai kapan kalian akan berseteru, eoh??”  Ucap King Siwon mencoba berbicara  baik-baik.

“Ne.. Bukankah kita sudah menjadi satu keluarga? Anakmu sudah menjadi anak Kangin, dan begitu juga Yesung. Dia sekarang sudah menjadi anakmu juga kan?? Jadi, lupakanlah masalah itu. Biar bagaimanapun, kalian sudah dewasa. Pikirkanlah anak-anak kalian..” Timpal King Sungmin.

King  Leeteuk terlihat terdiam. Ia bingung mengenai semua ini. Hatinya masih diliputi rasa bimbang. Hingga akhirnya sebuah tangan terulur padanya.

“dari lubuk hatiku yang terdalam, aku minta maaf padamu atas kesalahanku waktu itu. Jika kau menginginkan, aku akan mengganti semua kerugian yang sudah kulakukan. Aku ingin kita seperti dulu, Teuk-ah..” Ucap King Kangin.

“Appa..” Ketiga Putri Le Silla menghampiri King Leeteuk. Princess Sunyeong terlihat tersenyum dan mengangguk seakan menyuruh ayahnya untuk menjawab iya, Begitu juga dengan Princess Aerin yang memohon  pada ayahnya untuk berbaikan dengan mertuanya, juga Princess Hyemin yang menyentuh lengan ayahnya memberikan keyakinan.

Hingga pada akhirnya, King Leeteuk menyambut tangan King Kangin dan berjabat tangan dengan mantap

“Aku memaafkanmu, Kangin-ah!! Aku harap kita bisa  membangun hubungan baik sebagai dulu.” Ucap King Leeteuk berlapang dada.

Sungguh, hari ini merupakan hari yang begitu sempurna bagi semua anggota kerajaan Le Silla. Mulai dari pernikahan ketiga putri kerajaan hingga kembali rukunnya kedua kerajaan, Le Silla dan Madison kingdom. Senyum bahagia tentu saja paling dirasakan oleh ketiga putri kerajaan. setelah semua yang terjadi pada mereka, masalah serta kesulitan yang mereka alami dalam menjalin hubungan, kini sudah terselesaikan dan terbayarkan dengan sangat indah.

King Leeteuk,  King Siwon, King Sungmin, dan King kangin bahkan sudah membicarakan mengenai hak serta harta warisan yang akan putra dan putri mereka dapatkan. Walaupun sebagai sulung,  namun Princess Sunyeong tidak mendapatkan Kerajaan Le silla dikarenakan Suaminya, Prince Kyuhyun akan memimpin dan menjadi raja di kerajaannya, Svenska Kingdom menggantikan tahta King Siwon ayahnya sebagai putra tunggal kerajaan. Sama hal nya dengan Princess Aerin yang juga tidak mungkin memegang tahta Kerajaan Le Silla. Ia harus mendampingi Prince Yesung, sebagai putra sulung kerajaan Madison untuk menggantikan tahta King Kangin kelak. Hingga akhirnya diputuskan bahwa Le Silla Kingdom akan diberikan kepada Princess Hyemin sebagai putri bungsu kerajaan. Prince Donghae lah yang nanti akan meneruskan tahta King Leeteuk dengan didampingi Princess Hyemin sebagai permaisurinya. Sedangkan untuk kerajaannya, Everest Kingdom, King Sungmin sudah memilih Prince Hyukjae sebagai  putra sulungnya.

****

“Kau lelah??” Tanya Prince Kyuhyun pada Princess Sunyeong disampingnya.

“Ne, Kyu.. rasanya ingin cepat-cepat istirahat.” Jawab Princess Sunyeong saat semua tamu kerajaan sudah pulang dan istana sudah mulai sepi.

“AARRGGHH.. YA!! Turunkan aku Kyu!!!” teriak Sunyeong saat secara tiba-tiba Prince Kyuhyun menggendong tubuh Princess Sunyeong.

“Aniya!! Istriku sudah terlalu lelah. Aku tidak ingin membuatnya sakit jika harus berjalan menaiki tangga sebanyak ini!”

“Aish,, tapi aku malu, Kyu!!” Ucap Princess Sunyeong menutup wajahnya didada Prince Kyuhyun. Membuat Prince Kyuhyun tertawa evil sambil membawa gadisnya kedalam kamar pengantin mereka.

*****

Prince Yesung terlihat sedang berlutut didepan Princess Aerin yang sedang duduk di kamar pengantin mereka. Tidak pernah bosan-bosannya sang pangeran menatap wajah cantik sang putri.

“Ternyata perjuangan kita selama ini membuahkan hasil ya? Akhirnya kau bisa menjadi milikku seutuhnya..” ucap Prince Yesung yang dijawab anggukan oleh Princess Aerin.

“Hmmm.. dan terlebih lagi, kita berhasil mempersatukan kedua orang tua kita.”

“Ne.. Aku juga berharap, semoga kelak keturunan kita juga bisa membuat hubungan kita semakin erat dan membuat kedua orang tua kita semakin dekat satu sama lain.”

“Mwo? Kau sudah membicarakan soal anak, Oppa??” Tanya Princess Aerin yang cukup terkejut dengan ucapan Prince Yesung tadi.

“Wae?? Kau tidak suka?? Aku ingin cepat-cepat memiliki anak darimu!!”

Tanpa Aba-aba, Prince Yesung segera menggendong Princess Ivana ke ranjang mereka berdua.

“YA!!! Opaaa~~!!”

*****

Princess Hyemin sedang berdiri memandangi langit malam dibalkon kamar pengantinnya saat secara tiba-tiba sebuah tangan melingkar diperutnya.

“Eh, Oppa.. Ada Apa?” Tanyanya.

“Aniya.. aku hanya ingin memelukmu. Memangnya tidak boleh??” Princess Hyemin tersenyum mendengar jawaban Prince Donghae.

“Hmm.. Gomawo sudah mau menjadi istriku. Dan gomawo sudah mencintaiku..” Ucap Prince Donghae serius.

“Ne.. itu semua berkatmu, Oppa. Aku bisa mencintai Oppa karena Oppa sudah mencintaiku.” Balas Princess Hyemin.

Prince Donghae pun kemudian membalikkan tubuh Princess Hyemin dan menatap kedua mata sang putri tajam. Senyum evil secara tiba-tiba muncul dari wajah tampan sang pangeran.

“Kalau begitu, Kajja!! Aku ingin punya 4 anak darimu..” Princess Hyemin terkejut dengan ucapan suaminya barusan.

“Mwo? Aniya, Oppa!! Kalau Oppa mau mempunyai anak sebanyak itu, Oppa saja yang melahirkannya! Oppa pikir melahirkan itu tidak sul..Mmmmmppphh..”

-THE END-

26 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (PART 12 – ENDING)

  1. Gyahahaha…. Aigo.. Happy ending! Aku suka gaun pengantin princess aerin eonni *elegan dan mewah ala kerajaan*
    Eumm… Jd bakal ada ff apa lg nih eonni?? Pasti makin seru yah ff nya. Ini aja seru *bisa la dibilang bikin senyum2 gaje keke*
    dr kyuhyun ke yesung kemudian donghae… Aaa.. Beruntungnya mereka….
    #aku gk nyangka kyu bs mohon2 gtu, tp keren lah. Memang dia hrs ngejatohin harga diri dia sekale kale *dicekekorangnya*
    daebak eonni daebak!!!

  2. huaa udah end~
    #LapMata&Idung

    Aq g bisa ngomong ap2, 1 kta “DAEBAK”

    1.Q smpet was2 pas bca awalN part’a KyuSun, Q kira mreka g bkal brsma gra2 sunyeong nolak,
    2.Q kget pas KangIn dtng k La Silla, part itu bikin dag dig dug, ap lgy teuk yg kekeuh sma ego’nya sndiri,
    4.scene yeye yg bru sadar lagsung nglamar aerin bikin snyum2 sndiri,
    3.Q akhir’a bsa senyum2 gaje pas bca part’a HaeMi yang biasa’a sad trs skrng bhagia,
    4.ngebayang’in d tngah2 acra prnikahN mrka seru bgd pasti’a,

    bikin’a sequel’a ya eonn^^

  3. adduh pas moment haemin couple bikin nyesek jja bca’y !!

    hahaha end’a lucuuu….
    kerja bgusss thorr nuich ff bner” keren !!

  4. akhrnya hapy ending dari awal smp akhr aku ngikutin ff ni hasilnya tdk mgecewakan wlu lm ngu but its ok hslnya memuaskan,stlh prjuangan para pangeran untuk mndptkan ht para putri so sweet,aku tgu ff mu slnjutnya ne gomawo

  5. akhrnya hapy ending dari awal smp akhr aku ngikutin ff ni hasilnya tdk mgecewakan wlu lm ngu but its ok hslnya memuaskan,stlh prjuangan para pangeran untuk mndptkan ht para putri so sweet,aku tgu ff mu slnjutnya ne gomawo..

  6. wuuuuuuuuussssssssssshhhhhhhhh akhirnya chapter ini keluar juga … rada sedih siiih sebenernya pas tau ini final chapter … keren keren keren …. suka banget pas bagian mereka pada balikan apalagi bagian kyuhyun sama donghae … wkwkwkwkwkwkwkwkwkkkkkkk …. miiiiiiinnnn, mind to make a sequel for their own life as a queen n king in their own kingdom ???? di tunggu hasil karya selanjutnya …. anyyeong ,,,,

  7. Happy ending.ga sia2 ngikvin cerita ini dari awal sampai ending.ga nyangka kyupa yg evil bisa mohon2 biar ga ditinggalin gitu ma princess sungyeong.akhirnya yesung oppa dan aeri bisa bersatu dan mempersatukan keluarga mereka salut buat hyuk oppa yg begitu belapang dada melepas aeri demi kebahagiann aeri dan salut juga ma hae oppa perjuangannya selama ini ga sia2 dan akhirnya hae oppa bisa mendapatkan hati princess hyemi.

  8. Sebelumnya mian… eon
    aku br kasih komen skrg… mohon d maafkan.
    hehehe aku lngsng komen aja yah
    ceritanya daebak…. happy ending,td nya aku pikir bakal sebaliknya tp ternyata engga….
    authornya pinter.. hehehe
    aku suka ceritanya apalgi temanya kingdom! wuihhhhhh i am happy reader

  9. Aaaa DAEBAK bgt thorr !!! Happy ending, sedih nya dapet bgt. Romance nya juga mantep deh thorr. Tapiiii.. hehe sequel bisa tuh *ditimpuk high heels princess hyemin* !!! Suka sama pairing nya, KangTeuk juga baikan akhirnya!! Nanti Prince Spencer sma aku aja ya thor keke~ lanjut terus thor !!

  10. author hebat,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    daebak !! happy ending.
    pingin tau kelanjutan klo udah punya anak

    ! yak, pr buat authornya “sequel” agyo face ,please !

    cttn:kok gambar gaun nikahnya g’ sampe’ aatas cuma sampai leher ??,selain itu cetar membahana kok thor……

    gomawo

  11. Kya!
    The end..T.T
    FF yg keren..:D
    Dr awal saya udah suka sama ff ini..:D
    Saya akan jd reader tetap di sini dan comment setiap ff yg d post..

  12. Akhirnya ke-3 putri menemukan jodoh masing-masing. Congratulations…
    Kyaaaaaaaaaaaaaaa, Lee DongHaeeeee
    Kyaaaaaaaaaaaaaaa, Kim Jong Woon,
    Kyaaaaaaaaaaaaaa, Cho KyuHyun,
    mengapa kalian begitu tampan???????????? LOL

  13. Cieeeeeeeeeeeee akhirny mreka nikah jg… Chukaeeeeeeeeeee.. Smoga bhgia sll.. Hoho.. Syukur deh kl happy endiiiiiiiiing..

  14. Ah happy ending
    lalu gimana eunhyuknya?
    Tpi gpp lah eunhyuk sama aku aja yg penting yesung ga menderita lagi
    keren dah ne ff

  15. CIIIIIIIIIIEEEEEEEEEEE~!!!!!!!!! HAPPY ENDING BRAAAAYYYY AAAAAARRRGGGHHHHH!!!!!! *gigit kolor hyuk*
    CHUKKAE CHUKKAE!!!!^^ AAA NOUMU KYEOPTAAA :’))

    GUMAWO EONNIIII… JEONGMAL!!! I WANT TO SAY THANK YOU SO MUCH FOR MAKING THIS ROMANTIC FF END HAPPILY :))
    ALL THE CHARACTERS, SETTINGS, AND STORIES ARE PERFECTLY TOUCHING!! I LOVE IT, GREAT!!! DAEBAK!!!!

    HAH~ WHAT ELSE DO I WANT TO COMMENT?? ALL OF THESE ARE COMPLETELY PERFECT :’)
    SAD, HAPPY, ROMANTIC, TRAGIC, UPSET, MAD, FABULOUS, EXCELLENT, OTHERS. SO GET THE FEEL!!! >-<

    btw, when I red the haemin part (hae's going to go), i felt like that was a tragic romantic moment that you just decided to love him but had to let him go!
    oohh my~ read it while you listen to taeyon's I LOVE YOU!!

    "..Seuchyeo ganayo
    Uriui sarangeun
    Kaseum apeun chuoekingayo
    Doraseoneyo
    Keudaeui maeumeun
    Nunmullodo jabeulsun obnayo

    My Love saranghaeyo saranghaeyo
    Keudae deutgo ittnayo
    My Love ijimarayo jiuji marayo
    Uriui sarangeul…"

    it successfully made me cry :')
    huaaaaa dongeeeee your'e such a gentle man :")
    wanna love you baby :*
    I hope, someday I could meet and marry a man like kyu, hae, won, hyuk, yeasungie, and sj members :')

  16. Yayayaaaa… Udah ending masa -,-
    Masih pingin baca.. *tampang ga ikhlas.

    Happy Ending yee..
    *seneng

    Eh tapi… Min bisa kasih Another storynya ga? Yg Donghae gitu.. Masa kisahnya sad mulu. =,=
    Oneshot ga papa deh..
    Ceritain sedikit kisahnya ya.. Soalnya penasaran banget sana itu couple.🙂

  17. Hahaha lucu endingnya … Akhirnya mereka nikah juga ya sama orang yg mereka sukai . Tapi alu lebih suka cerita yang pas dibagian kyuhyun sama sunyeong ahhh mereka cocok banget

  18. Hahaha lucu endingnya … Akhirnya mereka nikah juga ya sama orang yg mereka sukai . Tapi aku lebih suka cerita yang pas dibagian kyuhyun sama sunyeong ahhh mereka cocok banget

  19. Kyaaaa akhirnya mereka happy ending ini part yg paling q suka kkhkaaaa kyknya seru deh klo d buat versi nc atw squel nya good job author q tunggu ya ffnya semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s