THE ROYAL WEDDINGS (PART 11)


Annyeong Readers Semuanya..🙂  Teuki Oppa & semua anggota kerajaan balik lg. Heheheh.. Semoga semuanya masih pada belum bosen sama ceritanya. Semoga Readers2 semua masih tetep berminat untuk baca kelanjutan cerita ini sm akhir nanti. ^^ Setelah sekian lama berjuang sm pikiran & hati yang tiba2 pengen PENSIUN dr duni perFF-an, akhirnya FF ini selesai juga..hehehehe

Oia, ini 2 PART Terakhir lho..hehehehe… jadi, disimak terus yaaaa… Jadilah saksi ENDING dr cerita ini,😀

Nah, buat pengingat lagi, silakan disimak…..
LE SILLA KINGDOM

 

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

 

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

 

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

 

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

 

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

*************************************************************

Daripada admin buang2 waktu lagi, mending langsung ke ceritanya aja yaaa..🙂

Untuk scene KYUHYUN-SUNYEONG siapin lagu SNSD-Mistake sama SUJU-Bittersweet yaaa.. Trus untuk YESUNG-AERIN sambil dengarin lagu WESTLIFE-Miss U sama SUJU-SHE’s GONE.. dan untuk DONGHAE-HYEMIN dengerin lagu SJM-Destiny sama DUNCAN JAMES Feat KIDDIE-I Believe My Heart yaaaa…

HAPPY READING.. Di tunggu COMMENT dari kalian yaaa… Jangan passive! Hehehhehe… Gomawo…

**************************************

CERITA SEBELUMNYA

“Gomawo.. Jeongmal Gomawo sudah memberikan ini semua untukku.” Ucap Princess Sunyeong ramah. Sebuah senyuman yang begitu dirindukan Prince Kyuhyun kembali ia dapatkan saat sang putri menyunggingkan senyum padanya.

“Kau tidak perlu melakukan semua ini hanya untuk meminta maaf padaku. Dan kau juga tidak perlu memakai topeng ini! kau tahu? wajah mu terlihat lebih baik jika kau tidak memakainya. Kau benar-benar terlihat bodoh jika kau memakainya seperti barusan!” Entah kenapa Princess Sunyeong merasa lidahnya begitu kelu. Ingin sekali barusan ia mengatakan bahwa wajah Prince Kyuhyun terlihat lebih tampan jika tidak memakai topeng. Tapi sayangnya ia belum memiliki keberanian untuk mengatakannya.

“Jadi.. Kau mau memaafkanku?? Kau mau memberiku kesempatan??” tanya Prince Kyuhyun harap-harap cemas.

Princess Sunyeong tersenyum kecil dan terlihat menganggukkan kepalanya

“Ne.. Aku akan memberimu kesempatan. Walaupun aku belum bisa seutuhnya menerimamu dan membuka hatiku, tapi aku akan memberimu kesempatan untuk berjuang mengambil hatiku.”

Senyum bahagia mengembang diwajah Prince Kyuhyun. Langkahnya untuk membuat sang putri luluh sudah mendapatkan lampu hijau dari si pemilik hati. Ia semakin yakin dengan dirinya sendiri. Ia yakin bahwa ia memang bisa memiliki sang putri dalam waktu sebulan ini. Dalam hatinya, sang pangeran terus berjanji.. ia berjanji akan terus membuat tunangannya terkesan dengan semua yang akan ia lakukan untuknya.

******************************

Keadaan serta semua yang terjadi dengan para Pangeran dan Putri kerajaan sepertinya sudah mulai menunjukkan peningkatan. Hubungan ‘paksaan’ yang mereka jalankan pada awalnya sepertinya sudah mulai menunjukkan beberapa perubahan. Yah, walaupun beberapa dari mereka masih ada yang melakukan semuanya dengan paksaan dan penuh dengan sandiwara yang mereka buat sendiri supaya tidak diketahui sang Raja atau Sang Ratu.

Perkembangan hubungan Prince Kyuhyun dan Princess Sunyeong bisa dikatakan sudah mulai membaik. Semenjak kejadian malam itu, dimana Prince Kyuhyun membuat kejutan untuk tunangannya, semenjak saat itu pula sikap Princess sunyeong padanya sedikit lebih manis dibandingkan sebelumnya. Yah, walaupun pertengkaran kecil, cibiran, maupun ledek-ledekan masih sering terjadi diantara keduanya.

Berbeda dengan pasangan Prince Kyuhyun dan Princess Sunyeong yang sudah mulai bisa menerima pasangan mereka sedikit demi sedikit, Prince Donghae justru masih harus terus berusaha untuk membuka hati tunangannya, Princess Hyemin, yang sampai saat ini masih tertutup dan sulit untuk dibuka. Berbagai macam perhatian, pengertian, serta sikap manis yang ditunjukkannya masih belum sepenuhnya bisa di terima oleh sang putri.

Sedangkan bagi Prince Yesung, Princess Aerin dan Prince Hyukjae, entahlah.. mereka semua seperti terlibat dalam cinta segitiga yang entah mereka sendiri tidak tahu kapan semua masalah yang terjadi diantara keluarga mereka berakhir. Ditambah lagi keadaan Prince Yesung yang saat ini semakin terpuruk. Ia sama sekali tidak pernah mau keluar kamar, tidak akan pernah makan jika tidak dipaksa, mudah sekali tersulut emosi, bahkan hingga seluruh tubuhnya menjadi seperti mayat hidup. Hal tersebut sayangnya tidak pernah diketahui oleh Princess Aerin sama sekali. Seberapa keraspun sang putri ingin pergi menemui Prince Yesung, banyak halangan yang putri cantik itu dapatkan dan selalu bisa menghalang-halangi kepergiannya.

*******

LE SILLA KINGDOM

Seorang pangeran tampan sedang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke istana Le Silla. Ia tidak peduli jika dirinya diusir, dimaki, atau ditendang sekalipun oleh seluruh pengawal atau bahkan King Leeteuk, Raja penguasa Le Silla sekalipun. Yang ia inginkan hanyalah bertemu dengan sang putri. Ia tahu bahwa hanya Putri itulah yang mampu menyembuhkan semua kesedihan dan kesakitan kakak tertuanya. Hanya putri itulah yang mampu mengembalikan seluruh hidup kakak sulungnya yang sudah semakin terpuruk. Ia bahkan tetap bertekad untuk menemui sang Putri bagaimana pun caranya. Bahkan jika harus berlutut didepan kaki sang raja, akan ia lakukan demi menemui sang putri dan demi kesembuhan kakaknya.

“Aku harus bertemu dengan Aerin!” Ucapnya saat ia sudah berada didepan gerbang kerajaan Le Silla.

Sayangnya semua yang ia perkirakan benar-benar terjadi. Pengawal kerajaan yang bertugas didepan pintu istana tahu siapa tamu tersebut dan mereka tidak memperbolehkan pria itu untuk bertemu dengan sang putri.

“Jebal… Aku mohon, aku harus bertemu dengan Aerin! Aku butuh dia!!” Ucap si pria yang mencoba menerobos masuk kedalam istana walaupun sudah dihalang-halangi oleh beberapa pengawal yang ada disana.

Tapi sayang, tenaga yang dimilikinya tidaklah sebesar tenaga para pengawal-pengawal kerajaan. Hal itu tentu saja membuat si pria sedikit putus asa. Hatinya semakin terluka jika ia tidak berhasil membawa Princess Aerin pergi ke istananya dan bertemu dengan kakaknya.

“AERIN… AERIN…”

Teriak.. itulah jalan terakhir yang ditempuh si pria agar bisa bertemu dengan Princess Aerin. Dengan suaranya yang melengking keras, ia terus menerus berteriak mencoba memanggil nama Princess Aerin agar sang putri bisa keluar dan menemuinya. Ia tidak peduli jika ia dimarahi oleh semua pengawal karena menciptakan keributan disana. Ia terus menerus berteriak tanpa henti. Hingga pada akhirnya gadis yang ia tunggu-tunggu pun keluar. Sebuah harapan kembali terpancar diwajah manis pria itu.

“Ryeowook Oppa.. Wae kudae?? ada apa Oppa datang kemari?” tanya Princess Aerin yang baru saja keluar dari istana bersama dengan Prince Hyukjae setelah mendengar namanya terus dipanggil oleh Prince Ryeowook.

“Aerin… aku butuh bantuan mu. Ini.. ini mengenai Yesung Hyung”

Mendengar nama Pria yang dicintainya disebut-sebut, raut wajah Princess Aerin berubah. Raut wajahnya menampakkan kecemasan yang luar biasa. Ia menatap sejenak Prince Hyukjae yang berada disampingnya, baru kemudian pandangan gadis itu kembali kepada Prince Ryeowook.

“Wae kudae Oppa??  Apa yang terjadi dengan Yesung Oppa??” Tanya Princess Aerin tidak sabar.

“Yesung hyung.. Dia.. Dia sakit. Sudah beberapa hari ini ia tidak keluar kamar. Ia juga selalu berteriak marah dan menangis. dan… dan dia selalu menyebut namamu.”

Hati Princess Aerin mencelos mendengar penuturan Prince Ryeowook. Kesedihan menyelimuti hatinya. Tubuhnya seakan melemas mendapati kenyataan bahwa pria yang dicintainya terluka karenannya.

“Jebal Aerin-ah, tolong temui Yesung Hyung! Cuma kau yang bisa menyembuhkannya.. Cuma kau yang bisa membuatnya kembali.. jebal…” Mohon Prince Ryeowook sambil memegang kedua tangan Princess Aerin.

Pikiran Princess Aerin berantakan. Air mata terlihat mulai menggenang di kedua pelupuk matanya. Hatinya terasa perih memikirkan bagaimana keadaan Prince Yesung saat ini. ingin sekali ia berlari detik ini juga ketempat dimana pria itu berada. Hatinya bahkan memaksa serta memaki dirinya untuk segera menuju ke kediaman kekasihnya, memeluknya dan tetap tinggal disampingnya. Tapi sang putri sadar, itu tidak mungkin terjadi. Ia tidak mungkin bisa melanggar peraturan kerajaan. Biar bagaimanapun, ia sudah bertunangan dengan Prince Hyukjae, pria yang saat ini masih berdiri disampingnya dan masih terdiam menatap Princess Aerin dan Prince Ryeowook. Ia tidak bisa pergi menemui Prince Yesung karena ia tahu, ia tahu bagaimana akibatnya jika ia sampai tertangkap basah oleh King Kangin. Hal itu terang saja membuat hatinya menjerit keras. Kesesakan serta kebimbangan didalam hatinya tidak mampu ia ucapkan. Menangis.. hanya itulah yang mungkin mampu mewakili perasaan serta kesesakan yang gadis itu rasakan saat ini.

“Pergilah..”

Princess Aerin menoleh kearah suara yang berada disampingnya. Ditatapnya Prince Hyukjae yang saat ini sedang tersenyum pada gadis itu. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa suara barusan yang menyuruhnya pergi adalah suara Prince Hyukjae.

“Hyukjae ssi.. kau..”

“Ne.. pergilah! Temui dia.. Dia membutuhkanmu”

Princess Aerin menatap Prince Hyukjae seakan ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih pada pria yang sudah banyak berbuat baik padanya. Prince Hyukjae pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia merelekan gadis itu pergi untuk menemui cintanya. Namun, didetik berikutnya, Princess Aerin terlihat cemas dan terdiam. ada hal yang masih ia risaukan hingga saat ini. ada sebuah ketakutan yang cukup besar yang gadis itu rasakan jika keluarga kerajaan Le Silla tahu kemana dia pergi. Dan seakan tahu kecemasan yang dirasakan tunangannya, Prince Hyukjae kembali menenangkan gadis itu. direngkuhnya pundak Princess Aerin dan dibisikkannya sebuah kalimat yang sukses membuat Princess Aerin kembali tersenyum lega.

“Soal Appa, kau tidak perlu cemas. Aku akan melindungimu dan tidak akan mengatakan yang sebenarnya.” Ucap Prince Hyukjae sambil mengedipkan mata kanannya pada Princess Aerin.

“Gomawoyo.. jeongmal Gomawoyo, Hyukjae ssi..”

Princess Aerin benar-benar berterima kasih pada pria itu. ia begitu bersyukur bahwa pria yang dijodohkan dengannya tidak pernah menyusahkannya. Tanpa pikir panjang lagi, Princess Aerin segera mengajak Prince Ryeowook untuk segera pergi dari sana untuk menemui Prince Yesung dan meninggalkan Prince Hyukjae yang masih tetap tinggal ditempat selama beberapa saat.

******

MADISON KINGDOM

Sepanjang perjalanan, Princess Ivana tidak henti-hentinya selalu bertanya pada Prince Nathan mengenai keadaan Prince Jeremy. Ia juga bahkan tidak henti-hentinya bercerita mengenai ketakutannya serta kecemasannya saat ia harus datang ke kerajaan Madison. Bukan tanpa alasan Princess Ivana merasa cemas seperti sekarang. ia tahu, ia bahkan sadar bahwa semuanya bisa terjadi jika King Jordan, penguasa Madison Kingdom sampai melihat kehadirannya disana.

“Kita sampai”.

Ucapan Prince Nathan barusan membuat jantung Princess Ivana berdetak hebat. Tangannya mendadak dingin dan sebuah kecemasan tiba-tiba bergelayut didalam hatinya. Ia takut bertemu dengan King jordan. Ia takut akan di usir keluar jika ia tetap memaksa menemui Prince Jeremy.

Prince Nathan yang menyadari kecemasan Princess Ivana pun menggenggam tangan gadis itu. Ia berusaha menenangkan gadis yang begitu penting untuknya saat ini. bagi Prince nathan, kehadiran Princess Ivana jauh lebih berharga untuk kesembuhan kakaknya dibandingkan dengan semua kemarahan atau kekesalan yang akan didapatnya dari sang ayah nanti. Prince nathan tidak akan peduli akan hal itu.

“Don’t worry Iv.. kita tidak akan melalui pintu utama. Kita akan menemui Jeremy lewat jalan lain.” Ucapnya pada Princess Ivana.

Mereka berdua mengambil jalan belakang untuk menuju ke kamar Prince Jeremy. Jalan belakang yang mungkin tidak banyak orang yang tahu. dengan langkah yang cukup tergesa-gesa, Prince Nathan terus menggenggam tangan Princess Ivana selama perjalanan mereka menuju ke kamar Prince Jeremy. Hingga akhirnya mereka berdua tiba didepan sebuah kamar..

Princess Ivana menatap sejenak pintu kamar tersebut. jantungnya berdegup kencang, kecemasan serta keinginannya yang begitu besar untuk segera membuka kenop pintu itu begitu membuncah didadanya. Ia tahu didalam sana ada pria yang begitu dicintainya. Ia tahu didalam sana ada pria yang saat ini sedang terbaring sakit kerena dirinya. ia tahu, didalam sana ada seorang pria yang sudah begitu dirindukannya dan sangat ingin ditemuinya.

“masuklah Iv.. aku rasa ia sedang menunggumu..”

Princess Ivana menoleh sejenak ke arah prince Nathan. Dengan langkah yang begitu perlahan dan sedikit ragu-ragu, Princess Ivana berjalan dan meraih kenop pintu itu hingga pintu tersebut terbuka sedikit demi sedikit.

Hati Princess Ivana begitu teriris saat pintu tersebut berhasil terbuka lebar. Bagaimana tidak? disana ia melihat prianya sedang terduduk lemah dilantai samping tempat tidurnya sambil memeluk kedua lututnya. Tatapan matanya begitu kosong, berbeda seperti saat pria itu selalu menatap wajahnya penuh kasih sayang. Sepertinya Prince jeremy pun tidak menyadari kehadiran gadis itu. Wajahnya begitu pucat, lingkaran hitam dimatanya begitu jelas terlihat. Entah sudah berapa lama pria itu tidak tertidur dan hanya memikirkan dirinya. kamarnya yang masih berantakan pun juga cukup membuat Princess Ivana mengelus dada.

Dihampirinya Prince Jeremy dengan perlahan. Princess Ivana yang tidak tahan melihat keadaan Pria yang begitu dicintainya itu sedikit mengenaskan, hanya mampu menahan air matanya yang mulai beranjak turun di kedua pipinya. Saat ia sudah berada persis dihadapan Prince Jeremy, Princess Ivana langsung berlutut, menyamakan pandangannya dengan Pangeran tampan tersebut.

“Oppa..” Panggilnya perlahan sambil tangan mungilnya menyentuh dan menggenggam lembut tangan Sang Pangeran.

Prince Jeremy tersentak sadar. Hatinya begitu bergejolak saat mendengar suara lembut dari gadis yang sudah dirindukannya. Diarahkannya tatapan Sang pangeran ke samping, dan dilihatnya gadis yang menjadi hidup serta nafasnya sudah berada tepat dihadapannya. Antara percaya dan tidak, Prince Jeremy hanya mampu menatap Princess Ivana cukup lama.

“Oppa, Ini aku..”

Tepat setelah setetes air mata Princess Ivana turun di kedua pipinya, Prince Jeremy tersadar bahwa gadis yang barusan berbicara padanya itu benar-benar gadis yang sudah ditunggu-tunggunya sejak beberapa hari yang lalu, gadis yang sudah nyaris membuat dirinya gila setengah mati karena perpisahan mereka beberapa waktu lalu. Dengan gerak cepat, Prince Jeremy pun segera memeluk tubuh mungil Princess Ivana erat, Begitu erat seakan ia takut bahwa gadis itu akan pergi meninggalkannya lagi. Princess Ivana menangis dipelukan Prince Jeremy. Ia tidak peduli tubuhnya akan remuk, tulangnya akan retak atau ia kehabisan nafas saat merasakan dekapan Prince Jeremy yang semakin mengeratkan dekapannya di tubuh sang Putri.

“I miss u so much!! I really really Miss u!!” Ucap Prince Jeremy dengan suara yang bergetar. Sama seperti Princess Ivana, Prince Jeremy pun sepertinya tidak kuasa menahan air matanya untuk turun.

Cukup lama mereka saling mendekap satu sama lain. Hingga saatnya Princess Ivana melepaskan dekapan mereka dan menatap cemas sang Pangeran.

“Oppa, what did u do?? Kenapa kau menyiksa dirimu sendiri seperti ini??” cecar Princess Ivana

“Aku.. Aku tidak bisa menerima semuanya! I don’t wanna break up with u!! U know.. I just wanna be right here with u!!”

Princess Ivana menggenggam kedua pipi Prince Jeremy. Ditatapnya dengan lembut kedua mata pria yang selalu menjadi candu baginya itu.

“Oppa, listen.. do u think i’m happy?? NO!! I also don’t wanna break up with u!! But, what can i do?? I can’t do anything…”

“But, Iv.. u have to know, i can’t sleep.. i just can’t breathe when u leave me! Bisa kah kau kembali padaku?? I miss u.. I extreamly miss u.” Pinta Prince Jeremy sambil memegang kedua tangan Princess Ivana.

“What about our parents??”

Ucapan Princess Ivana barusan membuat Prince Jeremy terdiam. hal serta satu-satunya masalah yang begitu dibencinya kembali membayangi pikirannya. Satu-satunya masalah yang sungguh tidak ingin ia temui mau tidak mau kembali melayang-layang di pikirannya. Ia sadar, itu adalah satu-satunya masalah yang menjadi alasan tidak mungkinnya mereka bersatu.

“Just forget about our parents!!! I don’t care with them.. I just wanna u, Iv.. i only wanna be with u!!”

“Oppa.. aku…”

BRAAAAKKKKK!!!

Princess Ivana dan Prince Jeremy sontak menoleh secara bersamaan ke arah pintu kamar Prince Jeremy. Dan betapa terkejutnya saat mendapati seseorang sedang menatap marah ke arah mereka berdua. Atau, lebih tepatnya ke arah Princess Ivana.  Menyadari gadisnya dalam bahaya, Prince Jeremy langsung bangkit berdiri bersama dengan Princess Ivana dan segera menggenggam tangan gadis itu, membawa dan melindunginya di belakang punggung sang pangeran.

“Stay Away From her, Dad!!!” ucap Prince Jeremy pada Ayahnya, King Jordan yang kini sedang berjalan ke arah mereka berdua.

“PRINCE, GET BACK NOW!!! Dan Kau, JAUHI PUTRAKU SEKARANG!!!” Teriak king Jordan sambil menunjuk ke arah Princess Ivana.

Baik King Jordan maupun Prince Jeremy tidak ada yang  mau mengalah. Mereka berdua sama-sama mempertahankan keinginan mereka masing-masing.

Menyadari ada ribut-ribut didalam sana, semua keluarga Madison Kingdom pun datang. Prince Nathan yang membawa Princess Ivana datang kesana pun begitu terkejut saat mendapati ayahnya ternyata telah mengetahui kehadiran sang putri disana. Sedangkan Queen Beatrix dan Prince Bryan yang tidak tahu apa-apa hanya mampu terdiam melihat kemarahan Raja mereka.

“Hey, BI*CH!!! I SAID GO AWAY FROM MY SON!! Siapa yang menyuruhmu menginjakkan kaki di tempat ini, hah?!?!?!” Teriak King Jordan pada Princess Ivana yang sudah begitu ketakutan.

“DAD!!!! DON’T U DARE TO CALL IVANA WITH IT AGAIN, Or i swear.. I ‘LL BE FIGTH WITH U!!!!” Ancam Prince Jeremy tak kalah tajam.

King Jordan yang memang sudah dikuasai amarah sejak tadi lantas menghampiri Prince Jeremy.

PLAAAAKKKKK!!

Ia menampar pipi kiri Prince Jeremy dengan sangat keras. Hal itu tentu saja membuat histeris sang ibu, Queen Beatrix. Prince Bryan pun segera berlari ke arah King Jordan dan Prince Nathan menghampiri Prince Jeremy untuk segera melerai mereka berdua.

“Dad, aku rasa kita bisa membicarakannya baik-baik! jangan buat Ivana ketakutan..” Ucap Prince Bryan menengahi.

“WHAT?? Aku tidak akan bicara baik-baik dengan anak tidak tahu diri ini dan juga pada keturunan Dennis!!”

“Dad, kalau kau mau marah atau menampar seseorang, akulah yang seharusnya kau tampar!!! Ivana dan Jeremy tidak bersalah! Aku yang membawa Ivana kesini!!” Ucap Prince Nathan tegas membuat semua yang berada disana sedikit terkejut.

“PRINCE!!!! YOU…!!”

baru saja King Jordan hendak menampar Prince Nathan, tapi tangan sang Raja berhasil dihentikan oleh Pangeran Bungsu kerajaan Madison. Suasana yang cukup memanas terjadi selama beberapa saat disana. Ketiga Putra King Jordan sama sekali tidak membiarkan sang Raja menyentuh apalagi sampai menyakiti Princess Ivana.

“Nathan, Bryan, kalau kalian tidak ingin aku melukai mereka,  cepat bawa Keturunan Dennis itu pergi dari tempat ini!!! aku tidak sudi kerajaan kita diinjak dan didatangi oleh salah satu keturunan mereka!!” Ucap King Jordan pada kedua putranya.

Mau tidak mau, Prince Nathan pun mengambil Princess Ivana dari tangan Prince Jeremy dan membawa gadis itu pergi dari sana, mengantarnya kembali ke kerajaannya. Tapi sayangnya Prince  Jeremy berontak. Ia tidak ingin dipisahkan kembali dengan sang Putri.  Dengan sekuat tenaga, sang Pangeran mencoba mengejar Princess Ivana.

“HEY, NATHAN!! NO… don’t bring Ivana to go!!!!”

Tapi sayang, Prince Jeremy tidak berhasil menahan kekasihnya pergi. Tubuhnya ditahan oleh King Jordan didalam kamar. Seberapa keraspun ia memberontak, sayangnya ia tidak mampu melawan kuatnya tenaga sang ayah. King Jordan justru menjatuhkan tubuh Prince Jeremy yang sedikit melemah – akibat keterpurukannya beberapa hari ini – ke atas ranjangnya dan segera keluar dari kamar Sang Pangeran dan menguncinya dari luar.

“AAARRRGGHHHH!!!! I HATE U DAD!!!!” teriak Prince Jeremy dari dalam kamar sambil terdengar juga suara beberapa barang yang jatuh, pecah atau patah terdengar dari sana.

“I’m sorry Prince.. “ Ucap King Jordan begitu pelan didepan kamar Prince Jeremy.

*****

LE SILLA KINGDOM

Sesampainya di istananya kembali, Prince Ryeowook yang tadi mengantarkan Princess Aerin pamit untuk pulang. tak henti-hentinya sejak diperjalanan tadi sampai sekarang, Prince Ryewook terus menerus meminta maaf pada Princess Aerin atas semua kejadian yang menimpanya tadi.

“Aerin-ah, sekali lagi aku minta maaf karena sudah meminta mu datang ke istanaku. Maaf kalau karena aku, kau sampai harus mendapat caci maki dari appaku. Jeongmal Mianhe..” Ucap Prince Ryeowook sambil membungkukkan badannya beberapa kali.

“Ani Oppa..Gwaenchana. kalau Oppa tidak menemuiku dan mengajakku kesana, pasti aku tidak akan tahu keadaan Yesung Oppa.. kau tidak perlu merasa tidak enak seperti itu.”

“kalau begitu, aku pamit dulu..Annyeong…”

Prince Ryeowook kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Princess Aerin yang masih berdiri.

“Ah. Oppa…” panggil Princess Aerin membuat langkah Prince Ryeowook terhenti dan segera membalikkan badannya ke arah gadis itu.

“Oppa, aku mohon jagalah yesung oppa untukku.. pastikan dia tidak berbuat macam-macam apalagi sampai menyakiti dirinya sendiri lagi..”

Prince Ryeowook tersenyum, ia menganggukkan kepalanya tanda ia menyanggupi permintaan dari Princess Aerin. Barulah setelah itu ia kembali melanjutkan perjalannya hingga ke istananya.

……………………

Sepanjang hari, Princess Aerin terlihat lebih diam tidak seperti biasanya. Prince Yesung rupanya berhasil menyita seluruh pikiran gadis itu hingga gadis itu tidak memiliki waktu selain memikirkan bagaimana keadaan kekasihnya saat ia pergi meninggalkannya tadi. Princess Aerin bahkan lebih memilih untuk menyendiri taman bunga dekat gerbang istana supaya tidak ada seorang pun yang bisa mengganggunya.

“Kau sudah pulang..” Ucap sebuah suara sukses membuyarkan lamunan sang putri.

Princess Aerin menoleh kebelakang. Didapatinya Prince Hyukjae sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum dengan kedua tangan Pangeran tampan itu di masukkan ke kedua kantong celananya. Setelah sang Pangeran tiba disamping Princess Aerin, mereka berdua terdiam sejenak. Pandangan mata kedua insan itu mereka arahkan ke langit senja yang sudah mulai tenggelam.

“bagaimana keadaannya??” Tanya Prince Hyukjae memecah keheningan. Princess Aerin pun menghela nafas berat

“Haaahhh… Dia seperti bukan Yesung Oppa. Keadaannya bahkan lebih parah dari perkiraanku sebelumnya. Dia… Benar-benar tersakiti.”

Hening… tidak ada yang berani berbicara lagi. baik Prince Hyukjae maupun Princess Aerin tidak ada yang sanggup melanjutkan pembicaraan mereka. mereka berdua terlalu takut jika mereka sampai salah berucap atau berkata-kata.

“Mianhe… Maaf aku sudah membuat hubungan kalian berdua hancur seperti sekarang.” Princess Aerin menoleh. Ia tersenyum lemah mendengar semua penyesalan Prince Hyukjae.

“Aniya.. ini semua bukan salahmu, Oppa. ini semua salah takdir! Jika saja aku dan Yesung Oppa tidak terlahir sebagai Pangeran dan Putri Kerajaan dan Jika saja Appa dan King Kangin tidak berseteru di masa lalunya, semua ini pasti tidak akan terjadi. Justru, akulah yang seharusnya minta maaf padamu.. Karena Appa, kau jadi harus menerima pertunangan ini. Maaf, kalau karena hal ini kau jadi tidak bisa mengencani gadis-gadis cantik lain..”

“Mwo? Hahahah… kau ini. Aku mungkin memang mudah menyukai banyak wanita. Tapi, aku bukan seorang Playboy yang bisa dengan mudahnya mencintai wanita.” Bela Prince Hyukjae.

Saat mereka berdua sedang asik-asiknya berbincang, mereka sedikit dikejutkan dengan kedatangan sepasang pria dan wanita. Awalnya, Princess Aerin biasa saja saat melihat siapa yang datang. Akan tetapi, sedetik berikutnya, Sang Putri sedikit tertegun saat mendapati bahwa pria itu tidak datang sendiri. Hati serta pikiran Princess Aerin mendadak langsung terpikirkan adik bungsunya.

“Zhou Mi…”

Prince Zhoumi yang datang itu hanya tersenyum sambil memberikan salam pada Princess Aerin dan juga Prince Hyukjae. sesudahnya, barulah Prince Zhoumi meminta ijin pada Princess Aerin untuk bertemu dengan adik bungsunya.

“Hmm..bisakah aku bertemu dengan Hyemin? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padanya.” Ucap Prince Zhoumi.

Princess Aerin hanya mengangguk paham. Raut wajah gadis itu seakan menyiratkan sedikit kecemasan jika nanti adiknya bertemu dengan mantan kekasihnya. Setelah berpamitan pada Prince Zhoumi dan seseorang disebelahnya, Princess Aerin dan Prince Hyukjae undur diri. Mereka langsung menuju ke tempat dimana Princess Hyemin berada.

Dan tepat saat mereka berdua bertemu Princess Hyemin yang sedang berada di ruang kerajaan bersama dengan Prince Donghae, Princess Aerin pun segera mengajak adik bungsunya itu bicara.

“Hyemin-ah, ada yang ingin bertemu denganmu.”

Princess Hyemin tertegun sejenak. Pikirannya mencoba menebak-nebak siapa orang yang ingin bertemu dengannya.

“Nugu, Eonnie??”

Pertanyaan Princess Hyemin membuat Princess Aerin ragu. Ia terlihat sempat menatap Prince Hyukjae disebelahnya dan terutama Prince Donghae yang berada di tempat yang sama dengan mereka.

“Hmm.. Dia, Zhoumi..” Ucapnya pelan.

Mendengar nama pria itu disebut, raut wajah Princess Hyemin begitu berbinar. senyum mengembang di wajah manisnya. Senyum yang mungkin saja sudah lama tidak ia berikan untuk siapapun. Berbeda dengan Prince Donghae yang terlihat sedikit terkejut saat mengetahui siapa yang ingin menemui tunangannya. Beribu-ribu perasaan curiga serta penasaran merasuk di benak Pangeran tampan itu. Ia takut.. ia takut kedatangan Prince Zhoumi saat ini kembali membuka kisah cinta mereka berdua yang sempat kandas.

Tanpa aba-aba, Princess Hyemin segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Prince Zhoumi menunggu. Namun, sebelum gadis itu berjalan melewati Kakaknya, Princess Aerin terlihat menangkap tangan mungil adiknya dan menghentikan langkah sang putri.

“Sebaiknya kau pergi dengan Donghae Oppa. Biar dia menemanimu untuk menemuinya!”

“Mworago?? Tap..Tapi, Eonnie.. Untuk apa??”

Princess Hyemin tentu saja menolak keras. Ia tidak mungkin membiarkan seseorang, siapapun itu mengganggu pertemuannya dengan mantan kekasih yang masih disayanginya. Padahal, Princess Hyemin tidak pernah menyadari, bahwa apa yang dilakukan Princess Aerin ini adalah untuk kebaikannya. Ia tidak ingin melihat adik bungsunya kembali terpukul saat pertemuan mereka kembali nanti. Oleh karena itu, ia sengaja menyuruh Prince Donghae untuk menemani adiknya.

“Jebal.. Donghae harus ikut denganmu! kau akan tahu nanti..” Ucap Princess Aerin.

“Ne, Aerin benar.  Biarkan Donghae ikut denganmu. ini demi kebaikanmu juga..” Ucap Prince Hyukjae menimpali.

Mau tidak mau, Princess Hyemin mengikuti semua aturan serta permintaan Princess Aerin. Walaupun ia sendiri tidak tahu untuk apa, tapi Princess Hyemin lebih memilih untuk menurut. Ia tidak ingin membuat kakaknya itu marah jika ia tidak mengikuti aturannya. Sedangkan Prince Donghae sendiri, ia juga tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh kakaknya serta Princess Aerin. Tapi, ia tahu.. ia tahu mungkin ada sesuatu yang sepertinya akan terjadi.

Akhirnya Princess Hyemin pun mengajak Prince Donghae untuk ikut menemaninya bertemu dengan Prince Zhoumi. Langkah kaki Putri cantik itu terlihat riang. Ia terlihat begitu antusias saat mengetahui bahwa mantan kekasihnya ingin bertemu kembali dengannya. Ia juga tidak memperdulikan Prince Donghae yang sedari tadi hanya berjalan mengikutinya dari belakang. Hingga saat mereka berdua tiba ditaman tempat Prince Zhoumi menunggu, Princess Hyemin yang hendak memanggil Prince Zhoumi mendadak terdiam. senyum di wajah cantiknya mendadak hilang saat mengetahui bahwa sang pangeran tidak sendiri. Ia ternyata bersama dengan seorang gadis…

“Zho.. Zhoumi..” panggil Princess Hyemin pelan.

Prince Zhoumi menoleh. Ditatapnya gadis yang dulu sempat menjadi ratu dihatinya. Ia tersenyum dan memberi salam pada Princess Hyemin dan juga Prince Donghae yang kini sudah berada tepat disamping Princess Hyemin.

“Ah iya, aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian.. Dia Fei, Putri dari kerajaan Donaldson. Dan.. dia adalah calon istriku.”

Tubuh Princess Hyemin melemas seketika. Seperti ada ribuan batu menghantam hatinya, ia begitu terpukul dengan kenyataan yang diterimanya saat ini. Hatinya mendadak sesak mendengar semua pengakuan dari pria dihadapannya. Ia mencoba tersenyum, namun entah kenapa, bibir mungilnya begitu berat menyunggingkan senyum tersebut. tenggorokannya juga tercekat. Ingin sekali ia berteriak marah, kesal, cemburu, dan sedih, namun hal itu juga tidak bisa dilakukannya. Melihat senyum Princess Fei yang tangannya terus digenggam oleh Prince Zhoumi membuat Princess Hyemin yakin bahwa gadis itulah yang saat itu berciuman dengan prince Zhoumi. Menyadari bahwa tunangannya kembali tidak baik-baik saja, Prince Donghae secara refleks langsung menggenggam erat tangan Princess Hyemin, mencoba memberikan gadis itu kekuatan.

“Oh..Chukkaeyo..” Ucap Princess Hyemin pelan pada akhirnya.

Ingin sekali rasanya gadis itu menangis. Tapi, entah kenapa hati serta pikiran gadis itu selalu terngiang-ngiang suara Prince Donghae yang selalu melarangnya untuk menangis lagi. Ditambah lagi, genggaman tangan Prince Donghae yang masih terus mengerat di tangannya membuat gadis itu merasakan sebuah kekuatan dan kehangatan. Air mata yang awalnya ingin keluar, berhasil ia tahan. Walaupun didalam hatinya masih terbesit sebuah luka yang cukup dalam. Princess Hyemin akhirnya sadar. Inilah maksud perkataan princess Aerin tadi. Ini lah tujuan Princess Aerin menyuruhnya pergi menemui Prince Zhoumi dengan didampingi oleh Prince Donghae. Princess Hyemin menyadari bahwa sudah waktunya ia menyerah. Ia sudah kalah. Seberapa keras ia tetap menyimpan cinta didalam hatinya untuk Prince Zhoumi, hal tersebut tidak akan pernah membawa Prince Zhoumi kembali padanya.

Cukup lama mereka berbincang-bincang, walaupun lebih banyak suasana diam yang tercipta. Hingga akhirnya Prince Zhoumi dan Princess Fei pamit pergi. Princess Hyemin yang sudah tidak tahan lagi segera membalikkan tubuhnya dan ingin segera pergi darisana. Namun sebelum sang Putri melangkah lebih jauh, sebuah tangan hangat berhasil meraih tangannya.

“Eodiga??” Tanya Prince Donghae yang berhasil menghentikan langkah gadis itu.

Princess Hyemin hanya menggeleng lemah. Ia takut, ia takut tunangannya itu mengetahui niatnya yang ingin menangis dan menyendiri. Prince Donghae yang memang sudah mengenal watak tunangannya kini mencoba berdiri dihadapannya, diangkatnya wajah Sang Putri dan ditatapnya mata cantik si gadis dengan tajam seolah mencoba menebak keinginan gadis itu.

“Aniya.. aku, aku tidak ingin menangis kok.” Ucap Princess Hyemin mencoba tegar. Ia seolah mengetahui maksud Princess Donghae menatap wajah serta matanya saat ini.

Namun, hati Prince Donghae kembali luluh. Direngkuhnya tubuh mungil Prince Hyemin kedalam pelukannya.

“Kau boleh menangis sekarang.. Menangislah.. Aku tidak akan marah.” Sahut Prince Donghae pelan.

Dan benar saja, tidak sampai beberapa detik, tubuh Princess Hyemin bergetar hebat. Air matanya mengalir deras tanpa diminta. Semua kesesakan dan kepedihan hatinya ia keluarkan semuanya. Princess Hyemin merasa nyaman. Ia tahu bahwa bahu serta tubuh Pria yang sedang memeluknya ini mampu membuatnya puas mengeluarkan seluruh emosi yang berkecamuk didalam hatinya. Tubuh tegap pria itu lah yang mampu menyembunyikan kesedihan hatinya dari hadapan semua orang.

“Sakit.. rasanya benar-benar perih, Donghae ssi..” Gumam Princess Hyemin – yang menunjuk pada hatinya – sambil terus mengeratkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di dada tunangannya.

“Ne.. aku mengerti. Sebentar lagi sakitnya pasti hilang.” Ucap Prince Donghae sambil mengelus puncak rambut serta punggung gadisnya.

Hampir selama beberapa menit Prince Donghae memeluk tubuh Princess Hyemin yang terus menangis. hingga akhirnya, Princes Donghae berhasil melepaskan pelukannya, ditatapnya Princess Hyemin dan ditangkupkannya kedua tangan pangeran itu ke wajah sang putri.

“Sudah lebih baik??” Tanya pangeran tampan itu pada tunangannya. Princess Hyemin mengangguk pelan.

“ Ulljima.. Jangan sedih lagi. Ne? Kau sudah lihat semuanya kan? Sekarang, sudah waktunya kau untuk melupakan semuanya. Baik kau dan juga Zhoumi, kalian sama-sama sudah memiliki pasangan masing-masing. Jadi.. jangan tutup hatimu lagi. Setelah ini, bisa kan kau tidak menangisinya lagi??” Tanya Prince Donghae sambil mengusap sisa-sisa air mata di pipi Princess Hyemin dengan kedua ibu jari tangannya.

“Aku… Aku tidak yakin. Aku takut tidak bisa melupakan semuanya..”

“Gwaenchana.. Kalau begitu, Aku akan selalu berada disampingmu. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian sedetik pun supaya kau tidak memikirkannya lagi. Dan aku juga berjanji, akan membantumu untuk melupakannya.. Kau mau??” Janji Prince Donghae memberikan senyum manisnya pada Princess Hyemin yang membuat sang putri sedikit terhibur.

****

SVENSKA KINGDOM

Prince Marcus saat ini sedang mengajak tunangannya, Princess Laurencia pergi mengunjungi kerajaannya. Mereka berdua – yang sudah mulai membangun hubungan baik satu sama lain – terlihat berjalan pelan menyusuri taman serta halaman kerajaan tempat tinggal Prince Marcus. Berbagai macam hal mereka bicarakan. Walaupun di dalam hati Princess Laurencia belum ada cinta untuk Prince Marcus, akan tetapi setidaknya gadis itu tetap berusaha untuk menunjukkan sikap baik dan selalu mencoba membuka hatinya untuk sang Pangeran.

“Do u like it??” Tanya Prince Marcus pada tunangannya saat mereka baru saja menginjakkan kakinya di sebuah taman labirin yang begitu indah.

“Ini.. Bukankah ini hanya taman labirin biasa??” Tanya Princess Laurencia saat belum mengetahui bentuk taman Labirin tersebut. Prince Marcus menggeleng.

Ia kemudian menggandeng tangan Princess laurencia dan membawanya masuk kedalam sana. Mereka berdua terus menerus berjalan menyusuri taman labirin selama beberapa saat. Princess Laurencia awalnya sempat terkejut karena Prince Marcus bisa dengan mudahnya berjalan disana tanpa takut akan tersesat. Padahal, Sang Putri tidak pernah mengetahui, bahwa Prince Marcus sebenarnya sudah berkali-kali berjalan menyusuri taman itu semenjak ia kecil. Jadi, mustahil baginya akan tersesat dan tidak menemui jalan keluarnya.

Cukup lama mereka berjalan bersama menyusuri taman labirin yang terletak di halaman belakang Svenska Kingdom. Hingga saatnya mereka berdua tiba di tengah taman labirin itu, mata Princess Laurencia berbinar karena terkejut. Mendadak, tubuh sang putri merinding tidak karuan saat melihat pemandangan yang begitu indah didepannya. Wajah cantiknya pun terlihat begitu menggemaskan saat ia secara tidak sadar tersenyum sambil menghampiri benda cantik yang tinggal disana. Bagaimana tidak? taman labirin di istana tersebut tidak seperti taman labirin biasanya. Jika taman labirin tersebut dilihat dari atas puncak istana, siapapun pasti dapat melihat sebuah keindahan yang luar biasa. Bentuk taman labirin tersebut berbentuk sebuah hati. Dan Ditengah atau di pusat taman labirin itu terdapat sebuah patung Dewi Aphrodite (Dewi cinta) yang sedang memegang sebuah hati yang terbelah dua menjadi satu.

“Beautiful…” hanya kata-kata itu yang terucap dari mulut Princess Laurencia.

Prince Marcus tersenyum senang karena ia berhasil membuat Gadisnya tersenyum bahagia. Ia kemudian terlihat membawa Princess Laurencia untuk mendekat ke arah patung cantik tersebut. dan tepat didepan patung sang dewi, Prince Marcus terlihat menggenggam kedua tangan Princess Laurencia dan menatap manik mata gadis itu.

“Do u know?? It’s Labirin Love Garden. My mon created it.. Ibuku pernah berkata, jika sepasang pria dan wanita berhasil tiba ditempat ini tanpa tersesat dan mereka mengucapkan permohonan didepan dewi Aphrodite ini, maka cinta mereka akan abadi. Mereka akan menjadi satu dan tidak akan terpisahkan.”

Princess laurencia terdiam. ia sepertinya tahu tujuan Prince Marcus mengajaknya ke tempat ini.

“Tapi.. bukankah kau sering datang kesini?? Buktinya, saat kita masuk tadi, kau bahkan tidak mengalami kesulitan sedikitpun untuk sampai kesini.” Ucap Princess Laurencia mencoba membangunkan semua angan-angan yang sebenarnya begitu ia inginkan untuk menjadi kenyataan.

“Aku memang sering datang ke tempat ini sendiri. Tapi itu dulu, saat aku masih kecil.. Saat aku dewasa, aku pernah berjanji pada diriku, kalau satu saat nanti aku akan mengajak wanita yang kucintai untuk datang ke tempat ini dan sama-sama mengucapkan janji serta permohonan agar kita tetap bersama.”

“Dan aku adalah gadis yang ke…” Princess Laurencia mencoba menebak-nebak.

“Pertama…” Jawab Prince Marcus lantang hingga membuat Princess Laurencia kehilangan kata-katanya.

“Dan kau akan menjadi gadis yang terakhir yang akan aku bawa ketempat ini..”

Speechless.. itulah yang Princess Laurencia rasakan. Raut wajah Prince Marcus begitu serius akan semua ucapannya. Ia tidak tahu haruskah ia berkata atau haruskah ia menjawab semua pernyataan Prince Marcus barusan. Baginya, semua yang sudah dikatakan tunangannya itu sudah membuat hatinya semakin tidak menentu. Ingin sekali ia mengakui bahwa hatinya sudah mulai terbuka lebar untuk sang Pangeran. Akan tetapi, ia tidak ingin gegabah mengambil keputusan untuk mengakuinya saat ini. ia masih butuh waktu untuk mempertimbangkan semuanya. Ia bahkan tidak yakin, apakah rasa yang tengah dirasakannya ini adalah sebuah cinta yang memang sudah mulai bersemi didalam hati Sang Putri.

Menyadari bahwa tunangannya itu hanya terdiam, Prince Marcus memaksa Princess Laurencia untuk membalas tatapan Sang Pangeran. Tanpa menunggu jawaban serta ucapan apapun, Prince Marcus mencoba untuk mendekatkan dirinya ke arah wajah Princess Laurencia. Ia mendorong pelan wajahnya, sedikit membuka bibirnya dan menggenggam bagian pipi serta leher Sang Putri mencoba untuk meraih bibir mungil tunangannya.  Hal itu terang saja membuat jantung Princess laurencia berdetak beribu-ribu kali lebih cepat. Semakin cepat jantungnya berdetak, semakin dekat pula jarak bibir Prince Marcus dengan bibirnya. Hingga pada akhirnya….

“I’m Sorry..”

Princess Laurencia menolehkan kepalanya ke samping dan menghindar dari kecupan Prince Marcus. Prince Marcus yang mendapat kejutan seperti itu terdiam dan menatap tak percaya ke arah gadis itu. Tersirat raut wajah sedih dan kecewa di wajah tampan sang Pangeran. Perasaannya begitu terluka saat mendapati kenyataan bahwa tunangannya, gadis yang begitu dicintainya menolak kecupannya.

Hati Princess Laurencia begitu marah. Ia begitu marah pada dirinya sendiri. Ia bahkan memaki-maki dirinya sendiri karena sudah menghempaskan semua impian serta keinginan Prince Marcus yang ingin menciumnya. Padahal, bukan maksud putri itu menolak ciuman pertamanya dengan sang pangeran. Akan tetapi, entah apa yang terjadi, hatinya belum siap. Ia merasa belum siap untuk mengukuhkan dirinya sebagai ‘milik’ dari seorang pangeran bernama Prince Marcus. Namun, melihat raut wajah kecewa dari tunangannya, hati sang putri sesak. Ia merasa begitu bersalah sudah melukai hati serta perasaan pria yang sudah begitu baik terhadapnya ini.

“Marcus.. I.. I’m Sorry.. I.. Don’t..”

“It’s Okay… Harusnya aku yang minta maaf padamu karena sudah lancang seperti tadi. So.. Let’s forget about it.” Ucap Prince Marcus yang lantas berbalik, berjalan terlebih dulu meninggalkan Princess laurencia yang masih terdiam ditempatnya dan hanya mampu menatap punggung Prince Marcus.

****

LE SILLA KINGDOM SEMINGGU KEMUDIAN

Semenjak kejadian yang terjadi di Svenska Kingdom beberapa waktu yang lalu, sikap Prince Kyuhyun terhadap Princess Sunyeong berubah. Prince Kyuhyun menjadi lebih cuek, tidak seperti biasanya yang selalu ramah serta perhatian terhadap sang Putri. Prince Kyuhyun pun juga terlihat semakin menjaga jarak dengan gadis itu. Ia juga sudah mulai jarang berbicara atau pun mengajak berbicara Princess Sunyeong jika itu tidak begitu penting. Setiap diajak berbicara pun, Prince Kyuhyun lebih memilih untuk berbicara seperlunya saja. sikap dinginnya ini terang saja membuat Princess Sunyeong cemas. Ia semakin merasa bersalah pada tunangannya karena sudah membuatnya terluka. Berkali-kali Princess Sunyeong mengajaknya berbicara dari hati ke hati, berkali-kali juga Sang Putri bertanya padanya, selalu saja jawaban yang sama yang akan sang putri terima dari Pangeran tampan itu.

Hati Princess Sunyeong tentu saja sedih. Ia merasa Prince Kyuhyun sudah membencinya. Ia merasa Prince Kyuhyun begitu marah padanya. hatinya begitu terluka. Entah kenapa, Princess Sunyeong merasa ada sesuatu yang hilang didalam dirinya semenjak Prince Kyuhyun menjauhinya. Ia mulai menyadari arti Prince Kyuhyun disampingnya. Ia mulai menyadari bahwa ia begitu membutuhkan Prince Kyuhyun untuk tetap berada disampingnya. Sampai akhirnya sang putri sudah tidak tahan lagi, ia langsung bergegas menghampiri Prince Kyuhyun.

“Kyu, kita harus bicara!”

Prince Kyuhyun yang sedang berkutat dengan buku ditangannya hanya menoleh sekilas ke arah Princess Sunyeong.

“Marhebwa..” Ucapnya dingin.

“Kyu, dengar!! Aku terima kalau kau memarahiku. Aku terima kalau kau memakiku. Aku juga bahkan terima kalau kau mengungkapkan semua kekesalanmu atau kekecewaanmu! Tapi bisakah kau tidak diam seperti ini?? aku bingung, Kyu!! Kau bahkan sama sekali tidak mau berbicara padaku! Jangankan berbicara, bahkan untuk melihat ke arahku saja kau sudah tidak seperti Kyuhyun yang biasanya!! WAE?? Katakan padaku, Kyu!! Kalau kau merasa kecewa karena kejadian waktu itu, KATAKAN!!! Kau tahu?? AKU BENCI DI ACUHKAN SEPERTI INI!!!”

Tidak ada  jawaban apapun dari Prince Kyuhyun. Ia tetap tidak bergeming dan tetap berkutat dengan buku dihadapannya. Padahal, Princess Sunyeong tidak menyadari bahwa Prince Kyuhyun sebenarnya mendengarkan  semua ucapannya. sang Pangeran bahkan tidak bermaksud mengacuhkan sang putri seperti dugaannya. Ada satu alasan kenapa dirinya sengaja berbuat seperti ini.

“Dengar Kyu!! Kalau kau memang tidak mau lagi berbicara padaku atau bertemu denganku lagi, Baiklah, AKU TIDAK AKAN MENEMUI DAN MENGGANGGUMU LAGI!! Dan perlu kau tahu 1 hal, AKU BENCI PADAMU!! AKU BENAR-BENAR BENCI PADAMU, KYUHYUN SSI!!!!!!!”

TEK..

Wajah Prince Kyuhyun menoleh ke arah meja. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui cincin tunangan yang pernah ia sematkan dijari manis Princess Sunyeong sudah tergeletak di meja.

“Dengar, Kyu!! AKU TIDAK BUTUH INI LAGI!! Mulai detik ini, ANGGAP SAJA AKU BUKAN TUNANGANMU LAGI!!!”

Prince Kyuhyun langsung kembali menoleh saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Princess Sunyeong. Raut wajahnya begitu cemas mendengar penuturan sang putri. Namun sayangnya Prince Kyuhyun terlambat. Saat ia mencoba untuk meraih gadisnya, Princess Sunyeong sudah pergi terlebih dulu meninggalkan Prince Kyuhyun yang hanya mampu terdiam. Ia bahkan sempat melihat beberapa air mata yang turun di kedua pipi cantik Tunangannya. hal itu terang saja membuat hati Sang Pangeran kembali tercabik-cabik lagi. keadaan yang dirasanya mudah untuk ia selesaikan, kini semakin bertambah runyam. Tangan Pangeran tampan itu terlihat meremas cincin tunangan yang dipegangnya. Rahangnya pun juga mengeras, wajahnya begitu menyiratkan kesedihan yang luar biasa.  Terlihat sekali bahwa emosi serta kesesakan begitu menyelimutinya saat ini.

“Mianhe.. Jeongmal Mianhe.. Tapi bukan seperti ini yang aku inginkan..”

-TO BE CONTINUE-

19 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (PART 11)

  1. ckck ni pasangan knp se lg romantis2ny ko brantem lg?ah menyebalkan ktanya mau 2part lg end tp ko msh blm ada prkmbngan se?kpn mrka slg jth cinta?kpn donghae akn mdptkan cinta tunanganya?kpn yeppa ma aerin sm2?gmn nasib eunhyuk oppa?aigoo aku hrap ni berakhr bhagia u sma.n q hrap sharenya jgn lm2 y gomawo

  2. Ini ko udah part 11 masih tetap seperti ini?aku udah seneng setidaknya kyupa dan princess sunyeon ada perkembanga eh…malah jadi salah paham lg aigo…kapan yah mereka deket dan saling mencintai dan menerima dgn ikhlas pertunangan ini?mianhae untuk chapter ini feel kurang dapet.ditunggu lanjutannya yah gomawo…

  3. Eonniiiiii……. It’s me #ganti ID #plak
    did you know eonni?? Wiiiii scane donghae oppa dan hyemin romantis abissssssss xixixi
    scane nya kyuhyun sm sunyeong eonni jg romantis ta…pi…. Berujung bencana #aigo….
    Apa coba yg dilakukan kyuhyuuuuunnnnnnnnnnn #cekekkyuhyun
    #dibantaisparkyu
    kya… Senengnya eonni sdh kembali…
    Aku sempet kaget loh pas eonni ragu mau ngelanjutin atau enggak.
    #aku harap cm yg baik2 buat eonni. Aku cm gk mau eonni melakukan sesuatu dgn terpaksa. Klo eonni gk enjoy, jgn dilakuin yah eonni. Nanti eonni tertekan sendiri.
    Eonni ff mu semakin membuatku envy. Eonni tau kan artinya. Apalagi HAMPIIIIIIIIIRRRRRRRRRRR AJA, kyuhyun cium eonni sunyeong #pingsann
    okeh..okeh…
    10 jempol buat mu….
    Tengkyu

  4. DAEBAK eon, nyesek bngd baca’ny, obat manjur bikin galau ne, TRW dh mw end?? buat yg HapEnd ya eon,biar g galau trz,hehe

  5. Huwaaaaa….
    Ff mu daebak,,romantis bgt…
    Duuuuh koq gni2 aja siech hubungan mereka,,ending nya happy aja ya jangan sad…

    Oh ya ma’af ya aku jarang komen,,ON d’hp soal nya..
    Ma’af ya…

  6. waah , aku baru nemu blog ini . ff ini keren banget . apalagi yang jadi cast nya kesukaan aku semua di suju . lanjutkan karya-karya mu ya. ini bagus banget , walau kepanjangan sedikit tapi seru kok . oke , great ff .

  7. jeongmal mianhae,
    aku g’ sempet baca ff di blog ini .terakhir baca udah lupa kapan…
    mohon di maklumi, sayang udah ketingalan banyak sampai end-part baru baca……

    dan aku belum ninggalin jejak di part 10…hehe

    jadi tetep daebak ma author-nya
    and g’ ada kata next (udah end -kan)
    gomawo,,,,,

  8. Sunyeong siCh sok-sok menolak dikisseu ma Kyu, kan sakit hati tau gak sih.

    Sekarang nasibnya Yeye ma Aerin juga gak jelas.

  9. Haaaahhh smkin runyam aj.. Ayolah kyu mngalah sm sunyeong.. Krn sikap cuekmu sunyeong jd kyk gt to.. Huuuuuhhh..

  10. hyemin mulai luluh sm ikan nih😉 chukkae yaaa~

    aerin yesung yg sabaar yaa.. kasian bgt prince yeye sakit bgtu😦 king kangin ,kejem bgt sih lo.

    “Aku mungkin memang mudah menyukai banyak wanita. Tapi, aku bukan seorang Playboy yang bisa dengan mudahnya mencintai wanita”
    –>> cieeee eunhyuk gue udh dewasa ternyata *plakk*
    wkwkwkk tapi bener loh ini keren bgt sikap hyuk ooh my hero :*

    kyaaaaaa udah romantis begitu malah di tolak. andwaaeee!!! jeongmal kasian baby kyuu ;(
    gwenchanayo, it’s ok baby, i’m still here waiting for you, waiting for your hug. oohh *pingsan*
    queen gyuri so sweet bgt yak bkin labirin cinta begitu. jinjja~~ brarti siapa aja boleh nyoba kesana dong?? hehee *gandeng siwon “kajja oppa, kita kesana”
    hahaa tapi pas bgt nih gw baca sambil denger lagu baby don’t cry – exo. sedih nya krasaa pke bgt wkwkkk..

    oh ya aku punya bbrapa referensi lagu sad nih:
    *kyuhyun – (ost poseidon)
    *taeyeon – I love you (ost athena)
    *exo – baby don’t cry
    *SJ – storm
    *SJ – in my dream #miris mnguras hatii cooyy :3

  11. Aduh… Semakin rumit aje nih kisah Kyu sama Sungyeon.. Ckckck

    Cinta ngomong jujur aje buu.. Jgn dipendam. Yg ada mlh sakit hati. ::3

    Donge-ya.. Ayo semangat. Buat Hyemin mencintaimu.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s