IF I LOVE YOU MORE I’LL KILL YOU ( Chapter 5)


HYENA POV
“Maaf..kau sudah menunggu lama nona…”
“Panggil saja aku Hyena..aku lebih muda darimu …”
“Panggil aku Eunhyuk saja…bagaimana dia sekarang??” seseorang bernama Hyukkie yg kutelepon ini datang untuk menjemput oppa.
“Dia….” Aku menoleh padanya yg masih saja melamun.
“Dia menangis saat melihatku dan…menyebut nama MinRi….aku kasihan sekali padanya, dia seperti anak kecil yg kehilangan mainanya, sangat sedih..apa yg terjadi?? Donghae oppa kenapa?? Tadi dia marah-marah dan sekarang dia begitu..”
Sahabatnya itu pindah duduk di sebelah Donghae oppa dan hendak menggendongnya pulang.
“Donghae-ah..jibe kallae kajja..hm?? kita akan segera sampai rumah donghae-ah…” ia menggendong Donghae oppa di punggungnya sementara pertanyaanku masih belum dijawab.
“Hyukkie-ssi..kau belum menjawab pertanyaanku…” aku mencegahnya pergi dan Donghae sudah ada di punggungnya
“Kau…datanglah besok ke rumahnya, dan kau akan tahu nona Hyena..kami pergi dulu…” mereka meninggalkanku dan pulang jalan kaki.
AUTHOR POV
            Donghae-ah..bangunlah…kau menyebut nama yeoja itu lagi,,kau pasti merindukanya kan?? Dia sudah tak ada di sini…dia bersama orang lain yg lebih pantas,,,donghae-ah jangan begini aku sangat mencemaskanmu kau tahu?? Sembuhlah donghae sembuhlah….” Sepanjang jalan Nyuk menggendong temanya yg sangat kasihan ini.
            Lee donghae mengalami gangguan jiwa saat berumur 19 tahun karena ia disakiti seorang yeoja. Yeoja ini bernama MinRi mereka sudah berpacaran selama 2 tahun dan entah dengan alasan tak jelas ia memutuskan Donghae lalu pergi dengan namja lain. Donghae yg sudah terlalu mencintainya terpuruk sampai sekarang. Sakitnya ini tidak cukup parah sampai ia harus dibawa ke RSJ, sakitnya ini hanya bila kambuh saja sementara Donghae masih bisa menjadi normal.
“Donghae..jangan tinggalkan aku…bagaimana kalau kau pergi?? Bagaimana dengan nama EunHae couple yg sudah kita buat?? Kajima Donghae…kajima” Hyukkie berkaca-kaca sambil menyusuri jalan pulang menuju rumah Donghae dan yg digendong sudah tertidur.
HYENA POV
            Yah, beberapa hari yg lalu aku benar-benar mengalami hari yg sangat melelahkan dengan Ahjussi maupun donghae oppa. Sekarang aku akan pergi ke rumah Donghae oppa seperti yg disuruh Hyukki itu.
“Anyyeong haseyo..jonen Hyena imnda Donghae Oppa cinghueyo.”
“Aku ingat padamu nona, masuklah.”
Kami berdua aku dan eommanya menuju kamar Oppa. Ibunya ramah sekali padaku, aku jadi merindukan eommaku yg sedang ke luar negeri.
“Hyukkie-ah…teman Donghae datang..” hyukkie ternyata menginap di rumah Donghae demi sahabatnya,kereeen…..
“oh, kau yeoja  yg waktu itu kan?? Kemari masuklah Donghae sedang main PS..” ia merapikan kamar Donghae. Aku masuk dan sudah tak asing lagi pada kamar ini.
“Ya!!!!HYUKKI!!! KAU MAIN CURANG!KENAPA AKU BISA KALAH MAIN DENGANMU??? KAU PASTI MERUSAK STICK PSKU KAN?????” terdengar teriakan oppa dari dalam. Aku rindu oppa yg dulu sering menggondaku itu.
“Oppa…..aku datang…Aku..Hyena….” aku duduk di belakangnya yg sedang marah-marah dan membanting stick PSnya.
“Bukan aku yg merusak stickmu hanya kau saja yg bodoh tak bisa mengalahkanku Lee Donghae,”hyukkie menggodanya sambil merapikan meja belajar Donghae.
Saat akan membalas kata-kata Hyukkie dia menoleh kebelakang dan baru menyadari keberadaanku.
“Hyena?? Ya…kau di sini?? Kapan datang??”ia mengacuhkan sticknya yg tadi ia kira rusak dan sangat senang saat aku datang.
“Baru saja…tapi oppa malah mengacuhkan aku dan asyik Main PS itu….”
“Sudah jangan hiraukan PS itu lagi, Hyukkie curang jadi aku tidak mau main lagi…huh..” dia mendelik kesal pada Hyukkie yg malah tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
“Aku yg mengundang dia kesini, jadi dia tamuku..jangan dekat-dekat pada tamuku ya kau Lee Donghae….” Ia menghalangi tubuhku protektif.
“Lee Hyuk Jae!!!!”ia mendelik pada sahabatnya, Donghae oppa benar-benar membuatku tersentuh kali ini.
“Nado arrayo…pergilah bermain,hm?? Hyena ssi kuserahkan Donghae padamu ya?? Have fun..nice weather..hehehe”
“Dasar sok bule!!!!!!”ia melemparkan bantal ke hyukkie.
Hanya ada kami berdua sekarang, kupusatkan kepalaku dan hanya akan ada Donghae oppa hari ini. Aku memandanginya yg sedang merapikan PSnya saat setelah selesai bermain.
“Oppa….” Kupanggil ia lembut.
“hm?? Ia menggandeng tanganku takut aku meninggalkanya.
“Chemikesso?? Kau senang?? Hari ini aku hanya ada untuk oppa, aku akan bersama Oppa seharian ini, jadi…aku akan mengikuti kemanapun oppa pergi,ottae?? Setuju??” aku menatap matanya dan aku merasa ia sangat innocent. Di dalam pikiranya pastilah tak ada hal buruk. Hidupnya pasti damai karena banyak sekali yg menyayanginya ada Hyukkie, eomma, appa, dan aku….
“Ada ikaaaaan…..”ia berjongkok di depan kolam ikan sangat senang. “kau tahu aku dulu sering kemari bersama teman-temanku dan MinRi tentunya. Tapi mereka semua sudah melupakan aku dan mereka menjalani hidupnya masing-masing aku…tidak punya teman….” Ia menunduk mengamati ikan-ikan kesukaanya dan ekspresinya seakan mengenang masa lalu.
“aku temanmu oppa….aku temanmu, Kim Hyena…jangan pernah bilang kalau kau tak punya teman..sangat mudah mencari musuh daripada mencari teman sebaik aku..hehehehe.”aku lebih menyanyangi oppa sekarang karena melihat hidupnya yg sebenarnya, kuusap pundaknya lembut.
“Ehm…kau benar, ayo kita jalan lagi…” dia tersenyum dan menggandeng tanganku lebih erat lagi. Aku sayang pada Donghae oppa yg tak punya catatan criminal ataupun yg suka mencuri uang orang lain. Aku sayang Donghae oppa yg selalu tersenyum dan tak pernah sekalipun melotot padaku, aku suka Donghae oppa  apa adanya…tapi Ahjussi itu masih saja tetap di sini…..di hati, ia menempatkan dirinya terlalu dalam.
            Sore sudah datang dan mataharinya sudah tenggelam. Waktunya aku dan Donghae oppa berpisah. Tapi saat aku tak nersama Donghae oppa, pasti jantungku serasa berdetak tak karuan…karena ingat ahjussi itu..
Tapi aku masih saja tak mau bertemu dengan Siwon ahjussi itu, kenapa otakku begini??? Kenapa aku tidak bisa dengan mudah dan menerimanya lalu kami menjadi sepasang kekasih saja?? Kenapa aku membuat ini terlalu sulit?? Apa masalahku sebenarnya??
            Donghae oppa, dia saja yg begitu ingin menjalani dunia ini dengan orang yg ia cintai harus berusaha mati-matian tapi aku?? Akulah manusia paling tidak bersyukur di dunia ini, akulah yg menyakiti hati banyak orang dengan segala ulahku. Aku dalam perjalanan pulang sekarang, sambil menyusuri jalan ini aku memikirkan banyak hal sekaligus dan aku bisa sedikit meringankan kerja hati dan otakku. Oh ya…sampai di rumah aku ingin sekali makan malam bersama Oppaku rasanya sudah lamaaa sekali tak berbincang denganya karena masalah kami masing-masing, Kang In oppa yg galak tapi aku tetap sayang padanya.
“Oppa???? Hyena-eh watda….aku pulang oppa….Oppa!!!!! Oppa odieya???” aku melepas sepatu dan berlari ke dalam. Perutku sangat lapar semoga saja Oppa masak makan malam hari ini karena aku rindu masakanya.
”Oppa yogiesso!!! Di dapur…..kemarilah!!!”
“Oppa masak apa?? Oppa bisa membaca pikiran ya?? Baru saja aku berharap oppa yg masak hari ini dan oppa benar-benar memasak,wah…harum ya..”
“Ini makanan kesukaanmu kan?? Oppa rindu padamu adikku yg cantik…maaf ya, akhir-akhir ini Oppa banyak urusan sampai melupakanmu…aaaa”ia menyuapkan pancake nya yg baru saja selesai digoreng.
“hm….yah, memangnya Cuma Oppa yg punya urusan?? Na do…aku juga, nyontek PR, buat contekan pas ulangan, hm….oh ya nonton, makan, dan masiiiih banyak lagi,,,tapi Oppa kumaafkan” aku berlagak bos di depanya.
“Hahahahahaha…..” aku tertawa gembira bisa mempermainkan Oppaku.
“Kau ini…sudah sana cepat ambil piring kita segera makan…dan kamu yg..”
“Oppa……” aku memeluknya dari belakang.
“Oppa….susah sekali jadi anak SMA, harus dipusingkan dengan masalah sepele, dan sibuk dengan kegiatan tak berguna. Kami kira kami sudah dewasa tapi kenyataanya semua yg kami lakukan hanyalah disebut sebagai kenakalan anak SMA saja. Aku tidak mau begini, aku mau keputusanku dianggap benar oleh orang lain..aku ingin kami anak SMA bisa mulai menata hidup kami…” aku memeluknya erat. Aku menemukan 1 alasan sekarang kenapa aku tak bisa menerima ahjussi yaitu Oppa ku, apa dia akan suka pada Ahjussi?? Oppaku apakah setuju dengan keputusanku?? Apa aku sudah benar mengambil keputusan?? Dasar aku ini ababil.
“Hm….kau sedang sedih?? Ada masalah??? Hm?? Aku juga pernah mengalami seperti itu, tapi itu memang kenyataanya bahwa anak SMA masih harus dibantu oleh orang dewasa untuk mengambil keputusan..sudahlah ayo kita makan saja sekarang..Oppa sudah lapar.”
            Selesai makan aku yg memang anak iseng menahan Kang In oppa dan memintanya berfoto. “OPPA!!!! AYO KITA FOTO!!!” Teriakku heboh padahal dia ada di sebelahku. Oppa tersenyum tapi juga heran kenapa tiba-tiba aku memintanya berfoto berdua. Karena kami tidak pernah melakukan hal begini kami jadi bingung pose apa yg akan dilakukan. Pose v?? Itu membosankan, tersenyum?? Mencubit Oppa?? Hah dia akan menendangku kalau kulakukan itu. Baiklah aku kan memeluk Oppa untuk foto special kali ini,”CHESEE…”
CHOI SIWON POV
            Aku mengirim SMS padanya hari ini ingin bertemu, sudah 1 Minggu aku tak melihatnya dan sebagai namja normal yg mencintainya aku rindu padanya. Kukirim tak hanya sekali tapi juga 20 kali atau mungkin lebih karena aku ingin menggodanya,hahaha. Aku ingin dia datang nanti dan langsung marah-marah padaku atau bahkan ia menamparku karena dengan begitu artinya dia sudah normal lagi, kan??
1 jam….
2 jam…
3 jam….
            Udara semakin dingin dan anginya semakin kencang berusaha meniup topiku. Kami janjian di sini jam 7 sore tapi sudah 3 jam aku menunggu dia tak kunjung datang. Apa efek sms ku yg banyak itu adalah dia tak jadi datang?? Tapi aku merindukanya….
“Apa aku harus kerumahnya??  Tapi…yah kutunggu lagi sajalah..” aku mengusap-usapkan kedua tanganku dan menempelkanya agar pipiku tak membeku.
            Setelah tambahan menunggu dia 1 jam akhirnya dia menepati janjinya menemuiku. Dari kejauhan suara langkah sepatunya yg tidak punya hak itu sudah terdengar sampai ke telingaku dalam jarak 10 meter. Aku mendongakkan kepalaku dan itu dia….aku senaaang sekali dan tersenyum padanya. Kami menuju pinggir danau yg ada di taman ini. Walaupun dia hanya diam tapi aku tetap senang dan sepanjang perjalanan aku menatap wajahnya dari samping. Agak lama kami bersama tapi dia tidak memulai pembicaraan sama sekali. Kami hanya memandang danau dan tertiup angin kedinginan.
“Bagaimana, kau sudah punya jawaban untukku???” kuambil kerikil dan kulemparkan ke danau untuk sekedar membunuh waktu saja.
“Tapi….”aku berhenti dan menghadapkan wajahnya padaku.
“Apapun jawabanmu, kau tetap milikku.. nobody else can hold you except me, I am fully yours, bahkan kematian juga tak bisa memisahkan kita Hyena..itulah aturan permainanku..”aku menggengam lenganya kuat dan menatapnya. Ia mendongak dan menatapku seakan bilang kalau aku sudah gila. Lalu ia menunduk lagi dan diam, belum ada satupun kata yg ia ucapkan. Kami masih diam lama sekali, ia menatap danau dan seperti melamunkan sesuatu.
“Kenapa kau diam saja jagiya??” matanya masih saja kosong, tanganya yg lemas menurut saja saat aku memegangnya tadi. Tubuhnya dingin diterpa angin malam dan poninya juga menjadi berantakan, kurapikan rambutnya dan memakaikan syalku padanya agar tak kedinginan.
“Apa kau bodoh?? Kenapa tidak memakai syal??”
Dia masih diam menunduk…kuhadapkan wajahnya ke wajahku dan aku mencium bibirnya lembut. Dia tak memberontak sedikitpun tapi hanya menurut saja pada apa yg kulakukan. Saat aku menciumnya air matanya mengalir deras dan dia menutup matanya.
“Hyena-ah..aku tidak ingin berbuat jahat padamu jadi bicaralah sesuatu kau membuatku khawatir..” kuusap pipinya yg juga dingin.
“Hyena???” kupanggil lagi dia.
“Hyena-ah….”
            Dia berbalik pergi dan berjalan. Aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi, dia berjalan pelan sekali seperti orang bingung dia akan berbelok kemanapun yg dia suka. Kanan atau kiri tak ia perdulikan. Kuikuti saja dia dari belakang sambil mengawasinya. Tapi langkahnya makin berat karena mukanya pucat sekali seperti dia hampir pingsan. Aku tak berani di sampingnya karena malah akan memperburuk keadaan pastinya.
“Hyena-ah…aku mencintaimu dengan dirimu apa adanya…aku rela mengulang hidupku yg sulit dulu asal ada dirimu di dalamnya. Hyena aku sudah berjanji pada Tuhan untuk menjagamu…apa jadinya bila aku ingkar janji?? Aku rela berlutut pada orang demi uang 10 ribu won bila kau sakit nanti, aku rela bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi untukmu…Hyena-ah…noel saranghae…” batinku dan aku tersenyum membayangkan bila itu benar-benar terjadi.
“Hyena-ah…aku mohon beri jawaban ya padaku..hm??” aku berkata pelan padanya.
Saat itu juga dia langsung berhenti berjalan tapi tak menoleh padaku, dia membelakangiku.
“NGUING….NGUING…NGUING……”suara berisik itu memenuhi jalanan sepi ini.
“NGUING….NGUING….NGUING…..”suara itu makin dekat dengan kami. Aku menoleh karena penasaran ada apa. Begitu tahu apa yg sebenarnya terjadi, mataku membelalak tak ingin mempercayai apa yg kulihat..
POLISI…
“Hyena-ah…” aku menatap punggunya masih tak percaya.
“BERHENTI DI TEMPAT!! KAMI MENDAPAT LAPORAN BAHWA ANDA ADALAH TERSANGKA PENGGELAPAN UANG DARI PERUSAHAAN TUAN LEE SOO MAN!!”
“Hyena-ah….” Aku menangis tertahan dan mencoba meraih punggungnya. Sebegitu hinanyakah aku di matanya?? Dia melaporkan ku ke polisi?? jadi ini jawaban yg ia berikan?? Jadi ini alasan wajahnya pucat tadi..dia ingin menyingkirkanku dari pandanganya.
“Hyena-ah….” Ku berjalan 1 langkah ingin meraih punggungnya dan menatap wajahnya.
“JANGAN BERGERAK ATAU KAMI TERPAKSA MENGGUNAKAN CARA KEKERASAN!!” suara polisi itu nyaring.
“Hyena-ah…jebal…” air mataku jatuh kecewa padanya dan sakit hati.

Hyena murid SMA yg ada di depanku ini telah mencampakkanku dan membuangku ke jurang terdalam. Kenapa seorang yeoja seperti dia bisa membuatku terpuruk begini?? Dimana harga diriku???

TBC^^

2 thoughts on “IF I LOVE YOU MORE I’LL KILL YOU ( Chapter 5)

  1. mwo!!! aku kaget pas baca donghae oppa kena gangguan jiwa kasian donghae oppa ditinggal minri eonni
    min aku ga ngerti karna baru baca ni ff terus langsung part 5 lagi jadi makin ga ngerti
    tapi aku angkat jempol deh ffnya bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s