THE ROYAL WEDDINGS (Part 10)

Annyeong… balik lagi sama FF Royal Weddings ^^ seperti biasa, admin mau minta maaf krn terlalu ngaret ngepost lanjutan FF ini. Mudah-mudahan readers semua juga pada belum lupa ya sama ceritanya.🙂

LE SILLA KINGDOM

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

Buat supaya ceritanya bisa tambah ‘menyentuh’, untuk adegannya Sunyeong-Kyuhyun bacanya sambil dengerin lagu BLUE – IF U COMEBACK . Untuk scenenya Yesung-Aerin-Eunhyuk, bacanya sambil  dengerin lagu WESTLIFE – MY LOVE & NSYNC – THIS I PROMISE U yaaa. Dan untuk Scene nya Hyemin-Donghae sambil dengerin lagu NORTH – GLORY OF LOVE. Jangan lupa yaaa!! ^^

Kalo gtu, HAPPY READING.. Gomawo

****************************************

CERITA SEBELUMNYA

“Kau tahu Hyemin-ah.. aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan melakukan apapun asal kau mau tersenyum untukku.” Ucap Prince Donghae mengajak bicara Princess Hyemin yang sedang berpura-pura tertidur.

Sebelum beranjak pergi, Prince Donghae secara perlahan-lahan mendekatkan dirinya ke tubuh Princess Hyemin. Hingga saat wajahnya berada hanya beberapa senti dari wajah gadis itu, Prince Donghae pun mengecup kening tunangannya begitu lembut dan pelan. Princess Hyemin yang saat itu sedang berpura-pura terlelap terang saja terkejut dengan apa yang dirasakannya.

“Jaljayo..”

Itulah kalimat terakhir yang didengar Princess Hyemin dari Prince Donghae sebelum pangeran tampan itu keluar dari kamarnya. Saat pintu kamar Princess Hyemin tertutup, ia membuka matanya perlahan-lahan. Ia kembali mengingat semua ucapan Prince Donghae tadi serta kecupan yang diberikan Pangeran itu padanya. Princess Hyemin terdiam. Ada sebuah rasa yang begitu berkecamuk didalam hatinya. Perasaan bersalah, menyesal karena telah mengacuhkan pria itu, serta perasaan tidak terima karena pria itu bertindak seenaknya. Princess Hyemin tidak tahu apa yang harus ia lakukan esok hari saat bertemu Prince Donghae. Dalam hatinya, ia bertekad untuk mencoba.. bukan mencoba untuk mencintainya atau menerimanya. Melainkan ia akan mencoba untuk memberikan sebuah senyuman untuk pria yang menurutnya sudah begitu baik terhadapnya

*********************

KEESOKAN HARINYA – LE SILLA KINGDOM

Suasana meriah begitu terasa di Istana Le Silla. Seperti beberapa waktu sebelumnya, hari ini merupakan hari istimewa bagi seluruh keluarga kerajaan Le Silla, karena hari ini adalah hari pertunangan putri tengah Kerajaan dengan Putra mahkota dari kerajaan Everest. Pertunangan yang sebenarnya tidak diharapkan oleh kedua mempelai kerajaan sama seperti pertunangan-pertunangan sebelumnya.

Malam yang semakin larut pun membuat aula istana kerajaan hampir penuh. Tamu-tamu sudah banyak yang mulai berdatangan. Musik-musik classic kerajaan pun sudah mengalun indah menemani para tamu undangan yang saat ini masih menunggu sang putri yang masih terdiam di dalam kamarnya.

Dua orang gadis terlihat sedang berjalan kearah sebuah kamar. Dan begitu mereka tiba, dibukanya pintu kamar tersebut dan dilihatnya seorang gadis tengah duduk terdiam didepan kaca meja riasnya yang begitu besar. Mereka berdua masuk. Dihampirinya gadis yang sedang menangis itu.

“Aerin Eonnie..” ucap si gadis bungsu duduk disamping gadis yang adalah Princess Aerin. Ia terlihat memeluk kakaknya yang sedang menangis itu dari samping sambil meletakkan kepalanya dipundak sang Putri.

Princess Aerin tidak menoleh. Ia terus terpaku menatap kaca yang berada didepannya. Si sulung, Princess Sunyeong pun turun tangan. Ia memeluk tubuh Princess Aerin dari belakang, mengusap tubuh Princess Aerin memberinya sedikit ketenangan.

“Aku benci, eonnie!! Aku benci sama diriku sendiri!! Aku benci sama Appa!! Aku benci jadi seorang putri!!” Ucap Princess Aerin masih disela tangisnya.

“Sshh..Aerin, jangan bicara seperti itu! aku tahu apa yang kau rasakan. Ulljima..” Ucap Princess Sunyeong yang juga bingung harus berkata apa.

Hampir selama beberapa menit mereka bertiga berdiam diri di kamar Princess Aerin. Mereka menangis bersama, meratapi nasib mereka yang harus mengikuti semua aturan kerajaan yang mengharuskan mereka untuk tidak bisa memilih pasangan hidup mereka kelak. Selama beberapa menit pula, baik Princess Sunyeong dan Princess Hyemin berusaha dengan sekuat tenaga agar Princess Aerin tidak lagi menangis supaya tidak menimbulkan kecurigaan saat ia keluar nanti.

TOK..TOK..TOK

Princess Hyemin mengambil inisiatif untuk membuka pintu. Dan gadis itu cukup terkejut saat didapatinya 3 orang pria sudah berdiri didepan kamar Princess Aerin.

“Kalian..” Ucap Princess Hyemin terlihat kurang senang dengan kedatangan ketiga pria itu.

Princess Sunyeong menoleh. Raut wajah yang sama juga ia tujukan saat mengetahui bahwa ketiga pria yang selalu membuatnya kesal sudah berdiri didepan pintu. Sebelum bergegas pergi, tak lupa Princess Sunyeong membantu Princess Aerin membetulkan sejenak riasannya yang luntur akibat air mata tadi.

“Mau apa kalian kemari??” Tanya Princess Sunyeong pada tiga orang pria di depannya saat ia sudah tiba didepan pintu kamar Princess Aerin.

“Hyemin, kita turun..” Ucap seorang pria sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Princess Hyemin.

“Sunyeong-ah, kajja. Acaranya sudah mau dimulai. Lagipula, biarkan Appa mu bicara pada Aerin sebentar.” Ucap Pria yang berada di tengah. Princess Sunyeong dan Princess Hyemin saling menatap satu sama lain. Mereka terlihat ragu untuk mengambil tangan para tunangan mereka, Prince Donghae dan Prince Kyuhyun.

“Kalau Appa sampai berani membuat Aerin menangis lagi, akan aku pastikan Appa akan mempunyai tiga musuh sekaligus!” ucap Princess Sunyeong menatap ayahnya, King Leeteuk ketus.

Setelah berkata demikian, entah secara sadar atau tidak, Princess Sunyeong terlebih dahulu mengambil tangan Prince Kyuhyun dan segera keluar dari kamar Princess Aerin diikuti pasangan Prince Donghae dan Princess Hyemin. Mereka berempat tampak bergandengan berjalan menuju ke aula istana, tempat berlangsungnya acara pertunangan.

Kini tinggalah King Leeteuk yang tengah berdiri mencoba untuk masuk ke dalam kamar Putri kesayangannya. Ia tampak ragu-ragu. Mengingat ancaman putri sulungnya tadi, membuat King Leeteuk begitu berhati-hati melangkah masuk mendekati Princess Aerin yang sudah berdiri untuk bersiap-siap turun ke bawah.

“Aerin-ah..” Panggilan King Leeteuk membuat kegiatan Princess Aerin terhenti. Ia memilih untuk menatap ke arah pintu kamarnya yang terbuka dibandingkan menatap ayahnya yang saat ini sudah berada disampingnya.

“Mianhe.. Maafkan Appa..”

Princess Aerin tidak mendengar. Atau, lebih tepatnya berpura-pura untuk tidak mendengar semua ucapan King Leeteuk barusan. Ia bahkan enggan untuk menoleh, atau bahkan hanya untuk menanggapi permintaan maaf dari ayahnya. Rasa kecewanya yang begitu besar pada ayahnya telah membuat hati Putri yang terkenal paling lembut itu membeku.

Tanpa ada pembicaraan apapun, Princess Aerin segera melangkah pergi meninggalkan King Leeteuk yang masih berada didalam kamarnya. Perasaan menyesal, bersalah, sedih kembali meliputi hati Raja tampan itu. Ia sendiri bingung. Ia bahkan merasa begitu bodoh karena sebagai orang tua ia justru membuat kecewa ketiga buah hatinya. Ingin sekali rasanya King Leeteuk memeluk Princess Aerin, membiarkan gadis kecilnya itu menangis dipelukannya, mengeluarkan semua kekecewaannya terhadap dirinya. jika diberi kesempatan pun, King Leeteuk bahkan rela jika Princess Aerin memakinya, atau bahkan memukulnya, asal King Leeteuk tidak lagi melihat air mata putrinya itu turun seperti barusan.

“Yeobo…” King Leeteuk terlihat sedikit terkejut. Dihapusnya cepat-cepat air matanya yang menetes saat melihat permaisurinya, Queen Sungchan datang menghampirinya.

“Yeobo, wae kudae?? Kenapa kau menangis??” tanya Sang Permaisuri memperhatikan jejak-jejak air mata dimata Suaminya.

King Leeteuk terlihat berjalan pelan menjauhi Queen Sungchan. Dengan langkah yang gontai, ia terlihat berjalan mendekati beberapa foto Princess Aerin yang terletak di meja samping ranjangnya. Tiga buah foto yang terdiri dari foto Princess Aerin sendiri, Foto Princess Aerin dengan Princess Sunyeong dan Princess Hyemin, serta Foto keluarga kerajaan mereka. King Leeteuk rasanya lebih tertarik mengambil foto dimana ketiga putri cantiknya sedang tersenyum bersama.

“Aku telah menyakiti mereka lagi..” Ucap King Leeteuk gamang. Ia terlihat sendu menatap pigura foto ketiga putri kesayangannya.

“Aku.. Aku sudah berusaha untuk menjadi seorang ayah yang baik untuk mereka. Aku bahkan rela melakukan apapun asal mereka tetap mencintaiku, asal mereka tetap tersenyum padaku. Tapi.. tapi kenapa aku tidak bisa mengalah pada anakku sendiri?? kenapa aku tidak bisa membiarkan Aerin bersama Yesung?? Kenapa aku tidak bisa menerima itu semua, yeobo??”

Tangis King Leeteuk pecah. Ia bahkan terus memegangi dadanya yang sesak karena memikirkan perasaan ketiga putrinya dan juga perasaan kecewanya di masa lalu. Menyadari hal itu, Queen Sungchan pun menghampiri suaminya. Dipeluk dan dirangkulnya sang suami untuk memberikannya sedikit ketenangan.

“Ne.. Aku tahu kau memang sulit mengambil keputusan ini. Aku juga tahu bagaimana perasaanmu terhadap putri-putrimu. Tapi, bisakah untuk kali ini kau buang gengsi dan kau acuhkan perasaanmu?? Aku tahu mungkin ini berat. Tapi, biar bagaimanapun Aerin memiliki kebahagiaannya sendiri. Ia memiliki pilihannya sendiri..” Ucap Queen Sungchan berusaha memberikan pengertiannya pada Sang Suami.

“Aku tidak bisa.. Aku tidak bisa, Yeobo… Aku benci dengan Kangin! Aku bahkan tidak ingin salah satu putriku menikah dengan keturunannya! Tapi kenapa?? Kenapa justru putriku dan keturunanya yang harus saling mencintai?!”

Queen Sungchan melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah King Leeteuk sambil diusapnya air mata yang terus mengalir di kedua pipinya.

“Kau tahu? Kau itu egois! Kau hanya memikirkan perasaanmu dan sikap gengsimu semata. Kau tidak pernah mau mencoba untuk melihat Yesung sebagai pribadinya sendiri. Kau membenci Yesung karena kau melihat bayang-bayang Kangin di belakangnya.”

“Lalu, aku harus bagaimana?? Setelah Sunyeong dan Hyemin semakin menjauh dariku, aku tidak ingin Aerin juga ikut menjauh seperti mereka. Aku tidak sanggup menghadapi itu..” Tatapan King Leeteuk terlihat begitu sendu. Ia seakan membenarkan semua ucapan istrinya barusan.

“Dengar Yeobo.. Suatu hal yang terjadi memang sering kali tidak kita sukai. Tapi kau harus tahu, mungkin dibalik hal yang kita benci itu tersimpan satu tujuan yang nantinya akan membawa kebaikan untuk kita sendiri. Arrayo?!”

King leeteuk mencoba mencerna semua ucapan istrinya barusan. Ia tidak tahu harus kah ia mempercayai kalimat-kalimat tersebut atau tidak. Yang jelas, bagi Sang Raja, ia tidak peduli akan kebaikan apa yang akan terjadi jika ia merestui hubungan putri tengahnya dengan putra sulung Kerajaan Madison. Yang ia pedulikan hanyalah ego dan gengsinya yang semakin membesar dan tidak terkalahkan. Ia bahkan dengan percaya diri bisa membuat putrinya bahagia dengan jalannya sendiri. Itulah yang ia yakini saat ini

****

Pesta pertunangan Princess Aerin dan Prince Hyukjae dari kerajaan Everest pun hampir saja dimulai. Sang Pangeran dan Sang putri tampak sedang berjalan berdampingan menuju ke tempat dimana King and Queen Le Silla serta King and Queen Everest berdiri. Tautan tangan Princess Aerin yang mengikat di lengan kanan Prince Hyukjae seakan sebuah sandiwara yang harus kedua mempelai itu mainkan agar tidak ada salah satu tamu undangan yang curiga bahwa sebenarnya tidak pernah ada cinta didalam hati keduanya.

Begitu tiba didepan kedua Raja dan Ratu, MC kerajaan pun mengumumkan dan menyuruh Prince Hyukjae memakaikan cincin bermata kristal putih ke jari manis Princess Aerin didepan kedua orang tua mereka sebagai saksi dari terjalinnya satu hubungan baru antar kedua Kerajaan tersebut. Tidak ada senyuman di wajah Princess Aerin saat Prince Hyukjae menyematkan cincin di jari manisnya. Begitu juga dengan Prince Hyukjae yang bisa dengan hebatnya hanya memasang poker face selama acara berlangsung. Tidak ada yang tahu apa yang ada di benak keduanya. Hanya beberapa orang saja yang tahu keadaan sebenarnya yang terjadi selama acara pertunangan ini berlangsung.

Hati Princess Aerin menjerit. Hatinya menangis dengan sangat keras ketika tahu bahwa kenyataan membuatnya harus kehilangan orang yang begitu disayanginya. Ia bahkan tidak bisa melepaskan bayang-bayang pria yang sampai saat ini masih bertahta di hatinya. Saat jari manisnya disematkan cincin pengikatpun, hatinya seakan ingin memberontak bebas. Indahnya cincin yang melingkar dijari manisnya baginya tidak sebanding dengan indahnya pertunangan yang sudah diimpi-impikannya selama ini. Bukan Pangeran tampan yang berada didepannya saat ini yang ia inginkan untuk  menjadi pendamping hidupnya kelak. Bukan juga pria dihadapannya inilah yang ia harapkan untuk menyematkan cincin indah di jari manisnya sebagai pengikat hati dan dirinya kelak. Melainkan hanya pria itu.. Pria terbaik yang sudah mencuri sebagian hati serta hidup  Princess Aerin selama beberapa waktu ini.

****

MADISON KINGDOM

PRAANGGGG…

Dua orang pria yang sedang duduk berbincang di  ruang keluarga kerajaan Madison menoleh terkejut  saat mendengar suara benda pecah dari sebuah kamar yang berada tidak jauh dari tempat  mereka berdua duduk. Dengan rasa cemas, mereka berdua segera bergegas datang menghampiri kamar tersebut dan mencoba mengetuk pintu kamar itu, menyuruh si  pemiliknya keluar dari sana.

“Jeremy…Jeremy, are you Okay?? Hey!!! OPEN THE DOOR PLIS!!” teriak si Pria yang merupakan Pangeran kerajaan Madison yang tengah.

Tidak ada jawaban dari sana. Namun sang pangeran tidak ingin menyerah. ia mencoba untuk membuka pintu kamar tempat Pangeran Sulung kerajaan Madison berada.

“Let me try it, Nathan..” Ucap Si Pangeran bungsu gantian saat melihat Prince nathan,  si Pangeran tengah terus menerus mengetuk pintu.

TOK…TOK…TOK..

“Hey Jeremy.. It’s me, Bryan! Plis Open the door!” Ucap Prince Bryan mencoba mengetuk pintu kamar Prince Jeremy. Namun sayang, hasil yang sama juga ia dapatkan. Prince Jeremy tidak bergeming dan tidak membuka pintu kamarnya sama sekali.

TOK..TOK..TOK

Selama beberapa kali kedua pangeran kerajaan Madison terus mencoba untuk membuka pintu kamar Prince Jeremy yang sudah hampir 2 hari ini mengurung diri dikamar semenjak perpisahannya dengan Princess Ivana. Sudah sering kali Prince Nathan dan Prince Bryan mencoba untuk menghibur Prince Jeremy dari keterpurukannya. Namun sayang, semua usaha yang dilakukan  oleh kedua Pangeran itu tidak berhasil. Prince Jeremy tidak lagi ceria seperti biasanya, sikapnya dua hari ini sangat mudah sekali meledak, ia selalu melamun, dan puncaknya adalah hari ini. Hari dimana pertunangan antara Princess Ivana dan  Prince Spencer dari kerajaan Everest berlangsung. Hampir sepanjang hari ini Prince Jeremy tidak keluar kamar sama sekali. Ia lebih memilih menghabiskan waktunya di dalam kamar. Hal itu terang saja membuat Ibunya, Queen Beatrix panik dan khawatir. Ditambah lagi sudah beberapa kali ini terdengar suara hantaman benda keras, barang-barang yang pecah, serta teriakan serta isak tangis yang muncul dari dalam kamar Prince  Jeremy. Hal ini tentu saja semakin membuat kedua adiknya serta ibunya semakin cemas.

“nathan, Bryan, what happen??” tanya Queen Beatrix cemas sambil berjalan menghampiri  kedua putranya yang sedang berdiri didepan kamar Prince Jeremy. Ia juga ternyata mendengar suara barang pecah yang disebabkan oleh putra Sulungnya.

“Haaahh… I don’t know Mom. Sepertinya Jeremy semakin memburuk..” ucap Prince Nathan.

“Oh God… Ini bahkan sudah hari kedua dia seperti ini! Tell me Prince, What happened?? Jangan sembunyikan apapun dari Mommy!” tanya Queen Beatrix pada kedua putranya.

Prince Nathan terlihat menatap Prince Bryan sejenak seolah meminta persetujuan darinya untuk menceritakan kejadian sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Prince Jeremy. Karena hanya mereka berdualah yang tahu semua alasan Prince Jeremy seperti ini.

“Hmm.. It’s all because of Ivana, mom. Jeremy broke up with her..” Ucap Prince Nathan akhirnya. Queen Beatrix cukup terkejut dengan alasan yang diutarakan Putranya barusan.

“Broke Up?? Hanya karena masalah perempuan ia jadi seperti ini?! why he so Stupid like this??” Queen Beatrix seakan meremehkan alasan dibalik keterpurukan putra sulungnya beberapa hari ini. Ia bahkan sama sekali tidak memahami kejadian yang sebenarnya.

“Mom, what do u mean? Why did your reaction like that?? You don’t even know what happen with them! Mereka berpisah semua karena daddy!! Keterpurukan Jeremy sekarang ini juga secara langsung karena sikap  egois Daddy dan juga King Dennis, You Know?!!” Ucap Prince Nathan sedikit ketus saat mengetahui reaksi Ibunya tadi.

Queen Beatrix yang mendengar  ucapan kemarahan putranya terdiam selama beberapa saat. Ia awalnya memang tidak mengetahui bahwa dalam hal ini ia dan suaminya ikut bertanggung jawab  karena membuat Prince Jeremy terpukul. Karena masalah masa lalu antara suaminya dan King Dennis, kini putranya lah yang harus menjadi korban perasaannya.

“HEY!! KENAPA KALIAN MENYEBUT NAMAKU?!” Suara besar tiba-tiba begitu menggema. Mereka bertiga sontak menoleh. Dan didapatinya King Jordan berjalan menghampiri Queen Beatrix dan kedua putranya yang masih berdiri didepan kamar Prince Jeremy.

BUUUKKK… BRAAAAKKK

Kembali, suara hantaman dan suara benda jatuh menggema dari dalam kamar Prince Jeremy. Kali ini semuanya menatap King Jordan harap-harap cemas.

“What happen with him??” tanya King Jordan Ketus.

Ia kemudian berjalan mendekat ke arah pintu kamar Prince Jeremy, mengetuk-ngetuk pintu kamar pria itu dengan sangat keras menyuruh pria didalamnya supaya keluar dari kamarnya. Prince Nathan yang ingin mencoba menghentikan ayahnya pun sempat ditahan oleh Prince Bryan. Ia tidak ingin membuat semuanya semakin kacau.

“HEY!!! JEREMY, OPEN THE DOOR!! Kalau kau tidak mau membukanya, akan daddy Dobrak pintu ini!!” teriak King Jordan keras.

“LEAVE ME ALONE, NOW!!!!” Teriak Prince Jeremy tak kalah keras. Kelihatan sekali suara pria itu begitu bergetar dan penuh dengan amarah.

Tidak terima dengan sikap putranya, King Jordan pun benar-benar menunjukkan keseriusannya. Didobraknya dengan sangat keras pintu kamar Prince Jeremy hingga terbuka. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan Prince Nathan dan Prince Bryan hanya terkejut dan terdiam saat melihat pintu kamar kakaknya terbuka. Suasana kamar Prince Jeremy benar-benar berantakan. Banyak buku-buku berserakan dibawah, beberapa hiasan kamar pecah dan patah, ranjang tempat tidurpun juga sudah tidak berbentuk lagi. Prince Jeremy sendiri terlihat sedang terduduk lemas di bawah samping tempat tidurnya sambil menangkupkan wajahnya di kedua lututnya. Tubuhnya terlihat terguncang, penampilannya sungguh berantakan, dan terlihat beberapa luka di kedua tangannya yang sedang terkepal.

“PRINCE!!!! WHAT ARE U DOING?? WHY DID U DESTROY UR ROOM, HAH???” King Jordan terlihat geram.  Diangkatnya wajah Prince Jeremy dan di tariknya kerah pakaiannya yang sudah sangat kusut itu.

PLAAAAAKKKK

“DADDY, STOP IT!!!” Teriak Prince Bryan saat melihat Kakaknya itu ditampar oleh ayahnya. ia kemudian berlari ke arah King Jordan dan Prince Jeremy diikuti Prince Nathan dibelakangnya untuk memisahkan mereka berdua.

“Prince, Let Go OFF ME!! Let me give him a BIG LESSON!!!”  King Jordan terlihat sedang mencoba melepaskan diri dari Prince Bryan. Sedangkan Prince Nathan membantu Prince Jeremy untuk berdiri dari tempatnya. Terlihat sekali tidak ada ekspresi ataupun reaksi yang muncul dari pangeran tampan itu.

“DAD, I SAID STOP!!!” Teriak Prince Bryan  tidak sabar. Ditatapnya sang ayah dengan tajam.

“Do u See him??? Apa kau tidak lihat bagaimana keadaan putramu sekarang?? He’s Upset! He was Falling!! Kenapa kau tidak pernah bersikap bijaksana sedikit, hah?! Kenapa kau tidak pernah mau bersikap sedikit peduli terhadap kesedihan putramu?!” King Jordan menatap Prince Bryan yang sedang berbicara didepannya.

“What happen with him??” Tanya King Jordan akhirnya.

“You Wanna know, dad?? He BROKE UP with Ivana! Today is Her Engangement!! N you know?? It’s all because OF YOU and King Dennis! It’s all because of ur selfishness. Kalian berdua sama jahatnya!!! Kau dan King Dennis hanya memikirkan perasaan kalian, kau hanya memikirkan gengsi dari masa lalumu!! Kau  bahkan tidak memberikan kesempatan pada Jeremy untuk sedikit memilih kebahagiannya sendiri!! Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan, Dad?? Apa  kau sadar kalau kau sudah membuat hati serta perasaan dua orang yang saling mencintai hancur berantakan?? Kau puas sudah membuatnya seperti ini?” Ucap Prince Bryan tajam.

Tidak ada jawaban dari King Jordan. Tidak ada yang menyangka bahwa Prince Bryan yang saat itu sempat berpikir untuk merebut kembali Princess Ivana dari tangan Prince Jeremy bisa berbicara setajam itu pada ayahnya sendiri. Tidak ada yang menyangka pula bahwa Pria yang cukup pendiam ini mampu membuat seorang King Jordan terdiam karena semua ucapan tajamnya.

“LISTEN DAD… kalau kau sampai mencoba menyakiti perasaan Jeremy lagi, aku tidak akan segan-segan untuk melawanmu!! Kalau kau dan King Dennis tetap bersikukuh untuk tidak merestui hubungan mereka, aku yang akan turun tangan!! Aku yang akan membuat mereka berdua bersatu kembali!! REMEMBER THAT!!!!” Ancam Prince Bryan yang mendapat persetujuan dan dukungan dari Prince Nathan.

****

LE SILLA KINGDOM

Pesta pertunangan di kerajaan Le  Silla masih berlangsung. Kini semua tamu undangan sudah menikmati acara bebas mereka masing-masing. Ada beberapa diantara mereka yang datang ke pasangan Prince Hyukjae dan Princess Aerin untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Senyum yang mengembang dikedua wajah mereka pun seakan mampu menutupi kesedihan mereka.

“Kalau kau merasa terbebani, kau boleh melepaskan tanganmu dari tanganku.”Ucap Prince Hyukjae sedikit berbisik saat mereka berdua sudah tidak melayani ucapan selamat dari para tamu. Princess Aerin menoleh. Ditatapnya sejenak Prince Hyukjae dengan perasaan yang sulit diartikan. Antara berterima kasih dan perasaan tidak enak.

Menyadari tatapan Princess Aerin padanya, Prince Hyukjae pun tersenyum ramah. Ia sepertinya bisa membaca apa yang ada dipikiran gadis disampingnya.

“Kau tidak perlu merasa tidak enak seperti itu. Aku tahu kau benar-benar terpaksa melakukan semua ini. aku juga sudah tahu semua kebenaran ceritanya dari  Donghae. Jadi, bersikaplah seperti biasa. Aku tidak akan memaksakan apapun darimu..”

“Gomawo..” ucap Princess Aerin tersenyum tipis.

Princess Aerin baru saja melepaskan tangannya yang dikaitkan ke tangan Prince Hyukjae. Ia mencoba untuk menyibukkan diri dengan lamunannya saat secara tiba-tiba Prince Hyukjae kembali mencoba mengajaknya berbicara.

“Aerin ssi..Hmm.. bolehkah aku berteman denganmu??” pertanyaan Prince Hyukjae membuat Princess Aerin menoleh. Ia menatap Prince Hyukjae tidak percaya.

“Hmmm..maksudku, jika kita ada dihadapan kedua orang tua kita, kau tetap sebagai tunanganku. Tapi, jika dibelakang mereka, mau kah kau menganggapku sebagai temanmu?? Jujur, aku sangat benci suasana canggung seperti ini. Rasanya seperti kita ini berasal dari planet yang berbeda.. aku ingin kita bercerita, berbicara layaknya seperti seorang teman. Tapi, itu jika kau mau.. jika tidak…”

“Aku mau…”

Ucapan Princess Aerin yang memotong ucapan Prince Hyukjae barusan sontak membuat senyum manis mengembang di wajah Prince Hyukjae. begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh Princess Aerin. Ia tidak menyangka.. ia benar-benar tidak menyangka bahwa pria yang dijodohkan dengannya ini begitu memiliki perasaan yang baik dan sangat pengertian. Ia tidak menyangka bahwa pria disampingnya ini tidak pernah memaksa dirinya untuk belajar  mencintainya. Princess Aerin merasa nyaman. Ia merasa bahwa Prince Hyukjae mampu membantunya untuk menyembunyikan semua yang sudah mereka rencanakan dari kedua orang tua mereka.

“Hyung!!!” Prince Hyukjae dan Princess Aerin menoleh kearah suara yang memanggilnya. dilihatnya pasangan yang saat ini sedang berjalan kearahnya.

“Hyung, Aerin, Chukkae.. selamat untuk pertunangan kalian. Haengbokkhae..” Ucap  si Pria.

“Donghae-ya.. Ne, Gomawo!” Ucap Prince Hyukjae pada Prince Donghae yang sedang menggenggam tangan Princess Hyemin disebelahnya.

“Oppa, Eonnie, Chukkae…” Ucap Princess Hyemin kemudian. Ia pun memeluk Princess Aerin dan mengecup kedua pipi kakaknya.

Kedua adik kakak dari Kerajaan Everest itu pun menghabiskan waktu mereka sejenak untuk berbincang-bincang sebentar. Sementara itu, Princess Aerin terlihat meninggalkan tempatnya sejenak untuk mengambil minum untuk dirinya dan Prince Hyukjae.

Princess Hyemin yang merasa sendiri dan diacuhkan oleh kedua pria dihadapannya mencoba menoleh ke semua arah. Mata indahnya seperti sedang mencari seseorang. Seseorang yang masih seringkali dirindukannya. Ia percaya pria itu pasti datang. Hingga secara tidak sengaja, pandangan mata gadis itu menangkap tubuh tegap Pangeran itu. Ia terlihat sedang berjalan menjauhi aula kerajaan dan pergi menuju ke arah taman samping kerajaan. Princess Hyemin ingin sekali pergi darisana dan menghampiri pria itu. Namun sial baginya, tangannya kini berada dalam genggaman tangan Prince Donghae. Terlihat sekali Pangeran tampan itu tidak membiarkan Putrinya pergi dari sampingnya. Kegelisahan serta tubuh Princess Hyemin yang tidak bisa diam rupanya disadari oleh Prince Donghae. Terbukti pria itu menoleh kearah gadisnya dan menatap gadisnya sedikit cemas.

“Hyemin, gwaenchanayo?? Apa kau merasa tidak enak badan lagi??” tanyanya sambil tangan Prince Donghae diletakkan di dahi putri itu.

“Aa..Ann..Aniya. Aku..aku hanya…” Princess Hyemin terlihat bingung. Ia tidak tahu harus memberi alasan apa agar bisa terbebas dari cengkaraman tangan Prince Donghae.

“Kalau kau merasa pusing lagi, aku antarkan kau ke kamar. Ne?”

“Aniyo.. aku baik-baik saja. Aku.. Aku hanya ingin ke toilet sebentar. Jadi tolong lepaskan tanganku!!” Ucap Princess Hyemin cemberut.

Setelah mendapat ijin dari Prince Donghae, Princess Hyemin pun dengan langkah yang mantap segera bergegas pergi ketempat dimana pria yang masih dicintainya, Prince Zhoumi berada. Setelah ia menyadari bahwa Prince Zhoumi juga ternyata datang ke acara pertunangan kakaknya, hati Princess Hyemin bergejolak senang. Ia ingin secepatnya bertemu dengan pria itu. Pria yang selama beberapa minggu ini sudah membuat dirinya gila setengah mati karena memikirkannya.

Sayangnya Princess Hyemin tidak menyadari bahwa tingkahnya yang begitu bersemangat serta langkah kakinya yang tidak ia tujukan ke arah toilet sudah diperhatikan dengan seksama oleh Tunangannya. Sang pria tahu betul kemana gadisnya itu akan pergi. Niat awalnya ia  memperhatikan perginya Princess Hyemin, karena ia begitu khawatir akan tubuh gadis itu yang masih belum sehat betul. Akan tetapi setelah melihat kenyataannya barusan, ia hanya mencoba bersabar kembali didalam hatinya. Ia percaya.. ia mencoba mempercayai bahwa tunangannya itu tidak akan pergi darinya.

Langkah Princess Hyemin akhirnya tiba di taman samping istana. Diarahkannya pandangan matanya kesegala arah mencoba mencari Prince Zhoumi sambil langkah gadis itu menyusuri lebar dan luasnya taman kerajaan Le Silla. Hingga secara tidak sengaja, ia mendengar sebuah percakapan seseorang. Ia tidak tahu pasti siapa yang sedang bercakap-cakap disana. Yang jelas, ia tahu bahwa salah satu diantara dua orang itu adalah Prince Zhoumi.

Dengan senyum yang tersungging di wajah cantiknya, Princess Hyemin pun berjalan mendekati tempat dimana Suara Prince Zhoumi berada. Hingga saat ia berada beberapa meter dari tempatnya, ia bisa melihat pria yang sangat dicintainya itu.

“Zhou M..”

Namun, betapa terkejutnya Princess Hyemin saat ia mencoba memanggil pria itu. seakan ada batu besar yang menghantam dirinya, Princess Hyemin hanya mampu menutup mulutnya menyaksikan apa yang terjadi didepannya. Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat Prince Zhoumi sedang berciuman dengan seorang gadis yang sepertinya juga seorang putri sama sepertinya. Melihat pemandangan tersebut, hati Princess Hyemin kembali hancur berkeping-keping. Tubuhnya tiba-tiba melemas. Ia cemburu.. ia benar-benar cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Prince Zhoumi terhadap gadis itu. kepalanya mendadak pusing, tubuhnya nyaris ambruk seakan ada badai besar yang menghantam hatinya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Air matanya begitu deras membasahi kedua pipinya. Isakannya bahkan sengaja ia tahan dengan menutup mulutnya agar tidak ketahuan.

Princess Hyemin merasa sakit untuk kesekian kalinya. Ia ingin berteriak, tapi tidak bisa.  Mencoba untuk menjauhkan gadis itu dari Prince Zhoumi pun percuma, karena memang ia sudah ada hubungan apa-apa lagi dengan pria itu.

Sambil memegangi dadanya yang begitu sesak, tangisan Princess Hyemin semakin kencang. Seberapa kuat pertahanannya, ia tidak akan mampu menahan  tubuhnya yang memang masih belum sembuh benar itu. ingin sekali ia pergi meninggalkan tempat ini, tapi sayang.. kakinya tidak bisa digerakkan sedikitpun.

………

DIDALAM ISTANA

Prince Donghae menunggu dengan cemas kembalinya Princess Hyemin. Entah apa yang terjadi, ia merasa cemas luar biasa. Ia takut membayangkan yang tidak-tidak pertemuan antara Princess Hyemin dan Prince Zhoumi. Ia takut jika pertemuan mereka bisa membuat hubungan mereka berdua kembali seperti dulu. Sudah hampir 20 menit lebih tunangannya itu belum kembali. ketakutan akan kehilangan tunangannya membuat pikiran Prince Donghae tidak bisa berpikir secara positif. Beberapa kali ia juga terlihat seperti orang yang kebingungan karena tidak jadi melangkah keluar. Hingga akhirnya ia melihat Prince Zhoumi masuk kedalam istana bersama seseorang yang dirangkulnya..

“Mwo?? Itu.. Kenapa Zhoumi bersama wanita lain?? Kemana Hyemin?” tanya Prince Donghae penasaran karena apa yang dilihatnya barusan.

Seakan menyadari sesuatu, Prince Donghae tiba-tiba berpikir sangat cepat.  Ia segera melangkahkan kakinya lebar-lebar, berlari mencari keberadaan Princess Hyemin. melihat kebersamaan Prince Zhoumi dengan Putri dari kerajaan lain tadi membuat Prince Donghae sadar, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan diri tunangannya.

Dan benar saja. Saat langkah kaki Prince Donghae tiba di taman samping istana, ia melihatnya. Ia melihat Tunangannya sedang menangis sambil tetap menutupi mulutnya agar tidak ketahuan. Tubuh gadis itu pun bahkan bergetar hebat akibat tangisannya.

Kembali, hati Prince Donghae teriris perih melihat gadis yang begitu ia cintai menangis karena seseorang sudah menyakiti perasaannya. Jika saja ia bisa, ia ingin sekali menghajar pria yang sudah membuat Princess Hyemin tidak bisa melupakannya dan selalu membuatnya menangis karena terus mengingatnya.

Prince Donghae mendekati Princess Hyemin perlahan-lahan. Dibalikannya tubuh Princess Hyemin ke hadapannya dan digenggamnya tangan Princess Hyemin yang sedari tadi menutupi mulutnya. Diangkatnya wajah putri cantik itu dan ditatapnya dengan pandangan tajamnya.

“Sudah berapa kali kukatakan, jangan pernah menangis lagi karenanya!!”

Dengan gerakan yang sangat lembut, Prince Donghae kembali merengkuh tubuh Princess Hyemin kedalam pelukannya. Dibiarkannya gadis itu terus menangis terisak, membuang semua kesesakan yang saat ini dirasakannya.

“Sshh.. Ulljima, jebal Ulljima..” Ucap Prince Donghae begitu miris mendapati Tunangannya kembali terpuruk. Dieratkannya tubuh Princess Hyemin didadanya, dikecupnya kepala Princess Hyemin dan ditunggunya dengan sabar sampai gadis itu berhenti menangis.

………..

KAMAR PRINCESS HYEMIN

Prince Donghae berhasil membawa Princess Hyemin kembali kedalam kamarnya. Setelah hampir selama 10 menit tadi ia menemani gadis itu dan membiarkannya menangis kembali karena kejadian barusan. Dituntunnya Princess Hyemin untuk duduk dan berbaring diranjangnya, menyuruh gadis itu agar beristirahat.

“Istirahat lah.. aku akan kembali ke tempat pesta.” Ucap Prince Donghae saat Princess Hyemin sudah berada di ranjangnya. Namun, saat Prince Donghae hendak pergi, tiba-tiba..

GREEPP…

Prince Donghae sedikit terkejut dengan apa yang dirasakannya. Ia menoleh ke arah Princess Hyemin dan didapatinya putri cantik itu sedang memegang tangan Prince Donghae dan menahannya untuk pergi.

“Kajima.. Aku.. Aku takut sendiri.” Ucap Princess Hyemin yang terduduk diranjangnya sambil menundukkan kepalanya. Prince Donghae yang memang tidak tega lantas tersenyum dan mengambil posisi duduk di samping Princess Hyemin.

“Baiklah.. Aku akan menemanimu disini. Cha!! Tidurlah.. kau pasti lelah.” Ucapnya mencoba membaringkan tubuh tunangannya itu, tapi kemudian ditolak.

“Aku tidak ingin tidur.” Prince Donghae menatap Princess Hyemin heran. Ia pun kemudian mencoba berpikir, mencari cara untuk mencairkan suasana.

“Baiklah..kalau kau tidak mau tidur, Kajja kita duduk di balkon kamarmu. Aku akan menunjukkan sesuatu.” Ajak Prince Donghae yang langsung menggandeng tangan Princess Hyemin menuju ke balkon kamar gadis itu.

Setelah mereka tiba disana, Prince Donghae lantas menyuruh Princess Hyemin duduk disana. Begitu juga dengannya yang langsung duduk di kursi samping Princess Hyemin. Setelahnya, Prince Donghae terlihat mengeluarkan sebuah sapu tangan dari dalam kantong celananya. Princess Hyemin yang berada disampingnya hanya menatap pria disebelahnya dengan penuh tanda tanya.

“Cha! Kau perhatikan baik-baik yaaa..” Pinta Prince Donghae. Dan saat Princess Hyemin sedang serius memperhatikan, tiba-tiba..

SEETT…

Gadis itu sedikit terkejut saat secara tiba-tiba Prince Donghae membuka sapu tangan yang berada ditangannya hingga setangkai bunga mawar muncul darisana.

“Untukmu..” Prince Donghae memberikan bunga hasil sulapnya ke gadis itu.

“Aku tidak tahu kalau kau bisa sulap..” ucap Princess Hyemin pelan.

“Hahaha.. itu lah aku. Kalau kau mau tahu, aku ini multi talenta. Selain sulap, aku juga bisa menari dan menyanyi. Kau mau dengar suaraku??” Prince Donghae sepertinya sudah sedikit mampu mengambil hati Princess Hyemin. Terbukti saat ini gadis itu sudah bisa sedikit melupakan kesedihan hatinya yang terjadi barusan.

“Kau yakin suaramu tidak akan membuat gendang telingaku pecah??” Ejek Princess Hyemin.

“Mwo?! Tidak mungkin! aku bahkan berani bertaruh, kau pasti akan ketagihan dan akan memintaku untuk terus menyanyi.”

Prince Donghae pun terlihat bersiap. Ia memberi isyarat pada Princess Hyemin agar menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Pangeran tampan itu.

“Ini adalah lagu favoritku. Aku rasa, lagu ini benar-benar pas menggambarkan perasaanku padamu saat ini. Kau dengarkan baik-baik yaaa..” Ucap Prince Donghae menoleh ke arah Princess Hyemin dan menatap manik mata putri itu penuh harapan.

“Tonight is very clear, as we’re both lying here.. there’s so many things i wanna say. I will always love u, I would never leave you alone.. Sometimes i just forget, Say things i might regret. It breaks my heart to see you crying.. I don’t wanna lose you..I could never make it alone.. I am a man who will fight for your honor. I’ll be the hero you’ll be dreaming of.. We’ll live forever, Knowing together that we Did it all for the glory of love…”

(ARTI : Malam ini begitu cerah, seperti kita berdua yang sedang berbaring disini. Ada banyak hal yang ingin aku katakan. Aku akan selalu mencintaimu, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri.. Terkadang aku lupa, mengatakan sesuatu yang mungkin aku sesali. Hatiku sakit saat melihatmu menangis.. aku tidak ingin kehilanganmu.. aku tidak bisa membuatnya sendiri.. Aku adalah seorang pria yang akan berjuang untuk kehormatanmu. Aku akan menjadi pahlawan yang kau impikan.. kita akan tinggal bersama selamanya, mengetahui bahwa kita melakukan ini semua demi kemuliaan cinta.. –NORTH : GLORY OF LOVE-)

Princess Hyemin menatap wajah Pria yang sedang menyanyikan lagu untuknya. Untuk sementara, ia seperti terhipnotis untuk terus menatap wajahnya yang sedang bernyanyi. Ia membenarkan ucapan Prince Donghae tadi. Suara pria itu benar-benar menyentuh. Ia begitu menyukai suara lembut tunangannya saat ia dengan penghayatan yang luar biasa menyanyikan bait-bait menyentuh untuk dirinya.

“Just like a knight in shining armor From a long time ago.. Just in time i will save the day, Take you to my castle far away..”

(ARTI : sama seperti seorang ksatria berbaju baja dari jaman dahulu.. Saat waktunya tepat nanti, dimana aku akan membawamu ke istanaku yang jauh. –NORTH : GLORY OF LOVE-)

Tepat saat Prince Donghae menyanyikan bait tersebut, ia menoleh ke arah Princess Hyemin, membuat Putri cantik itu tertegun karena mengerti apa maksud bait lirik lagu yang barusan dinyanyikannya. Princess Hyemin hanya mampu menatap balas Prince Donghae, mencoba mencari sebuah kebenaran dan kesungguhan dari sana.

Selesai dengan nyanyiannya, Prince Donghae langsung mengarahkan tubuhnya agar menghadap Princess Hyemin. Ditatapnya mata putri itu dan digenggamnya kedua tangan tunangannya dengan erat.

“Kau tahu? lagu barusan benar-benar menggambarkan perasaanku sekarang. Apapun akan aku lakukan agar kau mau menatap ku, agar kau hanya menoleh kearahku. Aku akan berjuang untuk terus mengambil hatimu.. Aku juga bahkan rela jika aku harus menjadi orang lain, atau kalau perlu aku akan menjadi sama seperti Zhoumi agar kau tidak menutup hatimu lagi.”

Princess Hyemin menunduk. Entah apa yang terjadi, ia tidak berani menatap mata indah Prince Donghae yang terus merasuk kedalam dirinya. Ia terlalu takut.. takut jika ia melakukan kesalahan lagi dan kembali mengecewakan pria dihadapannya.

“Saat waktunya tiba nanti, aku akan segera membawamu ke istana bersamaku. Kau mau kan??” genggaman tangan Prince Dongahe semakin mengerat. Harapannya pada jawaban Princess Hyemin benar-benar besar.

Selama beberapa detik, Pangeran tampan itu menunggu. Menunggu jawaban dari gadis didepannya. Hingga akhirnya, Princess Hyemin mengangguk secara perlahan membuat harapan Sang Pangeran kembali bersinar.

“Aku… Aku Akan mencobanya… Kau.. mau membantuku kan??” Tanya Princess Hyemin yang dijawab dengan anggukan serta senyuman dari Pria dihadapannya.

****

Suasana pesta di aula kerajaan Le Silla sudah tidak seramai tadi. Wajar saja, ini sudah hampir tengah malam dan banyak dari tamu undangan yang sudah kembali ke istana dan tempat kediamannya masing-masing. Hanya ada beberapa tamu kerajaan yang masih tetap berdiam disana, termasuk didalamnya keluarga kerajaan Everest dan keluarga kerajaan Le Silla.

Seorang putri terlihat bosan dengan suasana pesta yang menurutnya tidak selesai-selesai itu. Sedari tadi yang ia lakukan hanyalah duduk, menikmati minuman yang disuguhkan pelayan kerajaan, menikmati musik classic yang sedang dimainkan, atau bahkan melihat lalu lalang para tamu undangan yang masih berada disana. Ia bahkan merasa sangat kesal karena sedari tadi, sudah hampir beberapa menit ini ia diacuhkan dan ditinggalkan oleh seorang pria yang begitu menyebalkan untuknya. Dengan alasan ada yang harus dilakukannya sebentar, pria yang sudah menjadi tunangannya itu meninggalkan Sang Putri yang notabene masih melakukan aksi ‘diam’ terhadapnya.

“Sunyeong, Mianhe membuatmu menunggu lama..” Ucap Tunangan Sang Putri yang datang dengan… pakaian yang sedikit kusut serta peluh yang membasahi wajah serta sedikit rambutnya.  Princess Sunyeong yang awalnya merasa kesal dan ingin memaki-maki tunangannya itu terdiam saat melihat penampilan pria dihadapannya.

“Kyu.. Kau.. Kenapa kau berantakan sekali??” Tanya Princess Sunyeong pada Prince Kyuhyun, tunangannya.

Prince Kyuhyun tersenyum. Ia kemudian mengambil tangan Princess Sunyeong, menggandeng tangan sang Putri dan diajaknya Sang putri menuju kesebuah tempat yang sudah ia siapkan untuk membuat kejutan serta permintaan maaf  untuk Tunangannya.

“YA!! Kyu, Appo!! Kau mau mengajakku kemana sih?? Lepas!!!” Princess Sunyeong terlihat kesal sambil terus berusaha melepaskan genggaman tangan Prince Kyuhyun yang terlalu keras ditangannya.

Prince Kyuhyun sama sekali tidak menjawab. Ia sama sekali tidak menggubris semua pertanyaan Princess Sunyeong. Ia bahkan dengan mantapnya tetap melangkahkan kakinya sambil tetap menggenggam tangan Sang putri hingga akhirnya mereka tiba disebuh taman kecil. Taman yang sebelumnya tidak pernah ada di istana Le Silla. Princess Sunyeong yang juga menyadarinya cukup terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.

“Kyu, Ini…”

“Ne.. Aku sengaja meninggalkanmu tadi untuk membuat dan merancang ini semua.” Ucap Prince Kyuhyun tanpa melepaskan tangannya dari Princess Sunyeong.

Prince Kyuhyun kemudian membiarkan Princess Sunyeong untuk melihat-melihat sejenak taman mini yang sudah ia rancang barusan. Dengan sebuah gapura kecil yang menjadi pintu masuk ke taman tersebut, beberapa tanaman bunga yang diberi lampu-lampu cantik  yang kelap kelip sebagai hiasannya, juga miniatur kecil air mancur dengan patung dua orang malaikat disampingnya seperti yang terdapat di taman kerajaan Le Silla, membuat Sang putri begitu takjub dan sedikit terpesona dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Princess Sunyeong mencoba menoleh kebelakang, ke arah tempat tunangannya berdiri. Namun, ia kembali dikejutkan saat melihat Pria dihadapannya itu sudah berdiri dengan penampilannya yang sedikit berbeda dengan topeng yang menutupi kedua mata tajamnya.

“Mwo?! Kyu, Kau.. Aku bingung, Kyu! Apa maksudnya semua ini? dan.. Untuk apa kau berpenampilan seperti itu??”

Princess Sunyeong terlihat kebingungan. Seluruh otaknya sama sekali tidak bisa bekerja memikirkan semua pemandangan yang ada dihadapannya. Ditambah lagi penampilan Prince Kyuhyun yang berdiri didepannya saat ini membuat seluruh hatinya kembali berdetak. Ia bahkan sama sekali tidak berkutik saat Prince Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri dirinya dan kembali menggenggam kedua tangan sang Putri.

“Apa kau ingat, Pertemuan kita saat itu meninggalkan kesan yang buruk untukmu. Saat itu aku sudah membuatmu kesal dipertemuan pertama kita. Ditambah lagi, kemarin aku sudah membuat mu kembali marah dan kesal karena semua ucapanku. Jadi, aku sengaja melakukan semua ini sebagai permintaan maafku.. aku ingin kita mengulanginya lagi dari awal, saat dimana pertama kali kita bertemu.” Ucap Prince Kyuhyun sambil tak henti-hentinya mata tajam sang Pangeran menatap  manik mata sang Putri  dibalik topengnya.

“Tap..Tapi, kenapa kau harus berpenampilan seperti ini?? Seperti orang bodoh saja! Otakmu tidak sedang rusak kan?”

“Haish.. Yeongie, kau benar-benar merusak suasana! Tidak bisakah kau sekali saja tidak mengeluarkan kata-kata ‘Bodoh’ seperti itu? Aku bahkan sudah berusaha membangun suasana supaya terlihat romantis!” Prince Kyuhyun menghela nafas kesal. Wajah polosnya yang sedang cemberut pun membuat Princess Sunyeong semakin ingin meledek pria dihadapannya.

“Hahaha.. Siapa suruh kau berbuat seperti ini? Kalau kau Donghae Oppa atau Yesung Oppa, aku mungkin akan tersentuh. Tapi ini? Seorang Cho Kyuhyun, Pangeran yang sama sekali tidak memiliki sikap romantis mencoba bersikap seperti itu!”

“YA! YA! Kau ini.. aku melakukan semua ini untukmu! Kau pikir aku bisa terus berdiam diri saat tahu bahwa tunanganku sendiri memusuhi dan membenciku?? ANIYA! Aku akan melakukan apapun sampai kau mau memaafkanku”

Tawa Princess Sunyeong seketika lenyap saat mendengar ucapan dan pengakuan Prince Kyuhyun barusan. Ditatapnya tubuh tegap Prince Kyuhyun yang saat ini sedang membelakanginya. Princess Sunyeong tahu bahwa candaannya barusan sedikit keterlaluan. Ia sadar bahwa ia sudah menghancurkan kepercayaan diri tunangannya yang saat ini sedang memetik dan membuang-buang dedaunan seperti anak kecil yang sedang merajuk.

Menyadari bahwa suasanannya semakin tidak mengenakkan, Princess Sunyeong dengan sigap langsung menghampiri Prince Kyuhyun dan menahan tangan pria itu untuk menghentikan kegiatannya. Dan didetik berikutnya, tangan Princess Sunyeong terulur ke wajah Kyuhyun, menggenggam topeng yang dipakainya dan dilepaskannya topeng tersebut dari wajah tunangannya. Ditatapnya sejenak wajah Prince Kyuhyun. Wajah yang memang sangat tampan menurut sang Putri.

“Gomawo.. Jeongmal Gomawo sudah memberikan ini semua untukku.” Ucap Princess Sunyeong ramah. Sebuah senyuman yang begitu dirindukan Prince Kyuhyun kembali ia dapatkan saat sang putri menyunggingkan senyum padanya.

“Kau tidak perlu melakukan semua ini hanya untuk meminta maaf padaku. Dan kau juga tidak perlu memakai topeng ini! kau tahu? wajah mu terlihat lebih baik jika kau tidak memakainya. Kau benar-benar terlihat bodoh jika kau memakainya seperti barusan!” Entah kenapa Princess Sunyeong merasa lidahnya begitu kelu. Ingin sekali barusan ia mengatakan bahwa wajah Prince Kyuhyun terlihat lebih tampan jika tidak memakai topeng. Tapi sayangnya ia belum memiliki keberanian untuk mengatakannya.

“Jadi.. Kau mau memaafkanku?? Kau mau memberiku kesempatan??” tanya Prince Kyuhyun harap-harap cemas.

Princess Sunyeong tersenyum kecil dan terlihat menganggukkan kepalanya

“Ne.. Aku akan memberimu kesempatan. Walaupun aku belum bisa seutuhnya menerimamu dan membuka hatiku, tapi aku akan memberimu kesempatan untuk berjuang mengambil hatiku.”

Senyum bahagia mengembang diwajah Prince Kyuhyun. Langkahnya untuk membuat sang putri luluh sudah mendapatkan lampu hijau dari si pemilik hati. Ia semakin yakin dengan dirinya sendiri. Ia yakin bahwa ia memang bisa memiliki sang putri dalam waktu sebulan ini. Dalam hatinya, sang pangeran terus berjanji.. ia berjanji akan terus membuat tunangannya terkesan dengan semua yang akan ia lakukan untuknya.

-TO BE CONTINUE-

11 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (Part 10)

  1. asik akhrnya ada harapan untuk para pangeran untuk dptin ht tunangan mrka semoga saja mrka bs sm2.tp gna nih nasip pangeran yesung ma putri ivana mrka kshan bgt ayolah para appa2 jgn egois kshan ank xan.trz pangeran hyukjae gmana?mg aja dy ga jth cinta ma p.ivana ya br ga ribet he.next partnya d tgu ya jgn lm2 i hope so gomawo

  2. Akhirnya dipublish juga cukup lama tunggunya hehe…akhirnya perjuangan hae oppa dan kyupa ga sia2 juga untuk mendapatkan hati para putri berbuah manis juga berkat perjuangan dan kesabar para putri mulai mau membuka hatinya untuk dua pangeran ini.kasian bgt ma yesung oppa dan aerin mereka harus sama2 terluka karena keegoisan ortu mereka.smg z kedua appa mereka mau menyadari semua kesalahan mereka dan memberi restu untuk hubungan kedua anak mereka

  3. hooaa Kyu so sweet,,
    HaeMi dah mulai ad prkembngN,,
    galau bca part’a YeRin,, gregtan bgd sma sifat’a KangTeuk yg egois,,

  4. Pertama-tama aku mau bilang
    “POSTERNYA BAGUS BGT EONNI!!!” xixi.. ^^
    gaunnya indah bgt, jd pengen pke jiahahaha….
    Tp pict kyu nya ‘jelek’ #dicekek
    ketampanannya kyu jd berkurang disaingin sm donghae oppa =.=’

    uu… Donghae Oppa mang bener2 ROMANTIS BGT DEH!!! #kyu le..wat haha…
    Di ff ini, aku suka cerita donghae oppa dan hyemin.

    Dan..apa itu?? Kyu ngambek? Nyabut2in daun..? Haha
    konyol bgt! #haduuh kyu.. Kau kan sdh besar! Msh jg maenan daon!! Ckck =.=’ #telen panci

    eonni please buat kyu KU (#diserbu sparkyu) jd semakin keren dong keke..
    Kyu kan aslinya keren! Dgn tingkat ketampanan yg di luar batas kewajaran manusia pd umumnya plus segudang kelebihan lainnya terutama suaranya yg indaaaaaahhhhh bgt
    #plaak (kepanjangan woy!)
    #ehehee….
    Eonni ff nya DAEBAAAAKKKKK!!!
    GUMAWO…

  5. Eonni mana lajutannya ? Seru ceritanya pokoknya daebak deh
    Aku tunggu lanjutannya ya
    Aku penasaran cewek yang ciuman sama zhoumi itu siapa sih?
    안녕 언니 lanjutt !!!!!

  6. hae sma kyu udah mulai bisa dptn hti hye sma yeong..
    Hyuk km baik dh,biar pun playboy tp ttp brskp lembut sma aerin sbg tmn..

    Penasaran sma next chapter ny..:)

  7. Itu siapa yg ciuman ma Zhou Mi? Dan ngapain jg Hyemin mesti nangis kayak gitu, kan dia sendiri minta putus.

    Senang karena akhirnya Hae ma Kyu punya harapan, tinggal Yesung niCh.

  8. Ya ampuuuuuuuuunnn. Akhirny mreka b2 bs mndptkn sdkit hti dr msg2 tunangan mreka. Chukaeeeeeeeeeeee…

  9. cieee si monkey keren juga ternyata *dilempar panci* bagus”. salut gue sama lo bang!😀 aerin yesung bersabarlah. sbentar lagi kalian pasti akan bersatu! *yaiyalah tnggal 2eps lagi wkwkwkk*dihajar masa*

    donghaaeeeee ikan kmvreeeettt romantis bgt sii looooo huaaaaa >-<
    gw pen komentarin zhoumi,tapi krna baby hae terlanjur nyuri hati gue, jadi gak jadi deh hahahaa *seneng
    ini author pkirannya sm sm gue, baru aja gw bayangin hae ngibur hyemin pake jurus sulapnya *.* aaaaa~

    wkwkwkwkkk poor kyuhyun.. uuu cup cup cuupp… uljimayo baby~~~ ada gue disini *sape lo* hahahaa lucu bgt kyuhyun gue ngambeknya nyabutin daun hahaa… noumu kyeopta!! tp bner jg kata youngie, wjh lo ga cocok romantis bang, cocoknya sangar *rreerr~ hahaaha *disiram* uwaaaaa tpi kalian juga ga kalah so sweet kooookk ^^ i like it1!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s