WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : The Revenge (Part 7)

Annyeong Readers semua.. Mianhe..jeongmal Mianhe kl admin ngepost cerita ini ngaret sejadi-jadinya. >/\<

Sebagai bayarannya, admin bakal ngasih yang terbaik deh buat kalian. Admin bakal bikin cerita ini ‘sedikit’ lebih panjang dari biasanya. Hehehehhe… Oia, jangan lupa juga.. masih ada 2 cerita NC yang akan admin publish disini. Tapiiii…seperti biasa juga, jangan lupa utk tetep kasih comment di tiap FF nya yaaa…hehehehhe…. mudah2n readers semua masih inget ^^

Ya udah, kl gtu HAPPY READING..🙂 Ditunggu komennya ^^

GOMAWO…

***************************************

CERITA SEBELUMNYA

Saat itu, baik Sungmin, Donghae dan Sungchan tidak menyadari bahwa sepertinya hawa kejahatan serta kekuatan besar telah menaungi rumah mereka. Dengan Mata yang berkilat marah serta manik mata berwarna merah, Heechul mencoba untuk membuat semuanya berjalan sesuai dengan rencananya. Heechul yang tengah berdiri tegak diatas angin itu tengah membawa sebuah mimpi buruk yang akan mereka bertiga alami. Heechul ingin membalaskan semua dendam yang sudah memuncak didalam dirinya. Ia akan membuat para Oracle tersebut menyesal telah berurusan dengannya. Dengan Sungchan sebagai perantara serta bonekanya, Heechul kini sudah menyiapkan kejutan besar yang sedang dirancangnya untuk membunuh para Oracle agar mati secara perlahan-lahan dan tersiksa secara menyakitkan.

“Kalian salah kalau mengganggap ini sudah selesai!! Pertarungan baru saja akan dimulai!!”

**************************************************

Seorang gadis terlihat gelisah. Ia terus menerus bergerak didalam tidurnya. Entah apa yang membuat gadis itu terlihat begitu gelisah, cemas dan takut. Tidak ada yang tahu mimpi buruk seperti apa yang dialaminya hingga ia merasa ketakutan bahkan dalam alam bawah sadarnya. Tubuhnya yang sudah dibasahi peluh pun sama sekali tidak membuat gadis itu terbangun dan sadar dari mimpi buruknya.

Melihat gadis yang berada didalam kamar tersebut tersiksa didalam mimpinya tentu saja membuat seseorang..atau lebih tepatnya sesosok bayangan hitam diluar kamar gadis itu tersenyum senang. Senyum jahatnya seakan-akan menyiratkan semua kegembiraan dari mahluk jahat itu karena sudah berhasil membuat salah satu musuhnya tersiksa.

Dialah yang membawa mimpi buruk kedalam mimpi gadis itu. dialah yang sudah membuat seluruh lingkup rumah yang berada didepannya diliputi kegelapan dan hawa kejahatan. Dan dialah yang sudah mengirimkan kekuatannya untuk melawan umat manusia yang ingin sekali dihabisinya itu.

*****

Seorang gadis terlihat begitu ketakutan. Tubuhnya di penuhi keringat yang membanjiri tubuhnya. Ia cemas.. ia bahkan merasa udara disekitarnya begitu menusuk kedalam kulitnya. Ia mencoba menoleh ke segala arah, mencoba mencari tahu dimana dirinya berada. Namun nihil, yang gadis itu lihat hanyalah pohon-pohon besar yang berdiri tegak, bulan purnama yang begitu besar yang hanya sedikit menerangi wilayah tempatnya berdiri sekarang, serta suara-suara lolongan serigala malam yang semakin membuat bulu kuduknya meremang.

TAP..TAP… SET…

Gadis itu menoleh cepat. Ia merasa seseorang sedang mengintainya, mencoba mengejarnya. Merasa dirinya dalam bahaya, gadis itu segera berlari kencang. Ia terus melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk menghindari orang yang saat ini masih terus mengejarnya. Ia tidak tahu siapa orang itu. Ia bahkan tidak peduli seperti apa wujudnya. Yang jelas, gadis itu hanya ingin dirinya selamat. Ia juga tidak peduli langkahnya yang beberapa kali sempat tersandung dan membuatnya nyaris terjatuh atau seberapa banyak luka ditubuhnya akibat ranting-ranting pepohonan yang menggesek kulit mulusnya.

SET…SET…WUUUZZZZ….

Langkah gadis itu kontan terhenti saat sesosok bayangan melesat di hadapannya. Ia begitu terkejut dan sangat ketakutan. Di lihatnya hutan disekelilingnya, mencoba mencari bayangan apa yang baru saja melewatinya. Tapi sayang, tidak ada satu orang atau apapun yang ada disana selain dirinya. hal itu terang saja membuat sang gadis semakin cemas. Ia begitu ketakutan. Tak hanya peluh yang keluar dari tubuhnya, melainkan juga air mata yang turun dari kedua matanya.

“Nuguseyo?? Siapa disana??” tanya gadis itu dengan suaranya yang serak.

Hening.. tidak ada suara apapun disana kecuali hembusan angin yang seakan-akan berbicara pada gadis itu.

Si gadis akhirnya memutuskan untuk berbalik dan kembali melangkah. Namun, saat ia hendak berbalik, tiba-tiba…

“AAAARRRGGGHHHH”

Sesosok pria dengan jubah hitam dan rambut panjang sebahunya sudah berdiri dihadapannya membuat gadis itu berteriak ketakutan karena terkejut. Ia menatap pria itu cemas. Bagaimana tidak, wajah pria itu begitu jahat, matanya yang berwarna merah terlihat tajam dan berkilat seakan menyiratkan suatu kebencian serta keinginannya untuk membunuh, ditambah lagi hawa panas mulai melingkupi daerah tempat mereka berdua berdiri saat ini

“Nu…Nuguseyo??” Tanya gadis itu takut-takut. Si pria tidak menjawab sama sekali. Ia masih terus menatap gadis didepannya dengan tatapan tajamnya.

Merasa tidak ada jawaban dari pria dihadapannya, ditambah lagi rasa risih karena tatapan mengerikan pria itu, sang gadis pun akhirnya mencoba berjalan mundur. Ia mencoba mundur secara perlahan-lahan untuk menghindari pria didepannya. Namun sayangnya, bukannya semakin menjauhi gadis itu, si pria juga ikut melangkah maju terus mendekati si gadis.

“K..Kk..kau!! kau.. ma..mau ap..pa??” tanya si gadis gagap. Kembali si pria tidak menjawab lagi pertanyaannya. Hal itu terang saja membuat si gadis semakin ketakutan setengah mati karenanya. Hingga..

BRUUKKK…

Tubuh si gadis terjatuh. Karena terlalu asik berjalan mundur, ia sama sekali tidak menyadari bahwa ada sebuah batu yang menghalangi langkahnya. Si pria yang melihat mangsanya terjatuh mengeluarkan smirk jahatnya. Dan hanya dengan sekali lesatan, ia berhasil membuat tubuh gadis itu terbaring ditanah.

“Aaarrghhh…kau!! kau mau apa?? lepas..” Ronta gadis itu saat ia merasa si pria tengah mencekram tangan dan lehernya.

“Kau!! Kau dan kedua kakakmu sudah lancang mencari masalah denganku! Jadi kau harus terima akibatnya!!” ucap si pria.

“AAARRRRGGGGHHHHH….”

Gadis itu berteriak sangat kesakitan. Ia merasa luka ditangannya semakin terasa perih ketika kuku-kuku tajam pria itu mencengkram kuat tangannya yang terluka. Belum lagi lehernya yang tercekik membuat tubuhnya terasa sangat panas dan membuat Oksigen didalam tubuhnya semakin berkurang. Merasa tidak puas, si pria itu pun memaksa si gadis menatap kedalam manik mata merahnya yang bercahaya. Dan langsung saja tubuh si gadis kembali bergerak-gerak tidak karuan dibawah tubuh si pria.

“AAARRRGGGHHH…SAKIIT!!!!! PANAAAASSS!!!!”

itulah yang ia rasakan saat ini. berbagai macam kekuatan merasuk kedalam tubuhnya. Ditambah lagi kedua tangan pria itu kini mencengkram leher dan kepala gadis itu, memaksanya untuk menghadap ke arah samping.

“Aarghh…Jebaaalll.. to..tolong, lepasshhh..kan aku!!” Pintanya saat tubuhnya sudah mulai melemah. Ia seperti tidak dapat lagi merasakan tubuhnya karena semua luka dan kesakitan yang dibuat pria itu terhadapnya.

“bersiaplah menghadapi kematianmu, manusia!!!”

KREEEKKK…

Sesudah berkata demikian, dengan sekali hentakan kasar, ia mematahkan tulang leher gadis itu. diarahkannya kedua taring tajam yang sedari tadi ia sembunyikan didalam mulutnya ke leher mulus gadis yang sudah bernyawa dibawahnya. Hingga…

****

“AARRGGGHH…HAAAHHH…HAAAHHH”

Ia terbangun dari mimpinya. Gadis itu terbangun dan langsung menangis ketakutan. Nafasnya masih terus memburu, peluh ditubuhnya juga sudah membasahi tidak hanya tubuhnya tapi juga tempatnya tertidur. Ia mencoba mengingat-ingat mimpi barusan. mimpi yang baginya adalah mimpi terburuk sepanjang hidupnya. Ia mencoba mengangkat tangannya dan menyentuh lehernya. Dirabanya lehernya mencoba meyakinkan bahwa lehernya masih tetap menempel ditubuhnya. Kembali diingatnya bagaimana pria jahat di mimpinya mematahkan lehernya dengan mudah dan bagaimana dengan lahapnya si pria menggigit dan menghisap darahnya hingga tak bersisa.

Gadis itu sedikit bernafas lega. Ia lega karena semua itu hanya mimpi. Namun, baginya mimpi itu terlalu nyata. Mimpi itu terlalu menakutkan hingga ia tidak berani lagi untuk memejamkan matanya dan lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dengan kegiatan lainnya hingga pagi menjelang.

Sedangkan diluar kamarnya, sosok pria yang tadi ada didalam mimpinya, tersenyum senang. Ia merasa puas sudah membuat mangsanya menderita karena siksaannya dan kelancangannya mengacak-ngacak mimpi indah si gadis. Baginya, itu belumlah seberapa. Ia masih menyiapkan segudang rencana jahat yang akan ia tunjukkan dan ia berikan kepada orang-orang yang berada didalam rumah itu. Rumah yang menjadi tempat tinggal Oracle, musuh bebuyutannya.

“Heechul oppa…” Si pria yang ternyata adalah Heechul itu menoleh saat adiknya sudah berdiri tepat disampingnya.

“Sedang apa Oppa disini??” tanyanya lagi.

“Aku? Aku sedang bersenang-senang. Kau tahu? Oppa mendapatkan ‘mainan’ baru yang menarik!” Ucapnya membuat Hyemin menoleh dan bertanya-tanya maksud perkataan Heechul.

“Mainan?? Mwoya, Oppa??” Bukannya menjawab pertanyaan, Heechul hanya menoleh sebentar, menunjukkan smirk jahat andalannya, dan lantas merangkul Hyemin mengajaknya pergi darisana.

“Kau tidak perlu tahu itu apa!! Cha! Kita pergi..” ucapnya yang langsung melesat ke udara diikuti oleh Hyemin dibelakangnya.

****

Sungchan berjalan turun dari tangga rumahnya dengan lesu. Wajahnya masih terlihat pucat, kepalanya pusing karena kurang tidur, ditambah lagi lingkaran hitam dibawah matanya terlihat begitu jelas. Langkahnya yang sedikit lunglai pun membuat kedua kakaknya menatapnya heran.

“Channie, gwaenchanayo??” Tanya Sungmin sambil tangannya terulur ke arah dahi Sungchan saat gadis itu sudah duduk di sebelahnya.

Tidak ada jawaban dari Sungchan. Ia hanya terdiam. wajahnya masih menyimpan sedikit ketakutan didalam hatinya akibat mimpi buruk tadi malam.

“Aku mimpi buruk, Oppa.” Ucapnya.

“Mworago? Mimpi apa kau?” Tanya Donghae menimpali.

Sungchan akhirnya menceritakan mimpi tadi malam dari awal hingga akhir. Ia juga menceritakan bagaimana ketakutannya ia dan bagaimana mimpi itu serasa sangat nyata baginya.

“Jinjja? Seram sekali mimpi mu..” Ucap Donghae saat Sungchan sudah menyelesaikan ceritanya.

“Apa kau ingat seperti apa wajah pria itu??” Tanya Sungmin gantian.

Sungchan terlihat diam dan berpikir. Ia memang melihat wajah vampir pria jahat yang berada didalam mimpinya tadi malam. Tapi, entah kenapa ia sama sekali tidak bisa mengingat raut wajahnya dengan jelas.

“Hmmm..Molla Oppa. Yang kutahu, rambutnya berwarna merah. Sorot matanya benar-benar tajam juga berwarna merah menyala. Dan wajahnya….aku tidak bisa mengingatnya.”

Sungchan terlihat putus asa. Dengan lelah, ia menelungkupkan kepalanya ke meja makan, memejamkan matanya berharap ia bisa kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda.

“Hyung, Mungkinkah itu perbuatan mereka??” Donghae tiba-tiba berbicara. Ia menatap Sungmin serius.

“Nugu??” Sungmin tampak mengerenyitkan dahinya.

“haish…Siapa lagi kalau bukan vampir-vampir jahat itu hyung! Mereka ingin membalaskan dendam pada kita melalui Sungchan. Bisa saja kan?”

“YA!! jangan mulai berspekulasi yang tidak-tidak, Hae! Kau itu selalu saja mengait-ngaitkan suatu masalah dengan mereka. Itu tidak mungkin!” Bantah Sungmin.

Donghae kemudian beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari kecil masuk ke dalam kamarnya. Tidak berapa lama, dilihatnya Donghae keluar dari sana sambil membawa buku tebal, yang sepertinya adalah buku tua yang pernah ia temukan di rumah tua beberapa waktu lalu. Saat ia sudah tiba kembali ke meja makan, dibukanya buku tersebut dan diarahkannya ke Sungmin menyuruh pria itu untuk membaca.

“Baca ini hyung!!” Sungmin mencoba menurut kali ini. ditatapnya Donghae dengan curiga sejenak baru kemudian diarahkannya mata pria itu ke beberapa kalimat yang tertulis didalamnya.

Berhati-hatilah! Kaum kegelapan tidak akan membiarkan seseorang yang menghalangi jalannya hidup dengan tenang. Ia bisa berbuat apapun untuk menyerang, menyiksa, atau bahkan membunuh mangsa serta musuhnya hanya lewat pikiran, tatapan, atau bahkan melalui dimensi lain yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Jika kau yang mendapatkan kesukaran seperti ini, berhati-hatilah. Karena itu berarti kau tidak akan bisa lepas dari naungannya sampai ia sendiri yang menampakkan kekuasaan serta keperkasaannya secara langsung dihadapanmu

Sungchan yang sedari tadi hanya terdiam sambil masih menangkupkan kepalanya ke meja makan, sontak langsung terduduk tegap begitu Sungmin selesai membaca. Hatinya berdegup kencang seolah merasakan kebenaran dari semua kalimat yang Sungmin bacakan tadi. Bulu kuduknya kembali meremang. Ia merasa ketakutan yang luar biasa. Ia takut bahwa ia akan mengalami kejadian yang sama kembali seperti tadi malam. Ia juga begitu ketakutan.. takut jika ia memang tidak akan pernah bisa lepas dari kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Heechul dan anak buahnya.

“Op..Oppa..Mungkinkah aku…” Sungchan terdiam. Raut wajahnya benar-benar menyiratkan suatu kecemasan yang luar biasa.

“Cih!! YA!! Donghae, sudah kukatakan jangan baca buku ini lagi!! kau lihat?! Karena persepsi dan sikap sok taumu itu kau selalu saja membuat Sungchan ketakutan.” Sungmin kemudian menoleh kearah Sungchan dan mencoba menenangkan yeodongsaengnya itu.

“Aniya, Channie.. Geokjeongma. Itu tidak akan terjadi padamu. mimpi mu semalam itu tidak ada hubungannya dengan semua yang kubaca barusan. Kau jangan takut lagi. Ne?!”

****

DUNKELHEIT CASTLE

Heechul sedang berdiri tegak didepan jendela ruangan tempatnya bertahta. Mata kucingnya yang tajam terlihat sedang menerawang ke arah yang jauh. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang dipikirkannya, tapi dari raut wajahnya serta rahangnya yang mengeras, sepertinya ia sedang memikirkan cara untuk melenyapkan semua musuh serta para manusia yang beberapa waktu terakhir ini sudah mengganggu dan mengacaukan semua rencananya untuk menguasai dunia dan mengubah dunia menjadi sama seperti kaumnya. Ia cemas.. ia cemas jika ramalan itu benar-benar menjadi kenyataan. Ramalan yang pernah didengarnya beribu-ribu tahun yang lalu.

Heechul bukannya tidak pernah tahu mengenai ramalan masa lalu yang pernah diutarakan oleh nenek moyang terdahulu. Ia tahu.. ia bahkan mengingat dengan jelas apa yang pernah diucapkan oleh nenek moyangnya mengenai kelangsungan kehidupan para penghuni kegelapan

Lima ribu tahun lagi.. Saat semua kegelapan perlahan-lahan lenyap, saat bulan purnama bersinar bersama dengan bintang yang paling terang, dan saat empat elemen bersatu, saat itulah kekuasaanmu akan berakhir. Semua pasukanmu akan lenyap bersama angin. Dan sebagian nyawa serta hatimu yang ada didalam diri salah satu dari mereka akan lenyap digantikan dengan nyawa baru yang putih dan suci.

Heechul kembali mencoba mengingat-ingat arti serta makna dari semua ucapan nenek moyangnya terdahulu. Tapi seberapa keras usahanya, ia tidak pernah bisa mengerti semua kalimat yang terkandung didalamnya. Namun yang pasti, ia tahu.. ia sadar bahwa ia tidak boleh membiarkan para Oracle atau manusia menghentikan semua rencana yang sudah ia siapkan dan ia rencanakan selama hampir lima ribu tahun. Heehul pun mencoba mengingat kembali pesan serta cara untuk melenyapkan para Oracle. Ia benar-benar tidak ingin semua ramalan itu menjadi kenyataan.

Jika kau memang ingin melenyapkan mereka, bunuh mereka semua dengan menggunakan Legionne. Tusuk para manusia pilihan tersebut tepat  dibagian hati mereka, dan segera lenyapkan semua perhiasan yang terdapat lambang kekuatan kegelapan yang ada ditubuh mereka dengan Legionne tersebut. Maka kau akan hidup abadi, tidak terkalahkan, dan tidak akan pernah mati!

Heechul terlihat mencengkram tangannya dengan sangat keras. Wajahnya kembali menyiratkan suatu kejahatan serta kebencian yang luar biasa. Ia juga bahkan tidak menyadari bahwa saat ini gelas yang ternyata sedari tadi dipegangnya sudah hancur akibat cengkraman tangannya.

Dengan segera, ia melangkah pergi dari tempatnya berdiri untuk menemui seseorang. Tanpa harus mencari, ia bahkan sudah bisa menemukan dimana orang tersebut berada.

“Hyemin, Kyuhyun cepat pergi dan habisi pria bernama Lee Donghae itu!!” ucap Heechul tanpa basa-basi saat ia menemui Hyemin dan Kyuhyun yang sedang berbincang di salah satu ruangan di Dunkelheit castle.

“Mwo?! Hanya dia saja Oppa??” tanya Hyemin

“Ani! Untuk Henry aku sudah mengutus Leeteuk dan Eunhyuk untuk membunuhnya. Dan untuk Sungmin, aku yang akan menghabisinya dengan kekuatanku sendiri!”

Melihat emosi yang terpancar dari wajah Heechul, Hyemin dan Kyuhyun pun tidak berani menolak atau bahkan menginterupsi. Mereka berdua segera melesat keluar dari istana untuk segera menuju ke mangsa serta target utama mereka berdua.

****

Hyemin dan Kyuhyun saat ini sudah berjalan menapak tanah layaknya manusia pada umumnya. Seperti biasa, penyamaran yang sangat lengkap mereka lakukan untuk menutupi identitas asli mereka dari penduduk sekitar.

Tanpa perlu mereka cari,  Hyemin bahkan sudah bisa menemukan dimana Donghae berada. Mereka berdua segera saja melangkahkan kaki ke sebuah restaurant outdoor yang terletak di pusat kota Seoul. Disana, Hyemin sedikit terkejut karena mereka menemukan Donghae tidak sendirian. Melainkan duduk bersama dengan Sungchan dan juga Sunyeong, rekan kerja Sungmin dan Donghae (baca TDLR yg awal2 yaaa..Sunyeong udh ada disana. Cm sempet ilang bbrp episode ^_^).

“Kau lihat, Kyu? Pria yang sedang berbicara dengan dua orang gadis itu??” Tunjuk Hyemin ke arah Donghae. Kyuhyun menoleh kearah Hyemin sebentar dan mengangguk.

“Dialah yang menyerang Eunhyuk waktu itu.”

“Jinjjaro??” tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Ne.. dan seperti yang Heechul Oppa bilang tadi, dialah yang harus kita habisi!” ucap Hyemin kemudian.

Hyemin dan Kyuhyun kemudian ikut duduk dan berpura-pura berbaur menjadi pengunjung restaurant. Mereka berdua beruntung. Saat itu restaurant sedang sepi dan hanya ada mereka berdua serta Donghae juga Sungchan dan Sunyeong. Mereka terlihat memesan minuman yang sering dikonsumsi oleh para manusia-manusia pada umumnya, walaupun mereka berdua sama sekali tidak menyukai dan jijik dengan minuman yang dikonsumsi oleh umat manusia.

“Ishh…bau apa ini?? kenapa minuman ini menyengat sekali?! Menjijikkan!!” ucap Hyemin saat iseng mencium aroma espresso yang ada dihadapannya. Kyuhyun yang melihat gadis didepannya mengerutkan keningnya pun tertawa lepas. Ia kemudian mengacak-ngacak rambut Hyemin dan meledek gadis iblis itu

“Hahahaha… kau ini! sudah tahu itu bukan untuk kaum kita. Kau masih saja mau coba-coba!!” Ucap Kyuhyun sambil sedikit berbisik agar orang lain tidak mendengar ucapannya.

“Haahhh… aku heran dengan kaum manusia! mengapa mereka suka sekali dengan makanan dan minuman aneh seperti itu! Kau tahu Kyu, darah itu jauh-jauh lebih nikmat dibandingkan apapun!!”

Hyemin kemudian terdiam sejenak. Ia terlihat menghirup suatu aroma menyenangkan yang sangat disukainya. Aroma darah yang berpencar keluar dari tubuh Donghae, Sungchan dan Sunyeong yang berada hanya 3 meter dari tempatnya. Ia bahkan terlihat menghirup dengan sangat-sangat dalam, menikmati aroma yang menurutnya sangat lezat tanpa harus menikmati darah mereka bertiga secara langsung.

“Mmmmhhh… bahkan aroma darah mereka bertiga jauh lebih lezat dan menggiurkan dibandingkan cairan didepanku ini! iya kan?” Tanya Hyemin memastikan.

Kyuhyun yang mendengarnya hanya tertawa kecil. Ia kemudian mencoba meniru apa yang Hyemin lakukan tadi. Ia mencoba menghirup aroma tajam yang sedari tadi mengganggu indra penciumannya. Tapi detik berikutnya Kyuhyun terdiam. Mata indahnya sedikit menerawang kesegala arah. Ia terlihat bingung dengan penciumannya barusan.

“Rasanya aku mencium aroma darah dari dua orang saja.”

Mendengar hal tersebut, Hyemin sedikit tersentak. Ia menoleh ke arah Kyuhyun dan menatap Kyuhyun tidak percaya. Ia juga bahkan mencoba menatap mata Kyuhyun, mencoba mencari tahu kebenaran dari sana.

“Mwo?? Kenapa kau menatapku seperti itu, hah??” Kyuhyun yang ditatap seperti itu terang saja menjadi risih. Ia yang memang bisa membaca pikiran orang atau lawan bicaranya seakan tahu bahwa Hyemin menatapnya curiga.

“Katakan, Kyu!!! Katakan padaku siapa yang tidak bisa kau cium aroma  tubuhnya?? JAWAB!!” Suara Hyemin sedikit mengeras. Ia bahkan tidak melepaskan sedetikpun tatapan tajamnya dari arah Kyuhyun.

Walaupun Hyemin memiliki pengelihatan yang sangat tajam dan mata yang mampu melumpuhkan lawannya, sayangnya ia tidak bisa membaca pikiran orang lain seperti Kyuhyun. Hanya Kyuhyun lah satu-satunya vampir iblis yang diberikan kemampuan untuk membaca pikiran dan hati orang lain atau kaum mereka sendiri oleh Heechul.

“Ne.. dan aku baca dari buku ini, salah satu dari penghuni kegelapan itu ada yang ditakdirkan berjodoh dengan seorang manusia.”

Hyemin yang baru saja ingin berbicara lagi mendadak terdiam saat ia mendengar sebuah suara. Ia mencoba menoleh sedikit kearah tempat Donghae juga Sungchan dan Sunyeong duduk. Yah, tadi itu adalah suara serta ucapan Donghae yang memberi tahu kepada kedua gadis didepannya isi dari buku tua miliknya.

“Jinjja?? Huaahhh.. mana ada manusia yang mau menikah dan memiliki jodoh seorang vampir! Itu mustahil, Hae.. “ Ucap Sunyeong tidak percaya.

“Ne Oppa.. bagaimana mereka tahu kalau mereka berjodoh jika bertemu saja mereka belum tentu bisa.” Balas Sungchan menimpali.

Kyuhyun sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan Donghae. Ia sudah bisa membaca yang akan terjadi selanjutnya. Ditambah lagi, ia kini bisa melihat raut wajah Hyemin yang mengeras dan begitu memperhatikan percakapan ketiga manusia di belakang mereka.

“Cha! Kau baca ini.. disini dikatakan bahwa seorang vampir akan berjodoh dengan manusia jika ia tidak bisa mencium aroma tubuh manusia tersebut. Kalian berdua tahu kan kalau vampir itu memiliki indra penciuman yang sangat tajam? Nah, aku rasa itu bisa menjadi alasan kuat.” Jawab Donghae polos.

Mendengar jawaban Donghae, Kyuhyun terdiam. Ia menatap seorang manusia disana yang memang sedari tadi tidak bisa ia hirup aroma tubuhnya. Ia mencoba menyakinkan dirinya sendiri. Mungkinkah ia berjodoh dengannya?? dengan salah satu manusia yang ada disana. Ia sendiri bahkan ragu dengan hal tersebut.

SEETT…GREEEPPP

Kyuhyun begitu terkejut saat secara tiba-tiba Hyemin berdiri dan mencengkram kerah pakaian yang dipakai Kyuhyun. Kyuhyun yang mendapat perlakuan seperti itupun memegang tangan Hyemin mencoba menenangkan sedikit amarah gadis dihadapannya. Biar bagaimanapun, Kyuhyun tahu bahwa Hyemin begitu ingin tahu orang yang – menurut ucapan Donghae tadi – akan menjadi jodohnya.

“JAWAB, Kyu!!! Siapa yang tidak bisa kau cium aroma tubuhnya??!! Kita harus segera membunuhnya!!”

“Hye..Hyemin.. aku..” Kyuhyun terlihat gugup menjawab pertanyaannya. Hal itu terang saja membuat Hyemin semakin menajamkan mata elangnya untuk menatap Kyuhyun meminta kejujuran dari pria itu.

“Mollayo.. Aku tidak tahu siapa!! aku benar-benar tidak tahu siapa yang tidak bisa aku cium aroma tubuhnya” Ucap Kyuhyun pada akhirnya.

“Geotjimal!!!” teriak Hyemin.

Mendengar suara gaduh dan teriakan dari Hyemin barusan, Donghae juga Sungchan dan Sunyeong menoleh ke arah Hyemin dan Kyuhyun. Mereka berdua menatap sepasang iblis yang menyamar itu dengan heran.

“Hyemin-ah, jebal. Mereka melihat kearah kita sekarang.” Hyemin yang mendengar ucapan Kyuhyun barusan terdiam. ia sadar, kemarahannya bisa saja membuatnya mengeluarkan kekuatannya didepan manusia. Biar bagaimanapun, Hyemin sadar itu tidak boleh terjadi.

“Urusan kita belum selesai, Kyu!! Kalau kau memang tidak tahu siapa yang aroma tubuhnya tidak bisa kau cium, terpaksa kita harus membunuh kedua wanita itu!” Ucap Hyemin pelan.

Sesudahnya, Hyemin dengan kasar mendorong tubuh Kyuhyun hingga tubuh pria itu terjatuh dan merubuhkan meja restaurant yang ada disampingnya, membuat ketiga manusia yang ada disana serta pelayan datang membantu Kyuhyun berdiri. Bagi manusia yang melihatnya, tentu saja mereka semua tertegun dengan apa yang dilakukan oleh Hyemin. bagaimana tidak? Menurut mereka kekuatan seorang Perempuan seperti Hyemin tidaklah mungkin bisa membuat seorang pria terjatuh hanya dengan dorongan – yang menurut mata manusia – pelan. Tapi begitulah para penghuni kegelapan. Mereka selalu memiliki kekuatan yang sangat besar didalam dirinya. Jauh lebih besar dibandingkan dengan kekuatan manusia terkuat didunia sekalipun.

Sesudah mendorong dan menjatuhkan Kyuhyun, Hyemin segera berbalik dan berjalan pergi dari restaurant tersebut. namun, seseorang yang berada disana kontan saja terkejut saat melihat wajah Hyemin yang hanya berjarak satu atau dua meter dari tempatnya duduk. Ia terdiam. ditatapnya terus wajah iblis wanita yang sedang berjalan dan memakai kacamata hitam itu.

“Dia..bukankah dia gadis yang waktu itu kulihat disebrang rumahku?” Donghae, pria yang sedari tadi terkejut dengan pertemuannya dengan Hyemin lantas menatap Hyemin kembali dengan tajam, memastikan bahwa memang dia lah yang dilihatnya kemarin.

Hyemin yang menyadari tatapan Donghae padanya segera mempercepat langkahnya. Jika ia bisa, ia ingin sekali langsung melesat atau terbang saja sehingga ia tidak perlu bersusah payah berjalan untuk menjauhi Donghae yang kini sedang mencoba mengejarnya.

****

Masih di dalam restaurant, Kyuhyun mencoba untuk tetap bertahan di tempat itu sejenak. Ia ingin memastikan semua yang ada dipikirannya serta ucapan Donghae yang tadi didengarnya. Sedari tadi, ia terus memperhatikan secara diam-diam gadis yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya. Dua orang gadis yang baru saja ditinggal Donghae karena mengejar Hyemin. Kyuhyun tidak mengalihkan tatapannya pada salah seorang gadis disana, gadis yang memang tidak bisa ia cium aroma tubuhnya.

Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikiran namja itu. Yang jelas, Kyuhyun benar-benar ingin memastikan bahwa jika memang gadis itu adalah jodohnya, ia tidak akan membiarkan Hyemin atau teman-temannya sesama iblis tahu. Kyuhyun tidak akan membiarkan salah satu dari mereka melukai gadis itu atau bahkan membunuhnya.

“Eonnie..Eonnie.. gwaenchana??” Sungchan mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Sunyeong yang sedang melamun.

“Eh..Ah, Sungchan.. Ne. Gwaenchana.. Mianhe, aku terlalu asik melamun.” Sunyeong terkekeh.

Sunyeong yang sudah tersadar dari lamunannya kembali terdiam. Ia mencoba menoleh secara perlahan-lahan dan diam-diam ke satu arah. Entah siapa yang ia cari, ia tidak tahu. direstaurant itu hanya tinggal ia dan Sungchan serta beberapa pengunjung yang baru saja datang.  Ia sendiri juga bahkan tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Yang jelas, ucapan dari Donghae tadi membuat hatinya secara tiba-tiba bergejolak tanpa alasan. Sedari tadi ia selalu merasa dekat dengan seseorang. Seseorang yang ia sendiri  tidak tahu itu siapa.

****

Di sebuah jalan, di tempat yang sangat ramai, Hyemin masih mencoba untuk menghambur bersama dengan masyarakat dan para pejalan kaki disana. Ia masih berusaha untuk menjauhkan dirinya dari kejaran Donghae. Ia juga masih terus mencari celah serta tempat –tempat sepi agar dirinya mudah untuk melesat terbang agar ia tidak tertangkap oleh Donghae.

Donghae juga tidak ingin kalah. Ia terus-terusan melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk mengejar gadis yang waktu itu ia pergoki sedang menatap tajam ke arah rumahnya. Ia tidak ingin lagi kehilangan jejaknya. Dalam hatinya, Donghae bertekad harus bertemu dan mengetahui siapa gadis itu sebenarnya.

Baik Hyemin maupun Donghae sama-sama tidak mau mengalah satu sama lain. Mereka berdua masih tetap berusaha untuk saling menghindar agar tidak tertangkap. Terutama bagi Hyemin. Ia tidak ingin memiliki nasib tragis seperti rekannya, Eunhyuk yang celaka akibat bersentuhan langsung dengan salah satu Oracle.

Namun sial bagi Hyemin, walaupun ia tidak menoleh kebelakang, tapi ia tahu bahwa kini Donghae sudah sangat dekat dengannya. Bahkan jarak mereka tidak lebih dari 1 meter.

Menyadari bahwa donghae akan menyentuhnya untuk memanggil dirinya, Hyemin akhirnya mengambil ancang-ancang untuk segera berbalik. Dan benar saja, tangan Donghae yang hanya tinggal beberapa centi menyentuh punggung Hyemin, gadis itu dengan sangat gesit dan sigap langsung berbalik kebelakang.

“STOP!!!!” teriak Hyemin sedikit panik sambil kedua tangannya terulur kedepan tanda ia menyuruh Donghae untuk berhenti melangkah dan tidak menyentuhnya.

Donghae yang mendengar teriakan dari gadis didepannya langsung terdiam dan mengurungkan niatnya. Ia bisa melihat bagaimana wajah cemas Hyemin yang kelihatan jelas sedang mengambil jarak dengannya.

“Kau!! Mau apa kau membuntutiku?” Tanya Hyemin ketus sambil menatap Donghae waspada.

“Aniya.. aku..hmm.. aku hanya ingin bertanya, bukankah kau gadis yang kulihat berdiri disebrang rumahku kemarin??”

Hyemin merasa skak mat. Ia sadar dirinya memang benar-benar sudah tertangkap basah kali ini. Ia tidak mungkin bisa mengelak. Tapi ia juga tidak menjawab pertanyaan Donghae barusan.

“Hmmm.. apa kau tetangga baru yang tinggal di komplek perumahanku??” tanya Donghae lagi yang juga tidak dijawab oleh Hyemin.

“Kalau kau sudah tidak ada urusan denganku lagi, biarkan aku pergi!” Ucap Hyemin.

Entah apa yang terjadi dengan dirinya, ia tiba-tiba merasa takut berhadapan dengan Donghae. Ia merasa seluruh tubuhnya tidak mampu melakukan penyerangan. Ditambah lagi tatapan Donghae padanya benar-benar sulit  diartikan dan seakan menusuk tepat di dalam hatinya.

Mendengar permintaan Hyemin barusan, Donghae tidak ingin membiarkan gadis itu pergi. ia justru semakin melangkah untuk mendekati Hyemin dan menyodorkan tangan kanannya.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum aku tahu siapa namamu.. kenalkan, Donghae imnida..” uluran tangan Donghae justru membuat Hyemin mundur perlahan-lahan. Ia takut bersentuhan dengan Oracle didepannya. Donghae yang mendapat penolakan, merasa tidak terima.

“Hey, kau kenapa?? kenapa kau takut padaku? Aku ini bukan orang jahat! Percayalah.. aku hanya ingin tahu siapa namamu. Itu saja..”

“Oke..Oke..! aku beritahu namaku, tapi tolong. Tolong jauhkan tanganmu dari hadapanku.” Ucap Hyemin panik. Donghae yang memang kasihan dengan sikap ketakutan Hyemin padanya akhirnya mengalah. Ia menurunkan uluran tangannya dan tidak lagi maju mendekati Hyemin.

“Baiklah.. sekarang katakan, Siapa namamu??” tanya Donghae.

“Hyemin.. itu.. namaku!”

“Hyemin.. Baiklah. Senang berkenalan denganmu. Kuharap kita bisa bertemu lagi! Annyeong..”

Donghae tersenyum manis, membuat diri Hyemin sedikit bergejolak. Ia bahkan tidak menyadari bahwa manik merah matanya kini berubah menjadi cokelat indah. Pikirannya untuk membunuh Donghae pun mendadak hilang selama beberapa detik saat ia berbincang dengan Donghae tadi.

Mendapati mangsanya sudah pergi dari hadapannya, hati Hyemin kembali bergejolak hebat. Nafsu membunuh serta sifat jahatnya kembali muncul. Ia mengutuk dan memaki dirinya sendiri yang sudah membiarkan Donghae terlepas dan kembali bebas berkeliaran.

****

RUMAH KELUARGA LEE

Sungmin sedaritadi merasa gelisah. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengannya, tapi sedari tadi ia merasa rumahnya terasa panas. Ia juga bahkan mendadak menjadi ingin marah-marah dan emosi terhadap semuanya. Parahnya lagi, ia merasa tidak betah berada ditempat itu.

Sungmin tidak mengetahui bahwa semua yang ia rasakan, semua yang ia alami adalah hasil dari perbuatan Heechul yang kini sedang mengintai rumahnya, mengawasinya dari halaman belakang rumahnya. Ia mengirimkan kekuatan jahatnya untuk membuat Sungmin, yang saat itu sedang sendiri di rumah menderita. Ia juga telah menyiapkan rencana jahatnya untuk melukai dan bahkan membunuh Sungmin agar tidak ada lagi Oracle yang bisa mengacaukan semua rencananya sebagai penguasa kegelapan.

Heechul dengan perlahan-lahan menaikkan tangannya. Diarahkannya tangannya kedalam rumah Sungmin dan segera dikirimkannya kekuatan besar untuk menyerang Sungmin. Dan benar saja, hanya dalam waktu beberapa detik, tubuh Sungmin memanas. Sungmin merasa dadanya tiba-tiba sangat sesak, kepalanya sakit luar biasa. Tubuhnya seketika ambruk dan bergerak kesana kemari mencoba menahan sakit yang terus dikirimkan Heechul ketubuhnya. Sungmin mencoba berteriak meminta tolong pada siapapun. Namun sayang, keadaan rumahnya yang kosong serta suaranya yang serak dan tidak keluar membuatnya semakin menderita menahan rasa sakit ditubuhnya.

Heechul tersenyum bangga. Wajah evilnya seakan menunjukkan rasa senang luar biasa karena sudah membuat lawannya sekarat menahan sakit yang menjalar ditubuhnya. Belum puas dengan apa yang dialami Sungmin, Heechul kembali mengeluarkan kekuatan yang berada ditangan kirinya. Dengan sekali kibasan ditangan kirinya, Heechul memporak-porandakan bagian dalam rumah Sungmin. Tubuh Sungmin yang sedang tergeletak dan masih mencoba berteriak pun menjadi sasaran kejahatannya. Heechul mencoba melemparkan beberapa benda ke arah Sungmin. Tapi sayang, refleks Sungmin ternyata masih mampu menyelamatkannya dari bahaya.

“YA!! KELUAR KAU!! JANGAN BERSEMBUNYI SEPERTI INI!!!” teriak Sungmin entah ia mendapat kekuatan darimana. Ia sepertinya tahu siapa yang sudah membuatnya terluka seperti sekarang.

Merasa dirinya disindir dan dipanggil oleh Sungmin, raut wajah Heechul berubah keras. Tanpa buang-buang waktu, Heechul segera melesat masuk kedalam rumah Sungmin dan menampakkan dirinya didepan Sungmin.

“Cih! Sudah kuduga itu perbuatanmu!!” Ucap Sungmin ketus sambil berusaha berdiri saat melihat Heechul sudah berada dihadapannya.

Tak kalah dengan wajah kecut Sungmin, Heechul pun mengeluarkan wajah jahat andalannya. Ditatapnya Sungmin tajam

“Wae? Kau takut, hmm??” Tanya Heechul meremehkan.

“Aku? Takut pada mahluk sepertimu? Cih, jangan mimpi!! Harusnya aku yang bertanya padamu! apa kau takut padaku, seorang Oracle, sampai-sampai kau sebegitu ngototnya menyerangku dan ingin menghabisiku?? Kau takut aku dan teman-temanku menghabisimu dan anak buahmu, iya??”

Mata heechul terlihat berkilat-kilat. Kelihatan sekali ia merasa sangat marah dan tersinggung saat mendengar ucapan Sungmin yang menyindir dirinya. merasa tidak terima, Heechul mengepalkan tangannya. Diam-diam, dikumpulkannya kekuatan yang ada didalam dirinya hingga

WUUUZZZZ…

Heechul melemparkan kekuatannya yang cukup besar ke arah Sungmin hingga tubuh Sungmin terlempar hingga ke halaman belakang rumahnya. Tidak puas, Heechul kembali melepaskan kekuatannya, mengangkat tubuh Sungmin dan kembali melemparkannya hingga tubuhnya menabrak batang pohon yang tumbuh dihalaman rumahnya.

“AARRGGHH..” teriak Sungmin kesakitan sambil memegangi bagian tubuhnya yang sudah mati rasa.

Melihat lawannya masih bisa berdiri, Heechul kemudian berusaha melumpuhkan Sungmin. Diarahkannya kekuatannya pada kedua kaki Sungmin hingga membuat pria manis itu tidak bisa melangkah menggerakkan kakinya. Seperti boneka tali, Heechul dengan asiknya memainkan tubuh Sungmin yang tidak bisa bergerak dengan kedua tangannya yang terulur ke arah Sungmin. Di angkatnya tubuh Sungmin, kemudian diturunkannya seakan menyuruhnya untuk berlutut dan berdiri selama beberapa kali. Tidak hanya itu, walaupun tidak menyentuh tubuh Sungmin secara langsung, di angkat dan dihempaskannya ke tanah tubuh Sungmin hingga membuat pria itu berteriak memilukan.

“AAARRGGHH…LEPASKAN AKU, IBLIS GILA!!” teriak Sungmin sudah tidak tahan dengan semua penderitaan yang dirasakannya.

Mendengar permintaan Sungmin, Heechul terdiam. Didekatinya dan ditatapnya Sungmin dengan tajam. Diangkatnya wajah Sungmin dan dicengkramnya rahang pria yang sudah tersungkur itu

“Kau menyerah?? sudah kukatakan, jangan pernah bermain-main denganku!! Walaupun kau  seorang Oracle sekalipun, aku tidak pernah takut padamu!!” Ucap Heechul tajam sambil membuang wajah Sungmin.

Heechul pun berdiri. Ia sepertinya sedang bersiap-siap untuk pergi. Namun sebelum pergi, Heechul kembali menghampiri Sungmin yang masih tidak berdaya untuk bangkit. Diinjaknya punggung Sungmin sambil berkata,

“Apa yang aku lakukan ini sebagai peringatan keras untukmu! Kuperingatkan kau untuk terakhir kalinya! Jangan pernah mengganggu dan mencoba untuk menghentikan kami!!! Dan jangan pernah sekalipun kau atau teman-temanmu menampakkan diri dihadapanku!! Kalau kau sampai melanggarnya lagi, akan kupastikan semua orang-orang terdekatmu menderita dan mati secara mengenaskan dihadapanmu!! Arraseo?!”

Setelah ucapan itu, Heechul pun melesat keatas pergi meninggalkan Sungmin masih berusaha bertahan untuk tetap tersadar. Namun sayang, karena luka ditubuhnya terlalu banyak, secara perlahan-lahan kesadaran pria itu semakin lama semakin memudar. Sebelum dirinya benar-benar tidak sadarkan diri, Sungmin terlihat mengepalkan tangannya dan berkata dengan tersendat-sendat

“Ak..aku.. ti..dak takut!! Hah..hah.. aku Ak..akan segera me..memus..nah..kkk.kkanmu!!”

-TO BE CONTIUNE-

34 thoughts on “WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : The Revenge (Part 7)

  1. Yah! Aish jinjja.. Knp kyu hrs sm eonni Sunyeong lg hua…… ToT

    eonni… FF yg ini seru bgt
    wuu..penasaran bgt jadinya sm kelanjutannya..
    Dan yg pasti jd bikin aku ENVY!!!
    kyu ditakdirkan sm sunyeong haha… ToT no way!!!
    #nangis dipojokan

  2. aigoo,, daebak,seru,keren pake bnget!
    slalu TBC d saat yg menegangka! jdi geregetN,
    kngn sma TDLR,bkin smangt bwt baca,,

  3. tambah menegangkan aja
    sungmi nya kasihan
    SungChan juga jadi kayak mainan hyemin
    huhuhu.,,,,,,,,.

    daebak bwat authornya
    *sukses ya*

  4. ternyata udah ad lanjutanx,,,br sempet baca nih saeng, sebulanan ini aq sibuk bgt…(curcol)
    yeobo (nunjuk2 heechul), drimu koq kejam bgt dsni…T_T
    ceritax makin seru aj, apalgi bagian kyu yg nemuin jodohx….
    jadi penasaran dgn lanjutanx….

  5. Siapa tuh jodoh ‘a Kyuhyun ??
    Donghae suka kah sma Hyemin ?? Hyemin juga suka kah ama Donghae ??

    Sungmin pasti kuat . Gak bkal knpa-knapa kan .

    Penasaran bnget .
    Lanjut bca part 8

  6. kyuhyun oppa……. jgn sampai kamu membuat jodohmu terbunuh,ne….
    aku rasa jodohny kyu tu sunyeong dehhh

  7. kyu sunyeong????
    huuuaaa….makiiinnn penasaran ini mah..
    vampir ama manusiaaa…

    hyemin jga knapa jd takluk gt ama hae…
    jangan jangaannn…hahaa

    ommmooo…sungmin opppaaaa!!!!!
    bertahan demi aku ne
    #plaaakkk

  8. duh,, bang heechul kok serem banget yah dsini.. >.< tp seru nih thor,, tegang tegangnya dapet banget!! akhirnya kisah cintanya mulai muncul,,😀

  9. Aduh,, kok HeeChul ny sreeem amat y????
    Mdah-mdahan SungMin ny gk knpa-knapa…..
    Crita ny smakin mmbuat pnasaran+menegangkan+mngerikan…..
    Ttap Smangat thor+Keep Write…….. ^^

  10. wah jangan2 vampire yg jadi baik itu Kyuhyun. Hua keren

    tapi pengen deh Leteuk menjalin hubungan ma Sungchan lagi, kasian banget dia ngejahatin masa lalunya

  11. Apa di part END semua bakal selesai ???? Aku penasaran sm oracle yg blm di ketahui padahal tinggal 1 lg kan ?? Bener-bener bikin aku bingung -_-

  12. Salah satu FF fantasy yang membuatku tertarik. Dari segi alur, konflik, dan feel-nya udah mantap *Menurutku*

  13. Waduuuuhhh.. Kyu tryt brjodoh sm sunyeong?? Yeeeeeeeeee… Q dkung deeehh. Wkwkwkwkwk.. Jgn2 hyemin jg suka sm hae.. Cieeee cieeee.. Btw, ksian sungmin. Dsiksa kyk gt sm heechul. Kejem amat tu hechul.. Hehehe.. Q pnsaran nih sm klnjutan kyu sunyeong & hae hyemin..

  14. Tadinya aku kira + pengennya Sungchan yg jadi jodohnya kyu, eh taunya sunyeong😦
    Gwaenchana lah.. Minnie!! Fighting!!!😉

  15. Nti kalo mereka musnah mereka bakal jdi manusia ga seh?
    Masih bingung sama pemikirhn heechul tdi
    baca aja dah biar ga penasaran lagi

  16. oh manisnya dsni kyu oppa dpt couple, tapi kasian dia harus menyembunyikan jodohnya
    hmpir aja di part awal q jantungan baca pertarungan mereka
    eh ternyata cuma mimpi,

  17. kyaaaa mokpo hae oracle jugaa???? asiiikk..so one unknown oracle left.
    ciee cieee kecemasan gw nyata kembali. kyu bakal jadian ma sunyeong mwehehehe~ xD
    Hyemin jg dag-dig-dug tuh dekat ma hae. aaa dapet 3 couple vampire- human😀
    hmm.. perhaps there are only be heechul gonna die :3

    tapii… gw bingung. kok mreka ga inget wajah musuh masing” ya? -__-”
    terlihat dari:
    1. hyemin nunjukin yg mana donghae ke kyuhyun
    2. kyu kok ga tau/ inget kalo yg nyerang hyuk di garasi itu donge
    3. hae ga ngenalin wajah hyemin??
    padahal eps sbelumnya kan mreka adep” pan?? kalo misalnya vampire ganti paras wajah saat jd manusia, knapa henry tau wajah kyuhyun sm hyemin wktu kejer”an di nohwon?? kan waktu itu udh brubah jd manusia. kok gtu ya?? need explanation please😀
    *peace

    but tetep ajibb!!! asik bgt dahni epep. next!

  18. Aku bisa nebak siapa Ɣªήğ akan jadi jodoh na sy kyuhyun,n Ɣªήğ ak bingung knpa pas heechul mencengkram rahang sungmin,sungmin g megang tangan na heechul biar heechul na kesakitan,aaaahhh aku penasaran lanjut min

  19. wah wah wah bakalan ada cinta terlarang nih…
    kyu ma sunyoung kh?
    itu hae ma hyemin apa jga jodoh? #ngarep
    biar lebih kompleks ceritanya
    heechul beneran kejamnya…

  20. Bagus sungmin,, good job,, habiskan heechul,, hahaha
    hyemin kayaknya beatheart nih ngeliat donghae,, cieeee,, assa
    kyuhyun dan sunyeong berjodoh,, trus nasib mreka kudu piye?? Mreka kan bermusuhan,, rumit
    aku ke part selanjutnya ya tor, pai pai

  21. kasian sungmin oppa T.T
    jodoh kyuhyun oppa itu Sunyeong eonnie yaa ?
    trus kyak hyemin kesem-sem sama donghae oppa yaa..
    eon aku bgi pw 4 ;(

  22. Aigoo…😥
    Makin keren aja kesininya.. Nggk kebayang endingnya…
    Psti kan Sungmin sbg kakak nggk mau adiknya kenapa”
    Tapi disisi lain sungmin pnya tekat musnahin heechul…

  23. Kukira Kyu bakal ama Sungchan lha malah Sungyeon -_-

    Salah prediksi nih.. :3

    Itu kok Heenim bisa nyerang Sungmin?Aa kakarena kekuatan oracle belum terkumpul jadi Heenim bisa nyerang?

  24. Ya ampun kasian bang sungmin di siksa sampe pingsan gtu…

    Yah kyanya donghae suka sama hyemin nih, aduh ko bisa ya iu matanya hyemin berubah cokelat jgn2 dy jg suka sama hae secara ga sadar hehehe

    Ahhh udah pst kyanya yg dirasain sama kyu itu buat sunyeong pst aroma nya sunyeong yg ga bisa dicium kyu hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s