THE ROYAL WEDDINGS (Part 9)

Annyeong… THE ROYAL WEDDINGS datenng lagiii… ^^ mudah-mudahan Readers semua gak bosen ya sama part nya yang udh kelewat banyak😀

Untuk scene Yesung – Aerin, bacanya sambil dengerin lagu SUPER JUNIOR – Only U sama N’SYNC – This I Promise You yaaaaa… Dijamin banget, Feel sm ceritanya DAPET BGT ^^

Ya udah, kl gtu tanpa banyak bicara lagi Silakan baca lanjutan FF ini yaaaa…

LE SILLA KINGDOM

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

HAPPY READING… :)  JANGAN JD SILENT READERS dooonnkk… :(  Author tunggu yaaa COMMENT dari kalian. ^_^

Gomawo

*******************************

CERITA SEBELUMNYA

Princess Sunyeong kemudian menggeser tubuh Prince Kyuhyun yang menghalangi jalan masuknya ke kamar. Tapi, lagi-lagi tangan pangeran tampan itu jauh lebih cepat. Sebelum Princess Sunyeong masuk ke kamar, Prince Kyuhyun kembali menarik tubuh Princess Sunyeong hingga tubuh putri itu tersudut ke tembok. Dikuncinya tubuh Princess Sunyeong dengan kedua tangan Pria itu disamping kiri dan kanannya.

“Kenapa kau begitu sulit didekati, hah?? Apa yang membuatmu benci padaku?? Sampai kapan kau mau bersikap dingin seperti ini??”

Melihat tatapan tajam Prince Kyuhyun, membuat sedikit perasaan takut Princess Sunyeong muncul. Ia tidak berani menatap mata tajam pria itu terlalu lama. Ia sendiri tidak tahu kenapa. Ditambah lagi, jantungnya mendadak berdetak tak karuan saat mata tajam Pangeran itu menusuk langsung kedalam manik matanya.

“Aa..Akk..Aku…”

“Apa kau mau bertaruh denganku?? Akan kupastikan kau akan mencintaiku dalam waktu sebulan ini!! Ingat kata-kataku, Jagi!!”

Prince Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya yang menawan. Hal itu membuat Princess Sunyeong semakin tersudut dan semakin tidak berdaya. Ia tidak berani menatap lama-lama tunangannya yang berada dihadapannya ini. Dengan sekali dorongan kuat pada tubuh Prince Kyuhyun, Princess Sunyeong berhasil melepaskan dirinya. Ia menatap Prince Kyuhyun tajam.

“Namja Aneh!!! Namja Gila!!!”

BRAAAAKKKKKK…!!!!

Princess Sunyeong masuk ke dalam kamar dan membanting pintu kamar tersebut tanpa memperdulikan Prince Kyuhyun yang masih berada didepannya. Prince Kyuhyun yang masih berada di depan kamar tunangannya itu hanya bisa tersenyum puas. Ia senang melihat perubahan wajah Princess Sunyeong yang memerah saat jarak mereka hanya beberapa centi tadi. Ia merasa kepercayaan dirinya kembali.

“ I Got U, baby..!!!”

*******************************

Di dalam kamar, Princess Sunyeong terdiam di balik pintu. Ia memegangi dadanya yang terus menerus berdetak sangat cepat sejak tadi. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa. yang jelas, menurut putri cantik itu, hatinya berdetak hebat saat ia melihat secara dekat tatapan mata Prince Kyuhyun tadi.

Princess Sunyeong pun berjalan pelan ke arah tempat tidurnya. Ia duduk di pinggir ranjangnya sambil kembali pikirannya melayang-layang ke ucapan Prince Kyuhyun tadi.

‘Apa kau mau bertaruh denganku?? Akan kupastikan kau akan mencintaiku dalam waktu sebulan ini!! Ingat kata-kataku, Jagi!’

“Dasar Namja aneh!!! Mana bisa aku jatuh cinta pada pria seperti itu!!!” ucapnya pada diri sendiri.

Princess Sunyeong kemudian terdiam. Ia memikirkan hal tersebut. Pikirannya kembali melayang-layang membayangkan wajah serta suara berat Prince Kyuhyun yang menurutnya pernah ia dengar dan ia lihat, entah dimana.

“Tapi… kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah dan suaranya? Aku yakin pernah bertemu dengan orang seperti itu! Eodisseo??”

Princess Sunyeong terus memusatkan pikirannya untuk mengingat pria yang menurutnya sangat mirip dengan Prince Kyuhyun. Semua moment serta kejadian-kejadian yang dialaminya beberapa bulan ini, coba ia rangkai satu persatu. Hingga…

“Mwo?! Aku ingat!!!! Dia.. Ne. Aku tahu sekarang!! Prince Kyuhyun itu adalah pria yang aku temui saat anniversary Appa dan Eomma. Omoo..kenapa aku tidak menyadarinya!” Princess Sunyeong terlihat memukul pelan kepalanya, menyadari dirinya yang sudah terlalu bodoh karena tidak menyadari hal ini sedari pertama mereka bertunangan waktu itu.

Keesokan harinya, Princess Sunyeong berjalan cepat menuju ke kamar Prince Kyuhyun. Ia ingin bertemu dengan pangeran itu untuk membicarakan banyak hal padanya. Ia juga ingin menanyakan dan memastikan apakah Prince Kyuhyun yang saat ini sudah menjadi tunangannya adalah pria yang juga sudah ditemuinya saat ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya waktu itu atau bukan.

TOK…TOK..TOK…

Diketoknya pintu kamar Prince Kyuhyun sekali. Tidak ada jawaban dari sana. Diketoknya lagi hingga beberapa kali, namun sang empunya kamar juga tidak menunjukkan tanda-tanda apakah ia sudah bangun atau belum.

Princess Sunyeong pun mulai bertanya-tanya kemana tunangannya itu pergi. Ia kemudian pergi darisana dan mencoba mencari Prince Kyuhyun di segala penjuru istana. Ditanyanya semua pelayan, pegawai istana, bahkan para pengawal istana siapa diantara mereka yang melihat Prince Kyuhyun. Namun juga tidak ada yang tahu kemana perginya Pangeran tampan itu.

Sampai akhirnya Princess Sunyeong lelah. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Namun, saat ia sudah berdiri didepan pintu kamarnya, seseorang tiba-tiba berdiri dibelakangnya dan mengagetkannya dengan suaranya yang begitu dekat di telinga Princess Sunyeong.

“Mencariku, Jagi??” Princess Sunyeong terang saja refleks langsung menoleh ke belakang.

“Haahh!!! YA!! Kau mengagetkanku saja!!!” Princess Sunyeong memegangi dadanya yang berdegup kencang, bukan karena terkejut, melainkan karena suara indah kyuhyun yang masuk kedalam telinganya.

Prince Kyuhyun tertawa lepas melihat ekspresi wajah tunangannya. Senyum serta tawanya yang terpancar dari wajahnya membuat Princess Sunyeong sedikit terdiam dan tak berhenti menatap wajah Prince Kyuhyun yang menurutnya terlihat manis jika sedang tertawa seperti itu. Saat tawa Pangeran berhenti, kesadaran Princess Sunyeong pun juga kembali. Ia mencoba untuk mengalihkan tatapannya, berharap Prince Kyuhyun tidak mengetahui tindakannya barusan.

“Ada apa, tuan putri?? Kudengar, sedari tadi kau mencariku.. Wae kudae?? kau rindu padaku, hmm??” Tanya Prince Kyuhyun dengan pedenya.

“Mwo?! An..Aniyo. aku.. aku mencarimu karena ada yang ingin aku tanyakan!” Prince Kyuhyun senang melihat kegugupan yang dialami Princess Sunyeong saat bicara dengannya. Dalam hatinya, pangeran tampan itu tersenyum menang.

“Kajja, ikut aku!! Kita bicara di tempat lain”

Prince Kyuhyun pun kemudian menggandeng tangan Princess Sunyeong dan membawa gadis itu ke sebuah taman. Taman yang ternyata adalah tempat pertama kali mereka berdua bertemu. Taman yang berada dekat kolam air mancur istana Le Silla. Princess Sunyeong yang menyadari hal itu pun seketika langsung menatap tunangannya itu tidak percaya.

“Kyu, Ini..“ belum sempat Princess Sunyeong berbicara, Prince Kyuhyun sudah memotongnya terlebih dulu.

“Ini tempat pertama kali kita bertemu.” Princess Sunyeong terdiam sejenak. Ia seakan sedang menyiapkan dirinya untuk berbicara pada tunangannya itu.

“Ne.. ini memang tempat pertama kali kita bertemu. Mianhe.. aku baru ingat semuanya sekarang. Aku juga baru ingat, kalau pria yang aku temui saat itu adalah kau.”

TUK!!

“Aawww!!! YA!! Kau itu kasar sekali sih!!!” Prince Kyuhyun memukul pelan kepala Princess Sunyeong hingga membuat gadis itu memegangi kepalanya yang kesakitan.

“Kau memang babo!! Apa memory otakmu itu kecil?? Sampai hal seperti itu saja kau tidak bisa mengingatnya. Bagaimana bisa seorang putri sepertimu memiliki ingatan yang sangat buruk?!”

Princess Sunyeong menatap marah tunangan yang berada di sampingnya itu. Ia kesal, ia tidak terima di bilang babo oleh namja itu. Padahal, bukan maksud putri itu untuk melupakan pertemuannya dengan Prince Kyuhyun. Princess Sunyeong jadi sakit hati karena ucapan namja disampingnya.

“Dengar baik-baik, Kyuhyun ssi!!! Aku sama sekali tidak bermaksud melupakanmu atau melupakan pertemuan pertama kita saat itu!! wajar saja kalau aku tidak bisa mengenalimu!! Saat itu wajah kita berdua memakai topeng. Bagaimana bisa aku mengingat wajahmu?! Dan perlu kau tahu, aku mencarimu tadi untuk bertanya mengenai hal ini!!! Tapi mendengar ucapanmu barusan, aku menyesal sudah mencarimu dan bicara padamu!!!!”

Princess Sunyeong pun kemudian berlari meninggalkan pria itu sendirian tanpa memperdulikan panggilannya. Prince Kyuhyun mencoba memanggil tunangannya itu untuk kembali. Namun sayang.. Prince Kyuhyun menyadari kebodohannya lagi yang sudah membuat gadis itu kembali marah karena sikapnya. Pangeran tampan itu kembali menyesal. Padahal, saat tahu bahwa gadis itu mencarinya tadi, ia senang. Ia senang Princess Sunyeong sudah mau sedikit membuka hati untuknya. Namun, hanya karena kesalah kecil, ia kembali harus berjuang untuk meraih hati gadis itu sekali lagi.

Karena hal tersebut, Princess Sunyeong marah pada Prince Kyuhyun. Ia menjauhi Prince Kyuhyun selama beberapa saat. Setiap kali Prince Kyuhyun mencoba memanggilnya atau mendekatinya, gadis itu selalu menjauh. Ia lebih memilih untuk pergi meninggalkan begitu saja Prince kyuhyun. Segala macam usaha dilakukan oleh Pangeran itu agar ia mendapatkan maaf dari tunangannya.

Menjelang malam, Prince Kyuhyun melihat Princess Sunyeong sedang berjalan keluar dari arah ruang keluarga istana. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi, Prince Kyuhyun segera berlari mengejar tunangannya itu.

“Sunyeong-ah..” mendengar namanya dipanggil dan saat tahu siapa yang memanggilnya, Princess Sunyeong segera mempercepat langkahnya untuk pergi dari situ.

“Jagi, tunggu!!” Ucap Prince Kyuhyun yang dengan sigap dan cepat berhasil meraih tangan putri itu hingga membuat langkahnya terhenti.

“Lepas, Kyuhyun ssi!!!” Princess Sunyeong yang mendapat perlakuan seperti itu kontan langsung berusaha melepaskan genggaman tangan Prince Kyuhyun. Tapi pria itu tidak bergeming. Ia tetap mengeratkan tangannya di pergelangan tangan gadis itu.

“Jagiya, aku…”

“Kubilang LEPAS!!!” hanya dengan sekali hentakan yang sangat keras, Princess Sunyeong berhasil melepaskan tangannya dari tangan Prince Kyuhyun. Gadis itu kemudian menatap wajah pria didepannya dengan sangat tajam.

“Dengar, Kyuhyun ssi!! JANGAN PERNAH MEMANGGIL KU DENGAN SEBUTAN ITU LAGI!!! kau sendiri kan yang bilang kalau aku Babo, memory otakku kecil dan ingatanku sangat buruk!! Lantas untuk apa sedari tadi kau mencariku?? Untuk apa kau masih bertahan dengan gadis bodoh seperti ku??”

“Mianhe.. ak.. aku.. aku tahu aku salah. Aku tidak…”

“CUKUP!!! Aku tidak ingin dengar alasan apapun lagi darimu!! Aku minta, jangan dekati aku lagi!! sudah cukup kata-katamu tadi membuat hatiku sakit. Aku tidak ingin merasakannya lagi!! aku benar-benar menyesal telah bertemu dan mengenal mu”

Prince Kyuhyun menahan tangan Princess Sunyeong yang hendak pergi. Ditatapnya Princess Sunyeong yang sedang membuang wajahnya ke arah lain. Ada perasaan yang begitu berkecamuk didalam hati pangeran tampan itu mendengar ucapan gadis yang begitu disayanginya itu.

“Mianhe.. Aku tidak bermaksud membuat mu kesal seperti tadi. Kalau kau memang marah padaku, kau boleh memaki ku.. kau boleh memukulku, atau kalau perlu kau boleh melemparku ke sungai sekalipun. Tapi tolong… tolong jangan bicara seperti tadi. Aku akan melakukan apapun asal kau mau memaafkanku.”

Princess Sunyeong menatap tajam Prince Kyuhyun. Dengan hati yang mantap, gadis itu berkata

“Kalau begitu, Batalkan pertunangan kita!!!” hal itu terang saja membuat Prince Kyuhyun terkejut  setengah mati. Ia tidak menyangka kata-kata seperti itu lah yang akan keluar dari mulut gadisnya.

Dengan keras, Prince Kyuhyun menolak mati-matian untuk tidak menuruti kemaun putri cantik didepannya itu. Ia tidak ingin melepaskan begitu saja gadis yang sudah susah payah diperjuangkannya untuk menjadi miliknya. Berbagai macam cara akan ia lakukan agar mereka tetap bersama. Ia akan melakukan apapun untuk tetap mempertahankan Princess Sunyeong bersamanya, Tapi tidak dengan permintaannya yang baru saja diucapkannya.

“Ani.. Aku tidak akan melakukan itu!! kau boleh meminta apapun asal tidak memintaku untuk membatalkan pertunangan kita!!” Ucap Prince Kyuhyun tegas.

Princess Sunyeong menghela nafas keras. Dengan sekali hentakan keras, dilepaskannya lagi genggaman tangan Prince Kyuhyun di tangannya dan tanpa bicara, ditinggalkannya Prince Kyuhyun pergi dari sana. Sedangkan Prince Kyuhyun, ia juga menghela nafas keras. Ditatapnya punggung gadis yang sedang menjauhinya. Sesudahnya, ia hanya mampu memejamkan matanya sambil memijat dahi serta pelipisnya lelah. Prince Kyuhyun tidak tahu lagi bagaimana ia bisa mengembalikan semua kepercayaan gadis itu padanya. Ia bahkan bingung harus seperti apa membuat supaya Princess Sunyeong mau mencintainya dalam keadaan yang sudah rumit seperti sekarang ini.

“Kau memang brengsek, Kyu!!” Makinya pada dirinya sendiri.

****

Princess Sunyeong berjalan kencang menuju ke suatu tempat. Ia kesal.. ia masih sangat kesal dengan semua ucapan serta sikap Prince Kyuhyun selama ini padanya. Ia tidak habis pikir, bagaimana bisa Appa nya memilihkan pria seperti Prince Kyuhyun untuk menjadi pendampingnya kelak. Princess sunyeong tidak terima. Ia ingin protes pada kedua orang tuanya. Ia ingin minta pada Appa nya, King Leeteuk, supaya mau membatalkan pertunangannya dengan Prince Kyuhyun.

Dipercepatnya langkah gadis itu menuju ke perpustakaan tempat biasa ayahnya menghabiskan waktu. Namun, saat gadis itu tiba, ia justru mendengar sebuah pembicaraan serius antara kedua orang tuanya  dan Princess Aerin, adiknya.

“SHIREOH APPA!!! Aku tidak mau Prince Hyukjae!! Dia itu playboy!!! Aku tidak mau bertunangan dengannya!!!”

Princess Sunyeong bisa mendengar suara protes Princess  Aerin didalam. Dari ucapan adiknya itu, Princess Sunyeong sepertinya bisa menebak apa isi pembicaraan didalam sana.

“Appa tidak mau tahu!!! Pokoknya, lusa besok kau akan bertunangan dengan Prince Hyukjae!! kalau tidak begini, kau pasti masih akan menemui anak pengkhianat itu!!” Ucapan  King Leeteuk terdengar sangat jelas ditelinga Princess Sunyeong.

“Jebal Andwae Appa.. aku tidak ingin bersama Prince Hyukjae. Aku mohon, Appa…” Suara Princess Aerin terdengar serak, tanda bahwa gadis itu sedang menangis.

“Mianhe,  Aerin. Appa tidak bisa.. Lusa kau  tetap bertunangan dengan Prince Hyukjae. ini sudah keputusan Appa dan King Sungmin. Jadi kau tidak bisa menolaknya lagi. Dan satu lagi!! Jauhi pria itu! appa tidak ingin kau bertemu lagi dengannya!! Arrayo?!”

Princess Sunyeong hanya mampu menggelengkan kepalanya di luar ruangan. Rasanya tidak akan mungkin ia meminta  Appa nya untuk membatalkan pertunangannya saat ini. situasi serta suasananya sedang tidak kondusif karena pembicaraan serius Appanya dengan Princess Aerin barusan.

CEKLEEEKKK..

Pintu terbuka. King Leeteuk cukup terkejut mendapati anak sulungnya berdiri di depan pintu perpustakaan kerajaan. Ditatapnya putrinya itu dengan sedikit rasa curiga.

“Sunyeongie, mwohago isseoyeo??” tanya King Leeteuk.

“Ani!! Aku mau bertemu Aerin untuk menghiburnya!!” Ucap Princess Sunyeong ketus dan langsung masuk ke dalam menemui Princess Aerin. King Leeteuk hanya mampu terdiam melihat sikap anak sulungnya barusan. Ia tahu, putrinya pasti sudah mendengar semua ucapan dan pembicaraannya pada Princess Aerin barusan.

Begitu masuk kedalam ruangan, Princess Sunyeong mendapati Princess Aerin sedang mengusap air matanya, bersiap untuk pergi. Namun Princess Sunyeong terlihat menghentikan kegiatan Princess Aerin. Ditatapnya adiknya itu dengan penuh kasih sayang.

“Aku sudah mendengar semuanya. Aku sudah tahu semua rencana Appa padamu.” Ucap Princess Sunyeong.

Princess Aerin terdiam. ia mencoba untuk tegar dihadapan kakaknya itu ia mencoba untuk menahan semua emosi yang berkecamuk didalam hatinya. Tapi sayang.. pertahanannya tidak sekuat yang ia kira. Air mata terus menetes dikedua pelupuk matanya. Hingga akhirnya, Princess Sunyeong pun merengkuh adiknya itu kedalam pelukannya. Dibiarkannya Princess Aerin menangis di pundaknya, mengeluarkan semua emosi yang terus menerus menyerangnya.

“Aku bingung, Eonnie.. Bagaimana aku memberitahukan hal ini pada Yesung Oppa??” tanya Princess Aerin lirih.

“Aku yakin kau bisa menjelaskannya, Aerin-ah. Aku tahu, Yesung Oppa pasti bisa mengerti. Jelaskan semua kebenarannya.”

“Aku takut, eonnie! Aku takut Yesung Oppa meninggalkanku. Aku takut Yesung Oppa marah padaku..” Princess Sunyeong mengusap rambut Princess Aerin. Ia begitu mengerti ketakutan adiknya itu.

“Percaya padaku, Yesung Oppa tidak akan marah padamu. Aku tahu bagaimana Yesung Oppa. Dia mencintaimu. Dan aku juga yakin, Yesung Oppa pasti mengerti bahwa kau melakukan ini bukan karena kau tidak mencintainya… Cha!! Kau tidurlah.. besok ku temani kau untuk menemuinya.” Ucap Princess Sunyeong yang ternyata ampuh membuat hati Princess Aerin sedikit tenang.

Keesokan paginya, seperti janji Princess sunyeong tadi malam, ia pun mengantarkan Princess Aerin pergi menemui Prince Yesung untuk membicarakan semua rencana ayahnya yang akan menjodohkan putri tengah kerajaan Le Silla itu dengan Pangeran Sulung kerajaan Everest.

Princess Aerin dan Prince Yesung bertemu di tempat biasanya. Kali ini, Princess Aerin bisa lebih leluasa untuk bertemu dengan pria yang dicintainya itu tanpa harus takut ketahuan oleh Ayahnya berkat bantuan dari Princess Sunyeong. Disana, baik Princess Aerin maupun Prince Yesung meluapkan perasaan rindu mereka masing-masing. Dekapan hangat yang diberikan Prince Yesung pada gadis didepannya itu mampu membuat Princess Aerin tenang dan sedikit melupakan semua masalah yang mengganjal hatinya.

“Ada apa kau tiba-tiba ingin bertemu denganku??” Pertanyaan Prince Yesung membuat Princess Aerin terdiam. Ia takut berbicara. Ia tidak berani menatap wajah pria yang berada dihadapannya saat ini.

“Aku.. Aku..” Entah apa yag terjadi, Princess Aerin merasa semua kata-kata yang sudah disiapkannya tadi hilang begitu saja. melihat semua kebaikan serta tatapan hangat Prince Yesung padanya membuat Princess Aerin tidak sanggup mengatakan semuanya.

“Aerin, wae kudae?? Bicaralah..” Ucap Prince Yesung begitu lembut sambil memegang kedua tangan Putri itu.

“Oppa, aku… akan bertunangan besok.” Ucapnya pada Akhirnya.

Prince Yesung refleks langsung melepas genggaman tangannya dari tangan Princess Aerin. Ia menatap gadis di depannya itu mencoba mencari sebuah kebenaran disana. Tapi sayang, bukan hanya kebenaran yang pria itu lihat dimata gadisnya. Melainkan juga sebuah kesedihan luar biasa yang tersirat di dalam manik mata cokelatnya yang sudah berurai air mata.

“Mianhe Oppa.. Mianhe.. aku.. Aku sudah menyakitimu. Aku  melakukan ini karena Appa. Mianhe, aku tidak bisa membantahnya..” Tangis Princess Aerin semakin terdengar jelas.

“Aku terima kalau Oppa marah padaku. Aku terima jika Oppa membenciku.. aku juga terima jika Oppa mau mening…”

Belum sempat Princess Aerin selesai mengucapkan kata-katanya, Prince Yesung sudah merengkuh gadis itu kedalam pelukannya. Di  eratkannya tangannya pada tubuh Princess Aerin.

“Ssshhh… ulljima.. Aku mohon jangan menangis lagi. Aku tahu ini bukan keinginanmu. Aku mengerti.” Ucap Prince Yesung tepat di telinga Princess Aerin.

Sebenarnya, hati Prince Yesung begitu terbakar emosi saat mendengar berita yang menyakitkan itu. Ia marah.. Ia tidak terima dengan semua kenyataan yang begitu menyakitkan untuknya. Ia ingin berteriak kesal. jika bisa, ia ingin sekali menyalahkan kedua orang tuanya, menyalahkan takdir yang tidak mau berpihak padanya. Ingin sekali rasanya ia membawa Princess Aerin pergi ke tempat yang jauh berdua dengannya. Ia ingin sekali membawa gadis itu ketempat dimana tidak ada lagi orang yang menghalang-halangi keinginannya untuk bersama dengan Princess Aerin.

“Mianhe Oppa… Jeongmal Mianhe.. Mianhe aku sudah mengecewakanmu.”

Mendengar tangisan Princess Aerin di pelukannya membuat hati Prince Yesung semakin perih. Ia tahu, ia sadar bahwa ia memang tersakiti dalam hal ini. Tapi Prince Yesung tidak ingin egois. Ia tahu bahwa dalam hal ini Princess Aerin lah yang paling tersakiti perasaannya. Ia tidak ingin membuat gadis dipelukannya itu semakin terluka jika tahu bahwa ia juga sebenarnya marah dengan semuanya. Oleh karena itu, Prince Yesung memilih untuk mengalah. Ia mengalah dengan berpura-pura bersikap tegar didepan gadisnya. Walaupun dalam hatinya Prince Yesung menjerit keras, memaki-maki semua orang yang menghalangi cintanya. Ia tidak ingin menunjukkan disini.. didepan Princess Aerin.

Prince Yesung pun melepaskan pelukannya dari tubuh Princess Aerin. Disentuhnya kedua pundak gadis itu, dan ditatapnya gadis itu dengan penuh pengertian.

“Aerin, dengar.. aku tahu ini mungkin berat untuk kita. Tapi, ini harus kita lakukan. Biar bagaimanapun, kau harus menuruti ucapan ayahmu. Walaupun kita berdua tidak bisa menerimanya, tapi kau percaya.. aku percaya pasti ada hal baik yang tersimpan dalam masalah ini.” Princess Aerin menggeleng keras. Ia tidak ingin Prince Yesung melepaskannya.

“Aniyo!! Aku tidak mau pisah denganmu!! aku tidak ingin Prince Hyukjae. Aku Cuma ingin Oppa! aku mencintai Oppa, Aku menyayangi Oppa!! Tolong bawa aku pergi…” Ucap Princess Aerin begitu emosional.

“Ani Aerin!! Itu tidak benar! Itu bukanlah jalan yang terbaik…” Prince Yesung kemudian mengambil kedua tangan Princess Aerin. Menggenggamnya dan meletakannya di dadanya. Ditatapnya manik mata gadis itu dengan lembut.

“Tatap mataku.. Kau harus percaya ini, Aerin..Aku berjanji, Ini bukan akhir kita. Sampai kapan pun, hatimu hanya untukku. Begitu juga dengan hatiku yang HANYA untukmu. Walaupun kita terpisah nantinya, kau harus tahu satu hal.. Kita masih berada didalam langit yang sama. Kita bahkan masih bisa bertemu kapan pun waktu berkenan. Anggaplah saat ini kita sedang berjuang. Kita sedang berperang melawan takdir. Sampai pada akhirnya kita bisa bersama lagi. kau mau pegang janjiku ini kan??” Prince Yesung mencoba tersenyum ditengah kesakitannya. Dilihatnya Princess Aerin menganggukkan kepalanya perlahan.

“Yakshokhae??” Princess Aerin mengacungkan jari kelingkingnya dihadapan Prince Yesung.

“Ne!!! Yakshokhae!!!” balas  Prince Yesung dengan mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking Princess Aerin.

“Cha!! Pulanglah.. kasihan Sunyeong sudah menunggu terlalu lama. Kau harus ingat kata-kataku tadi. Ne?!” Princess Aerin mengangguk. Walaupun sebenarnya dalam hati gadis itu masih ada keraguan dan ketakutan akan kehilangan pria yang dicintainya kini.

Princess Aerin mulai membalikkan tubuhnya. Dilepaskannya secara perlahan tangan Prince Yesung yang menggenggam tangannya. Dan saat kedua tangan mereka benar-benar terlepas, secara mengejutkan Prince Yesung kembali menarik tangan gadis itu, membalikkan tubuh Princess Aerin hingga menghadap ke arahnya, dan..

CUUPPSS..

Dikecupnya bibir Princess Aerin begitu lembut sambil salah satu tangan pangeran tampan itu memegangi pipi sang putri dan satu tangannya lagi memeluk tubuh Princess Aerin. Princess Aerin yang awalnya terkejut pun refleks langsung ikut menutup kedua matanya sama seperti Prince Yesung yang juga menutup matanya menikmati kecupan bibir mereka berdua. Hingga akhrinya tautan bibir mereka terlepas, secara tidak rela, Princess Aerin pun pergi meninggalkan Prince Yesung yang masih terpaku sedih menatap kepergian gadis yang dicintainya itu.

*****

Sekembalinya ke istana, Princess Sunyeong tak henti-hentinya menggenggam tangan Princess Aerin, mencoba memberinya kekuatan. Ia tahu, adiknya itu masih sedikit kalut karena perpisahannya dengan Prince Yesung yang katanya sementara.

Saat mereka berdua hendak berjalan ke ruang santai, secara tak sengaja mereka berpapasan dengan Prince Donghae yang sedang membawa nampan makanan. Pertemuan secara tidak sengaja itu membuat Princess Aerin kembali sedikit merasa kesal, sedih, dan kecewa. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa. tapi yang jelas, saat ia melihat Prince Donghae, bayangan Prince Hyukjae, kakaknya yang akan bertunangan dengannya besok terlintas di pikiran gadis itu.

“Annyeong, Aerin.. Sunyeong” sapa Prince Donghae ramah. Princess Aerin hanya tersenyum kecil, tidak seperti biasanya, dan langsung pergi meninggalkan dua orang yang masih berada disana. Berbeda dengan Princess Sunyeong yang membalas sapaan dari Pangeran tampan itu.

“Annyeong Oppa.. kau baru mau memberi Hyemin makan??” Tanya Princess Sunyeong. Prince Donghae mengangguk menjawab pertanyaan sang putri.

Ya, Princess Hyemin masih sakit sampai saat ini. Tubuh putri itu masih  belum stabil semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, saat gadis itu pingsan ditengah hujan. Dan selama beberapa hari ini, Prince Donghae lah yang selalu menjaganya. Ia bahkan tidak meninggalkan gadis itu saat gadis itu terlelap ataupun terjaga.

“Hmmm.. Ada apa dengan Aerin?? Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja..” Tanya Prince Donghae yang sepertinya tahu penyebab perubahan sikap Aerin padanya.

“Aerin?? Ah.. ani, gwaenchana.. Dia baik-baik saja. mungkin dia sedang lelah. Palli!! Cepat bawa bubur itu. Jangan sampai adikku tambah sakit hanya karena kau terlalu lama membawa makanannya.” Ucap Princess Sunyeong mencoba mengalihkan semua pertanyaan Prince Donghae.

Prince Donghae kemudian segera membawa nampan makanan yang berada ditangannya ke kamar Princess Hyemin. Begitu Pangeran tampan itu masuk, kembali dilihatnya Princess Hyemin sedang melamun. Ia menatap ke arah luar jendela kamarnya. Ia bahkan tidak memperhatikan seseorang kini masuk membawakan makanan untuknya.

“Hyemin, sudah waktunya makan..” gadis itu menoleh. Ia mendapati Pria yang menjadi tunangannya itu sudah duduk di pinggir ranjangnya dan membawakan makanan untuknya.

“Aku tidak lapar..” ucap gadis itu kembali sibuk pada lamunannya.

“Mwo?! Tidak lapar?? Geotjimalyo!! Aku tahu kau pasti sudah sangat lapar. Tadi pagi kau hanya makan tiga suap. Cha! Buka mulutmu.. Aaaaa…” Prince Donghae mencoba menyuapkan sesendok bubur yang dipegangnya ke mulut Princess Hyemin. tapi sayang, gadis itu malah menoleh ke arah sebaliknya menolak makanannya.

“Aku ingin sendiri. Tolong tinggalkan aku, Donghae ssi..” Pinta Princess Hyemin.

Prince Donghae menghela nafas. Ia memang selalu memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi Putri yang satu ini. Berbagai macam bujukan serta rayuan selalu ia keluarkan hanya untuk membuat tunangannya itu makan.

“Shireoh!!! Baiklah, Kalau kau tidak mau makan, aku juga tidak akan pergi dari sini!” Ancam Prince Donghae. Princess Hyemin menoleh kesal ke arah tunangannya itu. kini giliran putri itu yang menghela nafas.

“Jebal Donghae ssi.. tolong tinggalkan aku sendiri.”

“Jebal, Hyemin ssi.. jangan paksa aku juga untuk pergi dari sini. Kau tidak mau makan, sudah kuturuti. Aku tidak memaksamu lagi. Dan sekarang, tolong turuti juga keinginanku. Aku tidak mau pergi dari sini. Biar kita impas. Oke” Prince Donghae tersenyum sedikit usil pada gadis itu.

Melihat sikap tunangannya yang tetap ngotot untuk tinggal, Princess Hyemin pun akhirnya mengalah. Dengan amat sangat terpaksa dan dengan susah payah, ia mau memakan makan siang yang sudah dibawa oleh Prince Donghae. Sedangkan Prince Donghae, ia tersenyum menang melawan gadis itu. rencananya barusan kembali berhasil membuat gadis itu mau menyantap makanannya.

Selesai makan, Prince Donghae beranjak keluar dari kamar Princess Hyemin, membiarkan gadis itu sendirian seperti keinginannya tadi. Princess Hyemin pun bangkit dari tempat tidurnya. Ia merasa bosan, penat, dan ingin sekali berjalan-jalan ke halaman istana yang sudah dua hari ini tidak ia temui.

Dengan perlahan-lahan, gadis itu pun berjalan keluar kamarnya. Ia sedikit berjalan pelan sambil sesekali menoleh ke segala arah untuk menghindari agar tidak ketahuan oleh orang tuanya, kedua kakaknya, hingga Prince Donghae, tunangannya. Karena Princess Hyemin tau, jika pria itu tahu dirinya yang masih belum pulih pergi dari kamarnya, ia akan dilarang mati-matian.

Hingga saat ia tiba di taman kerajaan, Princess Hyemin menghirup dalam-dalam udara segar disana serta menikmati angin yang berhembus menerpa tubuhnya. Tubuh dan pikiranya terasa segar. Ditambah lagi, beberapa bunga cantik terlihat sedang bermekaran di taman kerajaan tersebut membuat perasaan Putri cantik itu sedikit membaik. Princess Hyemin berjalan perlahan menyusuri halaman istana. Tidak lama ia menghabiskan waktu mengitari halaman tersebut. Tubuhnya yang masih belum pulih benar memaksanya untuk duduk di kursi taman dekat air mancur istana. Disana, gadis itu kembali melamun. Pikirannya terbang entah kemana. Ia masih merindukan pria itu. Ia begitu menginginkan pria itu hadir didekatnya saat ini.

SEETTT…

Princess Hyemin menoleh ke arah samping ketika ia merasakan seseorang menyelimutinya dan menghangatkannya dengan mantel yang dibawa oleh orang itu. Didapatinya seorang pria sedang menatapnya gemas karena tahu gadis itu pergi secara diam-diam dari kamarnya.

“Kau ini kenapa tidak mau menurut sih?! Sudah kubilang, jangan pergi sendirian! Tubuhmu itu belum pulih benar! kalau tiba-tiba kau pingsan lagi bagaimana?!” Ucap pria itu sambil terus merapatkan mantel hangat yang dibawanya ke tubuh gadis itu, walaupun pada awalnya si gadis menolak untuk dipakaikan.

“Aku bosan! Aku tidak suka didalam kamar terus-terusan” hanya itu jawaban Princess Hyemin.

“Ne.. aku tahu. Tapi, bisakah kau tidak membuatku khawatir seperti ini? Aku hampir saja mencari kesemua penjuru istana saat aku tidak menemukanmu dikamar tadi! kau kan bisa memintaku untuk menemanimu kesini”

“Aku bukan anak kecil lagi, Donghae ssi. Jadi kau tidak perlu mencemaskan aku!! Aku bisa menjaga diriku sendiri” Jawab Princess Hyemin dingin pada Prince Donghae yang berada disampingnya.

Untuk sementara, kecanggungan tengah melingkupi mereka berdua. Princess Hyemin hanya terdiam selama beberapa menit disana tanpa berbicara apapun pada tunangannya. Diacuhkannya Prince Donghae selama beberapa saat. Sedangkan Prince Donghae, ia sesekali melihat ke arah gadis disebelahnya. Mencoba melihat apa yang sedang dipikirkan gadis itu.

“Kudengar besok Aerin akan bertunangan..”

Ucapan Prince Donghae sontak membuat Princess Hyemin menoleh. Secara tiba-tiba hati gadis itu terasa nyeri. Berbagai macam pertanyaan secara tiba-tiba merasuk kedalam dirinya. Ia takut.. Ia bahkan sangat-sangat takut membayangkan pertunangan kakaknya besok. Dalam bayangannya, sosok pria yang masih dicintainya itu lah yang akan jadi pendamping kakaknya esok hari.

Princess Hyemin masih terdiam. Wajahnya secara tiba-tiba begitu pucat, tubuhnya sedikit bergetar, kepala gadis itu juga mendadak menjadi pening. Tersirat rasa cemas dan ketakutan yang luar biasa didalam dirinya. Membayangkan pria yang masih dicintainya berdampingan dengan salah satu kakaknya, membuat seluruh tubuh gadis itu lemas. Prince Donghae yang melihat perubahan gadis disampingnya itu langsung mengambil tangan mungil Princess Hyemin dan menggenggam jari jemarinya yang dingin.

“Ulljima.. kau tidak perlu cemas. Aerin tidak bertunangan dengan Zhoumi. Ia bertunangan dengan Hyungku.” Ucap Prince Donghae.

Princess Hyemin menoleh kearah Prince Donghae. Ditatapnya mata cokelat pangeran didepannya itu mencoba mencari tahu kebenaran darisana. Bukan hanya kebenaran yang putri itu lihat dimatanya, melainkan juga sedikit kekecewaan yang tersirat di mata Pangeran tampan itu.

“Darimana kau tahu?” Tanya Princess Hyemin

“Aku tahu dari kedua orang tuaku. Kemarin, mereka mengirimkan surat untukku yang isinya berita pertunangan mereka.”

Mereka kembali terdiam. Merasa udara diluar sudah mulai dingin, Prince Donghae pun mengajak Princess Hyemin untuk masuk kedalam. Prince Donghae mencoba menggandeng tangan Princess Hyemin. Tapi sayang, tangan pria itu masih dilepaskan oleh gadis disebelahnya. Hingga saatnya mereka berdua tiba di kamar Princess Hyemin, gadis itu mendapati pria yang menjadi tunangannya itu juga ternyata mengikutinya hingga masuk kedalam kamar.

“Mau apa kau disini??” Tanya Princess Hyemin sedikit ketus.

Prince Donghae hanya tersenyum simpul sambil menghampiri Princess Hyemin. Didudukannya gadis itu di pinggir tempat tidurnya dan dicobanya untuk membaringkan tubuh Princess Hyemin ke ranjangnya.

“Tidurlah.. aku akan menemanimu disini sampai kau terlelap.”

Princess Hyemin yang mendapat perlakuan seperti itu terang saja merasa ketakutan. Ia mencoba menahan tubuhnya agar tidak terbaring sambil menahan tangan Prince Donghae.

“Ya!! Do..Donghae ssi, kau.. mau apa??” Tanya Princess Hyemin setelah berhasil duduk bersandar di ranjangnya. Prince Donghae yang tahu rasa takut Princess Hyemin pun tertawa. Ia kemudian ikut duduk dipinggir ranjang gadis itu

“Hahahaha.. Wajah panikmu benar-benar lucu. Tenang lah.. aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku hanya ingin menyuruhmu tidur. Itu saja..” ucap Prince Donghae sambil mengacak-ngacak rambut gadis didepannya, membuat wajah Princess Hyemin seketika memerah karena malu. Gadis itu kemudian melepaskan tangan Prince Donghae yang masih menempel dikepalanya.

“Aku bukan anak kecil lagi yang saat tidur harus ditemani!” ucapnya sedikit ketus.

“Terserah.. pokoknya aku akan berada disini sampai kau benar-benar terlelap. Aku harus memastikan bahwa kau benar-benar tertidur dan tidak akan bertindak macam-macam seperti tadi.” Princess Hyemin hanya terdiam dan sedikit kesal dengan tingkah tunangannya yang suka mengatur semua kegiatannya.

“Hyemin, dengar.. besok ada acara besar disini, dan aku ingin memastikan bahwa tubuhmu besok tidak akan ambruk saat acara berlangsung hanya karena kau kurang istirahat. Walaupun panas ditubuhmu sudah berangsur membaik, tapi aku tidak ingin mengambil resiko apapun. Jadi, kumohon tidurlah.. aku berjanji, saat kau sudah terlelap nanti aku akan segera keluar dari sini.”

Entah apa yang ada dipikiran Princess Hyemin saat ini, yang jelas secara tiba-tiba gadis itu menurut semua perkataan Prince Donghae. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya, menarik selimut hingga menutupi pinggang ke bawah.

“Besok, tetaplah bersamaku. Aku minta tetaplah berada disampingku. Jangan mencari dia lagi. Dan tolong, jangan buat aku kecewa..”

Princess Hyemin yang tahu kemana arah pembicaraan Prince Donghae terdiam. ia tidak menjawab ataupun meladeni omongan pangeran tampan itu. ia mencari jalan aman dengan membalikkan tubuhnya membelakangi Prince Donghae yang masih duduk dipinggir ranjangnya. Prince Donghae tahu, gadisnya itu mendengar dan mengerti apa yang diucapkannya. Walaupun bukan maksud Prince Donghae untuk mengekang atau melarangnya, tapi Prince Donghae hanya tidak ingin melihat gadisnya itu kembali terpuruk karena pertemuannya dengan mantan kekasihnya terdahulu jika hal tersebut terjadi esok hari.

Hampir selama 10 menit Prince Donghae duduk di sofa kamar Princess Hyemin, menemani dan memastikan gadis itu supaya benar-benar tertidur. Dan hampir selama itu juga Princess Hyemin tidak bisa memejamkan matanya karena rasa risih yang dirasakannya. Ini pertama kalinya ia tidur ditemani oleh seorang pria.

Prince Donghae bangkit dari duduknya. Saat ia mendekat kearahnya, Princess Hyemin pun segera buru-buru menutup matanya. Ia memilih berpura-pura tertidur agar tunangannya itu bisa segera meninggalkannya sendiri dikamar. Dan benar saja.. saat Prince Donghae duduk dipinggir ranjangnya lagi, Prince Donghae yang merasa bahwa gadisnya itu benar-benar sudah tertidur langsung membetulkan letak selimutnya dan menyelimuti Princess Hyemin hingga ke batas lehernya. Diusap-usapnya sejenak rambut Princess Hyemin.

“Kau tahu Hyemin-ah.. aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan melakukan apapun asal kau mau tersenyum untukku.” Ucap Prince Donghae mengajak bicara Princess Hyemin yang sedang berpura-pura tertidur.

Sebelum beranjak pergi, Prince Donghae secara perlahan-lahan mendekatkan dirinya ke tubuh Princess Hyemin. Hingga saat wajahnya berada hanya beberapa senti dari wajah gadis itu, Prince Donghae pun mengecup kening tunangannya begitu lembut dan pelan. Princess Hyemin yang saat itu sedang berpura-pura terlelap terang saja terkejut dengan apa yang dirasakannya.

“Jaljayo..”

Itulah kalimat terakhir yang didengar Princess Hyemin dari Prince Donghae sebelum pangeran tampan itu keluar dari kamarnya. Saat pintu kamar Princess Hyemin tertutup, ia membuka matanya perlahan-lahan. Ia kembali mengingat semua ucapan Prince Donghae tadi serta kecupan yang diberikan Pangeran itu padanya. Princess Hyemin terdiam. Ada sebuah rasa yang begitu berkecamuk didalam hatinya. Perasaan bersalah, menyesal karena telah mengacuhkan pria itu, serta perasaan tidak terima karena pria itu bertindak seenaknya. Princess Hyemin tidak tahu apa yang harus ia lakukan esok hari saat bertemu Prince Donghae. Dalam hatinya, ia bertekad untuk mencoba.. bukan mencoba untuk mencintainya atau menerimanya. Melainkan ia akan mencoba untuk memberikan sebuah senyuman untuk pria yang menurutnya sudah begitu baik terhadapnya.

-TO BE CONTINUE-

12 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (Part 9)

  1. Jiaaahhhhh…. Klo princess hyemin gk mau sm donghae oppa, sinih.. Biar donghae oppa sm aku ja…
    Donghae oppa itu udah baik bgt sm dia dan p. Hyemin msh mikirin Zhoumi oppa! Hadeehhhhhh
    eonni ff ini feel nya dpt bgt
    aku suka adegan kyu dan sunyeong
    jg adegan hyemin dan donghae
    eh tdk lupa dgn yesung dan aerin
    smuanya bagus hahahhh…
    Gumawo

  2. Salut buat hae oppa yg udah begitu sabar ngehadapin hyemi smg kesabaran hae oppa berbuah manis.aigo heran bgt ma kyupa ga bisa apa sedikit romantis sama putri sunyeong gara2 ucapannya jd z marahan lg aigo.kasian yesung oppa yg harus ngelepas aerin buat bertunangan ma hyuki oppa.ditunggu next chapternya yah gomawo…

  3. Aigooo eon,, Konflik’a makin jadi ya,, cerita’a jga g ketebak,,
    #DAEBAK jujur eon sedih bgd setiap baca Part’a Aerin T-T

  4. Ahhhh… Tuhkan Donghae oppa akhirnya Hyemin udah mau menerimamu oppa… Yeeee…

    Kyuhyun oppa Fighting, jangan menyerah untuk mendapatkan cinta Sunyeong!!

    Dan untuk Aerin, Yesung oppa, dan Hyukjae oppa… AKu speechless dehh… Nggak tau mau dukung yang mana *garukkepala*
    Tapi, siapa pun yang bakalan bersama Aerin aku setuju aja deh…

    Ceritanya seru bangett!! Pengen next part secepatnya!!😀

  5. kshan bgt yeppa ma adrin dgrin lgu rekomendasi km wkt part mrka bnr2 bs q dpt feelnya aplg pas lgu ncsing bnr2 menyayat ht,kyupa gmna nih ko mlah makin jh z dr sunyoeung?ayo haepa dptkan cintamu jgn menyerah,d tgt part slnjutnya y gomawo

  6. makanya bersikap baiklah sm gue!!
    nyiahahahaa poor kyuhyun XP

    aerin dg hyukjae??? oh noooo~~~ bisa” pmbantu kerajaan ikut di gombalin unyuk nih hahahahaaa… yeay! nambah satu lagi anggota krjaan silla *plakk
    bakal heboh dah kerajaan dibuatnya😀

    kyaaaaaaaaa ikaaaaaannn so sweeett !!!!! *tarik kolor siwon* “oppa, gw juga mau kyk haemin :(” *tebar puppy eyes*
    iii donge donge donge blajar so sweet dr mana sih??? iiihh kesem-sem deh guee >-<

  7. Donghae sweet bgt deh jd ngiri
    Hah klo hyemin kagak mau mending sama q az oke.D sini kyknya para prcss udh mulai buka sedikit hatinya gk sabar nunggu para pricss kelepek” sama para prince buat authornya sukses deh buat ffnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s