WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : The Third ORACLE (Part 6)

Maaf sebelumnya klo Part FF ini agak lama..🙂 soalnya habis nyelesaiin AfStor salah 1 FF ^^

Ya udah, buat yang udah ga sabar sama kelanjutan ceritanya, HAPPY READING.. seperti biasa, siapin lagu EXO K – MAMA, SJM – THIS MOMENT, sm SJ KRYSD – SUCCESS yaaaa..biar suasanya lebih “dapet”, hehehehe…

Jangan lupa COMMENT.. ^^ Soalnya masih ada 2 cerita NC lg yang menunggu utk di buat & dibaca. Ehehehhehe… Syaratnya?? udah tau kaaaannnn?? ^^

Gomawo..

**************************************************

CERITA SEBELUMNYA

Suara decitan ban mobil yang begitu keras membuat mereka berempat menoleh ke arah kiri mereka. Mobil yang ternyata adalah mobil yang dikendarai heechul itu kemudian berhenti mendadak ketika melihat pemandangan didepannya. Melihat siapa yang sedang berada bersama Henry, Heechul pun turun dari mobilnya diikuti Hyemin.

Tak berselang lama, kini Eunhyuk dan juga Kyuhyun dan Leeteuk ikut-ikutan muncul dihadapan mereka semua, para manusia. Sungmin, Donghae, Henry, dan Sungchan yang memang sudah pernah bertemu para iblis itu langsung menghadap ke arah mereka semua. Wajah Heechul terlihat semakin tidak bersahabat. Rahangnya terlihat mengeras takkala tahu bahwa dua orang Oracle berada di hadapannya. Sedangkan Sungmin yang pernah diserang mereka juga tidak mau kalah. Ditatapnya Heechul dengan penuh keberanian.

Mereka semua kini tengah berhadapan satu sama lain.  Menatap musuh serta lawan utama mereka dengan tatapan yang seolah-olah akan menjerat satu sama lain. Mereka berdua, Heechul dan Sungmin, para pemimpin penguasa kegelapan serta para manusia terpilih, menunggu satu sama lain. Mereka berdua menunggu.. menunggu siapa yang akan memulai pertarungan ini dan siapa yang akan mampu bertahan dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.

********

“Hae, bawa Henry dan Sungchan pergi dari sini sekarang!!!”

Suara pelan Sungmin seakan memberi perintah kepada Donghae untuk mengajak Henry dan Sungchan pergi dari situ. Sungmin tahu, itu adalah keadaan yang cukup berbahaya untuk mereka berdua. Sungmin tidak ingin ada salah satu adiknya atau temannya yang kembali terkena serangan dari para penghuni Kerajaan Neraka yang kini sedang berada didepannya.

Donghae kali ini bersikap serius. Ia pun secara perlahan menggenggam tangan Henry yang berada di sampingnya. Begitu juga dengan Henry yang secara refleks langsung mengambil tangan Sungchan yang berada disebelahnya. Gerakan mereka bertiga sangat pelan. Mereka melakukannya dengan sangat hati-hati agar kelima iblis didepan mereka tidak melihat apa yang akan mereka lakukan.

“Begitu hitungan ke 3, lekas cepat bergerak dan bawa Sungchan masuk kedalam mobil bersama denganku.” Ucap Donghae juga sangat pelan pada Henry. Henry mengangguk kecil menyanggupi.

Sayangnya, mereka bertiga tidak sadar bahwa dua dari antara 5 orang vampir iblis itu ada yang mampu mendengar ucapan mereka. Bahkan walaupun suara yang Donghae ucapkan sudah sangat-sangat pelan. Salah satu dari kedua vampir itu pun segera mengambil ancang-ancang. Ia tahu apa yang akan dilakukan oleh ketiga manusia yang sedang berada didepannya itu.

“Hana…” Suara Donghae sudah mulai terdengar di telinga Henry dan Sungchan. Henry pun semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Sungchan, menjaga agar saat mereka pergi nanti, gadis itu tidak terlepas dari perlindungannya.

“tul..” salah satu dari Vampir itu bersiap. Ia tahu bahwa pada hitungan ketiga, tiga orang dari mangsa mereka akan mencoba pergi.

“Set..”

Donghae pun langsung melesat masuk kedalam mobil diikuti dengan Henry dan Sungchan yang ditarik sedikit kencang untuk masuk ke dalam bangku penumpang belakang. Tapi sayang, di detik yang sama saat ketiga orang itu masuk kedalam mobil, Kyuhyun, vampir iblis yang sedari tadi mampu mendengar dan mempunyai kemampuan mendengar yang sangat tajam itu juga ikut melesat ke arah para manusia untuk menghentikan Donghae dan Henry yang mencoba kabur. Saking cepatnya, Kyuhyun bahkan sempat menahan pintu belakang mobil tempat Henry dan Sungchan duduk.

“Aaaarrgghhh.. OPPA!!!” Sungchan berteriak. Ia mencoba menendang tangan Kyuhyun yang sedang menahan pintu mobil belakangnya. Henry, Donghae dan Sungmin yang panik pun berusaha untuk tidak membiarkan Kyuhyun sampai masuk dan menangkap salah satunya.

Sungmin pun tidak tinggal diam. Ia segera lari ke arah belakang, tempat mobilnya berada mencoba untuk menghadapi Kyuhyun

“YA!!! Lepaskan tangan kotormu dari situ!! Kalau kau sampai menyakiti adik-adikku, akan ku buat kau tersiksa seperti waktu itu!” Sungmin mengancam Kyuhyun.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin barusan terdiam sejenak. Pikirannya seperti melayang saat dulu ia terluka akibat pertarungannya dengan Sungmin. Kyuhyun menatap ke arah Henry, mencoba mengacuhkan ucapan Sungmin.

“Kau tahu, aku juga seorang Oracle!!! Kalau kau sampai masuk kedalam mobil ini dan menyakiti kami, akan kubuat kau tersiksa seperti temanmu tadi!” Ancam Henry sama seperti Sungmin tadi.

“Kyu, Kajja!!! Kita pergi sekarang!!!”

teriakan Heechul membuat Kyuhyun menoleh ke arah teman-teman vampirnya yang berada diseberang sana. Ia pun menuruti kata-kata pemimpinnya. Sebelum ia melesat pergi, sekali lagi Kyuhyun menatap tajam ke arah para manusia-manusia yang ada di hadapannya, barulah setelah itu ia segera melesat menyatu bersama dengan kelompoknya dan pergi dari hadapan Sungmin dan yang lainnya.

****

Sungmin, Donghae, juga Henry dan Sungchan saat ini sedang duduk di ruang keluarga rumah mereka. Sungchan sedang asik mengobati seluruh luka di tubuh Henry. Sedangkan Sungmin, ia hanya terdiam sedari tadi memikirkan semua masalah dan kejadian yang menurutnya aneh yang sudah ditemuinya akhir-akhir ini. Berbeda dengan yang lain, Donghae justru sedang asik berkutat dengan buku tua yang ditemukannya dulu. Buku yang menurutnya sangat menarik dan mampu membawanya pada petualangan-petualangan seru saat menghadapi para penghuni kegelapan yang sudah pernah ditemuinya.

“Para Oracle selalu memiliki perhiasan yang berbeda-beda ditubuhnya. Dan didalam perhiasan yang melekat ditubuh mereka, tersimpan suatu tanda yang juga ada di bagian tubuh para anggota kerajaan neraka. Lambang tersebut berbentuk dua ekor ular berwarna hitam putih dengan sayap yang menyatu dengan ekornya, sebuah cakram yang terdiri dari 16 sisi, dua buah bintang, serta sebuah bulan sabit. Jika tanda tersebut gabungkan, akan membentuk suatu tanda seperti ini   Suatu lambang yang menjadi kekuatan besar sang Raja Kegelapan. Kekuatan yang tersimpan di dalam tubuh masing-masing vampir iblis lainnya. Jika kau ingin mengalahkan Sang Raja, maka kau harus terlebih dulu membunuh satu persatu Anak buahnya dengan sebuah Legionne.”

Semuanya terdiam saat Donghae selesai membacakan isi buku tua itu. Sungmin dan Henry yang memang sudah mengetahui bahwa dirinya adalah Oracle, langsung terdiam dan mencoba memikirkan sesuatu. Henry mencoba menghentikan Sungchan yang masih mengobati semua luka ditubuhnya. Ia pun kemudian menatap ke arah Sungmin yang ternyata juga sedang menatapnya.

“Hyung, yang dikatakan Donghae hyung tadi benar. Bentuk bandul di kalungku ini adalah cakram dengan 16 sisi. Bagaimana denganmu??” tanya Henry sambil mengeluarkan dan menunjukkan pada Sungmin kalung yang dipakainya dan juga mencari tahu tanda yang ada pada cincin Sungmin.

Sungmin yang sampai detik ini masih tidak percaya bahwa dirinya adalah Oracle, dengan ragu menatap cincin yang melekat di jari kelingkingnya. Ditatapnya dengan seksama cincin tersebut di bagian luar maupun di bagian dalam sisi cincin itu. Sampai, ia menemukan sebuah ukiran kecil disana.

“Ular..” Sontak, ketiga orang yang berada disana sedikit terkejut.

“Mwo?! Ular?? Maksud mu, dua ekor ular dengan sayap di ekornya kan, hyung??” tanya Donghae mencoba memastikan. Sungmin hanya mengangguk menjawab pertanyaan adiknya itu.

“hmmm… berarti masih ada dua lambang lagi yang masih belum kita temui. Masih ada dua Oracle lagi yang harus kita temukan untuk membasmi vampir-vampir iblis itu.” ucap Sungchan yang kini sepertinya sudah mulai tertarik dengan topik pembicaraan mereka. Ia terlihat menerawang. Dalam pikirannya, ia mencoba untuk memikirkan beberapa kemungkinan orang-orang terdekatnya yang menjadi seorang Oracle.

Semua terdiam. Sungmin tidak memikirkan apapun. Ia bahkan merasa lelah karena merasa semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini seperti sebuah mimpi. Ia bahkan terus memikirkan bagaimana hal tersebut bisa terjadi di jaman modern seperti sekarang. Bahkan, sekeras apapun ia mencoba mengelak dari kenyataan, tetap saja ia merasa sudah menanggung beban tanggung jawab yang cukup besar untuk melindungi semua manusia dari sasaran para iblis-iblis yang sangat dibencinya itu.

Sedangkan Donghae, ia terlihat sedang berpikir serius. Tangan kanannya pun seakan tidak berhenti mengelus dagunya tanda bahwa ia sedang berpikir keras. Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran pria itu. Sampai akhirnya, ia berhasil membuat terkejut semua yang berada di ruangan itu dengan suara kerasnya.

“AHA!!! Aku tahu!!” itulah yang diucapkannya.

“YA!! Lee Donghae!!! Sampai kau membuat ku terkejut lagi, kuhajar kau!!! Mwoya?!??” Sungmin terlihat ketus dan kesal dengan adik laki-lakinya itu.

“Hyung, entah kenapa.. hati ku merasakan sesuatu. Hatiku seakan-akan berkata bahwa aku adalah Oracle yang berikutnya.” Pernyataan Donghae barusan tentu saja sukses membuat Sungmin menatap tak percaya pada pria itu.

“Mworago?? Oracle???” Donghae mengangguk mantap. Wajahnya yang begitu polos terlihat sangat lucu ketika ia merespon ucapan Sungmin.

PLETAAKKK!! Tangan Sungmin sukses mendarat tepat di kepala Donghae.

“Aaaaww!! Ya!! Hyung, kau ini kenapa malah memukulku??”  Donghae terlihat mengusap-ngusap kepalanya yang masih kesakitan akibat pukulan Sungmin tadi.

“Harusnya aku yang bertanya padamu!! apalagi yang kali ini mau kau tunjukkan padaku?! Apa maksudmu berkata bahwa kau adalah Oracle?? JANGAN BERCANDA!! Dengar Hae… semenjak kau membaca buku itu, otakmu jadi rusak! Kau selalu saja membuat argumen-argumen serta pemikiran-pemikiran aneh yang tidak masuk akal.” Donghae sedikit manyun mendengar omelan dari Sungmin.

“Haish… aku serius Hyung! aku tidak bercanda. Kau lihat ini??” Donghae menunjukkan gelang yang dikenakannya pada tangan kirinya.

“Kau lihat Hyung?? aku memakai gelang. Dan siapa tahu saja didalam gelangku ini tersimpan salah satu tanda Oracle yang tersisa. Hmmm… bisa jadi Bulan, atau bintang.”

“DONGHAE!!!! Apalagi ini?? kau..!!!” Sungmin tidak melanjutkan kata-katanya. Ia lelah. Ia benar-benar lelah menghadapi adik laki-lakinya yang menurutnya sudah tidak bisa berpikir secara logika lagi.

“Oppa.. kau itu kalau bicara, bisa kan dipikirkan terlebih dulu?? Bagaimana bisa kau langsung menganggap dirimu itu Oracle hanya karena kau memakai gelang itu?? kau lihat ini?? aku juga memakai gelang.. jadi bisa saja kan kalau aku yang jadi Oraclenya??” Sungchan juga menunjukkan gelang yang dipakainya pada Donghae. Ia mencoba untuk ‘sedikit’ menyadarkan Donghae agar kembali ke dunia nyata.

“Aish… kenapa kalian tidak percaya, hah?? Sungchan, Kau itu perempuan. Tidak mungkin kau jadi seorang Oracle.”

“Mwo? Kenapa tidak mungkin, hyung?? apa kau pikir seorang wanita tidak bisa jadi penyelamat??” Henry kali ini turun tangan membela gadisnya dari ucapan Donghae.

“Aaasshhh.. terserah kalian!!!! Terserah kalian mau percaya kata-kataku atau tidak. Yang jelas, akan kubuktikan kalau aku adalah Oracle ketiga yang terpilih. Dan ini, gelang yang kupakai ini, adalah kekuatannya!!!”

Dengan wajah  yang sedikit kesal, Donghae pun kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan tiga orang yang masih tersisa disana. Donghae bahkan tidak menghiraukan panggilan Sungmin yang menyuruhnya untuk kembali. Donghae bertekad.. ia bertekad akan menunjukkan pada hyung, adik dan calon adik iparnya itu bahwa dirinya memang adalah seorang Oracle bagaimana pun caranya. Oleh karena itu, ia pun segera bergegas. Donghae melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke sebuah tempat. Sebuah tempat yang menurut Donghae akan membawanya pada jawaban atas kebenaran yang diyakininya.

****

Donghae sudah tiba ditempat tersebut. Ia menatap sejenak bangunan yang berdiri kokoh walaupun bangunan itu sudah tidak berpenghuni lagi. Ya, disinilah Donghae berada. Di rumah tua, tempat dimana ia pernah merasakan pertarungan dengan para vampir-vampir itu. Bahkan juga pertemuannya dengan sang raja yang baginya sangat menakutkan.

Sesudah membuka paksa pagar pintu rumah tua itu, Donghae terlihat ragu. Secara tiba-tiba perasaan cemas meliputi dirinya. Ia merasa takut. Takut jika apa yang dipikirkannya atau apa yang menjadi firasatnya tadi salah.

“kalau ternyata aku bukan Oracle, bagaimana?? Aish..jinjja!! kalau ternyata aku memang hanya manusia biasa dan iblis itu menyerangku, bagaimana?? Kalau aku sampai mati….”

Donghae terlihat semakin ragu. Perasaan takut mulai menguak dari dalam dirinya. Donghae mencoba membalikkan tubuhnya untuk pergi dari sana. Tapi, sedetik berikutnya ia berbalik kembali ke arah rumah tua itu. ia sendiri juga tidak tahu kenapa hatinya menyuruhnya untuk tetap maju dan masuk ke dalam rumah tersebut.

“Baiklah..aku harus membuktikannya!!! HWAITING!!” Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.

Keberanian Donghae bertambah. Ia pun dengan mantap kini memasuki pekarangan rumah tua itu dan terus berjalan menyusuri  pekarangan yang terhampar disana. Hingga saatnya ia tiba didepan pintu masuk rumah tersebut, Donghae terdiam. Detak jantungnya berdetak sangat hebat. Sebelum ia memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah itu, Donghae terlihat memegang gelang yang dipakai ditangannya seakan meminta gelang tersebut untuk membuktikan ucapannya untuk memberikannya kekuatan.

Maka dengan keberanian penuh, Donghae pun melangkah dan mendobrak pintu masuk rumah itu

BRAAAAKKKKK!!!!

……………………

Seseorang terkulai lemas saat seorang pria bertaring tajam itu mematahkan lehernya. Pria itu menatap orang yang menjadi mangsanya itu dengan tatapan yang begitu tajam. Ia seakan haus akan darah manusia yang sudah dua hari ini tidak ia rasakan dan ia nikmati.

Melihat korbannya sudah tidak bernyawa, ia pun kemudian membuka mulutnya. Memperlihatkan taringnya yang amat sangat tajam. Diarahkannya taring tersebut pada leher korbannya. Namun tiba-tiba..

BRAAAAKKKK!!!!

Suara pintu didobrak membuat pria itu menoleh keras kearah belakangnya. Matanya yang begitu tajam terpancar amarah yang sangat besar dalam dirinya karena merasa kegiatannya terganggu. Ia melesat keluar dari ruangan tempatnya berburu tadi. ia mencoba mencari tahu siapa yang sudah dengan lancangnya menggangu kegiatannya. Dan begitu ia tiba di ujung tangga, dilihatnya seorang pria sedang berjalan di lantai satu  dan dengan perlahan-lahan masuk kedalam rumah itu. Vampir itu cukup terkejut saat tahu siapa orang yang masuk kedalam rumah itu.

“YA!!! Kalian semua, keluar kalian!!!! Hadapi aku!!!!”

Vampir pria itu menatap manusia yang barusan berteriak memanggil bangsanya dengan tajam. Si manusia itu tidak tahu bahwa seorang vampir sudah melihat dan mendengar semua panggilannya.

Si manusia yang adalah Donghae itu kemudian menoleh ke atas. Hal itu tentu saja membuat si vampir refleks menyembunyikan dirinya ke tembok sampingnya agar tidak ketahuan oleh Donghae. Tidak berapa lama, si vampir iblis pria itu mendengar suara langkah kaki. Ia tahu, bahwa itu adalah langkah kaki Donghae. Saat ini Donghae memutuskan untuk naik ke lantai dua, berharap ia bisa bertemu dengan salah satu vampir yang pernah menyakitinya dulu.

Langkah Donghae semakin terdengar jelas oleh si vampir pria. Donghae sepertinya sudah  mulai tiba di lantai dua rumah tersebut. si vampir pun mengambil ancang-ancang. Ia berniat untuk menyerang Donghae begitu pria itu tiba nanti.

SEEETTT….BRUUUUKKK!!!

Dan benar saja, saat Donghae sudah menginjakkan kakinya di lantai dua, si vampir pria langsung melesat keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung menyerang tubuh Donghae. Di dorongnya tubuh Donghae dengan posisi tubuh yang sedikit terangkat ke atas udara dan di bantingnya ke tembok yang berada di dekat situ sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.

“Aaaargghh!!! Sial!! Ternyata kau mencuri star terlebih dulu, hah??” Ucap Donghae tajam sambil menatap tajam pria  bertaring didepannya tanpa rasa takut.

Pria iblis didepannya hanya mampu menatap Donghae tajam. Ia pun semakin mengeratkan cengkraman tangannya di leher Donghae seperti yang pernah ia lakukan pada  Donghae waktu pertama kali mereka bertemu.

“Heuh.. untuk apa kau datang menantang kami?? Sebagai manusia, kau bernyali juga rupanya. Apa seranganku saat di garasi waktu itu belum cukup??” ucap Vampir itu tidak kalah tajam.

“Eeughh.. An..Ani!! Ak.. Aku tidak ak..kan pernah takut pada Iblis macam Kaa..Kalian!! Dan satu lagi.. apa yang Kau dan Teuki hyung lakukan saat.. ittuhh, ti..tidak akan pernah membuatku menyerah un..untukk.. eeghh.. menghabisi kalian!!” Nafas serta suara Donghae mulai tercekat akibat cengkraman Eunhyuk – vampir yang pernah menyerangnya dulu bersama dengan Leeteuk – yang semakin mengeras.

Eunhyuk pun kemudian mengeluarkan smirk jahatnya. Ditatapnya Donghae dengan tatapan yang seolah-olah sedang meremehkan lawannya itu. Ia pun kemudian melepaskan cengkramannya di leher Donghae hingga membuat Donghae terjatuh lemas.

“Baiklah… sepertinya patut dicoba! Kita lihat, seberapa besar kekuatanmu sebagai manusia!!”

Pria iblis itu pun kembali mengeluarkan smirk tajamnya. Ia kemudian mengarahkan tangannya ke tubuh Donghae yang sedang mencoba berdiri. Di keluarkannya kekuatannya hingga kekuatan itu mengenai Donghae dan membuat pria itu kembali terjatuh. Tidak hanya itu, Eunhyuk kemudian menoleh ke arah samping. Ia melihat sebuah kursi kayu sedang menganggur di tempat pertarungan mereka. maka, diarahkannya lagi tangannya ke kursi kayu tersebut dan dengan kekuatanya, dilemparkannya kursi itu ke tubuh Donghae.

Donghae yang kembali mencoba berdiri pun menyadari bahaya yang akan menimpanya. Sadar bawah kursi tersebut melayang ke arah tubuhnya, Donghae pun menghindar ke samping dengan menjatuhkan dirinya ke tempat kosong disampingnya.

PRAAAKKK!!

Kursi itu hancur mengenai tembok. Eunhyuk pun tidak puas. Ia melesat ke arah Donghae yang kini sudah berdiri dengan tegak. Ditabraknya tubuh Donghae dan dicekeknya Donghae kembali hingga tubuh Donghae terseret mundur akibat dorongan vampir didepannya.

Donghae tidak ingin kalah. Dengan mengandalkan sisa kekuatan tubuhnya, Donghae kemudian mengambil salah satu tangan kanan Eunhyuk yang sedang mencekiknya dan dilepaskannya secara paksa hingga membuat tubuh Eunhyuk sedikit terdorong kebelakang. Tapi Eunhyuk tidak mau kalah. Walaupun hanya dengan  menggunakan satu tangan, ia akhirnya menyalurkan kekuatan tersembunyinya ke tubuh Donghae. Yaitu melalui sentuhan tangannya hingga tubuh Donghae merasa sakit luar biasa.

“AAAARRRGGGHHHHH…” Teriak Donghae saat merasakan tubuhnya panas dan sangat kaku.

Kedua tangan Donghae mencoba menahan tangan Eunhyuk yang terus menerus menyiksanya. Tapi percuma.. kekuatan Donghae pun bahkan tidak mampu membuat tangan Eunhyuk sedikit mengendurkan cengkramannya. Senyum iblis Eunhyuk semakin lebar. Ia terlihat senang saat korbannya terus menerus berteriak kesakitan karena kekuatannya.

Eunhyuk lama-lama merasa risih dengan kedua tangan Donghae yang menghalangi kerjanya. Dengan satu tangan kanannya yang bebas, Eunhyuk pun meraih tangan kiri Donghae agar ia bisa dengan leluasa menyiksa Donghae.

Dan saat tangan Eunhyuk berhasil meraih tangan kiri Donghae..

“AAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHH…”

Cengkraman Eunhyuk tiba-tiba terlepas. Tubuh Eunhyuk terjatuh dan terbaring dilantai sambil terus menerus meronta menahan rasa sakit yang menjalar ditubuhnya. Donghae terbelalak kaget saat melihat iblis yang sedari tadi melawannya terus menerus berteriak kesakitan sambil memegangi tangan dan tubuhnya. Donghae masih terdiam. Ia masih mencoba mencerna semua yang terjadi, hingga secara tiba-tiba ia tersentak.

Diangkatnya tangan kirinya dan dilihatnya gelang yang dipakainya saat ini. Ia juga kemudian menatap Eunhyuk yang masioh meronta-ronta menahan sakit. Hingga sedetik kemudian, Donghae kembali tersadar.

“Benar…ternyata aku benar-benar Oracle.”

Donghae kemudian berlari. Ia berlari meninggalkan Eunhyuk yang sudah mulai melemas. Dengan langkah yang besar, Donghae berlari dengan kencang ke rumahnya. Hingga saat ia tiba, ia berteriak memanggil Sungmin dan Sungchan.

“Hyuuungg… Sungchaaannn!!!! AKU BENAR!! ternyata  dugaan ku benar!!!!” Donghae berteriak kegirangan saat Sungmin dan Sungchan sudah berada di hadapannya.

“Oppa, ada apa sih?! Kenapa teriak-teriak seperti ini?!” sungchan terlihat kesal dengan tingkah konyol salah satu kakaknya itu.

“Hyung, Channie, kau tau?? TERNYATA AKU ADALAH ORACLE!!! Aku BENAR-BENAR SEORANG ORACLE!!” ucapan Donghae barusan terang saja membuat Sungmin dan Sungchan terkejut.

“Mworago?! YA!!! Lelucon apa lagi ini, Hae?? Sudahlah, kau tidak usah berkhayal seperti itu!!! darimana kau tahu bahwa kau adalah Oracle??” tanya Sungmin ketus.

Donghae pun akhirnya menceritakan semuanya pada Sungmin dan Sungchan kejadian yang ia alami tadi dari awal hingga akhir, dan bagaimana ia bisa membuat Eunhyuk, iblis itu sekarat tidak berdaya setelah menyentuh tangan Donghae yang sedang memakai gelang.

“Mwo?! Oppa datang kesana dan bertarung dengan vampir itu??” tanya Sungchan tidak percaya. Donghae hanya tersenyum bangga sambil mengangguk.

“YA!! Kau itu bodoh, Babo, atau gila, hah?? Kau pikir seperti itu caranya membuktikan dugaanmu?? Dengan cara yang jelas-jelas membahayakan keselamatanmu, iya??? Aissh.. Neo Jinjja, Lee Donghae!!!!” Sungmin sudah benar-benar kesal dengan perbuatan sembrono dongsaengnya itu. Ia hanya mampu menghela nafas putus asa.

****

DUNKELHEIT CASTLE

Heechul, Kyuhyun, Hyemin, dan Leeteuk sedang berbicara serius di sebuah ruangan di kastil tempat mereka tinggal. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, yang jelas tampak sekali dari raut wajah Heechul, si raja kegelapan tersebut bahwa apa yang mereka bicarakan adalah hal yang sangat serius. Saat mereka sedang asik-asiknya berbincang, secara tiba-tiba tubuh Kyuhyun terdiam. Raut wajahnya mengeras. Ia seperti sedang berkonsentrasi untuk mencari tahu suara yang baru saja masuk kedalam telinganya.

“Kyu, wae kudae??” Leeteuk yang menyadari keanehan Kyuhyun langsung bertanya. Heechul dan Hyemin yang  tidak menyadarinya langsung menoleh ke arah Kyuhyun.

Heechul yang melihat wajah Kyuhyun langsung bisa membaca pikiran iblis itu. Tidak hanya Kyuhyun, Heechul juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Kyuhyun. Ia tahu apa yang sedang terjadi.

“Manusia Sialan!!!!” Ucap Heechul dengan matanya yang merah menyala, tanda bahwa amarahnya sedang bangkit saat ini.

“Mwo?? Apa maksud Oppa??” Hyemin bertanya pada Heechul. Ia bingung.. ia tidak tahu apa yang terjadi pada kedua pria didepannya itu.

“Eunhyuk..” ucapan Kyuhyun membuat Hyemin dan Leeteuk menoleh ke arah Heehcul.

“Eunhyuk diserang oleh Oracle!!” Hyemin dan Leeteuk begitu terkejut dengan ucapan Heechul barusan.

“YA!!!! Untuk apa kalian semua masih disini?? CEPAT BAWA EUNHYUK KEMARI!!!” teriakan amarah Heechul yang menyuruh tiga orang didepannya untuk membawa eunhyuk pulang begitu membahana.

Tersirat amarah yang luar biasa di manik matanya yang tajam itu. dalam hatinya, Heechul bertekad akan bergerak sendiri. Ia tidak akan membiarkan para Oracle itu menyerang kaumnya lagi. Ia bahkan sudah bertekad, akan membuat para manusia itu menyesal telah berurusan dengan sang Raja kegelapan tersebut.

……………..

Tubuh Eunhyuk kini terbaring lemah. Seluruh tubuhnya memerah seperti terbakar karena ia sudah terlalu lama dibiarkan sekarat. Heechul pun sudah mulai menormalkan kembali kinerja tubuh Eunhyuk dengan Legionne ditangannya. Sedangkan ketiga vampir iblis lainnya, kini sedang menjaga Eunhyuk yang masih belum sadarkan diri. Sejak tadi, tidak berhenti-hentinya tangan Heechul mengepal. Ia begitu marah terhadap kaum manusia. Atau lebih tepatnya pada Oracle yang selalu mampu menghalangi dan mengacaukan semua rencana  Heechul dan anak buahnya.

Baik Hyemin, Leeteuk maupun Kyuhyun hanya mampu melihat Eunhyuk nanar. Mereka sama-sama mengutuk semua perbuatan para Oracle yang sudah membuat teman mereka sekarat seperti ini.

“Oppa.. Ak..”

Hyemin yang awalnya akan meminta ijin pada Heechul, Oppanya untuk mengejar Oracle yang menyakiti eunhyuk langsung tertegun begitu menyadari bahwa Heechul sudah tidak ada di tempat. Hyemin mencoba menoleh ke berbagai arah, berharap bahwa Heechul sedang diam di satu ruangan di dalam castil tempat mereka tinggal.

Hyemin pun mencoba mencari tahu dimana keberadaan Heechul. Dengan matanya yang sangat tajam dan mampu melihat kemanapun, Hyemin mencari jejak kepergian Heechul. Hingga ia melihat sebuah bayangan, yang ia ketahui sebagai Oppanya itu sedang melesat menuju ke sebuah rumah.

“Kyu, Leeteuk, tolong jaga Eunhyuk. Aku ada urusan sebentar.” Ucap Hyemin langsung pergi melesat tanpa menjawab sepatah katapun semua pertanyaan Leeteuk yang menanyakan kemana dirinya akan pergi.

****

Hyemin saat ini telah tiba di sebuah tempat. Tepatnya di depan sebuah rumah bernuansa modern minimalist yang begitu asri. Hyemin tidak tahu itu rumah siapa. ia tadi melesat menuju tempat ini karena menurut pengelihatan mata tajamnya, Heechul sedang melesat menuju ke arah tempatnya berdiri saat ini. Ia mencoba menoleh ke kiri dan ke kanan, mencoba mencari tahu. Hingga sebuah suara yang berada didalam rumah tersebut menyadarkan lamunannya.

“Hyung, Channie, kau tau?? TERNYATA AKU ADALAH ORACLE!!! Aku BENAR-BENAR SEORANG ORACLE!!”

Hyemin tertegun dengan suara itu. Ia pun kemudian menajamkan pengelihatannya, mencoba mengamati dan melihat isi rumah tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa yang berada didalam rumah itu adalah para Oracle yang selama ini diincarnya.

“Mwo?! Oppa datang kesana dan bertarung dengan vampir itu??”

Kembali, Hyemin mendengar suara seorang gadis yang adalah Sungchan itu berbicara. Dari situ, Hyemin sudah bisa memastikan bahwa pria yang sudah menyerang dan membuat Eunhyuk sekarat adalah Donghae, pria yang sedang berdiri menghadap ke arah luar. Hyemin terdiam. Ia menatap Donghae tajam. Hyemin ingat, ia pernah melihat pria itu saat kelompoknya berhadapan dengan kelompok manusia beberapa hari yang lalu. Hyemin kini tampak lebih wapada. Ia tidak ingin salah seorang dari Oracle yang berada di rumah itu menyadari kehadirannya.

“Akan kubalas semua perbuatanmu yang sudah mencelakakan Eunhyuk!!!” Ucap Hyemin dalam hati. Saat ia sedang berkonsentrasi untuk menyerang semua orang yang berada didalam rumah itu, tiba-tiba..

DEG..

Hyemin menoleh kencang. Ia menatap ke segala arah saat secara tiba-tiba hawa hangat menyapu tubuhnya. Ia merasakan kehadiran Heechul. Ia bisa merasakan bahwa Oppa nya itu sedang berada didekatnya. Tapi sayangnya Hyemin tidak bisa melihat dimana Heechul berada. Hal tersebut memang sengaja dilakukan Heechul agar tidak terlihat oleh adiknya itu. Ia tidak ingin adiknya mengetahui apa yang akan dilakukannya pada dua orang Orang oracle yang berada di dalam rumah sana.

…………………………………

Selesai membanggakan dirinya, Donghae tak henti-hentinya tersenyum sambil memegangi dan menatap gelang yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia pun sedaritadi mencoba mengamati dengan seksama lambang atau tanda apa yang tertera di dalam gelang tersebut.

“Hmmm?? tanda apa ini??” tanyanya bingung pada dirinya sendiri saat mencoba melihat tanda kecil yang terukir digelang tersebut.

Masih dengan rasa penasarannya, Donghae akhirnya keluar mencari cahaya. Ia mengangkat tangannya sedikit keatas hingga gelang di tangannya terkena sinar matahari. Barulah setelah itu Donghae dapat melihat dengan jelas tanda yang terukir di gelangnya.

“Bulan sabit?? Hmmm… Siapa dari vampir-vampir itu yang memiliki tanda bulan sabit ditubuhnya?” tanya Donghae bergumam pada dirinya sendiri.

Sedang asik-asiknya Donghae berpikir, tiba-tiba secara tidak sengaja pandangan matanya mengarah ke satu tempat. Donghae mengamati dan melihat seorang gadis tengah berdiri menatap rumahnya, atau lebih tepatnya menatap dirinya di sebrang jalan rumahnya. Donghae termangu sejenak. Selama beberapa saat, Donghae dan gadis itu saling menatap satu sama lain mencoba mencari tahu apa yang dilakukan masing-masing.

“Hyuuuungg!!!! Hyuuunngg!!! Pallii.. keluar sekarang!!!!” teriak Donghae melongokkan kepalanya ke dalam rumahnya memanggil Sungmin yang sedang membaca di ruang keluarga.

Gadis yang ternyata adalah Hyemin tersebut menyadari posisinya. Ia tidak ingin dirinya dikenali oleh Sungmin. Oleh karena itu, Hyemin pun bergegas pergi dan melesat dari kediaman Donghae.

“Hae-ya, wae kudae?? kenapa hari ini kau berisik sekali sih?!” Sungmin yang datang menghampiri Donghae terlihat tidak senang.

“Hyung, kita punya tetangga baru!” ucap Donghae asal. Sungmin tertegun.

“Tetangga?? Nugu??”

“Aiisshhh…itu Hyung!! itu Orang…..nya” Donghae terdiam saat ia menyadari bahwa arah yang ia tunjukkan sudah kosong. Sungmin yang tidak melihat siapa-siapa di depan rumahnya itu kembali memukul kepala Donghae karena kesal.

“Sekali lagi kau bercanda seperti tadi, ku kirim kau ke hutan afrika!!! Otakmu benar-benar sudah rusak gara-gara buku itu!!” ucap Sungmin langsung masuk meninggalkan Donghae yang masih celingak celinguk mencari Hyemin.

Saat itu, baik Sungmin, Donghae dan Sungchan tidak menyadari bahwa sepertinya hawa kejahatan serta kekuatan besar telah menaungi rumah mereka. Dengan Mata yang berkilat marah serta manik mata berwarna merah, Heechul mencoba untuk membuat semuanya berjalan sesuai dengan rencananya. Heechul yang tengah berdiri tegak diatas angin itu tengah membawa sebuah mimpi buruk yang akan mereka bertiga alami. Heechul ingin membalaskan semua dendam yang sudah memuncak didalam dirinya. Ia akan membuat para Oracle tersebut menyesal telah berurusan dengannya. Dengan Sungchan sebagai perantara serta bonekanya, Heechul kini sudah menyiapkan kejutan besar yang sedang dirancangnya untuk membunuh para Oracle agar mati secara perlahan-lahan dan tersiksa secara menyakitkan.

“Kalian salah kalau mengganggap ini sudah selesai!! Pertarungan baru saja akan dimulai!!”

-TO BE CONTINUE-

36 thoughts on “WHEN THE ‘DARK LORD’ REIGNS : The Third ORACLE (Part 6)

  1. wow, heechul oppa keliatan marah bsr tuh….hawa iblisx kerasa #plak#, hehe…..
    itu donghae polos ato apasih….nasib baik emang oracle, nah klo bkn gmn?? bakal mati di tangan hyuk…..
    ditunggu lanjutanx chingu…..

  2. Kya…kya…..
    Mereka ber4 adlh oracle
    aish jinjja!!!
    Haha donghae oppa lucu bgt, dia sgt pe-de
    harusnya dia mencari tau dulu apa ada tanda oracle di gelangnya atau tdk, klo ada br deh pergi perang bukan maen nyelonong bae #hiya gubrak
    klo dia bukan oracle gmn? Bs gaswat!!!
    Aku yakin sungchan pasti oracle ke4. Tp kok bs kebetulan bgtu yah? Apa krn mereka sering bersama sm jd bs ketularan (eh?)
    eonni ff nya bagus!!! Aku suka
    gumawo

  3. MERINDING BACA YANG TERAKHIR
    JANGAN JANGAN NANTI Sungchan DI PERALAT SAMA Heechul

    DAEBAK BANGET
    *SUKSES THOR*

  4. Omooo~
    Heechul marah besar nech !!

    Apa yg bkal terjdi yah ??

    Jdi makin penasaran .
    Lanjut bca part 7

  5. huuuaaaa….
    donghae oppaaaa…
    gilaaa yaaa…
    emang gg bsa ngebuktiinnya lgsg diliat dr gelangnya???
    knp hrus bela2in ktmu vampir..

    syukur aja oracle, klo engga tau dh gmna nasibmu bangg…ckckckck

    pertaruunnggaaannn di muullaaaiiii

  6. Aduuuh…..
    DongHae ny mmang btul-btul polos/goblok y????
    *Plak…..
    Hehehe…..🙂
    hbis cm untk bukti’in dy oracle/bkn mlah dtng k kandang ny pra Vampir dn brtarung…..
    Ckckck……

  7. sebener’a q bca ff nie udh lma bgt tror,.
    tpi brhubung dlu q gk tw cara komen tu gmna..??
    jdi q cma baca” doank.,
    n krang q udh tw,.jdi please ksih PW’a ne thor,.-

  8. bisa bayangin seorang Heechul lagi marah, uh ngeri euy.
    Jadi penasaran jangan2 orang k 4 nya si Sungchan

  9. Jiahaha..
    Ngakak bca part ini..
    Dengan PD nya donghae bilang kalau dia itu oracle..
    Lalu oracle ke 4 itu siapa??
    Apa sungchan??

    To the next part..

  10. Heechul bener-bener marah ! Pertarungan akan di mulai😮 next part aku jamin pasti seru😀 kl misalkn donghae adl oracle berarti tinggal 1 lg kan yg blm di ketahui ???? Apa jangan2 sungchan juga sm ???

  11. Ya ampun, hae, gak di real gak di ff selalu saja narsis n childish, ckckckckck

    hmm baru kali ini tebakn sy bnr, hae adalah salah satu oracle

    Tpi kejahatan seperti apa yg akan hee lakukakn? Apa sama seperti yg leeteuk lakukan trrhdp sungchan di mimpinya?

    Hmmm makin makin penasaran

  12. makin kesini makin lucu gk tau knp?!?bisa dipstkn sungchan oracle ke4 kan thorrrr??yuhuuuuu jdi yebakan q benar yessssss #jingkrakjingkrak
    siasat p yg direncanakan heechul moga gk berlbhn

  13. Duo ikan jadi musuh gini siCh. Biasanya jadi pasangan konyol. kkkkkkk…

    Vampire tampanku (bc: Hyuk) jadi terluka gara-gara DongHae *TabokHae*

  14. Waaaaaaaaaaaawwwww smkin keren & mnrgangkn critany.. Hae bnr2 brisik ya, kyk anak kcil bgt.. Hahahaha.. Sungmin yg biasany sbat, dsini jd gmpg mrh nih.. Wah kira2 apa yg udh dpersiapkn heechul ya? Hiiiiiiii..

  15. astaga itu donghae gila bener ya… aduuuhhhh… #geleng2
    untung aja beneran dia oracle klo bukan gimana coba????
    heechul serem deh… kejamnya mulai nampak…
    dia mau nglakuin apa y?

  16. Oracle baru ditemukan,, tapi donghae tuh yah,, ihhh bener2 bikin greget,,
    dia berani banget menantang tuh vampire,, sendirian pula,, aisssttt,, tpi gpp yg penting selamat,,
    oh iya tor,, sunyeong mana yah?? Ga keliatan dari tadi,, hehehe
    seperti para vampire2 itu makin geram yah,, apalagi pas tau oracle yg mreka cari ternyata satu grup pula,, makin seru

  17. donghae oppa pemberani dengan muka polosnya itu loh bikin gregetan klo ngebayanginnya X)
    heechul oppa punya rencana apa itu ??

    lanjutttt …

  18. Aigoo….. Aigoo….
    Daebakk!! Topp….widiihhh penasaran oracle selanjutnya…. Yeyeye… ~(‾▿‾~)~(‾▿‾)~(~‾▿‾)~

  19. Ane pingin nyubit Donghae. Polos banget yah tuh orang.. Untung aja di Oracle, coba kalo bukan? Mati dah..

    Dan Sungchan pasti Oracle berikutnya.I think🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s