FIRE ICE BROTHER – AFTER STORY

Annyeong Readers semua… ^^ kali ini, atas permintaan beberapa orang yang minta supaya “FIRE ICE BROTHERS” ini ada Sequel ato after story nya, akhirnyaaaa… dengan berbagai pertimbangan, author & admin berbaik hati mau untuk buatin sequel cerita ini (walaupun ga rela Endingnya Heesun sama … T_T).

Semoga readers-readers semua ga kecewa sama ending cerita ini yaaa… karena untuk after story cerita ini murni & pure hasil imajinasi admin sendiri (bukan spt “FIRE ICE BROTHERS” yang admin adaptasi dari komik) ^^

Nah, buat kalian yang Lupa sama endingnya FIRE ICE BROTHERS, Nih buat pengingat kalian sebelum baca cerita lanjutannya ini.. https://ffsujustory.wordpress.com/2012/05/26/fire-ice-brother-part-3-of-3-end/

Ya udah, kalau gtu HAPPY READING…🙂

Jangan lupa SELALU KASIH KOMEN yaaaaa…. ADMIN BUTUH BGT KOMENTAR, MASUKAN DARI KALIAN lho… ^^

Gomawo

**************************************

5 TAHUN KEMUDIAN – BANDARA INCHEON

Seorang gadis tengah berjalan memasuki terminal kedatangan di bandara Incheon sambil menarik koper besarnya dengan sedikit kesusahan. Ia mencoba melemparkan padangannya ke segala arah. Entah siapa yang ia cari, yang jelas ia menunggu seseorang yang sudah berjanji akan menjemputnya saat ia datang dan kembali ke kampung halamannya, Korea. Ia mencoba sabar.. sambil tetap memperhatikan sekitar, gadis itu juga sesekali terlihat larut di dalam pikirannya. Ada rasa rindu yang begitu berkecamuk didalam dadanya. Ia begitu rindu Korea, ia begitu rindu tanah kelahirannya ini, ia rindu dengan semua momen dan memori-memori yang pernah terjadi selama ini, dan terlebih lagi, ia begitu rindu pada orang-orang yang sudah pernah masuk kedalam kehidupannya.

Sudah hampir 5 tahun sejak kepergian gadis itu ke Perancis, ia tidak pernah tahu lagi bagaimana keadaan orang-orang yang sudah ditinggalkannya dulu. Ingin sekali rasanya ia cepat-cepat tiba di rumah yang pernah ditempatinya bersama dengan pamannya, satu-satunya anggota keluarganya yang masih tersisa. Ditambah lagi, entah apa yang terjadi, tapi secara tiba-tiba ia ingin sekali bertemu dengan dua orang itu. dua orang yang begitu berarti untuknya, dan dua orang yang selalu menjadi sahabat baiknya .

“Han Heesun!!!”

Gadis itu menoleh ketika seseorang memanggil namanya. Diedarkannya pandangan matanya kesegala arah, hingga akhirnya ia menemukan seorang pria dengan mengenakan jaket matel berwarna hitam dengan kaos putih polos didalamnya, juga tidak lupa kaca mata hitam yang bertengger di kedua matanya. Pria itu melambaikan tangan pada Heesun, gadis yang sudah kembali pulang itu. Heesun yang bingung pun selama beberapa detik mencoba mengingat-ingat kembali pria yang kini sudah berjalan ke arahnya.

“Mwo?! KYUHYUNNIE….!!!!!!” teriak Heesun girang begitu tahu siapa pria itu.

Heesun membalasa lambaian tangan Kyuhyun, pria yang saat kuliah dulu selalu menjadi rivalnya. Ia tersenyum pada pria yang menurutnya sudah terlihat semakin tampan dan gagah itu. hingga saatnya jarak mereka hanya 1 meter, Kyuhyun segera memeluk tubuh mungil Heesun hingga tubuh gadis itu tenggelam di badan kekar Kyuhyun.

“Tu Me Manques..” Ucap Kyuhyun mencoba berbicara dengan bahasa Perancis. Heesun terkikik geli. Ia kemudian melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap pria didepannya itu

“Je vous ai Manque… Comment allez-vous??” balas Heesun. Kyuhyun terdiam.. wajah kebingungannya kini berubah sangat polos dan lucu saat Heesun menanyakan kabarnya dengan menggunakan bahasa perancis yang tidak ia ketahui artinya.

“It.. itu, apa artinya??” tanya Kyuhyun polos. Tawa Heesun pun meledak.

“Hahahahahaha…. kau ini! Sok sekali mengatakan rindu menggunakan bahasa perancis. Giliran kutanya kabarmu dengan bahasa Perancis juga, kau malah kebingungan. Yang aku ucapkan tadi itu artinya ‘Aku juga rindu padamu. Bagaimana kabarmu?’ ” Ledek Heesun.

“Haish.. aku kan tidak belajar semuanya! Yang aku tahu pelajari hanya kata-kata itu. Lagipula, itu hanya sebagai ucapan pembuka pertemuan kita saja. Lagi pula, kau itu mentang-mentang sudah jadi seorang jurnalis sukses disana, lagakmu jadi songong sekali” Kyuhyun terlihat tidak mau kalah. Ia tidak ingin terlihat bodoh didepan gadis itu. Heesun kembali tertawa mendengar cibiran Kyuhyun.

“Kyu, Gomawo kau sudah mau menjemputku.” Heesun tersenyum pada Kyuhyun.

“Haaahh… kau tahu, kau itu benar-benar merepotkan! Aku jadi tidak bisa tidur siang gara-gara harus menjemputmu ke bandara!”

“Mwo?! YA!! Kalau kau merasa kerepotan, untuk apa waktu itu kau mengirim email dan bilang akan menjemputku?? Ish.. ternyata kau masih sama menyebalkannya seperti dulu.” Heesun manyun. Ia langsung menarik koper besarnya itu mencoba meninggalkan Kyuhyun.

“Ahahahahha… Kau itu, kenapa sulit sekali diajak bercanda sih?! Kajja!! Kita pergi. aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus mentraktirku makan sebagai bayarannya karena sudah menjemputmu!!”

“Haish..!! Ne, Arraseo.. Arraseo!!!” jawab Heesun ketus. Kyuhyun langsung merangkul pundak Heesun berjalan keluar dari airport menuju ke Audi R8 miliknya.

Sepanjang perjalanan, Heesun dan Kyuhyun tidak pernah berhenti berbicara. Ada saja banyak hal yang mereka jadikan objek pembicaraan mereka. ditambah lagi, ada begitu banyak cerita serta pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi selama 5 tahun saat mereka tidak pernah bertemu. Seluruh kerinduan kedua sahabat itu benar-benar tercurah melalu obrolan serta candaan yang sudah tidak pernah mereka lakukan lagi.

****

Saat ini mereka berdua, Heesun dan Kyuhyun sudah duduk saling berhadapan di sebuah restoran western yang berada di pusat kota Seoul. Untuk sementara,  mereka terdiam. pikiran mereka berdua seolah-olah sedang melayang ke 5 tahun saat terakhir kalinya mereka bertemu. Kerinduan yang begitu besar sepertinya tidak mau hilang dari dalam hati mereka berdua.

“Aku senang melihatmu sukses seperti sekarang. Tidak kusangka, seorang Kyuhyun yang dulu adalah pria menyebalkan, pria berhati iblis, Pria yang malas, pria yang bodoh, Pria yang mmmppphh….” Heesun belum selesai berbicara ketika Kyuhyun menyumpal mulut gadis itu dengan tangannya.

“YA!!! Apa maksudmu bicara seperti itu, Hah?! Aku malu tahu kalau yang lain sampai mendengarnya!!!!” Heesun hanya tertawa kecil mendengar omelan Kyuhyun.

“Hahahahha…habisnya, aku tidak menyangka sih. Orang sepertimu akhirnya bisa menjadi seorang Dokter. Aku pikir saat kita kuliah dulu, kau akan di DO karena sikapmu yang menyebalkan dan suka seenaknya..” Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Heesun. Wajahnya secara tiba-tiba menyiratkan keseriusan. Ia menyesap sedikit espreso coffee nya sebelum memulai pembicaraan.

“Setelah kepergianmu waktu itu, aku sudah memutuskan untuk berbenah diri. Aku tidak mau lagi di cap sebagai orang tidak berguna atau orang yang tidak memiliki hati. Oleh karena itu, aku mencoba untuk serius belajar, aku mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. yah, walaupun akhirnya aku menempuh sarjana kedokteranku selama hampir 7 tahun. Tapi, setidaknya aku bisa menunjukkan padamu dan orang itu bahwa aku bisa berhasil..”

Ucapan Kyuhyun barusan membuat Heesun juga ikut-ikutan memasang tampang serius. Mendengar Kyuhyun menyebutkan kata ‘Orang itu’, secara tiba-tiba pikiran gadis itu kembali melayang ke seorang pria yang selama ini begitu ia rindukan. Pria yang selama hidupnya selalu dilindunginya, selalu dianggapnya sebagai sahabatnya yang paling berharga, dan pria yang selalu berhasil membuatnya cemas hanya dengan memikirkannya.  Sudah selama 5 tahun ini Heesun benar-benar kehilangan dirinya. Ia juga sama sekali tidak pernah tahu bagaimana keadaannya. Semua ucapan terakhirnya saat itu masih tetap terngiang-ngiang di benak Heesun

‘Setelah ini, Aku akan berjuang untuk menjadi orang hebat. Di saat aku berhasil nanti, aku akan menemuimu.’

Heesun percaya dengan semua ucapan pria itu. Tapi tetap saja, masih ada beberapa kekhawatiran yang terkadang menghinggapi dirinya. Tapi ia mencoba membuang jauh-jauh pikirannya itu. Ia percaya, pasti disatu tempat – entah dimana – Pria itu mampu membuktikan ucapannya. Pria itu sudah menjadi pria hebat seperti apa yang sudah dicita-citakannya. Itu lah yang selama ini Heesun yakini setiap kali ia merasa khawatir ataupun disaat ia merindukan suara serta wajah pria itu.

“Kau, sedang memikirkan apa??” Suara bass Kyuhyun membuyarkan Heesun dari lamunannya.

“Ah, Aniya.. aku hanya…”

“Donghae??” Heesun terdiam mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Ia tersenyum lemah.

“Kau tidak perlu mencemaskannya! Aku tahu siapa dan bagaimana Donghae. Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri dan terlebih lagi, ia sekarang sudah berhasil menjadi seorang pengacara sukses seperti ucapannya dulu..” Heesun mengangguk mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Ia lega.. senang saat tahu bahwa cita-citanya sudah tercapai.

“Bagimana kabarnya??” tanya Heesun mencoba mencari tahu.

Kyuhyun mencoba membenarkan posisi duduknya agar lebih enak berbicara. Barulah setelah ia merasa nyaman, ia segera menjawab rasa penasaran gadis yang berada didepannya itu.

“Aku sendiri sudah hampir 3 bulan ini tidak bertemu lagi dengannya. jadi, aku tidak tahu pasti bagaimana kabar bocah itu sekarang. Tepatnya… dua bulan setelah kepergian mu ke Perancis saat itu, ayah Donghae meninggal dunia karena serangan jantung…”

“Mworago?? Meninggal dunia?? Lantas… bagaimana…” Ucapan Kyuhyun tadi benar benar membuat Heesun terkejut setengah mati. Ini merupakan berita buruk yang didengarnya selama ia tidak pernah lagi berada di Korea selama 5 tahun terakhir.

“Tentu saja ia sedih. Aku bahkan begitu terkejut saat aku datang kerumah duka, aku mendapati Donghae menangis keras memanggil ayahnya. saat itu aku begitu heran dengan sikap Donghae. Bagaimana bisa seorang anak yang sudah di perlakukan kasar selama belasan tahun begitu  sedih dan bahkan menangis sampai mengharu biru saat orang yang sudah membuatnya menderita itu  meninggal dunia? Jujur, aku begitu tersentuh melihat pemandangan tersebut. Aku saja yang jelas-jelas anak kandungnya (cat : Baca Fire Ice Brother part 1-3 sebelumnya) sama sekali tidak merasakan kesedihan itu.”

“Jelas saja kalau kau tidak pernah merasakannya! kau hanya bertemu dengannya beberapa kali. Itu pun saat usiamu masih sangat kecil. Sedangkan Donghae.. Ia bahkan terus bertemu dengan ayahnya sejak ia masih bayi bahkan hingga usianya saat itu. Walaupun Lee Adjushi selalu bersikap kasar padanya, tapi aku tahu.. aku tahu Donghae masih menyayanginya. Aku tahu Donghae masih mengharapkan ayahnya mau mencintainya sebagai seorang anak seperti ia mencintaimu..”

“Ne.. Ucapan mu memang benar. Kudengar dari Ahjumma yang selalu merawat Donghae, sesaat sebelum kepergiannya, Ayah Donghae memanggil Donghae untuk menemuinya. Dan disana Ayahnya meminta maaf pada Donghae atas semua perbuatannya yang sudah menyakiti dan membuatnya menderita. Juga, kalimat yang selama ini begitu ingin didengar Donghae dari mulut ayahnya..”

Heesun menatap Kyuhyun penasaran. Alisnya sedikit terangkat seolah-olah sedang meminta Kyuhyun menjawab rasa penasarannya.

“Aku menyayangimu, Anakku… dan tepat setelah ucapan terakhir itu, Ayah Donghae pergi. Aku rasa, mungkin karena itu lah Donghae begitu menangisi kepergian Ayahnya.”

Mendengar semua penjelasan dan cerita dari Kyuhyun, Heesun langsung menundukkan kepalanya menatap Milkshakenya. Ada rasa sedih yang secara tiba-tiba merasuk dalam hatinya. Tak hanya itu, ia bahkan juga merasakan hatinya sakit, sesak, dan perih. Ia memikirkan Donghae sekali lagi. Ia kembali serasa menjadi orang yang jahat.. orang yang tidak peka, dan bahkan orang yang tidak memiliki perasaan karena sudah meninggalkan Donghae saat itu.

Ada rasa penyesalan yang sedikit menguak dihatinya. Kalau saja ia bisa membaca masa depan, kalau saja ia bisa tahu bahwa umur ayah Donghae tidak akan lama lagi, kalau saja ia tahu Donghae akan kembali bersedih karena kepergian ayahnya, Heesun pasti akan membatalkan kepergiannya ke Perancis. Ia pasti akan tetap tinggal dan akan selalu menyediakan dirinya untuk Teman masa kecilnya yang begitu berharga itu. Ia memaki dirinya sendiri. Betapa bodohnya ia karena sudah meninggalkan donghae lagi untuk kedua kalinya. Ia begitu membenci dirinya yang kembali tidak bisa menepati janjinya untuk selalu berada di samping Donghae.

Pandangan Heesung sedikit kabur. Air mata kini menutupi pengelihatannya karena sudah mulai menggenang disana. Dialihkannya pandangannya ke luar jendela, menatap semuanya yang ada di luar restoran tempatnya dan Kyuhyun saat ini sedang duduk terdiam. Setetes dua tetes air mata kini bahkan sudah sukses turun dengan mulus ke kedua pipi Heesun. Kyuhyun yang melihat hal itu hanya mampu menatap Heesun tajam, namun tetap lembut. Ia sadar.. seberapa kerasnya ia mencoba untuk bersama dengan gadis itu, semakin ia merasa ditampar dan disadarkan oleh kenyataan bahwa yang dinginkan Heesun saat ini bukan lah ia. Melainkan Donghae, rivalnya terdahulu.

“Kyu..” Ucapan Heesun membuat Kyuhyun tersadar dari lamunanya yang masih menatap Heesun.

“Bisa antarkan aku untuk menemuinya??” Pinta Heesun memohon. Kyuhyun menghela nafas sejenak. Dan tanpa bersuara, ia menganggukkan kepalanya menyanggupi semua permintaan Heesun.

****

Audi R8 milik Kyuhyun melaju dengan kecepatan yang cukup kencang menuju ke sebuah tempat. Tempat yang begitu ingin didatangi oleh Heesun untuk bertemu dengan teman berharganya. Sepanjang perjalanan, Heesun hanya mampu terdiam. Ia begitu gugup.. jantungnya terus berdetak dengan kencang sedari tadi. Ada perasaan yang seolah-olah ingin meluncur keluar dari dalam dirinya saat mengetahui ini lah pertemuan pertama mereka setelah 5 tahun mereka hidup dan berjuang masing-masing  untuk menjadi orang sukses dan orang yang berguna.

Cukup lama mereka berdua menghabiskan waktu berdua didalam perjalanan. Hampir selama 2 jam tidak ada pembicaraan yang terlontar dari mulut mereka masing-masing. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah daerah bernama Nami. Kyuhyun pun segera memacu kendaraannya menuju ke sebuah rumah yang sederhana, tidak terlalu besar, tapi tidak kecil juga jika dihuni hanya untuk 1 orang saja.

“Kyu, Ini….” Heesun memandang rumah yang berada disebrang tempat mobil Kyuhyun terparkir.

“Itu Rumah Donghae. Terakhir yang kutahu, ia tinggal disana setelah kepergian ayahnya. Mudah-mudahan saja ia belum pindah. Cha!! Masuklah.. temui dia!”

Heesun sedikit ragu-ragu untuk beranjak keluar dari mobil Kyuhyun. Dengan perlahan-lahan, ia buka pintu mobil Kyuhyun dan segera turun dari sana menuju ke rumah tempat Donghae tinggal.

Heesun melangkah perlahan menuju rumah itu. Sesekali, pandangannya terlihat menoleh kebelakang, kearah Kyuhyun yang masih berada di dalam mobilnya. Dan sesekali pula pandangan mata gadis itu menatap penasaran atau pun ragu-ragu rumah yang berdiri tegap didepannya. Hingga saatnya Heesun sudah tiba didepan pintu rumah tersebut, dimantapkan sejenak hatinya sebelum ia memencet bel yang bertengger disana.

1 kali…

2 kali…

3 kali…

Tidak ada respon atau sahutan sama sekali dari dalam rumah tersebut. Heesun menoleh ketempat Kyuhyun berada. Dilihatnya Kyuhyun, yang kini sudah berdiri dan bersandar di body mobilnya, hanya memberikan isyarat padanya agar terus mencoba menekan pintu bel tersebut. Heesun menurut. Ia kembali mencoba menekan bel rumah Donghae, berharap seseorang atau Donghae sendiri mau keluar dan membukakan pintu untuk nya.

“Eottokhae??” Heesun menoleh sedikit terkejut saat secara tiba-tiba suara Kyuhyun sudah berada disampingnya. Ia menggeleng lemah.

“Tidak ada jawaban..” hanya itu yang mampu diucapkan Heesun.

Mereka berdua hanya mampu terdiam.  memikirkan apa yang sebaiknya mereka lakukan. Kyuhyun pun kemudian merogoh sesuatu dikantong celananya, mengambil ponselnya dan segera menekan angka-angka yang diharapnya bisa menyambungkannya dengan Donghae.

“Aish!!! Jinjja!! Ternyata Donghae sudah mengganti nomor ponselnya..” Heesun semakin putus asa. ia tidak tahu lagi kemana ia harus mencari Donghae. Hingga secara tiba-tiba..

“YA!!! Apa kalian mencari Donghae ssi??” teriak seseorang hingga membuat Heesun dan Kyuhyun menoleh bersamaan.

“Ah.. Ne, adjusshi. Apa kau tahu kemana Donghae pergi?? Aku mengantar temannya yang baru saja kembali dari luar negeri.” Balas Kyuhyun dengan sedikit teriakan karena jaraknya dengan tetangga Donghae itu cukup berjauhan.

“Donghae ssi?? Oh, Ne.. satu setengah jam yang lalu kulihat ia baru saja keluar. Ia pergi sambil membawa koper besar. Kami sempat bertemu tadi Dan Donghae bilang ia akan pergi  Busan untuk satu urusan. Kalian pergilah ke stasiun! Kurasa kereta akan berangkat setengah jam lagi.”

Mendengar itu, Heesun dengan refleks langsung memegang Lengan Kyuhyun dan menatapnya. Kyuhyun yang sepertinya tahu keinginan Heesun langsung mengangguk. Ia kemudian menarik tangan Heesun dan berlari menuju mobil Kyuhyun

“Kamshamnida, Adjusshi…” Ucap Kyuhyun saat berlari melewati tetangga Donghae tadi.

****

Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya dengan cukup kencang. Ia sadar, ia kini sedang membawa seseorang yang cukup penting untuknya. Walaupun bukan dirinya yang ingin ditemui, tapi Kyuhyun sadar, ia harus membawa gadis yang terlihat gelisah disebelahnya itu untuk bertemu dengan pria yang penting untuknya.

Jarak yang cukup jauh antara rumah Donghae dan stasiun yang memakan waktu kurang lebih 45 menit membuat Heesun terus menerus mengigit kuku tangannya cemas. Ia merasa harus berkejaran dengan waktu agar ia bisa bertemu dengan Donghae. Heesun sepertinya menyadari sesuatu. Didalam hatinya, terbesit sebuah perasaan sedih. Ia kini tahu apa yang dirasakan Donghae beberapa tahun lalu saat mereka masih sekolah dulu, saat Heesun secara diam-diam pergi meninggalkan Donghae setelah kematian Ibu Heesun. Ia kini tahu bagaimana rasanya mencari seseorang yang begitu berarti untuknya.

Begitu mereka tiba di stasiun, tanpa bicara pada Kyuhyun, Heesun segera turun dari mobil Kyuhyun dan segera berlari keras masuk kedalam stasiun berharap ia masih bisa bertemu dengan Donghae. Ia terus menoleh dan membuang pandangannya kesegala arah mencoba mencari keberadaan Donghae disana, bahkan juga mencoba bertanya pada petugas stasiun jadwal keberangkatan kereta ke Busan.

“Wah.. kau telat Agasshi. Kereta jurusan ke Busan sudah akan berangkat.”

Tanpa menunggu ucapan petugas stasiun itu selesai, Heesun kembali berlari menuju ke tempat dimana kereta itu berada. Dan benar saja… saat ia tiba di tempat keberangkatan, kereta jurusan Busan mulai berjalan perlahan menjauhi stasiun.

“Andwae…”

Heesun berlari kencang mencoba menyamai posisi larinya dengan kereta yang sudah berjalan. Dilihatnya seluruh penumpang yang ada didalam kereta itu dengan seksama. Hingga akhirnya Heesun melihatnya!! Heesun melihat Donghae sedang duduk sambil mendengarkan music dengan earphone nya di seberang kanan.

“Donghaeeee….!!! Donghae-ya!!!!!!”

Heesun masih terus berlari sambil tetap memanggil nama Donghae, berharap Donghae bisa mendengar semua panggilannya. Tapi sayang, kereta tersebut semakin menjauh… bahkan membuat Heesun tidak lagi sanggup untuk berlari karena terlalu lelah mengejar kereta itu.

“DONGHAEEEEE!!!!!!!!”

Heesun hanya mampu berteriak keras. Ia sedikit menundukkan tubuhnya sambil memegangi kedua lututnya yang terasa lemas akibat berlari tadi. Air mata gadis itu pun turun. Ia merasa menyesal sudah datang terlambat. Ia tidak tahu kemana lagi harus menemui Donghae seperti janji yang pernah ia ucapkan dulu.

“Heesun..” Heesun tidak bergeming saat Kyuhyun, yang sudah berhasil menyusulnya dan kini berada dibelakangnya, memanggil namanya.

“Terlambat  Kyu..!! Donghae pergi! Aku bahkan tidak tahu kemana dia pergi.. Aku tidak tahu kapan dia kembali! Aku.. aku bahkan takut kalau dia tidak kembali dan akan menemuiku atau tidak!!” Melihat Heesun yang cukup kalut, Kyuhyun segera memeluk tubuh Heesun sebentar, sebelum akhirnya ia menuntun Heesun untuk pergi dari sana dan kembali ke Seoul.

****

Sudah berhari-hari, bahkan berminggu-minggu Heesun tidak tahu dimana keberadaan Donghae. Ia pun bahkan tidak bisa menghubungi Donghae sama sekali. Yang ia lakukan hanya berdiam diri, terus menerus mencoba menghubungi nomor handphone Donghae yang pernah diberikan Kyuhyun dulu walaupun ia sendiri tahu bahwa nomor tersebut sudah tidak aktif lagi. Selama ini, Heesun tinggal dirumah Kyuhyun. Kyuhyun lah yang meminta Heesun agar tinggal disana. Kyuhyun tidak akan membiarkan Heesun tinggal sendiri di rumah tempat ia dan Hangeng, pamannya, dulu tinggal. Kyuhyun tidak ingin mengambil resiko jika Heesun sampai berbuat nekat nantinya hanya karena keinginannya untuk bertemu dengan Donghae.

Tidak hanya Heesun yang terus mencoba menghubungi Donghae dan mencari tahu dimana keberadaan pria itu. Tapi Kyuhyun juga..

Semenjak kepergian Heesun ke Perancis 5 tahun lalu, Kyuhyun dan Donghae diketahui sudah menjalin pertemanan. Mereka berdua tidak lagi bersikap seperti anak kecil yang selalu bertengkar, menunjukkan siapa yang terhebat, terpintar, terbodoh, atau termalas. Pertemanan mereka bahkan semakin erat dan intens semenjak kepergian ayah Donghae dua tahun lalu. Mereka saling mendukung satu sama lain. Walaupun  memang terkadang persaingan dalam memperebutkan Heesun tetap terjadi hingga detik ini, namun hal tersebut tidak lantas membuat mereka berdua berselisih lagi.

“YA!! Bisakah kau tidak terus-terusan melamun di rumahku?! Aku tidak akan menolong mu jika kau sampai kerasukan setan hanya gara-gara terus melamun seperti tadi!” ucapan Kyuhyun barusan membuat Heesun tersadar. Sedari tadi ia terus-menerus larut didalam pikirannya.

“Kyu, Apa sudah ada kabar??” Heesun tampaknya tidak menanggapi candaan Kyuhyun barusan. Yang ia inginkan saat ini, hanya lah mencari tahu dimana Donghae berada.

“Bersabarlah.. aku percaya Donghae pasti akan menepati janjinya untuk menemuimu. Kalau saat ini ia belum menampakkan dirinya, mungkin saja ia merasa belum menjadi pria yang hebat seperti janjinya dulu. Setidaknya kita sudah berusaha untuk memberitahunya bahwa kau sudah kembali.”

Ucapan Kyuhyun memang selalu ampuh mampu membuat Heesun tenang. Heesun bahkan sering kali merasa bahwa apa yang ia rasakan atau perhatian dan kepedulian yang ia dapatkan dari Kyuhyun sama persis dengan apa yang sudah ia lakukan dulu terhadap Donghae. Jika saat masih kecil dulu, ia yang selalu ada untuk Donghae, bahkan hingga mati-matian melindungi pria itu, membuat pria itu tenang berada didekatnya, kini posisinya berbeda. Ia lah yang menjadi Donghae dan Kyuhyun yang menjadi dirinya dulu. Kyuhyun lah yang selalu mampu menunjukkan kepeduliannya pada Heesun. Kyuhyun mampu menghibur gadis itu saat gadis itu mulai putus asa mencari seseorang yang berharga untuknya.

****

“Heesun… Heesun-ah!!! Eodisseo???” Kyuhyun masuk ke dalam rumah dan secara tiba-tiba berteriak memanggil nama Heesun. Heesun yang sedang berada di taman belakang rumah Kyuhyun terang saja terkejut mendengar suara bass Kyuhyun menggema disana.

“YA!! Bisa tidak kau memanggilku tidak teriak seperti itu??” jawab Heesun ketus.

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu! ini penting dan serius..” Heesun hanya melongo mendengar ucapan Kyuhyun barusan.

“Apa?? bicara saja..”

“Ani.. tidak disini dan tidak sekarang!! Nanti malam temui aku di Mount park dekat namsan tower jam 7. Ingat, Jangan telat!!”

Belum sempat Heesun bertanya atau pun protes, Kyuhyun segera kembali keluar rumahnya untuk kembali ke rumah sakit tempatnya bekerja.

………………………..

Tepat jam 7 malam, Heesun sudah  tiba di Mount Park seperti apa yang diucapkan Kyuhyun padanya tadi siang. Heesun tidak tahu apa maksud Kyuhyun dan apa yang akan di katakan Pria itu padanya.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit, namun orang yang ditunggu Heesun tidak juga datang. Sesekali Heesun terlihat cemas, sambil tak henti-hentinya ia membuang pandangannya ke segala arah mencari keberadaan Kyuhyun.

“Ish, Bocah itu!! awas kau, kalau tiba nanti!! Ku buat kau menyesal sudah membuat seorang wanita menunggu!!!” Gumam Heesun dengan kesal sambil terus berjalan bolak balik dengan sedikit menghentakkan kakinya ditanah tanda bahwa ia kesal.

“Heesun..”

Langkah Heesun terhenti. Ia seperti mendengar seseorang memanggil namanya. Heesun menajamkan pendengarannya dan sedikit berpikir Kyuhyun memanggil namanya. Tapi, kali ini yang ia dengar bukanlah suara Kyuhyun. Suara itu.. tiba-tiba saja jantung Heesun berdetak cepat. Dengan perlahan-lahan, ditolehkannya kepalanya kebelakang. Dan benar saja…

Kedua mata indah Heesun sedikit terbelalak tidak percaya saat melihat siapa yang berada dihadapannya saat ini. Seorang pria tampan, dengan senyum yang sudah sangat lama ia rindukan dan ia nanti-nantikan, suara seseorang yang yang pernah berjanji padanya akan segera menemuinya jika ia berhasil nanti.

“Donghae…”

Heesun tersenyum tidak percaya. Tanpa aba-aba sekalipun, Heesun langsung melesat berlari kecil kehadapan Donghae dan menjatuhkan dirinya kedalam pelukan pria itu. Air mata bahagia tak kuasa lagi tumpah dimata Heesun. Dirinya senang.. ia bahkan sangat-sangat senang akhirnya pria ini mau menemuinya setelah 5 tahun mereka tidak bertemu dan hampir selama 3 minggu ini Heesun mencarinya. Begitu juga dengan Donghae. Donghae tidak henti-hentinya menempelkan hidung bangirnya ke rambut Heesun, menghirup aroma tubuh Heesun. Mencoba meyakinkan dirinya bahwa gadis yang dipeluknya ini adalah gadis yang selalu ditunggunya, gadis yang selalu ada untuknya, dan gadis yang begitu berharga dalam hidupnya.

“Kau.. sedang apa kau disini?? Dan kemana saja kau selama ini?? Aku bahkan…” Belum sempat Heesun selesai berbicara, Donghae sudah menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil gadis itu.

“Sssshh.. kau ini! ternyata masih saja cerewet seperti dulu ya?! Kau sendiri.. sedang apa kau  disini?? Tadi siang aku membaca email dari Kyuhyun, Dia bilang, dia ingin bertemu dan berbicara sesuatu yang penting padaku. Makanya dia memintaku untuk datang kemari.” Heesun tidak percaya dengan  ucapan Donghae barusan.

“Mworago?? Kenapa bisa sama??”

“Eh.. maksudmu??” Tanya Donghae yang kini tidak mengerti ucapan Heesun.

“Aish.. Kyuhyun juga tadi menyuruhku untuk datang ketempat ini. Dia bilang, dia ingin bertemu denganku dan berbicara serius.  Tapi sampai sekarang, bocah itu juga tidak menampakkan batang hidungnya yang besar!!” Heesun terlihat masih kesal.

Namun, detik berikutnya kedua pria dan wanita itu terdiam. Mereka berdua sama-sama menyadari sesuatu. Mereka kemudian bahkan saling menatap satu sama lain seakan memastikan bahwa pemikiran mereka saat ini benar.

“Jangan-jangan…” Ucap  Heesun

“Kyuhyun mau mempertemukan kita?” Sambung Donghae.

“HAHAHAHHAHAHA… Akhirnya kalian tahu juga maksudku!” tiba-tiba saja suara seseorang begitu menggema tidak jauh dari tempat Donghae dan Heesun berdiri. Mereka berdua pun kompak langsung menoleh ke arah si pemilik suara bass tersebut.

“Kyuhyun?!” Ucap Heesun dan Donghae berbarengan.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat pasangan itu. Ia berjalan pelan menghampiri mereka berdua sambil kedua tangannya tidak ia lepaskan dari kantong celananya.

“YA!! Kyuhyunnie, apa maksudmu seperti ini?? kau tahu?? aku bahkan sudah menunggumu hampir 20 menit!! Pria macam apa itu yang membiarkan seorang wanita menunggu?!” Heesun masih sewot dengan  Kyuhyun. Tanpa aba-aba, ia langsung menyemprot Kyuhyun habis-habisan saat pria itu berada didepannya. Sedangkan Kyuhyun, ia hanya bisa tertawa sambil mengusap sedikit kencang rambut Heesun.

“Hahaha…Kalau aku datang cepat, itu namanya tidak surprise lagi..”

“Kyu, ada apa kau memanggil kami kesini dan mempertemukan kami??”

Suasana cair disana mendadak berubah menjadi serius saat Donghae membuka suaranya. Tawa Kyuhyun yang awalnya terpancar dari wajah tampannya, mendadak juga berubah menjadi serius saat mendengar pertanyaan Donghae. Kyuhyun pun menghela nafas sejenak. Ia kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Heesun dan Donghae.

“Aku ingin pergi..” Ucapnya gamang.

“Mwo?! Pergi?? Eoddigayo??” tanya Heesun yang masih belum mengerti maksud ucapan Kyuhyun barusan.

“Aku akan Ke Singapore. Aku akan bekerja dan menetap disana. Aku akan pergi lusa besok..”

Ucapan Kyuhyun sontak membuat Heesun dan Donghae terkejut. Mereka terlihat saling menatap satu sama lain, seakan mencoba mencari tahu dan menebak apakah yang diucapkan Kyuhyun itu benar atau tidak.

“Kenapa kau harus menetap disana?? Bagaimana dengan pekerjaanmu disini?? Kurasa, sebagai seorang dokter kau sudah cukup sukses dengan karir mu saat ini.” Donghae mencoba mencari tahu alasan Kyuhyun.

“Haaaahhhh…… Apa kau masih ingat semua janji dan ikrar yang pernah kuucapkan dihadapan mu dan Heesun 5 tahun lalu?? Saat itu, aku berkata bahwa sampai mati pun aku tidak akan menjadi orang yang tidak berguna seperti apa yang kau harapkan dulu. Aku rasa, itulah salah satu alasanku kenapa aku memutuskan untuk menerima tawaran bekerja disana. Aku ingin membuktikan pada kalian berdua bahwa aku bisa menjadi Dokter yang sukses tidak hanya di negaraku sendiri. Sama sepertimu, aku juga ingin menjadi pria hebat yang nantinya mampu menjaga dan melindungi siapapun yang membutuhkan pertolonganku..”

Heesun dan Donghae cukup tertegun dengan pernyataan Kyuhyun. Dalam hatinya, Heesun tersenyum senang karena Kyuhyun yang ia kenal 5 tahun lalu dengan Kyuhyun yang saat ini sedang berada di depannya sudah berbeda. Kepribadian Kyuhyun yang jauh lebih dewasa membuat Heesun bangga, karena setidaknya Heesun sempat pernah menjadi saksi dari semua janji yang sudah diucapkan Kyuhyun dulu.

“Lantas, setelah aku kembali lagi kesini dan Heesun juga berada bersama kita, kau mau lari begitu saja meninggalkan kami?? setelah dengan susah payah kau dan aku berjuang membangun hubungan baik, kau bisa pergi begitu saja?! Dan setelah dengan seenaknya kau menyuruhku untuk datang kesini, kau hanya memberikan pengumuman seperti itu??”

“Donghae benar, Kyu… kenapa secepat ini?? aku bahkan belum lama berada di Korea, Donghae juga baru saja kembali. Apa kau tidak bisa menunda kepergianmu??” Kyuhyun kembali tersenyum lemah. Ia berjalan menghampiri Heesun dan berdiri tepat dihadapan gadis itu.

“Kau lihat?? Donghae kini telah kembali. Ia telah membuktikan semua ucapannya, ia sudah berhasil menjadi seorang pengacara yang sukses. Ia juga kini sudah berubah menjadi pria dewasa yang hebat. Dan sekarang, ia sudah membuktikan semua janjinya untuk menemuimu. Jadi.. aku rasa semua tugasku disini untuk menjagamu dan melindungimu selama Donghae tidak ada sudah berakhir. Aku tidak ingin jadi penghalang untuk kalian. Yah, walaupun hatiku memaksaku untuk terus berjuang memenangkan hatimu. Tapi aku sadar… aku sadar kalau teman berhargamu ini pasti bisa menjaga dan melindungimu lebih baik daripada aku.”

Baik Donghae maupun Heesun hanya terdiam. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka ucapkan atau bicarakan. Semuanya larut dengan perasaannya masing-masing. Ada sebuah rasa yang seakan memaksa Heesun untuk melarang Kyuhyun pergi. biar bagaimanapun, ia tidak ingin kehilangan teman berharganya yang lain lagi untuk kesekian kalinya. Tapi Heesun sadar, Ia tahu Kyuhyun punya cita-cita serta mimpi yang harus tetap dijalankan. Heesun percaya satu saat nanti, sama seperti dirinya, Kyuhyun juga akan kembali ke Korea dan pergi menemuinya.

Mendengar semua penjelasan Kyuhyun malam ini, Donghae secara tiba-tiba menyeruak ke arah Kyuhyun. Ia melebarkan kedua tangannya dan memeluk Kyuhyun sambil menepuk sedikit keras bagian belakang punggung Kyuhyun.

“Berjuanglah… I’ll Support you, My Brother!!”

Ucapan Donghae barusan membuat Kyuhyun tersenyum. Masih dalam pelukan persahabatan dan persaudaraan mereka, Kyuhyun mengangguk dan juga ikut menepuk punggung Donghae. Heesun yang melihat kedua pria penting dalam hidupnya itu hanya bisa tersenyum terharu sambil sesekali mengusap air matanya yang turun. Heesun senang.. perjuangannya 5 tahun lalu saat mereka kuliah dulu untuk menyatukan dan membuat Kyuhyun dan Donghae akur akhirnya tercapai. Inilah mimpi Heesun selama ini.

Setelah Donghae dan Kyuhyun melepaskan pelukan mereka, Kyuhyun pun beralih ke arah Heesun. Ditatapnya sejenak gadis yang selama ini berusaha diperjuangkannya. Kemudian, sama seperti Donghae tadi, Kyuhyun langsung memeluk tubuh mungil Heesun kedalam pelukannya.

“Aku pasti akan merindukan suara cerewetmu..” Ucap Kyuhyun bercanda. Heesun hanya tertawa kecil disela tangisannya.

“Aku juga pasti akan merindukan pria yang sangat menyebalkan ini…” Balas Heesun tak mau kalah. Kyuhyun melepaskan pelukan mereka. Ditatapnya Heesun dengan mata tajamnya.

“Tetap lah ceria seperti ini.. mulai sekarang, kau tidak perlu lagi menjaga dan melindungi Donghae. Ia yang akan menjaga dan melindungimu mulai saat ini..” Pesan Kyuhyun pada Heesun.

****

INCHEON AIRPORT

Heesun dan Donghae menatap kepergian pesawat yang membawa Kyuhyun pergi. Mereka berdua terus menatap kepergian pesawat itu sampai benda besar itu terbang tinggi membelah awan tanpa sedetikpun mengalihkan pandangan mereka. Heesun tersenyum. Ia merasa seperti saat ia pergi meninggalkan korea dulu. Meninggalkan semua kenangan serta orang-orang yang begitu dikasihinya.

“Heesun…” Heesun menoleh kearah Donghae yang memanggil namanya. Donghae pun kemudian menghadapkan tubuh Heesun agar menghadap ke arahnya. Digenggamnya kedua tangan Heesun.

“Jeongmal Gomawo kau sudah mau kembali lagi kesini. Gomawo, kau sudah menepati lagi janjimu untuk bertemu denganku.” Heesun tersenyum dan mengangguk.

“Ne.. sampai kapan pun, aku akan selalu ingat janji-janjiku untuk selalu ada di dekatmu. Aku senang kau juga sudah menjadi seorang pria dewasa yang hebat, seorang pengacara handal yang begitu sukses seperti cita-citamu dulu.. dan soal ayahmu… Mianhe, aku baru tahu dari Kyuhyun beberapa minggu yg lalu.” Heesun menunduk menyesal. Donghae kemudian merengkuh gadis itu kedalam pelukannya

“Aniya, gwaenchana… aku mampu mengatasi semua perasaan kalutku saat itu. Kyuhyun lah yang saat itu mampu menghiburku. Walaupun ia tidak bisa melakukannya sama sepertimu, tapi setidaknya ia bisa membuatku melupakan kesedihanku..”

Heesun tersenyum dan mengangguk dalam dekapan Donghae. Kemudian Donghae melepaskan pelukannya. Ditatapnya Heesun cukup lama.

“tetaplah bersamaku.. Jangan pergi lagi dariku. Untuk kali ini dan sampai selamanya, biarkan aku yang menjaga dan melindungimu..”

Heesun mencoba menatap mata cokelat Donghae. Sebuah ketulusan terpancar darisana. Ia pun mengangguk mantap. Dan tanpa aba-aba lagi, Donghae pun segera meraih wajah Heesun yang berada dihadapannya. Mendekatkan kedua bibir tipis mereka hingga akhirnya menyatu dalam sebuah kecupan persahabatan dan cinta.

-THE END-

13 thoughts on “FIRE ICE BROTHER – AFTER STORY

  1. Omo q bkl sring skit klo kyu jd doktr’a, suka bgd sma sifat kyu dsni,
    q kira heesun bkl sma kyu,
    nice story eonn daebak,

  2. Yah,,,,padahal kukira kyu yg bakal sm heesun eonni haha….
    FF nya kereeeeeeennnnnnnn
    untung aja kyu bs hubungin donghae, coba klo gk! Pasti gk ketemu mereka
    ahh kyu klo jd dokter pasti tampan bgt yah….
    Wiii ngebayangin kyu jd dokter
    fu..fu..fu..
    Gumawo eonni

  3. daebak min
    min lanjut dong bikin lanjutan sequelnya
    kan aku pengen tau habis kyu pergi
    hae sama heesun gimana
    jawab ya
    *ditunggu*

  4. Waduh…lanjutannya?? Hehehhe.. aku masih belum tahu nih. yg after storynya ini aja aku PAKSAIN bgt utk ada2in ide. aslinya maaa..ga ada ide sm skali ^^ trus belum lg aku jg d tagih2 terus untuk buat after story nya FF Super Junior Graduation, Super junior Reunion. sama after storynya Wedding dress.. Aku BINGUUUUNNGG..mau yg mana dulu.hehehhehe…

    ________________________________

  5. author!!!
    tanya dong ^_^)/
    hobi bnget bikin adegan jalan keluar negeri??

    ehh jadian nya ma donghae bukan kyu??
    ya gpp dah,,yang penting ada couple di endingnya,hehehe

    smangat ya bikin ff nya🙂

  6. wwaaaaaaaaaaahhhhhh
    daebak deh nie ff
    akhirnya donghae ama heesun🙂
    truss kyu ama sapa dong???
    gomawo eonnie,,
    hwaiting buat ff selanjutnya😀

  7. Ya ampun sumpah kyu kereeeeeen bgt.. Q suka bgt sm sifat kyu dsni. Manly, gentle, mw mengalah, rela melepas cew yg dy cinta.. Pokokny kyu so sweet bgttttt.. Tp Q ykin, pst kyu bs nmuin yg lbh baik lg. Sukses kyu. Oh iya, chukae unt heesun & hae..

  8. I really like kyu’s character in here so manly banget sumpah gentle gentle cowok idaman gimanaa gitu. Hae sama heesun,kyu gmn? Sama w ajalah yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s