IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU( Chapter 4)

Main cast             :Choi Siwon
                                  Lee Donghae
                                  You
Genre                    : romance, sad, family
Author                  : Veronica Fajrin
Length                  : series

Ost                 : If I love You More- Ryeowook Suju

LEE DONGHAE POV

            Dia terbaring lemah di sini bersamaku. Tanganya terluka, wajahnya memar, kata dokter dia shock berat. Dia pingsan di sana..aku sampai  tak sanggup lagi melihatnya kesakitan begini. Dia kubawa ke rumahku sekarang karena aku tidak tahu rumahnya.eomma membantuku merawat dia yg sudah sehari belum sadar juga.
“Kau pasti sangat menderita ya dongsaeng??” aku mengusap lembut pipinya.
Jari-jarinya bergerak dan matanya mulai terbuka perlahan.
“Aku..dimana??” suaranya sangat pelan.
“Di rumahku..tenanglah…”
“Kenapa aku bisa begini?? Tadi aku…..”dia mengernyitkan kepalanya sepertinya pusing dan dia mencoba bangun.
“Ahjussi odieyo?? Tadi aku bersama Ahjussi….dimana dia sekarang??”
“Tenanglah dulu….”
“Tidak bisa…aku harus tahu dimana dia sekarang oppa…dimana dia??” dia merengek mau turun tapi kucegah.
“Dia di rumah sakit..dokter sedang merawatnya tapi aku minta dokter untuk merawatmu di rumahku saja” aku membetulkan selimutnya.
“Kau bisa tenang sekarang…tidurlah lagi…hm??”
            Dia mengangguk menurut karena pasti tak bisa menahan rasa sakit tubuhnya, dia lemah sekali dan pikiranya sedang kacau.
“aku tadi mau mencari bantuan dan keluar dari tempat itu lalu semua gelap dan aku terbangun di sini, oppa nanti kalau aku sudah sehat aku akan melaporkan orang-orang tadi ke kantor polisi…” suaranya lemah dan dia menangis. Pasti dia memikirkan ahjussi tadi.
            Yah, keadaanya memang mengerikan. Ahjussi jelek itu berlumuran darah dan hyena pingsan tak jauh dari sana. Siapa yg memukuli mereka semua?? Dan kenapa bisa hyena juga ikut dipukuli?? Atau ahjussi itu seorang mafia dan dia melibatkan Hyena??
HYENA POV
            Badanku terasa pegal sekali, kenapa aku bisa terseret dalam masalah ini?? Saat pulang nanti aku pasti akan diungsikan pergi oleh oppa karena aku pulang dengan keadaan begini.
“Oppa mianhae…aku memang tak bisa dipercaya, aku bukan dongsaeng yg baik kan oppa??” hatiku sakit membayangkan akan berkata begitu nanti pada oppaku.
Donghae oppa pagi tadi sudah berangkat kuliah, dan aku sendirian di sini. Mungkin sebaiknya aku pulang saja dan menemui Kangin oppa kesayanganku..oppa…bogoshipo, aku rindu oppa…aku sedang dalam masalah besar oppa…oppa tolong aku, eottohke??eottohkajyo??
            Tak ada orang di rumah ini, Donghae tergolong mampu dari rumahnya yg besar ini. Oppa, gomawo sudah mau menolongku entah bagaimana kita berdua bisa bertemu tiba-tiba begini..maaf aku sudah menabrakmu dulu.
Donghae Oppa annyeong…..
            Jalanan kota seoul memenuhi mataku, cahaya mataharinya yg cerah dan udaranya yg lumayan dingin ini merasuk ke kulitku dan aku agak bergidik. Hm..kemungkinan aku akan bertemu ahjussi itu sangatlah kecil saat aku sudah bertemu kang in oppa nanti..mungkin sebaiknya aku menjenguknya dulu dan sekalian berpamitan padanya. Jujur aku sangat takut bertemu denganya setelah semua kejadian ini. Aku tidak bisa menerima dirinya yg begitu, aku akan menjadi kerikil kecil yg menyusup di kakinya kalau aku mendekat padanya lagi. Jadi aku akan berpamitan….
            Aku menyiapkan mental dan memasuki pyeongwoon ini, kutuju resepsionis dan menanyakan ruanganya. Suster agak kaget saat melihat penampilanku mungkin aku dikira pasien yg kabur dari rumah sakit.
“Choi Siwon ada di ruang 567 agasshi…”
“Ne…gamsahamnida…” dan aku naik lift menuju ruanganya.
“564…565…567…jadi ini kamarnya??di lantai 4 dan ruangan paling pojok” aku bergumam untuk mengurangi rasa grogiku. Kenapa tak ada yg menjenguknya?? Tak ada sepatu atau sandal di depan pintu ruanganya.
            Name   : Choi Siwon
            Age     :25
            Disease: got accident
Itulah keterangan yg ditulis oleh suster dan ditempel di pintu.
1 menit…
Apa aku akan masuk sekarang??
2 menit…
Apa yg akan kubicarakn denganya nanti??
3 menit…
4 menit….
5 menit…
Aku tidak bisa masuk sekarang.
            Ada kursi tunggu di sana, karena hatiku belum siap aku menuju kursi dan duduk di sana. Ahjussi sesulit inikah untuk bertemu denganmu?? Sebenarnya apa yg terjadi padaku?? Aku tidak biasanya begini. Baiklah ayo segera kita selesaikan sekarang ahjussi…
Tok…tok…tok…
“Ahjussi….aku datang…” aku menelan ludah. Tak ada jawaban dari si penghuni kamar, kulongokkan kepalaku dan dia terbaring lemah di sana, dengan perban membalu tanganya yg diinjak para bodyguard itu. Dan mukanya yg memar dipenuhi salep berwarna kuning menjijikkan. Kakinya  syukurlah tak apa-apa, dia tidak akan pincang atau apa.
            Kudekati ranjangnya dan mengamati dia lebih dekat. Dia sangat tampan saat tidur, karena aku tidak melihat wajah galak yg biasanya melainkan wajah damainya saat tidur.
“Ahjussi…mianhaeyo…jeongmal mianhaeyo…” aku berbisik di telinganya.
Aku menyesal sekali tak bisa berbuat sesuatu untuknya. Aku hanya bisa memandangnya begini dan saat dia bangun mungkin aku ssudah sampai di rumah. Aku mengusap pipinya berharap itu bisa menghilangkan rasa sakit ini.
“aku tidak tidur bodoh…” ahjussi itu tiba-tiba membuka matanya dan melihatku.
“Ahjussi…..” mataku terbelalak, berarti dia tadi mendengarku. Dasar kau yeoja pabo!
“Kau menyukaiku??” tanyanya tiba-tiba.
Aku diam saja, pertanyaan apa itu?
“Kau kasihan padaku??
Aku tidak kasihan padamu ahjussi jelek.
“Kau pasti ppenasaran akan apa yg menimpaku kan??”
Semua salah!! Dasar kau sok tahu!
“Aku…aku hanya mau berpamitan makanya aku kesini. Aku ingin pulang ke rumah dan kembali ke hidupku yg normal ahjussi..aku tidak bisa hidup begini. Jadi urusilah hidupmu sendiri arrachi?? Makanlah yg banyak agar kau bisa mengalahkan mereka semua…” kata-kataku tertahan.
“Ikutlah ke rumahku..”
“jangan lupa tidur juga ahjussi, aku tahu badan mu bagus tapi lingkaran hitam di matamu…”aku tertahan.
“Pergilah ke rumahku..”
“Lingkaran matamu itu..benar-benar mengganggu ahjussi…” aku tak mau menjawab pertanyaanya.
“Kajja…” dia ,menggenggam tanganku lembut, kemana ahjussi galak yg biasanya??”Shirreo…” kulepaskan tanganya perlahan..”Aku sudah bilang kan aku kesini mau berpamitan bukan mau cari tahu tentang dirimu, aku berjanji tidak akan menilai orang hanya dari penampilan mereka yg seperti dalam drama..jadi biarkan aku pulang.”
“Aku tahu kau ingin ikut kan?? Aku akan menceritakan semuanya padamu…kajja..”
“Shireo…andwe…shireo….jangan sentuh aku SEMBARANGAN!!!!”
Ahjussi, apa kau tahu sentuhan tanganmu itu membakar seluruh tubuhku.’
“Wae?? Aku memaksamu kali ini..” dan dia menggendongku tanpa ijin dariku.
“YAAAA!!!TURUNKAN AKU!!!!KAU PIKIR AKU INI APA!!KEMANHE!!!KEMANHE!!!!”aku memukuli punggungnya dan semua orang di lorong rumah sakit melihat kkami.
            Dia memang menurunkanku setelh itu tapi aku diturunkan di dalam mobilnya. Darimana mobil ini?? Apa ini hasil uang gelapnya itu?? Tanpa memperdulikan makianku yg kutujukan padanya dia tetap saja berpandangan lurus ke jalan dan pandanganya kosong.
            Kami memasuki sebuah kampong kecil dan agak kumuh. Aku tak mau membayangkan bagaimana rumah supir ini. Banyak anak-anak berkeliaran di jalan maka dia memperlambat mobilnya. Dan setelah 2 menit mobil ini berhenti. Apa sudah sampai rumahnya?? Aku menutup mataku tak mau tahu tentang dia.
“Pulangkan aku…”
“Bukalah matamu….” Dia tetap saja tak mau menurut.
“Aku mau pulang…JIBE KALLAE KAJJA!!!!”aku berteriak kencang.
“Inilah rumahku…” aku tak tahu bagaimana ekspresinya sekarang, entah malu atau bisa saja marah. Dia masih di mobil atau sudah turun saja aku tak tahu.
“Lihatlah…tak ada maksud lain aku melakukan ini semua..kau hanya sudah terlanjur jauh mengenal diriku dan harus kau teruskan permainan kita ini dongsaeng kecil…”
            Mwo??dongsaeng kecil?? Apa-apaan itu..aku masih saja memejamkan mataku, aku benar—benar tidak mau melihat apa yg seharusnya tidak kulihat. Tapi..apa benar aku harus menyellesaikan permainan yg kubuat sendiri ini sampai akhir?? Aku yg pertama masuk ke mobilnya dulu, aku juga yg membuatnya menabrak donghae oppa, aku juga sekarang yg mencarinya ke rumah sakit. Sebenarnya apa maunya hatiku ini?? Aku sendiri saja sebagai jiwanya bingung dengan apa yg terjadi padaku sekarang, aku terlalu pengecut untuk bisa bersamanya, itukah?? Baiklah kubuka mataku perlahan, aku mengalah pada ahjussi itu sekali ini saja. Benar juga apa yg dibilang barusan aku harus nenyelesaikan apa yg sudah kumulai.
            Rumahnya itu…yah setelah melihat rumahnya aku langsung malu dan sangat menyesal dengan aku asal menebak kalau dia itu orang kaya, jinjja pabo sarami!! Rumahnya itu kecil sekali dan terasa tidak pantas untuk ditempati namja setampan dia.
“ Akhirnya kau bisa melihat rumahku. Kau tahu?? Aku tidak langsung memberitahumu kalau aku ini supir karena aku takut kau akan lebih merendahkan aku lagi. Dan sekarang kau sudah melihat diriku yg sebenarnya.” Panjang lebar ahjussi itu menerangkan.
Tapi apa yg kulakukan sekarang?? Aku diam seribu bahasa. Apa sebenarnya yg terjadi padanya?? Kenapa dia sampai mampu menggelapkan uang?? Aku ingin berkata begitu tapi mulutku ini terkunci rapat.
“Kau ingin turun??”
“Anieo..aku mau pulang…” jawabku agak ketus.
“gurae…aku akan mengantarmu pulang sekarang..”
“Jangan pernah bertemu aku lagi..” aku berkata dan memberanikan diri.
“Shireo…kau sudah terlanjur masuk terlalu dalam , selesaikan dulu urusan mu dan kau boleh pergi.”
“Ahjussi!!!”
“Wae??aku tahu aku benar kan?? Kau sendiri yg membuat ini semua. Kau yg masuk ke dalam mobilku.” Ahjussi ini bisa membaca pikiranku.
“aku menggelapkan uang karena aku bosan dengan hidupku yg begini..aku dan orang tuaku selalu saja diejek orang karena kami miskin. Dan lebih parah lagi saat ayahku sakit dan kami terpaksa meminjam uang, kau tahu betapa sakitnya saat kami harus memohon pada mereka hanya untuk uang 10 ribu won?? Aku benci itu semua.” Ahjussi itu memandang lurus ke depan dan raut mukanya menyedihkan. Aku yg ada di sampingnya hanya bisa melihat dan menyadari betapa susah hidupnya.
“Kau tahu aku tidak ingin mendengar semua ceritamu itu ahjussi…aku kan sudah bilang aku hanya ingin pulang, dan memang apa untungnya kau bercerita padaku tentang kesulitan ekonomi kalian?? Aku tak akan bisa membantu kan?? Tidak ada gunanya..”
“Kau…”ia menatap wajahku.
“akan melaporkanku ke polisi??”
“mwo??” mataku terbelalak, apa yg barusan dia bilang??
“Yah…karena aku sudah menggelapkan uang…kau, akan melaporkanku??”
            Apa ahjussi ini piker aku bodoh?? Untuk apa aku melaporkanya?? Aku ini hanya ingin menyingkir dari hidupnya, kenapa sulit sekali??
“Mian…mianhae ahjussi…maafkan aku telah menyakitimu, aku tahu pasti kau marah padaku karena ini semua. Kau benar aku memang masalah bagimu, dan apa yg bisa kulakukan untuk menebusnya?? Aku tahu rumahmu kecil tapi hatimu tidak ahjussi. Kau menggelapkan uang demi orang tuamu walaupun itu bukanlah cara yg benar. Baiklah aku selesai di sini..anyyeong..” aku turun dari mobil dan meninggalkan dia yg sendirian di sana entah apa yg sedang dipikirkanya dengan wajah memelas begitu.
CHOI SIWON POV
            “Mian…mianhae ahjussi…maafkan aku telah menyakitimu, aku tahu pasti kau marah padaku karena ini semua. Kau benar aku memang masalh bagimu, dan apa yg bisa kulakukan untuk menebusnya?? Aku tahu rumahmu kecil tapi hatimu tidak ahjussi. Kau menggelapkan uang demi orang tuamu walaupun itu bukanlah cara yg benar. Baiklah aku selesai di sini..anyyeong..”
            Yeoja itu pergi, dia berkali-kali bilang akan meninggalkan ku..aku diam terpaku di sini di mobil hasil curian uang dari Lee Soo Man, eomoni aboji..mianhae, aku hanya ingin membahagiakan kalian saja. Aku marah saat melihat kalian berlutut meminjam uang saat aku sakit dulu, aku tidak suka ibu diperintah orang untuk mencuci baju mereka, aku tidak bisa lagi melihat kalian dilecehkan. Dunia ini kejam kalau kau berlaku jujur…
Apa yg akan kulakukan sekarang?? Aku di depan rumahku sendiri, dan badanku masih terasa sakit akibat pengeroyokan kemarin. Urusan kita belum selesai kan Tuan Lee..mungkin aku akan mengambil uangmu lebih lagi atau malah akan menghancurkanmu sekaligus?? Belum kuputuskan sekarang, jadi kau tidurlah dengan nyenyak.
Kubuka pintu rumahku yg mungil ini, aku sejujurnya juga masih bingung dengan hyena, kenapa aku tidak rela meninggalkanya?? Aku selalu ingin dia berada di dekatku. Mungkin aku agak terobsesi padanya, atau hanya rasa saying seorang oppa saja? Kenapa tadi aku membiarkan dia pulang sendirian?? Aku harus mencari alamat rumahnya…ayolah Choi Siwon sejak kapan otakmu berhenti berfungsi dengan normal?? Sejak kemarin??
*AUTHOR POV*
“Donghae-ah..minum dulu obatmu nak…” eomma mengingatkan Donghae pagi itu.
“Aku tidak sakit eomma…aku tidak mau!!! Shireo!!!” aku melemparkan gelas minum dan nampan obatku.
“Yaaa…Donghae…kau ini tidak sopan pada ibumu!!” sahabatku masuk kamar, Lee Hyuk Jae.
“Aku bilang aku tidak MAU!!! Shireo!!! Kalian yg sakit!!! Bukan aku!!!!!” Donghae histeris dan menutupi telinganya marah.
“Arasseo..arasseo..kau tidak perlu minum obat…sudah-sudah..tenanglah…” hyuk jae menenangkan Donghae yg sedang marah itu dan mengusap kepalanya.
“Biar saya yg menjaganya eomonim….geokjongmaseyo…”
“Baiklah..aku serahkan padamu ya…bibi keluar dulu..”
 Donghae mendorong tubuh sahabatnya itu dan melemparinya dengan barang yg ada di kamar. “AKU TIDAK SAKIIT!!! KALIAN YG SAKIT!!!JANGAN MEMPERLAKUKANKU BEGINI AKU TIDAK SUKA LEE HYUK JAE!!!!”
“Donghae-ah..nado arra…jangan marah-marah begitu,,kau lupa apa kata dokter??”
“JANGAN SEBUT NAMANYA!!AKU BENCI DOKTER!!AKU BENCI!!! KAU KELUAR SEKARANG ATAU AKU YG KELUAR!!”
“Donghae-ah…tenanglah,”
“Baik aku yg keluar!!!” donghae keluar dan membanting pintu kamarnya. Dia menuju garasi dan mengambil kunci mobilnya. Memacu mobilnya sampai kecepatan 100km/jam saat dia marah-marah.
*HYENA POV
            Aku sendirian di sini, café biasa tempat aku merenungkan masalahku. Segelas coffe cappuccino menemaniku melamun. Aku selalu merasa jantungku akan melompat saat aku bersama dia…aku merasa bahagia tapi juga merasa benci saat bersama dia, saat bertemu dia hanya marah dan benci yg kurasa, tapi saat dia tak ada hatiku deg-degan dan jatuh cinta padanya. Apa yg salah denganku..sebegitu egoisnya kah aku?? Aku mau mencintainya tapi tidak mau bersamanya. Aku tak pernah mau mengambil resiko apapun Siwon Ahjussi…..
            Gelas kedua sudah kupesan dan pikiranku masih saja penuh dengan sosoknya. Tak ada sesuatu khusus ataupun kenangan indah bersamanya, hanya kesakitan saja yg kurasakan saat bersamanya. Tapi aku tidak keberatan…
“Kau sedang melamunkan apa??serius sekali wajahmu…”
“Donghae oppa???” dia membuyarkan lamunanku sesiang ini.
“bagaimana Oppa bisa kesini?? Bagaimana bisa tahu aku ada di cafe ini??”
“Yah..itu tidak penting sekarang..aku hanya ingin meminta penjelasanmu kenapa ku meninggalkan rumahku tanpa pamit kemarin?? Kami semua khawatir mencarimu..apalagi eommaku…”
“Mianhae oppa…saat itu aku ingin pulang dan rumah sedang kosong, jadi ya..aku langsung pulang saja…”
“Anie…dari yg kulihat kau seperti menghindariku..kau tidak menyukaiku kan??”
“Oppa….” Aku terkejut dia berkata begitu.
“Baiklah..baiklah..jadi kau menyukaiku??” kali ini dia menggondaku pastinya.
“Mwo??”
“Kau ini!!!(dia menjitak kepalaku), saat kubilang kau tidak menyukaiku kau kaget pas aku bilang kau menyukaiku kau juga kaget…apa sebenarnya maumu,ha??” dia pura-pura ngambek padaku.
“Hehe….” Aku meringis pelan.
“Hehe,,,”dia menirukanku dan itu aneh sekali.
“Oppa….nomu begopa….”aku beraegyo supaya dapat makan gratis. Hanya Di depan Donghae oppa aku bisa begini..tapi kalau di depanya?? Jangan harap…
SIWON POV
“Oppa….nomu begopa….” Dia tersenyum dan merayu donghae sialan itu. Apa-apaan dia itu?? Saat bersamaku dia hanya menunjukkan betapa cemprengnya suaranya. Aku mengikutinya seharian ini.. kuputuskan sudah kalau aku menyukainya…anieo..aku mencintainya itu lebih tepat. Dia membuatku nyaman sampai-sampai aku berani menceritakan jati diriku yg sebenarnya, tapi ada Donghae itu yg selalu mondar-mandir di depan calon yeojachinguku itu.
            Belum ada kabar apapun dari Lee Soo Man, belum ada polisi yg kerumahku ataupun surat pemecatan dari kantor Soo Man..strategi apa yg dibuatnya?? Ingin membunuhku pelan-pelan?? Asal tahu saja aku bisa hidup menderita. Aku sudah menyiapkan semua peralatan kaburku. Pakaian sekedarnya dan uang sisa curian kumasukkan dalam tas. Aku siap menerima hasil dari perbuatanku, orang tuaku pasti tak bangga padaku. Tak ada kamus” berbohong demi kebaikan” bagi orang tuaku.
Aku sudah tak tahan lagi melihat mereka berdua..aku akan masuk dan membawa Hyena pergi dari orang sialan itu.
“Oppa…makan pelan-pelan…ahahahaha…leluconmu yg tadi lucu sekali..ahahahaha….” jadi dia bisa tertawa selebar itu.
“Ya…tentu saja semua orang suka di dekatku karena aku ini baik hati,hahahaha”sahut Donghae pada Hyena. Dasar Playboy narsis.
“Hentikan…” Aku menyela mereka dan ekspresi konyol mereka tadi lenyap.
“Ahjussi…untuk apa kau kemari??” dia benar-benar tak pernah menghormati aku.
“Pulang,,”
“Shireo..aku masih mau di di sini… ,kau tak punya hak untuk menyuruh-nyuruhku ahjussi…Kajja Donghae oppa…” Hyena cepat-cepat membereskan barangnya dan pergi.
Apakah seharusnya aku katakan sekarang?? Atau menunggu waktu yg tepat??  Apa reaksi yg akan ada di wajahnya?? Sedih?senang? aku masih menatapnya.
“Jibe kallae kajja….Pulang sekarang.”emosi ku tertahan.
“Shireo!!!SHIREO!!!” Hyena meneriakiku dan mendorong tubuhku sekuat-kuatnya.
“BIKHYO!!!MINGGIR!!” aku menghalangi jalanya. Aku tidak mau kehilanganya walaupun sedetik apalagi bersama namja ini. Air mata jatuh dari matanya karena terlalu emosi padaku. Wajahnya memerah karena dadanya sesak. Apa yg harus kulakukan?? Aku mencintainya dengan caraku sendiri.” Hyena-ah…” aku memelas padanya.
“Minggir…” ia berkata lirih sekali lagi, mungkin karena ia sudah sangat sebal padaku.
“Dia bilang mau pergi, jadi tolong lepaskan saja tanganmu itu Siwon-sshi…kau menyakitinya,” Donghae akhirnya ikut bicara. Aku mendelik padanya ingin sekali aku meninjunya dengan tanganku tapi ada Hyena di sini kalau aku memukulnya pasti Hyena akan lebih membenciku.
“Jangan ikut campur….” Kutahan emosiku sekuat tenaga.
“Enyahlah dari sini, ini urusan kami berdua!”
“Kau bermuka tembok ya Siwon-sshi?? Dimana harga dirimu?? Kau lebih berani menyakiti yeoja?? Kalau kau tidak melepaskan tanganya sekarang aku akan…”
“CUKUP!!!” Hyena memotong perkataan Donghae dan dia masih saja menangis. Tapi aku tidak menyesal sama sekali saat melihat air matanya jatuh karena aku.
“KAU CARI MATI!!!!” Kuambil kursi café di sana dan ingin sekali kulempar ke muka Donghae sekarang juga.
“CUKUP!!!KEMANHE!!! Kalian berdua menjijikkan!!!!” Hyena berteriak histeris, saat aku melihatnya tangisnya ini penuh luka. Dia seperti menderita sekali saat melihat kami berdua akan bertengkar.
“Kalian pikir aku barang??SAMPAI AKU MATIPUN!!” dia menarik nafas….“AKU TIDAK AKAN BERSAMA KALIAN!!!! Aku membenci kalian berdua!!! Hatiku tidak bisa menerima lebih dari ini lagi, aku tidak sanggup lagi..jadi tolong lepaskan aku,,” dia menangis tersedu….
HYENA POV
“Kalian pikir aku barang??SAMPAI AKU MATIPUN!!”….“AKU TIDAK AKAN BERSAMA KALIAN!!!! Aku membenci kalian berdua!!! Hatiku tidak bisa menerima lebih dari ini lagi, aku tidak sanggup lagi..jadi tolong lepaskan aku,,”
Hanya itu yg sanggup kukatakan, tubuhku lemas, suaraku bergetar karena sakit yg kurasakan ini, kenapa sulit sekali meninggalkan Ahjussi?? Aku mencintainya tapi aku takut padanya..aku bukanlah orang yg akan dimabuk cinta seperti yg lain tapi aku hanyalah yeoja biasa yg tidak berani mengambil resiko untuk mencintai Ahjussi tampan itu. Ahjussi…pergilah….jebal…
            Aku melepaskan tanganku dari cengkeramanya yg kuat itu, sentuhanya pada kulitku bagaikan api yg membakar kertas panas sekali dan menyiksa. Entah kenapa aku juga takut padanya, dan tak pernah sekalipun ingin menjadi pacarnya apakah karena aku tahu dia miskin atau karena dia seorang criminal?? Atau karena apa?? Aku benar-benar tak tahu lagi…
            Aku keluar café dan meninggalkan Donghae dan Siwon ahjussi, semua orang yg di sekitar kami menoleh penasaran dan melihat kami bertiga yg membuat keributan di sana, untung saja Ahjussi itu tak jadi membanting kursi kalau tidak pasti akan semakin rumit masalahnya.
“Hyena!!berhenti dulu…kau tahu apa yg ada di pikiranku sekarang?? Kau harus tahu betapa besarnya aku mencintaimu, seberapa besarnya rasa ku ingin memilikimu, dan seberapa gilanya aku atas apa yg kulakukan sekarang ini…aku tulus Hyena…
“Saranghae….”.
            Aku memunggunginya dan mendengar dengan sangat jelas apa yg dia bilang barusan. Apa dia ingin aku mati??aku Mati di hadapanya?? Kata-katanya yg itu adalah sesuatu yg paling kutakuti dan akhirnya muncul juga.
“Saranghae…” dia mengulanginya lagi yg langsung saja hatiku terasa dihujam ratusan belati.
            Aku Kim Hyena, memang mencintaimu Ahjussi..setiap di dekatmu aku selalu saja deg-degan tidak karuan, tapi aku tak bisa menerimamu karena aku ini penakut, aku takut patah hati dan aku takut disakiti atapun menyakiti orang lain.
“Mworago??mworaguyo?” aku menoleh.
“ Aku tidak mau mengucapkanya 2 kali…aku ingin menguasai permainan kita ini, tunggu maksudku permainan mu…”
PLAK….”tamparan keras kulayangkan padanya.
“Jangan kau limpahkan masalahmu ini padaku ahjussi!!, benar aku memang yg memulai ini semua…tapi kau juga kan?? Masalahnya akan selesai saat kau mau meninggalkan aku dan melupakan semua kejadian bodoh ini! Jangan pernah kau libatkan aku dalam kriminalmu ahjussi, semua luka yg ada di tubuhku ini kau yg membuatnya!! Ini semua demi menyelamatkanmu, tak bisakah kau hanya berterima kasih?? Dan sudah lama kan aku ingin menjauhimu??berapa kali kubilang aku ingin pergi?? Tapi ahjussi selalu saja tak mau mendengarkan aku!!!”
“jadi, kau akan menghubungi polisi sekarang dan melaporkan aku?? Itu cara termudah untukmu mengusirku dari hidupmu,..kau tahu niatku baik tapi hanya caraku saja yg salah..dan kau masih tak mau menerimaku?? Kau adalah pembohong besar…sebegitu hinanya kah aku di matamu?? Lihatlah dirimu tak ada yg bagus sama sekali..tapi aku tetap mencintaimu kan?? Laporlah polisi sekarang juga kalau kau serius dengan apa yg kaukatakan barusan…”
            Aku menatap mata itu yg dipenuhi air mata untuk pertama kalinya, aku tetap tak bisa menerimanya.
“Ya…” aku menelan ludah.
“Aku akan melaporkanmu ke polisi segera ahjussi…kau bersiaplah dan jangan kabur.”Matanya membelalak tak percaya dengan perkataanku.
“Ya….aku akan melakukanya, “ aku berlagak kuat saat itu
“Mworagu??”
“ ini kan yg kau mau?? Aku akan lakukan…”
“Asal kau tahu tekadku sudah bulat….”Ahjussi itu tak mau kalah.
DONGHAE POV
            Aku melihat kejadian langka ini, melihat Hyena yg biasanya tersenyum tapi kali ini ia menangis karena Siwon itu. Dan juga Siwon yg biasanya galak dan jutek baru saja menangis hanya karena seorang yeoja, aku diam terpaku di sana melihat adegan mereka. Aku tahu Hyena mencintai Siwon tapi aku juga bingung kenapa dia tak menerimanya. Tapi itu bagus, karena aku juga mencintai Yeoja itu.. aku kalah cepat dari Siwon andai saja aku lebih cepat Hyena tak akan menangis begitu.
            Apa yg dimaksud dengan criminal?? Apa dugaanku benar kalau Ahjussi itu seorang mafia makanya dia tak mau menerima cintanya?? Aku tak mau Hyena mendapat luka-luka itu lagi, aku ingin melindungimu juga Hyena…akulah yg bisa menyembuhkan lukamu.
“Hyena..ayo kita pergi…” aku menuju ke arahnya dan memegangi pundaknya.
Dia melap semua bekas air mata di pipinya dan menoleh padaku. “kajja…” dia memegangi tangan ku erat sekali.
            Sepanjang jalan kami hanya diam saja, aku bersenandung kecil untuk memancing suasana hati Hyena saat itu. Tapi apapun yg kulakukan tak berhasil membuatnya tertawa ataupun ekspresi yg lain. Aku tahu suasana hatinya sedang sangat buruk tapi aku juga harus mengatakanya sekarang,tentang perasaanku.
“Hyena…saranghae…” aku menatap matanya dan mengusap pipinya lembut.
“Hyena, aku yg akan membahagiakanmu..aku tulus..”Dia menoleh tak percaya dengan kata-kataku.
“Sudahlah oppa, jangan mengggodaku. Kau tahu apa yg baru saja kualami…”
            Apa-apaan dia itu?? Kenapa dia mengacuhkanku?? Apa aku tak boleh mencintainya?? Yeoja ini benar-benar kurang ajar!
“Aku mencintaimu..saranghae…jeongmal saranghago….noel..saranghae….hyena-ah…” aku mencengkeram pundaknya kuat-kuat. Kutatap matanya galak. Aku..mencintainya…aku benar-benar mencintainya…..
HYENA POV
“Aku mencintaimu..saranghae…jeongmal saranghago….noel..saranghae….hyena-ah…”
Donghae oppa mengguncang badanku, matanya nanar dan sangat menyedihkan..dia seperti orang kehilangan akal.
“oppa…oppa kau menyakiti pundakku..leepaskan!!!eh,,,ahhh!!!” aku mengerang kesakitan dan mencoba melepaskan diri.
“KAU!!!! “ Donghae oppa membentakku tiba-tiba.
“Kau….” Dia mencengkeramku lebih kuat sementara aku meringis kesakitan.
“Kau harus mencintaiku!!!!! KAU HARUS MENCINTAIKU!!!!”dia mendorongku jatuh ke tanah. Apa yg terjadi pada Donghae Oppa sebenarnya??kenapa dia berubah mengerikan begini? Aku takut, aku ketakutan…seseorang…tolong aku….
“Oppa…..” aku ketakutan melihat wajahnya.
“Oppa..aku takut padamu….” Dia menatapku lama,  lalu berjongkok agar bisa malihat wajahku lebih jelas.kuberanikan diri menatapnya, dan tatapan matanya itu aneh sekali. Sesuatu yg tak terduga terjadi. Dia…dia menangis, benar-benar menangis melihatku matanya nanar dan ia mengusap pipiku….
“Min Ri-ah…..” ia menyebut nama seseorang.
“Oppa….” Aku keheranan, ada apa denganya??
“MinRi-ah….” Ia lemas dan terduduk di tanah, aku yg tadinya ketakutan berubah menjadi kasihan melihatnya. Ada yg salah dengan donghae oppa…ada sesuatu yg salah padanya. Kutunggu dia dan kuamati. Ia menatap tanah kosong dan melamun..
“MinRi-ah…”
Donghae oppa bagaikan anak kecil yg kehilangan mainan kesayangannya. Dan siapa itu MinRi?? Dia benar-benar kasihan, karena dia sudah tenang aku memeluk tubuhnya, tapi dia menurut saja padaku dan ia menangis sesenggukan pelan. Sesuatu yg mengerikan pasti telah  terjadi padanya.
 -TO BE CONTINUE-
TBC^^
Ditunggu lagi next chapternya okay…

3 thoughts on “IF I LOVE YOU MORE…..I’LL KILL YOU( Chapter 4)

  1. Waduh…ada apa dgn Donghae!
    Hmmm…awalnya aku emang sedikit bingung sm cerita ff ini, tp lama2 aku ngerti jg jln ceritanya haha
    ini ff eonni ato bukan yah? aku lupa, tp dr gaya bhs di ff ini kyknya sih ini bukan ff eonni

    ceritanya semakin kesini semakin menarik dan semangin aku ngerti.
    Aku rasa Donghae oppa itu punya suatu trauma psikis, kehilangan seseorang yg pastinya sgt berarti untuknya. Dan Siwon oppa dan hyera, aku rada bingung jg nih.. knp jd ribet bgt yah situasinya, konfliknya jg ribet wkwk
    mian author ini menurutku aja, jd jgn marah ne ^^
    tp seperti yg kubilang diawal td, semakin lama ceritanya semakin menarik
    gumawo..jeongmal gumawo…..

  2. sekarang aku ngerti jalur ceritanya meskipun aku bacanya mundur emang agak aneh sih kalau biasanya orang baca maju aku malah baca mundur kaya naneum padi di sawah gitu🙂

  3. Wahhh aura asmara udh muncul nihh.. minri siapa thor? Baru lagi atau cuma kisah masa lalu doang.. ayo dong buat siwon nya lebih obsesi sama hyenanya.. udh seru banget nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s