THE ROYAL WEDDINGS (Part 7)

Maaf ya sebelumnya kalau kalian nunggu lanjutan FF ini lama..🙂

Seperti biasa, buat himbauan untuk scene/adegan Donghae-Hyemin-Zhoumi siapin lagu SUJU-BITTERSWEET, NORTH-GLORY OF LOVE, sama SUJU-HATE U LOVE U yaaaaa… trus untuk adegan & scene Yesung-Aerin tolong disiapin lagu SUJU-DESTINY (HARUS VERSI KOREA)

Kl gtu untuk pengingat lagi…

LE SILLA KINGDOM

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

HAPPY READING.. ^^ HARUS DI KOMEN YAA!!!🙂

*********************************************************

CERITA SEBELUMNYA

“Annyeonghaseo.. Kim Jongwoon imnida.. bangapseumnida..” ucapnya sambil tersenyum dan membungkuk memperkenalkan diri.

King Leeteuk tidak menjawab. Wajahnya masih terlihat sangat tidak bersahabat dengan teman lelaki putrinya itu. Ia sungguh tidak sudi melihat Prince Yesung bahkan hanya sedetik saja. Princess Aerin yang tahu suasana yang tidak enak itu, langsung bertindak.

“Appa, Yesung Oppa ini adalah tamuku, Sunyeong eonnie dan Hyemin. Jadi, Appa tidak berhak mengusirnya. Ne??!!” Ucap Princess Aerin sambil berbisik persis ditelinga King Leeteuk.

King Leeteuk melihat kearah putrinya itu tidak percaya. Ia seakan tidak terima dengan keputusan yang diucapkan anaknya barusan. Queen Sungchan tahu bahwa ini tidak bias dibiarkan berlama-lama. Oleh karena itu, ia memberi tanda pada Princess Aerin untuk segera membawa Prince Yesung pergi dari hadapan mereka. Dan Tanpa menunggu ucapan dari King Leeteuk, Princess Aerin pun kemudian membawa Prince Yesung pergi dari hadapan kedua orang tuanya.

“Yeobo, it.. itu.. bagaimana anak dari pengkhianat itu datang kesini?? Dan bagaimana ceritanya putri kita bisa bertemu dengan anak itu?? kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku???” King Leeteuk terlihat sudah mulai meledak. Queen Sungchan mencoba memberikan penjelasan pada suaminya itu.

“Yeobo.. apa salahnya kalau putri kita berteman dengan anak King Kangin?? Kau itu kan membenci raja dan kerajaannya. Anak kita dan anak mereka kan tidak salah apa-apa.”

“JELAS SALAH!!! Pokoknya, aku tidak akan membiarkan anak-anakku, terutama Aerin, dekat denga anak-anak Kangin!! Mulai besok, aku tidak akan membiarkan mereka bertemu lagi!!! aku harus memisahkan mereka apapun yang terjadi!!” Ucap King Leeteuk tajam.

Queen Sungchan yang mendengar hal itu hanya menghela nafas pasrah. Biar bagaimana pun ia tidak mampu merubah semua keputusan suaminya. Ia tahu, bahwa mungkin sebentar lagi ia harus menyediakan dirinya untuk melindungi Princess Aerin dari kemarahan suaminya.

****************

Suasana pesta pertunangan di kerajaan Le Silla benar-benar mewah. Moment yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang begitu terlihat meriah karena begitu banyaknya tamu dari kerajaan tetangga yang memang sengaja datang untuk menjadi saksi terikatnya sebuah hubungan antara putri kerajaan Le Silla dengan dua pangeran dari kerajaan tetangga. Keceriaan dan kebahagiaan juga terlihat tidak hanya dari seluruh tamu undangan yang hadir, melainkan juga dari ketiga kerajaan yang sebentar lagi akan bersatu menjadi sebuah keluarga besar.

Walaupun banyak senyum kebahagian terpancar dari sana, tapi tidak dengan dua orang yang berada di aula istana lantai 2 tersebut. Mereka berdua terlihat begitu tersiksa dan terpaksa melakukan ini semua.

Seseorang kini terlihat sedang berjalan menjauh meninggalkan ruangan pesta menuju sebuah balkon yang letaknya tidak jauh dari aula. Langkahnya terlihat begitu gontai dan sangat pelan. Wajahnya tampak sekali lelah. Entah lelah dengan semua yang sudah terjadi padanya, atau lelah terhadap semua kehilangan yang dialaminya.

Begitu tiba di balkon istana, orang tersebut segera mengangkat wajahnya menatap langit malam yang begitu gelap. Tidak ada bintang atau bulan yang bersinar diatas sana. Seolah-olah langit ikut muram merasakan kesedihan yang sedang dirasakannya. Berkali-kali ia menghembuskan nafasnya dengan keras, berharap semua kesesakannya hilang terbawa bersama dengan angin malam yang berhembus.

Dilain tempat, seorang gadis pamit pada kedua orang tuanya untuk meninggalkan tempat pesta sejenak. Ia bahkan tidak memperdulikan pria yang sudah resmi menjadi tunangannya itu dengan mengacuhkannya. Yang ia inginkan saat ini hanyalah bertemu dengan seseorang. Seseorang yang sudah disakitinya.

Dengan menjunjung sedikit gaun pesta yang dikenakannya ke atas, gadis itu berlari kecil menerobos beberapa tamu undangan untuk segera pergi menemui orang tersebut. Ia bahkan tidak menyadari bahwa seseorang sudah memergoki kepergian gadis itu. orang tersebut bahkan sudah bisa menebak kemana gadis itu akan pergi.  Oleh karena itu, ia segera pamit pada orang yang sedang berbicara dengannya dan langsung meletakkan gelas wine nya untuk segera menyusul gadisnya.

Dengan nafas yang sedikit terengah-engah, gadis itu akhirnya berhasil menemukan dimana orang yang dicarinya itu. Ia berhasil menemukan Pria yang sedaritadi dicemaskannya di balkon istananya. Dengan perlahan-lahan, gadis itu melangkah menghampiri pria yang sedang berdiri menghadap ke luar istana. Ditatapnya punggung tegap pria itu. Betapa rindunya ia ingin sekali berlari memeluknya dan membenamkan dirinya kedalam tubuh pria itu. Tapi ia sadar… ia sadar bahwa pria itu bukan lagi miliknya. Ia sendiri yang membuatnya pergi dari hidupnya.

“Zhou Mi…” Panggil gadis itu saat ia sudah berada 1 meter dihadapan Pria yang ternyata Prince Zhoumi tersebut.

Prince Zhoumi yang sedang asik-asiknya melamun segera tersadar saat mendengar suara wanita yang begitu dirindukannya itu. Ia pun membalikkan tubuhnya secara perlahan-lahan. Dan benar saja.. didepannya kini sudah berdiri Princess Hyemin. Ditatapnya sejenak penampilan gadis itu. Dalam hatinya, Prince Zhoumi sangat berharap bahwa penampilan Princess Hyemin kali ini adalah untuk dirinya. Bukan untuk Pria lain yang sudah merebut gadisnya itu.

“Ada apa??” Tanya Prince Zhoumi dingin pada Princess Hyemin hingga membuat gadis itu sedikit terkejut dengan perubahan pria dihadapannya. Ditatapnya Princess Hyemin dengan tajam

“Zhoumi, aku.. aku…”

“Bukankah kau sudah memiliki tunangan? Untuk apa kau menemuiku lagi??” mendengar ucapan tajam Prince Zhoumi membuat hati Gadis itu teriris mendengarnya. Bagi Princess Hyemin, itu bukan lah Prince Zhoumi yang ia kenal.

“Aku.. Mianhe. Jeongmal Mianhe..” Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Princess Hyemin. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia terlalu takut.. ia takut membuat pria dihadapannya itu marah.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan! Semuanya memang sudah berakhir. Jadi, kurasa kau tidak perlu lagi menemuiku untuk menjelaskan apapun!! Jadi tolong, tinggalkan aku sendiri!!!”

Air mata Princess Hyemin mendadak keluar dari kedua mata indahnya. Ia tidak pernah mendengar perkataan setajam ini sebelumnya dari Prince Zhoumi. Baginya pria dihadapannya itu bukanlah Prince Zhoumi yang selama ini dikenalnya. Hatinya benar-benar sedih mendapati pria yang masih dicintainya itu bersikap ketus padanya.

“Wae?? Apa kau begitu membenciku?” Tanya Princess Hyemin disela tangisannya.

“Iya!! Semenjak undangan pertunangan yang aku terima waktu itu, aku sudah memutuskan untuk membenci dan melupakanmu. Mianhe…”

“Wae?? aku bahkan sampai detik ini tidak ada pikiran sedikit pun untuk membencimu!! Aku tahu aku salah.. tapi bisakah kau tidak berkata seperti itu?? Hatiku sakit, Mi!! “

“HATIKU JAUH LEBIH SAKIT, HYEMIN!!! APA KAU JUGA MEMIKIRKAN BAGAIMANA PERASAANKU SAAT KAU MENGUCAPKAN KATA PERPISAHAN?? Asal kau tahu, Hyemin.. kata-kata mu itu jauh lebih menyakitkan daripada semua luka fisik yang pernah aku terima!!! Kau tidak pernah tahu bagaimana perasaanku saat melihatmu bersama pria itu!! kau tidak pernah bisa merasakan bagaimana tersiksanya aku melihat orang lain menyematkan cincin dijari manismu!!! Kau juga bahkan tidak pernah tahu bagaimana perihnya luka yang sudah kau buat dihatiku selama ini!!!!” Ucap Prince Zhoumi keras didepan Princess Hyemin, berusaha mengeluarkan semua emosi yang mengendap didalam hatinya.

Princess Hyemin terdiam. Ia tidak berani menatap wajah Prince Zhoumi. Seluruh penyesalan yang ada didalam dirinya kembali menguak mendapatkan kenyataan bahwa pria yang dicintainya itu kini sudah membencinya. Hanya air mata yang masih terus mengalir di pipi mulus gadis itu.

Sebenarnya, bukan inilah yang diinginkan oleh Prince Zhoumi. Didalam hati kecilnya, ia sama sekali tidak menginginkan semua kata-kata pahit itu keluar dari mulutnya. Tidak ada sedikitpun didalam benaknya membentak apalagi sampai mengatakan bahwa ia membenci gadis itu. Ia terpaksa.. ia terpaksa melukai perasaan Princess Hyemin dengan tujuan agar gadis itu bisa melupakannya. Agar gadis itu bisa membencinya.. bagi Prince Zhoumi, hal tersebut akan semakin menyakitkan dirinya jika mereka berdua masih bertemu satu sama lain seperti sekarang.

Jika boleh jujur sekalipun, sebenarnya Prince Zhoumi begitu ingin membenci gadis itu. ia begitu ingin melupakan gadis itu. Tapi sayangnya ia tidak bisa. Semakin keras ia membenci gadis itu, semakin itu membuat dirinya sulit bernafas. Semakin keras ia berusaha melupakan Princess Hyemin, semakin tersiksa dan semakin inginnya dia merengkuh kembali gadis itu kedalam pelukannya.

Tak tega dan tak tahan lagi dengan semua tingkah lakunya yang sudah membuat Princess Hyemin semakin terluka, Prince Zhoumi segera menyudahi sandiwara yang hatinya mainkan. Direngkuhnya wajah Princess Hyemin dan dipaksanya gadis yang masih menangis itu untuk menatapnya.

“Dengar Hyemin, kita benar-benar sudah selesai! jadi aku mohon, jangan temui aku lagi apapun alasannya!! Aku tidak ingin kita bertemu lagi! Kau sudah menjadi miliknya.. dan belajarlah untuk mencintainya. Lupakan aku, dan lupakan semua yang sudah terjadi diantara kita!! Arraseo?!” Ucap Prince Zhoumi yang secara perlahan langsung pergi  meninggalkan Princess Hyemin yang tidak bisa berkata apa-apa.

Princess Hyemin menangis semakin keras. Air matanya begitu deras membasahi pipi gadis itu. Ia hanya mampu menatap kepergian Prince Zhoumi dari hidupnya. Ia bahkan sampai tidak menyadari bahwa seseorang juga berada tidak jauh dihadapannya, menatapnya dengan penuh arti. Orang tersebut bahkan sudah sejak tadi berada disana dan mendengarkan semua pembicaraan Princess Hyemin dan Prince Zhoumi. Tapi seberapa keras orang tersebut menunjukkan dirinya dihadapan Princess Hyemin, ia sadar gadis itu tidak mungkin menoleh kearahnya.

“Hyemin..” Panggilnya pada akhirnya.

Princess Hyemin terkejut. Dengan segera dihapusnya air matanya dengan kedua tangannya dan menatap orang baru saja memanggil namanya. Tidak ada reaksi apapun yang berarti saat Princess Hyemin tahu siapa yang memanggilnya.

“Kita kembali kedalam?” tanya orang itu sambil mengulurkan sebelah tangannya ke arah Princess Hyemin, berharap sang putri mau menyambut uluran tangannya. Dengan senyum manisnya dan suara lembutnya, terlihat sekali bahwa ia begitu sabar menghadapi putri bungsu Le Silla itu.

“Kau duluan saja, Donghae ssi. Aku masih ingin disini.” Jawabnya dingin dan langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Prince Donghae.

Pria yang ternyata Prince Donghae tersebut tidak bergeming. Ia malah berjalan mendekati Princess Hyemin sambil melepaskan tuxedo hitamnya dan memakaikannya ke pundak Princess Hyemin saat sudah berada di samping gadis itu. Princess Hyemin yang mendapat perlakuan seperti itu pun terkejut. Ia mencoba menolak dipakaikan tuxedo itu sebelum akhirnya ucapan Prince Donghae membuatnya menurut.

“Aku tidak ingin kau sakit jika berada diluar dengan pakaian terbuka seperti ini!!”

Untuk sementara waktu mereka terdiam satu sama lain. Suasana canggung benar-benar meliputi pasangan tersebut. Tidak ada percakapan.. yang ada hanyalah desiran angin malam yang membelai wajah mereka berdua.

“Mianhe…” Ucapan Prince Donghae barusan membuat Princess Hyemin menoleh. Ia tidak mengerti maksud perkataan pria disebelahnya itu.

“Untuk apa??”

“Maaf sudah membuat mu menjadi milikku.. Maaf sudah membuatmu berpisah dengannya.. Maaf sudah memaksamu masuk kedalam hidupku.. dan Maaf kalau aku tidak ingin melepaskanmu..” Kini giliran Prince Donghae yang menoleh ke arah Princess Hyemin.

“Aku sudah tahu semuanya.. aku juga bahkan sudah tahu bagaimana perasaanmu terhadap Zhoumi. Tapi… bisa kah mulai saat ini kau hanya menoleh padaku, tunanganmu sendiri?? Aku bahkan sudah berjanji pada diriku sendiri. Aku akan berusaha membuat hatimu terbuka untukku. Walaupun kedengarannya egois, tapi aku akan berusaha membuatmu melupakannya.”
Princess Hyemin terdiam. Dalam hatinya, ia seakan tidak menyetujui semua ucapan Prince Donghae barusan. Ia merasa seperti dipaksa untuk mencintai Prince Donghae. Padahal, bukan itu yang ia inginkan. Ia tidak suka dipaksa seperti ini. merasa sudah tidak nyaman berada didekat Prince Donghae, Princess Hyemin pun lebih memilih untuk masuk ke dalam gedung aula istana lagi. Ia tidak ingin Prince Donghae semakin merusak moodnya malam itu.

“Aku harus kembali. Orang tuaku pasti mencariku..”

Princess Hyemin segera berbalik. Namun sayang.. saat ia hendak beranjak pergi, tangan Prince Donghae sudah terlebih dulu menggenggam tangan gadis itu, menahan langkahnya hingga membuat Princess Hyemin langsung menoleh kearahnya.

“Jebal.. Bukalah sedikit hatimu untukku. Dan jangan pernah menangis lagi seperti tadi.” ucapnya Prince Donghae begitu lembut. Tapi sayang, semua ucapan Pangeran tampan itu tidak pernah diindahkan oleh Princess Hyemin. Sang putri langsung melenggang jalan masuk kembali ke dalam aula istana diikuti Prince Donghae yang berjalan dibelakangnya.

****

Sepasang Pangeran dan Putri terlihat menatap ke arah pasangan Prince Donghae dan Princess Hyemin yang baru saja masuk kedalam ruangan aula istana, tempat acara pertunangan para Putri Le Silla berlangsung. Sang Putri terlihat sedikit cemas dengan perubahan wajah Princess Hyemin yang notebene adalah adik bungsunya itu. wajahnya yang memerah, matanya yang sedikit sembab, serta penampilan Princess Hyemin yang masih mengenakan tuxedo hitam milik Prince Donghae di pundaknya, membuatnya bertanya-tanya apa yang sudah terjadi pada adiknya itu.

“Ada apa dengan mereka??” tanyanya sangat pelan. bahkan terlalu pelan hingga hanya ia saja yang dapat mendengar suaranya.

“Sepertinya mereka tidak bahagia..” ucap sebuah suara membuyarkan lamunan sang Putri. Sang putri yang tahu bahwa pria disebelahnya itu yang berbicara langsung menoleh ke arahnya.

“Tidak bahagia?? Siapa yang kau maksud tidak bahagia, Kyuhyun ssi??” Tanya sang Putri pada Prince Kyuhyun, Tunangannya.

“Mereka.. Adik bungsumu dan tunangannya.” Tunjuk Prince Kyuhyun pada pasangan Princess Hyemin dan Prince Donghae.

“Mwo?! Apa maksudmu berkata seperti itu?? Untuk apa kau mengurusi mereka berdua?”

“Entahlah.. aku merasa, sepertinya mereka.. Ah! Tidak!! Bukan mereka.. tapi Hyemin. Aku merasa sepertinya ia tidak menyukai pertunangannya ini. Kelihatan sekali ia tidak bahagia sepanjang pesta. Kalau mereka seperti itu, rasanya tidak mungkin mereka bisa bersatu.” Tebak Prince Kyuhyun.

Sang putri yang berada disamping Prince Kyuhyun menghela nafas. Ia tidak suka sikap Prince Kyuhyun yang sepertinya ikut campur terhadap pasangan Hyemin dan Prince Donghae. Ditambah lagi sikap Prince Kyuhyun yang sok tahu membuat hati putri itu sedikit tersinggung karena Prince Kyuhyun sudah membicarakan adiknya.

“Haahh!!! YA!! Kyuhyun ssi, tidak bisakah kau tidak usah memberikan komentar apapun mengenai mereka?? Lagi pula, memangnya kau pikir kita ini pasangan yang bahagia?? Aku rasa kita juga tidak jauh beda dengan mereka” Prince Kyuhyun menoleh ke gadis disebelahnya.

“Mwo?? Sunyeong, apa maksudmu berkata seperti itu??”

“Yah, kau bilang kalau Prince Donghae dan Hyemin tidak akan mungkin bisa bersatu. Kau juga bahkan bilang kalau mereka sama sekali tidak merasa bahagia di hari pertunangannya ini. Apa kau pikir aku bahagia?? TIDAK!!! aku juga terpaksa melakukan pertunangan ini.”

Prince Kyuhyun cukup terkejut dengan pernyataan Princess Sunyeong, gadis yang berada disebelahnya ini. Ia tidak menduganya sama sekali kalau ternyata Princess Sunyeong begitu terpaksa bertunangan dengannya. Awalnya ia pikir perasaan Princess Sunyeong sama dengan apa yang dirasakannya. Prince Kyuhyun mengira bahwa Princess Sunyeong juga menyukainya. Tapi ternyata ia salah besar. Anggapannya selama ini yang mengatakan bahwa Princess Sunyeong menyetujui pertunangannya, itu juga ternyata salah besar. Prince Kyuhyun yakin, sepertinya Princess Sunyeong belum menyadari bahwa ia adalah pria yang pernah mengajaknya berbicara saat malam pesta Anniversary King Leeteuk dan Queen Sungchan waktu itu.

“Kalau begitu kita sama! Aku juga tidak menyetujui pertunangan ini. Jika bukan demi kedua orang tuaku dan demi kehormatan kerajaan kita, aku pasti bisa mendapatkan gadis yang lebih baik lagi dan tidak cerewet seperti mu.” Ucap Prince Kyuhyun angkuh karena mencoba menahan malu atas penolakan yang di ucapkan Princess Sunyeong tadi.

Princess Sunyeong mulai kesal dengan pasangannya. Ada rasa tidak terima saat Prince Kyuhyun mengatakan hal tersebut. Ia merasa seperti direndahkan oleh calon pria yang akan menjadi pendampingnya kelak. Semua firasat dan tebakannya mengenai Prince Kyuhyun yang mengatakan bahwa pria itu galak dan menyebalkan ternyata juga benar. Ia merasa menyesal sudah mengharapkan pria itu mampu bersikap baik dan lembut terhadapnya.

“Kau?!?!? Rasanya kita tidak perlu menunggu selama sebulan untuk mengenal satu sama lain!! sepertinya aku sudah tahu siapa dan bagaimana dirimu. Jadi, aku rasa besok aku akan bicara pada appa untuk menolak perjodohan ini dan membatalkan pertunangan kita!!!”

Princess Sunyeong langsung berjalan meninggalkan Prince Kyuhyun yang masih berada ditempatnya. Prince Kyuhyun pun tak bisa melakukan apapun. Ia bahkan tidak sempat mencegah gadis itu pergi. Ada penyesalan yang kembali muncul didalam hatinya. Ia memaki dirinya sendiri karena sudah membuat putri hatinya kesal untuk kedua kalinya. Ia bahkan juga masih sangat ingat bagaimana pertemuan pertama mereka saat pesta Anniversary King Leeteuk dan Queen Sungchan saat itu, ia sudah membuat Princess Sunyeong kesal dengan kata-katanya yang cukup menyakitkan. Ditambah lagi saat ini, saat dimana ia seharusnya bersikap baik dan manis didepan tunangannya, ia justru kembali membuat gadis itu marah dengan sikap dan kata-katanya yang terkesan seperti merendahkan gadis itu.

Sebenarnya, Prince Kyuhyun tidak bermaksud untuk mengucapkan semua kata-kata tadi. akan tetapi hati dan egonya yang cukup tinggi tidak mampu mengontrol semua kata-kata yang keluar dari mulutnya tadi. Tidak ingin kehilangan gadis itu, Prince Kyuhyun pun segera mengatur rencana agar ia dan Princess Sunyeong tetap bersama. Ia bahkan bertekad akan membuat Princess Sunyeong bisa mencintainya dan membuat putri itu menjadi miliknya, apapun dan bagaimana pun caranya.

****

KEESOKAN PAGINYA

Seluruh pesta yang sudah dilaksanakan di kerajaan Le Silla sudah berakhir. Kini semua penghuni kerajaan sudah kembali ke aktifitasnya masing-masing. Jika biasanya didalam kerajaan Le Silla ada lima orang anggota keluarga yang menjadi penghuninya, kini anggota keluarga mereka bertambah dengan kehadiran Prince Kyuhyun dan Prince Donghae yang akan tinggal selama sebulan penuh disana.

Sesuai dengan aturan kerajaan, jika seorang putri sudah bertunangan, sang Pangeran diharuskan tinggal di kerajaan milik sang Putri hingga waktunya mereka menikah nanti dan sang Pangeran membawa sang Putri kedalam istananya. Begitu juga dengan Prince Donghae dan Prince Kyuhyun yang tinggal disana. Selain karena mengikuti aturan kerajaan, mereka juga tinggal disana untuk saling menjajaki dan melakukan pendekatan terhadap pasangan mereka masing-masing.

“Eomma, Appa, aku sudah selesai. Aku pergi dulu yaa..” Ucap princess Aerin pamit pada kedua orang tuanya dan segera beranjak untuk pergi.

“Chankaman Aerin-ah!!! Eodigayo??” tanya King Leeteuk tajam pada anak tengahnya itu. Princess Aerin segera menoleh ke arah ayahnya. Ditatapnya sebentar semua orang yang berada disana dan kemudian kembali menatap ayahnya.

“Aku.. Aku ingin pergi, Appa.”

“Eodiga?? Kau ingin bertemu dengan Anak pengkhianat itu??! Kau ingin pergi ke Kerajaan Madison??!!”

Princess Aerin cukup terkejut dengan ucapan King Leeteuk barusan. Ia tidak menyangka rencananya pagi ini, yang ingin menemui Prince Yesung, ketahuan oleh ayahnya. Padahal ia sudah berusaha sembunyi-sembunyi dan berbohong dengan tidak mengatakan kemana ia pergi. Princess Aerin tidak mampu menjawab apa-apa. Ia hanya menatap ke arah Princess Sunyeong, Princess Hyemin dan juga Queen Sungchan.

“JAWAB APPA, AERIN!!!! Benar kan kau ingin bertemu dengan keturunan pengkhianat itu??”

“Appa, dia punya nama!!!! Kenapa Appa menyebut Yesung oppa dengan sebutan seperti itu?! Kalau appa bermasalah dengan ayahnya, kenapa Appa juga membenci semua keluarganya?” Princess Aerin berkata keras didepan King Leeteuk.

Merasa suasana didalam ruang makan tersebut semakin tidak mendukung, baik Prince Donghae dan Prince Kyuhyun yang berada disana seolah mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka berdua pun segera mengajak Princess Hyemin dan Princess Sunyeong untuk pergi dari sana. Kedua Pangeran itu begitu tahu bahwa King Leeteuk dan Princess Aerin sedang membutuhkan waktu untuk berbicara. Princess Sunyeong dan Princess Hyemin yang awalnya tidak ingin diajak pergi pun luluh setelah mereka di berikan sedikit kode oleh pasangannya masing-masing.

Setelah kedua pasangan itu pergi, kini hanya tinggal tersisa King Leeteuk, Queen Sungchan, dan Princess Aerin saja yang berada disana. King Leeteuk pun segera melipat kedua tangannya didepan dadanya dan menatap Princess Aerin tajam.

“Aerin, dengar!! Jauhi pria itu!! Kau boleh berteman dan berhubungan dengan siapapun. Tapi tidak dengan anggota kerajaan Madison!!!” Ucap King Leeteuk penuh penekanan.

“Mwo?! Tapi kenapa, Appa??”

“Aerin, ada satu hal yang tidak kau mengerti!!! Kerajaan kita dan kerajaan Madison sudah tidak mungkin bersatu lagi! mereka semua itu pengkhianat!! Kita tidak boleh bergaul apalagi berhubungan dengan mereka!”

“Appa, kalau masalahnya ada pada Appa dan King Kangin, kenapa aku dan Yesung juga harus kena imbas permusuhan kalian?? Ini tidak adil, Appa!!!! Aku…”

“AERIN CUKUP!!!!!” Princess Aerin cukup terkejut saat mendengar bentakan dari King Leeteuk. Ia tidak menyangka ayahnya begitu marah mengenai hal ini.

“Dengar Aerin!!!! Appa memberikan peringatan keras untukmu. JAUHI PRIA ITU DAN JANGAN PERNAH TEMUI DIA LAGI!!! atau nasibmu akan sama seperti Sunyeong dan Hyemin. Appa akan segera bertindak untuk menjodohkanmu dengan pangeran lain jika kau sampai melanggar ucapan Appa!!!! Ingat itu!!”

Hati Princess Aerin seperti tertusuk dengan keras. Ucapan Appanya barusan membuat seluruh tubuhnya lemas seketika. Ia bahkan tidak tahu lagi pembelaan seperti apa yang harus ia lakukan untuk membuat King Leeteuk mengerti keinginannya.

Setelah ucapan tersebut, King Leeteuk segera pergi dari ruang makan kerajaan meninggalkan Princess Aerin dan Queen sungchan yang masih berada disana. Princess Aerin tidak mampu berkutik. Queen Sungchan pun menghampiri putrinya dan mengajaknya berbicara sejenak.

“Aerin-ah..” panggilnya Lembut sambil menyentuh pundak mungil gadis itu.

“Eomma, kenapa Appa tidak mau mengerti?? Kenapa Appa jadi jahat seperti itu?” Queen Sungchan mengusap pelan rambut Putri kesayangannya itu mencoba memberikan pengertiannya.

“Aerin, ada sesuatu yang tidak kau ketahui sayang.. Appa bukan jahat padamu. Appa hanya tidak ingin kau terluka nantinya kalau kau sampai berhubungan dengan Yesung.”

“Tapi itu tidak adil, eomma! Kenapa harus aku dan Yesung Oppa yang kena getahnya? Appa bahkan tidak pernah cerita apapun kenapa kerajaan kita dan kerajaan mereka bermusuhan. Dan sekarang? Appa dengan lancangnya menyuruhku untuk menjauhi Yesung Oppa! Aku tidak bisa melakukan itu..” Ucap Princess Aerin penuh emosi.

“Arraseo.. Eomma mengerti apa yang kau rasakan. Kalau menurut mu Prince Yesung bisa membuatmu bahagia, eomma percaya pada pilihanmu..” Queen Sungchan yang memang tidak pernah memihak satu pihak memberikan persetujuannya pada Princess Aerin untuk menentukan pilihannya. Ia percaya bahwa putrinya itu sudah dewasa dan tahu mana hal yang terbaik untuk dirinya sendiri.

“Lantas, Appa bagaimana?? Aku takut, eomma..Aku takut Appa benar-benar menjodohkanku dengan pangeran lain kalau sampai Appa tahu aku berhubungan dengan Yesung Oppa.”

Mengerti akan ketakutan dan kecemasan Putrinya itu, Queen Sungchan pun menyentuh pipi mulus putri itu dan meyakinkannya dengan berkata

“Kau tenang saja, ne… urusan Appa, biar nanti eomma coba memberikan penjelasan padanya.”

Mendengar jawaban dan Queen Sungchan, Princess Aerin kembali tersenyum. Ia merasa mendapat dukungan penuh dari ibunya. Dan hal tersebut membuatnya semakin yakin untuk bersama dengan Prince Yesung.

****

MADISON KINGDOM

Prince Jeremy berjalan masuk kedalam kerajaannya sambil menggandeng tangan Princess Ivana dengan erat. Mereka berdua baru saja bertemu secara sembunyi-sembunyi di danau dekat Le Silla Kingdom. Princess Ivana pun tadi berhasil pergi secara diam-diam dari kerajaannya dengan bantuan dari Princess Laurencia dan Princess Dominic. Mereka berdua tidak ingin siapapun memergoki pertemuan mereka hari ini. Rencananya, hari ini Prince Jeremy hendak membawa Princess Ivana berkunjung ke kerajaannya. Ia ingin memperkenalkan Princess Ivana dengan seluruh keluarganya. Prince Jeremy bahkan tidak peduli jika ia nanti dimarahi oleh ayahnya, King Jordan karena sudah membawa salah satu keturunan dari Le Silla kingdom.

“Oppa, aku takut..” ucap Princess Ivana cemas. Tangannya yang berada digenggaman tangan Prince Jeremy mendadak dingin.

Prince Jeremy yang merasakan kecemasan gadis disampingnya semakin mengeratkan genggaman tangannya. Ia berusaha menenangkan Princess Ivana dan mencoba memberikan keyakinan padanya, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Don’t Worry Iv.. aku akan selalu ada disampingmu. Pokoknya, tidak akan aku biarkan ayahku mengusirmu atau menyuruhmu pergi dari sini.” Ucap Prince Jeremy tersenyum manis pada gadis itu.

Begitu mereka berdua tiba di pintu masuk istana, degup jantung Princess Ivana semakin terasa kencang. Begitu juga dengan degup jantung Prince Jeremy. Ia bukan mencemaskan dirinya atau kemarahan ayahnya nanti. Tapi, ia lebih mencemaskan Princess Ivana. Ia takut ayahnya menyakiti hati gadis itu jika tahu bahwa Princess Ivana adalah putri dari Le Silla Kingdom.

Begitu tiba di ruang tamu kerajaan, Prince Jeremy segera menyuruh Princess Ivana menunggu sejenak. Ditinggalkannya gadis itu beberapa saat. Ia segera menuju ke sebuah kamar dan segera membawa penghuninya keluar dari sana untuk dipertemukannya dengan Princess Ivana.

“Ivana, kenalkan.. He’s my brother, Nathan. Nathan, she’s the girl i told u before.” Ucap Prince Jeremy yang ternyata membawa Prince Nathan untuk dikenalkan padanya.

“Hi.. I’m Ivana Park. Nice to meet you..” Princess Ivana membungkukkan sedikit tubuhnya memberi salam.

“Oh.. I see. Hi, I’m Nathan. Nice to meet you too Iv.. Jeremy always told about you everyyydaayy.. Dan ternyata, kau memang cantik seperti apa yang dikatakannya. Hehehe.. Aku harap aku bisa bertemu dengan Putri Le silla yang lain” Ucap Prince Nathan tersenyum ramah sambil tersenyum jahil pada Prince Jeremy disebelahnya.

“Ivana, sebenarnya aku masih punya satu adik lagi. Dan saat ini dia sedang bersama ayahku. Want u meet them now??” Tanya Prince Jeremy.

Jantung Princess Ivana kembali berdegup ketika Prince Jeremy bertanya seperti itu. Rasa cemas kembali melingkupi hatinya takkala sebentar lagi ia bertemu dengan penguasa Madison Kingdom, yang notebene adalah musuh dari Ayahnya.

“Don’t worry Iv.. I’ll be beside you..” Prince Jeremy yang tahu ketakutan gadisnya itu segera menenangkannya. Sebelum mengajak Prince Ivana bertemu dengan ayah dan adik bungsunya, Prince Jeremy terlihat seperti membisikkan sesuatu ke telinga Prince Nathan.

“Nathan, I need your help. Please do it like i said to you last night..”

Prince Nathan yang sudah tahu dan sudah diceritakan sejak awal oleh Prince Jeremy mengenai perselisihan Madison Kingdom dan Le Silla Kingdom menggangguk mengiyakan ucapan kakaknya. Ia tidak merasa keberatan jika ada salah satu anggota Le Silla ada disana.

Prince Jeremy, Princess Ivana dan Prince Nathan pun berjalan menuju ke sebuah taman istana tempat King Jordan dan putra bungsu kerajaan, Prince Bryan berada. Disana, terlihat King dan Queen Madison serta anak Bungsu mereka sedang berbincang entah mengenai apa. Begitu tiga orang itu mendekat kesana, Prince Nathan segera maju menghampiri orangtua dan adiknya itu.

“Mom, Dad.. ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian.” Ucap Prince Nathan membuyarkan kegiatan mereka bertiga.

“Who is, Prince??” Tanya King Jordan

“Hmmm.. Jeremy will show her to you.” Prince Nathan menunjuk kearah belakangnya, tempat Prince Jeremy dan Princess Ivana berdiri.

King Jordan, Queen Beatrix, dan Prince Bryan langsung menoleh ke arah belakang seperti apa yang ditunjuk oleh Nathan. Betapa terkejutnya King Jordan dan Prince Bryan saat melihat putri yang di bawa oleh Prince Jeremy. Mereka berdua kompak langsung berdiri dari tempatnya duduk. Rahang King Jordan tiba-tiba mengeras melihat salah satu anggota kerajaan Le Silla berani menginjakkan kakinya di istananya ini.

“This STUPID BOY!!!” King Jordan tiba-tiba melangkahkan kakinya menuju ke arah Pasangan tersebut. tapi sayang, sebelum langkahnya yang ketiga, dirinya sudah ditahan oleh Prince Nathan dan Prince Bryan.

“Be calm, Dad..” ucap Prince Bryan persis di samping Ayahnya.

Mendengar ucapan putra bungsunya, King Jordan terdiam. Masih dengan amarah yang membara King Jordan menyuruh Prince Nathan untuk membawa Prince jeremy dan Princess Ivana ke hadapannya. Dan begitu mereka berdua sudah tiba di depan keluarga Madison Kingdom, Kini giliran Princess Ivana yang cukup terkejut saat melihat Prince Bryan dihadapannya.

“Hmm.. Dad, She’s Ivana. And She is from…” belum selesai prince Jeremy menyelesaikan perkenalannya, King Jordan sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Le Silla Kingdom!! I know it!”

Perasaan Princess Ivana tidak karuan saat itu. Ia merasa tidak enak hati karena sikap tidak bersahabat King Jordan  dan ucapannya yang ketus saat ia memperkenalakan dirinya. Tapi ia sadar, ia harus tetap bersikap sopan dihadapan raja dan ratu Madison. Oleh karena itu, ia segera memperkenalkan dirinya seperti saat ia memperkenalkan diri pada Prince Nathan tadi.

“Did you forget all of our conversation some time ago, Prince??” Tanya King Jordan tajam pada Prince Jeremy.

“Yes, I know Dad.. but, I’m Sorry. Aku tidak bisa memenuhi ucapanmu. Aku ingin bersama dengannya.” Ucap Prince Jeremy tegas sambil menatap Princess Ivana.

“YOU…!!!!!” King Jordan menghampiri Prince Jeremy dan hendak menamparnya. Namun, lagi-lagi baru saja ia mengangkat tangannya, dirinya kembali ditahan oleh kedua anaknya yang lain.

“Honey, Stop! Don’t make her affraid.. we can talk about this later”

Queen beatrix yang sedari tadi diam, kini turun tangan menenangkan seluruh emosi suaminya yang sudah hampir meledak setiap kali melihat Princess Ivana. Tak ingin suasana bertambah rumit dan panjang, Queen Beatrix pun  kemudian membawa King Jordan masuk ke dalam kerajaan. Ia tidak ingin suaminya itu semakin meledak jika ia dibiarkan tetap berada disana.

Kini, di taman tersebut hanya tinggal tiga orang Pangeran kerajaan Madison dan Princess Ivana. Suasanya yang cukup kaku sempat terasa selama beberapa detik sebelum akhirnya Prince Jeremy membuka suara untuk memperkenalkan Princess Ivana dengan Prince Bryan, adik bungsunya.

“Oh, I forgot… Iv, he’s my youngest brother. He’s Bryan. And Bryan, she’s Ivana Park.”

Suasana canggung sempat terasa saat Prince Bryan dan Princess Ivana bertemu. Ada sebuah rasa yang tiba-tiba membuncah di hati keduanya saat mereka bertemu kembali. Beberapa kenangan masa lalu seolah-olah kembali melintas di pikiran mereka berdua.

“Hi Iv, nice to meet you again..” Mendengar kata ‘again’ dari mulut adiknya, Prince Jeremy sedikit terkejut.

“What?! Bryan, Ivana, apa kalian sudah saling mengenal satu sama lain??” tanya Prince Jeremy penasaran.

Princess Ivana sedikit gugup dengan pertanyaan Prince Jeremy. Ia sempat melirik kearah Prince Bryan sebentar sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya perlahan mengiyakan pertanyaan Prince Jeremy.

“really?? Wow.. How can?? Bukan kah kalian baru pertama kali ini bertemu?? Hey, Bryan.. you never even tell if you knew her.” Ucap Prince Jeremy.

Prince Bryan kemudian sedikit menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Prince Jeremy, kakaknya. Ia seperti sedang menyiapkan diri untuk menjawab pertanyaan yang dirasanya akan membuat semua orang yang berada disitu, yakni Prince Jeremy dan Prince Nathan terkejut.

“Ivana..She’s My EX-Girlfriend”

-TO BE CONTINUE-

16 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (Part 7)

  1. KangTeuk jgn egois kasiN YeRin,,
    Mwo?? Ivana ex’GF-nya Bryan,, Mkin bikin pensran eonn kelanjutN’a,
    overall debak eonn,,

  2. OH MY GOD!!!
    Jadi Ivana itu suka sm Yesung
    tp dulu Ivana adalah ex girlfriend nya prince Bryan??? Omo!
    Adik kakak seleranya sm dong haha
    kya..kya… Seru…..
    Tp kedikitan wkwk #digetok
    dan..kyu…kau kepedean sih!!!
    Tp KYU TETEP CUTE DONG
    #plaak ttp belain suami sendiri

    eonni ff nya dibikin semakin seru yah, biar lebih…lebih..dan lebih seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    gumaaaaawoooooooooo
    ^,~

  3. Omo teryata kibum oppa dan princess aerin tuh pernah pacaran gimana reaksi yesung oppa?marah kah,kecewa kah?tp kenapa kibum oppa ga bohong z mlh jujur gitu apa kibum oppa punya mksd lain yah?penasaran bgt aku…wah kayanya kyupa dan donghae oppa harus lbh giat deketin 2princess lee silla deh.buat haepa dan kyupa fighting.chinggu klw nanti ff ni di pw tlng dipermudah yah buat kita minta pw nya.makasih…

  4. wah seru nih akhrnya di publis jg udah lm aku ngu lnjutanya..wah kibum oppa berani bgt blg kalau p.ivana mantan pacarnya apa maksudnya?jadi penasaran.aku juga penasaran ma siasat p.donghae dan p.kyuhyun bt dktin pasangan mrka aku ngu bgt lanjutanya mhn jgn lm2 d publisnya ya chingu gomawo

    dan chingu jika nti ff ni mau di pw#q harap jgn di pw*mhon di permudah ya untuk aku sbg readers untuk mendapatkan pw nya gomawo

  5. Mwo??? Kibum Ex-nya Aerin?? Wahhh… nggak nyangka..🙂
    Tapi, thor, aku masih bingung ama perselisihan Madison dan Le Silla. Apa sih penyebabnya hingga 2 king itu berselisih paham??
    For uri Prince Aiden and also Prince Marcus.. Fighting!! Jangan menyerah !! Pasti bisa mengambil hati 2 Princess Le Silla…!!😀

    By the way, ternyata 3 tebakanku di part sebelumnya benar.. Hahahahaha😀
    Karena aku udah tobat jadi reader sok tahu, publishnya jangan terlalu lama-lama ya thor?? Penasaran banget nihh apa yang akan terjadi nantinya…🙂

  6. Yah mlh pd brantem deh.. Kyu sm sunyeong jg.. Haaah mkin rumit aj nih mslh.. Prjodohan yg g saling cinta, prmusuhan.. Lhah, tryt bryan mantanny aerin? Wah tryt dunia itu sempit. Dl sm adekny, skg mlh gntian sm kakakny.. Trs gmn hayooo?

  7. Kejutan lagi walah gawat ne kalo ternyata kibum masih suka sama princes ivana bakalan jadi cinta segitiga lagi
    makin penasaran

  8. epil! nggak gitu juga kalii sm sunyeong!! katanya mau dapetin hati gue, knpa lo kesannya nyosor gtu .__.

    donge juga, kalian kan baru kenal dn baru pertama kali itu bicara, pelan” aja dulu. jgn lgsung minta hyemin stay sm lo. makin illfeel kan dia. tunjukin rasa sayang lo dg cara lain.

    kangin please baikan sm le sila kingdm. ada mslah apa lo sama leeteuk??
    omo why did it happen?? kalo kibum ex-boyfriend nya aerin, knapa aerin ga tau dia dr madison kgdom??

  9. Wow! Reaksinya Kangin ga jauh. Beda sama Leeteuk -,-
    Tapi yg bikin Double Wow itu. Kibum dan Aerin pernah menjalin hubungan. Jinjha.. Mengejutkan.😄

  10. Omo jd ivana/aerin x gf-nya bryan
    Haaahaa berarti raja teeki salah bgt klo putri”nya gk laku,hmm makin seru next z

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s