THE ROYAL WEDDINGS (Part 6)

Annyeong yeorobun… ^^ Mianhe.. jeongmal mianhe kl FF ini di post nya lamaaaaaaa bgt! Maaph juga buat yg udh nungguin cerita ini smp lumutan >/\<  soalnya Admin pada sibuk.. tugas dimana2, pulang lembur  :(  *gak nanya*

Seperti biasa, kali ini admin pengen bgt bikin cerita ini agak sedikit lebih panjang. Kenapa?? Supaya readers2 semua pada gak kesel n gak bosen sama ceritanya krn dari part2 awal ceritanya selalu pendek2..

Oia, untuk adegan Prince Zhoumi yang di Peruvian Kingdom tolong baca sambil dengerin lagu SUPER JUNIOR-DAYDREAM sama SUPER JUNIOR – STORM yaaa…

Ya udah, kl gtu HAPPY READING…. ^^ seperti biasa, ini untuk pengingat kalian sama semua tokoh anggota2 kerajaannya :

LE SILLA KINGDOM

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

Kalo udah baca, HARUS KOMEN YAAAAA……! ^^

Gomawo….

*************************************************

CERITA SEBELUMNYA (Kyuhyun POV at Svenska Kingdom)

BRUUKKKK..

Saking kesalnya, aku terpaksa harus melempar buku ke tembok untuk melampiaskan semua kemarahannku. Masa bodo buku itu rusak atau tidak.

Eh.. Chankaman!!!! Sepertinya mataku menatap sesuatu. Seperti ada sebuah benda tipis yang keluar dari buku itu saat aku melemparnya tadi. Karena penasaran, aku mencoba untuk mendekat kesana dan dan mengambil benda itu. Tapi apa yang aku dapat?? FOTO!!

Aku tidak tahu sama sekali siapa gadis yang berada didalam foto tersebut. Tapi jika dilihat-lihat, sepertinya ia adalah seorang putri. Mataku tak sengaja mengarah ke bawah lagi. Dan disana aku menemukan sebuah kertas kecil didalamnya. kuambil saja kertas itu dan lantas segera membukanya

Dear Prince Marcus

This is a photo of your fiance. She is Princess Laurencia. The day after tomorrow, you should meet her, Prince.. King Denis and I will give you a month to know her n let’s get closer with her. So, daddy and mommy hope you don’t disappoint us.

With Love

-King Andrew-

Aku meremas kertas surat yang baru saja aku baca dan membuangnya asal. Sungguh, aku benci dengan perjodohan ini semua!! Apa-apaan ini?? daddy seenaknya mengatur waktu untuk aku bertemu dengan Princess Laurencia dan mengenal dirinya lebih dekat! Cih.. aku tidak akan setuju! Kalau Daddy dan Mommy tetap memaksaku untuk bertemu dengan putri itu, lebih baik aku pergi dari istana ini!!

****

SVENSKA KINGDOM

Malam harinya, Prince Marcus mencoba mengendap-mengendap keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua istana. Ia memutuskan untuk pergi dari tempat tinggalnya karena menolak semua perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Dengan berbekal sebuah tas ransel yang ia gendong dibelakang, Prince Marcus mencoba membuka pintu balkon kamarnya dan menyiapkan sebuah tali tambang yang cukup kuat untuk membantunya turun kebawah nanti.

Setelah memastikan bahwa tali tambang yang ia kaitkan pada dinding beton balkon kamarnya terikat kuat, Prince Marcus segera membuang tali tersebut kebawah. Ia pun tidak ingin membuang-buang waktu. Suasana kerajaan Svenska yang sepi seperti menjadi sebuah keuntungan bagi dirinya. Ia segera mengarahkan kedua kakinya untuk naik ke tembok pembatas balkon. Diambil dan dipegangnya kuat-kuat tali itu. Diturunkannya tubuh Prince Marcus dari sana secara perlahan sambil sesekali pandangan pangeran tampan itu ia tujukan ke atas kamarnya dan kebawah. Hingga saatnya ia tiba di bawah

“Hoop!!!”

Prince Marcus sedikit melompat saat ia sudah berhasil tiba di bawah. Ia merapikan sejenak penampilannya, merapatkan jaket serta mantel yang dikenakannya untuk menghalau rasa dingin yang mulai menusuk kulitnya. Ia kemudian segera mengambil tas ransel yang sudah terlebih dahulu ia turunkan tadi dan segera memakainya. Sebelum benar-benar melangkah, Prince Marcus kembali mengamati keadaan di sekitar kerajaannya. Sepi…

Itulah suasana yang bisa ia tangkap pada malam hari ini. Seluruh penjaga serta pengawal istana sepertinya sedang sibuk menjaga ditempat lain dan sibuk dengan wilayah pengawasannya masing-masing. Setelah di pastikan benar-benar aman, Prince Marcus segera melangkahkan kakinya dengan cepat. Ia mencoba menyamar dan menutupi dirinya dengan hoodie jaketnya.

Ia terus melangkahkan kakinya kearah pintu belakang istana. Ia sadar, ia tidak mungkin berjalan ke arah pintu utama. Karena sudah pasti akan ada beberapa pengawal yang sedang menjaga disana.

Prince Marcus senang, ia sebentar lagi tiba di pintu belakang istana. Sebentar lagi kebebasan yang dicarinya akan ia temui. Ia senang karena ia tidak lagi dijodohkan dengan Princess Laurencia. Namun, baru saja Prince Marcus hendak melangkahkan kakinya lebih jauh lagi menuju pintu keluar, tiba-tiba..

“where’re you goin Prince??”

Sebuah suara yang sangat berat menghentikan langkah Prince Marcus. Ia hanya mampu terdiam, tidak berani menoleh kebelakang sama sekali melihat siapa yang sudah memanggilnya. Ia takut.. ia benar-benar ketakutan saat ini. Ia begitu mengenal suara tersebut. Ia takut melihat reaksi orang tersebut saat tahu bahwa ia sedang mencoba kabur dari istana.

“Prince..” Panggil orang itu lagi.

Prince Marcus pun mencoba untuk membalikkan badannya perlahan-lahan. Jantungnya saat ini benar-benar berdetak tidak karuan saat ia tahu siapa yang akan ia hadapi sebentar lagi. Ia tidak tahu apa yang harus ia jelaskan pada orang tersebut nantinya. Setelah ia benar-benar berbalik, secara perlahan-lahan ia mencoba mengangkat wajahnya menatap orang didepannya.

“Dd..daadd..” Ucapnya sedikit terbata-bata pada pria yang ternyata adalah ayahnya, King Andrew.

PLAAAAAKKKKKKK!!!!!

Prince Marcus begitu terkejut saat merasakan sakit dan perih dipipi kanannya. Ia hanya bisa terdiam menerima tamparan keras yang King Andrew layangkan pada putra kesayangannya barusan.

“Apa yang kau lakukan?? Mau kemana kau?? JAWAB!!!!!” Prince Marcus tetap terdiam mendengar teriakan serta amarah yang dilayangkan King Andrew tepat di wajahnya. Ia bingung. Ia tidak harus berkata apa.

Walaupun seluruh rakyat di wilayah Svenska Kingdom menganggap King Andrew sebagai seorang raja yang tampan, ramah, baik hati, berkharisma, dan begitu sempurna, namun itu tidak berlaku bagi Prince Marcus. Prince Marcus memang mengetahui dengan sangat jelas bagaimana watak ayahnya ini. King Andrew memang terlihat sempurna. Tapi, sebagai seorang ayah, King Andrew termasuk tipe ayah yang sangat keras terhadap anaknya sendiri.

“dad.. aku.. Aku..”

“JAWAB DADDY!!!! APA YANG MAU KAU LAKUKAN HAH?!??!!! BEGINI CARAMU LARI DARI PERJODOHAN?? IYA??”

King Andrew yang memang sudah sangat marah terhadap anaknya itu segera menarik tangan Prince Marcus untuk masuk kembali kedalam istana. Sedangkan Prince Marcus, ia hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan kasar ayahnya. Ia hanya tinggal menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi padanya.

Begitu King Andrew dan Prince Marcus tiba di ruang keluarga istana, Queen Evelyn yang terbangun dari tidurnya pun segera menghampiri dua orang pria kesayangannya itu. Ia begitu terkejut saat mendapati penampilan anaknya yang rapi dan membawa tas ransel di tubuhnya.

“Honey, What’s wrong??” Tanyanya pada King Andrew.

“Ask Him!!!” Ucap King Andrew ketus sembari sedikit mendorong tubuh Prince Kyuhyun ke sofa ruang keluarga kerajaan agar duduk.

Setelah dipastikan putranya itu duduk, King Andrew berdiri dihadapan putranya sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang. Ia menatap Prince Marcus begitu tajam disaksikan juga oleh Queen Evelyn yang lebih memilih duduk disamping Prince Marcus. Sedangkan Prince Marcus, ia lebih memilih menatap kesemua benda yang berada didepannya daripada menatap ayahnya yang sedang dikuasai amarah itu.

“Tell me, prince.. kenapa kau melakukan ini?? kenapa kau mau kabur dari istana?? Kau marah pada  kami??” Tanya Queen Evelyn begitu lembut pada anak semata wayangnya. Sangat berbeda dengan emosi yang ditunjukkan oleh King Andrew.

“I’m Sorry Mom.. I .. I don’t…” Belum selesai Prince marcus berbicara, King Andrew sudah memotongnya terlebih dahulu.

“JAWAB KAMI!!! Aku benci orang yang bertele-tele!!!”

“Honey, Stop!! Bagaimana Marcus bisa menjawab kalau kau terus menerus memarahinya seperti itu?! Listen him first!!” bela Queen Evelyn.

“Mom.. Dad.. I’m sorry. Aku.. Aku melakukan ini karena… Karena aku tidak setuju dengan keputusan kalian yang memaksaku untuk bertemu dengan Princess Laurencia. I hate to do it!! Aku benci dijodohkan. Aku ingin memilih pendampingku sendiri.”

King Andrew dan Queen Evelyn saling menatap satu sama lain. King Andrew menghela nafas berat. Ia kemudian menghampiri istri dan anaknya untuk ikut duduk bersama dengan mereka.

“Tell Me Prince.. apa alasanmu menolak perjodohan ini??” King Andrew kali ini menatap putranya itu dengan penuh bijaksana.

“i don’t know who she is, I don’t know like what her face, I don’t know from where she is, I don’t even know her personality. Bagaimana aku bisa menikah dengannya kalau bahkan rasa cinta saja aku tidak ada?! Honestly, i have someone i like. Aku ingin mengejar cintaku sendiri. I’m sorry dad, i can’t do this. ”

Mendengar semua kejujuran dari Prince Marcus, King Andrew kembali menghela nafas. Ia mengangguk-angguk kecil tanda mengerti dengan semua pernyataan putranya. Inilah yang ditunggunya selama ini. Yaitu, kejujuran dari Prince Marcus secara langsung.

Sebenarnya, King Andrew sudah mengetahui semuanya sejak awal dari Queen Evelyn secara langsung. Semua hal yang sudah diceritakan oleh Prince Marcus saat itu ternyata kembali diceritakan oleh Queen Evelyn kepada suaminya. Awalnya King Andrew sedikit tidak percaya dengan pernyataan Queen Evelyn. Sampai, akhirnya King Andrew sadar bahwa Putranya  salah paham terhadap semuanya.

“Listen to me, Prince.. Daddy tahu, daddy juga mengerti kalau kau memang tidak ingin dijodohkan dengan Princess Laurencia. Tapi… Bisakah kau mempertimbangkannya lagi?? Biar bagaimanapun, aku sudah berjanji dengan King Denis untuk menjodohkanmu dengan putrinya. Lusa besok kami sudah memutuskan untuk melaksanakan pertunangan kalian. So, just one time, Please.. i hope you can do this.”

“Your daddy was right, Prince.. untuk kali ini saja. Lagi pula, ini kan hanya pertunangan. Kami tidak akan langsung menikahkan kalian dalam waktu dekat. Kami juga mengerti.. biar bagaimanapun, kalian harus memiliki waktu bersama untuk saling mengenal satu sama lain.”

Prince Marcus semakin tersudut. Ia hanya bisa terdiam. Ia tidak bisa lagi lari apalagi sampai menolak permintaan kedua orang tuanya. Seberapa keras pun ia menolak, rasanya itu percuma. Kedua orang tuanya justru semakin mendorongnya untuk menerima semua perjodohan ini. Ia tidak tahu lagi pembelaan macam apa yang bisa ia berikan untuk membuat kedua orang tuanya mengerti dengan semua keinginannya selama ini.

“Prince…” Suara King Andrew membuyarkan lamunan Prince Marcus. Ia langsung menoleh kearah King Andrew ayahnya.

“Bagaimana? Kau mau kan menuruti permintaan kami?? Please.. ini semua demi kelangsungan Svenska Kingdom.” Tanya King Andrew sedikit memelas pada anaknya. Suatu hal yang bisa dibilang sangat jarang terjadi.

“Dad, bagaimana jika dalam waktu sebulan kami tidak bisa saling mencintai??”

“Yah.. kalau itu memang terjadi, aku tidak mungkin memaksa kalian lebih jauh lagi. Jika dalam sebulan kalian tidak saling mencintai, kau boleh menolak perjodohan ini.”

Prince Marcus pun akhirnya setuju dengan penawaran yang dilakukan oleh ayahnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan itu dan akan melaksanakan pertunangan yang sudah disiapkan dan direncanakan ayahnya dan King Denis lusa besok. Biar bagaimanapun, sebagai seorang pangeran, Prince Marcus sadar bahwa semua yang terjadi padanya sudah direncanakan sebaik mungkin.

****

PERUVIAN KINGDOM

Prince Alex sedang duduk terdiam di perpustakaan istana. Beberapa buku yang ada didepannya tidak ada yang tersentuh satupun. Bahkan buku yang sudah terbuka dan siap dibaca ditangannya seolah-olah tidak menarik baginya. Ia memilih untuk berdiam diri. Ia lebih memilih menikmati lamunannya saat ini.

Hatinya masih terasa sesak. Padahal kejadian itu sudah berlalu hampir dua minggu lebih. Kejadian dimana ia melihat Princess Hyemin, memeluk, dan mengecup bibir gadis itu – yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya – untuk terakhir kalinya.

Pikirannya masih melayang-layang ke beberapa waktu lalu saat ia masih menjadi kekasih gadis itu. Betapa bahagianya ia dulu saat tahu bahwa gadis yang dicintainya itu juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Betapa bahagianya mereka dulu saat menghabiskan waktu bersama-sama walaupun harus secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh yang lain.

Kini, Prince Alex merasa sebagian dari dirinya kosong. Semua kenangannya terhadap Princess Hyemin seakan sedang mempermainkan hatinya untuk terus menerus memaksanya memikirkan gadis itu. walaupun otaknya memaksanya untuk melupakan gadis itu, namun tidak dengan hatinya. Hatinya tidak ingin melupakan Princess Hyemin. Ia bahkan terus memaksa Prince Alex untuk tetap berjuang mempertahankan dan membawa kembali gadis itu kedalam pelukannya.

“Prince, Boleh Mommy masuk??”

Prince Alex menoleh kearah suara yang barusan memanggilnya. Dilihatnya sang ibu, Queen Crystal yang ternyata sudah mengetuk pintu daritadi sudah berdiri di depan pintu perpustakaan. Prince Alex hanya mengangguk. Ia kemudian pindah ke sofa perpustakaan agar ia dan ibunya lebih mudah berbicara.

“Prince, maaf kalau mommy kesini mengganggumu. But.. I think u should have know about this.”

Prince Alex melihat ibunya membawa sebuah gulungan kertas ditangannya. Diambilnya gulungan kertas tersebut dan ditatapnya selama beberapa detik gulungan kertas yang seperti undangan itu.

Hati Prince Alex tiba-tiba bergejolak. Ia tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, tapi yang jelas Prince Alex tahu bahwa ini adalah berita yang akan membuat hatinya kembali terluka lebih dalam. Luka yang akan sangat sulit sembuh bahkan untuk waktu yang sangat lama.

“Pertunangan.. hari minggu ini??” Gumam Prince Alex sangat pelan namun masih bisa didengar oleh sang ibu yang berada di sampingnya.

Queen Crystal yang mengerti pun segera menyentuh pundak putra kesayangannya. Ia begitu tahu apa yang dirasakan oleh putranya saat membaca undangan yang diberikan oleh Le Silla Kingdom mengenai pertunangan kedua putri kerajaan itu, Princess Sunyeong dan Princess Hyemin. Queen Crystal tahu sekali bagaimana perasaan Pangeran kerajaan itu saat mengetahui kenyataan yang sedang ada di hadapannya.

“Are u okay, dear??” tanya Queen Crystal sambil menatap putranya harap-harap cemas.

“Ah.. Hmm.. Yes mom. I’m Okay.”  Ucap Prince Alex mencoba tersenyum.

Apa yang dirasakan oleh Queen Crystal benar. Prince Alex sangat tidak baik-baik saja. Hatinya benar-benar kembali terluka. Rasa sakit yang dirasakannya kini jauh lebih hebat dibandingkan saat Princess Hyemin mengucapkan kata perpisahan dulu. Prince Alex tahu bahwa ini sudah saatnya ia menyerah. ia bahkan terlalu lelah bertahan dengan semua keinginannya yang tetap mengharapkan gadis itu untuk kembali padanya. Prince Alex lagi-lagi terdiam. Kembali, pikiran Pangeran tampan itu melayang. Ia seakan-akan bisa melihat Princess Hyemin berada didepannya, tersenyum padanya. Sungguh, hal itu membuat seluruh hati dan pikiran Pangeran tampan itu semakin hancur.

Queen Crystal begitu cemas dengan keadaannya putranya saat ini. Ia bisa melihat bagaimana perubahan wajah Prince Alex ketika membaca undangan pertunangan tersebut. Ia bahkan bisa melihat bagaimana rahang Prince Alex mengeras menahan semua kesedihan dan amarah yang meluap didalam dirinya. Undangan yang berada ditangannya pun kini sudah hancur tidak berbentuk lagi karena remasan kuat oleh tangannya.

Selama ini, Queen Crystal bukan tidak pernah tahu bagaimana perubahan yang terjadi pada putra semata wayangnya itu. Semenjak pengakuan Prince Alex mengenai hubungannya dengan Princess Hyemin dan bagaimana sedihnya ia saat hubungan putranya itu harus kandas ditengah jalan karena perjodohan yang sudah direncanakan oleh suaminya dan King Denis, Queen Crystal selalu mendapati putranya sering berdiam diri. Prince Alex lebih sering menghabiskan waktu dengan melamun, membaca, mengurung diri didalam kamar, atau pergi ketempat-tempat yang menjadi kenangannya dengan Princess Hyemin dulu.

“Sayang, kau tidak perlu datang kalau kau memang tidak ingin melihat semuanya.” Ucap Queen Crystal mencoba memecah keheningan di ruangan tersebut.

“Eh..Hmm, I’m okay Mom. Mommy tidak perlu cemas. Biar bagaimana pun, kita harus tetap datang. Aku bisa menghadapi semuanya..” Prince Alex mencoba untuk menenangkan hati orang tuanya.

Sesudahnya, Prince Alex segera pamit pergi dari perpustakaan itu dan meninggalkan ibunya masih duduk diam disana. Prince Alex berlari berjalan cepat menuju keluar istana. Ia tidak tahu kemana kakinya membawanya pergi. Tapi yang jelas, Prince Alex hanya ingin berlari dan pergi menjauh dari semua kenyataan yang seakan-akan terus mengejarnya.

****

LE SILLA KINGDOM – HARI PERTUNANGAN

Seorang putri terlihat sedang berdiri didepan cermin besar yang berada di kamarnya, menatap bayangannya sendiri. Ia tidak kaget dengan gadis cantik yang berada di cermin tersebut. Dengan balutan gaun malam kerajaan berwarna violet  , gadis itu terlihat begitu sempurna. Namun sayangnya, tidak ada seulas senyum pun yang mengembang dari wajah cantiknya.

Ia terlihat begitu sedih. Pancaran matanya seakan mengatakan bahwa ia tidak ingin menghadapi pertunangan yang sebentar lagi akan di lewatinya bersama dengan Pangeran yang tidak dicintainya itu. Jika saja ia bisa berontak, ia pasti akan meluapkan semua kesedihan dan kekesalannya pada siapa saja yang sudah memaksanya masuk kedalam takdir perjodohan  ini.

Dengan perlahan-lahan, gadis itu kemudian menyentuh bagian dadanya yang terasa sangat sesak dan sakit. Ia tidak ingin menangis. Ia tidak ingin orang  lain, terutama kedua orang tuanya tahu bahwa ia begitu tersiksa dengan semua keputusan Appanya. Tapi sayang, air matanya tidak bisa diajak kompromi. Ia menangis.. menangis karena sedih, marah, kecewa, dan terluka karena pada kenyataannya ia masih memikirkan mantan pacar yang sudah disakitinya beberapa waktu lalu.

TOK…TOK…TOK…

Mendengar suara pintu kamarnya  diketuk, gadis itu buru-buru menghapus air matanya di kedua pipinya. Ia segera menoleh kearah pintu kamar dan dilihatnya sang ibu sedang berjalan menghampirinya.

“Hyemin-ah, sudah siap?? Sebentar lagi Prince Donghae dan keluarganya tiba.” tanya Sang ibu yang adalah Queen Sungchan. Gadis yang ternyata adalah Princess Hyemin itu tersenyum kecil sambil mengangguk.

“Ne, eomma..” Jawab Pricess Hyemin.

Mereka berduapun segera keluar dari kamar itu dan menuju ke ruangan pesta yang sudah dihadiri oleh ratusan tamu undangan yang datang.

Masih didalam istana, suasana berbeda pun terlihat di kamar yang berada tidak jauh dari kamar Princess Hyemin. Seorang putri terlihat sedang meremas kedua tangannya serta gaun kuningnya  sesekali karena gugup. Ia terlihat mondar mandir di penjuru  kamarnya. Ia begitu gelisah. Gelisah memikirkan seperti apa calon pendamping yang katanya sudah dipilihkan ayahnya untuknya.

“Sunyeong-ah..” Gadis yang adalah Princess Sunyeong itu menoleh. Didapatinya sang ayah, King Leeteuk masuk kedalam kamarnya dan menghampirinya.

“Kau siap??” Tanya King Leeteuk yang dijawab anggukkan oleh putri sulungnya.

“Gomawo, sayang.. jeongmal gomawo kau sudah mau menuruti permintaan Appa. Mianhe, kalau keegoisan Appa membuatmu dan Hyemin menderita.” Ucap King Leeteuk menggenggam kedua tangan Putri kesayangannya.

“Gwaenchana Appa.. Ini kan hanya sebulan. Yang penting, asal Appa bahagia, aku juga ikut bahagia. Lagi pula, aku percaya Appa pasti melakukan ini karena Appa sayang pada kami kan?? Appa ingin aku dan yang lainnya bahagia. Geure??” King Leeteuk tersenyum. Dalam hatinya, ia seakan tidak rela menerima kenyataan bahwa putrinya sudah dewasa seperti sekarang ini.

“Ne.. semua yang kau bilang itu benar. Appa sangat mencintai kalian bertiga. Tapi…”

“Tapi Apa, Appa??” tanya Princess Sunyeong. Ia seperti melihat  sesuatu yang masih dipikirkan oleh ayahnya.

“Hyemin.. Appa takut Hyemin membenci Appa karena sudah memaksanya untuk bertunangan. Selama ini Hyemin tidak pernah memberi tahu bagaimana perasaannya pada Appa. Appa cemas.. Appa cemas kl Hyemin masih belum bisa melupakan Prince Zhoumi.”

Princess Sunyeong yang mengerti dengan kecemasan Appanya segera menggenggam kembali kedua tangan Ayahnya. Di tenangkannya hati Ayahnya itu dan diyakinkannya ayahnya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Appa, Hyemin tidak mungkin dan tidak akan membenci Appa! Aku tahu itu. Pokoknya, Appa tidak usah cemas. Aku percaya Hyemin sudah dewasa. Ia pasti bisa mengatasi hatinya sendiri. Jadiiiii….. Appa jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi. Arraseo?! Kajja Appa, kita turun. Kau tidak ingin membuat semua tamu undangan menunggu kan?”

Princess Sunyeong pun menggandeng tangan King Leeteuk dan mengajaknya untuk turun ke ruangan pesta. Disana, sudah terlihat Princess Hyemin yang sedang berdiri disamping Queen Sungchan ibunya dan Princess Aerin.

Malam ini, pesta pertunangan memang hanya dilaksanakan untuk dua putri Kerajaan Le Silla, yaitu Princess Sunyeong dan Princess Hyemin. khusus untuk Princess Aerin, sesuai dengan kesepakatannya dengan King Leeteuk saat itu, ia diberikan kebebasan untuk memilih pendampingnya sendiri. Jadilah saat ini hanya Princess Aerin sendiri yang terlihat berbeda dengan kedua saudari kandungnya.

Tidak lama setelah King Leeteuk dan Princess Sunyeong turun, dua kelaurga yang sudah tunggu-tunggu pun tiba. Para keluarga dari Kerajaan Everest dan Kerajaan Svenska secara berturut-turut masuk bergantian. Princess Sunyeong yang sedari awal tidak tahu seperti apa rupa wajah pria yang dijodohkan dengannya terlihat begitu penasaran. Ia beberapa kali sempat melongok kearah dua keluarga yang datang itu, mencoba mencari tahu dan menebak seperti apa calon pendampingnya kelak.

Hal yang berbeda justru ditunjukkan oleh Princess Hyemin. Ia tetap terlihat tenang. Ia bahkan tidak peduli dan tidak mau tahu sama sekali seperti apa wajah calon pendampingnya. Saat ini justru kedua matanya sedang mencari seseorang. Ia ingin memastikan bahwa ia tidak akan melihat pria itu disana.

Namun sayang.. secara tidak sengaja, mata gadis itu tertuju pada seorang pria yang berdiri di sebrangnya. Hatinya kembali mencelos. Hatinya kembali bergejolak, antara senang dan juga sedih. Ia begitu menyesali kenapa pria itu datang ke acara pertunangan ini dan melihat semuanya. Ia tidak ingin semakin menyakiti pria yang sampai saat ini masih dicintainya itu.

Selama beberapa waktu, baik Princess Hyemin maupun pria itu masih saling menatap satu sama lain. Mata mereka berdua seolah-olah menyiratkan rasa rindu yang sudah tersimpan lama dalam hati masing-masing. Bahkan tatapan mereka pun seakan menjadi tanda kesedihan yang tidak mampu mereka lepaskan dan juga rasa penyesalan yang sudah mereka lakukan selama ini.

“Ladies and Gentleman.. Please Welcome, Prince Donghae and Prince Kyuhyun..”

Suara riuh tepuk tangan begitu membahana di ruangan pesta istana Le Silla. Princess Sunyeong dan Princess Hyemin segera membuang pandangan mereka kearah dua orang pria tampan yang baru saja masuk ke tengah ruangan pesta.

****

SUNYEONG POV

Oh.. jadi seperti itu wajah Prince Kyuhyun. Memang tampan sih.. tapi, kenapa wajahnya seperti pria nakal dan usil seperti itu?! wajahnya juga terlihat galak. Apa benar dia itu anak kandung dari King Siwon dan Queen Gyuri?? Rasanya berbeda sekali dengan kedua orang tuanya..

Eh, Chankaman!!! Senyum itu… Hmm.. rasanya aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana yaaa?? Aku bahkan seperti pernah melihatnya belum lama ini. Tapi apa mungkin? karena setauku, pria yang aku temui beberapa waktu itu hanya Appa dan Yesung Oppa dari kerajaan Madison itu saja.

Tapi, ya sudahlah.. aku hanya bisa berharap semoga dia bisa menjadi pria yang manis dihadapanku. Semoga saja selama sebulan ini aku bisa mengenalnya lebih dekat. Dan semoga saja Prince Kyuhyun yang Appa pilihkan untukku ini memang pria yang baik.

****

HYEMIN POV

Prince Donghae.. entah kenapa aku tidak bisa merasakan apapun saat melihat wajahnya pertama kali. Kuakui, ia memang tampan, badannya proposional, senyumnya sangat manis dan ia juga ramah terhadap siapapun. Tapi.. entah kenapa aku tidak bisa merasakan apapun.

Aku sama sekali tidak menyukainya. Ah, maksudku.. bukan berarti aku membencinya. Tapi sungguh, hatiku sama sekali tidak bisa merasakan apapun saat melihatnya pertama kali. Aku merasa biasa saja.

Jujur saja, aku seperti ini karena aku  belum siap untuk membuka hatiku kembali untuk pria manapun. Kegagalanku dengan Prince Zhoumi kemarin benar-benar sudah membuat pertahanan hatiku runtuh. Aku terlalu takut untuk mencintai pria lain lagi. Aku tidak cukup berani untuk itu. Biar bagaimana pun, Aku masih mencintai Prince Zhoumi. Aku belum ingin melupakannya apalagi sampai menggantikannya dengan pria lain, walaupun ia itu Prince Donghae, tunanganku sendiri.

****

Acara pertunangan pun dimulai. Prince Kyuhyun dan Prince Donghae dipanggil ke depan untuk menemui calon pendamping mereka kelak, yaitu Princess Sunyeong dan Princess Hyemin. Setelahnya, barulah Princess Sunyeong dan Princess Aerin yang maju kedeoan untuk bertemu dengan pasangan mereka. Inilah Pertama kalinya kedua pasang Putri dan pangeran itu bertemu satu sama lain.

Mereka berempat pun masing-masing dihadapkan satu sama lain dengan pasangannya masing-masing. Untuk beberapa saat, mereka terlihat Saling menatap pasangan mereka lebih dekat.

****

KYUHYUN POV

Aku sudah menggenggam cincin yang aku sematkan di jari manis Princess Sunyeong. Sungguh, aku benar-benar bahagia hari ini. Aku bersyukur.. untung saja saat aku ingin kabur dari istana, Daddy berhasil menangkapku dan melarangku untuk pergi. Kalau tidak, aku pasti tidak akan pernah tahu bahwa sesungguhnya gadis yang selama ini ku inginkan adalah gadis yang juga dijodohkan oleh kedua orang tuaku.

Mommy benar.. aku benar-benar berterima kasih padanya. Baiklah, sepertinya aku harus sedikit menarik perhatian putri cantik didepanku ini agar ia bisa mencintaiku.

****

DONGHAE POV

Aku melihat tatapannya. Entah kenapa, aku merasa ia seperti sedang memendam satu kesedihan. Aku bahkan bisa melihat putri didepanku ini sama sekali tidak tertarik dengan pertunangan ini. Padahal, kalau saja ia tahu, aku begitu menantikan moment ini. Aku begitu menantikan hari ini. Hari dimana aku bisa menjadi pendampingnya.. hari dimana aku akan memulai satu hubungan baru untuk lebih mengenal dirinya secara dekat.

Prince Zhoumi.. Yah, sekarang aku tahu. Aku tahu apa yang membuat Princess Hyemin sedaritadi begitu gelisah dan sedih seperti sekarang. Aku tahu kenapa ia terus menerus menoleh kebelakang.

Baiklah.. aku akan menunjukkan padamu, Hyemin-ah. Aku akan berusaha untuk membuka hatimu kembali. Aku tidak akan membiarkanmu terus menerus memikirkan Prince Zhoumi lagi.

****

MC pun kemudian menyuruh Prince Donghae dan Prince Kyuhyun untuk memakaikan cincin di jari manis Princess Sunyeong dan Princess Aerin. Dengan agak kaku dan sama-sama canggung, kedua pangeran tampan itu pun kemudian memakaikan cincin yang sudah mereka bawa ke jari manis pasangan mareka sebagai bukti bahwa kini kedua pasang manusia itu sudah saling terikat satu sama lain.

Prince Zhoumi yang melihat adegan itu seketika melemas. Seluruh tubuhnya seperti di jatuhkan ke jurang yang paling dalam. Ada rasa tidak terima didalam dirinya saat melihat putri yang dicintainya sudah menjadi Tunangan pria lain. Prince Zhoumi yang tidak tahan pun, akhirnya menyerah. Ia memilih untuk mundur dari acara dan meninggalkan acara.

Princess Hyemin yang tahu bahwa Prince Zhoumi pergi pun mencoba mengejar. Tapi sayang, tangan mungil gadis itu sudah keburu di tahan oleh Prince Donghae

“Aku mohon.. Untuk kali ini tolong tetap bersama ku.” Ucap Prince Donghae begitu pelan. Hanya ia dan Princess Hyemin saja yang bisa mendengarnya.

Princess Hyemin begitu terkejut dengan tindakan dan ucapan Prince Donghae barusan. Entah kenapa, ia merasa mulai tidak menyukai sikap Prince Donghae yang menurutnya sudah mengekang dirinya.

…….

Pesta pun dimulai. Seluruh tamu undangan dipesta itu terlihat sudah mulai berbaur. Ada yang menyalami kedua pasangan Pangeran dan Putri yang sudah resmi bertunangan itu, ada yang bercengkrama dengan para raja dan ratu, ada yang menyantap makan malam, atau hingga duduk-duduk sambil menikmati suguhan music classic yang dimainkan oleh orchestra kerajaan.

Princess Aerin sedari berjalan-jalan sendiri. Ia terlihat seperti sedang mencari seseorang. Seseorang yang sudah disuruhnya untuk datang ke pesta pertunangan Kakak dan Adiknya ini.

“Looking for me??” Princess Aerin cukup terkejut saat tiba-tiba ia mendengar suara pria menggelitik telinganya. Refleks, cepat-cepat ia menoleh kebelakang, memastikan bahwa dugaannya tidak salah.

“Yesung Oppa…”

Wajah Princess Aerin berbinar. Entah kenapa, ia tiba-tiba menjadi senang bukan main saat melihat Pangeran dari kerajaan Madison itu.

“Wae.. kamu sedang mencariku kan?? Hehehehhe…” tebak Prince yesung narsis. Princess Aerin hanya tersenyum malu-malu.

“Ah iya.. Kajja, Oppa. Ku kenalkan pada tunangan eonnie dan dongsaengku. Kalau sudah, nanti kukenalkan kau pada Appa.”

Mendengar hal tersebut, Prince Yesung menahan tangan Princess Aerin yang sedang menggandengnya. Prince Yesung tahu itu tidak boleh terjadi.

“Aerin.. aku rasa, sebaiknya kita tidak usah bertemu dengan Appamu saja. Aku tidak ingin menghancurkan pesta pertunangan ini kalau sampai Appa mu tahu ada anggota keluarga kerajaan Madison ada disini.” Ucap Prince Yesung meyakinkan Princess Aerin. Princess Aerin pun kemudian mendekat. Ditatapnya Prince yesung lekat-lekat.

“Oppa.. aku tidak peduli Appa mau marah atau tidak atau Appa mau menghancurkan pesta ini atau tidak. Yang jelas, yang mengundang mu datang kesini itu aku dan juga Sunyeong eonnie dan Hyemin. Jadi, kau tidak perlu takut kalau Appa sampai mengusirmu nanti. Karena, kedua saudaraku itu pasti akan membelamu. Kajja…”

Prince Yesung hanya pasrah mengikuti permintaan Princess Aerin. Ia bahkan tidak bisa berkutik saat tangannya terus digandeng oleh gadis itu menuju ketempat dimana King Leeteuk dan Queen Sungchan berada. Dalam hati, Prince yesung sudah sangat was-was menantikan bagaimana akhirnya saat ia bertemu dengan King Leeteuk nanti.

“Appa, aku membawa temanku. Kenalkan.. Dia Yesung oppa.” Ucap Princess Aerin memperkenalkan Prince Yesung dihadapan King Leeteuk.

Raut wajah King Leeteuk saat melihat wajah Prince Yesung langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Raut wajahnya begitu menunjukkan ketidaksenangan saat tahu bahwa ada seseorang anggota kerajaan Madison yang datang menginjakkan kakinya di wilayah kerajaannya. Berbeda dengan King Leeteuk, Prince Yesung justru mencoba menunjukkan sikap ramahnya pada Raja didepannya.

“Annyeonghaseo.. Kim Jongwoon imnida.. bangapseumnida..” ucapnya sambil tersenyum dan membungkuk memperkenalkan diri.

King Leeteuk tidak menjawab. Wajahnya masih terlihat sangat tidak bersahabat dengan teman lelaki putrinya itu. Ia sungguh tidak sudi melihat Prince Yesung bahkan hanya sedetik saja. Princess Aerin yang tahu suasana yang tidak enak itu, langsung bertindak.

“Appa, Yesung Oppa ini adalah tamuku, Sunyeong eonnie dan Hyemin. Jadi, Appa tidak berhak mengusirnya. Ne??!!” Ucap Princess Aerin sambil berbisik persis ditelinga King Leeteuk.

King Leeteuk melihat kearah putrinya itu tidak percaya. Ia seakan tidak terima dengan keputusan yang diucapkan anaknya barusan. Queen Sungchan tahu bahwa ini tidak bias dibiarkan berlama-lama. Oleh karena itu, ia memberi tanda pada Princess Aerin untuk segera membawa Prince Yesung pergi dari hadapan mereka. Dan Tanpa menunggu ucapan dari King Leeteuk, Princess Aerin pun kemudian membawa Prince Yesung pergi dari hadapan kedua orang tuanya.

“Yeobo, it.. itu.. bagaimana anak dari pengkhianat itu datang kesini?? Dan bagaimana ceritanya putri kita bisa bertemu dengan anak itu?? kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku???” King Leeteuk terlihat sudah mulai meledak. Queen Sungchan mencoba memberikan penjelasan pada suaminya itu.

“Yeobo.. apa salahnya kalau putri kita berteman dengan anak King Kangin?? Kau itu kan membenci raja dan kerajaannya. Anak kita dan anak mereka kan tidak salah apa-apa.”

“JELAS SALAH!!! Pokoknya, aku tidak akan membiarkan anak-anakku, terutama Aerin, dekat denga anak-anak Kangin!! Mulai besok, aku tidak akan membiarkan mereka bertemu lagi!!! aku harus memisahkan mereka apapun yang terjadi!!” Ucap King Leeteuk tajam.

Queen Sungchan yang mendengar hal itu hanya menghela nafas pasrah. Biar bagaimana pun ia tidak mampu merubah semua keputusan suaminya. Ia tahu, bahwa mungkin sebentar lagi ia harus menyediakan dirinya untuk melindungi Princess Aerin dari kemarahan suaminya.

-TO BE CONTINUE-

17 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (Part 6)

  1. Teuk oppa jgn egois kasiN P.Aerin,
    Kyu untung g jdi prgi,
    P.Hyemi trimalh Hae, tpi q g tega sma zhoumi,
    4all Daebak eon,

  2. Kyu..klo kamu pergi..kau pasti akan menyesal!!! Haha….dia gk jd pergi..keke..
    Lah itu…appanya aerin (biasa..lupa nama) ckck cinta terlarang nih,,gk dibolehin yah sm appanya? Kasian mereka..fufufu..
    Donghae oppa…semangatlah…semangat mengejar Hyemin wakakakak…

    Eonni ff nya seru…aku kaget bgt..kok udah part 6 yah? Apa jgn2 aku kelewat xixi, gk taunya enggak, gk terasa, cepet bgt!
    Gumawooooooooooooooooooo
    #bow (__ __)

  3. Akhirnya kedua princess dan prince tunangan juga wlw yg baru suka baru princeny z tp aku yakin entar jg suka karena biasa hehe…kasian yesung oppa dan aerin belum apa2 udh dihadang duluan kayanya klw buat yesung oppa dan aerin ceritanya bkl agak panjang dan berliku.ditunggu lanjutannya yah bener2 ga sabar pengen tau kelanjutan ceritanya

  4. annyeong haseyo resti imnida slm knal aku readers br disini,

    ceritanya menarik aku gak sabar nunggu para prince itu menaklukan hati para princes nya pasti seru..wah yang menyedihkan pasti hubangan yeepa yang di tentang ortu ayo yeepa semangat dapatkan cintaku ya hwakting

    chingu cepet publist lg ya ff nya aku tunggu lanjutanya

  5. haha mian chingu maksudnya yeepa dapatkan cintamu he aduh jadi malu mhon maklum aku terlu semangat commentnya

  6. SI Prince sangat bahagia..
    Si Princess merasa nelangsa…
    Kira-kira apa yang akan terjadi??
    Tebakan 1 : Kyuhyun dan Sunyeong bakalan sering bertengkar.. wkwkwkwk
    Tebakan 2 : Hyemin bakalan sering marah ama Donghae tapi Donghae tetap sabar aja.. Dan hubungan mereka pun akan dekat karena Donghae mengerti perasaan Hyemin
    Tebakan 3 : Cerita Yesung dan Aerin akan seperti Juliet tanpa adegan bunuh dirinya..
    #soktahu
    Wkwkwkwkwk…

    Ceritanya makin bagus…😀

  7. Kasian.. bngt… mrk trpks tunangan… tp mnrt ku mrk couple yg cck
    tp skrg aerin yg kasian… huuu jd kebalik-balik… sunyeong-hyemin trs aerin

  8. Ciiieeeeeee ciiiieeeeeeee akhirny jd tunangan jg.. Untung aj siwon brhasil mncegah kyu kabur. Bnr kn kyu km g bkal kcewaaaaaa… Huuuuuu.. Awalny aj nolak, skg dy kegirangan. Hahahaha.. Wah wah sortiny stlh ini aerin bkal mngalami mslh dlm prcintaanny..

  9. Waah selalu ngerasa ga enak kalo donghae harus tersakitin dulu
    seperti ya eunhyuk hanya jadi cameo doang tpi gpp soal ya masih ada donghae
    mau baca part selanjutnya

  10. kyu baby, knapa kmu lari?? kamu ga mau tunangan sama aku?? *plakk* tapi untung aja ada appa wonnie .. hahahahaa bagus deh gw suka siwon tegas😉

    hyemin kurangin dikit ego, keras kpla, sifat susah di atur lo. jngn smpai lo nyesel di kemudian hari. elo pasti sama donghae.

    yerin sabar yak. jgn brhnti mmprtahankan cnta kalian.

  11. tow kn yg skit hati ntr da ada donghae oppa yg kisah cintax g drestuin yrin couple aduh kdi ruwet nich kisah bkin pnasaran dech lnjutanx hmn

  12. Tuh kn emg benar kyknya emg ada sesuatu antara dua kerajaan ini ada apa sich? Aq penasaran bgttt

    Lanjuutttt!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s