THE ROYAL WEDDINGS (Part 4)

Annyeong Readers… ^^ Akhirnya cerita admin yg ini di selesai juga. Mianhe… Jeongmal Mianhe buat salah satu saeng Admin yg initialnya “ui” kl cerita ini lamaaaaaa bgt dibuatnya n sampe bikin km lumutan nunggu.Heheheh..

Nah, di part 4 x ini admin mau ngasih sedikit lagi hal yang beda.. kalau biasanya kemaren-kemaren admin Cuma ngasih tahu “foto keluarga” para anggota keluarga kerajaan, kali ini admin mau ngasih pake gambar istana-istana tempat mereka tinggal. Hehehehhe… biar labih afdol & feel nya lebih dapet gtu…😀

Oia, admin juga lupa!!! Kenapa admin pilih hari ini sebagai “waktu mempublishan” FF ini, karena hari ini hari yang spesial.. HARI INI MAGNAE ADMIN DISINI ULANG TAHUN…!!!! \^0^/

Saengil chukkae hamnida buat si Magnae… hehehehhe…

Ya udah, daripada kepanjangan, mending langsung aja yaaaa… untuk pengingat & pengenalan para anggota keluarga kerajaan  & istana-istana tempat mereka tinggal…

LE SILLA KINGDOM

    

King                       : Park Jungsoo/Leeteuk (Denis Park)

Queen                  : Park Sungchan (Alice Park)

Princess 1            : Park Sunyeong (Laurencia Park)

Princess 2            : Park Aerin (Ivana Park)

Princess 3            : Park Hyemin (Dominic Park)

EVEREST KINGDOM

 

King                       : Lee Sungmin (Vincent Lee)

Queen                  : Lee Yeonhee (Cathrine lee)

Prince 1                : Lee Hyukjae/Eunhyuk (Spencer Lee)

Prince 2                : Lee Donghae (Aiden Lee)

SVENSKA KINGDOM

    

King                       : Choi Siwon (Andrew Choi)

Queen                  : Nam Gyuri/Choi Gyuri (Evelyn Choi)

Prince                   : Choi Kyuhyun (Marcus Choi)

MADISON KINGDOM

 

King                       : Kim Youngwoon/Kangin (Jordan Kim)

Queen                  : Lee Yoonji/Kim Yoonji (Beatrix Kim)

Prince 1                : Kim Jongwoon/Yesung (Jeremy Kim)

Prince 2                : Kim Ryeowook (Nathan Kim)

Prince 3                : Kim Kibum (Bryan Kim)

PERUVIAN KINGDOM

  

King                     : Tan Hangeng (Joshua Tan)

Queen                  : Liu Yifei (Crystal Liu)

Prince                  : Zhou Mi (Alex Zhou)

Kl gtu, HAPPY READING yaaaaa… Jangan lupa di COMMENT. Jangan Cuma bisa jadi SILENT READERS ajaa. Nanti kl jiwa ‘Heechul’ admin kelaur, habis lho kalian..hihihihi… ^^v

Gomawo yaaaa…

*****************************************************

LE SILLA KINGDOM

King Leeteuk terlihat sedang berpikir keras di ruangan kerjanya. Bukan mengenai masalah kerajaan lah yang membuatnya begitu gusar. Melainkan masalah antara dirinya dan ketiga putrinya. Saat ini, ketiga putri kerajaan Le Silla sedang menjalankan aksi “diam” terhadapnya. Tidak ada satu pun dari ketiga putri tersebut yang mau berbicara dengannya semenjak keputusannya untuk menjodohkan ketiga putrinya dengan beberapa orang Pangeran dari kerajaan tetangga.

Ia begitu risau. Sudah sering kali ia mencoba mengajak mereka bicara, namun tidak ada satu pun dari mereka yang mau mendengar penjelasan dirinya. King Leeteuk merasa kesal dengan dirinya sendiri. Semenjak ia melihat secara langsung bagaimana wajah kesedihan serta air mata Princess Hyemin saat mereka berbicara beberapa hari yang lalu, nalurinya sebagai seorang ayah terkoyak. Ia merasa sedih dan sangat menyesal dengan semua keputusan sepihaknya. Ditambah lagi ucapan Princess Aerin yang mengharapkan agar dirinya merestui putri tersebut untuk mencari pendamping nya sendiri semakin membuatnya merasa sudah menjadi seorang ayah yang gagal membahagiakan ketiga anaknya.

“Yeobo, ada apa?? Kenapa kau masih disini??” tanya seorang ratu cantik nan anggun masuk kedalam ruangan King Leeteuk untuk menemui suaminya. Wanita yang adalah Queen Sungchan itu tahu apa yang sedang dirasakan oleh suaminya.

“Yeobo, apa aku salah kalau aku mengharapkan ketiga putri ku bahagia?? Apa aku salah kalau aku mengharapkan putriku mendapatkan seorang pendamping yang sepadan dengannya??” tanya King Leeteuk pada istri disampingnya. Terlihat sekali wajah lelahnya begitu terpancar dari wajahnya yang  tampan dan terlihat awet muda itu. Queen Sungchan menggeleng dan tersenyum.

“Semua orang tua tidak ada yang mengharapkan anaknya tidak bahagia. Begitu juga dengan kita. Kau sama sekali tidak bersalah jika kau mengharapkan ketiga putri kita bahagia. Sama seperti mu, aku juga ingin ketiga putriku mendapatkan pendamping yang sepadan untuk mereka.”

“Lantas, kenapa mereka sekarang seperti ini?? kenapa mereka semua menjauhiku?? Sungguh, aku benar-benar tidak tahan dimusuhi oleh anak-anakku sendiri! Aku tidak ingin mereka menjauhiku bahkan sampai menghindariku seperti ini! Apa sebegitu fatalnya semua kesalahan ku pada mereka sampai mereka sendiri muak melihat ayahnya??”

Prince Leeteuk mengacak-acak rambutnya frustasi. Wajahnya begitu merah menahan semua emosi yang tengah bergejolak di hatinya. Genangan air mata juga sudah mulai terlihat di kedua pelupuk matanya. Ia sedih.. seluruh penyesalan dalam dirinya nyaris meluap merasakan bagaimana hubungan antara dirinya dan ketiga putrinya semakin menjauh karena sikap dan keputusannya sendiri.

“Husshh.. Yeobo, kau itu bicara apa?? Mereka tidak memusuhi mu.. mereka hanya kecewa. Mereka semua kecewa karena keputusan mu yang begitu mendadak dan tanpa persetujuan dari mereka. Cara yang kau ambil itu lah yang membuat mereka kecewa terhadapmu.” Ucap Queen Sungchan menenangkan Rajanya yang sangat sensitif itu.

TOK..TOK..TOK..

Kedua raja dan ratu itu langsung menoleh ke arah pintu di samping tempat mereka duduk saat ini. Dilihatnya putri sulung mereka, Princess Sunyeong tengah masuk ke dalam ruangan tempat kedua orang tuanya sedang berbincang. King Leeteuk pun tersadar dan langsung buru-buru menghapus air mata yang sempat jatuh ke pipinya.

“Sayang, ada apa??” tanya Queen Sungchan pada Princess Sunyeong yang sedang berjalan menghampiri tempat duduk mereka berdua.

“Appa.. Mianhaeyo..” King Leeteuk dan Queen Sungchan menatap satu sama lain, bingung dengan ucapan Princess Sunyeong yang tiba-tiba. Princess Sunyeong sedikit menunduk dan menghindari tatapan kedua orangtuanya.

“Mwo?! Ada apa Sunyeong-ah?? Sini.. kemari. Duduk di samping Appa…”

King Leeteuk tersenyum penuh kasih sayang pada Princess Sunyeong sambil mengajaknya untuk duduk disebelahnya. Ia berusaha menutupi semua yang dirasakannya saat ini. Queen Sungchan sadar, bahwa ini mungkin bisa menjadi waktu yang begitu berharga untuk suami dan putri tercintanya untuk saling berbicara dari hati ke hati. Maka, ia pun dengan sengaja langsung beranjak dari tempat duduknya untuk pergi keluar meninggalkan mereka berdua.

“Kalian bicaralah.. Eomma pergi ke kamar dulu” Ucap Queen Sungchan sambil berjalan keluar dari tempat ini.

“Ada apa sayang?? Kenapa kau meminta maaf pada Appa, hmm??” tanya King Leeteuk pada putri sulungnya itu ketika mereka berdua sudah duduk berhadap-hadapan.

“Appa, Mianhe.. aku sudah mendengar semuanya tadi di luar. Aku.. aku tidak bermaskud untuk menguping pembicaraan Appa dan Eomma. Mianhe.. Jeongmal mianhe kalau sikap kami bertiga membuat Appa sedih dan kecewa.” King Leeteuk cukup terkejut dengan pernyataan putri sulung nya itu. Tapi ia senang… entah kenapa ia merasa senang putrinya mau menceritakan apa yang dirasakannya padanya. Ia pun menggenggam kedua tangan putrinya dan menatap putrinya penuh dengan kasih sayang.

“Kau tidak perlu meminta maaf pada Appa. Harusnya Appa yang meminta maaf pada kalian semua. Appa sudah membuat kalian kesal dengan semua sikap diam-diam Appa. Maafkan Appa yaaa.. Appa melakukan ini karena Appa ingin melihat kalian bertiga bahagia. Tapi selama ini Appa tidak pernah sadar bahwa cara yang Appa tempuh ini salah.. Jeongmal Mianhe, Sunyeongie..”

Princess Sunyeong menatap kedua mata cokelat Ayahnya. Ia tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ia senang bisa membuat ayahnya kembali tersenyum lagi. Bagi King Leeteuk dan Princess Sunyeong sendiri, ini lah waktu yang cukup lama mereka nanti-nantikan. Waktu dimana mereka, sebagai seorang ayah dan anak, duduk berdua dan berbicara mengenai semua hal secara terbuka satu sama lain. Waktu berdua yang rasanya sudah lama sekali tidak mereka temui karena kesibukan ayah mereka dalam mengelola kerajaan.

“Tapi, Appa.. lantas, bagaimana dengan perjodohannya?? Bukankah Appa sudah berjanji dengan raja lainnya?” ucapan Princess Sunyeong barusan membuat King Leeteuk terdiam. Inilah yang sama sekali belum ia pikirkan sejak tadi.

“Ah, Itu… Gwaenchana, sayang. Appa nanti akan mencari cara terbaiknya. Ne??” Ucap king Leeteuk meyakinkan Princess Sunyeong. Padahal, didalam hatinya sendiri ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia tidak mungkin membatalkan perjodohan ini. Tapi, ia juga tidak ingin hubungan baiknya dengan ketiga putrinya yang baru saja kembali terjalin baik menjadi berantakan lagi.

Princess Sunyeong tahu bahwa ayahnya belum memikirkan cara apapun untuk memutuskan kelanjutan Perjodohan yang di lakukannya. Ia tahu itu hanyalah strategi dari ayahnya agar membuatnya senang dan tenang. Ia terlalu mengenal ayahnya. Seakan tahu apa yang dirasakan ayahnya, Putri sulung kerajaan Le Silla itu langsung mencoba menawarkan solusi padanya.

“Appa.. aku tahu apa yang Appa rasakan. Appa jangan membohongiku! Aku tahu betul bagaimana tradisi dan budaya kerajaan mengenai perjodohan. Perjodohan tidak akan bisa dibatalkan. Jadi… bagaimana kalau Appa terima usulku??”

“Usul mu?? Mwoya??” Tanya King Leeteuk sedikit antusias.

“Begini.. Appa tidak perlu membatalkan perjodohan kami bertiga. Tapi jika Appa tidak keberatan, Appa cukup pertemukan kami bertiga dengan para Pangeran yang Appa jodohkan dengan kami. Lalu beri kami waktu satu bulan untuk saling mengenal satu sama lain. Dan jika dalam waktu satu bulan kami tidak mengalami kecocokan, kami berhak memilih untuk menolak perjodohan ini. Tapi jika dalam selang waktu itu kami bisa saling mencintai, Appa boleh menikahkan kami. Eottokhae??”

King Leeteuk terkejut dengan usul dan pernyataan putrinya barusan. Ia sama sekali tidak menyangka putrinya itu memiliki pikiran yang begitu luas dan sangat bijaksana seperti itu. Ia sendiri bahkan sama sekali tidak pernah berpikir sampai disitu.

“Ne.. Ne.. Baiklah, Appa setuju dengan usulmu!” Ucap King Leeteuk tersenyum senang dengan keputusan tersebut. Namun, beberapa detik setelahnya ia kembali terdiam. Ada satu hal penting yang tidak ia sadari.

“Tapii.. Bagaimana dengan Aerin dan Hyemin?? kau tau kan kalau Hyemin itu mantan pacar Prince Zhou Mi. Dan Aerin, sudah Appa jodohkan dengannya.  Lantas…”

“Tenang saja Appa… Aku sudah memikirkan semuanya. Appa tidak perlu cemas. Pokoknya, tetap pertemukan Hyemin dengan Prince Aiden. Nanti aku akan mencoba untuk berbicara baik-baik dengannya. Soal Aerin.. Mungkin Appa memang harus memberikan pengecualian terhadapnya. Biar bagaimana pun, Aerin tidak mungkin bersama Prince Zhou Mi. Kita harus memikirkan sedikit perasaan Hyemin, kan Appa??” King Leeteuk mengangguk setuju.

“lantas… Mengenai Aerin, bagimana??”

“Aku rasa khusus Aerin, Appa harus memberikan kebebasan terhadapnya untuk mencari dan memilih sendiri pendamping hidupnya. Lagi pula, kan kau sendiri yang berkata seperti itu kemarin.”

King Leeteuk setuju dengan semua ucapan Princess Sunyeong. Ia baru sadar, kenapa selama ini ia begitu bodoh memutuskan semuanya sendiri tanpa melibatkan anak-anaknya. Ia sungguh terbantu dengan pemikiran putrinya yang sudah semakin dewasa menurutnya. Kalau saja sejak awal ia membicarakan semuanya dengan anak-anaknya, pasti semuanya tidak akan berakhir berantakan seperti ini.

“Gomawo, sayang.. Jeongmal Gomawo kau sudah mau membantu Appa. Appa benar-benar bersyukur memiliki putri sepertimu dan yang lainnya.” Ucap King Leeteuk bangga.

********

Princess Aerin sedang berjalan-jalan melewati sebuah hutan yang tidak terlalu lebat dengan pohon-pohon besar yang berdiri di seluruh wilayah tersebut untuk menuju ke sebuah sekolah kecil tempat rakyat-rakyatnya yang tidak mampu untuk belajar. Ia mengajar disana. Tanpa kenal lelah dan tanpa memikirkan bayaran apapun, ia melakukan semuanya itu dengan sukarela.

Princess Aerin cukup kesulitan saat berjalan karena gaun warna baby bluenya yang sangat panjang serta high heels yang dikenakannya terkadang membuatnya terserempet dan nyaris terjatuh. Mungkin, orang yang melihat hal tersebut akan merasa aneh dengan Princess Aerin yang terus berjalan sendiri tanpa seorang pengawal kerajaan yang mengawalnya atau yang mengantarnya sampai ke kota. Tapi, memang seperti itulah  Princess Aerin.. ia putri yang sangat mandiri. Ia tidak ingin merepotkan siapapun selama ia masih bisa melakukannya seorang diri. Ia juga tidak ingin bersikap menjadi seorang putri yang manja yang kemana-mana harus di kawal atau apapun yang dilakukan harus menyuruh orang lain.

Princess Aerin terus berjalan. Ia semakin mempercepat jalannya agar ia bisa sampai tepat waktu untuk mengajar anak-anak kecil yang begitu disayanginya. Namun, karena langkahnya yang begitu terburu-buru, Princess Aerin sampai tidak menyadari bahwa ada sebuah lubang kecil yang tidak begitu terlihat berada di depannya. Hingga tiba-tiba..

SREEKKK..

Hak dari sepatu Princess Aerin masuk ke dalam lubang tersebut. Princess Aerin yang begitu terkejut pun nyaris saja terjerembab jatuh. Untuk saja ia segera berpegangan dengan batang pohon yang berada di sampingnya dan segera kembali menyeimbangkan tubuhnya.

“Aaaww.. Aissh, sepatuku!!” Princess Aerin mencoba mengeluarkan hak sepatunya dengan menarik kakinya ke atas. Namun, seberapa keras ia mencoba ia tidak bisa. Tenaganya tidak cukup kuat untuk menarik hak sepatu yang memang tertancap cukup dalam tersebut.

Hampir selama 5 menit lebih Princess Aerin berkutat dengan pekerjaannya untuk mengeluarkan sepatunya dari lubang tersebut. Namun tetap saja.. semakin ia berusaha keras, semakin ia tidak bisa mengeluarkan benda yang menjadi alas kakinya tersebut.

“Oh, Come On!!! Aku harus segera pergi.. Isshh, kenapa susah sekali sih!!!??”Princess Aerin menggerutu sendiri. Sampai…

“Ada yang bisa dibantu, Agasshi??”

Princess Aerin begitu terkejut setengah mati saat secara tiba-tiba ia mendengar suara seorang pria menyapanya. Jantung berdegup dengan sangat kencang karena keterkejutannya tadi. Dan saat ia menoleh ke arah belakang, ia melihat seorang pria dengan pakaian hitam panjangnya serta jubah nya yang juga berwarna hitam yang hanya di sampirkan atau di gantungkan begitu saja di pundaknya sedang tersenyum menatapnya yang sedang kesusahan.

Princess Aerin terdiam. Ia tidak berani menatap orang itu atau bahkan membalas ucapannya. Ia tidak ingin ada orang asing yang berbicara padanya, takut-takut kalau orang tersebut adalah orang yang ingin berniat jahat padanya.

“Hey, apa kau ada masalah?? Sepertinya hak sepatumu masuk kedalam lubang itu.. sini biar aku bantu.” Ucap Pria itu turun dari kuda putihnya dan menghampiri Princess Aerin.

“STOP!!! Ani.. aku bisa sendiri.” Ucap Princess Aerin sedikit ketus pada pria itu saat pria itu mendekat ke arahnya. Si pria yang menyadari ketakutan Princess Aerin terhadapnya, sedikit tertawa. Ia menghampiri Princess Aerin dan langsung berjongkok memegang kaki dan sepatu Princess Aerin untuk mengeluarkan hak sepatunya.

“Hahaha.. Wae?? Jangan bilang kau takut padaku?? Hah.. aku ini bukan orang jahat! Aku menghampirimu karena aku ingin menolongmu yang sedang kesusahan.” Mendengar ucapan serta suara pria itu yang begitu halus, Princess Aerin seperti terhipnotis. Ia yang awalnya sedikit memberontak saat si Pria menyentuh kaki dan sepatunya, akhirnya pasrah. Ia membiarkan pria itu membantunya.

SEETT…

Dan akhirnya hanya dengan sedikit kekuatan pria yang dimilikinya, Pria itu berhasil melepaskan hak sepatu Princess Aerin dan mengeluarkannya dari dalam lubang tersebut. Princess Aerin segera berbalik menghadap pria yang sudah menolongnya itu.

“Kamshahamnida.. terima kasih kau sudah mau menolong ku. Aku tidak tahu apa jadinya kalau kau tidak datang” Ucap Princess Aerin sambil sedikit membungkukkan badannya dengan anggun dan sopan. Si pria hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Cheonmaneyo.. Aku juga senang bisa membantu mu..” untuk beberapa detik mereka berdua terdiam satu sama lain.

“Hmm.. kalau boleh tahu, apa… kau itu seorang putri??” tanya si pria hati-hati saat menatap penampilan Princess Aerin di depannya.

“Oh, Ne.. Perkenalkan, Park Aerin Imnida.. aku putri dari kerajaan Le Silla.” Jawab Princess Aerin.

“Mwo?! Kalau begitu kita sama.. Perkenalkan, Kim Jongwoon Imnida.. tapi kau cukup memanggilku Yesung saja. Aku pangeran dari Kerajaan Madison.”

“Madison??” Tanya Princess Aerin heran.

“Yea, Madison.. wae?? Apa kau tidak pernah mendengar nama kerajaan kami??” Princess Aerin menggeleng.

Ia memang tidak pernah tahu bahwa ada kerajaan yang bernama Madison. Hal tersebut bukan karena tanpa sebab. Princess Aerin dan juga Princess Le Silla lainnya tidak pernah mengetahui kerajaan tersebut ada karena memang King Leeteuk yang sengaja menyembunyikan identitas kerajaan itu dari mereka. Karena bagi King Leeteuk, kerajaan Madison adalah Kerajaan yang sudah menjadi musuh bebuyutannya selama puluhan tahun ini.

“Princess Aerin, kalau boleh aku tahu, kau mau pergi kemana?? Dan.. kenapa kau pergi seorang diri?? Kemana para pengawalmu??” ucapan Prince yesung membuyarkan lamunan Princess Aerin.

“Oh, Hmmm.. aku mau pergi ke kota untuk mengajar anak-anak. Aku memang sudah terbiasa pergi kesana sendiri. Aku tidak ingin merepotkan para pengawalku.” Prince Yesung hanya mengangguk-anggukkan kepalanya kecil. Dalam hati, ia cukup terkesan dengan sifat dan pribadi Princess Aerin yang sangat bersahaja.

“Hmmm… bagaimana kalau kau kuantar?? Kebetulan, aku sedang jalan-jalan. Siapa tahu, aku bisa melihatmu mengajar anak-anak itu??” Tawar Prince Yesung hati-hati. Ia sedikit takut akan menerima penolakan dari princess Aerin karena mereka baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu.

“Oh.. Baiklah. Tentunya kalau kau tidak keberatan.” Ucap Princess Aerin sedikit tersipu.

“Ani!! Sama sekali tidak.. Ne, silakan..” Prince Yesung mengulurkan tangannya pada Princess Aerin. Ia sedikit gugup saat menggenggam tangan halus gadis itu untuk menuju ke kuda putihnya. Di bantunya dengan hati-hati gadis itu untuk naik ke atas punggung kudanya hingga akhirnya mereka berdua pergi dari tempat tersebut.

Setelah mereka berdua tiba di tempat yang dituju oleh Princess Aerin, Prince Yesung segera turun dari kudanya dan membantu Princess Aerin turun darisana. Untuk beberapa detik, mereka sempat tertangkap basah salah tingkah satu sama lain.

“Hmm.. Gomawo, Yesung ssi. Senang bertemu dengan mu. Dan.. sekali lagi terima kasih sudah menolong ku tadi.” Ucap Princess Aerin tersenyum ramah sambil membungkukkan tubuhnya.

“Cheonmaneyo.. aku juga senang menolongmu.” Ucap Prince Yesung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena gugup.

“Ne.. baiklah, kalau begitu aku masuk dulu. Josim Hasipseoyo.. Annyeong…” Princess Aerin langsung masuk meninggalkan Prince Yesung yang masih berdiri terdiam di luar memandangi punggung Putri manis itu. Namun, beberapa langkah sebelum Princess Aerin masuk ke dalam tempatnya mengajar, Prince Yesung berteriak memanggilnya hingga membuatnya menghentikan jalannya.

“PRINCESS AERIIIINNNN… Apa kita akan bertemu lagi?? Ani… maksudku, boleh kah aku datang menemuimu lagi disini atau hmm… mungkin datang ke kerajaanmu??”

Wajah Prince Yesung langsung bersinar cerah saat ia melihat Princess Aerin tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda ia setuju. Prince Yesung hanya bisa tersenyum malu-malu sambil berteriak tertahan supaya tidak ada orang yang mengetahui bahwa hatinya saat itu sedang gembira gara-gara Putri manis dari kerajaan Le Silla itu.

*******

EVEREST KINGDOM

“Prince, where’re you goin??’ Tanya Queen Cathrine pada putra Bungsunya, Prince Aiden yang sedang bersiap-siap untuk pergi.

“I’ve to go Mom.. There’s something i should do.” Ucap nya begitu cuek pada Ibunya sendiri.

Sejak semalam, Prince Aiden secara diam-diam sudah berhasil menemukan foto serta data-data mengenai Princess Dominic. Putri yang katanya, akan dijodohkan dengannya. Ia diam-diam menyelinap kedalam ruangan kerja ayahnya, King Vincent untuk mengambil dan menemukan semua hal mengenai Putri tersebut. Dan hari ini, ia sudah bertekad kuat akan pergi ke istana tempat Putri itu tinggal. Ia ingin membicarakan semuanya dengan putri tersebut dan memintanya untuk membatalkan semua perjodohan yang sudah di putuskan oleh kedua orang tua mereka.

“But, where?? N what ‘something’ you must to do??” tanya Queen Cathrine penasaran dan tidak dijawab sama sekali oleh Prince Aiden.

“I’m sorry Mom, i can’t tell you now. But, i promise.. if the time is right, I’ll tell you! Bye Mom…”

Prince Aiden pun langsung melesat keluar dari istananya dan pergi menuju ke sebuah istana. Istana yang menjadi tempat tinggal calon istrinya kelak, menurut kedua orang tuanya. Prince Aiden tidak akan main-main dengan semua keputusannya. Baginya, ia tidak ingin dijodohkan oleh Princess Dominic. Ia hanya ingin bersama Princess Hyemin!

Sepanjang perjalanan, beberapa kali Prince Aiden menatap foto seorang putri yang berada dihadapannya itu. Ia memang  tidak kenal siapa  gadis itu dan dari kerajaan mana ia berasal. Tapi, ada satu hal yang membuat Prince Aiden merasa begitu familiar dengan senyum yang dimiliki oleh Princess Dominic dalam fotonya. Ia seperti pernah melihat senyum itu. Senyum yang sama yang baginya selalu membuatnya merasa begitu kecanduan.

“Why do I feel she is very much like her…” ucap Prince Aiden membatin dalam hatinya.

Prince Aiden memang tidak pernah mengetahui semua kebenaran yang tersimpan didalamnya. Sebuah fakta yang tersimpan dalam rencana perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya sebenarnya adalah sebuah rencana indah yang nantinya akan membawa kebahagiaan bagi Prince Aiden sendiri. Namun, kenyataan ternyata belum berpihak pada mereka saat ini. Semua kebenaran dan kenyatannya akan terjadi ketika waktunya untuk mereka bertemu sudah tepat.

********

SVENSKA KINGDOM

Prince marcus sedang uring-uringan akhir-akhir ini. Ia masih merasa tidak percaya dengan semua yang sudah diucapkan oleh ayahnya kepadanya beberapa waktu yang lalu mengenai perjodohan dirinya dengan Princess Laurencia. Ia masih merasa kesal dengan semua pemaksaan yang dilakukan ayahnya, King Andrew terhadap dirinya. Akibatnya, karena moodnya yang sedang jelek itu, ia jadi sering bertindak kasar, marah-marah pada seluruh penghuni istana, bahkan hingga mengurung diri didalam kamar dan tidak berbicara pada Ayahnya sama sekali.

“Prince.. Are you still mad??” ucap seorang ratu cantik menghampiri Putra mahkota satu-satunya yang sedang duduk membaca dihalaman istana. Prince Marcus terdiam tidak menjawab pertanyaan ibunya. Ia masih tetap asik membaca dan berpura-pura tidak mendengar.

“Prince, Aku tahu.. mungkin kau kesal dengan semua keputusan Ayahmu. But, trust me! We do this because we want you to be happy.” Ucap Queen Evelyn sambil menyentuh pundak Putranya pelan.

“If you want me to be happy, not like this way Mom.. i can find my girl with my own way.”  Ucapnya sedikit ketus tanpa membuang pandangannya dari buku dihadapannya. Mendengar  hal itu, Queen Evelyn hanya bisa menghela nafas. Ia sangat mengetahui watak putranya yang begitu keras kepala. Butuh kesabaran ekstra untuknya supaya Prince Marcus mau menerima keputusan dirinya dan Suaminya.

“Well.. kau menolak begitu keras semua keputusan kami mengenai perjodohanmu dengan Princess Laurencia. May i know dear, do you already have a girlfriend?? Or is there a girl who stole your heart??” Tanya Queen Evelyn tepat sasaran membuat Prince Marcus terdiam mengalihkan pandangannya ke arah Ibunya.

“No.. No, Mom.”  Prince Marcus merasa takut dan sedikit gugup.

Ia takut bahwa Ibunya akan tahu yang sebenarnya. Ia takut ibunya akan tahu bahwa ia memang sudah memiliki seseorang yang sudah menarik perhatiannya.  Merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan, Queen Evelyn tersenyum lembut. Ia menghadapkan wajah Prince Marcus ke arahnya sambil menatap manik mata cokelatnya.

“You can’t lie to me, dear… I know you so well! So, Tell me the truth..  I promise i won’t tell your dad about this.”  Ucap Queen Evelyn menyakinkan Putranya.

Prince Marcus memang begitu dekat dengan ibunya. Ia selalu percaya dengan wanita cantik dihadapannya ini. Maka, tanpa ada keraguan sedikit pun Prince Marcus mulai memberanikan diri untuk bercerita semuanya dengan ibunya. Tidak ada satupun yang ia tutup-tutupi. Ia berkata jujur mengenai perasaanya atau apa yang sedang dirasakannya saat ini. Semua yang ia rasakan, ia ceritakan pada Ibunya. Hingga, pada akhir ceritanya Queen Evelyn tersenyum penuh arti pada Pangeran tampan tersebut.

“Kalau kau percaya pada Ibu, kau harus terima perjodohan ini sayang! Trust me, One day you will surely thank us about this. Okeeyy…” Ucap Queen Evelyn sambil mengedipkan matanya dan segera beranjak meninggalkan Prince Marcus yang kebingungan dengan ucapan Ibunya. Ia semakin tidak mengerti dengan semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini.

******

LE SILLA KINGDOM

Saat ini, dua orang putri dari kerajaan Le Silla sedang terlibat omongan yang cukup serius. Entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya hal tersebut mencakup semua yang sudah terjadi akhir-akhir ini. Perdebatan kecil pun mewarnai obrolan mereka di ruang santai khusus para putri.

“Mwo?! Ya!! Kenapa Eonnie jadi tiba-tiba mendukung keputusan Appa?? Shireoh!!! Sampai kapan pun aku tidak akan menuruti semua kemauan Appa!!” Ucap putri bungsu kerajaan tersebut.

“Tapi Hyemin-ah, apa salahnya kau mencoba untuk menemuinya?? Ini hanya sebulan! Tidak lebih..” Princess Sulung itu terus mencoba meluluhkan kerasnya hati Princess Hyemin.

“Sebulan??!! Itu bahkan terlalu lama!!! Aku tetap tidak mau!!! Kalau Eonnie tetap memaksaku, aku tidak akan segan-segan memberontak atau bahkan bertindak kasar padamu.”

“Jebal Dongsaeng… Apa kau tidak kasihan pada Appa?? Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan Appa yang lelah karena sikap kita semua kemarin?? Appa sayang pada kita!!! Tidak bisakah kau sedikit membuat Appa bahagia???”

“Bahagia??? Ck.. Sekarang aku balikkan semua pertanyaan Eonnie barusan! SELAMA INI APA APPA PERNAH MEMIKIRKAN PERASAANKU?? APA APPA PERNAH MEMIKIRKAN BAGAIMANA SAKITNYA HATIKU SAAT AKU HARUS PUTUS DARI PRINCE ZHOU MI HANYA KARENA AKU TAHU BAHWA ZHOU MI AKAN DIJODOHKAN DENGAN AERIN EONNIE?? Selama ini aku selalu berusaha mengalah. Apapun yang Appa ingin kan dariku, aku selalu menurutinya. Tapi sekarang?? SETELAH APA YANG SUDAH APPA PERBUAT INI, KAU BAHKAN MASIH JUGA MEMBELANYA!!! KENAPA KAU JUGA TIDAK PERNAH BISA MENGERTI PERASAANKU, SUNYEONG EONNIE????” Princess Hyemin berteriak kesal pada Princess Sunyeong. Raut wajahnya terlihat begitu merah karena menahan semua amarah yang ada di dalam hatinya.

Sebenarnya wajar jika Princess Hyemin sampai semarah ini pada King Leeteuk, ayahnya. Sejak kecil, Princess Hyemin memang terkenal begitu menyayangi kedua orang tuanya. Apapun yang dikatakan dan diminta oleh kedua orang tuanya, ia selalu menurutinya. Ia bahkan selalu berusaha menjadi anak manis jika berhadapan dengan King Leeteuk dan Queen Sungchan. Dan diantara ketiga putri dari King Leeteuk dan Queen Sungchan, Princess Hyemin lah satu-satunya putri yang tidak pernah menuntut meminta ini dan itu pada kedua orang tuanya. Jadi wajar saja.. Jika kali ini, yang Princess Hyemin inginkan hanyalah tetap bersama Prince Zhou Mi dan menolak semua perjodohan yang sudah diputuskan oleh ayahnya. Hanya itu lah satu-satunya yang ingin ia minta dari ayahnya.

“Hyemin, Eonnie tahu kamu mungkin masih sedih karena hubunganmu dengan Prince Zhou Mi harus berakhir karena masalah ini. Eonnie juga tahu kalau kau masih sangat mencintainya. Tapi demi Appa.. Eonnie benar-benar mohon padamu. Tolong, temui Prince Aiden sekaliii saja. Kau harus tahu, saeng… kau harus tahu, Appa benar-benar menginginkan kita, anak-anaknya bahagia. Appa…”

“EONNIE CUKUP!!!!! JANGAN PERNAH EONNIE BERSIKAP SEPERTI APPA!!! APPA ITU EGOIS, APPA SELALU MEMAKSAKAN KEHENDAK PADA ANAK-ANAKNYA!! APPA TIDAK PERNAH PEKA, APPA TIDAK PERNAH TAHU BAGAIMANA PERASAAN ANAK-ANAKNYA!! APPA..”

PLAAAAAAKKKKKK…

Princess Hyemin memegang pipi kanannya yang terasa pedas dan panas akibat tamparan yang dilayangkan oleh Princess Sunyeong, kakaknya. Belum selesai semua ucapan yang dilontarkan oleh Princess Hyemin selesai, Princess sunyeong langsung mendaratkan telapak tangannya di pipi mulus adiknya. Bagi Princess Sunyeong, semua yang dikatakan oleh adiknya itu sudah kelewatan. Ia tidak bisa terima jika adiknya itu terus menjelek-jelekkan ayah mereka sendiri. Berulang-ulang kali Princess Sunyeong memberikan pengertian pada adiknya, namun Princess Hyemin tidak juga pernah mau mengerti.

Princess Hyemin dan Princess Sunyeong terdiam. Mereka saling menatap tajam satu sama lain. Ada berbagai macam perasaan campur aduk sedang melingkupi diri mereka saat ini.

“Kau boleh memaki ku karena sudah memaksamu! Tapi, jangan pernah sekalipun kau salahkan Appa dalam masalah ini!!!” Princess Sunyeong berkata tajam pada Princess Hyemin. Ia lelah.. Ia lelah berbicara dengan adiknya yang satu itu. maka, Princess sunyeong pun segera beranjak. Ia berbalik dan berjalan meninggalkan Princess Hyemin yang masih berdiri ditempatnya.

“Ah, dan 1 lagi yang harus kau ingat!!!” Princess Sunyeong menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Appa bukan tidak pernah memikirkan perasaanmu. Kalau kau mau tahu, Appa tidak jadi menjodohkan Prince Zhou Mi dengan Aerin. Dan itu semua karena ia MEMIKIRKAN PERASAANMU!! Ia bahkan terlalu memikirkan perasaanmu!! Demi kamu, Appa tidak lagi ingin memaksakan kehendaknya! Alasannya, karena ia tidak ingin melihatmu menangis lagi!!! ARRASEO??!!!”

Kata-kata Princess Sunyeong barusan sukses membuat seluruh tubuh Princess Hyemin melemas. Genangan air mata bahkan sudah mulai terlihat di kedua matanya. Ia menyesal.. Ia tiba-tiba merasa menjadi gadis yang paling bodoh.. gadis yang paling egois di dunia ini. Ia bahkan menyesal tidak pernah membicarakan semuanya pada King Leeteuk dengan baik-baik.

Dengan langkah yang terburu-buru, Princess Hyemin segera keluar dari ruangan itu dan berlari keluar istana. Dengan tangan yang menutupi mulutnya, ia terus berlari sambil menahan isak tangis yang membuat hatinya begitu sesak. Ia tidak tahu kemana arah kaki membawanya pergi. yang jelas, Princess Hyemin hanya mau mencari tempat untuk menyendiri, menangis mengeluarkan seluruh emosi dan kesesakan yang ada didalam hatinya. Hingga saatnya ia tiba di sebuah danau yang berada didekat istana Le Silla, Tiba-tiba…

BRUUUKKKK..

Karena tidak melihat jalan didepannya, Princess Hyemin tidak sengaja menabrak punggung seseorang yang sedang berdiri menatap hamparan luas didepannya. Kedua orang itu sama terkejut. Dan saat mereka menoleh masing-masing, mereka berdua cukup terkejut dengan pertemuan mereka kembali.

“Hyemin..”

“Zhou Mi…”

-TO BE CONTINUE-

20 thoughts on “THE ROYAL WEDDINGS (Part 4)

  1. Saenggil chukkae eonni,
    Kyaa~
    akhir’a kluar,
    King Teuk glau,
    OO,trnyta Yesung q kira Robert Pattinson,
    *plak
    Daebak eon,

  2. Yeyyy… yesung muncul! tapi masa cuma sgitu ja? n wookie mna? kok hilang? klo bsa, tlng bnykin part dialog yesungna. n wookie munculin donk di part 5 n jgn lpa dialog wookie jga bnyk, sifatny usahain kya yg asli. okehhh… INGAT! Waspadalah… waspadalah!*plakk…#ditimpuk sepatu princess aerin

  3. wahhhh,,
    hyemin ktemu zhou mi ,
    wahhhh gmna terusannya itu ,,
    nnti pas mreka sedang mengobrol ,,
    ehhhhh prince aiden melihat mereka ,,,
    eonni makin lama makin bikin penasaran ajj nie cerita ,,
    jangan lma2 ya eonni next.a ,,, #lllah masa gitu ,,,
    ditunggu lho🙂

  4. KYA…….SERUUUUUUUUUUUUU
    ahh part yg ini mulai seru…
    KONFLIK BERTEBARAN #hua senangnya (==’ seneng melihat org lain menderita maksud lo!)
    sebenernya masalahnya tuh cm salah paham aja. Cuma gara gara TOPENG! jd ribet bgni yah?
    Ahh sayangnya nih kan crtanya jaman dulu, dan JAMAN DULU itu blom ada internet! Makanya bang marcus hidupnya jgn di jaman dulu, klo jaman sekarang kan tgl search di google wkwkwk
    Aishh pokokke seru abissssss!!!
    Dan klo ngebayangin oppadeul ngomong pke bhs. Inggris tuh lucu eonni. Apalagi ngebayangin si tuan Cho, haha ngakak sendiri aku…
    Y dah..kelanjutannya aku tunggu. Jgn bosen2 ngtag aku yah
    gumawo

  5. SERUU!!!!
    baguss deh Hyemin nya cepat sadar-,- jaat amat sama appa nya sendiriii:/
    huaaa ~~ uda gak sabar nggu part selanjutnyaaa >< dtunggu yaa thorrr😀 gomawoo atass ff nyaa🙂

  6. Anyeong aku readers baru disini.aku suka ceritanya apalagi tentang kerjaan hehe…ceritanya bagus menarik lucu juga klw ngebayangin teuk oppa jd seorang raja dgn 3 princess yg mempunyai karakter yg berbeda2.aku ga sbr pengen tau kelanjutannya sama cerita2 sblmnya soalnya aku baru baca part

  7. Pusing mikirin siapa yang bakalan jadi dg Aerin.. Semuanya kandidat yang kuat.. ckckckck

    Ceritanya makin seruu thor.. Tanpa banyak bacot.. Langsung next part😀

  8. Hyaaaa
    kasian bngt!! kok sunyeong jahat bngt sih?…. knp hyeminnya d tampar? padahal kan hyemin emg bnr. lagipula aku jg stj sm pndptnya..

  9. Aaarrgghh..>o<

    Greget aku sma crtanya..
    Mancing emosi..
    Aku akan mendukung zhoumi dan hyemin..:D

    kakak kurang ajar..
    Knp pke acara tampar hyemin sgala..?
    Kasian kan hyemin ny..

  10. Pangeran impianku, Jeremy muncul. Kyaaaaaaa~ nnti scene-nya banyak kan ya. Kan seru tuh, 2 kerajaan yg bermusuhan tp penerusnya menjalin hubungan. Kekekeke….

    Zhoumi ketemu lagi ma Hyemin, aku kira itu Donge’

  11. Aaaahhh sunyeong bijaksana jg ya tryt.. calonnya sp dl, kyuppaaaaaaa.. Hahahaha g nyambung.. Iya tu bnr kta2 omma kyu, kyu pst g bkal nyesel kl mw nrima prjodohan itu. Btw hyemin keras kpla bgt ya.. Hhhhhhh bnr2 susah deh.. Wah tu ktmu lg sm zhoumi. Trs apa yg bkal trjd y?

  12. Kyaaaaa hyemi moment lagii :3 ntar hyemin ujung”nya bkal sm donge kan?. tapi zhoumi gege gmna? ksian jg ga dpt couple :”)

    nyiahahaa kyk ny queen evelyn nangkep nih sape cew yg ditaksir kyuhyun😉 kkkkekek~
    waah sngaja ya para nyak babe ngasih identitas anak” nya pke nama barat. biar shock awalnya hahahaa…
    good good (y)

    eciieeee yerin so sweet bgt :33 pen dah gw.. ditolongin pangeran sebaek yesuung :**
    but conflict will appear soon. war between le silla kingdom vs madison kingdom *wkwkkk
    tp kekuatan cintalah yg bkal menang. makes that 2 kingdoms allied again :))

  13. Jgn marah ya menurutku ffnya terlalu bertele-tele dn agak ngebosenin karna terlalu d buat rumit padahal kn gk serumit itu atw emg kerajaan ky gitu? Tp penasaran juga next thor!!!

  14. Min kalo boleh jujur, dari part 1 smpe part aku masi bingung soalnya terlalu banyak cast dan kerajaan hehe tpi ff nya good sama bikin penassran siihhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s