FIRE ICE BROTHER (part 3 of 3) END

Annyeong.. Akhirnyaaaaa selesai juga cerita KYUHAE nyaa. Semoga bisa memuaskan nafsu para readers yang penasaran sm cerita ini yaaa.. terutama buat slh satu Dongsaeng di FB yang dari beberapa hari lalu kirim message nagih n minta supaya cerita ini di selesaiin & dipublish.. ^^ ni cerita buat km saeeennggg…hehehehe.. Mianhe kl nunggu lama ^/\^

Semoga di cerita ini semua pertanyaan n masalah di cerita yg part 1 dan 2 nya kejawab yaaa.. dan mudah-mudahan semua reader jadi puas sm ceritanya.

Untuk selanjutnya, teteeeeeppp… gak pernah lupa n bosen-bosennya admin ingetin “MINTA COMMENT NYA” Yaaaaaaaa…. ^/\^ jangan jadi SILENT READERS! Heheheh…

Jeongmal Gomawo yaa

*******************************************


CUPLIKAN SEBELUMNYA

“KUBUNUH KAU!!!!!” Kyuhyun mengarahkan pisaunya kearahku. Ia berlari kecil bersiap-siap menusuk tubuhku. Namun….

“ANDWAE KYUUUUUU….!!!!”

JLEEEEEBBBB…!!!

****************************

FLASHBACK 13 TAHUN LALU

“Hei..kamu sedang apa disini, Hae?? Sekolah sudah mau dimulai. kamu tidak pergi??” Ucap seorang gadis kecil pada teman pria nya yang sedang duduk di pinggir sungai dekat sekolah mereka. Si pria kecil itu tidak menjawab. Ia hanya menoleh sebentar lalu kembali membuang wajahnya, tidak menghiraukan ajakan temannya itu.

Esok harinya, si gadis kecil juga menemukan teman prianya itu duduk murung dekat sungai dan tidak mau di ajak ke sekolah lagi. Begitu juga dengan keesokan harinya. Temannya tetap tidak beranjak dari tempat duduknya dan lebih memilih menghabiskan waktu duduk sendiri disana. Setiap hari selalu dilewatkan pria kecil tersebut hanya duduk di depan sungai sambil terus merenung.

Karena kesal, sang gadis kecil itu pun bertindak. Keesokan paginya ia dengan susah payah menyeret pria kecil kecil itu untuk ikut dengannya kesekolah. Tarik-tarikan, pukul-pukulan, bahkan hingga seret-seretan mereka berdua lakukan hanya untuk memaksa si pria masuk sekolah dan belajar bersama dengan teman-temannya. Guru dan teman-temannya cukup terkejut saat melihat gadis itu berhasil membawa pria kecil itu masuk kelas.

“Bu Guru, ini.. aku membawa Donghae si tukang bolos!” ucap gadis kecil itu dengan seragam dan rambut yang berantakan habis bertarung dengan Donghae, nama pria kecil itu.

“Wah.. Heesun-ah, kau berhasil. Terima kasih ya sudah membawa Donghae masuk sekolah lagi.” puji Ibu Guru.

****

Heesun kecil sedang berjalan sambil bernyanyi-nyanyi kecil di lorong kelas saat pelajaran berakhir. Tampak sekali wajah gadis kecil itu sungguh berbinar, entah karena apa. Namun, saat melewati ruang guru, langkah Heesun terhenti. Langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara orang berbicara didalam sana menyebut-nyebut nama Donghae.

“Donghae sudah dua hari ini tidak masuk sekolah. Tampaknya ia begitu sedih karena teman-temannya mengolok-ngoloknya soal luka-luka di tubuhnya.”

Mendengar hal tersebut, Heesun kecil memberanikan diri untuk mendekat kearah pintu. Ia tidak bermaksud menguping. Ia juga tahu bahwa mendengar pembicaraan orang itu adalah tindakan yang salah. Akan tetapi, hati kecil Heesun menyuruhnya untuk bergerak kesana. Heesun tahu karena pembicaraan di dalam itu menyangkut Donghae, teman sekelasnya.

“Saya tahu, luka itu bukan kebetulan ada. Jadi, bisakah anda menjelaskan pada saya apa yang terjadi?? Maksud saya, apa mungkin Donghae terjatuh atauu.. penganiayaan??” tanya Si Ibu guru hati-hati.

“Sepertinya masalah itu tidak perlu anda ributkan. Donghae baik-baik saja. Itu juga bukan luka apa-apa. Anda masih muda dan masih ingin bekerja disini bukan?? Jadi aku mohon, anda tidak usah mencampuri lagi urusan kami.” jawab seorang wanita begitu ketus.

Walaupun Heesun tidak bertanya siapa wanita itu, tapi Heesun kecil tahu bahwa wanita itu adalah ibu Donghae. Heesun kecil juga sudah paham apa maksud pembicaraan antara ibu gurunya dan ibu Donghae. Namun, ada satu hal yang Heesun kecil tidak mengerti sampai sekarang. Ia tidak paham apa arti ‘penganiayaan’ itu. Rasa ingin tahunya yang begitu kuat itu membuatnya segera berlari kencang menuju ke rumahnya.

HEESUN’S HOME

Dirumah, Heesun sedang didampingi belajar oleh Han Adjusshi, pamannya. Saat ibunya mendekatinya dan membawakannya cemilan, Heesun kecil memberanikan diri untuk bertanya pada ibunya.

“Eomma, penganiayaan itu apa??”

“Eh??” Sontak kedua orang yang berada disitu, Han Adjusshi dan Ibu Heesun tertegun saat putri kecilnya tiba-tiba menanyakan hal tersebut.

“Tadi aku mendengar Ibu guru dan Ibunya Donghae berbicara seperti itu. Memang itu apa, Eomma??”

Heesun kecil hanya mampu menatap ibunya dan Han Adjusshi bergantian dengan wajah yang polos. Tapi saat ia melihat ekspresi serius ibu dan pamannya, insting nya berbicara. Heesun kecil memiliki perasaan yang amat sangat peka. Walaupun ia tidak mengerti apa arti penganiayaan itu, tapi secara insting ia tahu kalau ia tidak boleh membiarkan Donghae kembali ke rumahnya. Ia juga sudah bertekad, bahwa ia akan menemani dan melindungi Donghae apapun yang terjadi.

*****

“Donghae-ya, main ke rumah ku saja yuk…” Heesun kecil menghampiri Donghae yang segera bersiap-siap untuk pulang. Ditariknya tangan Donghae kecil dan dipaksanya ia untuk mengikuti semua keinginan Heesun.

“Mwo?! Shireo!! Lepas Heesun-ah!!” Donghae kecil mencoba memberontak, tapi tidak bisa. Entah apa yang ada didalam pikirannya, Donghae mau saja menurut semua perkataan Heesun walaupun ia tidak mau.

Sejak saat itu lah, Heesun selalu membiarkan Donghae untuk pulang ke rumahnya. Ia tidak membiarkan Donghae kembali ke rumahnya, karena Heesun tahu bahwa Donghae tidak boleh berada disana. Selama berada di rumah Heesun pun, beberapa kali Heesun sering menangkap basah atau mencuri dengar eomma nya menelpon ke banyak pihak  dengan wajah yang sangat serius.

“Ya, biro konsultasi anak?? … Ne, saya ingin melaporkan bla..bla..bla..” Yah, seperti itulah percakapan yang sering didengar oleh Heesun kecil. Ia memang tidak mengerti apa yang dibicarakan eomma nya dengan pihak-pihak itu semua. Tapi Heesun tahu, itu semua demi Donghae, teman baiknya.

Hari-hari Donghae kecil semakin berwarna berkat kehadiran Heesun. Ia tidak lagi malas untuk berangkat kesekolah. Ia juga tidak lagi bersedih dan murung lagi. Setiap hari, bersama Heesun adalah saat-saat yang begitu dinantikannya. Prestasinya di kelas pun kembali meningkat. Ia juga sudah mau tersenyum dan banyak bicara dengan Heesun, gurunya hingga teman-temannya. Donghae juga sudah mulai berani untuk menghadapi semua ejekan yang dilakukan teman-temannya padanya.

“Heesun, Aku duluan yaaa..” pamit Donghae pada Heesun saat sekolah selesai. Heesun pun tersenyum.

“Ne.. Hati-hati yaaa..” ucapnya sambil melambaikan tangannya.

Saat Donghae sedang berjalan keluar dari gedung sekolahnya, secara tiba-tiba langkah pria kecil itu terhenti ketika melihat seseorang sudah berdiri dihadapannya.

“Donghae-ya..”

Donghae terdiam saat melihat siapa orang yang berada didepannya. Pria yang berpakaian jas rapi itu terlihat sedang berdiri didekat gerbang sekolah Donghae. Ia memanggil Donghae agar mendekat kearahnya. Hal tersebut kembali membuat Donghae ketakutan saat melihat pria itu. Wajahnya pucat. Tubuhnya sedikit gemetaran, Keringat dingin meluncur dari tubuh Donghae. Ia begitu ketakutan dan tidak berani mendekat.

“Aaa..Ap..Appa” ucapnya terbata-bata.

……………………..

PLAAAKKK!!! BUUKK!!!

“APPAAAAA… ANDWAE APPA!!! SAKIIITT… JEBAL APPA, JANGAN PUKUL AKU LAGI!!! JEBAL APPAAA…APPO..Huhuhuhu” Donghae kecil menangis begitu keras saat seluruh tubuhnya terkena pukulan dari ayahnya saat mereka sudah kembali ke rumah. Ia bahkan hanya mampu terduduk sambil menangis memeluk kedua lututnya, menahan semua rasa sakit ditubuhnya. Donghae kecil saat itu tidak pernah tahu apa salahnya. Ia bahkan juga tidak tahu kenapa ayahnya selalu membencinya dan menyiksanya seperti itu.

Donghae terpaksa mengikuti ayahnya saat disekolah tadi karena ia takut. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tatapan ayahnya yang menurutnya kejam itu mampu membuatnya tidak bisa berkutik.

Kini, saat kembali ke rumah, Donghae justru kembali menerima semua perlakuan kasar ayahnya padanya. Ia hanya mampu menangis. Sebagai anak kecil, ia tidak memiliki keberanian untuk melawan ayahnya. Disaat seperti ini, ia teringat Heesun. Donghae kecil berteriak memanggil Heesun dalam hatinya. Ia benar-benar membutuhkan perlindungan dari teman baiknya itu.

TAAKK…TAAKKK!!!

“YA!!! Apa-apaan ini??! SIAPA ANAK KECIL INI?? HEIII, HENTIKAN!!!” Donghae mendengar suara teriakan ayahnya.

“KEMBALIKANNNNN!!!!!! KEMBALIKAN DONGHAEEEE!!!!!!” Tangis Donghae berhenti ketika mendengar suara itu. Itu adalah suara temannya. Suara teman baiknya yang selalu melindungi Donghae, selalu menjaga Donghae, dan teman baiknya yang tidak pernah meninggalkannya.

Dengan penuh keberanian, Donghae bangkit dari tempat duduknya dan langsung bergegas keluar. Ia melihat Heesun yang sedang memegangi bebatuan ditangannya mencoba melempar batu-batu tersebut ke arah ayahnya yang ada diluar. Dengan wajah dan tubuh yang masih terasa sakit, Donghae memaksakan diri untuk berlari kearah Heesun. Ia tidak peduli teriakan ayahnya yang memanggil namanya. Dan begitu tiba didepan Heesun, Donghae segera memeluknya dan menumpahkan seluruh tangisnya di pundak gadis kecil itu.

“Jangan ambil Donghae dari ku dan Jangan sakiti Donghae lagi!!!!!” Ucap Heesun kecil dengan tegas dan kencang pada ayah Donghae. Wajahnya sungguh mengisyaratkan rasa kesal dan marah yang luar biasa. Ia tidak terima Donghae, teman baiknya, disakiti seperti itu. Dipeluknya Donghae dengan erat dan dibawanya Donghae pergi sana.

Malam harinya, Di rumah Heesun, secara tiba-tiba ibu Donghae datang dan meminta agar Donghae dikembalikan. Namun karena ketegasan dan keberanian ibu Heesun, ia berhasil melawannya.

“Aku akan menampung Donghae disini.” Ucap Ibu Heesun tegas.

“Mworago?? Menampungnya sementara?? Jangan seenaknya bicara!!! Kembalikan Donghae atau aku akan memanggil polisi!!” Balas Ibu Donghae tak kalah keras.

“SILAKAN!! Aku tidak takut!! Kalau anda melaporkan aku ke polisi, toh anda sendiri yang akan mendapat masalah! Anda pikir aku tidak tahu apa yang anda dan suami anda lakukan terhadapnya hah??!!” Tegas Ibu Heesun.

Didalam kamar, Heesun dan Donghae yang sedang tidur berdua mendengar ucapan kedua orang itu. Heesun mengerti kecemasan dan ketakutan yang Donghae rasakan. Maka, Heesun pun mulai mendekatkan dirinya ke arah Donghae dan mulai mengusap-ngusap punggung Donghae yang sakit akibat pukulan dari ayahnya tadi.

“Hae-ya, kau tahu? Saat tadi aku melihat ayahmu menjemputmu, aku tahu bahwa kau menangis. Aku bisa mendengar tangisanmu. Dan sangat mendengar suaramu itu, aku berlari sekencang-kencangnya. Aku akan melindungi Hae-ya. Aku akan menjadi teman berhargamu. Eomma dan Hangeng Adjusshi juga. Eomma dan Adjusshi juga pasti akan melindungimu. Buatku, Donghae itu teman berhargaku.” Mendengar ucapan Heesun barusan, Donghae terdiam. ia manatap Heesun sendu.

“Sudah, Hae tidur yaa.. gwaenchana, aku akan terus berada disini. Aku akan mengusap punggungmu supaya tidak sakit lagi.” Ucap Heesun menenangkan Donghae.

****

Keesokan paginya, Donghae sedang berjalan di lorong kelas mencari Heesun. Namun, ia menghentikan langkahnya saat melihat Heesun dan ibu gurunya sedang berbicara berdua didepan kelas mereka.

“Syukurlah, Donghae jadi mau sekolah lagi karena Heesun berhasil membujuknya. Ibu guru berterima kasih sekali. Tidak salah ibu guru minta tolong padamu.”

Mendengar hal itu, Donghae kecil terkejut. Ia salah paham dengan maksud dan perkataan ibu gurunya barusan. Donghae mengira bahwa Heesun mendekatinya dan mengajaknya berteman hanya karena suruhan dari gurunya agar ia mau kembali kesekolah lagi. Mendengar itu semua, Donghae langsung pergi dari sana. Heesun yang menyadari kehadiran Donghae terkejut. Tanpa pamit pada gurunya terlebih dahulu, ia langsung bergegas lari menyusul Donghae, hingga pada akhirnya mereka tiba di sebuah jembatan dekat sungai Han.

“Donghae, eodiga??” Tanya Heesun penasaran.

“JANGAN IKUTI AKU!!” Donghae berteriak kesal pada Heesun tanpa sekalipun menoleh kearahnya. Heesun bingung dengan sikap Donghae barusan. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Donghae hingga secara tiba-tiba Heesun melihat Donghae dengan lincahnya naik ke atas jembatan.

“Mwo?! Donghae-ya, apa yang kau lakukan?? Ayo turun!!! Bahaya kalau naik kesitu!!” Cegah Heesun.

“ANIYO!! Aku mati pun juga tidak ada pengaruhnya. Aku anak yang tidak dibutuhkan!! Seharusnya aku tidak dilahirkan!! Itu kata Appa dan Eomma ku..” Ucap Donghae.

“TIDAK ADA ANAK-ANAK YANG TIDAK DIBUTUHKAN!!! Eomma selalu bilang, anak-anak lahir untuk dicintai seseorang. Anak-anak lahir untuk menjadi berarti bagi seseorang. Donghae bukan anak yang tidak dibutuhkan!! Donghae teman berhargaku!!!”

“PEMBOHONG!!!” Heesun tertegun saat Donghae berkata seperti itu. Heesun tidak menyadari bahwa Donghae sudah mendengar semua perkataan antara dirinya dan ibu gurunya tadi.

“Kau disuruh ibu guru kan?? Kau pura-pura jadi temanku supaya aku mau pergi kesekolah kan?? Kau Cuma ingin dipuji Ibu guru kan?? Aku sudah dengar semua pembicaraanmu dan Ibu guru. Semua kata-katamu bohong!! Kau sama seperti yang lain!!” Ucap Donghae keras.

Heesun terdiam mendengar ucapan Donghae barusan. Gadis kecil itu akhirnya tahu apa yang menyebabkan Donghae seperti ini. Lalu tanpa pikir panjang, gadis itu pun mengikuti jejak Donghae. Dengan susah payah, ia berusaha menaiki jembatan itu. Donghae yang melihat Heesun melihatnya tidak percaya.

“Hee..Hesun-ah, mau apa kau??” Tanya Heesun sudah berada disampingnya.

“Kalau Hae lompat, aku juga akan lompat. Akan aku buktikan bahwa Donghae memang teman berharga ku.” Ucap Heesun sambil tersenyum manis.

Donghae tahu Heesun tidak mungkin berbohong padanya. Ia percaya pada Heesun. Oleh karena itu, ia mengurungkan niatnya untuk menjatuhkan dirinya ke sungai Han. Namun, saat ia hendak mengajak Heesun turun, keseimbangan tubuh Donghae oleng. Tiba-tiba, genggaman tangannya terlepas dan Donghae jatuh meluncur ke bawah.

“AAAAAAA….”

“DONGHAE-YAAAAA….” Heesun yang melihat donghae jatuh ke sungai Han tanpa pikir panjang pun langsung ikut menjatuhkan dirinya dan mengulurkan tangannya mencoba meraih tangan Donghae.

BYUUUURRRRRR… namun sayang, kedua anak-anak tak berdosa itu akhirnya terjatuh ke dalam Sungai Han membuat seluruh masyarakat yang berada disana berbondong-bondong untuk menyelamatkan keduanya.

Heesun kecil ternyata menderita luka yang cukup parah sedangkan Donghae hanya luka ringan. Kepala Heesun terbentur balok kayu hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan pingsan selama dua hari. Donghae lah yang selalu setia menemani dan menjenguk Heesun sampai akhirnya Heesun tersadar dari tidur panjangnya.

“BABO!! Ku kira kau tidak akan melompat. Kukira semua kata-kata mu bohong.. ku kira kau omong besar dan tidak akan melompat bersama ku. Hix.. Aku… Aku Kira…” Donghae menangis menyesal. Belum selesai ia berbicara, Heesun tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Donghae.

“Sudah ku bilang, Donghae itu teman berhargaku. Aku tidak akan meninggalkanmu.”

****

Kesehatan Heesun kecil sudah membaik. Ia sudah bisa kembali ke sekolah dua hari kemudian. Dan saat ini, Heesun dan Donghae sedang berada dalam perjalanan pulang mereka dari sekolah.

“Donghae, kenapa berhenti??” tanya Heesun saat mereka berada di sebuah pertigaan jalan. Ia melihat Donghae berhenti. Ditatapnya teman baiknya itu dengan penuh tanda tanya.

“Aku… Aku akan pulang ke rumah. Gwaenchana.. aku tidak akan kalah. Aku akan menjadi kuat.” Ucap Donghae tersenyum tipis.

“kalau ada Heesun, aku jadi bisa berusaha.” Lanjut Donghae mantap. Heesun hanya mampu menatap Donghae. Dalam hati gadis itu, ada rasa sedikit tidak rela dan ketakutan saat akan melepaskan Donghae pergi. Tapi Heesun percaya.. ia percaya bahwa Donghae mampu menjadi kuat seperti apa yang diucapkannya.

“Ne.. Baiklah, aku percaya padamu! Hae tidak akan sendiri.. Donghae masih punya aku”

Itulah terakhir kalinya Donghae bertemu dengan Heesun. Keesokannya, secara tiba-tiba pihak sekolah mengumumkan bahwa ibu Heesun meninggal dunia karena kecelakaan. Dan saat itu juga, ingatan Heesun juga hilang akibat rasa shock luar biasa karena melihat kecelakaan yang menewaskan ibunya. Sejak saat itu, Heesun dikabarkan sudah pindah sekolah. Donghae yang mendengar hal itu pun terpukul atas kepergian Heesun. Ia kembali menjadi murung dan menjadi anak yang bagitu dingin sampai ia dewasa. Hatinya yang sempat terbuka akhirnya tertutup lagi selama beberapa tahun.

FLASHBACK END

*****************************

“ANDWAE KYUUUUUU….!!!!”

JLEEEEEBBBB…!!!  Kyuhyun dan Donghae menatap tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan olehnya. Gadis itu, secara tiba-tiba ia mencuat dan berdiri didepan Donghae untuk melindunginya. Ia memegangi perutnya yang terkena tusukan Kyuhyun.

“Eeeuugghh.. Anni.. Donghae tidak dendam padamu, Kyu!! Tap.. tapii.. ia terus melihat bayangan ayah yang selama ini menyiksanya dibelakangmu. Dia.. dia hanya ingin dicintai. Seperti mu.. dia hanya ingin dicintai oleh ayahmu.”

Heesun, gadis yang tertusuk itu, menoleh kebelakang dan menatap Donghae. Dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal dan sambil menahan sakit di perutnya, Heesun menatap Donghae lembut.

“Mianhe.. Aku.. sudah melupakan janjiku. Aku.. sudah ingat semuanya. Suaramu, kudengar dengan jelas. Jebal..jangan tutup hatimu lagi.. Uugghhh!!” Heesun nyaris ambruk. Untungnya Donghae masih bisa menahan tubuhnya.

“HEESUN!! WAE.. kenapa selalu seperti ini?? kenapa kau selalu mempertaruhkan nyawamu untukku??” Donghae menangis sambil memeluk Heesun. Tidak peduli pakaiannya terkena darah Heesun yang sedang terluka. Sedangkan Kyuhyun, ia hanya mampu terdiam menatap mereka berdua. Ada perasaan bersalah luar biasa yang ia rasakan.

“Aku… karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu berada di samping Hae-ya.” Ucap Heesun yang langsung ambruk di pelukan Donghae.

SEMINGGU KEMUDIAN

Kyuhyun sedang berdiri terdiam di lapangan basket kampus. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu, entah apa itu. Semua kejadian yang akhir-akhir ini terjadi membuat dirinya begitu bingung dan kembali berpikir tentang semua perkataan Donghae seminggu lalu mengenai hubungan mereka yang bukan merupakan kakak adik.

“Kyuhyun-ah…” Kyuhyun menoleh kearah suara yang memanggilnya. Didapatinya Heesun sedang tersenyum lebar sambil menunjukkan V sign nya dengan kedua tangannya.

“Sudah sembuh??” tanya Kyuhyun yang kali ini tanpa ekspresi pada Heesun.

“Hmm.. Ne. Untung saja penjelasanku soal lukaku akibat keteledoranku itu dipercaya oleh Han Adjusshi.” Jelasnya.

“Salah kau sendiri! Kau semborono sih!! Padahal aku tidak serius ingin menusuk, kau tiba-tiba malah menyeruak ke tengah. Dasar babo!!! Mau jadi pahlawan kau??”

Heesun hanya manyun saja mendengar ucapan Kyuhyun. Ia kesal dan geregetan dengan pria setan ini. Sungguh, ia sama sekali tidak bisa mengerti dengan sikap teman Iblis didepannya itu. Jika bisa, Heesun ingin sekali menghajar dan membenturkan kepala Kyuhyun ke dinding. Bagaimana tidak?? Nyawanya hampir saja hilang akibat perbuatan Kyuhyun. Dan sekarang dengan santainya Kyuhyun meledeknya ‘BABO’ karena sikapnya yang sembrono dan di bilang seperti pahlawan.

“Apa kau tahu?? waktu itu Lututku cedera akibat perkelahian antar kelompok. Bukan karena rancangan atau perbuatan Donghae. Aku tahu pasti hal itu. Tapi kenapa dia bilang begitu?? seolah-olah ia memang ingin aku menusuknya.” Ucap Kyuhyun kembali serius.

“Mungkin itu kerena emosi negatifnya. Walau Donghae tahu bahwa kau tidak bersalah, dia juga berharap kau tidak bahagia seperti dia. Rasa cemburu dan rasa irinya begitu besar mengalahkan rasa bencinya terhadap mu. Aku rasa, ia ingin menyudahi emosi yang membakar dirinya itu..”

“Jangan seenaknya menganalisis perasaan orang!!!” Heesun dan Kyuhyun menoleh bersamaan saat seseorang menimpali obrolan mereka.

“Donghae??” ucap Kyuhyun yang kali ini tanpa tatapan benci sama sekali.

“Aku… Akan berhenti kuliah. Aku akan kuliah lagi di universitas lain di luar kota.” Mendengar ucapan Donghae barusan, Heesun dan Kyuhyun sontak terkejut.

“Mwo?!” Ucap mereka berdua berbarengan.

“Ne… ini bukan rencana dadakan. Sejak SD aku  sudah menabung untuk ini. Aku sudah memutuskan bahwa aku akan keluar dari keluarga Lee. Selanjutnya, aku akan menjauh dari pria itu dan juga darimu, Kyuhyun-ah. Aku akan hidup dengan kekuatanku sendiri. Aku akan mengambil jurusan hukum dan menjadi pengacara yang hebat Agar nantinya aku bisa menolong anak-anak yang bernasib sama seperti ku.” Mendengar penjelasan Donghae Heesun tersenyum. Hatinya kembali tenang dan lega saat mendengar keinginan mulia Donghae. Bagi Heesun, inilah Donghae yang sebenarnya. Wajahnya tidak kalut lagi seperti saat mereka bertemu pertama kalinya.

“YA!! Dengar ya.. Seumur hidup aku tidak berniat berhubungan dengan keluarga Lee. Aku bahkan tidak peduli apa kata orang tua bodoh itu. Dan 1 lagi.. Aku tidak akan jadi orang yang tidak berguna seperti yang kau harapkan!!! ANIYO!! SAMPAI MATI PUN TIDAK AKAN!! Kau dengar itu hah??” Ucap Kyuhyun begitu berapi-api dan sangat ngotot. Ia tidak ingin lagi dianggap tidak berguna oleh pria yang menjadi saingan terberatnya itu.

“Baiklah.. sepertinya menarik untuk dilihat.” Balas donghae tersenyum evil membuat Kyuhyun kesal dan nyaris saja melempar bola basket ditangannya ke wajah Donghae.

“Haaaahhh…. Baiklah, sepertinya kalian berdua sudah tidak apa-apa. Kalau begitu, aku bisa tenang meninggalkan kalian berdua pergi ke Perancis” Ucap Heesun membuat Donghae dan Kyuhyun terkejut. Ini benar-benar diluar dugaan kedua pria itu.

Ternyata, Heesun dan Hangeng Adjusshi sudah memutuskan untuk kembali pindah ke Paris. Disana, mereka berdua memutuskan untuk memulai hidup baru mereka dan meninggalkan semua kenangan yang sudah terjadi di hidup Heesun. Awalnya Heesun memang menolak untuk pergi. Akan tetapi, ia sadar bahwa ia harus bangkit. Seperti Donghae dan Kyuhyun yang sama-sama memiliki cita-cita, Heesun juga ingin meraih mimpinya dan menjadi orang yang berguna.

Heesun awalnya memang cukup kesulitan menjelaskan kepada dua pria yang sudah anggapnya menjadi sahabat terbaiknya itu. Ditambah lagi sikap Kyuhyun yang memaki-maki Heesun dan menyurh gadis itu untuk tetap tinggal membuat Heesun semakin kewalahan memberikan pengertian kepada mereka. Namun, karena mereka semua menyadari bahwa ini adalah keputusan yang sudah dibuat oleh Heesun, mereka akhirnya mengerti dan melepaskan Heesun untuk pergi meninggalkan Kyuhyun dan Donghae.

HARI KEBERANGKATAN (DI INCHEON AIRPORT)

Heesun dan pamannya sedang menunggu di terminal keberangkatan luar negeri Incheon saat tiba-tiba seseorang datang menghampiri dan membuat Heesun sedikit kaget dengan wajah setannya yang secara mendadak muncul dihadapannya.

“Kyu..Kyuhyun??”

“Ya!! Beterima kasihlah padaku karena aku datang untuk mengantarmu. Kalau ingat ini hari terakhir aku melihat wajah bocahmu, lega deh rasanya.” Canda Kyuhyun yang langsung mendapat pukulan dari Heesun.

Saat mereka berdua sedang berbicara dan bercanda, Donghae juga datang menghampiri mereka berdua dan mengajak Heesun berbicara.

“Setelah ini, aku akan berjuang untuk menjadi orang hebat. Di saat aku berhasil nanti, aku akan menemuimu.” Heesun terdiam. ia hanya mampu menatap manik mata Donghae. Bagi Heesun, Donghae lah yang paling dikhawatirkannya.

“Ani.. Kau tidak perlu menemuiku. Aku akan segera pulang koq. Habisnya, aku lebih mencemaskanmu.. Bisa hidup mandiri tidak ya?? Menarik dan menutup diri lagi tidak ya?? Bisa tersenyum tidak ya?? Pokoknya, kau harus ingat!! Kau tidak sendirian.. kalau kesepian, ingatlah aku.” Ucap Heesun menyemangati dan menasehati Donghae sebagai ucapan perpisahan mereka.

……………………..

Pesawat jurusan perancis telah lepas landas. Heesun dan pamannya telah pergi meninggalkan berbagai macam kenangan mereka selama berada di korea. Kini, hanya tinggal dua orang pria yang sedang menatap ke arah langit itulah yang masih harus berjuang untuk memperbaiki diri mereka agar nantinya mereka mampu menjadi orang yang hebat.

“Haaaahhh… Sulit dipercaya. Rasanya seperti mengucapkan selamat tinggal saja.” Ucap Donghae sambil terus melihat keatas, tempat pesawat yang di naiki oleh Heesun dan Pamannya terbang.

“YA!! Ingat!!! Jangan kau pikir kau sudah mengalahkanku ya…!! Jika Heesun sudah kembali nanti, aku akan memperjuangkannya!!” ucap Kyuhyun dengan semangat membara.

“Heuh.. kau tenang saja. Aku bahkan belum sempat bilang ‘suka’ padanya. Aku ingin membenahi diriku dulu. Setelah aku jadi pria yang bisa menjaga seorang wanita, setelah itu aku akan mengutarakan semuanya padanya.” Jawab Donghae.

“Lantas, bagaimana jika saat kau berjuang seperti itu Heesun membawa pulang pria perancis sebagai kekasihnya??” Pancing Kyuhyun.

“Akan ku pukul dia hingga KO. Atau kalau perlu, ku bunuh ia.”

****

Perjuangan untuk menjadi orang yang hebat barulah dimulai. Baik Heesun, Kyuhyun dan Donghae akan membuktikan kemampuan diri mereka masing-masing hingga pada akhirnya nanti mereka bisa menjadi seorang yang sukses. Perjalanan kehidupan mereka yang lalu pun telah menjadikan sebuah pengalaman yang begitu berharga untuk ketiganya. Semua masalah dan kesulitan yang sudah berhasil mereka lewati, kelak akan menjadikan diri mereka semakin tangguh dalam hidup. Terlebih lagi dengan kekuatan yang diberikan satu sama lain, telah membuat Heesun, Donghae dan Kyuhyun mampu untuk menapaki langkah demi langkah mereka untuk menghadapi hari esok agar kelak mereka bisa menjadi sosok yang berarti bagi seseorang.

-THE END-

15 thoughts on “FIRE ICE BROTHER (part 3 of 3) END

  1. DAEBAK eon,
    omo q iri,SunHae kcil so sweet,
    Hae ngambil jrusN hkum,impiN q bgd klo q dh kuliah bkl msk jrsN tu,
    *g’nnya

  2. Eonni……
    Mmm boleh aku tanya?? Ini pasti ada kelanjutannya kan?
    Ahh aku harap ada HAHA..
    beda judul, tp cast nya msh sama, dan yg pasti beda cerita
    Hae sukses jd pengacara, Kyu jd ‘gak tau’, dan Heesun jd ‘gak tau’
    ‘gak tau’= RAHASIA
    FF ini aku suka……….
    Dan tebakanku kmrn bener, heesun yg tertusuk si kyu
    #kyu jahat bgt, udah nusuk gk ada rasa bersalah gmnaaaa gtu. Dasar evil!!!
    Kyu: YA! CHAGIE biar evil begini, aku ini suamimu!!! ==’ keke~ ^.^
    gumawo eonni, maaf kepanjangan komentnya

  3. bisa ga ya kira2 aku kaya heesun ,,yang pemberani,baik ,setia kawan ,,
    klo seandainya bisa pasti sangat sulit untuk jadi kenyataan ,,
    oenni bagus ceritanya ,,,
    gumawo oenni ,,,

  4. perfecct thorr !! xD
    like like like !!😀 senang akhirnya bisa liat ikan ku semangat lg jdnyaa ,bisa tersenyum kembali ga kyak patung yg bernapas lg wkwkwk ,suka dgn cerita KyuHae couple nih ,mkasiih ya author atas ff nyaa ^^ dtggu cerita” lainnya yg lebih keren lagi😀
    oyaa ,maap ya baru bisa dibca skg thorr T_T jeongmal mianhae #bow #bow #bow .

  5. nangis terharu saiya..
    Sequel dong thor..
    Ya ya yaaaa~

    heesun.. Sesuai dgn arti nama belakangnya. SUN. Yg artinya, MATAHARI/sang surya. Sang surya yg sudah memberikan sinarnya utk KyuHae utk kmbli akur dan meluruskan semua masalah.
    Haaahhh~ benar2 menyentuh.
    Feelny dapet thor dari part 1 – 3…
    #kasihjempolbiasauthor

    tapi plis… Sequel dong..
    #bow #bow

  6. KYU!!
    kenapa se kriminal itu??
    #digeplak kyu

    ternyata Heesun sudah berbakat jadi pahlawan dari kecil.
    Hmm,,Hangeng jadi appa,,nggak ap2,cocok kok,hehehe

    nggak sabar baca sequelnya,,
    lanjut ah
    ^_^)//

  7. dan ternyata bukan hae yg ketusuk,,😀
    heesun jd pahlawan hae mulu yaaakkkk😀
    FF ini aku suka……….
    gumawo eonni,
    lanjut next part ^^

  8. Yeeeeeee happyyyyy endiiiiiiiiiiing… Smngat bwt mreka b3.. Smoga bs jd org sukses. Syukur deh kyu & hae udh agak membaik hubunganny, mskipun msh saling ejek & brsaing.. Kira2 sp yg jd pendamping heesun ya??

  9. Dan ternyataaaaa happy ending! Wkkw syukur dah its really glad to know kalo hubungannya kyu-hae lumayan baik walaupun gaterlalu..hmmm udh abis aja ini ff

  10. Finishhh tpi da sequel.a kn min
    Whhh kira” si heesun gmna.a nnti.a
    Donghae or kyuhyun…??
    Klo gw sih dua” .a ja “ngrep”
    Lupakn hyaln gw BTW seruuuu bingitss

  11. lagum bgt ma pwrshabaran meereka mzkipon dwarnai ma pertngkaran tp ksh syang tetep ada pda dri mreka……
    cita” mreka jga hebat……..
    kmauan mreka sunggu kuat hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s