REAL TO ME

Kembali lagi sama author yg kali ini mau nyeritain si Killer Smile nya SUJU,  Si Snow white nya SUJU, dan Si anak yang ‘LUPA’ untuk pulang ke Keluarganya sendiri. Hehehehe.. Ini pertama kalinya author bikin cerita dgn KIBUM yg jadi main cast nya.

Cerita ini author bikin karena terinspirasi sama lagunya BRYAN MC FADDEN – REAL TO ME sama lagu BRITNEY SPEARS – LUCKY. Yaaaahhhh…. kl author udah nyebutin dua lagu itu, pasti tau kan ini ceritanya ttg apa?????? Hehehhehe….

Cerita ini juga sebenarnya jadi isnpirasi admin karena selama ini, kita sebagai fans terkadang kurang peka dan mengerti sama apa yang terjadi ‘sebenarnya’ sama artis-artis kesayangan kita. Mungkin kita sering ngeliat mereka terus-terusan senyum dan ketawa didepan kita. Tapi di belakang kita, bisa aja kan kalau mereka mungkin ngerasa kesakitan, nangis, sedih, lelah sama semua pekerjaannya?? Untuk itu, mudah-mudahan dengan cerita ini kita juga bisa ikut ngerasain apa yang ‘mungkin’ aja para Oppadeul suju rasain.. (Plak! Sok tau bgt :D)

Ya udah, daripada bosen denger kata pembukanya, mending langsung baca aja….!!!

Silakaaaannnn….. HAPPY READING!!! DON’t FORGET TO LEAVE A COMMENT yaaaaa… Pokoknya kl Cuma baca doank, author santet!! ^0^v

Gomawoooo…..

******************************


“Camera.. Rolling.. And ACTION!!”

Suara sutradara mengarahkan aku untuk berakting. Aku sudah terbiasa melakukan hal ini. Jadi, tidak sulit bagiku untuk melakukannya dengan baik. Aku berusaha sekuat tenaga ku untuk melakukan yang terbaik. Walaupun akting buatku sungguh sulit, tapi aku akan tetap berusaha untuk bisa berakting meyakinkan di depan kamera. Hal ini sudah sangat sering, atau bahkan sudah menjadi makananku sehari-hari. Aku harus selalu pergi pagi dan pulang kembali pagi hari berikutnya.

“CUT!!! YA!! Kibum, akting bertengkar mu kurang sedikit lagi feel nya!! Kau itu bagaimana sih?! Ayo kita ulang sekali lagi!!!

Yah, ini juga bisa dibilang sebagai salah satu makananku selama di lokasi syuting, DI MARAHI SUTRADARA. Kalau orang lain bertanya apakah aku tidak lelah? TENTU SAJA!! Hey, kau pikir syuting dan dunia keartisan itu enak?? TIDAK!! Seluruh tenaga dan pikiranmu di kuras demi pundi-pundi uang yang mengalir untuk si Bos management. Ditambah lagi, kau bahkan tidak bisa bebas pergi kemana pun sesuka mu, selalu diikuti fans kemanapun kau pergi, tidak bisa berpacaran dengan bebas, dan lain-lain.

Makanya, aku begitu heran jika banyak orang begitu menginginkan dirinya menjadi seorang artis terkenal. Apa yang sebenarnya mereka harapkan dari pekerjaan tersebut?? Uang?? Popularitas?? Kekayaaan?? Atau malah… Kebahagiaan?? Huh, that’s the Bullshit reason!!

Hahahha… rasanya aku ingin sekali tertawa keras-keras jika seseorang mencari kebahagiaan dengan menjadi seorang artis. Kau mungkin memang bahagia. Tapi percayalah, kebahagiaan yang kau dapat darisana bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya selama ini kau cari. Karena hal itu hanya akan dapat membuat dirimu menjadi seorang pribadi yang “berbeda” dengan dirimu sesungguhnya. Itulah yang aku alami selama ini.

***************

Aku terus berjalan dengan susah payah saat seluruh penggemarku serta beberapa paparazi nyaris menutupi seluruh akses  jalan keluarku dari airport. Aku bahkan sama sekali tidak bisa melihat ke arah depan dan hanya mampu menunduk untuk menghindari fans-fans ku yang sudah mulai brutal mencoba untuk menggapai ku dan meminta tanda tanganku. Para bodyguard serta orang-orang yang menjadi assistant ku terus mengikuti ku dari samping dan belakang untuk terus mengawal jalanku. Sedangkan aku?? Hanya senyuman manis saja serta lambaian tangan yang kuberikan kepada mereka hanya untuk basa basi semata.

“Kibum… Kibum!!!”

“Kibum Oppa saranghae!!!”

Itulah sekelebat kata-kata yang terdengar melalui telingaku. Begitu hebatnya kah aku sampai banyak gadis begitu menggilaiku, bahkan dengan mudahnya mereka mengatakan bahwa mereka mencintaiku. Apakah benar yang mereka bicarakan?? Siapa yang mereka cintai?? KIBUM seorang aktor hebat dari Korea Selatan, aktor yang sudah terkenal hampir diseluruh asia, seorang rapper super junior atau ‘KIBUM’ sebagai seorang lelaki biasa?? Aku rasa hal tersebut tidak perlu dijawab.  Mereka memang tahu siapa namaku dan siapa diriku, TAPI mereka sama sekali tidak mengenal bagaimana pribadiku dan aku yang sebenarnya.

Setelah melalui berbagai macam rintangan dan kesulitan melewati fans yang begitu membludak, aku bisa dengan tenang masuk kedalam mobil yang sudah menjemputku. Disana, baru saja aku hendak memejamkan mata untuk beristirahat sejenak, kudengar manager ku, Hwang Sunha sudah mendikte seluruh kegiatanku selama di Macau ini.

“Kibum-ah, setelah ini kita langsung ke hotel sebentar. Setelah itu kau harus segera bersiap-siap karena pukul 5 nanti kita ada jumpa pers di hall Galaxy hotel untuk membicarakan kedatanganmu kesini dan untuk menyapa seluruh fans-fans mu. Sesudah itu, pukul 8 malam kau harus menghadiri perjamuan makan malam dengan Produser Mr. Xiu dan beberapa kru untuk video clip besok. Dan pukul 11 malam nanti, kau ada latihan reading skenario sebentar dengan sutradara untuk syuting film 2 hari lagi. Lalu besok, kau sudah harus bersiap-siap pukul 7 pagi.. Bla..Bla..Blaa..”

Aiissshhh… Jinjja! Tuhan, tidak bisakah aku sedikit tenang sehari saja?? Aku datang ke tempat ini hanya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Bisakah aku diberikan waktu istirahat penuh selama sehari saja?? Sungguh, jadwalku kali benar-benar bisa membuatku gila!

“Ya!! Sunha hyung, apa kau tidak mempunyai perasaan?? Kita bahkan belum sampai ke hotel, tapi kau sudah mendiktekan aku seluruh jadwal yang harus aku kerjakan! Aku lelah!! Tidak bisakah kau membiarkan aku istirahat terlebih dahulu?? Atau tidak bisakah kau memberikan waktu untukku beristirahat selama beberapa jam?? Aku bahkan belum istirahat sedikitpun saat dipesawat tadi. Dan sekarang?? kau.. Haisshh!!!” Aku hanya mampu mengacak-ngacak rambutku kesal. Tubuhku lelah, sangat mengantuk karena dari kemarin aku hanya tertidur selama 4 jam saja, ditambah lagi seluruh pekerjaan yang sudah menantiku didepan mata membuat Seluruh mood ku hari ini berubah total gara-gara manager ku itu.

………….

Sungguh, aku lelah. Tubuhku sudah mulai memberontak minta untuk diistirahatkan. Aku bahkan sama sekali belum bisa tidur dengan nyenyak saat dipesawat tadi. Dan sekarang, ketika aku sudah tiba di Hotel, aku sudah harus bersiap-siap kembali untuk langsung melaksanakan jadwalku selama berada di Macau ini.

Setelah aku selesai mandi dan bersiap-siap, aku segera keluar dari kamar hotel dan langsung mengikuti kemana perginya manager ku. Rasanya badanku ingin remuk. Jalan pun aku sudah tidak sanggup. Entah sudah beberapa vitamin, antibiotik serta obat-obatan penambah stamina yang sudah aku minum tapi tetap saja hal itu tidak menimbulkan efek apapun.

Aku sudah berada di back stage, menunggu untuk dipanggil keluar. Suara riuh dari beberapa fansku pun sudah terdengar begitu menggema di ballroom hotel tempat aku menginap ini.

“Please welcome, Kim Kibum…”

Mendengar ucapan MC, aku segera keluar dari ‘persembunyian’ku dan segera naik ke atas podium yang sudah disediakan. Suara teriakan para fans ku begitu menggema menyambutku. Sungguh, inilah satu-satunya yang mampu menghiburku sedikit. Cinta dari para fans..

Memang tidak dapat kupungkiri, karena mereka lah aku bisa sesukses ini. Karena mereka lah aku mampu dikenal oleh begitu banyak orang di berbagai macam negara. Dan karena mereka lah aku dapat bertahan untuk tetap menjalani semua pekerjaanku, semua karirku hingga detik ini.

“Hello, I’m Kim Kibum. Thanks for comin’ n thanks  for invited me to come here.” Ucapku sedikit basa basi sambil tak lupa memperlihatkan killer smile yang menjadi andalanku.

Aku memulai kegiatan pertama ku, yaitu conferensi pers untuk mempromosikan film yang baru saja selesai aku mainkan. Hampir selama 3 jam lebih aku dicecar begitu banyak pertanyaan oleh wartawan-wartawan disana. Entah itu mengenai film yang aku mainkan, pekerjaan ku, hingga kehidupan pribadiku pun tak luput menjadi pertanyaan mereka.

Terkadang aku bingung sendiri, untuk apa para wartawan, fans, atau seluruh orang ingin sekali tahu kehidupan pribadi artis-artis kesayangan mereka? Apa keuntungannya bagi mereka? aku begitu benci saat seseorang menjual berbagai macam sensasi, yang entah sudah ia ciptakan secara sengaja atau tidak dan berbagai macam berita mengenai kehidupan pribadi hanya untuk popularitas semata.

“Kim Kibum ssi, berita mengenai kedekatan anda dengan seorang model wanita bernama Shin Yongrin, apakah itu benar?? bagaimana tanggapan anda??”

“Kim Kibum ssi, apakah anda benar-benar berpacaran dengannya?? lantas bagaimana dengan foto-foto kemesraan anda berdua yang sudah beredar waktu itu??

Yah, kurang lebih seperti itu lah pertanyaan yang buatku tidak begitu penting untuk kujawab. Kau tahu kenapa?? HEY!! Saat ini acara yang sedang aku hadiri itu adalah ‘Konferensi pers mengenai film terbaruku’. Bukan Konferensi pers untuk membicarakan kehidupan pribadiku atau gosip murahan seperti itu!!!

“Oh.. Ne. Aku sudah mendengar semua beritanya. Aku rasa hal ini tidak perlu dibahas apalagi diributkan. Tidak ada yang perlu dijelaskan atau pun diklarifikasi mengenai masalah ini. Aku sudah punya kekasih atau belum, aku rasa cukup aku saja yang mengetahuinya…” Ucapku gamblang.

**********************

Aku sudah selesai melaksanakan semua kegiatan ku hari ini. Tubuhku sudah tidak kuat lagi. Aku juga sudah sangat mengantuk. Aku bahkan sudah membayangkan bagaimana nikmatnya kasur empuk yang berada di kamar hotelku jika aku sudah merebahkan diri diatasnya.

Sedari tadi, sehabis melaksanakan konferensi pers aku dan manager juga tim ku langsung bergegas pergi makan malam dengan beberapa produser penting disana. Kau pasti tidak akan percaya jika ku katakan bahwa saat acara makan malam tadi, aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi berbicara dan lebih sering menguap. Parahnya lagi, aku bahkan sempat tertidur selama 5 menit saat pembicaraan antara pihak managementku disana dengan para produser itu berlangsung. Tapi semua itu memang benar!! kapasitas tubuhku sudah overload. Batas maksimal yang sanggup tubuhku terima sudah terlampau parah.

“Kibum-ah, apa yang kau lakukan tadi?? kenapa sikap mu didepan para produser seperti itu?? Kau itu sama saja merusak citra mu secara tidak langsung!! Bagaimana kalau produser-produser itu merubah pikirannya untuk tidak jadi mengontrakmu?? KITA BISA RUGI!!!” Sunha memarahiku saat kami sudah tiba di kamar hotel. Ia memarahiku habis-habisan karena sikapku yang tidak bisa berkonsentrasi bicara dan aku yang terlalu sering menguap saat pertemuan dan makan malam dengan para produser juga anggota management yang berada disana.

“MWO?! Kenapa kau menyalahkan aku hah?? Apa aku salah kalau aku menguap?? Apa aku salah kalau aku merasa ngantuk luar biasa karena sedari tadi belum sempat tidur??” Aku mencoba membantah semua ucapannya.

“JELAS SALAH!!!! Itu sama saja kau mempermalukan dirimu sendiri! Kau tahu, aku sudah mengatur jadwal pertemuan mu dengan para produser itu sedemikian rupa! Tapi apa?? KAU MALAH MENGHANCURKAN SEMUANYA!!! Kau..”

“AKU LELAH!!!! Apa kau tidak memiliki sedikit perasaan sama sekali, hah?? AKU BUKAN ROBOT, HYUNG!!! Aku bukan robot yang bisa kau atur seenaknya kapan harus begini, kapan harus begitu.. atau aku harus melakukan ini, aku harus melakukan itu! Tubuhku juga butuh istirahat!! Ketahanan tubuhku juga ada batasnya!! Salahmu sendiri, kenapa kau memberikan jadwal yang begitu padat untukku hari ini!!!” Aku melawan. Aku tidak tahan lagi rasanya selalu disalahkan seperti ini.

“AKU TIDAK PEDULI!!! Salahmu sendiri, kenapa saat dipesawat tadi kau tidak menyempatkan diri untuk beristirahat?? Atau kenapa saat berada dimobil tadi juga tidak kau gunakan untuk memejamkan mata??”

Mwo?! Apa dia gila?? Apa managerku ini amnesia?? Jelas-jelas sedaritadi aku sama sekali tidak bisa beristirahat itu semua karena ulahnya yang selalu membuatku kesal dan selalu mengganggu waktu ku.

“MWORAGO??  Kau…!!! HYUNG, APA KAU SADAR DENGAN SEMUA PERKATAANMU BARUSAN?? AKU BUKANNYA TIDAK INGIN BERISTIRAHAT!! Sekarang bagaimana aku bisa beristirahat kalau selama berada didalam pesawat tadi kau terus-terusan memaksaku untuk mempelajari skenario yang akan aku mainkan?? Dan saat mobil tadi, bagaimana aku bisa memejamkan mata kalau kau sudah mendiktekan begitu banyak macam kegiatan-kegiatanku selama berada disini??”

Aku kesal. Aku benar-benar kesal dengan Managerku yang satu ini. Aku sudah tidak peduli lagi! Masa bodoh ia ingin marah atau apa, aku tidak peduli! kepalaku rasanya mau pecah. Maka, kuputuskan untuk keluar dari kamar hotelku dan pergi kemanapun! Aku tidak peduli apakah ia mau marah atau tidak, atau ia berteriak memanggil namaku atau tidak. Karena dia, rasa kantuk ku pun tiba-tiba lenyap begitu saja. Haaaaahhh… Ottokhae?? Apa yang harus aku lakukan?? Rasanya, ingin sekali aku mengundurkan diri dari dunia entertaiment ini. Ini sungguh menyiksaku. Seluruh jadwal yang  jamnya tidak masuk akal pun harus aku selalu aku temui setiap hari. Aku bahkan juga berani bertaruh. Jika didunia ini terdapat 30 jam setiap harinya, hal itu pasti tidak akan berarti menyenangkan untukku. Managerku pun pasti langsung dengan seenaknya menambah jam kerjaku sesuai dengan jumlah jam dalam satu hari itu.

Aku tidak tahu kemana langkah kaki ku pergi hingga aku saat ini sudah berada di depan sebuah bar kecil yang masih buka hingga jam segini. Maka, kuputuskan untuk segera masuk kesana dan memesan beberapa  botol minuman sebagai bentuk pelampiasan atas kekesalanku. Aku mabuk.. aku tidak peduli lagi jika sampai ada seseorang yang mengenali diriku. Aku butuh sendiri.. aku butuh waktu untuk sedikit menyenangkan diriku. Jika bukan dengan minuman-minuman ini, kepada siapa lagi aku harus menceritakan atau berbagi semua kesesakan ku selama ini?? semua orang tidak ada yang membela ku. Semua orang tidak ada yang peduli pada hidupku.

***************

KEESOKAN PAGINYA

PLAAAKKK!!!!

Aku begitu terkejut dengan apa yang Jang Kyujung sajangnim, bos serta pemilik entertaiment artis tempatku bernaung,  lakukan terhadap ku. Pagi ini secara tiba-tiba ia sudah mengejutkan ku dengan kedatangannya di Macau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, ditambah lagi tamparannya di pipiku yang begitu mengejutkanku. Aku tidak tahu apa salahku sampai ia menamparku seperti itu. Setahuku, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun.

“Sa..Sajangnim, wae kudae?? Kenapa kau..?” Aku menatap Sajangnim tidak percaya.

“MWO?? KAU MAU TAU APA SALAHMU??’ teriaknya persis didepan kedua wajahku.

Asal kalian tahu, saat ini Kyujung sajangnim dan aku, serta beberapa orang lagi termasuk managerku, sedang berada di tempat istirahat di lokasi syuting ku. Ia dengan santainya sudah mempermalukan aku didepan semua orang. Ia menamparku, membentakku seenaknya tanpa melihat kiri dan kanannya. Otomatis, seperti yang kau tahu pastinya. Semua orang memperhatikan kami berdua,  menonton kami layaknya sebuah adegan dalam sebuah film yang biasa aku lakukan, atau ada beberapa orang yang juga lebih memilih menyingkir menjauh dari kami.

“Apa yang kau lakukan tadi malam hah?? Puas kau sudah membuat malu management ku karena sikap mu yang tidak profesional seperti itu??!! Lihat!!! Gara-gara ulah mu tadi malam, sekarang TIDAK ADA SATU ORANG PRODUSER PUN YANG MAU MENGONTRAKMU!!!! Kau pikir berapa besar kerugian yang ku terima???? Dan 1 lagi, KENAPA KAU MABUK-MABUKKAN TADI MALAM??? YA!!! Kau pikir tidak ada orang yang mengenalimu??”

Aku terdiam mendengarkan semua ucapan sajangnim. Jadi karena ini ia begitu terbakar emosi hingga membuatnya rela terbang dari korea ke macau hanya untuk memarahiku, memakiku seperti ini??

SREEETTT!!! Kyujung sajangnim melemparkan beberapa lembar foto serta majalah yang gambar didepannya adalah gambar yang menangkap basah aku sedang tertidur di pertemuan kemarin.

“KAU LIHAT AKIBAT PERBUATANMU!! Sikap jelekmu, semua citra mu sekarang sudah buruk!! Semua foto-foto saat meeting dan makan malam sudah tersebar, begitu juga dengan foto-foto saat kau mabuk!! Terima  kasih Kibummie.. Terima kasih atas semua KEBODOHAN dan KESALAHAN mu!! kau tahu, semua yang sudah kau perbuat benar-benar MEMBUATKU KECEWA!!! Kau ARTIS YANG TIDAK BISA DIANDALKAN!!!”

Aku masih terdiam dengan semua perkataannya. Emosi ku memuncak. Sungguh, aku tidak terima terus diinjak-injak seperti ini. Aku merasa ini bukan semuanya salah ku. Oke, kuakui aku memang tidak sopan dan begitu kurang ajar saat tertidur waktu itu. Tapi untuk masalah lain?? Kenapa ia menyalahkan aku?? Kenapa ia mencapku seperti itu??

“Sajangnim, kau salah jika menilaiku seperti itu. Aku tahu mungkin semua yang terjadi kemarin itu memang salahku. Tapi kau tidak bisa begitu saja menyalahkan aku bahkan hingga menganggapku sebagai artis yang tidak bisa diandalkan.” Bela ku.

“LANTAS APA?? Kalau kau bukan artis yang tidak bisa diandalkan, KAU ARTIS YANG SEPERTI APA?? Artis yang selalu membuat masalah?? Artis yang tidak bisa berakting?? Atau apa??” Kata sajangnim benar-benar menusuk hatiku. Aku sedikit menghela nafas agar tidak terpancing  emosi.

“Apa yang membuatmu bisa berpikir seperti itu tentang aku?? Kalau untukmu aku tidak bisa akting, untuk apa selama ini kau begitu banyak memberikan kontrak film, atau pun drama padaku?? Bahkan saat aku belum menyelesaikan salah satu drama, kau sudah menyodorkan beberapa judul yang harus aku mainkan tanpa menanyakan dulu bagaimana pendapatku. Wae??”

“Hahahaha.. Kau itu benar-benar polos Kibummie. Apa kau tahu, alasan ku memberikan begitu banyak job untukmu adalah MONEY..!! kau dengar?? UANG!! Aku tidak peduli bagaimana acting mu saat itu. Yang terpenting untukku adalah kau bisa terus menghasilkan uang untukku dan untuk kelangsungan perusahaan kita!! Tapi setelah kulihat dengan mata kepalaku sendiri, aku benar-benar menyesal. Aku benar-benar menyesal sudah menerima mu menjadi artis di Managementku!!” ucapan Sajanganim sudah keterlaluann. Mendengarnya terus-terusan menghina ku, aku menunggu waktu. Saat ini aku hanya bisa mencengkram serta mengepalkan kedua tanganku keras-keras.

PRAAAANNGGG!!!!

Semua orang menoleh kaget kearah ku dan Kyujung sajangnim. Aku terdiam, tidak peduli rasa sakit di tanganku serta darah yang mengucur dari sana saat aku memecahkan gelas kaca dengan tanganku sendiri barusan. Tak hanya gelas itu saja, namun juga vas bunga yang berada tidak jauh dari meja, ku lempar ke dinding hingga pecah tidak beraturan.

“Kau tahu sajangnim?? KAU PIKIR AKU SUKA PEKERJAAN SEPERTI INI?? TIDAK!!! AKU JUGA TIDAK KAGET SAAT KAU MENJADIKAN KU SEBAGAI  BONEKA SERTA MESIN UANG UNTUKMU!!  TAPI KAU SALAH JIKA MENGANGGAPKU TIDAK BERGUNA ATAU TIDAK BERBAKAT!!! Kalau kau memang tidak puas dengan semua hasil yang kuraih, baiklah.. AKU AKAN MENGUNDURKAN DIRI!!!!” Teriakku kencang.

“MWORAGO?? YA!! KIM KIBUM KAU TIDAK BISA SEENAKNYA SEPERTI ITU!!! Kau pikir sehebat apa kau bisa keluar dari Managementku?? Heuh, Ingat kontrakmu itu masih berlaku sampai detik ini!! Apa kau bisa mengganti pinaltinya??”

“WHATEVER!!! Aku tidak takut pada apapun, termasuk kalau aku harus keluar dari MANGEMENT INI! Aku juga bahkan tidak takut kalau kau menggugatku!!! BERAPAPUN PINALTI YANG HARUS AKU BAYAR, AKU AKAN MEMBAYARNYA!!”

Setelah pertengkaran hebat itu, aku langsung keluar dari ruangan dan pergi meninggalkannya. Aku tidak peduli dengan teriakan-teriakannya. Aku benar-benar sudah lelah. Aku lelah dengan semua beban pekerjaan yang tidak pernah berhenti aku pikul. Aku begitu marah dengan semuanya! Aku bahkan begitu marah dengan diriku sendiri yang baru memiliki keberanian saat ini.

“Kibum-ah.. Tanganmu… Lebih baik diobati dulu. Kau tidak ingin membuat fans mu diluar cemas kan kalau melihat lukamu seperti ini??”

Shin Yongrin, aktris yang menjadi lawan mainku dalam film ini serta gadis yang selalu digosipkan denganku menghampiriku. Yongrin juga salah satu artis yang satu management denganku. Ia tampak begitu tenang menghadapiku dan mengobati lukaku. Ia tahu pertengkaranku dengan Kyujung sajangnim tadi. Tapi ia sama sekali bukan tipe artis yang selalu ingin tahu kelanjutan perseteruan antara kami.

“Gomawo, Yongrin-ah.. Mianhe kalau tadi aku membuat kacau segalanya.” Ucapku saat Yongrin sudah selesai mengobati tanganku. Yongrin tersenyum. Senyum inilah yang setidaknya menjadi alasan keduaku untuk bertahan dalam dunia ini, selain cinta dan dukungan para fans ku.

“Gwaenchana, Oppa.. aku tahu bagaimana perasaannmu. Tidak hanya kau yang terkadang lelah dengan semua kebohongan ini. Tapi aku juga.. parahnya lagi, terkadang aku ingin sekali bunuh diri agar semua masalah pekerjaanku selesai. Aku rindu waktu-waktu bebasku dulu.. Jalan-jalan, menghabiskan waktu bersama keluargaku, nonton dibioskop, berteman dan berpacaran dengan  siapapun.. Aku ingin sekali menjadi sepertimu yang begitu berani dan lantang memutuskan untuk keluar dari management ini.” Secara refleks, kugenggam kedua tangan Yongrin. Entah kenapa mendengar ucapannya seperti ini, aku seperti memiliki kekuatan untuk terus melangkah maju dan tetap pada keputusanku untuk keluar dan mengundurkan diri dari dunia keartisan.

“Yongrin-ah, apa kau mau keluar bersama denganku?? Kita mengundurkan diri dari Management bersama-sama. Apapun yang terjadi kita hadapi berdua. Ottokhae??” Yongrin terkejut dengan semua ajakan ku.

“Mwo?! Apa kau serius Oppa?? aku.. Aku tidak bisa! Aku tidak seberani dirimu. Biar bagaimanapun, aku masih membutuhkan pendapatan untuk hidupku. Aku membutuhkan pekerjaan ini.”

“Kau bisa, Yongrin-ah. Aku percaya kau pasti bisa! Kita bisa mencobanya di Management lain. Percaya padaku, pasti ada management lain yang mau menerima kita bukan karena kita bisa di manfaatkan, tapi karena kita memang memiliki bakat.”

Setelah usaha yang cukup keras membujuk Yongrin, akhirnya Yongrin mau mengikuti jejakku untuk keluar dari Management yang sudah membesarkan nama kami. Aku dan Yongrin sengaja tidak memberitahukan rencana kami ke manager kami masing-masing. Mereka semua hanya tahu bahwa kemarahan ku tadi hanyalah gertakan biasa.

Sesudah perbincangan dengan Yongrin, aku memutuskan keluar dan kembali menjalani aktifitas  syutingku yang sudah mundur selama 2 jam lebih karena gangguan tadi. Begitu aku keluar, sontak teriakan seluruh fans kembali membahana. Mereka memanggil  dan menyebutkan namaku. Mereka bahkan memintaku untuk mendekat dan menjabat tangan mereka. Melihat wajah-wajah ceria mereka, aku sedikit terhibur. Ada sedikit kecemasan yang tiba-tiba menghampiriku. Jika aku mengundurkan diri nanti, akankah mereka masih setia mencintaiku?? Apakah mereka masih setia dan penuh cinta memanggil namaku seperti sekarang ini??

“Kibum oppa…”

“Kibum Oppa..”

Aku tersenyum menghampiri mereka semua. Haaahhh,,, Lagi-lagi senyum palsu ini harus aku keluarkan lagi untuk menyapa mereka. Didepan mereka, aku harus berpura-pura bahagia seperti ini. apa mereka tahu bagaimana tertekannya aku atas semua pekerjaan ini??

*****************

1 TAHUN  KEMUDIAN

Ini sudah setahun setelah kejadian waktu itu berlalu. Akhirnya dengan semua usahaku dan semua bantuan dari orang-orang yang terus mendukungku, aku dapat terbebas dari Management itu. Aku dapat terbebas dari segala macam kontrak budak dan semua pekerjaan yang selalu menyiksa waktu dan tenaga ku. Walaupun beberapa bulan yang lalu aku harus menghadapi segala macam tuntutan dari pihak pengadilan karena pemutusan kontrak sepihak,  aku berhasil bebas. Walaupun banyak biaya dan tenaga yang sudah aku korbankan disana, aku puas.

Aku senang.. aku bebas. Aku tidak peduli bagaimana pendapat orang mengenai diriku. Terserah orang mau mencap aku sebagai artis yang tidak tahu berterima kasih atau kacang yang lupa pada kulitnya atau apapun itu, aku benar-benar akan menutup semua mata dan telingaku terhadap orang-orang seperti itu. Yang jelas, aku bahagia bisa menjalani hari-hariku seperti biasanya. Aku bisa kembali menata hari-hari baru ku. Aku akan mencoba untuk berjuang lagi dari nol. Aku tahu, bahwa mungkin ini satu perjalanan yang sulit. Tapi aku percaya.. aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menunjukkan jalannya padaku. Aku juga percaya bahwa masih ada perusahaan-perusahaan Entertaiment artis lain yang tidak melihat artisnya sebagai ‘mesin uang’. Masih ada management artis yang lebih memikirkan keadaan serta kesehatan para artisnya. Dan aku percaya, aku bisa masuk kesana.

“Oppa.. Kenapa melamun??” Seseorang tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Aku menoleh dan mendapatinya sedang terduduk manis disampingku.

“Ah, Yongrin-ah..Aniyo.. aku sedang menikmati waktu luang saja. Kau kan tahu, besok aku akan menjalani casting di PJS Entertaiment. Aku sangat gugup.” Ucapku tersenyum pada gadis disampingku.

“Oppa.. kau itu artis hebat. Walaupun banyak orang yang membencimu karena kasus kemarin, tapi aku percaya kau pasti mampu menjalani semuanya dengan baik. Aku juga yakin, karir mu pasti akan kembali lagi. Aku akan berdoa untukmu.. Hwaiting!!!” gadis itu mengangkat kedua tangannya keatas untuk menyemangatiku. Aku tertawa melihat tingkahnya yang begitu lucu.

“Ne.. Gomawo, Jagi!” Ucapku sambil mengusap rambutnya.

Aku begitu semangat untuk menghadapi jalan baru untuk kehidupanku ini. Walaupun harus dimulai dari nol, tapi percaya pada ucapan Yongrin, kekasihku, bahwa aku pasti bisa melewati semuanya dengan baik. Aku juga percaya, pasti aku akan bisa kembali menapaki karir yang sudah aku geluti selama ini. Ternyata, kecintaanku pada dunia acting tidak bisa menghentikan langkahku. Semoga saja semua orang, terutama para fans ku yang sempat meninggalkan aku, kembali mempercayaiku dan mau mencintaiku lagi sebagai seorang “Kim KIBUM”, bukan Kim Kibum artis yang sudah ‘mati’ beberapa waktu yang lalu. Itulah yang menjadi keyakinanku saat ini…

-THE END-

9 thoughts on “REAL TO ME

  1. woaa,
    kren asli nyentuh bgd,,
    ma2 q hrz bca ne,stiap ngliat artis sllu blg
    “klo gde jd artis aj”
    emnk gmpng p jdi artis,

  2. huwaaa, bumpa kasian..
    tpi bumpa jangan putus semangat, soalnya ada aku dan para ‘snowers’ akan mndukung oppa terus.
    FIGHTING..😀

  3. Wiii….memang pd dasarnya jd artis itu gk mudah, keliatannya aja enak, pdhl banyak tekanan
    1. Gk bs kemana mana, alias hrs ada bodyguard
    2. Ngumpul bareng keluarga pun terasa sulit
    3. Mo pacaran jd rempong keke
    4. Mo jalan/ngumpul bareng temen jg susah, dan akhirnya jd dianggep sombong sm temen,pdhl emang gk bs lantaran jadwal padet
    y gtulah, mungkin secara materil bs dibilang berkecukupan tp bs jd sulit jika kita tdk bs mengkoordinasi semuanya dgn baik
    jd, yg mo jd artis, pikirkan dulu baik2 dan mateng2 ne…
    Itu makna yg aku tangkep dr ff eonni, bener kan???????
    Gumawo eonni, seperti biasa ffnya bagus dan feelnya dpt
    ahh senangnya

  4. ternyata sebegitu sulitnya kah dunia entertaiment? aigoo, pdhal cita2ku jd entertainer *curcol* tp aku mau kyak oppadeul, semangat dan pekerja keras. mengahdapi semua rintangan yg menghalau d dpan. huff….

  5. berat bgt khidupan sbgai artis ky kibum oppa……
    dmanfaatkn olh managemrnt artisx ja tanpa ad waktu untk istrahat…..
    smpk” wktu meeting ma produser” ketiduean sking cpek x da gtow dslh”in ge
    yg sbar y oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s