FIRE ICE BROTHER (part 2 of 3)

Annyeong… Admin balik lagi sama cerita KYUHAE nih…🙂 Sebelumnya admin minta maaph yaaaa… kalau tiba-tiba episodenya jadi ditambah. Gak jadi 2, tapi 3 part. Hehehehe… soalnya kalo dipaksain 2 part, jadinya bakal panjang gak karuan. kalo terlalu panjang pasti ngebosenin. ^^

Mudah-mudahan pada suka ya lanjutan ceritanya..🙂 Mian sebelumnya kalo ini cerita rumit, ribet, n ngebingungin… puncak n intinya sebenarnya ada di part 3 nanti. Makanya, tungguin aja yaaa… ^^

Yaudah, dari pada banyak kata sambutan, mending langsung di baca yaahh… Mianhe (lagi!) kl banyak kesalahn cetak. soalnya admin ngetiknya bur-bur banget.. ngetik di kantor soalnya.Hehehehe..

HAPPY READING… ^^ HARUS DI COMMENT YAAAAA!!! Kl gak, awas lhooo… !!! :@ (:p)

Gomawo…

********************************************


AUTHOR POV

Dilain tempat, Donghae yang tadi lari dari hadapan Heesun sekarang bergegas pergi ke satu tempat. Ia berlari dengan sangat kencang menuju ke sebuah rumah untuk menemui seseorang. Seseorang yang waktu dulu pernah menyuruhnya untuk menjauhi Heesun.

TING…TONG…

Donghae segera membunyikan bel rumah tersebut. Dan tidak lama kemudian munculah seorang pria membukakan pintu untuk Donghae. Pria itu tentu saja terkejut dengan kedatangan Donghae yang tiba-tiba. Ia tidak menyangka pria yang menjadi teman kecil keponakannya itu datang menemuinya.

“Cepat pindah dari sini sebelum terlambat! Ingatan Heesun sudah kembali dengan cepat!” Ucap Donghae begitu dingin. Si pria yang diajaknya berbicara itu hanya terdiam sambil terus memandang Donghae. Ia akhirnya menyuruh Donghae untuk masuk kedalam rumahnya terlebih dahulu dan melanjutkan pembicaraan mereka didalam.

“Heesun… Walaupun sudah kuacuhkan, ia tetap tidak mau menjauhiku. Kalau aku terus berada disisinya, aku akan terus menyakitinya. Aku tidak tahan lagi! Sungguh, sengsara sekali rasanya.” Donghae kembali melanjutkan pembicaraannya yang tadi.

Si pria yang duduk didepan Donghae masih tidak bergeming. Ia menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya ke sofa tempat mereka duduk saat ini.

“Donghae-ya, aku memang pernah meminta mu untuk menjauhi Heesun. Tapi setelah ku pikirkan kembali, aku menarik semua perkataan ku padamu saat itu. Kalaupun Heesun ingat semua kenangannya saat dia kecil, aku rasa itu akan terjadi setelah ia dewasa nanti. Tapi Jika Heesun memang sudah mengingat semuanya, itu tidak masalah untukku.” Jawab Pria yang ternyata adalah Hangeng, paman Heesun.

“Tapi, Uncle Han…”

“Donghae-ya, asal kau tau.. sebenarnya aku justru lebih mencemaskan mu daripada Heesun. Kau memiliki tatapan seperti sedang berada di dasar laut yang sangat gelap. Semua penderitaanmu sudah ku ketahui saat kalian berdua masih kecil. Dan jujur saja, setelah pindah dulu pun aku masih sering mencemaskanmu. Setelah kejadian waktu itu, bagaimana dengan ayahmu??”

Hangeng menatap Donghae, pria yang sudah dianggapnya seperti keponakannya sendiri itu dengan tajam. Tidak hanya Kyuhyun dan Heesun saja yang tahu bagaimana penderitaan Donghae semenjak ia tinggal dengan ayahnya. Namun juga Hangeng, paman Heesun.

Masih jelas sekali diingatan Hangeng bagaimana seringnya Donghae dulu kabur ke rumah Heesun karena Heesun tidak mengijinkan Donghae pulang ke rumahnya, takut jika Donghae di kasari lagi oleh ayahnya. Namun, semenjak kematian ibu Heesun, Hangeng dan Heesun memutuskan untuk pindah ke luar negeri dan meninggalkan Donghae sendirian.

“Appa.. dia memang terkadang kembali. Tapi, sudah bertahun-tahun kami tidak lagi saling bertatap muka satu sama lain. Adjusshi tidak perlu mencemaskan aku. Aku bukan anak-anak lagi yang tidak bisa berbuat apa-apa seperti dulu.” Ucap Donghae menatap Hangeng dengan sendu.

Bagi Hangeng, tatapan itu selalu terngiang-ngiang di pikirannya. Walaupun mereka berdua tidak mempunyai hubungan darah, namun Hangeng bisa merasakan bagaimana berat nya hari-hari yang harus dilewati Donghae selama beberapa tahun ini.

“Saat itu, kau pernah bilang padaku bahwa kau lega Heesun lupa pada masa lalunya, karena kau takut ia akan kecewa padamu. Tapi aku rasa tidak seperti itu. Seburuk apapun kau saat ini, Heesun pasti akan menerimamu. Hanya dengan melihat tatapan mu saja, aku tahu.. sebenarnya kau juga ingin dia ingat semuanya kan? Kau ingin dia berada di sisimu kan??” Ucap Hangeng tepat sasaran dan membuat Donghae semakin terdiam.

Donghae sadar, ia tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Hangeng Adjusshi itu semuanya benar. Ia  tidak ingin menolak saat hatinya berkata bahwa ia masih membutuhkan Heesun sampai detik ini. Bagi  Donghae, kehadiran Heesun lah satu-satunya yang mampu membuat hidupnya kembali bermakna seperti saat mereka kecil dulu..

BRAAAAAKKKKK!!!!

Donghae dan Hangeng menoleh saat secara tiba-tiba pintu rumah di banting dan terbuka lebar. Seorang pria masuk ke dalam sana dengan nafas yang terengah-engah. Kelihatan sekali sepertinya ia habis berlari kencang dari satu tempat yang jauh.

“Adjusshi!!! YA!!! Adjusshi!!! Heesun Dimana???” Tanyanya seperti orang kebakaran jenggot. Raut wajahnya panik. Ia bahkan tidak sadar bahwa diruangan itu bukan hanya ada Hangeng saja, melainkan juga ada Donghae.

“Mwo?! Donghae??”

“Kyuhyun?!”

Pria yang baru masuk itu adalah Kyuhyun. Entah apa yang terjadi, sepertinya raut wajah Kyuhyun sedang mencemaskan sesuatu. Ia begitu panik dan memikirkan Heesun. Namun, saat berada didalam rumah Heesun, Kyuhyun cukup terkejut dengan pemandangan seorang pria yang menjadi musuhnya. Pria yang begitu dibencinya. Kyuhyun bahkan sampai lupa tujuannya datang ke rumah Heesun. Donghae dan Kyuhyun saling menatap tajam satu sama lain.

“Ya!! Anak muda, ada apa kau mencari Heesun?? Dia sedang pergi.” jawaban Hangeng barusan menyadarkan Kyuhyun akan tujuannya kemari. Ia pun buru-buru menjelaskan semuanya pada Hangeng dan juga Donghae.

“Aku tahu bahwa Heesun hari ini berencana untuk pergi ke Elementary schoolnya dulu. Lalu aku memutuskan untuk pergi juga kesana dan bertemu dengan Heesun. Tapi.. di tengah perjalanan tadi ada kecelakaan. Ada yang ditabrak disana. Jalanan benar-benar penuh dengan darah. Kemungkinan Heesun melihatnya. Ingatannya mungkin kembali!!!!!” Jelas Kyuhyun panjang lebar.

Hangeng terdiam. Ia tidak terlalu terkejut dengan ucapan Kyuhyun barusan. Namun, berbeda dengan Donghae. Mendengar berita yang Kyuhyun bawa, secara tiba-tiba jantung Donghae berdetak hebat tidak karuan. Ada perasaan cemas dan takut di dalam hatinya. Walaupun juga masih terdiam, akan tetapi nampak sekali wajah Donghae memperlihatkan kecemasan yang luar biasa.

“Gwaenchana.. kalian berdua tidak usah panik. Heesun.. Pasti akan kembali. Dia masih memiliki aku.” Ucap Hangeng yang sepertinya tahu apa yang dirasakan oleh Donghae dan juga Kyuhyun.

Donghae tidak peduli. Ia sama sekali tidak peduli dengan ucapan Hangeng barusan. Kecemasan di hatinya benar-benar membuatnya kalut. Ada perasaan bersalah yang Donghae rasakan, karena tadi ia sempat pergi meninggalkan Heesun sendiri. Perasaan bersalah inilah yang membuatnya lagsung bergegas keluar dari rumah Hangeng dan segera pergi mencari dimana Heesun berada. Kyuhyun yang melihat Donghae keluar dari sana pun hanya bisa terdiam.

“Kau tidak ikut mengejarnya??” Tanya Hangeng pada Kyuhyun.

“Aniyo.. kalau Adjusshi bisa yakin seperti itu, aku percaya Heesun memang tidak apa-apa. Lagi pula, kalau ingatan Heesun kembali, peran dan tugasku disini tidak dibutuhkan lagi kan?” Kyuhyun tersenyum pahit. Ia sadar, bahwa kemungkinan besar jika ingatan Heesun kembali, ia tidak akan mungkin bisa lagi berteman dengannya seperti saat ini. Seluruh waktu Heesun, pasti akan digunakannya hanya untuk bersama dengan Donghae, pria yang begitu dibencinya itu.

***********************

Donghae terus berlari kencang tak tentu arah menembus hujan yang sedang turun siang ini. Ia tidak peduli lagi walaupun dirinya harus basah kuyup seperti ini, ia tidak akan menyerah. Hanya satu tujuannya kali ini.. Ia harus bertemu dengan Heesun!! Dicarinya di seluruh tempat, namun nihil.. Heesun tidak terlihat dimanapun. Hingga secara tiba-tiba Donghae sadar dimana ia dapat menemukan Heesun, ia segera melangkahkan kakinya besar-besar untuk berlari menuju ke arah gadis itu.

DI PEMAKAMAN

Ternyata benar apa yang dipikirkan oleh Donghae. Disinilah Heesun berada. Di sebuah makam tempat dimana ibunya beristirahat. Donghae hanya mampu terdiam menatap punggung Heesun yang sedang bergetar hebat, tanda bahwa gadis itu sedang menangis kencang. Heesun pun juga tidak menyadari, bahwa kini seorang pria sudah berdiri dibelakangnya.

“Kau sedang apa??” Tanya Donghae dingin. Suara Donghae membuat Heesun sedikit terkejut. Masih dengan tangisannya, Heesun berusaha menjelaskan apa yang sedang dirasakannya.

“Eomma.. saat itu Eomma tiba-tiba ambruk.. Walau..pun aku panggil, Eomma tidak menyahut sama sekali. Aku… Aku sudah membunuhnya!!!! Kalau saja saat itu aku tidak lari, Eomma pasti tidak akan meninggal!!!! Aaaarrghhh…!!!! Andai saja aku yang mati!! Harusnya aku yang mati, bukan Eomma!!!! Aku tidak dibutuhkan!! aku benar-benar tidak dibutuhkan!!”

Tangis Heesun semakin kencang. Ia meratapi seluruh penyesalan yang ada didalam dirinya. Donghae yang melihat hal itu pun hanya terdiam. Ia tidak ingin membiarkan gadis itu kembali terpuruk oleh luka lamanya yang tidak sengaja terbuka lagi.

Selanjutnya, Donghae pun dengan sigap langsung menarik tangan Heeshun dan menyuruh nya berdiri. Ia pun menarik Heesun dan langsung membawanya ke sebuah tempat, yaitu sebuah jembatan di dekat Sungai Han. Heesun yang awalnya berontak tidak ingin di bawa pergi mendadak terdiam saat melihat tempat dimana mereka berada saat ini. Kembali, ingatannya muncul manakala ia sadar bahwa tempat ini adalah tempat dimana dulu Donghae sempat mencoba ingin bunuh diri saat mereka masih kecil.

“Cha!! Kalau kau memang merasa tidak dibutuhkan, Lompat saja!!” Suruh Donghae pada Heesun. Donghae hanya ingin menggertaknya saja.

“Donghae-ya, tempat ini… dulu, aku pernah lompat dari sini kan?? Saat itu aku lompat karena mengejar seseorang. Meskipun terseret arus, aku mati-matian menggenggam tangannya. Sekalipun aku harus mati, aku tidak akan pernah melepaskan tangannya.” Donghae menoleh ke arah Heesun. Ia senang karena Heesun  sudah mulai mengingat beberapa memori tentang kejadian masa kecil mereka.

“Kau penyelamat Hidupku..” ucap Donghae membuat Heesun yang kali ini menoleh tidak percaya padanya.

“Dulu, aku pikir aku tidak ada artinya. Mati kapan pun juga tidak masalah untukku. Aku bahkan masih ingat saat kau bilang bahwa ‘tidak ada seorang anak yang tidak dibutuhkan’. Kata-kata mu saat itu masih aku ingat sampai detik ini. itu lah pertama kalinya ada yang bilang bahwa aku berharga. Kau bilang aku boleh hidup, kau bilang aku begitu dibutuhkan. Karena hal itulah aku bisa hidup hingga saat ini.  Dan sejak saat itu, kata-kata mu selalu menjadi penopang hidupku. Dan sejak saat itu, kau bahkan lebih berharga dari siapapun. Kau tahu?? Ada banyak orang yang membutuhkanmu.. kalau kau tidak ada, pasti banyak yang akan menangisimu. Jadi, jangan pernah berkata bahwa kau tidak dibutuhkan! Ibumu sudah susah payah melahirkanmu kan?? Jadi hargailah nyawa pemberiannya.” Jelas Donghae panjang Lebar sambil menatap ke hamparan didepannya yang begitu luas.

Mendengar semua penjelasan dan ucapan dari Donghae, Heesun merasa tersentuh. Ia kembali menangis dengan keras, meluapkan seluruh emosi dan kesedihannya yang sudah ia rasakan. Semua ucapan Donghae barusan juga berhasil menamparnya hingga ia akhirnya tersadar bahwa apa yang dikatakan oleh Donghae semuanya adalah benar.

Donghae dan Heesun tidak menyadari, bahwa tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini, seseorang tengah menatap mereka berdua. Ia tengah menatap kebersamaan Donghae dan Heesun dengan datar. Ia tidak tahu, apakah ia harus senang Heesun kembali ataukah ia harus merasa marah karena bukan dirinya yang berhasil menyelamatkan Heesun, melainkan pria yang selalu menjadi bayangan kelam di hidupnya.

*******************************

Sebulan sejak kejadian waktu itu, Donghae pun berubah. Ia tidak lagi menjadi Donghae seperti biasanya. Donghae yang tanpa ekspresi, Dingin, tidak pernah berbicara, dan cuek. Donghae sudah mulai merubah dirinya jika berada dihadapan Heesun. Kini mata indahnya serta ekspresinya menjadi lembut dan juga sudah mulai bisa tersenyum. Heesun sudah pasti senang dengan perubahan donghae yang seperti itu.

Namun, dari semua perubahan yang sudah terjadi akhir-akhir ini, ada satu hal yang masih mengganjal dalam hati Heesun. Bukan hanya karena ia memikirkan donghae. Tapi ia juga memikirkan Kyuhyun. Heesun tahu bahwa hubungan antara Donghae dan Kyuhyun masih sangat buruk. Malah bisa dibilang semakin memburuk. Hessun hanya tidak ingin melihat mereka berdua ribut lagi seperti biasanya. Oleh karena itu, Heesun mencoba memikirkan beberapa cara untuk membuat kedua pria tersebut akur lagi.

“Heesun-ah, bisa kita bicara  sebentar??” Heesun menoleh saat Donghae memanggilnya.

“Ada yang ingin ku katakan saat selesai kuliah nanti. Ku tunggu kau di atap kampus jam 5. Ne?!”  ucap Donghae to the poin pada Heesun dan langsung melesat meninggalkan Heesun pergi.

“Eh.. Eh..!! Chankaman, Hae… Haish!! Bocah itu! apa sih memangnya yang ingin dikatakannya??” Heesun kembali dibuat kesal dengan tingkah Donghae yang barusan.

************************************

Pulang kuliah, Heesun langsung segera pergi menuju atap sesuai dengan permintaan Donghae tadi. Ditunggunya Donghae dengan sabar disana. Heesun menebak-nebak, apa yang kira-kira akan di bicarakan Donghae padanya. Melihat raut wajah Donghae yang begitu serius saat berbicara tadi, Heesun tahu sepertinya itu adalah pembicaraan yang cukup serius.

10 Menit…

25 Menit…

45 Menit…

1 Jam…

“AAARRRGGHHHH….. Kemana sih si Bocah menyebalkan itu?? Kenapa dia tidak datang?? Jinjja!!! AWAS KAU DONGHAE!!!!”

Heesun marah-marah sambil berteriak kesal di atap kampus. Heesun begitu kesal. Sudah sejam ia menunggu Donghae, tapi pria itu sama sekali tidak muncul untuk menemuinya. Saking kesalnya, Heesun akhirnya memutuskan untuk mencari Donghae di seluruh penjuru kampus. Ia tidak terima. Ia merasa dipermainkan oleh Pria ‘No Expression’ itu.

Selama hampir 30 menit mencari Donghae dimana-mana, akhirnya Heesun menemukan dimana Donghae berada. Ia cukup terkejut saat mengetahui bahwa Donghae sedang tertidur pulas di klinik Universitas.

“Mwo!? Lee Donghae, kau ini!!!! Sudah memanggil orang, nyuruh untuk datang ke atap dan membuatku menunggu lama kau malah Tidur disini?!! Jinjja!!! YA!!! LEE DONGHAE, IREONA!!!! DONGHAE…!!!!”

“Sssstttt… biarkan ia tidur. Sepertinya ia tidak bisa tidur dirumah. Soalnya ia sering kemari hanya untuk tidur.” Tiba-tiba suara seorang dokter muda menghentikan tindakan brutal Heesun yang sudah berteriak-teriak di klinik tadi.

“Mworago?! Sering??” tanya Heesun tidak percaya.

“Ne.. bantal guling juga selimut pribadinya pun juga ada disini.”

Heesun benar-benar tidak percaya dengan ucapan Dokter barusan. Ia lebih tidak percaya lagi saat dokter itu berkata bahwa Donghae sering datang ke klinik ini hanya untuk menumpang tidur. Bahkan barang-barang pribadinya pun juga tersimpan disini. Banyak sekali asumsi-asumsi yang tiba-tiba melintas di pikiran Heesun mengenai Donghae.

******************************

HEESUN POV

Sungguh, aku tidak percaya dengan semua ucapan dokter tadi. mana mungkin Donghae seperti itu. Kalau memang Donghae sering datang kesini, kenapa aku tidak pernah tau?? Kenapa tidak ada yang memberitahuku?? Kalau Donghae memang tidak pernah bisa tidur dirumah, dimana biasanya dia tidur?? Aku tahu… jujur aku tahu bahwa rumahnya mungkin bukan tempat yang aman baginya. Tapi.. tidak bisakah Donghae jujur padaku dan mengatakan semua permasalahn atau kesusahan yang sedang dihadapinya??

“Pertama, kondisi keluarga. Aku selalu merasa rumahnya itu dingin dan menakutkan. Apalagi dengan orang tua macam itu. Dan yang kedua, mungkin penindasan. Sejak kecil, aku sering sekali melihat banyak luka di tubuh Donghae. Awalnya aku pikir itu karena ia jatuh atau karena sesuatu. Sampai saat aku beranjak SMP, aku mulai menyadari bahwa tubuhnya selalu dipenuhi luka baru. Bukankah itu sangat aneh dan mustahil jika sejak TK hingga SMP kau selalu terjatuh atau terkena sesuatu?? Semua luka itu ada di tubuhnya dari yang mudah terlihat atau yang tidak terlihat sekalipun. Jadi, aku rasa dia mengalami menyiksaan oleh ayahnya.” 

DEG..!!!

Entah kenapa secara tiba-tiba perkataan Kyuhyun waktu itu terlintas kembali di benakku. Mungkinkah?? Mungkin kah Donghae tidak pernah bisa tidur dirumahnya sendiri karena itu?? Aku harus memastikannya!! Aku harus mencari tahunya apakah yang dikatakan Kyuhyun waktu itu benar atau tidak. Baiklah, Hae.. sudah cukup untukmu lari dari ku. Aku tidak akan membiarkanmu menyimpan sendiri semua masalah dan kesusahan mu!

Dengan perlahan-lahan, aku mencoba untuk menyentuh kemeja yang dipakai Donghae. Aku berharap semoga Donghae tidak terbangun karena tindakanku. Sayangnya keberuntungan sedang tidak berpihak padaku. Baru saja aku hendak membuka kancing kemejanya di bagian atas, tiba-tiba..

SEETTT…!!

Donghae membuka matanya!! Untuk beberapa detik mata kami saling tertuju satu sama lain sebelum akhirnya ia benar-benar sadar 100% dan mulai memberontak saat aku, sedikit pemaksaan menarik kemejanya agar dia bangun.

“Hee…Heesun, Apa-apaan kau?!!” Donghae terkejut dan secara refleks ia memberontak. Namun aku tidak ingin kalah darinya. Ku cengkram kuat kemejanya dan sedikit menariknya hingga tubuh Donghae mendekat kearahku.

“Donghae-ya… BUKA BAJUMU!!!” Aku berkata pelan namun tegas.

“Mm.. Mwo?! Kau??”

“Aku bilang Lepas bajumu!!! SEKARANG!!!” Aku semakin butra memaksanya untuk membuka pakaiannya. Kalau tidak seperti ini, aku yakin Donghae pasti tidak akan  mau menunjukkan semuanya padaku.

“HUAAAAA…LEPASKAAAAANNN!!! ANDWAE HEESUUUNNN!!!”

BRUUUUKKKKK!!!!!!

Aku dan Donghae main tarik-tarikkan. Karena tubuh kami berdua terlalu banyak bergerak akibatnya kami berdua pun terjatuh dari ranjang yang berada di klinik ini. Saat di lantai pun Donghae masih tetap mempertahankan kemejanya. Padahal kancingnya sudah berhasil ku buka semuanya dan hanya tinggal menarik kemeja itu supaya lolos dari tubuhnya.

Mendengar suara gaduh yang kami buat, dokter klinik pun langsung datang dan melihat apa yang terjadi pada kami. Dan seperti yang sudah bisa ditebak, dokter itu menatap kaget apa yang sedang kami lakukan.

“Hey, Heesun-ah ada apa ini?? Kenapa kau menyerangnya?? YA!!! Lepaskan Donghae, Heesun-ah!!!” aku tidak memperdulikan teriakan dokter itu. Aku masih akan tetap berusaha untuk membuat Donghae menyerah.

“Dokter tidak usah berisik!!! Tolo Dok, pegang Donghae yang disebelah sini!!!! PALLI!!!” Aku berteriak menyuruh dokter itu.

“Heesun, HENTI..!!!!”

SREEEETTTT!!!! Aku berhasil membuka pakaian Donghae dengan sekali hentakan keras, Dan… Ya Tuhan… apa ini?? Sungguh, seperti ini kah yang dimaksud Kyuhyun waktu itu?? seperti ini kah Luka-luka yang ada ditubuh Donghae yang disebabkan oleh ayahnya sendiri?? Apakah sebegitu kasarnya perlakuan ayah Donghae terhadap anaknya sendiri?? Omooo.. aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Luka sayatan, sundutan rokok, memar-memar parah.. semuanya berada di tubuh Donghae. Melihat pemandangan itu, aku dan dokter yang berada disana hanya terdiam dan menatap tubuh Donghae tidak percaya. Aku.. aku.. Sungguh, aku tidak tega melihat ini semua. Hatiku sakit, hatiku begitu perih melihat semua penderitaan Donghae selama ini.

“DONGHAEEEEEE…” Donghae langsung bangkit berdiri dan lari keluar dari ruang klinik ini. Ia bahkan tidak sedikitpun berbicara sepatah katapun padaku. Ia pergi.. ia pergi meninggalkan aku yang masih menangis terdiam.

HEESUN POV END

*****************************

Donghae berlari keluar dari ruangan klinik. Ia begitu shock dan terkejut dengan semua perlakuan Heesun padanya barusan. Ia tidak percaya Heesun bisa mengetahui semua luka-luka bekas penganiayaan yang sudah terjadi padanya akibat ulah ayahnya sendiri. Saat tiba di pintu klinik, secara tidak sengaja..

BRUUUKK!!! Donghae mnabrak seseorang. Ia tidak peduli siapa yang ditabraknya. Yang jelas bagi Donghae, ia harus berlari. Berlari sejauh mungkin menghindari semua yang ada.

“YA!! Ada apa sih?! Mwo?! Heesun??” Pria yang sempat ditabrak Donghae tadi langsung mengalihkan pandangannya kearah Heesun yang baru sajakeluar dari klinik dengan airmata yang mengalir dipipinya. Ditatapnya Heesun dengan penuh pertanyaan.

“Heesun, wae kudae?? Neo Waeyo??” tanya pria itu saat menghampiri Heesun. Heesun tidak menjawab. Hal itu semakin membuat si Pria bingung dibuatnya.

“Donghae.. ternyata ditubuhnya terdapat luka yang sangat banyak. Ada bekas sundutan rokok juga disana. Sepertinya luka itu sudah lama. Dan sepertinya, itu bekas luka penganiayaan.” Ucap dokter yang tiba-tiba keluar dan menggantikan Heesun menjawab pertanyaan si pria.

“Kyu.. Kau benar. Aku.. aku tahu luka-luka itu. Aku ingat.. semalaman kuusap punggunggnya sementara ia tertidur pulas.” Tangis Heesun sambil memegangi kedua lengan Kyuhyun, pria yang datang itu.

Kyuhyun terdiam. Ia menatap lorong kosong yang berada didepannya tanpa ekspresi sama sekali. Ada rasa yang sepertinya sulit untuk diungkapkan. Ia tidak tahu apa, yang jelas Kyuhyun seperti tersadar bahwa ia harus segera mencari dan menghampiri Donghae secepatnya. Ia melepaskan kedua tangan Heesun dengan sedikit agak keras. Dengan penuh emosi, ia segera berlari kencang mencari dimana Donghae berada.

************************

DONGHAE POV

‘Kenapa Appa memukulku??’

‘Jangan dekati aku!! Pergi sana!! Wae?? Kenapa aku bisa melahirkan anak seperti dia??’

Kata-kata itu.. Sungguh, aku tidak ingin dengar kata-kata itu lagi!! Aku benci!! Aku benci dengan semua yang sudah Appa dan Eomma lakukan padaku! Aku benci pada diriku sendiri! Aku malu pada semua orang!! Jebal… menjauhlah semua pikiran itu dari otakku!! Aku tidak ingin menderita seperti ini lagi!

Aku terus berlari. Entah kemana kaki ini membawaku, aku akan terus berlari dan tidak akan pernah berhenti. Aku malu pada diriku sendiri. Aku begitu bodoh, aku begitu hina!! Semua orang akhirnya tahu apa yang aku rasakan selama ini. Semua penderitaanku, semua luka di tubuhku.. Sungguh, aku benar-benar benci diriku sendiri!!

Hah…ha…Ha… Ani, ternyata aku tidak cukup kuat untuk menghindar. Aku tidak bisa terus-terusan berlari seperti ini. Hatiku sakit.. sungguh, rasanya sangat perih sekali ketika bayangan itu terus menghantui dan melekat didalam ingatanmu.

“Donghae.. Kenapa wajahmu pucat sekali??” Aku mengangkat kepalaku begitu mendengar suaranya. Sungguh tidak hanya suaranya saja yang begitu kubenci, tapi juga wajahnya!!! Wajah itu… sungguh, wajahnya benar-benar sangat mirip dengan pria brengsek itu!!

“Ya! Donghae…”

PLAAAAAKKKK..!!! Kutepis dengan keras tangan kotornya yang sedang berusaha untuk menyentuh pundakku. Aku benar-benar tidak sudi tangan itu menyentuh bahkan seujung rambut pun.

“KAU ITU KENAPA SIH?!” Ia berteriak didepanku. Hah.. pertanyaannya sungguh-sungguh sangat lucu. Apa dia tidak tahu apa yang sedang aku rasakan?? Apa dia tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini??

“KAU INGIN TAHU PERASAANKU??? KAU BAHKAN TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGERTI BEBAN PIKIRANKU SELAMA BELASAN TAHUN INI, KYUHYUN-AH!!”

SYUUUTT…TEPP! Kulemparkan sebuah benda kearahnya dan langsung di tangkapnya dengan sigap benda tersebut. Benda yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi. Kau tahu bagaimana reaksinya?? Yah.. dia terkejut.

“Mwo?! Pisau??”

“Ne.. Itu selalu kubawa untuk melindungi diri. Bahkan disaat aku tidur pun, aku terus membawa benda itu untuk melindungi diri.” Jelasku tajam.

“Mworago?? Melindungi diri dari apa?? Bukankah tuan muda seperti mu itu selalu hidup enak?? Kau kaya, tinggal di rumah yang begitu besar, kau juga pintar. Walaupun kita bersaudara jauh, kita ini berbeda.”

“Kau iri soal harta, hah?? Kalau begitu, bergembiralah! Ayahmu akan memberikan segalanya untukmu!”

“Aa… ‘AyahMU’??” Kyuhyun sepertinya cukup terkejut dengan pernyataanku barusan. Huh, baiklah akan aku beritahu semua kebenarannya padamu, Kyu!

“Kau dan Aku bukan saudara!! Aku anak dari selingkuhan ibuku.. Putra dari laki-laki lain!! Kita sama sekali tidak mempunyai hubungan darah.”

Yah, itu lah kenyataannya. Sebenarnya aku dan Kyuhyun bukanlah saudara seperti yang sering diceritakan oleh banyak orang. Kyuhyun adalah anak dari ayahku dengan wanita lain. Sedangkan aku, aku hanyalah anak yang tidak harapkan oleh ibuku yang lahir karena hasil perselingkuhan ibu dengan pria lain. Aku yakin.. aku yakin karena alasan ini lah ayahku tidak mau menerima ku dan selalu menyakiti ku.

“Kau serius?? Kau tau, meskipun itu benar aku tidak akan bersimpati sama sekali. Tapi, yang harus kau jelaskan padaku adalah kenapa kau selalu berpura-pura menganggap bahwa kita adalah saudara??” tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Alasan ku hanya satu.. karena dengan begitu, akan lebih mudah bagiku untuk menghancurkanmu!!! Aku dapat dengan mudah menjatuhkan mu atau bahkan menjebakmu dengan cara apapun. Jika kau ingat kasus beberapa waktu yang lalu saat kau tertangkap tangan sedang membawa senjata tajam, itu semua adalah ulahku. Aku ingin kau terlihat seperti seorang kriminal!! Karena, semakin kau tampak bodoh aku semakin senang!!”

Wajah Kyuhyun tiba-tiba berubah merah. Aku tahu bahwa amarahnya kini sudah mulai muncul dan membakar dirinya. Aku senang. Sungguh, aku senang sekali melihatnya meledak. Itu lah tujuanku satu-satunya!!

“JANGAN BERCANDA!!!! Aku tahu kau begitu membenciku. Dan aku sama sekali tidak terkejut dengan hal itu. Tapi kalau sejak awal masalahnya ada pada keluargamu yang hancur itu, tidak masuk akal kalau kau membalaskan dendam mu padaku!!! Apa alasannya?? Apa kau tidak rela soal harta itu??” Rahang serta wajah Kyuhyun semakin mengeras. Aku bahkan bisa melihat ia mengcengkram pisau lipat yang tadi kulemparkan padanya dengan amat sangat keras hingga telapak tangannya memutih. Kyuhyun sunggu sedang marah saat ini, tapi aku melihat ia berhasil menahannya hingga detik ini.

“Cedera di kakimu.. cedera di kaki yang membuatmu tidak bisa bermain bola lagi. Hal yang begitu berharga untukmu.. bagaimana kalau kubilang itu ulahku??”

Tidak Kyu.. bukan itulah alasanku dendam padamu. Bukan semua yang kuceritakan diatas tadi itu yang menjadi alasanku begitu membenci mu! Tapi WAJAHMU!!! Wajahmu selalu membuatku gusar.. wajahmu selalu terbayang-bayang didalam benakku. Kau tahu?? wajahmu itu begitu mirip dengan PRIA ITU!!! Wajahmu itu SAMA persis dengan WAJAH APPA!! Wajah orang yang selama ini menyiksaku..

TEEKKK!! Kesabaran Kyuhyun rupanya sudah habis. Dengan wajah yang semakin mengeras, seluruh emosi dan kemarahnnya keluar. Ia secara tiba-tiba mengeluarkan mata pisau lipat yang berada ditangannya dan langsung mengarahkan padaku. Sungguh, wajahnya yang penuh amarah itu benar-benar membuatnya terlihat menyeramkan.

Aku yang masih terdiam tidak takut dengan ancamannya itu. Bagiku, kalau Kyuhyun memang ingin membunuhku aku akan senang. Aku senang karena tidak perlu lagi hidup di dunia yang begitu kejam ini. Rasanya, semakin aku cepat mati semakin cepat pula aku terbebas dengan semua beban yang menimpaku selama ini.

“KUBUNUH KAU!!!!!” Kyuhyun mengarahkan pisaunya kearahku. Ia berlari kecil bersiap-siap menusuk tubuhku. Namun….

“ANDWAE KYUUUUUU….!!!!”

JLEEEEEBBBB…!!!

– TO BE CONTINUE –

12 thoughts on “FIRE ICE BROTHER (part 2 of 3)

  1. Kya……omo……
    Kyu kau tega, yg kau tusuk pasti bukan hae tp HEESUN !!!
    Nah loh..nah loh..bagaimana ini kelanjutannya??????????
    Aishhh part 3nya sgt sgt ku nanti eonni….
    Memang byk kesalahan kata tp gpp, seperti yg td awal eonni bilang *mohon dimaklumi ya, ngetiknya dikantor* haha
    awas loh,,nanti ketauan bos eonni kekeke…
    Yesungdahlah…gumawo^^

  2. omona kyu,,
    woaa eonni,,, bkin q pnasrN tingkt akut ne,lgy bca seru2 tiba” abis,,
    nice FF,,
    next part’a cpetN ya eonn,,

  3. aiigoo ~~~
    ANDWEEE KYUUUU >< haiiikss TT__TT kasiantt donghae ikankuhh T^T nie ceritanya seru bgt thorr sumpaahhhh ._.v
    skli lagi aku minta maap ya buat authorr krn baru bisa baca skg ff nyaa ^^ mianhae jeongmal mianhae T_T #bow #bow #bow
    dan gomawoo ya thorr atas ff nyaa ,tetap semangat yaa thorr buat ff nyaa ^^ kekeke ~

  4. omo……
    Kyu kmu tega beeuuddttt dehhh,,, sapakah yg kmu tusuk itu T.T
    penasaran abis cerita’nya nich,,,gimana kelanjutannya??????????

    lanjut baca part selanjutnya…gumawo eonnie🙂

  5. Astagaaaa astagaaaaaa astagaaaaa.. Knpa jd rumit kyk gni sihhh??? Disatu sisi kasian hae krn disiksa trs2an, tp dsisi lain kn kyu jg g th apa2.. Knpa hae jg tega kyk gt sm kyu? Ckckck.. Cm krn wajahny mirip, salahkan ayah & ibumu itu hae. Nah lho kyu nusuk sp tu? Jgn2 heesun??

  6. Huft kenapa ceritanya jadi rumit beginiii,kasian donghae disiksa muluuuu:( tapi tuhan tau yg sebenarnya(apalahini) wkwk lanjut baca lagiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s