FIRE ICE BROTHERS (part 1 of 3)

Annyeong… FF baru muncul n di upload lagiii… ^^ Kali ini mau ngeluarin couple SUJU yang bisa dibilang cukup eksis, tapi jarang memperlihatkan “kemesraan” mereka di depan publik. Couple Favorit salah satu admin disini ( Si Magnae itu tuuuu… *nglirik magnae Hyemin*), yaitu KYUHAE….. ^^ Disini, dicerita ini pengen bgt masukin KyuHae sebagai pemeran utamanya. Jadi, di baca aja yaaaa.. Mudah-mudahan ceritanya menarik, gak membosankan, n penuh kejutan!!!!

Oia, cerita ini juga sebenarnya adaptasi dari salah satu komik jepang. Sebenarnya si ceritanya berseri. Tapi karena pasti kepanjangan, author mau cb menyingkat ceritanya. Tapi tanpa menghilangkan konflik dan masalah yang ada dstu. Mianhe kl kebanyakan typo… ^/\^

Satu pesen author disini, teteeeeppp… apalagi kl bukan “MINTA COMMENT NYA” yaaaa!!! Jangan jadi SILENT READERS terus.heheheheh… Ya udh, kalau itu silakan di lihat…

Happy reading… DI COMMENT ato di LIKE yaaa.. Gomawo

*********************************


ANI!! Tempat ini gelap dan menakutkan!!! Walau terus berlari, aku sama sekali tidak bisa menemukan jalan keluar.

“Tolooonggg..!! Tolong!!!! Siapa saja, tolong aku!!!! Tolong dengar suaraku!!!!”

Sulit! Aku sulit sekali bernafas. Tempat ini terlalu gelap. Seberapa jauh pun aku berlari, tidak ada siapapun yang melihat ku. Tidak ada satu orang pun yang mau menolong ku. Kenapa?? Kenapa tempat ini gelap sekali?? Kemana seluruh cahaya di dunia ini. Jebal.. tolong jangan kejar aku! Jangan siksa aku lagi……

………………………..

DONGHAE POV

“TOLOOONGGGGG!!!! Hah..Hah..hah…” Aku membuka mataku. Cuma mimpi!

Tidak, tapi mimpi itu begitu menakutkan untukku. Mimpi buruk yang akan selalu aku temui hampir setiap malam. Mimpi buruk yang selalu menghantuiku semenjak aku tinggal bersama dengannya. Aku bahkan bisa merasakan bagaimana sulitnya aku bernafas bahkan walau hal tersebut hanya ada di dalam mimpi. Namun, aku kembali melihatnya! Aku kembali melihat senyumnya, senyum yang ia berikan padaku saat kami kecil. Senyum dewi pelindungku yang selalu membuatku merasa aman.

“Tuan muda, Sudah bangun??” Aku menoleh ke arah kepala pengurus di rumahku.

“Ah, iya.. Ahjumma.”

“Sarapannya Saya bawa kemari ya?” Tanya nya dengan hati-hati.

“Mwo?!  Kok…” aku tidak melanjutkan kata-kataku. Kulihat raut wajah cemas dan takut melingkupi dirinya. Perasaanku tidak enak. Mungkinkah….

“Anu.. Ayah tuan sudah pulang. Mr. Lee baru saja kembali dari Amerika subuh pagi tadi.”

Benar dugaanku! Ayahku telah kembali. Hari-hari kelamku sepertinya akan kembali ku alami selama beberapa hari ini. Aku menghela nafas berat. Tidak tahu sampai berapa lama aku bisa bertahan. Ku tolehkan kepalaku ke belakang dan mencoba tersenyum di depan ahjumma yang selalu merawatku sejak aku kecil.

“Baiklah.. Tolong ya Ahjumma..”

DONGHAE POV END

*****************

HAN HEESUN POV

Huaaaaahhhh…!!! Ngantuknya!!! Kapan aku bisa masuk kuliah dengan santai?? Setiap aku menginjakkan kaki dikampus ini, selalu saja terganggu dengan mahasiswa-mahasiswa lain yang begitu menyebalkan. Setiap pagi, rasanya aku enggan sekali melangkahkan kaki ku masuk ke dalam kelas. Jangankan untuk menuju kesana, melangkahkan kaki ku untuk melewati gerbang pun rasanya sudah sangat berat. Untung saja hari-hariku selama di kampus  ini masih sedikit berwarna. Semua karena mereka berdua! Yah.. mereka, yang begitu terkenal dengan semua tingkah laku, sifat, serta kepintaran mereka. Eh.. chankaman! Itu kan…

“Ah.. Lee Donghae selamat pagiiiiiiii…..” Aku melihatnya. Aku melihat pria itu berjalan seperti biasa, dengan wajah datar tanpa ekspresinya masuk menuju kelasnya.

Namun… mwo?! Apa-apaan ini?? kenapa dia tidak membalas ucapanku?! Dengan santainya ia melenggang berjalan melewatiku yang sudah bersemangat memanggilnya. Aish, Jinjja!! Lee Donghae, kau selalu seperti ini!!  Aku tidak akan menyerah!!!! Segera saja aku kembali berlari menghampirinya dan ikut berjalan disampingnya.

“Ya! Donghae-ya..waktu kelas 1 SD kita satu sekolah kan?? Kita sekolah di Seoul Elementary School kan?? Dari sini kalau naik bis, pasti jaraknya tidak jauh.. iya kan?? Kalau kau belum pindah rumah, pasti lebih dekat kesana. Kau tahu.. Rencananya aku mau menemui guru SD ku dulu. Mungkin kalau aku kesana aku bisa ingat sesuatu. Kau mau ikut??” ucapku panjang lebar.

“Kapan??” Eh!? Dia bicara?? Mwo?! Seorang LEE DONGHAE berbicara??? Pria ‘No Expression’ yang begitu terkenal ‘suram’ dan tidak pernah bicara ini membalas ucapanku?? Huaahhh.. keajaiban dunia!!

“Hari sabtu besok. Kau mau ik..”

“Tidak!!!”

WHAT?! Sial kau Donghae!!! Aku bahkan belum selesai bicara tapi kau malah menjawab seperti itu? dan tanpa rasa bersalah kau bahkan juga langsung menyelonong begitu saja meninggalkan aku. Jinjja!! Kau benar-benar membuat emosiku meningkat Lee Donghae!!

‘YAK!!! DONGHAE TUNGGU, Kemari ka.. Waaaaaa… Aaarrghhh!!”

GREEEPPP…

Saking bersemangatnya aku mengejar Donghae, aku sampai tidak melihat bahwa ada batu menghalangi jalanku. Hal itu pun sukses membuat aku terpelesat dan nyaris terjatuh. Untung saja Donghae dengan tanggap langsung  berbalik menangkap tubuhku hingga tidak jadi terjatuh. Namun… Tiba-tiba kepalaku sedikit pusing. Sekelebat ingatan melintas di kepalaku. Aku tidak tahu itu apa, yang jelas aku seperti pernah mengalami kejadian seperti ini. Kejadian bahwa seseorang juga menangkap tubuhku yang hampir terjatuh saat aku kecil.

……………

Hari ini adalah hari Valentine. Semua orang berbondong-bondong memberikan cokelat untuk orang yang begitu spesial bagi mereka. Tidak terkecuali aku. Aku sudah menyiapkan beberapa cokelat yang sudah kubuat untuk orang-orang yang berarti untukku. Untuk Jang Sowoon sahabatku, untuk Lee Donghae, juga untuk….

“Hey Bocah, ini cokelat punya siapa?? Kalau sisa, untukku saja! Kenapa aku tidak di beri?” Aku menoleh kearah samping, melihatnya sedang tersenyum iblis.

Hufh… namja sialan ini lagi! Entah kenapa dia tidak ada bosan-bosannya mengganggu ketenanganku di kampus ini. Dengan  wajah tidak berdosa bak evil nya itu ia langsung mengambil cokelat yang aku letakkan di mejaku. Awalnya, cokelat itu ingin ku berikan untuk Donghae. Namun malang nasibku, Donghae tidak mau menerima dan menolaknya. L Untung saja tidak hanya cokelat dariku saja yang ditolaknya, melainkan juga cokelat dari semua gadis-gadis yang juga memberikannya.

“Mwo?! Ya!! Kyuhyun-ah kembalikan cokelat itu!!! kau memang sengaja tidak aku kasih!!” jawabku sambil mencoba meraih cokelat itu dari tangannya. Sial! Mentang tubuhnya tinggi dan tubuhku pendek, ia seenaknya menjauhkan cokelat itu dari jangkauan tanganku dengan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Hahahha.. bocah, kau itu pendek. Tidak mungkin lah kau bisa mengambilnya dariku!”

“Arrrghh, SIAL kau CHO KYUHYUN!!!”

***********************

Kalian pasti bingung ya siapa aku dan kedua pria menyebalkan itu?? Baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada kalian. Aku Han Heesun, 20 tahun. Saat ini aku sedang kuliah di Konkuk University. Awalnya, aku tidak tinggal di Korea. Aku dan pamanku, Hangeng awalnya memiliki tempat tinggal yang tidak menetap. Hal itu dikarenakan profesi paman sebagai pelukis yang cukup terkenal dan sering melakukan pagelaran seni di berbagai kota dan negara. Aku anak tunggal. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Jadilah kini aku hanya tinggal berdua saja bersama pamanku dari pihak ibu.

Menurut cerita paman, ibu ku meninggal karena kecelakaan. Aku sendiri bahkan sama sekali tidak bisa mengingat semua kenangan-kenangan ku saat aku kecil. Aku mengalami amnesia semenjak kematian ibu.

Hingga pada akhirnya, aku masuk ke Konkuk University ini dan bertemu dengannya. Dengan pria yang mengaku sebagai teman kecilku, teman saat aku  di sekolah dasar dulu. Dialah Donghae, pria yang begitu dingin, tertutup, tanpa ekspresi, dan sangat jarang berbicara. Awal aku melihat Donghae aku benar-benar tidak bisa mengingat siapa dia (yah, karena amnesia ku itu). Yang aku tahu, aku memang punya teman-teman saat aku kecil. Tapi aku sama sekali tidak bisa mengingat semuanya. Namun, entah kenapa setiap kali melihat Donghae, aku selalu merasa bahwa aku memiliki sesuatu yang mengikat kami. Aku selalu merasa bahwa aku harus sembuh dan bisa segera mengingat semua memori masa kecilku. Hal itu lah yang membuatku mau tidak mau menjadi gadis yang sedikit agresif dengan terus berada dan mencoba berbicara dengan Donghae supaya aku bisa kembali mengingat semuanya.

Ternyata, tidak hanya dengan Donghae saja aku menemukan kesulitanku selama berada di kampus. Tapi juga gara-gara dia!! Pria tampan namun berhati dan berwatak iblis, Cho Kyuhyun. Aku masih sangat ingat bagaimana sikapnya yang begitu menyebalkan saat pertama kali aku masuk kesini. Ia selalu mencari gara-gara dengan ku hanya karena aku melawan semua sikapnya yang suka seenaknya terhadap seluruh mahasiswa dan “bossy”. Semenjak saat itu kami hampir tiap hari bertengkar dan saling ledek-ledekan. Hingga pada akhirnya, entah bagaimana ceritanya sampai ia bisa mengalah padaku. Sekarang hubungan kami pun menjadi hubungan pertemanan. Yah.. walaupun pertemanan kami dalam bentuk ledek-ledekan dan juga ejek-ejekan.

Dan taukah kalian?? Ternyata Kyuhyun dan Donghae merupakan orang yang begitu ditakuti dan disegani oleh seluruh mahasiswa di kampus ini, karena kekuasaan orang tua mereka untuk sekolah ini (kabarnya ayah mereka berdua merupakan donatur terbesar dan ketua yayasan dari Konkuk Iniversity). Ditambah lagi, kudengar dari beberapa informasi yang aku dapat ternyata Donghae dan Kyuhyun adalah kakak beradik beda ibu. Disamping itu, aku juga baru mengetahuinya dari sahabatku, Sowoon bahwa Donghae dan Kyuhyun juga merupakan musuh bebuyutan. Walaupun jarang bertegur sapa, berbicara, atau berkelahi secara langsung, Donghae dan Kyuhyun begitu membenci satu sama lain.

****************************

Aku baru saja hendak berjalan menuju ke perpusatakaan saat kurasakan tangan seseorang menarik tanganku dan menyeretku ke arah kantin. Saat aku menoleh mendongakkan kepala, aku melihat pria menyebalkan itu lagi.

“Mwo?! Ya!! Ya! Cho Kyuhyun, kau mau membawaku kemana hah?? Haish..!! Lepaskan!!!” aku meronta mencoba melepaskan tangannya, tapi tidak bisa. Genggaman tangan iblis itu benar-benar membuat pergelangan tanganku sakit. Dan sesampainya di kantin, PLAAAAAKKK!!!

“Awwww!!! Ya!! Bocah, Appo!!!” aku memukul kepala Kyuhyun dengan tanganku kesal.  Ia terlihat memegangi kepalanya yang sakit.

“Rasakan itu!! siapa yang menyuruhmu berbuat seenaknya seperti itu padaku?? Siapa yang menyuruhmu menarik tanganku dan membawaku kemari?? Dan 1 lagi, jangan pernah memanggilku dengan sebutan BOCAH!!  Ingat itu!!”

“Ya!! Aku kan sengaja menarikmu kesini karena ada yang ingin aku bicarakan.” Ucapnya sedikit manyun sambil masih tetap mengelus-elus kepalanya. Setelah Kyuhyun memesan makanan dan minuman untuk kami, kami pun langsung duduk berdua di tempat yang agak sedikit terpojok untuk menghindari orang lain mendengarnya.

“Ya! Bocah, kau mau bergabung denganku??” Haish..lagi-lagi dia tetap memanggilku ‘BOCAH’! Aku melongo mendengar pertanyaan Kyuhyun. Aku hanya menatapnya penuh pertanyaan sambil sedikit mengangkat daguku seolah berkata ‘apa?’

“Kita hanya pura-pura saja..  Apa kau tidak ingin melihat wajah berang Donghae?? Marah, menangis, dan tertawa seperti orang bodoh. Apa kau tidak mau melihat Donghae menunjukkan emosinya?? Mau kan?! Pasti mau!! Iya kan?? Iya kan??”

Mwo?! Antusias sekali pria ini. Sejujurnya, memang sih aku begitu ingin melihat Donghae bisa mengungkapkan seluruh ekpresi perasaannya. Selama ini, tidak pernah sekali pun Donghae menunjukkan ekspresi  wajahnya dihadapan semua orang, termasuk didepanku. Aku benar-benar penasaran bagaimana wajah Donghae jika ia sedang tertawa. Tapiiii… aku juga tidak ingin melihat wajahnya saat menangis atau marah. Aku hanya bisa menghela nafas. Kyuhyun memang benar-benar keterlaluan.

“Kyuhyun-ah, apa kau sebegitu inginnya mengganggu Hyung mu??” wajah Kyuhyun terkejut mendengar ucapanku barusan.

“Eh?! Darimana kau…??”

“Aku sudah tahu semuanya dari Sowoon, sahabatku. Jangankan dia, bahkan seluruh kampus ini sudah mengetahui bahwa sebenarnya kau dan Donghae adalah Kakak beradik beda ibu. Jadi… kalau boleh aku tahu, sejak kapan kalian berdua tahu kalau…” belum selesai aku menyelesaikan pertanyaannku, Kyuhyun sudah menjawabnya.

“Sejak TK”

“Mwo?! Jinjjaro?? Sudah selama itu??” tanyaku tidak percaya.

“Ne.. Sejak TK, sebulan sekali aku selalu menghadiri perjamuan makan di sebuah rumah mewah. Ternyata itu sudah menjadi kewajibanku. Aku dipakaikan baju bagus dan pergi kesana tanpa pernah tahu alasannya untuk apa aku kesana. Walau hanya jamuan, disana aku hanya makan dengan dengan seorang Adjusshi yang tidak aku kenal. Orangnya sangat baik, apa yang aku mau pun selalu diturutinya. Namun, satu hal yang selalu mengganjalku setiap kali aku kesana, aku selalu melihat seorang anak laki-laki seumuranku yang selalu menatapku dingin dan tajam. Aku benar-benar penasaran dibuatnya. Sampai.. beberapa tahun setelahnya, aku mencoba bertanya pada Adjusshi itu, apakah dia ayahku atau bukan…”

“Lantas apa jawabannya??” tanya ku begitu penasaran dibuatnya.

“Dia bilang, iya dia ayahku. Dan parahnya, ibuku adalah selingkuhannya. Setelah itu tidak ada perasaan khusus dihatiku. Yang aku tahu hanyalah bahwa pertanyaan yang selama ada di dalam benakku adalah benar.  Sejak saat itulah aku tahu bahwa aku memiliki saudara, yaitu Donghae. Awalnya kami masih sering berbicara, kami juga bahkan berkelahi. Hingga pada akhirnya perasaanku padanya mulai berubah saat  kami duduk di bangku SMP. Entah apa yang terjadi, ibuku mulai membanding-bandingkan aku dengan Donghae. Oleh karena itu, sampai sekarang, kalau melihat tatapannya yang seperti itu, aku merasa kesal! aku merasa bahwa dia seakan-akan sedang mengejekku atau meremehkanku. Bukankah lebih mudah kalau kau terus terang saja mengungkapkan perasaanmu? Kalau benci, bilang saja benci. Itu jauh lebih baik jika harus ditatap seperti itu.”

Aku terdiam mendengar semua cerita Kyuhyun barusan. Ternyata itu alasannya kenapa ia begitu membenci Donghae. Aku bahkan tidak pernah tahu bahwa sebenarnya Kyuhyun bukanlah seperti Kyuhyun yang orang kenal selama ini. Dan ternyata bagi Kyuhyun, Donghae adalah orang yang tidak bisa diabaikannya. Mungkin apa yang diharapkan Kyuhyun sama seperti ku. Ia  juga berharap dan akan selalu menunggu Donghae memperlihatkan isi hatinya.

Hari ini, aku sengaja pulang dengan Kyuhyun. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya ia bercerita mengenai bagaimana Donghae selama ini.

“Heesun-ah, kau… benar-benar tidak mengingat Donghae sama sekali ya?? Apa dia sama sekali tidak berkesan??”  tanya Kyuhyun saat kami masih berjalan menuju ke halte bis.

“Ani.. bukan begitu. Seluruh ingatanku saat aku kecil hingga SD semuanya hilang. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa. Tapi kata pamanku, aku mulai kehilangan ingatanku semenjak ibuku meninggal dunia.”

“Hmm… Soal Donghae, aku punya dua dugaan kenapa dia jadi seperti itu.” Kyuhyun kembali serius. Aku menoleh kearahnya

“Wae??”

“Pertama, kondisi keluarga. Aku selalu merasa rumahnya itu dingin dan menakutkan. Apalagi dengan orang tua macam itu. Dan yang kedua, mungkin penindasan. Sejak kecil, aku sering sekali melihat banyak luka di tubuh Donghae. Awalnya aku pikir itu karena ia jatuh atau karena sesuatu. Sampai saat aku beranjak SMP, aku mulai menyadari bahwa tubuhnya selalu dipenuhi luka baru. Bukankah itu sangat aneh dan mustahil jika sejak TK hingga SMP kau selalu terjatuh atau terkena sesuatu?? Semua luka itu ada di tubuhnya dari yang mudah terlihat atau yang tidak terlihat sekalipun. Jadi, aku rasa dia mengalami menyiksaan oleh ayahnya.”

Aku terang saja terkejut mendengar penjelasan dari Kyuhyun. Entah aku harus percaya padanya atau tidak. Yang jelas, aku merasa Donghae harus dilindungi. Merasa seperti ada keinginan untuk menolong Donghae untuk keluar dari masalahnya tersebut.

HAN HEESUN POV END

*************************************

DONGHAE  POV

Ini hari minggu. Apakah Heesun masih tetap ingin pergi ke sekolah kami dulu?? Aku rasa, aku akan pergi bersamanya. Walaupun aku tahu sebenarnya aku tidak boleh berada dihadapannya.

Aku segera menyambar jaket hangatku dan bergegas menemui dan menunggu Heesun di depan komplek rumahnya. Aku berharap semoga hari ini Heesun mampu mengingat semuanya. Walaupun aku tahu kalau Han Adjusshi menyuruhku untuk menjauhi Heesun, tapi aku tidak akan menjauhinya.

………………….

FLASH BACK BEBERAPA BULAN LALU

Aku kecewa!! Aku kecewa padamu Heesun-ah. Wae?? Kenapa kau bisa tidak ingat padaku?? Kau bahkan sudah berjanji akan selalu ada bersamaku dan melindungiku!! Tapi kenapa?? Kenapa saat kau kembali kau justru tidak mengingatku?? Tidak tahukah kau bahwa selama ini aku sangat tersiksa karena jauh darimu?? Tidak tahukah kau bahwa selama ini aku selalu diliputi ketakutan karena harus berada di rumah dengan pria jahat yang selalu kasar padaku?! Kau jahat Heesun, kau sudah melupakan janjimu sendiri!

“Donghae-ya..” Aku menoleh dan terkesiap. Hangeng Adjusshi, paman Heesun datang menghampiriku yang baru saja menangis. Ia menepuk pundakku dan kemudian mengajakku bicara.

“Donghae, aku ingin memberitahukan mu sesuatu. Heesun kehilangan ingatannya, makanya ia tidak mengingatmu dan juga semua memorinya saat ia kecil. Ia mengalaminya saat kematian ibunya karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Ia mengalami shock dan trauma yang berat yang mengakibatkan seluruh memori nya saat kecil hilang. Saat ibunya tergeletak di tengah jalan, Heesun melihat itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Oleh karena itulah ia seperti ini.”

Aku hanya terdiam mendengar cerita dari Han Adjusshi. Aku sama sekali tidak menyangka Heesun mengalami hal tragis seperti itu. kupikir, Heesun benar-benar melupakanku. Kupikir Heesun memang tidak ingat denganku lagi. Aku nyaris saja membencinya saat bertemu dengannya tadi.

“Hae, oleh karena itu aku mohon.. Aku mohon tolong jauhi Heesun! Aku tidak ingin ia menjadi terluka kalau kau berada didekatnya. Aku tahu, aku sadar bahwa kau adalah teman kecilnya. Aku juga tahu janji apa saja yang sudah kalian ucapkan dulu. Tapi, keadaannya sekarang berbeda. Aku tidak ingin Heesun mengingat kejadian-kejadian kelamnya saat ia masih kecil dulu. Jadi, tolong penuhi permintaanku.” Ucap Hangeng Adjussi padaku.

FLASHBACK END

……………………..

Aku sudah menunggunya. Dia sudah datang dan cukup terkejut melihat kedatanganku. Namun, senyum di wajahnya itu tidak mampu menyembunyikan rasa bahagia diwajahnya.

“Donghae, Gomawo yaaa sudah mau menemaniku pergi. Senangnyaaaa… hari ini bukan Cuma ke sekolah. Tapi aku juga berniat untuk keliling kota.”

Kami masih terus berjalan, aku bahkan sama sekali belum mengeluarkan sepatah katapun untuknya. Sampai, saat tiba di sebuah taman Heesun tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Ah.. Donghae, dulu ada jalan seperti ini kan?? Kita sering mampir dan memetik buah di pohon-pohon ini.”

Eh?! Apa maksudnya ia berkata seperti itu?? kenapa ia tahu bahwa ada jalan seperti ini dan kami berdua sering mampir kesini? Ani.. jangan sekarang!! Tolong Heesun, kau tidak boleh mengingat semuanya dulu. Aku sudah janji dengan pamanmu.

“Kalau bersama mu, sepertinya ingatanku cepat kembali. Seperti gambaran saat ini. Gambaran kita saat dulu kita masih kecil tiba-tiba terlintas dibenakku. Yang begini, namanya… Flashback kan?!” Aku terdiam mendengar semua ucapan Heesun. Itu.. itu adalah ucapannya beberapa tahun yang lalu. Ia juga pernah mengucapkan hal ini saat kami masih kecil. Ingatan Heesun kembali. Ingatannya hampir saja kembali dengan sempurna. Aku tidak boleh terus-terusan berada di dekatnya.

“Oia, soal Kyuhyun cobalah bicara baik-baik dengannya. Aku tahu koq hubungan kalian. Dia ingin bicara dari hati kehati denganmu. Walau dia kasar, egois, mudah meledak, pemarah, dan tidak berguna, tapi sebenarnya dia baik. Ini pasti bisa jadi jalan damai untuk kalian berdua.”

Mwo?! Apa maksud Heesun berbicara begitu?? kenapa?? kenapa dia malah membicarakan manusia menjijikkan itu?! ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak mungkin berlama-lama berada dihadapannya. Ini harus segera kuakhiri.

“Berhenti bicara soal dia, Heesun-ah!!! Itu membuatku jijik hanya mendengar kau menyebut namanya saja!! Heesun-ah, kau tidak boleh ada disini! Cepatlah pergi dari hadapanku!!” Aku berusaha ketus padanya, walaupun dalam hati aku tidak ingin bersikap seperti ini.

“Mwo?! Kau kenapa sih?! Jadi ini alasanmu datang?? Kalau kau ingin katakan sesuatu, katakan sekarang saja!!”

Aku tidak peduli lagi. Tanpa menjawab semua pertanyaannya, aku segera bergegas lari meninggalkannya yang kini masih teriak memanggil namaku. Mianhe, Heesun.. Mianhe aku tidak bisa terus-terusan berada didekatmu. Aku tidak ingin ingatan mu kembali, aku tidak ingin kau sedih lagi jika hal itu terjadi. Mianhe Heesun-ah.. mianhe kalau aku harus bersikap kasar padamu seperti ini.

DONGHAE POV END

**********************************

HEESUN POV

Aku kesal. Aku benar-benar kesal dengan sikap Donghae hari ini. Padahal aku sudah mencoba untuk mengingat semuanya. Aku sudah mencoba untuk membuatnya membuka diri. Tapi apa yang kudapat?? Ia memarahiku! Ia memakiku! Ia bahkan mengusirku agar pergi dari hadapannya. Aku tidak tahu apa maksud Donghae berkata seperti itu. Tapi aku sakit hati. Aku benar-benar tidak terima terus-terusan di acuhkan olehnya.

Kalau tahu akan seperti ini, aku ingin menyerah. Rasanya aku ingin sekali menyerah dan menjauh dari Donghae. Tapi, bukankah dia sendiri yang menginginkan aku untuk kembali mengingatnya?? Saat pertama kali kita bertemu, ia bahkan sampai memohon dengan sangat padaku agar aku terus mencoba untuk mengingatnya kembali. Sekarang, ketika ingatanku perlahan-lahan sembuh, Donghae justru semakin bersikap dingin dan tidak peduli sama sekali seperti ini. Dia benar-benar menolak apapun perkataanku. Walaupun aku ingat masa laluku, sepertinya Donghae tidak akan mau membuka hatinya lagi.

CIIIIIIIITTTTTTTTTTTTT… BRAAAAAKKKKK!!!

“KECELAKAAANNNN!!! Ada orang ditabrak!!! Cepat panggil ambulans….!!!”

Aku terdiam mendengar suara itu. Seluruh tubuhku tidak mampu digerakkan. Tubuhku lemas. Suara itu… suara yang sepertinya aku dengar. Suara itu… suara yang ada saat Eomma meninggal dulu. Ani!!! Aku melihatnya. Aku melihat korban kecelakaan itu.. itu..itu!! Darah.. Eomma yang ambruk… Ani!!! Aku tidak bisa!!! Aku tidak mau mengingatnya!!! Kepalaku sakit!!!! Tolong… siapapun tolong aku!!!!

“AAAARRRRGGHHHHHH….!!!!”

-TO BE CONTINUE-

14 thoughts on “FIRE ICE BROTHERS (part 1 of 3)

  1. Ya……. Eonni
    aku kira ini FF oneshoot
    gak tau ne sekuel toh alias tbc
    ahkk..aku penasaran bgt,,
    jujur pas aku bc FF ini, aku ngerasa sifat donghae dan kyu itu kok kebalik yah dr FF2 kebanyakan,, dan eonni bs memberikan warna karakter baru bagi donghae dan kyu,,good job!

    tp evil nya kyu kayaknya emang gk bakal ilang ditelan masa deh
    orgnya ttep aja evil, bahkan dr bayi kyknya dia udah evil nih HAHAHAHA…gumawo eonni….
    Seneng bacanya, kutunggu FF selanjutnya yua.,..

  2. astaga ~~
    apa yg terjadi ??😮 nih ko donghae nya begitu ? dasarr ikaan ==a wkwkwk
    okee ,maaf ya bagi authorr nya aku baru bisa baca skg ,krna baru x ini la aku pnya buat baca ff ^^ mianhae jeongmal mianhae T_T #bow #bow #bow
    dan gomawo ya author atas ff nyaa ,tetap semangat yaa thorr \(^o^)/

  3. :0 akhirnya ada jg yg nulis FF Kyu dgn karakter angel sm sprti FFku..

    Ok…
    Aku next ya..

    Abata (bakor => aku lupa)….
    Salam kenal author ^^

  4. waduh
    HEESUN knpa ya
    jangan jangan inget kecelakaan ibunya dlu
    kasihan…. heesun

    *baru baca maklum pendatang baru *

  5. annyeong min,,🙂
    reader baru nich,, hihihiiiii
    penasarN tingkt dewa,,
    gak sbar bca yg selanjutnya,,😀

    evil nya kyu kayaknya emang gk bakal ilang deh
    dr bayi kyknya dia udah evil nih HAHAHAHA…gomawo eonni….
    Seneng bacanya,

  6. Ya ampun, sumpah dsni hae dingin, jutek, kasar bgt. Bnr2 brbeda dg sifat asliny. Wkwkwk. Tp ksian jg krn dr kecil dy sll dsiksa. Apa sih alasan ayahny smpe nyiksa hae? Kejam bgt deh.. Sbnrny kyu jg baik niatny, tp hae udh trlanjur bnci sm kyu. Mga aj akhirny mreka b2 bs baikan. Wah trs tu si heesun gmn? Kykny bkal keinget lg deh.

  7. Hahaha agak kocak sih ffnya,cuma kayak kebalik aja characternya donghae sama kyu disini..ya gapapalah anti mainstream wkwk.. lanjut baca duluuu

  8. crita heesun tentangmsalalux kcean bgt
    tyuz bwat crita ini ky’x mnekan bgt soal khidupan haeppa……
    nasib hae jg kcean bgt msak c appa x hae jhat ma hae tyuz pa hae ma kyu g tnggal sermah ta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s