KNIFE AFTER DARK (part 4 – END)

Annyeong.. Akhirnya ada lagi cerita yang udah selesai. ^^ “KNIFE AFTER DARK” Akhirnya udah mencapai akhir cerita.heheheh.. Semoga ending nya ga mengecewakan ya?! Soalnya ini cerita tentang Detektif yang author buat. Jadiiiii… Author MOHON KESEDIANNYA buat kasih COMMENT di cerita ini… ^/\^ Udah pas n dapet lom FEEL DETEKTIFnya??? (ya mw ga mau baca dr yg part 1 :))

Ya udah, kalo gtu HAPPY READING…

Inget, DICOMMENT. KRITIK, SARAN atau NASEHAT jg boleh koq.. Don’t Be Silent Reader!!! ^^

Gomawo…

*******************************

KRYSTAL POV

Aku benci Yesung!! Kau tahu, Aku membencinya karena dia sudah menghianatiku! Dia sudah mencampakkan aku hanya demi gadis itu. Gadis kampungan, gadis polos dan Gadis yang sok manis itu. Tega-teganya Yesung berkata dihadapanku bahwa ia tidak membutuhkan aku lagi. Dengan santainya, Yesung bahkan memberitahuku bahwa ia sedang mencintai seorang gadis yang tinggal di sebelah rumahku.
Kim Soeun.. Yah, itulah nama gadis itu. Gadis yang sudah merebut Yesung dari pelukanku. Kalau saja aku tahu akan berakhir seperti ini, lebih baik saat itu aku tidak memutuskan Eunhyuk. Aku bodoh! Aku benar-benar bodoh! Hanya demi rayuan manis dan materi yang selalu Yesung berikan kepadaku, aku rela melepaskan Eunhyuk. Aku benci mereka berdua!! Aku benci pada Yesung dan juga Kim Soeun! kalian berdua, lihatlah!! Aku tidak akan membiarkan kalian berdua hidup bahagia! Aku akan membalaskan rasa sakit hatiku ini pada kalian!!

BEBERAPA JAM SEBELUM KEMATIAN YESUNG

Aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk membalaskan dendamku kepada mereka. Yesung Oppa, bersiaplah karena malam ini merupakan malam terakhir mu menghirup udara segar. Dan besok, kupastikan kau akan langsung berada di alam baka!!
Aku terus melangkahkan kaki ku ke arah apartemen Yesung. Dengan semua peralatan yang sudah kubawa dibalik jaket cokelatku, serta sedikit penyamaran yang aku lakukan dengan menutupi hidung dan mulutku dengan masker, aku berhasil menerobos masuk kedalam apartemen Yesung. Untung saja saat kami masih berpacaran dulu, Yesung sempat memberikan kunci duplikat apartemennya, hingga kini aku tidak mengalami kesulitan untuk masuk kesana. Sambil menunggunya pulang dari Joker Head, kebiasaannya setiap malam, Aku memutuskan untuk bersembunyi dahulu di dalam kamarnya.

CEKLEK..!!

Suara pintu apartemen terbuka. Itu pasti Yesung. Mudah-mudahan saja Gadis aneh itu tidak ikut dengannya ke apartemen ini. Dan benar saja, hari ini Yesung pulang sendirian. Karena lelah, Yesung langsung masuk menuju ke kamarnya. Ia masih belum tahu jika ada aku disana. Sampai saat ia menyalakan lampu kamarnya, ia terkejut! Ia terkejut melihat aku sedang duduk manis di sofa kamarnya.

“Mwo?! Krystal, sedang apa kau disini?? Apa penjelasan ku waktu itu belum cukup??” Aku sedikit tersentak. Sikap Yesung begitu dingin terhadapku, membuat rasa sakit dihatiku semakin memuncak. Bahkan untuk melihat wajahku saja, ia seakan enggan untuk menatapnya.

“Apa salah jika aku datang ke rumah mantan pacarku untuk bertemu dengannya?? Aku masih merindukannya. Kau tahu? Aku bahkan masih mengharapkan mu kembali, Yesungie..” Ucapku seduktif menghampiri dirinya dan membelai wajah tampannya. Tapi lagi-lagi, hanya sikap acuh yang ia tunjukkan padaku. Aku masih mencoba bersabar.

“LEPASKAN TANGANMU, KRYS!! Lebih baik kau pulang, ini sudah malam. JANGAN PERNAH GANGGU AKU LAGI!!” Ucapnya membentakku. Mwo?! Dia berani berkata seperti itu?? Baiklah, Oppa.. kalau kau masih seperti ini, maafkan aku kalau aku harus melakukan ini!
Kudekati dirinya, ku cium paksa bibirnya hingga dia sedikit terkejut dan berusaha memberontak. Dan dengan perlahan-lahan, kuambil sesuatu yang sudah ku siapkan untuk rencanaku tadi. Begitu Yesung lengah, segera saja kuhunuskan benda tersebut tepat di dadanya.

“AARRGGHHH…”

Yesung berteriak memegangi dadanya yang sudah bersimbah darah. Kulepaskan ciumanku dan dengan gerakan yang sedikit keras, ku tekan lebih dalam lagi pisau itu kedadanya hingga darah sedikit memuncrat. Yesung ambruk. Ia menatap tajam, tidak percaya dengan apa yang aku lakukan padanya.
“Eeghh.. Kk.. Kkrys.. Ka..Kau. Hhh..” Yesung terlihat susah untuk berbicara. Terang saja, Karena darah terus mengalir dari dadanya. Karena sudah sekarat, Yesung akhirnya benar-benar ambruk dan langsung tewas seketika saat itu juga. Aku hanya tersenyum. Senyum yang aku sendiri bahkan tidak tahu apakah itu karena aku senang, atau sedih karena sudah membunuh pria yang masih kucintai sampai saat ini.

“Itu akibat kau sudah mempermainkan perasaanku, Oppa.. Maafkan aku kalau harus memisahkanmu dengan gadismu dengan cara seperti ini.” Ucapku. Lantas, aku langsung menyeret dan mengangkat tubuh Yesung ke ranjangnya dan meninggalkannya keluar dari apartemen seperti tidak terjadi hal apapun.

Besoknya, seperti dugaanku Berita kematian Yesung tersebar di berita ibu kota sebagai kasus kriminal ibu kota. Hal yang membuatku lebih tenang dan senang adalah karena persiapan pembunuhan ku yang begitu rapi dan sangat manis. Aku sengaja menyelipkan kartu joker di pisau tersebut saat membunuhnya agar aku tidak mudah ditemukan. Kau tahu?? Yesung itu kan gambler di Joker Head. Jadi aku rasa polisi akan mencari kesana sesuai dengan petunjuk palsu yang sudah kubuat. Dan apa yang aku dapat?? Ku dengar di berita seluruh kepolisian mencurigai Eunhyuk sebagai pelakunya. Hahahahha… Mianhe Hyuk. Mianhe aku melibatkan dan menjadikanmu tumbal. Aku cukup senang karena waktu membunuhku bertepatan dengan Eunhyuk dan Yesung yang sempat bertengkar di Joker Head.
Masalah ku sekarang tinggal satu. Aku harus segera mungkin menyingkirkan juga gadis itu! Akan ku kirim ia bersama Yesung ke neraka, agar mereka bisa menghabiskan waktu disana! Baiklah, kalau begitu setidaknya aku harus cepat bergerak sebelum ia memberikan keterangan-keterangannya pada polisi. Aku pun langsung bergegas. Kuambil semua peralatan yang sama seperti yang kugunakan saat membunuh Yesung, Pisau dengan  katru joker yang sudah menancap diatasnya.
Aku segera keluar dari kamarku menuju ke rumah tetanggaku yang tidak lain tidak bukan adalah milik Kim Soeun. Begitu tiba, kuketok pintu rumah itu. Sampai Soeun sendiri yang membukakannya untukku.

“Hmm.. Nuguseyo??” Tanyanya saat melihatku. Aku tertawa dan bersorak kegirangan dalam hati melihat keadaan gadis itu yang sangat berantakan. Ia sepertinya habis menangis hebat, terlihat sekali matanya sangat sembab. Ditambah lagi rambutnya cukup berantakan dan pakaiannya begitu kusut dan basah oleh keringat yang mengalir dari tubuhnya. Pasti semua karena Yesung, aku tahu itu!

“Ah, Ani.. barusan aku melihat berita mengenai kematian seorang gambler di Joker Head. Aku bahkan sempat melihat wajahmu di tv dan aku seperti merasa mengenalnya. Setelah ku ingat-ingat aku sadar kalau itu adalah wajahmu, tetangga ku sendiri. Mianhe.. kalau kedatanganku tidak tepat. Kita mungkin baru bertemu pertama kali ini, tapi Aku.. Aku hanya ingin berkenalan denganmu dan menjadi temanmu. Siapa tahu, aku bisa menghiburmu..” Ucapku pelan menampilkan wajah malaikat semanis mungkin.

Aku dan Soeun memang tidak pernah bertemu sekalipun. Ini merupakan pertemuan kami pertama kali. Tapi seperti cerita ku tadi, aku sudah mengetahui Soeun saat Yesung memutuskan aku dan memberitahukan padaku bahwa ia menyukai gadis yang berada di sebelah rumahku. Gadis yang kabarnya baru pindah beberapa hari yang lalu. Sejak saat itu, aku diam-diam selalu memperhatikan dan melihat seperti apa wajah gadis yang jelas-jelas sangat jauh levelnya dariku.

“gwaenchana.. masuklah. Kau tidak mengganggu ku koq. Aku rasa sepertinya aku butuh teman bicara untuk menghilangkan kesedihanku.” Ia tersenyum lantas meninggalkan aku sejenak untuk pergi kedapurnya. Hahaha.. polos sekali gadis ini!! Ia bahkan sama sekali tidak menaruh curiga pada kedatanganku yang tiba-tiba. Pantas saja Yesung begitu menyukai gadis ini. Ia ternyata cantik dan sangat ramah. Senyumnya pun kuakui sangat manis sekali.
Sesudah itu, kami berbicara banyak. Hal mengenai apapun kami ceritakan, termasuk pertemuan dan hubungan dengan Yesung yang sudah tewas itu. Kalau kudengar dari ceritanya, sepertinya mereka belum lama berpacaran. Bayangkan saja, belum ada satu minggu mereka menjalin kasih tapi aku sudah merenggut kekasihnya dari pelukannya! memang agak keterlaluan si kelakuanku. Tapi apa boleh buat? salah sendiri Yesung berani mengkhianatiku dan parahnya, Soeun yang terlalu polos itu langsung menerima Yesung tanpa mencari tahu terlebih dahulu apakah Yesung sudah memiliki pacar atau belum saat itu.
Soeun pun pamit untuk pergi ke dapurnya sejenak. Inilah saat ku beraksi. Dengan perlahan-lahan, kudekati dirinya yang sedang mencuci piring, tak lupa kusiapkan juga sapu tangan yang sudah kuberi obat bius terlebih dahulu. Entah kenapa aku tidak tega kalau harus membunuh secara langsung. Yah, setidaknya aku masih punya sedikit perasaan jika membunuh sesama perempuan sepertiku. Aku tidak ingin ia merasakan sakit luar biasa nantinya. Setelah persiapan pertama ini selesai, Aku kembali mendekati tubuhnya. Dan dalam hitungan beberapa detik, aku langsung menempelkan saputangan itu ke wajah Soeun. Awalnya ia memberontak, membuatku sedikit kesulitan memegangnya. Hingga akhirnya ia benar-benar tak sadarkan diri.
Aku segera menyeret dan membawa tubuh Soeun kedalam kamarnya. Disanalah kejahatanku yang kedua terjadi. Aku mengeluarkan pisau yang sudah tertusuk kartu joker awalnya. Kuangkat pisau itu cukup tinggi lalu…
JLEB.. JLEB… Aku menusukkan pisau itu tepat ke jantung Soeun dua kali. Darah segar langsung muncrat keluar darisana dan sedikit mengenai wajahku. Soeun tewas seketika. Setelahnya, aku segera beranjak dan membersihkan wajah dan tanganku yang terkena sedikit noda darah baru kembali ke rumah. Untung saja keadaan di komplek perumahan kami saat itu sedang sepi. Jadi aku tidak khawatir ada orang yang melihatku keluar dari sana.

KEESOKAN PAGINYA

Paginya, aku sempat mengintip ke rumah Soeun. Ada mobil Audi S5 terparkir dihalaman rumah Soeun. Aku penasaran, Siapa yang datang?? Apa dia tidak tahu kalau Soeun sudah tewas?? Kenapa ia tidak teriak?? Jujur aku panik. Entah apa yang membuatku cemas, aku sepertinya harus kesana memastikan. Buru-buru aku melangkahkan kakiku. Sambil berpura-pura berkunjung, aku langsung begitu saja ke dalam rumahnya. Sambil mencoba tenang, aku berteriak girang memanggil namanya.

“Soeun, Neo Odiesso?? ayo kita segera Per…Gi.” Aku terkejut. Terkejut bukan karena melihat mayat Soeun, melainkan melihat seorang wanita yang sedang mengamati dan mengambil beberapa gambar dari sekitar daerah kematian Soeun.

“Aaaaarrrrrrrrrrgggggghhhhh… SOEUN!!!!” Aku berteriak histeris membuat wanita itu juga terkejut. Aku harus berakting agar aku tidak mengetahui apa-apa. Wanita itu melihat kearahku tajam. Sungguh, wanita itu terlihat sangat menarik. Penampilannya yang sangat rapi dengan blazer dan rok yang berwarna senada, warna cokelat serta kemeja warna krem sebagai dalaman juga sepatu hak 7 cm nya. Rambutnya yang pendek serta wajahnya yang cantik namun tegas, membuatnya terlihat seperti.. seorang Detektif Wanita! (utk readers : bayangin aja kaya tokoh Detektif Sato Miwako yang di kartun detektif Conan yaa ^^)
Aku mencoba untuk tidak memperdulikan tatapan tajamnya. Aku menghampiri tubuh Soeun yang tergeletak, mencoba berakting menangis. Aku menoleh kepada dirinya setelah beberapa butir air mataku keluar.

“kau?? Kau siapa?? Dan apa yang kau lakukan terhadap Soeun??” Tanyaku tajam.

“Aku Cho Eunhwa. Aku detektif dari Kepolisian Seoul. Dan aku kesini karena aku mendapat berita bahwa ada seorang gadis dibunuh diruangan ini.”  Aku terkejut. Amat sangat terkejut! Ternyata dugaanku benar, wanita ini adalah seorang DETEKTIF. Tidak, aku tidak boleh sampai terlihat mencurigakan didepannya. Dia terlihat begitu tenang menatapku. Aku tidak boleh tertipu dengan semuanya.

“Sedangkan kau.. Siapa kau?? Dan ada hubungan apa kau dengan wanita ini??” Ia menatapku tajam. Sial, kenapa aku jadi gugup seperti ini saat ditanya!

“Aku.. Aku Krystal. Aku adalah temannya.”

Tidak berselang lama, datanglah beberapa orang dari pihak kepolisian. Aku terjebak. Aku benar-benar takut kalau seluruh polisi yang berada disini melihatku dan mengetahui bahwa aku pelakunya. Aku hanya mampu terus berpura-pura menangis dan berpura-pura tidak mengerti apapun mengenai kasus ini.

“Mianhe, nuguseyo?? Kurasa kau tidak boleh berada disini karena tempat ini sedang diperiksa.” Aku terkejut dengan suara barusan. Suara seorang pria yang sepertinya adalah rekan dari detektif Eunhwa itu membuyarkan seluruh kegiatanku. Aku menoleh padanya tetap berusaha tenang.

“Ah..Mianhamnida. Joneun Krystal imnida. Aku teman dekatnya  Soeun dan aku sudah bertemu dengan detektif wanita itu.” Kataku sepelan mungkin sambil menunjuk Detektif Eunhwa.
Sesudahnya, aku sedikit tenang karena Leeteuk, nama detektif pria itu tidak lagi menginterogasiku. Mereka semua lebih tertarik dengan kasus yang sedang terjadi didepan mata mereka. Sampai, aku melihat Detektif Eunhwa dan Detektif Leeteuk sedikit menyingkir dan berbicara berdua. Aku penasaran, atau lebih tepatnya curiga. Diam-diam, aku sedikit mendekat kearah mereka dan menguping pembicaraan mereka.

“Mwo?! Joker lagi?? Jadi pelakunya orang yang sama?? Nugu?? Kita bahkan belum mendapat petunjuk sedikitpun dari kasus yang pertama. Dan sekarang sudah muncul lagi kasus yang kedua. haaiissshh..!!”

Aku sedikit tersenyum evil dalam hatiku. Ternyata aku bisa bernafas lega. Kasus pembunuhan Yesung ternyata belum menemukan titik terang sampai sekarang. Kami semua, atau tepatnya para pihak kepolisian masih terus berkutat dengan semua kasus ini. Sampai secara tiba-tiba terdengar bunyi gaduh dari luar rumah Soeun. Suara seperti orang terjatuh setelah menabrak sesuatu. Kami semua yang berada disana kontan langsung menuju ke arah pintu depan dan.. MWO?!? Eunhyuk?? apa aku salah melihat?? Itu EUNHYUK!! Untuk apa Eunhyuk berada di rumah Soeun?? Seluruh petugas kepolisian termasuk detektif Eunhwa dan Leeteuk pun juga ikut penasaran. Merasa mendapat ilham, aku memiliki rencana agar aku semakin jauh dicurigai sebagai korbannya.

“DIA!! Pasti dia orangnya yang membunuh Soeun.. Pasti Eunhyuk yang telah membunuhnya!! Aku yakin” Ucapku sedikit kesetanan. Yup, rencana ku berhasil. Seluruh petugas kepolisian itu langsung berpandangan satu sama lain. Sepertinya mereka mempercayai ucapanku.
“mwo?! Kau kenal dengan Eunhyuk??” Ucapan Detektif Leeteuk membuatku terdiam. Aku menelan ludah berat. Babo!!! kini mereka semua justru memandangi aku dengan curiga gara-gara ucapan ku barusan. Aku bahkan lupa, kalau mereka tidak tahu aku kenal dengan Eunhyuk. Bodoh!! Bahkan para Detektif ini jauh lebih cerdas dari yang kuduga.

“Ah.. Aniyo.. Itu, Mmm.. Bukankah tadi polisi ini menyebutkan namanya??” Ucapku mencoba membela diri. Untung saja aku segera sadar dan mencari pembelaan. Setelahnya, Aku sudah bisa bernafas lega. Seluruh polisi itu melepaskan aku. Aku senang karena tidak masuk kedalam orang yang dicurigai sama sekali.
……..
Hari ini, entah kenapa aku begitu merindukan Kangin, kekasihku. Hey?? Terkejut?? hehehe… Maafkan aku kalau aku tidak menceritakannya pada kalian. Sebenarnya, setelah aku putus dengan Yesung waktu itu aku langsung menjalin kasih dengan Kangin. Yah, kau benar.. Kangin, salah satu gambler di Joker Head dan salah satu anggota Jack black. Kalau bisa dibilang, aku sudah memacari seluruh anggota Jack Black. Mulai dari Eunhyuk hingga Ryan.
Kali ini aku ingin sekali menemui Kangin. Maka kuputuskan untuk pergi ke Joker Head tempatnya bermain gambling bersama dengan teman-temannya. Namun, saat aku tiba di Joker Head aku tidak melihat Kangin sama sekali. Bahkan Ryan dan Eunhyuk pun juga tidak terlihat disana. Setelah bertanya pada salah seorang bartender, Aku bisa menemukan Kangin. Ia berada di salah satu kedai tidak jauh dari Joker head. Baru saja aku hendak menghampirinya, aku mendengar ia seperti berbicara dengan seseorang. Awalnya aku tidak peduli ia berbicara kepada siapa, aku tetap akan menghampirinya. Namun langkahku terhenti saat tahu siapa yang menjadi objek pembicaraan mereka.

“Yah, dialah yang menjadi kekasih Eunhyuk awalnya. Seperti yang kau tahu, mereka itu pasangan fenomenal. Mereka sangat serasi. Sampai akhirnya Krystal putus dari Eunhyuk, dan tidak lama setelah mereka putus, Krystal pun resmi berpacaran dengan Yesung. Hal itupun membuat Eunhyuk sangat marah dengan Yesung. Karena sebenarnya saat itu Eunhyuk masih menyayangi Krystal. Dan kau tahu??Sebenarnya tidak hanya berpacaran dengan Yesung dan Eunhyuk saja. Namun juga denganku dan juga dengan Ryan.” Aku tertegun dengan ucapan Kangin barusan. Berani sekali ia menceritakan kisah cintaku dengan para Anggota Jack Black.

“Mwo?! Jadi maksudmu, Krystal kalian jadikan piala bergilir??” Ucapan dari lawan bicara Kangin benar-benar membuat aku terkejut setengah mati. Ditambah lagi, aku melihat Kangin menganggukan kepalanya tanda membenarkan ucapan pria didepannya. Aku marah!! Emosiku langsung memuncak mendengar ucapan Kangin. Aku tidak menyangka para anggota Jack Black begitu tega mempermainkanku dan membuatku jadi barang taruhan. Baiklah, Kangin-ah jangan salahkan aku kalau malam ini kau tewas ditanganku!! Akan kubuat seluruh anggota Jack Black MATI ditanganku!!!
Eh, Kenapa tidak sekalian saja ya ku buat para korban-korbanku menjadi initial J.O.K.E.R? Aku menyeringai senang. Segera saja aku pulang dan menuju kamarku. Ku buat tulisan J.O.K.E.R di kaca meja riasku dengan menggunakan lipstick ku yang semerah darah. Ku coret initial J dan O menandakan bahwa orang tersebut sudah berhasil kubereskan. Sesudahnya, aku langsung mengambil salah satu pisau dan tak lupa ku tancapkan pada kartu Joker terlebih dahulu sebelum ku simpan di belakang jaketku dan segera meluncur ke rumah Kangin.
Tepat saat aku tiba di rumah Kangin, aku baru saja tiba dan duduk di kursi teras depannya saat kulihat Kangin juga baru saja pulang. Aku langsung tersenyum menyambutnya dan memeluknya. Kangin membawaku masuk kedalam rumahnya. Sebelum aku menjalankan rencanaku, aku menyempatkan untuk berbasa basi untuk berbicara panjang lebar dengannya. Sudah hampir seminggu ini kami tidak saling bertemu.
Setelah puas berbincang-bincang, Aku sedikit terkejut saat Kangin secara tiba-tiba menciumku. Aku rasa, mungkin ini waktunya aku untuk bertindak.  Saat ia sedang asik menikmati ciumanku, aku segera mengeluarkan pisau yang berada dibelakang tubuhku dan
JLEB….!!!
Ku tusuk tepat di dadanya. Kangin begitu terkejut. Ia menatapku tidak percaya. Ditambah lagi saat ia melihat kearah luka yang kubuat, Kangin terkejut.

“Ja..Jagi, Jad..Jadi selama Ini K..Kau yang Me..mem..Membunuh semuannya??” Aku tersenyum padanya. Dan saat itu juga tubuh Kangin langsung ambruk dan tidak bernyawa. Rencanaku kali ini berhasil lagi. Tinggal Eunhyuk dan Ryan saja target sisanya.
Karena hari sudah sangat gelap dan suasana jalan juga sangat sepi, kuputuskan untuk menginap dirumah Kangin. Baru setelah pagi menjelang, aku akan kembali pulang ke rumah dan memikirkan cara menyingkirkan kedua pria sisanya.

Esoknya, aku baru saja bersiap-siap untuk kembali ke rumah setelah membereskan mayat Kangin saat secara tiba-tiba aku melihat seseorang  sedang berada di dalam rumah Kangin. Aku mencoba mengintip dari balik dapur Kangin. MWO?! Bukankah.. Bukankah itu Detektif Eunhwa?? Sedang apa dia disini?? Aku kembali mencoba mengintip ke tempat mayat Kangin tergeletak. Dugaanku bahwa Detektif Eunhwa sudah berhasil menemukan mayat Kangin sangat tepat. Saat ini kudengar Eunhwa sedang menghubungi rekannya. Aku tahu ia pasti sedang menghubungi Leeteuk. Andwae!! Jangan bilang bahwa Detektif Eunhwa sudah tahu siapa pelakunya?! Tidak, aku harus segera bertindak!! Merasa bahwa jiwaku saat itu sedang dalam bahaya, aku segera bergegas mengambil pisau yang berada di dapur milik Kangin. Dengan kartu Joker yang selalu kubawa, akan Kubuat Detektif Eunhwa Diam selamanya. Sebelum Detektif Eunhwa menyebutkan siapa pelakunya, dengan segera aku menancapkan pisau itu tepat di Punggungnya membuat dirinya jatuh dan langsung tidak sadarkan diri. Aku bahkan masih mendengar suara Detektif Leeteuk yang mencoba memanggil-manggil Detektif Eunhwa. Segera saja, kuambil ponsel itu dan segera ku tekan tombol merah mematikannya.

Bagi ku biarlah huruf E dari kata J.O.K.E.R itu di gantikan oleh Eunhwa. Aku juga malas mencari dimana Eunhyuk berada. Kini, aku tinggal membuat skenario baru. Sebaiknya aku berpura-pura pingsan agar saat para aggota kepolisian serta Detektif Leeteuk tiba, mereka menganggap aku juga ikut-ikutan diserang oleh si pelaku.

KRYSTAL POV END

*****************************

SAAT INI : DI PEMAKAMAN EUNHWA & KANGIN

Kyuhyun terus terdiam. Pandangan matanya tidak pernah terlepas dari karangan bunga serta foto milik Kakak satu-satunya, Cho Eunhwa yang sudah meninggal. Tatapan mata itu begitu kosong. Banyak sekali emosi serta kesedihan dalam hatinya yang tidak mampu ia keluarkan. Kyuhyun masih tetap tidak bergeming. Ia bahkan tidak menyadari bahwa seseorang kini sudah berada di sampingnya.

“Ryan..Hmm.. Maksudku, Kyuhyun ssi mianhe. Aku benar-benar menyesal atas semua yang sudah ku lakukan terhadap Noona mu. Aku tidak tahu kalau Detektif Eunhwa adalah kakakmu.” Ucap orang itu penuh penyesalan.

“Kau tahu Krystal ssi,  bahkan aku tidak peduli jika kau mau membunuhku atau tidak sekalipun! Tapi aku benar-benar tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun atas apa yang sudah kau perbuat terhadap Noona ku! Kalau kau bilang bahwa kau menyesal, Simpan saja semua penyesalanmu itu. Aku tidak akan pernah peduli!” Balas Kyuhyun Ketus pada Krystal yang berada di sebelahnya.

Krystal hari ini sengaja datang dengan diiringin dan dikawal oleh dua orang polisi, Hankyung dan Siwon. Ia diijinkan oleh pihak kepolisian untuk melihat prosesi pemakaman dua orang yang sudah dibunuhnya. Terlihat sekali raut wajah penyesalan yang luar biasa dari raut wajahnya. Krystal sadar, ia tidak akan pernah mampu berbicara apalagi jika harus meminta maaf pada Kyuhyun. Krystal sadar bagaimana posisi dan arti Detektif Eunhwa bagi dirinya.  Merasa tidak bisa mendapatkan maaf dari Kyuhyun, Krystal pun pergi. Namun baru saja ia hendak melangkahkan kakinya, Suara Kyuhyun menginterupsinya.

“Kau tau, Krys?? Kami berempat mungkin memang salah sudah menjadikanmu sebagai piala bergilir. Tapi kau salah, jika kau menganggap semua dari kami seperti itu.  Perlu kau ketahui, Kangin sebenarnya sangat mencintaimu! Dia bahkan selalu melindungimu dari tuduhan para pihak kepolisian. Saat itu ia tidak menceritakan semuanya pada Siwon, Polisi yang berada disebelahmu saat ini, Bahwa sebenarnya kalian masih berpacaran. Ia sengaja tidak mengatakan itu karena ia ingin agar kau terbebas dari tuduhan.” jelas Kyuhyun panjang lebar.

Krystal semakin bersalah. Ia kini menoleh sejenak kearah Siwon. Dan dilihatnya Siwon tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan Kyuhyun. Setitik air mata terlihat menetes dipipi Krystal. Seluruh penyesalannya tidak berarti lagi saat ini. Maka, ia pun meminta Siwon  dan Hankyung untuk segera membawanya meninggalkan rumah duka.

Kyuhyun kembali terdiam. Seluruh pikirannya begitu tercurah terhadap Kakaknya yang sudah tidak ada. Ia begitu menyesal, menyesal karena tidak menghabiskan banyak waktunya bersama sang kakak.

“Kyuhyun-ah, Gwaenchana??” Ucap Leeteuk menghampiri Kyuhyun. Leeteuk mencoba menghibur Kyuhyun dengan menepukkan tangannya pada pundak kanan Kyuhyun. Ia seakan mau memberitahu Kyuhyun bahwa tidak hanya Kyuhyun saja yang merasa kehilangan Eunhwa, tapi juga Leeteuk dan seluruh pihak kepolisian lainnya.

“Ne Hyung.” Hanya itu yang di jawab Kyuhyun.

“Kau tahu Kyu, bukan hanya kau yang kehilangan dirinya. Tapi juga aku dan seluruh anggota kepolisian. Biar bagaimana pun, Noona mu itu benar-benar wanita yang sangat hebat dan tangguh! Ia bahkan jauh lebih cerdas dan berani dibandingkan aku. Terkadang aku merasa malu jika harus bersanding dan menjadi rekan kerjanya di lapangan..” Leeteuk tersenyum liri. Ia berbicara sambil terus menatap Foto Eunhwa.

“Haaahhhh… Aku rasa kita tidak akan mungkin bisa mencari penggantinyaa….”

“Hyung, Tolong rekrut aku di kepolisian! Aku akan menggantikan posisi Noona untuk menjadi seorang Detektif. Aku akan melanjutkan apa yang dicita-citakan Noona selama ini.” Kyuhyun berkata dengan tegas sambil menoleh kearah Leeteuk yang berada disampingnya.

“Mwo?! Kau?? Kau tidak main-main kan Kyu?? Kau serius kan??” Tanya Leeteuk tidak percaya.

Kyuhyun mengangguk mantap. Leeteuk mennatap mata Jernih Kyuhyun. Dilihatnya sebuah keseriusan dan kesungguhan terpancar dari sana. Entah kenapa itu bisa terjadi, Leeteuk bahkan bisa merasakan kekuatan hati Kyuhyun. Kekuatan cinta serta kasih sayang Kyuhyun yang rela berkorban untuk Eunhwa, kakaknya. Leeteuk bahkan seakan bisa melihat jiwa serta semangat Eunhwa ada dalam diri Kyuhyun. Hal itu lah yang membuat Leeteuk sepertinya yakin akan keputusannya kali ini.

“Ne, Kyu.. Kau kuterima sebagai Rekan kerjaku! Selamat bergabung, Detektif Kyuhyun..” Leeteuk  mengajak Kyuhyun berjabat tangan yang kemudian disambut Kyuhyun dengan sedikit senyuman. Mereka terus berjabat tangan sebagai rekan kerja baru dihadapan foto Cho Eunhwa sebagai saksinya.

-THE END-

8 thoughts on “KNIFE AFTER DARK (part 4 – END)

  1. Yah,,ini udah abis ya eonni??
    Hah,,padahal aku kan pengen liat kyu jd detektif,pasti keren bgt dia
    sekali lagi,ceritanya bagus bgt.
    Emang cerita yg eonni buat itu lain drpd yg laen deh
    menarik dan penuh kejutan HAHAHA
    #PLAK ,,EVIL LAUGH KELUAR
    fFnya DAEBAK BGT DEH

  2. Kyu mau jd detektif? Mang bisa? *ngelirik kyu* hahaha,,,

    wah,jarang ni dapet FF ttg detektif gni.. Bikin sequel nya donk min,,!
    Ya,,,ya,,, *puppy eyes*

  3. Udah kuduga dari awal kmatian soeun itu, kalo krystal yg bunuh… Ckckck, jahat bgt dah…. kalo aku jd kyuhyun, udh aku cincang2 kali s krystal, khlangan seorang yg pling d sayang kan sangat menyakitkan… DAEBAKKK buat ffnya!!! Mungkin ada sdikit kalimat yg harusnya jgn d keluarin dulu *ngerti g?* sebelum cerita sebenernya keluar. Tapi, over all.. BAGUS bgt!! tnggal pembenahan kata ja min ^^

  4. daebaaaakkkk….kereeeen dari part awal.pek akhir bikin tegang. wlo part 3 dah dah ketauan pembunuhnya. tpi motif bru terbuka di part ini.
    pengen liat kyu jadi detektif????

  5. sad ending……..
    ff nic ngefell bgt…..
    q byanginx bkan police cew d detectif conan mian q lbih ngefeel eunhwa ntu ky

  6. ky’ ha ji won eonnie d screet garden……
    keren bgt mzki pon agak kcewa cz detective cew x mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s