WEDDING DRESS

Annyeong… Author IS BACK!!! ^^

Kali ini Author pengen bikin cerita tentang KYUMIN couple.. Buat kalian KyuMin Shipper, disaranin bgt baca FF ini yaaa.. Yaaahhh, walaupun kali ini Sungmin harus bersedih-sedih dulu di ceritanya..

Untuk cerita ini, DISARANIN bgt buat dengarin n liat dulu MV nya TAEYANG – WEDDING DRESS. Soalnya aku mengadaptasi cerita ini dari MV itu. Dan sebelumnya Maaaaaaffffffff….BGT kl di cerita ini mungkin agak ngebingungin karena banyak adegan flashback. Tapi, ya seperti td author kasih tau, supaya gak terlalu bingung sama cerita ini, LIHAT aja MV nya.🙂

Ya udah, kalau gtu HAPPY READING YAAAAA….. ^^

HARUS DI COMMENT!!!KLO GAK, matanya Buta lho..Hehehehehe… ^^v Gomawoooo….

***************


Hari ini merupakan hari yang begitu bersejarah untukku. Aku tidak tahu, apakah aku harus merasa sedih, senang, bahagia, marah, atau apapun itu, aku rasa semuanya campur aduk menjadi satu. Saat bangun tidur tadi pagi pun, entah kenapa rasanya aku tidak ingin beranjak dari tempat tidurku. Aku bahkan sedikit berharap bahwa hari ini akan segera berlalu. Aku tidak ingin berlama-lama menjalani hari ini dengan semua kejadian-kejadian yang mengharuskan aku untuk menemuinya.

Begitu selesai mandi tadi, aku langsung bergegas untuk memakai kemeja putih, rompi abu-abu serta jas hitam yang sudah disiapkan kemarin malam. Aku mencoba melihat penampilanku di cermin. Cukup tampan dan keren ku rasa. Tapi entah mengapa, aku merasakan ada yang kurang dari penampilanku kali ini. Aku merasa ada sesuatu yang seharusnya mampu melengkapi penampilan rapi ku  hari ini.

“Sungmin oppa, kau sudah siap?? Kajja kita berangkat sekarang.” suara Sungchan, yeodongsaeng ku memecah lamunanku. Aku menoleh kearah dirinya dan tersenyum sambil menganggukkan kepalaku tanda mengerti.

Segera kuambil sebuah map di meja kamarku dan segera bergegas keluar menemui adikku yang sedari tadi sudah berteriak memanggil-manggil namaku. Saat berjalan melewati kaca, untuk terkahir kalinya aku menatap bayangan diriku di cermin itu. Aku menghela nafas berat dan mencoba tersenyum.

“Hwaiting Sungmin-ah!!” ucapku yang kemudian segera beranjak masuk ke mobil diikuti Sungchan yang duduk di kursi sebelahku.

Di tengah perjalanan, aku hanya mampu terdiam. Tidak sedikitpun suara obrolan yang ku ucapkan untuk memecah keheningan yang terjadi didalam mobil ku. Sungchan sendiri sepertinya mengerti apa yang terjadi padaku, sebab ia sama sekali tidak protes ataupun berusaha mengajakku berbicara seperti biasanya. Hanya lalu lalang mobil di jalanan saja yang mampu menarik perhatianku saat ini.

Setibanya di sebuah gereja, aku terus berjalan menyusuri tangga-tangga kecil yang mengarah ke pintu masuk. Gereja yang begitu megah dan sangat indah ini benar-benar mampu menarik perhatianku. Kulihat, sudah banyak tamu-tamu undangan yang datang dan masuk ke dalam gereja tersebut.

Sesampainya di depan pintu gereja, aku berpamitan pada Sungchan dan segera menuju ke aula tunggu yang berada disebelah gereja. Disana, aku menyempatkan diri untuk menjabat tangan beberapa tamu undangan dan keluarga yang sudah datang. Senyum tak henti-hentinya terus mengambang di wajahku. Tujuanku ke ruangan ini karena aku ingin menemuinya. Aku mencoba untuk terus menguatkan langkahku, hingga akhirnya aku tiba di depan sebuah ruangan.

Disana, aku melihatnya begitu cantik dengan berbalutkan sebuah gaun putih panjang yang begitu elegan dengan ekor di bagian belakang gaun itu serta mahkota dan kain putih yang tersemat dirambut dan mahkotanya. Ia tampak begitu bahagia, itu terlihat jelas dari semua senyum cerianya hari ini.

Melihatnya yang tak henti-hentinya menebar senyuman kepada teman-teman serta keluarganya, membuatku juga ikut-ikutan tersenyum. Betapa bahagianya aku melihatnya bisa tersenyum ceria di hari bahagianya ini.

Sedang asik-asiknya aku mengamatinya, tiba-tiba ia menoleh kearahku. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku dan yang kemudian juga kubalas dengan lambaian tanganku. Ia berdiri dan meninggalkan teman-temannya untuk berjalan menghampiriku. Langkah anggunnya serta gaun pengantin yang dikenakannya begitu membuatku terkesan. Dan begitu ia tiba dihadapanku, ia berkata

“Oppa, akhirnya kau datang juga. Aku pikir kau akan meninggalkan acara penting ini.” ia sedikit cemberut. Kontan saja itu membuatku sedikit terhibur dan tertawa kecil.

“Hehehe… di hari yang begitu penting ini mana mungkin aku melarikan diri?! Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri.” hanya itu yang mampu kuucapkan.

***

FLASHBACK 2 TAHUN LALU

“Minnie  Oppa, ini lagu apa?? Aku suka..” ucapnya saat itu ketika kami sedang duduk berdua di rumahnya dan mendengarkan music  dari I-phone ku. Headset pun terpaksa kami pakai berdua, satu di telinga kananku, dan satu ditelinga kirinya.

“Haish… masa kau tidak tahu itu lagu apa?! Ckckck.. ini judulnya Oppa has Risen. Kau mau lihat MV nya?? Lucu sekali..”

“Ne.. Mau Oppa. cepat tunjukkan!” ucapnya tidak sabaran. Aku pun segera memperlihatkan MV tersebut yang berada didalam ponselku. Sepanjang MV, di tak henti-hentinya tertawa. Bahkan ponselku pun kini sudah di pegang di tangannya dan beberapa kali ia pun selalu mencoba mengulang-ngulang beberapa adegan di MV tersebut.

Seperti ini lah kegiatanku di waktu senggang. Aku lebih sering menghabiskan waktu bersama gadis yang sudah menjadi sahabat kecilku, sahabat baikku sejak kami masih sama-sama duduk di bangku sekolah dasar. Nama gadis itu adalah Min SunJae.

Banyak sekali kegiatan yang selalu aku lakukan dengannya, seperti berangkat dan pulang kuliah bersama, mengerjakan tugas bersama, jalan-jalan bersama, hingga menghabiskan waktu bersama seperti sore hari inipun juga bersama.

……..

Hari ini, seperti biasanya pun aku ingin menghabiskan waktu hari minggu ini bersama dengannya. aku sudah menyiapkan beberapa rencana untuk piknik di suatu tempat yang tidak ia ketahui. Aku sudah merencanakan ini semua bahkan beberapa hari sebelumnya. Rasanya, bosan sekali jika kami terus melakukan kegiatan rutin hari minggu kami hanya dengan pergi ke gereja, olah raga bersama, atau sama-sama menghabiskan waktu di rumah hanya untuk sekedar ngobrol atau melakukan kegiatan lainnya.

“Sunjae, ottokhae?? Kau suka tempatnya??” ucapku pada Sunjae saat kami sudah tiba di tempat tujuan kami, yaitu di Seoyundo Park. Aku sengaja menyewa mobil piknik yang bagian atapnya bisa untuk tempat kami duduk sambil menghabiskan waktu dan yang didalamnya bisa untuk tempat kami beristirahat atau sekedar makan siang.

“Hmm.. Ne, Oppa aku suka sekali. Kalau tau kita mau kesini aku kan bisa mempersiapkan makanan lebih banyak lagi.” Ucapnya.

Kami berdua duduk diatas mobil piknik yang sudah kusewa. Kami berdua menghabiskan waktu dengan saling bercanda, bertukar cerita, maupun berlomba-lomba menghabiskan snack dan makanan yang sudah kami bawa dari rumah. Hampir selama 3 jam lebih kami habiskan waktu kami disana.

ENDING FLASHBACK

****

BACK TO TODAY

“Oppa, akhirnya kau datang juga. Aku pikir kau akan meninggalkan acara penting ini.” ia sedikit cemberut. Kontan saja itu membuatku sedikit terhibur dan tertawa kecil.

“Hehehe… di hari yang begitu penting ini mana mungkin aku melarikan diri?! Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri.” hanya itu yang mampu kuucapkan. Ia kembali tersenyum. Ada Sedikkit rasa lega yang dapat kulihat dari raut wajah cantiknya.

“Sungmin Hyung… Akhirnya kau datang juga!” Ucap seseorang yang secara tiba-tiba datang menghampiri kami berdua. Tanpa rasa bersalah, ia datang sambil sedikit memelukku.

“Ne Kyu.. Mana mungkin aku melewatkan pernikahan dua orang sahabat terbaikku.” Aku mencoba tersenyum walaupun dalam hatiku aku merasa ingin menangis dan begitu marah dengan kebersamaan mereka.

Yah, hari ini merupakan hari bersejarah untukku karena hari ini aku akan kehilangan satu-satunya yeoja terbaik dan yang paling aku cintai. Mungkin ini semua terjadi karena kesalahanku sendiri. Salah, karena aku sudah mengenalkan Kyuhyun padanya serta membiarkan sahabat terbaikku itu mendekatinya dan mencintainya. Salah, karena aku begitu pengecut untuk mengutarakan semua perasaanku selama ini.

Aku masih terdiam di hadapan mereka berdua saat ini. Dan apa yang ku lihat?? mereka berdua bahkan tak henti-hentinya tersenyum satu sama lain di hadapanku! Tuhan, Kalau saja aku bisa, aku ingin sekali segera menghilang dari tempat ini. Aku bahkan tidak sanggup melihatnya tersenyum bahagia seperti itu dengan gadisku!! Ingin sekali rasanya aku menghajarnya dan mengacaukan semua pesta pernikahannya saat ini. Tapi aku tahu itu sangat lah egois. Aku tidak ingin melihat gadisku sedih, marah dengan semua kelakuanku nantinya. Biarlah aku mengalah lagi kali ini. Dan akan segera kupastikan, bahwa ini terakhir kalinya aku bersikap seperti ini.

***

FLASHBACK 2 TAHUN LALU

“Sungmin  Oppa, ini lagu apa?? Aku suka..” ucapnya saat itu ketika kami sedang duduk di rumahnya dan mendengarkan music  dari ponselku. Headset pun terpaksa kami pakai berdua, satu di telinga kananku, dan satu ditelinga kirinya.

“Haish… masa kau tidak tahu itu lagu apa si?! Ckckck.. ini judulnya Oppa has Risen. Kau mau lihat MV nya?? Lucu sekali..”

“Ne.. Mau Oppa. cepat tunjukkan!” ucapnya tidak sabaran. Aku pun segera memperlihatkan MV tersebut yang berada didalam ponselku. Sepanjang MV, di tak henti-hentinya tertawa. Bahkan ponselku pun kini sudah di pegang di tangannya dan beberapa kali ia pun selalu menyoba mengulang-ngulang beberapa adegan di MV tersebut.

“Ya! kalian berdua ini kenapa asik sendiri sih?? Aku kan juga mau lihat!” Seru seorang pria secara tiba-tiba yang langsung mendekati tempat duduk kami berdua dan menyusup ke arah tubuhku dan Sunjae. Kami pun melihat video itu bersama-sama. Tawa tak henti-henti nya keluar dari mulut kami bertiga.

“Mwo?? Ya! adegan apa itu?! Hey, Sunjae-ah kau tidak boleh melihatnya!! Umurmu masih belum cukup.” Seru Pria itu bercanda sambil berpura-pura menutupu kedua mata Sunjae.

“Hahahah… Kyuhyun-ah kau ini! Kau pikir memang adegan apa yang kau maksud?? Sudah lepaskan dia. Kasihan kalau kau terus menutup matanya.” Ucapku membela nya.

“Ne, Kyu Oppa.. Hahahha.. aku sudah dewasa tau! cepat lepaskan tanganmu!” Ucap Sunjae melepaskan tangan pria yang ternyata adalah Kyuhyun.

(Ternyata) kami bertiga saat ini, bersama denganku, Sunjae, dan Kyuhyun. Kami bertiga memang sering menghabiskan waktu bersama-sama. Kebersamaan kami dimulai saat aku masuk universitas. Aku dan Sunjae yang notabene sudah berteman sejak kecil selalu bersama-sama termasuk saat harus masuk ke Universitas. Aku dan Sunjae masuk ke Universitas Kyunghee. Dan disana lah pertama kalinya aku bertemu dengan Kyuhyun yang satu jurusan denganku. Dan disana lah, dengan polosnya aku memperkenalkan Sunjae dengan Kyuhyun yang justru pada akhirnya karena hal tersebut, membawa rasa sakit dan kesedihan bagi ku.

…………

Hari ini, seperti biasanya pun aku ingin menghabiskan waktu hari minggu ini bersama dengannya. aku sudah menyiapkan beberapa rencana untuk piknik di suatu tempat yang tidak ia ketahui. Aku sudah merencanakan ini semua bahkan beberapa hari sebelumnya. Rasanya, bosan sekali jika kami terus melakukan kegiatan rutin hari minggu kami hanya dengan pergi ke gereja, olah raga bersama, atau sama-sama menghabiskan waktu di rumah hanya untuk sekedar ngobrol atau melakukan kegiatan lainnya.

“Sunjae, ottokhae?? Kau suka tempatnya??” ucapku pada Sunjae saat kami sudah tiba di tempat tujuan kami, yaitu di Seoyundo Park. Aku sengaja menyewa mobil piknik yang bagian atapnya bisa untuk tempat kami duduk sambil menghabiskan waktu dan yang didalamnya bisa untuk tempat kami beristirahat atau sekedar makan siang.

“Hmm.. Ne, Oppa aku suka sekali. Kalau tau kita mau kesini aku kan bisa mempersiapkan makanan lebih banyak lagi.” Ucapnya.

Kami berdua duduk diatas mobil piknik yang sudah kusewa. Kami berdua menghabiskan waktu dengan saling bercanda, bertukar cerita, maupun berlomba-lomba menghabiskan snack dan makanan yang sudah kami bawa dari rumah.

“Sungmin, Sunjae, Sedang apa kalian disana?? Ayo cepat turun!! aku sudah menyiapkan makan siang untuk kita bertiga!” Lagi-lagi suara pria itu mengganggu pembicaraanku dengan Sunjae. Aku menoleh, dan kudapati Kyuhyun sedang berdiri di tangga mobil, memunculkan kepalanya ke atas.

“Ne, Kyu Oppa.. sebentar lagi. Kami masih belum lapar. Cha! Kau ikut naiklah kesini! kita ngobrol bersama-sama” Ajak Sunjae. Kyuhyun pun dengan senang hati langsung ikut bergabung dengan kami. Disini kami bertiga kembali berbicara satu sama lain, tertawa bersama-sama, serta mengeluarkan beberapa candaan yang tentunya diselingi oleh tawa dari kami bertiga.

Hampir selama 3 jam kami menghabiskan waktu disana. Banyak hal yang kami ceritakan dan kami ungkapkan disana. Aku begitu senang setiap kali melihat senyum dan tawa Sunjae. Dia terlihat begitu senang dan bahagia kuajak ke tempat ini. Waktu memang terasa cepat jika kau habiskan bersama dengan sahabat-sahabat dan orang yang kau sayangi.

FLASHBACK END

****************

BACK TO TODAY

 Disinilah aku saat ini. Duduk didalam gereja yang megah, serta berdiam diri didepan piano yang akan aku mainkan untuk mengiringi sang pengantin yang akan memasuki gereja. Aku masih terdiam sampai detik ini. Rasa tidak percaya masih terus meliputi diriku. Ya Tuhan, haruskah aku melepaskannya untuk Kyuhyun?? Haruskah aku melihatnya bahagia berjalan dan bersanding dengannya?? Tidak bisakah aku egois sedikit saja Tuhan?? Aku ingin memilikinya!! Aku bahkan jauh lebih mencintai Sunjae dibandingkan Kyuhyun!!Aku benar-benar ingin berteriak rasanya. Sesak dan sakit yang aku rasakan saat ini, benar-benar membuatku sulit untuk bernafas lega.

Teng..Teng..Teng

Seluruh tamu yang hadir, aku, dan juga Kyuhyun langsung menoleh kebelakang begitu pintu masuk gereja terbuka dan lonceng gereja berbunyi. Kulihat Sunjae berjalan dengan anggun memasuki gereja dengan didampingi oleh Ayahnya. Gaun pengantin yang digunakannya benar-benar membuatnya semakin terlihat sempurna. Senyum manisnya tidak pernah berhenti keluar dari wajahnya. Senyum yang sayang sekali tidak ia tunjukkan untukku, melainkan untuk untuk pria nya yang sedang berdiri didepan altar sana.

Hati ku terus memberontak. Ia bahkan berteriak-teriak pada Sunjae agar Sunjae tidak melangkahkan kakinya ke Kyuhyun. Ingin sekali rasanya aku bernajak dari tempat duduk ku untuk berlari ke arah Sunjae dan menariknya keluar dari gereja ini. Aku ingin bersikap EGOIS sekali ini!!

Baby jebal geuui soneul japjima
Cuz you should be my Lady
oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo

Tidak bisakah Cinta berpihak padaku sekali ini?? Aku berdoa Keajaiban datang padaku. Aku berharap Sunjae tidak berjalan kearahnya, melainkan ke arahku! Walupun jahat, tapi aku terus berdoa agar Sunjae mau meninggalkannya. Jebal Sunjae, Jangan genggam tangannya! Lihat aku!! Harusnya kau lah yang menjadi gadisku! Aku bahkan sudah menunggu mu selama ini. Tidak bisakah kau melihat ketulusanku?? Tanpa pernah bisa mendengar kenginanku, Sunjae terus berjalan ke hadapan Kyuhyun yang sudah menantinya. Hingga pada akhirnya ayah Sunjae telah memberikan tangan Sunjae ke Kyuhyun dan mengajaknnya untuk berjalan ke altar.

Suasana sakramen pernikahan ini begitu berjalan dengan sangat tertib dan khidmat. Baik Sunjae maupun Kyuhyun dengan lantang mengucapkan janji  Suci pernikahan mereka.

“Saya, Cho Kyuhyun. Menerima Min Sunjae sebagai istriku. Aku berjanji di hadapan Tuhan akan selalu menemaninya dalam suka maupun duka, mencintainya sampai ajal memisahkan, dan merawat anak-anak yang telah Tuhan percayakan pada kami.”

“Saya, Min Sunjae. Menerima Cho Kyuhyun sebagai Suamiku. Aku berjanji di hadapan Tuhan akan selalu menemaninya dalam suka maupun duka, mencintainya sampai ajal memisahkan, dan merawat anak-anak yang telah Tuhan percayakan pada kami.”

Semua yang mendengar janji pernikahan yang mereka ucapkan tentu saja merasa terharu. Tapi tidak Bagiku. Untukku semua janji suci pernikahan yang mereka ucapkan merupakan satu cambuk yang sangat besar bagiku. Karena setelah ini, setelah semua upacara pernikahan ini berakhir, aku tahu  bahwa Sunjae akan bersama dengan Kyuhyun selamanya.

Pasangan itu kemudian berbalik menghadap ke arah tamu undangan. Dan kemudian, Sunjae menoleh ke arahku, memberiku tanda agar aku memainkan piano ku dan bernyanyi.

noraega ullimyeon ije neoneun..geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo
oneuri oji ankireul…geureoke na maeil bam gidohaenneunde

nega ibeun wedingdeureseu…nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu

Aku sengaja menyanyikan lagu tersebut. Aku menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Aku terus menyanyi dan melihat kearah Kyuhyun dan Sunjae. Aku menatap Kyuhyun yang sepertinya tahu maksudku menyanyikan lagu tersebut. terlihat sekali raut wajahnya sedikit berubah sambil terus menatapku. Tapi tidak dengan Sunjae. Sunjae bahkan tidak mengerti atau bahkan tidak terlalu memperdulikan maksudku menyayikan lagu tersebut.

***************

KYUHYUN POV

Apa?? Apa maksudnya dia bernyanyi seperti itu?? Kenapa dia menyanyikan lagu yang jelas-jelas artinya menjelaskan bahwa ia menyerah?? Bahwa ia tidak bahagia dan tidak merasa senang dengan hari pernikahan ku kali ini. Ada apa dengan Sungmin??

Rasanya Aku mengetahui sekali tatapannya itu. Tatapan itu, kenapa Sungmin terus menyanyikan lagu itu sambil menatap Sunjae?? Apakah… Apakah benar yang selama ini kupikirkan?? Apa jangan-jangan Sungmin mencintai Sunjae?? Apa jangan-jangan Sungmin juga tidak bahagia aku menikah dengan Sunjae??

Aigoo.. kenapa aku tidak peka sekali!! Mianhe Minnie.. Mianhe kalau selama ini aku tidak pernah peka terhadap perasaanmu. Bukannya aku tidak mau peduli. Akan tetapi aku juga mencintainya. Aku begitu mencintai Sunjae saat pertama kali kau mengenalkannya padaku. Aku bahkan sama sekali tidak tahu kalau saat itu kau begitu memendam perasaanmu terhadap Sunjae. Waeyo Hyung?? Kenapa kau tidak bilang kalau kau suka padanya?? Mianhe karena aku telah merebutnya darimu. Tolong biarkan aku bersama dengan Sunjae kali ini. Aku sanggup membahagiakannya! Aku sanggup memberinya kasih sayang sama seperti yang kau berikan untuknya.

KYUHYUN POV END

***************************

(SUNGMIN IMAGINATION)

“Oppa.. Kau sedang apa disini?? kenapa kau berdiri disini sendirian??” Aku menoleh kearah suara tersebut. Ternyata Sunjae.. Ia datang mengahampiriku dengan senyum bahagianya. Tapi tunggu, ada apa dengan Sunjae?? Ia mendatangiku dan tanpa aba-aba, ia langsung meletakkan dagunya di bahu kananku sambil kedua tangannya merangkul ku dari belakang.

“Ah, Ani.. Aku hanya merasa sedih. Jujur, aku tidak rela kau bersama dengan Kyuhyun. Kalau saja aku tahu kalian akan berakhir seperti ini, aku tidak akan mengenalkanmu padanya.” Aku berbicara padanya namun hanya ditanggapi senyuman oleh Sunjae.

Kemudian, secara terang-terangan, kubalikkan tubuhku kehadapannya dan kuraih kedua tangan Sunjae. Ku genggam kedua tangan mungilnya dan kutatap kedua matanya yang selalu membuat jantungku berdetak. Tidak akan kubiarkan siapapun dapat mengambil gadisku dari tanganku.

“Saranghaeyo Sunjae.. aku menyukaimu. Aku menyayangimu. Dan aku mencintaimu lebih dari apapun yang Kyuhyun berikan untukmu. Aku mencintaimu sejak dulu. Aku mohon, kembalilah padaku! jangan biarkan aku sendiri, Jae-ah”

Aku kembali menatap wajah Sunjae. Perlahan-lahan, kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kami berdua sama-sama memejamkan mata. Dan tiba saatnya bibirku mampu menyentuh bibir mungil Sunjae. Aku mengecupnya dalam. Tidak ingin rasanya aku melepaskan  kecupan kami.

……………..

“Minnie  Oppa..!! Waeyo?? kenapa melamun?? pemberkatannya sudah selesai tuh. Ayo kita keluar.” tiba-tiba seseorang membuyarkan semua mimpi dan imajinasiku. Saat aku menoleh kesamping, kulihat ternyata Sungchan, adikku yang membuyarkan semua lamunanku.

“Ah, Eh.. Channie.. Ne. Mian, aku tidak sadar.”

“Oppa.. Sudah tidak usah dipikirkan lagi! Kau mau kita langsung pulang atau bagaimana??” sungchan mencoba tersenyum dihadapanku. Padahal aku tahu, dirinya pasti sangat mencemaskan ku karena sedari tadi aku terus melamun dan tak henti-hentinya menatap pasangan Kyuhyun dan Sunjae yang sedang berjalan keluar gereja.

“Ani.. sebentar lagi saja yaaa..” Ucapku mencoba tegar dihadapannya.

Aku kembali menatap kedua orang tersebut. Saat ini, seluruh undangan ikut tersenyum merasakan bahagia yang sama seperti yang mereka rasakan. Para undangan terus menerus bertepuk tangan menyambut kedua mempelai itu. Sedangkan aku, aku hanya mampu menatap mereka dari kejauhan.

Nae mameul mollajwotdeon…nega neomu miwoseo
Gakkeumeun nega bulhaenghagil nan baraesseo…imi nae nunmureun da ma-ma-mareugo
Beoreutcheoreom honja neoege malhago….maeil bam geureoke buranhaetdeongeol bomyeon nan
Ireoke doelkkeoran geon aranneunjido molla…nan nuneul gama
Kkeuchi eomneun kkumeul kkwo….jebal geureul tteona naege ogil

Mianhe Sunjae..Mianhe Kyu.. Mianhe kalau aku memutuskan hal ini. Mianhe kalau aku harus membenci kalian berdua! Biarkan aku memiliki rasa ini. Mungkin dengan begini, semua perasaanku bisa lebih baik. Aku seperti ini karena hatiku terlalu sakit melihat kebersamaan kalian. Kalian sama sekali tidak pernah mengerti perasaanku. Kalau saja aku bisa menjadi orang yang jahat, ingin sekali aku berharap musibah datang untuk rumah tangga kalian agar kalian bisa berpisah. Tapi itu tidak mungkin! Aku masih menyayangi kalian berdua. Tolong Biarkan aku sendiri. Aku akan mencoba untuk merelakan kalian berdua walaupun aku tahu itu sungguh mustahil bagiku.

Aku mencoba menutup mataku dan menyenderkan kepalaku di kursi dalam gereja. Sejenak, aku mencoba untuk melihat kebelakang dan kembali berpikir. Kalau saja saat itu aku berani mengungkapkan semua perasaanku padanya, Kalau saja dulu aku tidak  mengajak Sunjae untuk bertemu dengan Kyuhyun, dan kalau saja aku tidak mengenalkan mereka berdua, mungkin saat ini posisi Kyuhyun sudah kutempati. Aku terus berdoa. Tak henti-hentinya aku berdoa supaya Sunjae bisa beranjak pergi dari sisi Kyuhyun. Aku tahu, doaku ini mungkin jahat! tapi memang inilah yang aku harapkan dari dulu.

*************

FLASH BACK 6 BULAN LALU

Aku sedang berada di pesta ulanng tahun teman ku dan juga teman Sunjae yang berada di sebuah cafe di daerah Seoul. Aku sudah menyiapkan suatu kejutan untuknya. Aku sendiri sebenarnya sudah merencanakan hal ini beberapa hari yang lalu.

Entah apa yang merasuk kedalam otakku, beberapa hari yang lalu saat aku sedang menyendiri dan bermain gitar di kamar, aku seperti mendapatkan ide yang cemerlang. Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku selama ini kepada SunJae. Aku tidak akan mengutarakan perasaanku untuk menjadikannya kekasihku, melainkan aku ingin langsung melamarnya!! Aku ingin mengajak Sunjae untuk menikah denganku. Yah, semoga saja Sunjae menerima pernyataan cintaku ini.

Aku mencoba mencari dirinya di seluruh penjuru cafe ini. Setelah menemukannya sedang berbicara dengan salah satu teman kami, aku langsung berjalan menghampirinya. Saking gugupnya diriku, aku bahkan langsung menarik tangannya untuk pergi mengikuti ku.

“Mwo?! Ya!! Ya!! Oppa, ada apa?? kenapa tanganku di tarik-tarik?! Appoyooo..” Aku bahkan tidak memperdulikan protes nya. Yang jelas, aku hanya terus menggenggam dan menggandeng tangan Sunjae ke satu tempat.

Hingga saatnya aku dan Sunjae tiba disebuah sudut ruangan yang tidak jauh dari cafe itu, aku baru melepaskan genggaman tanganku. Sangat kuingat dengan jelas bagaimana raut wajah Sunjae yang cemberut saat aku sudah melepaskan tangannya, ia terus menerus memegangi pergelangan tangan kirinya yang mungkin saja terasa sakit karena genggaman tanganku yang terlalu keras tadi.

“Sungmin Oppa, ada apa?? kenapa kau mengajakku kemari??” Sunjae kembali protes. Namun, aku sama sekali tidak menjawab semua protesnya. Aku hanya diam. Mencoba menetralkan berbagai macam kegugupanku sambil mencoba merogoh kantong celana jeans hitam yang kupakai.

“sstt.. Chankaman! ada yang mau kutunjukkan padamu.” Kataku sambil terus-terusan merogoh seluruh kantong celanaku. Kemana benda itu?? setahuku aku sudah menyimpannya di dalam kantong ini. Aish.. kenapa susah sekali sih… Aku menggerutu kesal dalam hati karena benda mungil nan penting itu tidak bisa kujangkau dan kuraih. Aku hampir saja mendapatkan dan mengambil benda tersebut saat secara tiba-tiba seseorang kembali mengacaukan waktu kami berdua.

“Sunjae, Minnie Hyung.. Ah, aku mencari kalian kemana-mana disini rupanya.”

“Eh.. Kyuhyun?” Aku menatap Kyuhyun tak percaya. Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya ia mengganggu waktuku dengan Sunjae. Aku hanya bisa terdiam saat melihat raut wajah Sunjae yang langsung berbinar dan tersenyum melihat kedatangan Kyuhyun.

“Hmm…karena kebetulan kau ada disini, Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, Jae-ah..” Ucap Kyuhyun.

Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak. Aku merasakan ada hal yang akan terjadi antara mereka. Dan benar saja, sesaat kemudian, kulihat Kyuhyun menggenggam sesuatu yang sangat kecil di tangannya. Ia kemudian mengambil dan menggenggam jemari tangan kiri Sunjae dan menyematkan sebuah cincin bermatakan batu sapphire berwarna putih yang sangat indah di jari manis gadis itu.

Hatiku mencelos. Seluruh tubuhku rasanya begitu lemas saat melihat cincin itu tersemat di jari manis Sunjae. Jari manis yang seharusnya sudah tersemat cincin yang akan kuberikan kepadanya tadi kini telah terisi dengan cincin yang diberikan oleh Sahabat ku sendiri.

“Sunjae, didepan Sungmin hyung sebagai saksinya, aku ingin mengucapkan sesuatu padamu… Will u marry me??” Ucap Kyuhyun sambil mencium tangan Sunjae.

Aku semakin tidak karuan. Seluruh emosi dihatiku memuncak. Aku marah!! Aku sedih!! Aku kesal!! itulah yang kurasakan. Aku kembali kalah oleh Kyuhyun!! dan kali ini, kekalahn tersebut benar-benar sudah menghancurkan seluruh harapan dan Cinta ku untuk Sunjae. Tubuhku lemas. Aku tidak sanggup melihat wajah penuh haru Sunjae yang dengan mantapnya menerima pinangan Kyuhyun. AKU KALAH!! Kali ini kekalahan yang telak benar-benar memukul hidupku dengan amat sangat keras.

***************

BACK TO TODAY

Aku terus berdiri sedikit menjauh dari pasangan itu. Aku menatap mereka dengan tatapan yang benar-benar menyedihkan, sama seperti akhir hidupku yang jauh lebih menyedihkan dari apapun. Aku mengeluarkan sesuatu dari kantong celanaku. kutatap benda mungil bulat dengan batu kristal sebagai hiasannya di tanganku. Benda mungil yang seharusnya kuberikan dan kusematkan di jari Sunjae beberapa bulan yang lalu. Cincin tersebut masih kusimpan. Dan walaupun berat rasanya, aku tidak membutuhkan benda ini lagi. Aku kembali menatap cincin ditanganku ini untuk terakhir kalinya. Dan melepaskan cincin tersebut hingga terjatuh ke dalam tempat sampah yang berada di gereja tersebut. Biarlah semua kesedihan dan kesesakan ini aku yang menanggungnya. Biarlah cincin itu menjadi kenangan yang cukup menyakitkan untukku, kenangan yang harus aku buang jauh-jauh dari pikiran dan hatiku selama ini.

Untuk terakhir kalinya, Aku menatap Kyuhyun dan Sunjae yang masih terus menebar senyum bahagia mereka didepan sanak saudara juga kawan-kawan mereka. Sudah kuputuskan, bahwa lebih baik aku menjauh dari kehidupan mereka berdua. Aku harus meninggalkan mereka berdua, Aku harus mencoba merelakannya untuk Kyuhyun. Walaupun berat, tapi aku harus percaya bahwa Kyuhyun dapat membahagiakan Sunjae.

“Sungchan, Kajja kita pulang sekarang.” Aku memanggil adikku dan mengajak nya untuk kembali ke rumah kami dan memulai hidup baruku.

“Oh..Ne Oppa.”

********************

Neomu oraen siganeul chakgak soge…hollo babocheoreom saratjyo
Ajikdo nae geunyeoneun nal bogo…sae hayake utgo inneunde

Sunjae, berbahagialah bersama Kyuhyun. Aku berharap agar kau mau menghapusku dari hidup dan ingatanmu. Dengan begitu, setidaknya aku bisa melanjutkan hidupku kembali. Walaupun aku tahu bahwa yang aku jalanani nantinya adalah sebuah kebohongan belaka. Aku akan mencoba untuk  melakukan yang terbaik untuk hidup ku dengan pergi dari hadapan Kalian. Gomawo sudah mau selalu tersenyum padaku selama ini, Dan Gomawo kalian sudah menganggap ku sebagai seorang sahabat baik untuk kalian berdua.

18 thoughts on “WEDDING DRESS

  1. Omo,,omo,,omo,,,
    kasian bgt sungmin oppa,,kyu sebenernya gak salah sih
    #plak,,bela-in suami sendiri hee..
    Wong Sunjae nya cinta sm Kyu
    tp Sungmin oppa bener2 tragis tuh nasibnya
    FF nya baguuuusssssss
    gumawo sudah di tag…

  2. Sungmin oppa bersabarlah.. Pasti nanti dapet pengganti yg lbh baik lagi.. Seperti aku misalnya.. *gubrak*

    Wihihihi.. Reader baru nih.. Salam kenal ^^

  3. sedih banget pas baca paragraf paling akhir..sungmin oppa yg sabar ya,aku juga sering merasakan hal yg hampir sama seperti yang sungmin oppa alami tapi bedanya bukan pernikahan #curcol..and untuk kyuhyun oppa dia gak bersalah dan dia juga udah bilang maaf dalam hatinya untuk sungmin kan?n kyuhyun oppa nikah sama aku aja seharusnya #digampar sparkyu

  4. hiks…hiks…hiks..
    sumpah nangis beneran aku…
    sungmin sabar ya
    mungkin bukan ia..

    keren amat ya thor.gomawo****

  5. Ya ampun sungmin kasian bgt.. Tp mw gmn lg, takdir brkata lain. Tu artiny xy bkn jdohmu oppa. Km pst bs dpt yg lbh baik lg..

  6. Aigoo!! Knp ff ini feelnya dpt bangett…
    Berasa eonni..😥
    Aku awalnya nggk merhatiin itu MV, tpi krn disarankan aku nton…
    Stlh nton jdi suka… ff oneshoot ini yg pling aku suka..>.<
    Buat yg sad ending lg eon.. 😀

  7. nyeseg baca x……..
    posisi taeyang oppa d MV ntu d duduki umin oppa…….
    kcean bgt umin oppa…..

  8. sad ending😦 Padahal berharap mereka bisa bersama loh? tapiii giamana?? gpp lah yang sabar sungmin, penyesalan selalu datang terakhir..😥
    Btw hi admin” eonni” hihi aku reader baru disini salam kenal😀 ff pertama yang dibaca ini wkwk bagus banget cerita dan yangaku suka feel nya dapet banget walaupun sad ending. rata2 banyak loh yang gak bisa bikin ff sad ending. daebak!!😀 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s