PARK SISTER SCANDAL (part 3 of 3)

PARK HYEMIN

Dari kesemua cerita anggota Park Sister yang sudah pernah ada, mungkin kisahku sebagai sang maknae ini lah yang bisa di bilang paling mulus.
Hmmm… sebenarnya tidak terlalu mulus juga sih. Hanya saja, untuk urusan cinta seperti ini, aku termasuk  orang yang paling jarang menemui masalah ataupun scandal yang membuat hidupku harus berurusan dengan orang lain. Kenapa bisa begitu?? jelas saja, karena dari kesemua anggota Park Sister, aku merupakan orang yang tidak mudah  jatuh cinta. Ralat! Aku mungkin memang mudah menyukai seorang pria. tapi disisi lain, aku juga merupakan orang yang agak Sulit terbuka soal masalah hati. Oleh karena itu lah, aku merupakan satu-satunya anggota  di Park Sister ini yang memiliki sedikit scandal dengan beberapa pria.

Namun, walaupun aku termasuk yang “aman-aman” saja bisa menjalin kasih dengan beberapa pria, tetap saja ada 1 scandal terbesarku yang terjadi disaat aku sedang menjalani satu hubungan dengan pria ku saat ini. Dan karena scandal yang “tidak sengaja” kubuat itulah, aku hampir saja kehilangan “Pangeran Ikan” yang paling kusayangi itu.

Baiklah, aku rasa seperti anggota lainnya, aku akan mencoba menceritakan beberapa kisahku dengan beberapa pria yang pernah atau bahkan sempat menjadi pengisi hari-hari ku selama ini.

Javier Hernandez.. Hmmm.. aku yakin mungkin beberapa dari kalian merasa heran, aneh atau bahkan asing dengan nama tersebut. Tapi, bagaimana kalau nama itu kuubah menjadi Chicharito?? Aku yakin, mungkin dari kalian semua, terutama yang sangat menyukai sepak bola tahu nama ini. Ya, Dialah pria pertama yang mengisi hari-hariku saat aku berumur 15 tahun. Umurku dengannya hanya terpaut 1 tahun. Saat itu ia berumur 16 tahun.

Mungkin, kalian semua heran kenapa dari seluruh anggota Park Sister, pria pertama yang pernah mengisi hari-hari kami adalah seorang pemain sepak bola semua?? Terang saja, karena kami bertiga adalah penggemar Sepak Bola! Kami bahkan suka menghabiskan waktu untuk menonton pertandingan Sepak Bola bersama-sama. Dan kalau ditanya kenapa cinta pertama kami adalah seorang pemain sepak bola, mungkin itu adalah satu kebetulan.

Aku bertemu dengan Chicha saat aku sedang berada di rumah salah satu tanteku yang saat itu tinggal di Mexico. Orang tua Chicha dengan Keluarga tanteku ternyata adalah teman dekat. Bahkan rumah mereka pun bersebelahan. Kedekatan kami pun dimulai dari situ.

Saat itu, aku sedang jalan-jalan di sekitar komplek perumahan aunty saat aku melihat seorang pria sedang mencoba menggiring bola di halaman rumahnya. Dengan lihai, aku melihatnya begitu cekatan memainkan bola yang berada di kakinya. Hal itu pun membuatku sedikit terkesima dan tanpa sadar terus menatap ke arahnya. Sampai dia sadar bahwa dia terus diperhatikan olehku, Ia pun datang menghampiriku.

Saat itulah kami akhirnya berkenalan dan kuketahui namanya adalah Javier Hernandez. Saat itu, bahasa inggris kami berdua masih sangat payah. Aku dengannya lebih banyak menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Aku dan Chicha menjadi dekat satu sama lain. Setiap sore hampir selalu aku habiskan untuk menemaninya latihan dan bermain sepak bola.

Aku begitu menyukai caranya bermain bola, aku juga menyukai caranya dalam memamerkan kelihaiannya dalam mengolah si kulit bundar tersebut dan caranya saat ia memintaku untuk terus memperhatikannya. Sejak saat itu, aku mulai menyukainya. Entah apa yang membuatku jadi begitu menyayanginya. Aku bahkan masih ingat sekali saat kami berdua sedang duduk di halaman rumahnya, Chicha sering sekali dengan antusiasnya menceritakan cita-citanya yang ingin menjadi pemain sepak bola terkenal didunia.  Dan dengan dukungan penuh dariku, aku pun terus berusaha untuk menyemangatinya agar ia terus berlatih keras dan pantang menyerah.

Hampir sebulan sudah aku berada di rumah Aunty ku. Saat hendak kembali pulang, aku sengaja tidak menemui Chicha untuk berpamitan padanya. Aku begitu membenci  perpisahan. Aku juga tidak ingin saat aku melihat Chicha nanti, air mataku justru turun saat aku melihat wajahnya. Tapi ternyata sikap diam-diamku ini diketahui juga oleh Chicha. Saat aku baru saja masuk kedalam mobil dan hendak menuju ke bandara, Chicha datang dan menghampiriku. Dengan dibantu aunty ku yang menjadi translatornya, Chicha mengatakan bahwa ia begitu sedih aku kembali ke negaraku. Ia juga mengatakan bahwa ia sangat senang bertemu denganku yang juga sama-sama menyukai Sepak bola. Jujur, mendengar semua ucapannya, aku menangis. Padahal sebisa mungkin aku sudah kucoba untuk menahan airmataku, tapi tetap saja air mataku tetap turun dari kedua pipiku.

“Minnie, thanks for your support. I’ll do my best! One day, I’ll prove you, i can be a great Soccer Player. And if it really happened, you should always look at my game on television, Okay??” Aku hanya mampu mengangguk memenuhi permintaannya. Aku tidak bisa berkata-kata karena hatiku saat itu terlalu sakit membayangkan bahwa mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Kemudian, sebagai perpisahan Chicha memberikan bola kesayangan yang selalu di pakainya untuk latihan kepadaku sebagai kenang-kenangan.

“This is for you. Plis keep it this ball for a keepsake. I want you to know that my reason to practice and become a great soccer player was all because of you. I’m gonna miss you, Minnie… Bye..” ucapan Chicha membuat air mataku deras. Aku tidak ingin pergi meninggalkannya. Aku sangat menyayanginya. Melihatku seperti itu, Chicha pun memelukku. Ia mengecup pipi kananku untuk terakhir kalinya sebelum aku benar-benar pergi dari hadapannya.

Sekarang, Chicha sudah benar-benar membuktikan semua ucapannya padaku. Ia kini telah berhasil menjadi seorang pemain sepak bola internasional. Dan yang lebih membanggakan lagi untukku, Ia kini bermain di Club sepak bola favoritku, Manchester United. Aku senang!! Aku sangat-sangat senang melihatnya sukses seperti sekarang. Seperti janjiku dulu, Sampai detik ini aku bahkan tidak melewatkan 1 pertandingan pun yang ia mainkan. Walaupun kami tidak pernah berbicara atau berkomunikasi lagi, tapi aku percaya Si “Kacang Polong” ku itu pasti tahu bahwa aku begitu bangga terhadap hasil kerja kerasnya selama ini.

Cukup lama aku menyendiri setelah pertemuanku dengan Chicha waktu itu. Aku masih belum bisa melupakannya karena buatku, Chicha adalah cinta pertamaku. Memang benar kata salah satu pepatah, Cinta pertama tak akan pernah mati. Seperti itulah yang aku rasakan saat mengingatnya. Sampai satu ketika, Taemin Dongsaengku membawaku ke satu tempat dan bertemu dengan pria kedua yang masuk ke dalam kehidupanku selanjutnya.

Aku bertemu dengannya disebuah acara dimana Boyband milik adikku, SHinee sedang tampil menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Stand by Me” yang digunakan untuk soundtrack sebuah serial drama. Disanalah, aku melihatnya pertama kali. Dengan tubuhnya yang begitu tinggi menjulang, senyumnya yang kuakui begitu manis, garis wajahnya yang tegas dan keras, serta suaranya yang begitu maskulin membuatnya terlihat seperti Oppaku, Siwon. Barulah saat MC memperkenalkan para pemainnya, ku ketahui ia bernama Lee minho.

Aku lupa bagaimana ceritanya hingga akhirnya aku bisa berkenalan dengannya. Awalnya, kupikir ia orang yang keras dan galak. Namun semua persepsi ku tentangnya berubah begitu aku mengenal dirinya. Sikap ramah dan murah senyumnya menjadikannya begitu berbeda dimataku. Minho pun juga memintaku untuk menonton drama yang sedang dimainkannya. Dan mendengar permintaannya itu, aku mulai mencoba untuk selalu menonton dramanya tanpa terlewat satu episode pun. Sering juga jika aku sedang tidak sibuk, Minho menghubungiku dan memintaku untuk sesekali mendatangi tempatnya syuting dan melihat prosesnya secara langsung. Di sanalah aku dan Lee Minho menjadi dekat satu sama lain. Jujur, awalnya aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya.

Hampir 6 bulan lamanya aku menjalin pertemanan yang cukup dekat dengan Minho, sampai saat sebelum ia pergi ke Malaysia untuk suatu acara, Minho mengajakku bertemu dan mengutarakan keinginannya untuk menjadi kekasihku. Aku yang mendengarnya terang saja terkejut. Aku sama sekali tidak menyangka Minho akan mengatakannya padaku. Aku bahkan tidak tahu apakah aku harus menjawab iya/tidak. Sampai, aku memutuskan bahwa aku akan menunggunya kembali dari Malaysia dan sekaligus menjawab semua pernyataan cintanya. Aku ingin benar-benar memikirkan dan meyakinkan diriku bahwa aku juga menyukai/menyayangi Minho.

Sekembalinya dari Malaysia pun, Minho langsung menemuiku dan meminta jawabanku. Dan disaat itu juga, aku menerimanya sebagai kekasihku. Hubungan ku dengan Minho bisa dibilang serius tapi santai. Kami tidak ingin menjalani hubungan seperti anak-anak sekolah kebanyakan. Selama menjalin kasih dengannya, Minho merupakan pria yang cukup cuek, dewasa dan juga tegas.  Hampir setahun lebih aku menjalin kasih dengannya. Bahkan, untuk urusan First kiss ku, Minho lah orang pertama yang berhasil mengambilnya dariku.

Namun, hubunganku dengan minho terpaksa harus diakhiri karena terlalu banyaknya perbedaan diantara kami. Kami sering sekali bertengkar semenjak hubungan kami memasuki bulan keenam, komunikasi dan pertemuan diantara kami pun juga terbilang jarang, ditambah lagi agency yang menaungi Lee Minho meminta Minho untuk tidak memiliki pacar terlebih dahulu, karena karir Minho yang saat itu sedang menanjak tajam.

Hal itu terang saja membuat hatiku kembali sakit. Aku baru saja merasa benar-benar mencintainya, tapi disisi lain Aku juga merasa bahwa aku sebagai penghalang keberhasilannya. Cukup lama aku terpuruk akibat perpisahan tersebut. Hal itu tentu saja membawa dampak pada diriku. Aku jadi semakin sering menyendiri, aku sering sekali menangis diam-diam didalam kamar, di tambah lagi aku juga masih sering mencoba mengikuti setiap acara yang di hadiri oleh Minho hanya untuk mengobati rasa rinduku padanya.

Hangeng dan Heechul Oppa ku sadar akan perubahanku. Mereka bahkan berusaha keras untuk membantuku bangkit.  Tidak jarang pula, aku diajak mereka untuk pergi menghadiri acara Super Junior, Boyband Oppa-Oppaku. Bahkan, Oppa ku Eunhyuk juga ikut turun tangan. Ia selalu berusaha menghiburku dengan selalu mengajakku untuk dance bersama di rumah sebagai penghilang stress. Dan kuakui, hal tersebut sangat ampuh! Perlahan-lahan, aku mulai bisa menghilangkan perasaanku terhadap Minho, tanpa aku harus melupakannya. Parahnya, Aku bahkan jadi mencintai dunia Dancing seperti kedua Oppaku, Eunhyuk dan Hangeng yang menjadi Lead dancer di group  mereka.

Sampai suatu hari, aku di ajak oleh Hangeng Gege untuk ikut ke lokasi syuting para anggota Suju M.  Disanalah aku kembali bertemu dengan Priaku saat ini, Donghae. Aku dikenalkan pada Donghae oleh Hangeng Gege. Khusus Donghae, entah kenapa aku bisa langsung merasakan yang namanya Cinta pada pandangan pertama. Begitu aku melihatnya saat itu, aku langsung menyukainya. Sikapnya yang cuek, Lucu, kekanak-kanakan, serta penampilannya yang sederhana namun sangat keren itu mampu membuat perhatianku terus tertuju padanya. Suaranya yang begitu lembut unik tiap kali dia menyanyi juga mampu membuatku ikut menikmati semua lagu yang dibawakannya. Donghae ternyata pria yang sangat manis. Semua perhatiannya padaku benar-benar membuatku senang. Semua yang ada di dalam dirinya benar-benar telah membuatku jatuh cinta padanya.

Namun, sayangnya hubunganku dengan Donghae awalnya tidak semulus yang aku harapkan. Donghae ternyata mendekatiku karena ternyata aku bergitu mirip dengan Jessica, mantan kekasihnya.  Dimulai dari kebiasaanku yang bisa tidur dimanapun dan kapanpun, kebencianku terhadap buah melon, caraku meluapkan kekesalan dengan menangis. Semua itu ternyata membuat Donghae tidak melihat diriku sebagai Hyemin, melainkan diriku sebagai Jessica. Hal itupun aku ketahui justru dari Oppa ku sendiri. Ditambah lagi Keempat Oppa ku sama sekali tidak menyetujui hubunganku dengan  Donghae, kembali membuatku sedih. (Baca “Park Sister Love story part 3 of 4″)

Di saat yang bersamaan, aku juga di hadapkan pada sebuah kejadian yang begitu mengesalkan untukku. Hampir setiap hari aku dikirimi Surat dan foto-foto diriku di berbagai kesempatan oleh seseorang yang tidak aku kenal. Awalnya, aku mengira si pengirim itu adalah Donghae. Aku berharap sekali bahwa Donghae yang melakukan semuanya. Tapi nyatanya, justru tidak seperti itu. Donghae mengajakku bertemu dan mengatakan bahwa ia bukan lah pengirim semuanya.

Jujur, aku marah!!! Saat itu benar-benar kecewa dan tidak siap dengan semua ucapan Donghae. Yang kulakukan saat itu hanyalah pergi meninggalkannya dan menjauh dari hadapannya. Tapi baru saja aku hendak pergi, ternyata ada seseorang yang berusaha mengejarku. Ia adalah Zhou mi. Aku sendiri saat itu tidak tahu bagaimana ia bisa ada di tempat yang sama dengan ku dan Donghae. Yang jelas, saat Zhou mi berada dihadapanku ia tahu aku sedang berusaha menghindari sesuatu, dan ia juga tahu bahwa wajahku sedang memerah karena aku sedang menahan tangisku.

Aku begitu terkejut saat Zhou mi tiba-tiba merangkulku dan membiarkan aku terus menangis di pelukannya. Saat itu aku merasa hangat dan nyaman. Semenjak saat itu, kedekatanku dengan Zhou Mi semakin erat. Aku tau mungkin aku keterlaluan, tapi aku memang ingin menjauhi Donghae yang saat itu masih terus mencoba untuk berbicara padaku, dengan terus berada didekat Zhou mi. Zhou mi pun bahkan terlihat protektif sekali melindungiku dari Donghae. Tidak dibiarkannya Donghae mendekatiku dan berbicara padaku. Sampai pada sebuah acara Suju M, Donghae yang mungkin sudah tidak tahan dengan semua sikap acuhku pun langsung menarik tanganku dan membawaku kesatu tempat untuk berbicara berdua. Awalnya Zhou mi tidak mengijinkan Donghae berbuat seperti itu, sampai akhirnya aku menyuruh zhou mi untuk meninggalkan kami berdua.

Disanalah Donghae mengungkapkan semua isi hatinya padaku, semua kesedihannya akibat sikap dingin dan cuekku, dan terlebih lagi rasa cemburu dan kesalnya yang begitu besar terhadap kedekatanku dengan zhou mi.

“Apa kau tahu?? Aku benar-benar gila mencari cara supaya kau mau berbicara denganku lagi! aku bahkan sampai harus memohon pada Hyukkie, Siwon, Hangeng Hyung, bahkan Heechul hyung supaya aku bisa bertemu kamu! Aku tahu aku salah karena selama ini aku tidak pernah melihatmu sebagai dirimu sendiri. Aku salah karena sudah membandingkanmu dengan Jessica. Tolong maafkan aku! Selama kau menjauhiku, Aku mulai sadar bahwa aku benar-benar menyayangimu. Saat kau selalu bersama Zhou mi. Jujur aku CEMBURU!! Aku marah! Aku tidak suka dengan kedekatan kalian!! Jeongmal Mianhe.. jangan bersikap seperti ini lagi padaku.”

Itulah kata-katanya yang diucapkannya padaku. Yang lebih membuatku terharu, ia mengatakan itu semua dengan wajah yang sudah sangat merah karena menahan seluruh emosi serta air matanya. Jujur, saat itu aku benar-benar tidak tega dengannya, aku mungkin bodoh karena bisa dengan mudahnya langsung mempercayainya. Tapi aku yakin, aku yakin bahwa saat itu aku bisa melihat semua ketulusan dan kejujuran di dalam mata sayunya.

Di lain pihak, Zhou mi juga selalu berusaha untuk ada didekatku dan menemaniku. Hal itu membuatku begitu menyayanginya sebagai sahabat dan seorang kakak. Aku sama sekali tidak menyadari bahwa ternyata semua sikap perhatian dan peduli Zhou mi padaku karena ia begitu menyukai dan mencintaiku. Hal itu aku ketahui saat aku mengetahui semua kejahatannya padaku. Bagaimana bisa?? Yah, seperti yang sudah sempat kuceritakan diatas sebelumnya, aku selalu mendapatkan kiriman misterius dari seseorang berupa surat dan foto-foto diriku. Kalian tau?? pengirim itu semua ternyata adalah ZHOU MI!! Pantas saja selama aku mulai dekat dengannya, si pengirim itu tidak pernah mengirimkan surat-surat anehnya kepadaku. Saat mengetahui kebenarannya itu semua, aku marah!! aku benar-benar marah pada Zhou mi. Bahkan aku hampir menamparnya kalau saja saat itu Hangeng gege berhasil menahanku untuk tidak melakukannya. Saat itulah Zhou mi akhirnya mengakui semuanya, bahwa ia yang mengirimkan semua itu padaku dengan alasan bahwa ia begitu menyayangiku dan ingin memilikiku. Namun, karena kekecewaanku yang begitu besar terhadapnya dan dikarenakan hatiku masih terus mengharapkan Donghae, aku tidak bisa menerima Zhou mi sebagai kekasihku.

Setelah masalah tersebut selesai, aku tidak tahu pasti bagaimana ceritanya, yang jelas saat itu Donghae sudah menghampiriku. Ia bahkan berlutut didepanku dan membuatku terheran-heran dengan sikapnya saat itu. Dan kalian tahu apa yang dilakukannya?? ternyata dia mengutarakan perasaannya terhadapku!! Omoo…si “Ikan” kesayanganku ini benar-benar tidak bisa mengerti saat yang tepat. Aku bahkan masih ingat apa yang dikatakannya saat itu

“Hey.. dengar, aku tahu mungkin ini terlalu cepat dan disaat yang tidak tepat. Tapi.. tapi aku hanya akan mengucapkannya satu kali. Jadi tolong dengarkan….. Saranghaeyo..”

Yah.. itulah kata-kata manis yang kudengar darinya. Dengan wajah aegyonya yang masih di bawah Sungmin Oppa itu, dia merajuk padaku untuk segera menjawab pernyataan cintanya. Dengan wajah imutnya seperti itu, mana bisa aku menolaknya! Tentu saja aku langsung menjawab “Ya”.

Hari-hari bersama dengan Donghae pun ku jalani. Aku merasa senaanggg sekali menghabiskan seluruh waktuku bersama dengan “Pangeran Mokpo” ku itu. Akhirnya donghae bisa mencintaiku apa adanya, tanpa harus dibayang-bayangi oleh masa lalunya. Donghae sangat lucu, juga romantis. Aku bahkan berani bertaruh bahwa ia jauh..jauh.. lebih romantis dibandingkan lelaki manapun. Sikapnya benar-benar gentle. Donghae selalu bisa menempatkan dirinya dengan baik. Ia tahu kapan harus bersikap dewasa dan kapan ia bisa bersikap manja padaku.

Aku pikir, kehidupan percintaanku dengan Donghae akan berjalan mulus tanpa ada halangan yang berarti atau yang mampu membuat hubungan kami renggang. Tapi ternyata aku salah. Hampir satu setengah tahun hubungan kami berjalan, aku mendapatkan masalah yang cukup besar untuk hubungan kami karena kehadiran orang ketiga.

Sebelumnya, aku sempat di kenalkan oleh salah satu sepupu ku, Jaejoong kepada salah satu teman segrup nya di DBSK yang bernama Yoochun. Saat dikenalkan dengan Yoochun saat itu Donghae ada didekatku dan dia tahu semuanya. Saat itu, scandal besar belumlah terjadi diantara kami. Sampai pada beberapa minggu setelah kami berkenalan dan berteman dekat, Aku bertemu dengan Yoochun di gedung KBS saat hendak mengantarkan Taemin, adikku untuk menyanyi disana. Aku bertemu dengan Yoochun Oppa yang saat itu juga kebetulan sedang ada acara disana. Jadilah kami saling ngobrol satu sama lain di ruang tunggu gedung tersebut. Dan kalian tahu?? Yoochun Oppa mengajakku makan siang.

Karena aku sudah memiliki Donghae saat itu, aku sadar diri. Aku mencoba menghubungi Donghae dan mencoba meminta ijinnya untuk pergi makan siang dengan Yoochun. Ponsel Donghae sama sekali tidak diangkat saat itu, ya sudah ku beranikan diri saja untuk menerima ajakan Yoochun Oppa sambil tak lupa mengirimkan pesan pada Donghae.

Saat makan siang, kami terus berbicara dan bercerita mengenai apapun. Semua cerita lucu yang terlontar pun tak pelak membuat kami tertawa dan terlihat begitu akrab satu sama lain. Yoochun juga menceritakan pengalamannya yang sangat lucu padaku. Namun, karena mungkin cerita tersebut rahasia atau bagaimana, Yoochun sampai harus membisikkannya ke telingaku.

Setelah makan siang, Yoochun memintaku untuk menemaninya pergi ke toko perhiasan untuk membelikan cincin untuk ibunya. Dan jadilah aku pergi dengannya hingga malam hari.

Awalnya, aku sama sekali cuek-cuek saja dengan apa yang aku lakukan saat itu. Karena kupikir Yoochun adalah temanku dan teman Donghae.. Jadi walaupun aku tidak bilang sekalipun, Donghae tidak akan marah padaku.

Tapi ternyata dugaan ku salah besar!! 2 hari setelah kejadian itu, secara mengejutkan fotoku dan Yoochun yang sedang makan siang dan pergi ke toko perhiasan terpampang di hampir seluruh tabloid ibu kota dan di internet. Gosip pun menyebar, mengatakan bahwa aku dan Yoochun memiliki Affair dan hubungan. Ditambah lagi foto yang terpampang itu adalah foto saat Yoochun sedang membisikkan sesuatu padaku, yang ku yakin jika orang melihatnya mereka akan mengira bahwa kami sedang berciuman.

Aku terang saja terkejut dengan hal ini. Semua keluargaku, Oppa-oppaku bahkan hingga Sunyeong dan Aerin pun menanyakan kebenaran kabar tersebut dan terus memarahiku karena kecerobohanku. Berkali-kali pun aku menyangkal, itu tidak berguna sedikitpun. Public sudah terlanjur tahu berita tersebut. Aku mungkin masih bisa bernafas sedikit lega karena sampai berita ini memasuki hari kedua, Donghae sama sekali belum mengetahuinya. Aku berencana akan jujur terhadapnya dan menjelaskan semua yang sudah terjadi padaku dan Yoochun Oppa saat itu.

Aku sedang berkumpul di rumah Aerin bersama dengan Sunyeong untuk meminta pendapat mereka mengenai scandal ku ini. Tapi tiba-tiba saja Donghae datang kesana dan menemuiku sambil membawa sebuah majalah yang ku tahu pasti cover depannya foto scandalku dengan Yoochun. Wajah Donghae saat itu benar-benar merah. Terlihat sekali amarah didalamnya.

“Jagi, Ini apa maksudnya?? Jadi seperti ini yang kamu lakukan di belakang ku???” Donghae begitu marah. Ia berkata seperti sambil membanting majalah tersebut kebawah. Aku benar-benar terkejut dengan reaksinya. Jika Donghae sudah cemburu, ia bisa berubah menjadi sosok yang sungguh berbeda.

“Oppa, kau salah paham!! Apa yang aku lakukan tidak seperti itu. Media terlalu membesar-besarkannya. Dengarkan aku.. aku bisa menjelaskan semuanya.” Aku masih berusaha untuk tenang. Menghadapi Donghae yang seperti ini, tidak akan mungkin jika aku juga keras terhadapnya.

“Mwo??? Apa yang mau kau jelaskan, Hah?? Jagi, kau tahu kalau aku benci melihat mu dekat dengan pria manapun! WAEYO??? Kenapa kamu berbuat seperti ini??? Kau bahkan terang-terangan pergi dengan teman ku!! Teman satu managementku!!! Apa kau berpikir BAGAIMANA PERASAANKU HAH????”

Yah.. seperti itulah Donghae jika sudah marah padaku. Aku akui aku memang salah. Aku salah karena aku pergi dengan pria lain tanpa sepengetahuannya. Tapi aku juga tidak ingin disalahkan sepenuhnya!! Saat itu aku kan juga berusaha menghubunginya dan mengirimkan pesan untuknya bahwa aku akan pergi dengan Yoochun.

Tapi memang dasarnya Donghae sudah marah seperti ini, seberapa keraspun aku berusaha untuk menjelaskannya, Donghae tidak akan peduli. Dia masih terus marah-marah di hadapanku. Sedangkan aku, aku sudah merasa tidak enak karena saat ini kami masih bertengkar di rumah Aerin. Aerin dan Sunyeong sendiri lebih memilih menyingkir dari hadapan kami.

“Oppa, sudah ku katakan daritadi, aku dan Yoochun Oppa tidak melakukan apapun! Apa yang terjadi di foto itu karena saat itu Yoochun sedang membisikkan sesuatu padaku. Ia TIDAK menciumku. Dan kalau foto aku pergi ke toko perhiasan itu, aku hanya sekedar menemaninya. Aku menemaninya membelikan cincin untuk ibunya!! Aku sama sekali tidak selingkuh Oppa! Tolong, percaya padaku! Aku cuma sayang dan cinta padamu, Oppa. Jangan kan berselingkuh, memikirkannya saja aku tidak pernah.”

Donghae ternyata semakin menjadi. Ia benar-benar tidak mendengarkan semua ucapanku. Ia terus menerus ngomel di hadapanku, hingga entah secara sengaja atau tidak Donghae memecahkan vas bunga kesayangan Aerin yang saat itu berada didekatnya sebagai pelampiasan kemarahannya. Terang saja aku terkejut, Aerin benar-benar sedih melihat vas bunga miliknya hancur berantakan akibat emosi Donghae. Sedangkan aku dan Donghae?? Kami hanya mampu terdiam dan meminta maaf padanya.

Saat itu aku pasrah. Aku benar-benar pasrah jika Donghae ingin memutuskan hubungan kami. Kemarahannya benar-benar diluar dugaan ku. Aku berpikir, bahwa Donghae pasti tidak akan meaafkan ku.

Tapi apa yang terjadi selanjutnya aku tidak ingat bagaimana ceritanya, yang pasti Donghae akhirnya luluh. Ia mau memaafkanku jika aku mau melakukan syarat yang diajukannya. Kalian tau?? Donghae memintaku untuk MENCIUMNYA di depan SEMUA anggota SUJU dan DBSK  (yah, karena disana ada Yoochun, aku rasa)!!!! Omooo… “Pangeran Ikan” ku itu sudah benar-benar gila!! Dia meminta hal tersebut katanya sebagai bukti jika aku memang benar-benar mencintainya. Kalau bukan karena aku mencintainya, Aku tidak akan menuruti semua keinginanya!

Akhirnya dengan terpaksa dan sambil menahan malu yang amat sangat besar, aku melakukannya. Aku menciumnya di hadapan semua Oppa-Oppaku dan anak SUJU lain serta anggota DBSK!! Niat awalku, aku hanya mau menciumnya sekilas. Tapi ternyata tidak bisa!! saat aku menciumnya, Donghae justru menahanku dengan satu tangannya yang berada dipipiku, menciumku balik hingga mau tidak mau aku jadi membalas ciumannya. Sedangkan tangan satunya, ia gunakan untuk memeluk pinggangku agar tubuh kami semakin menempel erat! Apa yang terjadi selanjutnya, yang aku tahu seluruh anak SUJU dan DBSK sontak menyoraki kami berdua hingga dengan sedikit paksaan aku berhasil melepaskan diri dari Donghae sambil menenggelamkan wajahku di dada Donghae, menutupi wajahku karena malu luar biasa. Sedangkan Donghae, ia justru memelukku sambil ikut-ikutan tertawa dengan semua orang yang berada disitu.

Itu lah hal yang memalukan dalam hidupku. Donghae sudah benar-benar membuatku gila dengan semua tingkah lucunya, tawanya, suaranya, perhatiannya, dan perasaan cintanya padaku. Tapi aku senang. Aku senang karena Donghae lebih mempercayaiku dibandingkan kata-kata orang lain. Ia begitu memahami diriku sama seperti kedua orang tuaku memahamiku. Ia bahkan juga berjanji padaku, bahwa ia tidak ingin lagi mengalami kegagalan dalam hidupnya. Ia ingin berhenti melakukan pencariannya dan menjadikanku yang terakhir untuknya.

Sambil menunggu waktu yang tepat bagi kami untuk mengukuhkan cinta kami, aku berjanji pada diriku sendiri. Aku berjanji akan tetap menjaga hatiku hanya untuknya. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku untuk kedua kalinya. Demi apapun, aku tidak ingin lagi melihat Donghae, Si “Ikan kesayangannku” itu marah ataupun cemburu. Karena yang aku tahu, memilikinya dan menjadikannya sebagai pendamping hidupku adalah hal yang jauh lebih membahagiakan dan lebih berharga dari apapun yang ada di dalam diriku.

-THE END-

7 thoughts on “PARK SISTER SCANDAL (part 3 of 3)

  1. Prok…prok…prokkkk
    congratulation eonni
    baguss FFnya!
    Aishh aku jd pengen bikin FF
    mm judulnya
    ehehmm ehmm…
    ‘Mr.Cho, I’m Waiting You!!!’
    wahahaha…
    Pasti seru ceritanya…
    Envy sm eonni..
    *Lirik2 donghae oppa
    *PLAK di serbu elfishy

  2. Park Sisters emang tukang cari masalah ya. Wkwkwkwkw……
    Untung saja si ikan mau maafin, yah meskipun awalnya marah-marah.

  3. Wow…ff ini beneran bagus bgt, eonni (maaf ya klo ak panggil eonni soalnya lbh enak gtu drpd manggil admin)
    Dan terjawab sudah pertanyaan ku ttg first love mereka yg pemain bola semua….hehehe
    Duh itu donghae oppa modus bgt sih, mngkin saking ga pengennya hyemin direbutyoochun oppa makanya kudu pake pembuktian gtu
    Hahaha…lucu…oke deh next read

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s