THE CIRCLE of REVENGE (Part 3)

Annyeong.. Admin n author kembali lg nih sama lanjutan cerita “CIRCLE OF REVENGE” J

Di part ini, author sengaja lebih menjelaskan cerita cinta antara HaeMin (Donghae – Hyemin ) COUPLE dan sedikit YeRin (Yesung – Aerin) COUPLE. Baru di part ke terakhir, yaitu part 4 (mudah-mudahan kalau ceritanya ga diperpanjang lagi ^^) adalah cerita tentang semuanya. Bisa dibilang, di part 4 nanti itu klimaks n penyelesaiannya terjadi. Semua pemainnya juga muncul koq. Termasuk si Wookie Oppa yang dari part pertama masih malu-malu kucing untuk Show Off his self.. J

Nah, untuk part terakhir, Author sengaja banget pengen masukin unsur NC-17 didalamnya. Jadi Kemungkinan besar, untuk yg part ke 4 itu mau author PROTECT.

Tapi author masih mau mempertimbangkan untuk ga memprotect cerita NC-17 itu si.. Asaaallll, yang COMMENT untuk cerita ini banyak! ^^ kalau yang comment banyak, author janji deh ga akan ngeprotect ceritanya. Tapi, kalau yang comment sedikit, ya terpaksa harus author protect… hehehe..

Kalau gtu, langsung aja.. HAPPY READING YAAAAA…. J

INGET, JGN LUPA DI COMMENT!!! Gomawoooo….

***************************************************


HYEMIN AND AERIN’S HOME

Hyemin masih terus memikirkan semua ucapan Yesung dan Aerin tadi sore. Berbagai macam pertanyaan terus merasuk ke dalam pikirannya mengenai Donghae. Hyemin sendiri bahkan tidak tahu, apakah ia harus mempercayai mereka berdua atau Donghae, kekasihnya sendiri. Hyemin ingin sekali mencoba menanyakan hal tersebut pada Donghae secara langsung. Tapi, ada perasaan tidak enak dalam dirinya jika nanti Donghae merasa tersinggung dengan semua pertanyaannya.

Sudah berkali-kali Hyemin mencoba mengingatkan dirinya sendiri untuk melupakan semua ucapan Yesung, namun semakin ia mencoba untuk melupakan dan mengacuhkannya, semakin sering pula lah suara dan perkataan Yesung terus melintas di dalam pikirannya

“Hyemin-ah, Ada sesuatu yang tidak kau tahu dari Donghae. Dan aku tidak bisa menjelaskan itu apa. Yang jelas, kau harus tahu bahwa Donghae dan teman-temannya itu adalah musuh kami, para Polisi. Saat ini dia sedang dalam pengawasan ketat oleh pihak kepolisian karena suatu kasus”

Kata-kata dari Yesung itulah yang terus menerus melayang di pikiran Hyemin. Ia bahkan terus menerus bergumam dan berbicara seorang diri.

“Apa?? Kasus apa yang sebenarnya menimpa Donghae??” Hyemin terus mondar mandir di dalam kamarnya. Tangannya yang sedang memegang ponsel tidak henti-hentinya terus menekan nomor angka milik Namjachingunya. Hyemin sudah memutuskan untuk mencoba bertanya pada donghae. Tapi sayang, walaupun sudah berkali-kali ia mencoba menghubungi Donghae, hanya suara operator saja yang selalu menjawab panggilannya.

“Haisshh… kenapa ponselnya tidak bsia dihubungi?? Oppa.. kamu dimana sih?!” Hyemin semakin cemas. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 malam, namun sejak pertemuan terakhir mereka, Donghae sama sekali belum menghubungi ataupun memberi kabar pada Hyemin.

TOK..TOK..TOK..

Pintu kamar Hyemin diketuk seseorang. Dengan sigap, ia langsung berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu tersebut.

“Minnie, kamu belum tidur??” ucap seorang Gadis yang ternyata adalah Aerin. Hyemin hanya menggeleng. Kemudian ia segera naik ketempat tidur dan duduk disana diikuti oleh Aerin dibelakangnya.

“Wae gurae??” tanya Hyemin dingin. Ia menatap Aerin tajam. Entah kenapa, setiap kali ia melihat wajah Aerin, bayangan semua percakapan antara dirinya, Aerin dan Yesung kembali berputar di otaknya. Hyemin masih cukup kesal dengan semua ucapan pasangan kekasih itu tadi sore.

“Mianhe.. Mianhe kalau tadi aku dan Yesung Oppa sudah membuatmu kesal. aku tahu, mungkin waktu kami untuk menceritakan semuanya itu tidak tepat. Tapi, aku berani bersumpah Hyemin-ah, aku berani bersumpah bahwa Donghae itu memang penjahat. Dia sangat berbeda dengan Donghae yang kita kenal selama ini.” Aerin mencoba menjelaskan kembali pada Hyemin. Ia berharap, siapa tahu jika ia mengajak Hyemin bicara berdua, Hyemin mau mendengar semua perkataannya.

“Bersumpah?? Oya?? Heuh… darimana kau bisa seyakin itu kalau Donghae memang benar-benar orang jahat?? Kau punya bukti?? Atau.. apa kau pernah melihatnya berbuat kriminal di depan matamu secara langsung??” Hyemin mencibir Aerin. Pandangannya pada Aerin semakin tajam. Wajahnya begitu memerah, tanda bahwa ia sudah sangat kesal.

“Minnie, jujur saat mendengar semua cerita Yesung Oppa mengenai Donghae, awalnya aku juga sama seperti mu. Aku sama sekali tidak percaya. Aku bahkan sama sekali tidak menyangka Donghae yang selama ini kita kenal sebagai pria yang baik, sopan, ramah, bahkan begitu perhatian itu ternyata seorang yang sudah menjadi musuh Yesung Oppa dan rekan-rekannya sejak lama. Namun, setelah Yesung Oppa menceritakan semuanya padaku, aku percaya.  Aku juga bisa merasakan kalau Donghae itu memang penjahat.”

“Terang saja kau percaya dengan semua perkataan Yesung Oppa! Dia itu namjachingumu!!!! Bahkan semua wanita diseluruh dunia pun akan percaya dengan apa yang kekasihnya ceritakan dibandingkan ia harus membuka mata untuk melihat semua faktanya secara langsung!!! Bisa saja kan Yesung Oppa iri dengan Donghae, lalu dia membuat cerita palsu untuk menjelek-jelekkan Donghae didepanmu??” Lawan Hyemin

“Tidak Minnie. Aku mengenal Yesung Oppa. Dia tidak mungkin berbohong dalam hal ini. Dia seperti ini karena ingin melindungimu. Dia…”

“CUKUP AERIN!!!!!!!!!!!” belum selesai Aerin berbicara, Hyemin sudah berteriak menghentikan semua ucapannya. Menurut Hyemin, Aerin sudah keterlaluan. Ia benar-benar sudah mencampuri dan mulai mengatur kehidupan Hyemin. Ia tidak suka. Ditambah lagi sikap Aerin yang sepertinya terus-terusan membela Yesung dan memojokkan Donghae.

“Kalau kau menemuiku hanya untuk menyuruhku menjauhi Donghae, Lebih baik KAU KELUAR DARI KAMARKU!!!! Dengar, Aerin.. sudah kukatakan bahwa AKU LEBIH MENGENAL DONGHAE daripada kau atau Yesung Oppa sendiri!! Dan sampai kapanpun aku gak akan pernah menjauhi Donghae sebelum aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau dia memang berbuat jahat! Jadi, lebih baik SIMPAN SAJA semua ucapan kalian berdua!”

Mendengar semua ucapan Hyemin barusan, Aerin hanya bisa terdiam. Ia sadar, Hyemin saat ini sedang dalam emosi yang tinggi. Aerin begitu mengenal Hyemin, seberapa kali ia mencobanya pun itu tidak akan berhasil kalau Hyemin sudah dalam keadaan emosi yang meledak-ledak seperti sekarang ini. Berbeda sekali dengan Aerin yang jauh lebih tenang dan lebih sabar dalam menghadapi semua masalah yang menimpanya. Dengan langkah perlahan, Aerin segera beranjak dari kamar Hyemin dan pergi keluar. Didalam hatinya, Aerin terus bertekad bahwa ia akan berusaha untuk menjauhkan Hyemin dari Donghae. Ia tidak ingin sepupunya, yang juga sudah dianggapnya sebagai sahabat baiknya itu terluka karena Donghae.

***

Sudah hampir dua minggu ini Donghae sama sekali belum menghubungi Hyemin. Semua perasaan cemas, khawatir, takut terus melanda hatinya. Sudah berulang-ulang kali Hyemin mencoba untuk menghubungi Donghae, namun hasilnya masih sama seperti hari-hari kemarin. Ia bingung. Ia bahkan tidak tahu harus kemana dan kepada siapa mencari Donghae. Selama ia menjalin hubungan dengan Donghae, ia hanya pernah sekali saja diperkenalkan Donghae kepada teman-temannya. Tapi itu sudah lama sekali. Ia bahkan sudah lupa seperti apa rupa wajah temannya Donghae. Padahal, hanya mereka lah satu-satunya harapan Hyemin untuk menemukan dimana Donghae berada.

Yang dilakukan Hyemin hanya mengurung diri didalam kamar, menangis, atau jalan keluar ketempat dimana dirinya dan Donghae sering menghabiskan waktu bersama. Tapi semua hal itu juga tidak dapat membantunya untuk menemukan Donghae.

Aerin yang melihat keadaan Hyemin yang kacau mulai ikut-ikutan cemas. Ia sudah mencoba untuk mengajak Hyemin berbicara namun selalu diacuhkannya. Hyemin ternyata masih marah dengan Aerin karena masalah waktu itu. Tapi bukan Aerin namanya kalau ia tidak bisa sabar dalam menghadapi Hyemin. Ia tetap terus mencoba mengajak Hyemin bicara. Ia juga selalu berusaha untuk melibatkan Hyemin di setiap hobi yang selalu mereka lakukan bersama. Tapi itu juga tidak berhasil. Hyemin semakin menjauh. Ia lebih memilih untuk menyendiri di kamar. Semua bayangannya mengenai Donghae juga apa saja yang dilakukan Donghae di luar terkadang membuatnya berpikir untuk sedikit mempercayai ucapan Aerin saat itu.

“Minne, boleh Oppa masuk??” tiba-tiba suara seorang pria yang sangat dikenalnya memecahkan kegiatannya yang sedang duduk melamun di dalam kamarnya. Ia menoleh. Didapatinya Yesung sedang berjalan kearahnya sambil membawa sebuah boneka Winnie The Pooh kecil ditangannya. Diberikannya boneka tersebut pada Hyemin dan ia langsung mengambil posisi duduk di sofa kamarnya.

Yesung tahu bahwa Hyemin begitu menyukai boneka Winnie The Pooh. Itu dia ketahui dari Aerin. Aerin selalu berkata, bahwa boneka itu mampu mengubah semua mood jeleknya hanya dalam waktu beberapa detik. Selama 3 tahun menjalin kasih dengan Aerin, Yesung tidak hanya mencoba mengenal pribadi Aerin saja, namun juga pribadi Hyemin. Termasuk  kesukaannya. Dan benar  saja, begitu boneka itu berada ditangan Hyemin, dalam sekejap ia langsung tersenyum dan mendekap boneka tersebut dalam tangannya.

“Oppa dengar, sudah hampir dua minggu ini kau murung dan terus mengunci di dalam kamar. Apa benar??” Hyemin tidak menjawab. Tangannya malah sibuk memainkan boneka yang menjadi hadiahnya.

“Kalau Oppa boleh tahu, apa ini ada hubungannya dengan Donghae??” mendengar nama Donghae disebut, Hyemin terdiam dan menengok ke arah Yesung.

“Ani oppa.. Bukan siapa-siapa.” Jawab Hyemin bohong, sengaja untuk menghindari percakapan Yesung mengenai Donghae seperti waktu itu.

“Mwo?! Ya!! Jangan bohong kamu!! Oppa kenal kamu sudah cukup lama. Jadi tidak mungkin orang cerewet seperti mu tiba-tiba murung tanpa sebab. Benar kan tebakan Oppa??” Hyemin tidak bisa mengelak. Ia pun hanya menganggukan kepalanya.

“Baiklah.. mau Oppa bantu mencarikannya?? Kau tahu kan, Oppa ini polisi. Jadi mudah bagi Oppa untuk menemukan dimana belahan jiwamu itu berada. Hehehehe..” Yesung sengaja tidak mengungkit-ngungkit pembicaraan mengenai kejahatan Donghae pada Hyemin. Biar bagaimanapun, saat ini Yesung sedang berusaha sedikit menghibur Hyemin atas permintaan dari Aerin, kekasihnya.

“jinjja  Oppa?? Oppa benar bisa menemukan Donghae?? Ne.. aku mau! Tolong ya Oppaaaaa…” Hyemin tiba-tiba berbinar. Pancingan Yesung ternyata berhasil.

“Ne.. kau tunggu saja. Oppa pasti akan membantumu menemukan dimana  Donghae berada..”

‘dan menunjukkanya padamu semua kejahatan yang sudah dilakukannya.’ Yesung menyambung kalimat tersebut dalam hati. Ia tidak mungkin menunjukkan kalimat tersebut untuk Hyemin.

TEMPAT PERSEMBUNYIAN DONGHAE DKK

Sementara itu, di tempat persembunyiannya yang baru, Donghae dan kawan-kawannya terus diam dan tinggal disana. Mereka saat ini menempati sebuah villa  tua di daerah Nohwon Seoul yang sudah disediakan oleh para pengawal Kangin. Sudah hampir dua minggu ini, mereka tidak berani keluar dari persembunyian takut kalau ketahuan oleh para pihak kepolisian. Beberapa dari antara mereka pun sepertinya ada yang sengaja mengubah penampilannya untuk sedikit mengecoh dan agar tidak terlalu mudah dikenali, termasuk Eunhyuk dan Donghae sendiri.

“Hyung.. bolehkah aku keluar sebentar?? Aku ingin menemui Hyemin. Sudah lama sekali ini aku tidak menemuinya. Dia pasti  sangat mencemaskan ku.” Ucap Donghae pada Kangin dan Heechul.

“MwO!? YAK!! Lee Donghae.. apa kau mau tertangkap polisi kalau mereka tahu kau berkeliaran di luar sana?? Aniyo!! Kita tidak akan pergi kemanapun. Membayangkan pengejaran kemarin saja sudah membuat jantungkku nyaris berhenti.” Jawab Kangin senewen.

Donghae tetap tidak bergeming. Dia sama sekali tidak mendengarkan perkataan Kangin. Donghae pun langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.

“Donghae!! Kau tidak dengar kata-kata ku hah?? Sudah kubilang, jangan kemana-mana!!!! Apa kau pikir dengan penampilan baru mu, rambut orange mu itu, serta topi dan kacamata yang kau kenakan sudah cukup untuk menyamarkan dirimu??? Tidak!!!! Kembali di tempat sekarang juga!!!” Kangin sudah beranjak berdiri dari tempat duduknya hendak menghampiri dan menarik Donghae untuk kembali ke tempatnya. Namun, Donghae kembali berhasil melepaskan dirinya dari Kangin.

“Hyung, tolong.. aku hanya minta waktu sebentar. Biarkan aku menjelaskan semuanya pada Hyemin. Aku berjanji akan berhati-hati.” Ucap Donghae. Heechul dan Eunhyuk yang awalnya diam saja, akhirnya ikut-ikutan berdiri dan menghampiri mereka berdua.

“Hae, sudah ku katakan saat itu, Lupakan dia sejenak!!! Apa kau mau dia terlibat? Lagi pula, apa yang ingin kau jelaskan?? Apa kau akan menjelaskan padanya kalau kau ini penjahat?? Apa kau ingin memberi tahu gadismu itu bahwa kau sudah membunuh orang dan sekarang dalam masa pengejaran?? Iya?? Saat ini kita sedang dalam masa sulit. Seluruh polisi mungkin sedang mencari jejak kita, Hae!! Aku tidak ingin mereka sampai mengetahui tempat ini. itu sama saja kau mengantar kita semua secara tidak langsung ke dalam penjara!!!” Ucap Heechul memegang pundak Donghae.

“Tapi, Hyung…”

“Donghae-ya, ini yang aku takutkan dari dulu!! Kita semua jadi susah gara-gara dia! Sudahl lah Hae, apa sih yang kau cari darinya??? Lebih baik putuskan saja Hyemin mu itu. Benar kata Kangin Hyung, Hyemin hanya merepotkan kita. Percaya padaku, dia akan baik-baik saja walaupun kau tidak menghubungi atau menemuinya sama sekali!!” ucap Eunhyuk sinis. Mendengar ucapan Eunhyuk barusan, Donghae memandang sinis kearahnya.

“Apa maksudmu hah??” Donghae melepaskan tangan Heechul dari pundaknya. Ia segera saja menyerang dan mencengkram kerah pakaian Eunhyuk. Mereka sama-sama memandang dengan tatapan membunuh satu sama lain. Mereka berdua nyaris terlibat baku hantam kalau saja Heechul dan Kangin tidak memisahkan keduanya.

“Seberapa keras pun kalian berusaha menghalangiku pergi, aku akan tetap pergi!!! Kalau perlu, lebih baik aku keluar dari kelompok ini!!” Donghae berteriak pada keempat teman-temannya. Ia langsung bergegas pergi meninggalkan mereka.

“YA!!! DONGHAE, KU BILANG KEMBALI!!!!! Kalau kau terus seperti ini, akan KUBUNUH GADISMU ITU!!!” Kangin berteriak tak kalah kencang.

Donghae tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia terdiam sejenak begitu mendengar perkataan Kangin. Rasa marah, kesal tiba-tiba menyeruak didalam hatinya begitu mendengar ancaman dari Kangin. Tanpa sadar, ia mengepalkan tangan kanannya dengan keras. Dan hanya dalam beberapa detik, Donghae telah berbalik kembali ke arah teman-temannya, atau lebih tepatnya ke arah Kangin. Ia berjalan cepat kearahnya. Dan begitu tiba di hadapan Kangin, Donghae kembali mencengkaram kasar pakaian Kangin, dan

BUKKK…!!!

Donghae memukul tepat di wajah Kangin hingga Kangin nyaris tersungkur ke bawah. Donghae terus menghampirinya, sedangkan Kangin, ia sama sekali tidak beranjak bahkan juga tidak membalas semua perlakuan Donghae terhadapnya. Ia malah menunjukkan smirk nya didepan Donghae. Semua teman-temannya yang melihat hal itu berlari mencoba memisahkan mereka, akan tetapi, Kangin menghalanginya dan menyuruhnya untuk membiarkan mereka tetap seperti itu.

“Sampai kau berani melukainya sedikit saja, KUBUNUH KAU!!!!” ucap Donghae tajam dan penuh dengan amarah sambil menunjuk ke arah Kangin.

Donghae langsung bergegas pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berada didalam villa itu. Suasana di dalam sana pun mendadak hening setelah kepergian Donghae. Mereka berempat hanya dapat menatap satu sama lainnya sambil beberapa menghela nafas keras setelah melihat tempramen Donghae barusan.

***

Sepanjang perjalanan menuju rumah Hyemin, Donghae tak henti-hentinya memperhatikan ponsel ditangannya. Ditatapnya wallpaper di ponsel tersebut yang menampilkan foto seorang gadis yang tengah tersenyum begitu polos. Donghae begitu merindukan gadis itu saat ini. Ia bahkan tidak peduli jika saat ini ia bertemu dengan polisi. Yang donghae inginkan sekarang hanyalah menemui gadis itu, merengkuhnya erat kedalam pelukannya dan tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Begitu Donghae tiba di rumah Hyemin, ia segera turun dan berlari kecil menuju pintu masuk rumahnya. Diketoknya beberapa kali pintu rumah Hyemin sampai seseorang membukanya.

“Annyeong, Aerin-ah..” ucap Donghae pada Aerin yang tampaknya tidak mengenal Donghae.

Terang saja, Donghae kini sekarang berubah. Ia sengaja merubah penampilannya agar  tidak mudah dilacak oleh polisi. Ia sengaja mewarnai wambutnya menjadi emas, matanya pun sengaja ia buat lebih tajam, serta kacamata dan topi yang menutupi sebagian wajahnya.

“Nuguseyo??” tanya Aerin sedikit waspada. Didalam hatinya, Aerin seperti mengenal bentuk tubuh dan suara pria yang barusan menyapanya. Tapi sayangnya ia tidak bisa melihatnya, sampai si pria didepannya membuka topi dan kacamatanya.

“Mwo?! Do.. Donghae Oppa??”

Aerin benar-benar terkejut melihat perubahan penampilan Donghae saat ini. Ditambah lagi, Aerin begitu terkejut dengan kemunculan Donghae yang begitu tiba-tiba dihadapannya setelah sebelumnya menghilang cukup lama. Mendadak, Aerin ingat semua cerita dari Yesung mengenai Donghae. Ia pun langsung menatap Donghae tajam.

“Ada apa Oppa kemari??” tanya Aerin dingin. Donghae yang cukup heran dengan perubahan mendadak sikap Aerin, hanya terdiam. Tanpa peduli, Donghae langsung menyatakan keinginannya untuk menemui Hyemin.

“untuk apa Oppa mencari Hyemin lagi?? Setelah Oppa pergi menghilang, membiarkan Hyemin sendiri, sekarang dengan tanpa rasa bersalah, Oppa mau mencari dia?? Dia tidak ada dirumah!!! Hyemin pergi. Dia sedang menyendiri saat ini” ucap Aerin ketus.

“Aerin, Mianhe.. ada sesuatu yang harus ku urus. Makanya, aku tidak bisa menghubungi dan menemui Hyemin untuk sementara waktu. Jebal, beri tahu aku dimana Hyemin?? Aku ingin menemuinya.” Tanpa Donghae jelaskanpun, Aerin sudah bisa menebak urusan apa yang sedang dihadapinya. Bagi Aerin, ini adalah kesempatan bagi Yesung dan rekan-rekannya untuk menangkap Donghae.

“Mollayo. Bukankah kau itu pacarnya?? Bukankah seharusnya kau lebih tau dimana Hyemin daripada aku?? Kalau Oppa ingin menemui Hyemin hanya untuk menyakiti atau melukai dirinya, aku tidak akan pernah mengijinkan dan memaafkan Oppa!!!”

“Ani  Aerin.. Aniya.. aku sama sekali tidak ada niat untuk menyakitinya. Aku benar ingin bertemu dengannya. Kau mengenal ku bukan?? Jangankan menyakitinya, meninggalkannya saja aku tidak akan mau! Kau tahu bagaimana perasaanku terhadap Hyemin. Tolong… beri tahu aku dimana dia??” Donghae memohon.

Aerin tahu, bahkan ia sangat-sangat tahu bahwa semua yang Donghae ucapkan itu benar. Tanpa Donghae ucapkan pun, Hyemin sudah bisa melihat betapa besarnya perasaan cinta Donghae kepada Hyemin dan betapa berartinya Hyemin bagi Donghae. Namun, semua kejahatan yang sudah Yesung ceritakan seakan terus menerus menghasut Aerin untuk tetap mewaspadai Donghae. Biar bagaimanapun, ia tidak ingin Hyemin terlibat dalam masalah mereka.

“Haaaahhhh… aku rasa, kau pasti tahu dimana Hyemin menghabiskan waktu jika suasana hatinya kacau seperti sekarang..” hanya itu clue yang ditunjukan Aerin terhadap Donghae.

Seakan menyadari sesuatu dari kata-kata Aerin, Donghae pun langsung mengerti. Ia tahu dimana Hyemin berada saat ini. Ia yakin hanya itulah satu-satunya tempat yang paling disukai Hyemin sejak dulu.

Tanpa berpamitan pada Aerin terlebih dahulu, Donghae langsung bergegas menuju mobilnya. Dengan tidak sabaran Ia memacu mobilnya ke tempat dimana gadisnya berada. Rasanya, ia ingin segera cepat sampai ke tempat itu dan menemui serta menjelaskan semua kesalahannya pada Hyemin karena tidak menghubunginya selama dua minggu ini.

Sedangkan di rumah Hyemin dan Aerin, Aerin hanya menatap datar kepergian Donghae. Begitu Donghae pergi, Aerin segera memutuskan untuk menghubungi Yesung dan memberitahukan bahwa Donghae sudah kembali lagi. Dan itu bisa berarti bahwa Donghae dan teman-temannya mungkin akan segera mengakhiri kebebasan mereka.

“Mianhe Minnie…. aku terpaksa harus melakukan ini.” ucap Aerin setelah menekan nomor ponsel Yesung dan melaporkan semuanya pada Yesung.

***

Donghae sudah tiba di tempat tujuannya. Sebelum turun dari mobilnya, Donghae kembali mengenakan kacamata hitam miliknya dan tak lupa menguncir sedikit rambut orange nya di belakang. Setelah dipastikan bahwa dirinya sedikit tersamarkan, barulah donghae turun dan segera bergegas menuju ke tempat dimana Hyemin berada.

Donghae terus berjalan memasuki sebuah taman. Dilihatnya beberapa anak kecil sedang berlarian bahkan beberapa juga sedang bermain sambil bernyanyi. Ia terus berjalan di taman itu sambil terus mencari sosok yang begitu ingin ditemuinya saat ini. Bahkan ia hanya tersenyum dan langsung kembali fokus pada tujuannya ketika secara tidak sengaja seorang anak menabraknya.

Hingga ia sampai pada sebuah taman bermain, ia menemukan sosok itu. Sosok yang begitu dirindukannya. Sosok yang selama ini selalu membuat hidupnya kembali berwarna. Donghae berhenti sejenak. Ia hanya memampu melihat Hyemin itu dari kejauhan. Tampak sekali raut wajah cerianya saat mengajak anak-anak yang lucu itu bermain sambil bernyanyi. Ia bahkan sadar tidak berkedip selama beberapa detik karena terlalu asik memperhatikan sikap dan wajah polos Hyemin jika sudah berkumpul bersama dengan anak-anak.

Entah kenapa, Donghae sama sekalii tidak merasa cemburu melihat Hyemin membagi cintanya dengan anak-anak itu. Ia justru merasa bahwa ia semakin mendapatkan nilai plus dari gadis tersebut. Donghae terus memandang Hyemin. Hal ini sepertinya pernah ia rasakan dan pernah terjadi sebelumnya..

Ya, di taman kanak-kanak ini  lah Donghae pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Hyemin. Saat itu, masih jelas diingatan Donghae, dia sedang berlari kabur dari kejaran para preman jalanan yang habis bertengkar dengannya. Karena terdesak, Donghae pun akhirnya melarikan diri masuk ke dalam taman kanak-kanak ini. Di sini lah pertama kalinya Donghae melihat Hyemin dan langsung merasakan perasaan berbeda dalam dirinya. Hal itu lah yang membuat Donghae memberanikan dirinya untuk berkenalan dengan Hyemin. Awalnya, Donghae takut saat hendak mengajaknya berkenalan. Ia takut kalau Hyemin sampai menolaknya karena melihat penampilan Donghae yang sedikit berantakan. Tapi ternyata semua ketakutan Donghae itu hilang. Hyemin menerima uluran tangannya dengan senang hati. Sejak saat itu, Donghae menjadi dekat dengan Hyemin, hingga akhirnya mereka bisa menjalin kasih hingga saat ini. walaupun, sampai saat ini Hyemin tidak mengetahui bagaimana aslinya donghae.

Donghae tersadar dari lamunannya saat melihat bahwa Hyemin sudah selesai dengan semua kegiatannya. Hyemin bukanlah seorang guru di taman kana-kanak ini. Ia hanya datang ke tempat ini jika ia sedang marah ataupun sedih. Menurut Hyemin, semua perasaan itu akan hilang jika ia bisa melihat senyum dan tawa ceria anak-anak itu.

Setelah melihat Hyemin sudah selesai mengantarkan anak-anak itu sampai gerbang, Donghae mulai menghampirinya perlahan-lahan. Ia tidak ingin membuat Hyemin terkejut dengan kedatangannya apalagi dengan perubahannya saat ini.

“Annyeong… Besok kita ketemu lagi yaa… Bye, cantik..” ucap Hyemin pada anak terakhir yang diantarnya. Donghae yang mendengar suaranya, begitu merindukan suara itu. Perlahan-lahan, ia mendekati Hyemin dan membuka kacamata hitamnya.

“Jagiyaa..” panggil Donghae pelan. Hyemin yang mendengar suara dibelakangnya itu terdiam. Ia begitu mengenal suara itu. Suara yang sudah hampir 2 minggu ini tidak didengarnya lagi. Dengan perlahan, Hyemin menoleh ke belakang. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Donghae sudah berada didepannya.

“Op.. Oppa?? Kau..” Hyemin tidak melanjutkan kata-katanya. Ia begitu terkejut melihat perubahan yang dilakukan Donghae. Ia bahkan tidak percaya hingga terus-terusan melihat Donghae dari atas hingga ke bawah berulang-ulang.

Tanpa aba-aba dan tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Donghae langsung menyergap Hyemin ke dalam pelukannya. Sedangkan Hyemin, saking senangnya melihat Donghae kembali, ia bahkan tidak bisa berkutik menerima pelukan dari Donghae yang semakin mempereratnya.

“Bogoshipo!! Na Jeongmal Jeongmal Bogoshipo!!” ucap Donghae sambil mengecup pundak dan leher sebelah kiri Hyemin.

“Na.. Nado Oppa.. Nado Bogoshipo. Jebal Oppa, jangan tinggalin aku lagi” Balas Hyemin sambil terus membenamkan kepalanya di dada bidang Donghae. Donghae kemudian melepaskan sejenak pelukannya dan menatap mata jernih Hyemin.

“mianhe Jagi.. Mianhe, aku sudah membuatmu cemas. Mianhe, selama ini aku tidak menghubungimu sama sekali. Aku benar-benar tidak bermaksud…” belum sempat Donghae menyelesaikan ucapannya, Hyemin langsung memukul-mukul bagian dada Donghae sambil sedikit terisak.

“Wae Oppa?? kenapa Oppa seperti ini?? Apa salahku?? Kenapa Oppa gak menghubungiku?? kenapa Oppa pergi ninggalin aku?? Kenapa Oppa menjauhiku?? Aku takut, Oppa!!! Aku takut Oppa kenapa-napa!! Kenapa si Oppa ga bisa ngerti ?!?!” tangis Hyemin pecah. Semua kerinduan yang selama ini dipendamnya keluar semua bersama air matanya.

Donghae hanya terdiam sambil terus memegang tangan Hyemin yang masih memukul-mukul tubuhnya. Ia bahkan sama sekali tidak merasa marah ataupun kesal terhadap Hyemin. Justru, direngkuhnya kembali gadis itu ke dalam pelukannya, membiarkannya menangis mengeluarkan semua emosi yang sudah terpendam selama 2 minggu ini. Ia sama sekali tidak keberatan jika Hyemin ingin memukulnya beribu-ribu kali. Donghae justru merasa senang karena Hyemin bersikap manja padanya.

Selama ini, tidak sekalipun Donghae pernah melihat Hyemin bermanja-manja padanya. Karena selama ini yang Donghae tahu hanyalah Hyemin adalah orang yang begitu dewasa, mandiri dan ceria. Oleh karena itu, saat Donghae melihat tangis Hyemin serta rajukan-rajukannya seperti tadi, Donghae semakin yakin bahwa gadisnya itu juga wanita yang mudah rapuh. Donghae pun mengusap-usap puncak kepala Hyemin dan mengecupnya.

“Ulljima, Jagi…Mianhe.. Oppa memang salah. Aku terpaksa pergi karena ada urusan yang sangat mendadak dan harus segera diselesaikan. Tapi, sekarang kan aku sudah kembali. Kau mau kan memaafkanku??”  jelas Donghae yang kemudian dijawab anggukan oleh Hyemin.

“Oppa, sejak kapan Oppa mengecat rambut Oppa??” tanya Hyemin setelah tangisnya reda.

“Hmm… kurang lebih seminggu yang lalu. Bagaimana, bagus tidak?? Kau suka??” Donghae was-was menunggu jawaban dari Hyemin.

Hyemin tersenyum evil. Terbesit di dalam hatinya sebuah rencana untuk mengerjai Donghae. Maka, ia pun segera memajukan sedikit bibirnya dan menggelengkan kepalanya.

“Ani Oppa.. aku benci gaya rambutmu. Menyebalkan!!! Kau jadi jelek dan terlihat tua.”

“Mwo?! Jinjjayo?? Haaahhh… sudah kuduga. Kalau tahu kau tidak suka, lebih baik aku tidak usah mengecat nya. Mianhe..” Donghae sedikit menunduk.

Hyemin hanya tersenyum usil melihat reaksi Donghae. Lalu, dengan perlahan Hyemin segera mengangkat wajah Donghae dan mengecup bibirnya.

“Aku hanya bercanda Oppa.. aku suka koq dengan rambutmu yang sekarang. Sukaaaaaaa sekali!!!! Kau terlihat lebih keren dan tampan. Matamu juga semakin tajam. Jangan tebar pesona ya!! Arraseo?!” ucap Hyemin sambil memukul hidung Donghae dengan telunjuknya.

“Mwo?! Ya!! Jagiya, Neo Jinjja… berani ya kau sekarang usil padaku. Sini rasakan pembalasanku!!!” Donghae yang awalnya sedikit kecewa, mendadak berubah ceria. Ia tidak menyangka reaksi kekasihnya akan seperti itu.

“Arrgghh… Oppa, Ampun! Mianhe..mianhe..” Merasa sudah dikerjai, Donghae pun segera balas dendam dengan menggendong tubuh Hyemin dan memasukkannya kedalam mobil, membawanya ke satu tempat.

***

Tidak jauh dari tempat mereka berdua berdiri, dua buah mobil terlihat sedang berjaga-jaga dan  mengamati kebersamaan mereka berdua. Salah satu mobil itu berisi sepasang kekasih yang terus menerus menatap was-was ke arah Hyemin dan Donghae.

“Aerin-ah, kau tidak perlu cemas. Aku yakin, Donghae tidak akan menyakiti Hyemin.” ucap seorang pria pada Aerin yang duduk di sebelahnya. Yesung terlihat terus menggenggam tangan Aerin yang sedari tadi cemas memikirkan keselamatan Hyemin, sepupunya.

“Arraseo Oppa.. tapi aku tetap  saja khawatir. Aku takut kalau salah seorang teman Donghae, atau musuhnya melihat mereka, aku takut mereka melampiaskannya pada Hyemin.”

“Tenang  jagiya.. lihat, di belakang kita sudah ada mobil Leeteuk. Biar nanti Leeteuk dan Hangeng yang mengawasi Hyemin dan Donghae. Kau tidak usah khawatir, dengan keluarnya Donghae dari persembunyiannya, itu akan memudahkanku dan teman-temanku untuk melacak tempat persembunyian Donghae dan kawan-kawannya. Kemungkinan malam ini kita bisa menangkap Donghae.”

Aerin yang mendengar hal tersebut jelas merasa senang. Hatinya sedikit diliputi kelegaan. Ia bahkan sudah tidak lagi merasa cemas dengan keselamatan Hyemin setelah benar-benar memastikan sendiri bahwa kedua rekan Yesung, kekasihnya ikut dibelakangnya.

Setelah Donghae datang ke rumah tadi, perasaan Aerin menjadi tidak karuan. Ia mencemaskan keadaan dan keselamatan Hyemin. Kemunculan Donghae secara tiba-tiba tadi membuat Aerin langsung menghubungi Yesung dan meminta Yesung untuk segera menemuinya dan mengantarkannya ke tempat Hyemin berada. Ia ingin mengawasi Hyemin. Memastikan bahwa tidak ada satu orang dari teman Donghae yang akan menyakiti Hyemin. Dengan juga membawa kedua rekan kepolisiannya, Leeteuk dan Hangeng, Yesung segera datang ke rumah Aerin dan menuju ke tempat dimana Donghae dan Hyemin berada untuk mengawasi gerak-gerik mereka.

“Oppa, kenapa diam saja?? Kenapa Oppa dan teman-teman Oppa yang dibelakang tidak menangkap Donghae sekarang?? Toh juga kita sudah menemukan dia kan?? Bukannya lebih cepat itu lebih baik??” Aerin bertanya tidak sabaran pada Yesung.

“Aniya, Jagi.. menangkap penjahat itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Kami harus memiliki surat ijin penangkapannya terlebih dahulu. Baru setelah itu kami bisa bergerak.. Lagi pula, apa kau tidak memikirkan perasaan Hyemin kalau dia sampai melihat Donghae ditangkap tepat dihadapannya, jika kita bertindak gegabah seperti itu??         “ Aerin menggeleng. Yesung hanya tersenyum. Ia kemudian meraih wajah Aerin dan menghadapkannya ke arahnya.

“Aerin, aku bisa merasakan kecemasanmu. Tapi satu hal yang harus kau ketahui, Donghae itu bukan pria sembarangan. Dia anak pemilik perusahaan Jewel Corporation. Dan kau tau?? Perusahaan mereka benar-benar telah berdedikasi tinggi terhadap negara kita. Jadi, aku tidak bisa sembarangan menangkapnya. Aku harus memikirkan banyak strategi untuk melakukannya. Kau mengerti kan?”

“Ne, Oppa.. Mianhe.” Ucap Aerin pelan begitu mendengar penjelasan Yesung barusan. Yesung mengecup bibir Aerin cepat sebagai tanda terima kasih serta sikap pengertian Aerin terhadap pekerjaan Yesung. Baru setelah itu, Yesung segera mengambil ponselnya dan menghubungkannya dengan seseorang.

“Ryeowook, segera cari dan lacak dimana tempat persembunyian Donghae dan kawan-kawannya! Setelah itu, suruh Kibum untuk segera bergerak meluncur kesana dan awasi mereka semua!” Aerin mendengar Yesung berbicara melalui telepon genggamnya. Ia segera tahu, kepada siapa kekasihnya itu sedang berbicara.

“Teuki, Hangeng, malam ini kita bergerak! Kita tangkap Donghae dan kawan-kawannya!” ucap Yesung juga melalui handsfree di mobilnya pada Leeteuk dan Hangeng yang berada dibelakangnya.

“Arraseo!!” ucap mereka bersamaan.

-TO BE CONTINUE-

24 thoughts on “THE CIRCLE of REVENGE (Part 3)

  1. huaaa, aku tetap mendukung hae oppa!! Jangan sampe k tangkep oppa!!! hyemin kasian nanti, huhuhu

  2. aku baru nemu wp ini loh..
    dan ternyata crita bgs miin..pnasaran it donghae oppa dtangkep ga yaa??heheheehe

  3. Kasian si ,,tp yg salah tetep harus d tangkap..mau gmna lagi..setidaknya gak d hukum mati..di penjara kan masih bs ketemu hyemin,,fiuh..cobaan memang berat,kalau q jd hae,q balas dendam ga mau bunuh zhoumi,keenakan dia penderitaan nya brakhir cepet,siksa pelan2 ajah..(Di gebuk fans zhoumi )hahahaha,,peace..just kid..

  4. HUWAAA,, ga kebayang klo mas donghae q ditangkap,,, huhu >.<
    author lanjut yah,,, jngn di protect donk,, hehehe

  5. Sory.. Utk crt NC qt sbg admin mang udh pny aturannya ( n itu d atur sm leader admin) d menu “need password? Click here!”. Utk pw ff nc d tmpat qt mang ckup ribet, ketat, nyusahin, n bnyak aturan, mngingat ga smua reader itu d ats 17.
    Typ cerita nc akn d buat jg pw yg beda2. Jd qt akn ksih pw nya ssuai sm judul crt yg d minta!
    Km cm mnt pw utk ff the dark lord reigns. Jd ya qt kasih yg itu!

    Gomawo..

  6. Kerennnn:)
    Klo boleh tw knp ceweny di cerita” ini banyakny aerin ma hyemin g ad cewe yg lain kya snsd gtu..
    Hehehehe tapi cerita ttep bwt dag dig dug kok^^

  7. aaddduhhh donghae ketangkep kasian ceweknya dunkkk..
    thor….
    plis mnta pw ff yg ni dong kelanjutannya>>
    uda penasaran ,,,

  8. Tolong cek menut atas ya!!! Qt gak akan ngasi passwordnya lwt comment dsn! Jd km bs liat caranya d menu atas.

  9. kasian hyemin kl pisah sama hae:( donghae jahatkan ada alasannya hehe thor aku boleg minta pwnya ga?penasaran sm lanjutannya…

  10. Meskipun gak tega, tapi yang salah tetap harus dihukum. Meski harus masuk penjara, yang penting Hae msih bisa ketemu Hyemin. Oia, kalimat tidak baku sangat mengganggu kenyamanan membaca.

  11. aerin jahat loo ngadu ke yeye😦 ah benci ah😦

    btw, knapa gak kabur aja ke luar korea? lbh aman disana kan hehee…
    aduh hae jgn brtgkar sm temen se-geng lo dong >< wlwpun akhirnya pasti ketemu, tp gw gak mw mreka msuk pnjara. kasiaan uri baddas geng😦
    *bnyk maunya* hehee ._.v

  12. yaelah kepotong lagi komen gw -________-

    btw, knapa gak kabur aja ke luar korea? lbh aman disana kan hehee…
    aduh hae jgn brtgkar sm temen se-geng lo dong >< wlwpun akhirnya pasti ketemu, tp gw gak mw mreka msuk pnjara. kasiaan uri baddas geng😦
    *bnyk maunya* hehee ._.v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s