SOMETHING’S HAPPEN IN VALENTINE

Annyeong… FanFiction Suju kembali lagi dengan cerita baru yang dibuat khusus untuk memperingati hari Valentine. Sesuai dengan janji admin, beberapa hari lalu admin ngadain pemilihan buat si “TOKOH UTAMA” di cerita ini. Dan setelah di lakukan pemilihan dengan cara lewat kocokan arisan (??), terpilihlah nama CHOI SOOWOO sebagai pemeran utamanya.. J Chukkae….

Sebelum baca cerita ini, disarankan untuk menyiapkan lagu-lagu berikut ini sebagai pengiringnya yaa

  1. Martina Mc.Bride –  Valentine
  2. Super Junior – In my dream
  3. Super Junior – Dead at Heart
  4. Super Junior – Storm

Kalau begitu, langsung di baca aja ceritanya..  jangan lupa KASIH KOMEN YAAAA!!! HARUS LHOO

Kl gak dikomenin, gak bakal di bikinin cerita lg..heheheh… HAPPY READING…

****************************************


                “OPPAAAAAAAA….!!!!!!” gadis itu berteriak. Sepertinya ia baru saja terbangun dari tidur dan sadar dari mimpi buruknya.

BRAAAKKKK…!!! pintu kamarnya terbuka. Seorang pria langsung berlari masuk kedalam kamar gadis itu dan segera menghampirinya yang menangis ketakutan. Raut wajah cemas sangat jelas terlihat di wajah tampannya.

“Soowoo, Gwaenchanayo?? Husshh.. Ulljima, Dongsaeng.” Sahut pria itu sambil memeluk gadis yang ternyata adiknya itu. Direngkuhnya erat-erat gadis itu dalam lengan kekarnya. Ia merasakan tubuh adiknya itu bergetar karena ketakutan.

“Kau bermimpi tentangnya lagi??” tanya Pria itu yang kemudian hanya di jawab anggukan oleh adiknya. Selama beberapa saat, kedua kakak dan adik itu terdiam. Hanya sapaan cahaya matahari pagi dan suara kicauan burung yang terdengar di luar jendela kamar gadis tersebut.

“Siwon Oppa.. Aku takut!! Jebal Oppa, jangan tinggalin aku.” Ucap gadis itu lirih. Sang kakak melepas pelukannya dan menatap kedua mata jernih adiknya. Ada rasa kasihan, cemas, takut, dan terluka saat melihat wajah pucat adiknya masih penuh dengan air mata. Ia menghela nafas.

“sayang, sampai kapan kamu mau terus seperti ini?? Ini bahkan sudah hampir setahun sejak kepergiannya. Tapi kenapa? Kenapa kamu masih belum bisa bangkit?” adiknya hanya terdiam mendengar ucapan kakaknya.

“Dongsaeng, kalau kamu terus seperti ini, Kyuhyun tidak akan pernah tenang di atas sana. Oppa yakin, Kyuhyun juga pasti akan sedih jika melihatmu terus-terusan terpuruk seperti ini. Jebal.. kembali lah seperti dulu. Kembalilah menjadi dirimu yang dulu.”

“Ani Oppa!! Ani!! Aku gak mau melupakan Kyu Oppa. Aku gak bisa!!! Sebentar lagi hari Valentine Oppa.. aku takut!! Aku benci hari itu!!!”

Mendengar itu, Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah. Ia sadar, percuma ia memohon mati-matian pada Choi Soowoo, adiknya, itu untuk bangkit. Karena seberapa keraspun usahanya, itu tidak akan pernah terjadi. Ia tahu dan sadar bahwa Soowoo saat ini sedang mengalami goncangan hebat dalam hidupnya. Sudah sejak lama, atau lebih tepatnya hampir setahun tahun belakangan, ia akan mendapati adiknya selalu terbangun dari tidurnya sambil berteriak memanggil ‘Oppa’. Entah teriakan itu ditujukan untuknya, atau untuk seorang pria yang begitu dirindukannya. Mimpi buruk itu selalu Soowoo alami semenjak kepergian Kyuhyun, namjachingu Soowoo, yang pergi tepat di hari Valentine setelah sebelumnya mengalami kecelakaan naas saat hendak menjemput adiknya kuliah. Karena itulah, sampai detik ini, Soowoo begitu membenci hari Valentine. Hari yang seharusnya menjadi hari kasih sayang kini telah berubah menjadi hari yang begitu menyakitkan untuknya. Hari yang sudah membuatnya kehilangan Kyuhyun, orang yg dicintainya. Semenjak kepergian Kyuhyun, Soowoo menjadi sangat pemurung. Di hari tertentu, tepatnya setiap hari kamis, hari kematian Kyuhyun, ia selalu terbangun dari tidurnya dan langsung menangis histeris seperti sekarang. Tidak hanya itu, bahkan sering sekali Siwon hanya bisa menatap miris adiknya yang semakin kurus dan seperti mayat hidup.

“Kyu, aku mohon lakukan sesuatu untuk adikku. Aku mohon, kembalikan lah Soowoo seperti dulu.” ucap sang kakak dalam hati pada pigura foto Kyuhyun yang terpampang di dekat meja kamar adiknya.

***

FLASHBACK 2 TAHUN LALU

Seorang pria sedang menyiapkan segala sesuatu nya untuk merayakan hari kasih sayang yang akan ia rayakan bersama dengan Yeojachingu nya. Semuanya detilnya begitu ia perhatikan. Ia bahkan sampai tidak ingin satu hal, sekecil apapun itu, merusak moment kebersamaannya dengan sang Yeoja.

“Makanan dan minuman sudah, Lilin sudah, bunga sudah, audio players sudah, hmmm…” ucapnya kembali berpikir sambil mengingat-ingat sesuatu yang mungkin dilupakannya.

“AH… iya!! Hadiahnya. Haish.. Kyuhyun, bagaimana bisa kau sampai lupa bagian utamanya?!” serunya sambil menepuk dahinya dan berlari menuju kamarnya mengambil hadiah utama yang sudah dipersiapkannya 2 hari yang lalu.

Setelah semua beres, pria yang ternyata Kyuhyun itu tersenyum sumringah.  Tawa evilnya begitu membahana di ruangan yang sudah ia siapkan dengan sangat romantis sedari siang. Tugasnya lainnya pun kini menanti. Dengan cepat, ia segera mengambil kunci mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya ke tempat dimana ‘Ratu Hatinya’ berada.

Begitu ia tiba disebuah rumah, Kyuhyun tidak segera turun dari mobilnya. Dengan hanya mengenakan kemeja putih yang terbuka dua kancing diatasnya dan lengannya yang digulung hingga siku, Ia memastikan dirinya sudah sangat rapi dan tampan agar sang yeoja begitu terpesona padanya saat melihatnya nanti. Setelah di pastikan dirinya sempurna, ia pun segera melangkah masuk kedalam rumah gadisnya.

TING…TONG…

Dengan sabar, ia menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Sampai, tidak lama kemudian pintu terbuka dan munculah seorang gadis manis berdiri di hadapannya. Kyuhyun terdiam sesaat. Ia begitu menikmati pemandangan indah didepan wajahnya saat ini. Kyuhyun nyaris saja tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya untuk memeluk kuat gadis yang berada dihadapannya. Gadis itu begitu cantik. Dengan balutan dress berlengan panjang berwarna biru pastel diatas lutut, syal putih yang melingkar di lehernya, high heels warna senada dengan syal nya serta rambut cokelatnya yang bergelombang indah benar-benar membuat gadis itu terlihat sempurna di mata Kyuhyun. Ditambah lagi bibir mungil gadis itu yang begitu mengkilat dengan warna peach membuatnya ingin sekali mengecup dalam bibir gadis itu.

“Kyu Oppa, kenapa memandangku seperti itu??” tanya gadis itu malu. Semburat merah terpancar jelas di wajah putihnya. Kyuhyun yang sedari tadi sedang bermain-main dengan fantasinya langsung tersadar dari lamuannya. Ia hanya terkekeh menanggapi ucapan kekasihnya tersebut.

“Ah.. ani. Hanya saja, Kau begitu cantik malam ini!  Neomu Yeopo!” ucapnya sambil mencubit gemas kedua pipi gadis itu.

“Sudah siap?? Kita ke rumah ku sekarang??” tanya Kyuhyun sambil memberikan tangannya dan langsung di sambut hangat oleh Soowoo. Mereka berdua pun langsung pergi bergegas ke rumah Kyuhyun.

Sesampainya d rumah Kyuhyun, dengan sikap gentle nya, Kyuhyun langsung membukakan pintu penumpang dan segera menuntun gadisnya turun dan masuk kedalam rumahnya. Dan begitu tiba mereka masuk kedalam rumah, Soowoo begitu terkejut dengan pemandangan yang tersaji didepannya. Seluruh ruangan di rumah itu di buat redup dan hanya di terangi dua lampu meja. Dan begitu tiba di satu ruangan yang sudah disiapkan Kyuhyun, Kyuhyun langsung menggenggam tangan Soowoo.

“Kau Siap??” tanya nya sambil tersenyum evil dan mengedipkan sebelah matanya.

Dan begitu pintu terbuka, Soowoo itu langsung menutup mulutnya takjub. Ia kemudian menatap lembut Kyuhyun. Ada rasa terharu dan senang yang terpancar dari wajahnya. Kemudian, Soowoo masuk ke ruangan tersebut dan menatap seluruh ruangan yang telah disulap menjadi sangat romantis oleh Kyuhyun. Sebuah meja makan dengan 2 kursi yang saling berhadapan dengan dua buah lilin berbentuk hati dan setangkai mawar yang diletakkan didalam vas kaca diatasnya, penerangan ruangan tersebut yang redup, serta beberapa balon berbentuk hati yang tergeletak di langit-langit ruangan.

“Oppa, apa ini kau yang melakukannya??” tanya nya begitu takjub. Kyuhyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia menghampiri gadisnya dan menggenggam kedua pipi gadis itu, memaksanya untuk menatap dirinya.

“kau suka??” tanya Kyuhyun yang juga hanya di jawab anggukan oleh Soowoo.

Dengan lembut, Kyuhyun pun merengkuh gadis itu kedalam pelukannya. Dikecupnya pundak kiri Soowoo itu sembari terus mengeratkan pelukannya, tanpa sekalipun melepasnya.

“Happy Valentine, Jagi..” ucap Kyuhyun berbisik tepat di telinga Soowoo. Gadis itu sedikit menggelinjang geli dalam dekapan Kyuhyun.

“Happy Valentine  too, Oppa.”

Kyuhyun segera beranjak dari hadapan Soowoo sejenak. Dia terlihat sedang berjalan menuju ke sebuah meja dekat piano yang ada diruangan itu dan mengambil sesuatu. Dua buah benda Kyuhyun ambil dari sana, satu di masukkan kedalam kantong celana nya, sedangkan yang satu ia genggam dengan erat.

“For you, My Lady…” ucapnya sambil sedikit membungkukkan badan. Soowoo yang melihat tingkah Kyuhyun hanya tertawa dan menerima pemberiannya tersebut. Sebuket bunga mawar pink yang begitu indah menjadi hadiah yang Kyuhyun berikan untuk Yeoja pujaannya itu.

“Gomapta Oppa..”

Setelah memberikan hadiah kepada Soowoo, Kyuhyun tidak langsung memberi hadiahnya yang masih tersimpan didalam kantong celananya. Ia merasa, saatnya belum tepat. Dan setelah memberi bunga tersebut, Kyuhyun segera berjalan meraih remote yang  berada di meja makan malam dihadapannya. Diarahkannya remote tersebut ke sebuah audio player dekat piano hingga sebuah lagu lembut mengalir dari sana.

Kyuhyun tersenyum dan menghampiri Soowoo. Diulurkannya tangan Kyuhyun ke arah gadis itu memintanya untuk ikut berdansa dengannya. Soowoo yang merasa payah dalam hal berdansa hanya menggeleng pelan menolak permintaan Kyuhyun, hingga mau tidak mau Kyuhyun memaksanya dan menarik lembut tangan Soowoo. Diletakannya kedua tangan Soowoo melingkar di leher Kyuhyun, sedangkan kedua tangan Kyuhyun melingkar di pinggul gadis itu.

And even if the sun refused to shine.. even if romance ran out of rhyme..you would still have my heart until the end of time..you’re all i need, my love, my Valentine. (Martina McBride-Valentine)

“Jagiya..” Panggil Kyuhyun

“Hmm.. Ne Oppa??” Kyuhyun melepas sejenak pelukannya. Tangannya terlihat sedang merogoh sesuatu dari dalam kantong celananya. Kyuhyun  rasa, ini lah saatnya untuk hadiah utama.

Setelah menemukan hadiahnya, Kyuhyun segera menyodorkan sebuah kotak berwarna merah pada Soowoo. Dibukanya kotak tersebut hingga sebuah benda cantik dengan hiasan batu pink safir diatasnya menyembul keluar. Soowoo terkejut. Mendadak seluruh tubuhnya merinding melihat sebuah cincin berada didepannya.

“Oppa, ini…??” Soowoo tidak mampu menyelesaikan kata-katanya. Kyuhyun mengambil cincin tersebut dan menyematkannya di jari manis Soowoo.

“Gomawo.. Gomawo sudah mencintaiku. Gomawo sudah menjadi satu-satunya wanita terbaik di dalam hidupku. Gomawo sudah mau mengerti dan memahami ku. Dan Gomawo sudah menjadi Valentine terindah dalam hidupku.” Kyuhyun tersenyum menatap lembut Soowoo tepat dimanik matanya. Soowoo merasa tersanjung dengan semua perlakuan Kyuhyun kali ini. Soowoo kembali memeluk Kyuhyun, menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun sebagai bentuk terima kasih dan rasa bahagianya atas semua yang sudah Kyuhyun lakukan untuknya.

“Cheonmaneyo Oppa.. Tolong jangan pernah tinggalkan aku. Berjanjilah padaku Oppa, tahun depan kita merayakan Valentine bersama lagi. Ne??”

“Ne, Jagi…” ucap Kyuhyun diselingi dengan sebuah kecupan manis di bibir Soowoo.

***

TAHUN DEPANNYA (1 TAHUN YANG LALU)

Soowoo tidak menyangka, bahwa saat itu adalah Valentine terakhir bagi Kyuhyun. Valentine terakhir yang ia rayakan bersama kekasihnya. Karena tepat di tahun ini, suatu musibah terjadi pada Kyuhyun dan mengharuskannya berpisah darinya.

Tepatnya seminggu sebelum Valentine tiba, Kyuhyun sedang berjalan menuju ke sebuah toko perhiasan yang berada di pusat kota Seoul. Ia ingin menyiapkan hadiah Valentine bagi Soowoo. Entah apa lagi yang akan dibelinya untuk hadiah Valentine kali ini, Kyuhyun sendiri belum tahu. Ia ingin menyiapkan ini jauh-jauh hari.

Setelah menimbang beberapa alternatif, Kyuhyun pun akhirnya memilih sebuah kalung berbandul Hati yang dibelakangnya tertulis initial huruf “K” dan “S” dari nama Kyuhyun dan Soowoo. Kyuhyun sendiri tidak tahu apa yang membuatnya ingin memberikan Soowoo kalung tersebut. Kyuhyun merasa, bahwa ia ingin sekali Soowoo selalu ingat padanya.

Setelah selesai membelikan hadiah, Kyuhyun bergegas pergi dari toko perhiasan. Namun, ia terkejut saat mengetahui cuaca diluar sedang dilanda hujan badai serta angin yang cukup kencang. Ia melihat jam ditangannya. Saat ini sudah waktunya Soowoo pulang kuliah. Melihat cuaca yang sepertinya sanngat buruk, Kyuhyun merasa cemas. Ia mencemaskan Soowoo, kekasihnya. Lalu, segera diambilnya ponsel miliknya dan menekan nomor gadisnya yang sudah di hafalnya di luar kepala.

“Jagiya, Neo odiesseo?? Kau sudah selesai kuliah??” ucapnya saat Soowoo sudah menjawab panggilannya.

“Ne, Oppa.. sudah 15 menit yang lalu. Ini aku sudah bersiap-siap ingin pulang. Wae??”

“Ani! Kau jangan pulang dulu! Tunggulah aku! Aku akan menjemputmu sekarang. Saat ini diluar sedang ada badai. Pokoknya kau jangan kemana-mana! Arraseo?!” Ucap Kyuhyun

“Mwo?! Tidak perlu Oppa. Aku bisa pulang sendiri koq. Aku bawa payung. Aku juga akan pulang kalau badainya sudah mulai reda. Lebih baik Oppa yang jangan pergi kemana-mana. Jalanan diluar pasti sangat licin. Terlalu bahaya, Oppa!”

“Ani!! Gwaenchana.. kebetulan aku sedang berada tidak jauh dari kampusmul. Pokoknya aku akan menjemputmu! Kau jangan pergi kemana-mana. Percayalah, aku akan baik-baik saja. Arrachi?! Annyeong, Jagi..” ucap Kyuhyun langsung menutup teleponnya sebelum Soowoo sempat kembali membantah.

Di perjalanan, Kyuhyun cukup kewalahan mengemudikan mobilnya. Jalanan begitu licin, air hujan yang turun pun juga terlalu deras, ditambah lagi angin kencang yang bertiup membuat keadaan di jalan raya begitu mencekam. Ia harus benar-benar memusatkan perhatian dan konsentrasi penuh agar dapat selamat sampai tujuan.

Saking berkonsetrasinya pada jalanan didepannya, Kyuhyun pun sampai tidak menyadari bahwa di sisi kiri ada sebuah pohon yang tumbang karena tiupan angin keras. Pohon itu nyaris saja mengenai mobil Kyuhyun kalau saja Kyuhyun tidak segera membelokan stirnya ke kanan. Ia memang selamat dari terjangan pohon itu, namun karena jalanan yang licin itu Kyuhyun jadi tidak bisa mengendalikan mobilnya. Ia mencoba untuk menginjak rem, namun sia-sia. Kyuhyun sama sekali tidak menyadari bahwa mobilnya kini sudah masuk ke jalur mobil yang berlawanan arah. Sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan kencang pun hanya mampu membunyikan klakson keras-keras, memberi tanda Kyuhyun untuk segera menyingkir. Namun terlambat..

CKKIIIIIITTTTTTT…. BRAAAAAAAAAKKKK!!!!!

Mobil itu mengenai dan menghantam mobil Kyuhyun dengan keras sebelum Kyuhyun sempat menghindar. Mobil Kyuhyun pun sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya berhenti di sisi pembatas jalan. Kyuhyun ambruk didalamnya. Hampir dari semua tubuhnya mengeluarkan darah, sedangkan kepalanya tergeletak diatas stir mobilnya.

Soowoo sudah hampir menunggu Kyuhyun selama setengah jam. Namun Kyuhyun juga sama sekali belum tiba sampai saat ini. rasa cemas mulai melingkupi dirinya. Ia tidak tahu kenapa ia bisa begitu. Tiba-tiba perasaan dalam hatinya menjadi tidak enak. Ia mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun berkali-kali pun juga tidak ada jawaban. Sampai beberapa detik setelahnya, seseorang menghubungi Soowoo.

“Yeoboseyo..”

“…”

“Ne.. saya sendiri. Nuguseyo??”

“….”

“MWO??!!! Kecelakaan?? Dimana?? Kyuhyun Oppa sekarang dimana??….. Ne, Ne saya segera kesana.” Mendengar bahwa kekasihnya mengalami kecelakaan, Soowoo langsung bergegas menuju ke rumah sakit yang disebutkan oleh pihak rumah sakit yang menelpon tadi. Rasa cemas, takut, khawatir tercampur menjadi satu dalam hatinya. Soowoo sudah tidak peduli lagi tubuhnya yang basah kuyup terkena hujan yang turun walaupun ia sudah memakai payung. Baginya, keselamatan Kyuhyunlah yang terpenting baginya saat ini.

Begitu tiba di rumah sakit, tubuh Soowoo langsung melemas seketika melihat kekasihnya terbaring di ICU dengan banyak peralatan yang menempel pada tubuhnya. Suara kardiografi begitu terdengar memekikan telinga, menandakan bahwa Kyuhyun masih hidup. Dahi dan bagian lengannya luka. Ada perasaan miris dalam hati Soowoo melihat Kyuhyun terbaring tak berdaya dihadapannya. Kalau saja Soowoo bisa, ingin sekali ia menggantikan posisi Kyuhyun disana. Ia lebih merelakan dirinya yang terluka daripada harus kekasihnya yang mengalami hal seperti ini.

“Soowoo-ah…” panggil seorang pria. Soowoo menoleh kearah pria tersebut. Dilihatnya, Siwon, kakaknya sedang berlari kearahnya. Tangis Soowoo pecah saat Siwon memeluknya. Siwon tahu, adiknya begitu sedih melihat musibah yang terjadi pada kekasihnya. Soowoo pun menceritakan kembali apa yang terjadi dengan Kyuhyun pada kakaknya.

Sudah 6 hari Kyuhyun tidak sadarkan diri. Dan sudah selama itu pulalah Soowoo selalu dengan setia menemani kekasihnya di rumah sakit tanpa sekalipun meninggalkannya. Soowoo bahkan rela untuk bolos dari kuliahnya hanya demi menjaga dan menemani Kyuhyun.

“Soowoo..” Soowoo menoleh. Dilihatnya Appa Kyuhyun dan Siwon sudah berdiri dibelakangnya.

“Ne.. Adjusshi?” ucap Soowoo.

“Pulanglah dulu. Istirahatlah dirumah.. kau sudah 2 hari ini belum pulang sama sekali. Kakakmu begitu mengkhawatirkanmu.”

“Tapi, Adjusshi…” belum sempat Soowoo menyelesaikan ucapannya, suara ayah Kyuhyun kembali terdengar.

“Gwaenchana.. Kyuhyun biar Adjusshi yang menjaganya. Nanti kalau Kyuhyun sadar, Adjusshi janji akan menghubungimu.”

“Ne, Dongsaeng.. pulanglah sebentar. Istirahat dulu. Kalau nanti kau mau kemari lagi, Oppa janji akan mengantarmu” ucap Siwon yang kemudian dituruti oleh Soowoo.

Saat di rumahpun, Soowoo sama sekali tidak bisa beristirahat. Pikirannya masih terus dibayang-bayangi Kyuhyun. Sudah beberapa hari ini Soowoo sama sekali tidak semangat menjalani hari-harinya. Dengan langkah cepat, Soowoo pun segera mandi dan berganti pakaian kemudian segera meluncur pergi kembali ke rumah sakit setelah memaksa Siwon untuk kembali mengantarnya.

Soowoo kembali menatap tubuh Kyuhyun yang masih terbaring. Ia hanya mampu menangis melihat tubuh Kekasihnya terus terdiam tidak bergerak sama sekali.

“Kyu Oppa, Jebal ireona!! Besok hari Valentine, Oppa. Apa Oppa tidak ingin bangun dan merayakannya bersamaku?? Oppa kan udah janji, kalau tahun ini kita akan merayakan Valentine bersama lagi!! Ireona…!!” ucap Soowoo lirih disertai dengan tangisannya, namun Kyuhyun juga sama sekali tidak bergeming untuk bangun.

Keesokan harinya, tepatnya di hari Valentine, Soowoo terus berada disamping Kyuhyun. Ia merayakan Valentine bersama Kyuhyun dengan kondisi Kyuhyun yang masih belum sadar dari koma nya sama sekali. Soowoo hanya bisa menangis. Terus-terusan memanjat doa pada Tuhan demi kesembuhan Kyuhyun. Dan ajaib! Tuhan mendengar doa Soowoo. Tepat saat setitik air mata Soowoo jatuh di telapak tangan Kyuhyun, tangan itu mulai bergerak lemah. Soowoo yang merasa tangan digenggamannya itu bergerak pun tersentak. Ia langsung berdiri dari duduknya dan menatap wajah Kyuhyun yang masih terpejam.

“Oppa..Kyunnie Oppa, ini aku Soowoo. Buka matamu Oppa! aku tahu kau sudah sadar.” Ucap Soowoo histeris. Kyuhyun ternyata merespon. Ia membuka matanya perlahan , mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk. Kyuhyun menoleh kesamping dan didapatinya Soowoo sedang menangis bahagia berteriak memanggil Siwon, kakaknya, dan juga Appa Kyuhyun.

“Jagi..ya..” ucap Kyuhyun lemah sembari berusaha meraih wajah cantik Soowoo. Soowoo tersenyum walaupun air mata masih turun dikedua pipinya. Siwon dan Appa Kyuhyun langsung masuk kedalam ruangan.

“Kyu, kau sadar nak??” ucap Appa Kyuhyun yang dijawab dengan anggukan pelan oleh Kyuhyun.

“Soowoo-ah, Happ..Happy Valentine Jagi.. Mianhe. Mianhe, aku tidak bisa merayakannya bersamamu.. Mianhe, aku melanggar janjiku” ucap Kyuhyun lagi.

“Aniyo Oppa.. Gwaenchana. Kau sudah sadar, Kita bisa koq merayakan Valentine disini. Ne?? Oppa harus istirahat yaa. Lupakan soal janji Oppa. buatku itu tidak penting. Yang penting, Oppa harus cepat sembuh. Nanti kl Oppa sembuh, Oppa bisa membayar semua hadiah Valentine kali ini. Arraseo?!” ucap Soowoo. Kyuhyun hanya menggeleng. Tersirat raut wajah cemas diwajah Soowoo saat melihat Kyuhyun menggeleng. Entah mengapa, Soowoo merasa ada sesuatu yang disembunyikan Kyuhyun darinya.

“Hyung, to..long ambilkan kotak i..tu di meja. Yang berada didekat mu.” Ucap Kyuhyun pada Siwon sambil menunjuk kearah meja. Siwon pun mengambilkan kotak tersebut dan memberikannya pada Kyuhyun. Dengan susah payah, Kyuhyun membuka kotak yang ternyata adalah kotak perhiasan tersebut dan menunjukkannya didepan Soowoo. Dengan sedikit menggunakan bahasa isyarat, Kyuhyun langsung memakaikan kalung tersebut pada Soowoo.

“Jagiya.. kalung ini.. ini adalah hadiah Valentine untukmu. Tolong, jagalah kalung ini. Berjanjilah, kau akan selalu memakai kalung ini dan mengingatku. Aku.. Aku berjanji, akan selalu menjagamu. Aku lelah… aku benar-benar lelah.” Kyuhyun berusaha untuk menutup matanya.

“Ani!!! Oppa, kenapa Oppa bicara seperti itu?! Oppa jangan tidur!! Ani Oppa!! Buka mata Oppa!! Oppa jangan pergi.” teriak Soowoo terus menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Soowoo, aku lelah.. lagi pula.. lagipula, tugasku untuk memberikanmu hadiah itu sudah selesai. Biarkan aku beristirahat. Jagi, Sa..Sarang..Saranghaeyoo..” ucap Kyuhyun yang kemudian menutup matanya.

Soowoo, Siwon dan Appa Kyuhyun yang berada disitu terkejut. Suara kardiograf milik Kyuhyun berbunyi nyaring dan sangat panjang. Soowoo menjerit histeris memanggil Kyuhyun. Sedangkan Appa Kyuhyun keluar ruangan untuk memanggil dokter. Siwon hanya mampu menenangkan adiknya yang masih terus menggoncang-goncangkan tubuh Kyuhyun menyuruhnya untuk bangun.

Namun semua usaha yang telah dilakukan oleh tim medis sia-sia. Kyuhyun tidak akan pernah kembali. Hal itu tentu membuat Soowoo dan Appa Kyuhyun shock berat mendengar kepergian Kyuhyun untuk selama-lamanya. Soowoo terus menangis dipelukan Siwon. Ia terus memanggil nama Kyuhyun berharap Kyuhyun bisa mendengarnya. Soowoo tidak terima ditinggalkan oleh Namja yang begitu ia cintai dihari Kasih Sayang ini. Dalam Hatinya, ia mengutuk! Ia mengutuk keras hari ini, hari kamis tanggal 14 Februari. Hari dimana kekasihnya direnggut paksa untuk pergi dari sisinya.

***

BACK TO HARI INI

“Ani Oppa!! Ani!! Aku gak mau melupakan Kyu Oppa. Aku gak bisa!!! Sebentar lagi hari Valentine Oppa.. aku takut!! Aku benci hari itu!!!”

“Kyu, aku mohon lakukan sesuatu untuk adikku. Aku mohon, kembalikan lah Soowoo seperti dulu.” ucap Siwon dalam hati pada pigura foto Kyuhyun yang terpampang di dekat meja kamar adiknya.

Soowoo masih terus menangis di dekapan Siwon. Hari ini adalah hari kamis. Entah apa yang terjadi, Soowoo pasti akan bermimpi buruk dan akan menangis saat ia bangun tidur tepat dihari itu. Soowoo tau hati dan tubuhnya lelah karena selalu mengeluarkan energi yang besar seperti ini. Namun, rasa kehilangan yang ia rasakan sungguh sangat menyayat hatinya. Sampai detik ini, ia bahkan belum bisa melupakan Kyuhyun dan selalu berpikir bahwa Kyuhyun masih hidup hingga sekarang.

Di SURGA

Seorang pria tengah menatap sedih kejadian yang baru saja terjadi di dunia dibawahnya. Atau, lebih tepatnya kejadian yang menimpa gadis yang begitu dicintainya. Ada rasa sakit dihatinya saat melihat gadisnya belum bisa bangkit dari keterpurukan semenjak kepergiannya.

“Soowoo-ah, sampai kapan kau mau seperti ini?? Jebal.. kau harus merelakan aku.” Ucap Kyuhyun begitu pelan.

Kyuhyun selama ini bukan tidak menyadari dan bukan tidak pernah melihat apa yang terjadi dikehidupan para manusia. Ia bahkan selalu melihat dan sangat sadar dengan semua yang terjadi didalamnya. ia selalu dan terus melihat apa yang terjadi dengan gadisnya. Ia juga tahu bagaimana keadaan Soowoo semenjak kepergiannya.

“Oppa, Aku benci sama Oppa. Aku benci Oppa pergi meninggalkan aku. Aku benci gak bisa lupain Oppa. Aku benci karena aku rindu sama Oppa. Aku benci karena Oppa tidak pernah mau menemuiku!!”

Kyuhyun kembali mendengar ucapan Soowoo barusan. Walaupun berada di Surga, Kyuhyun mampu mendengar dan melihat apa saja yang terjadi dengan Soowoo. Ia merasa miris mengetahui sebegitu terlukanya Soowoo karena kepergiannya. Melihat Soowoo menangis pun sudah cukup membuat air mata Kyuhyun ikut turun.

“Mianhe, Jagi.. Mianhe..” ucap Kyuhyun pelan sambil terus menangis memegangi dadanya yang terasa sesak.

“Kyuhyun…” ucap sebuah suara memanggil namanya. Suara yang begitu indah dan suara yang begitu diharapkan oleh seluruh manusia di Bumi untuk didengarnya.

“Tuhan..” ucap Kyuhyun menoleh padanya. Ya, Tuhan kini sedang menghampiri Kyuhyun yang sedang menangis. Tuhan mengusap punggung Kyuhyun lembut. Wajah indahnya begitu mengerti apa yang sedang Kyuhyun rasakan saat ini.

“Ceritakanlah, Nak.. Apa yang membuatmu seperti ini??” Tanya Tuhan tersenyum lembut pada Kyuhyun.

“Tuhan.. Aku.. Aku benar-benar tidak sanggup melihatnya. Aku jahat!! Aku sudah menyakiti hatinya. Aku sudah membuatnya terus bersedih. Aku membuatnya terus menangis memikirkan aku. Aku bahkan sudah membuatnya tidak bisa melupakan aku. Ottokhae, Tuhan?? Apa yang harus aku lakukan?? Aku tidak ingin melihatnya terpuruk seperti ini lagi.” Ucap Kyuhyun sambil terus terisak.

“Soowoo?? Kau begitu mengkhawatirkannya bukan??” jawab Tuhan tepat sasaran. Kyuhyun hanya mengangguk.

“Lantas, apa yang bisa aku bantu, anakKu?? Katakanlah,,” Tanya Tuhan lagi.

Kyuhyun pun berpikir sejenak. Ada satu keraguan dihati Kyuhyun, apakah ia bisa meminta hal ini pada Tuhan atau tidak. Satu sisi, ia tidak ingin Soowoo melupakannya. Tapi disisi lain, ia tidak ingin melihat dan mendengar Soowoo menangis menyebut namanya lagi. Sampai Kyuhyun sadar, ia tidak berhak lagi dengan hidup Soowoo. Ia harus merelakan Soowoo untuk bahagia tanpa bayang-bayang dirinya. Dengan hati yang mantap, Kyuhyun berkata pada Tuhan

“Tuhan, Buatlah agar Soowoo melupakan aku. Tolong Hilangkan semua ingatan baik atau buruk dipikirannya tentang aku. Tolong buat supaya Soowoo seolah tidak pernah mengenalku.”

“Apa kau yakin, AnakKu??” tanya Tuhan.

“Ne, Tuhan.. Aku sangat Yakin. Aku tidak ingin melihatnya semakin terpuruk. Aku juga tidak ingin melihat Kakaknya juga ikut bersedih karenanya. Aku tidak ingin Siwon Hyung terus memohon padaku untuk menyembuhkan adiknya.”

“Baiklah.. kalau itu memang keinginanmu. Saat Soowoo tidur nanti malam, aku akan menghapus seluruh ingatannya tentang mu. Dan mulai besok, Ia bisa kembali seperti Soowoo biasanya.” Ucap Tuhan bijak.

“Ne, Kamshamnida Tuhan.”

***

Keesokan harinya, Soowoo bangun seperti biasa. Dan ternyata Tuhan benar membuktikan ucapannya. Soowoo kembali menjadi Soowoo yang biasanya. Soowoo yang ceria, manja, disiplin dan mandiri. Soowoo benar-benar melakukan seluruh aktivitasnya seperti biasanya, seolah-olah tidak pernah terjadi apapun di hidupnya. Siwon sang kakak pun heran dengan perubahan adiknya yang begitu drastis hanya dalam semalam.

Awalnya Siwon mengira bahwa adiknya sudah gila karena perubahan tersebut. Namun, dengan sikap dan ucapan serta keyakinan yang ditunjukkan Soowoo pada Siwon, Siwon mau tidak mau percaya dengan semua yang terjadi hari ini. Akan tetapi, ada satu hal yang membuat Siwon tidak percaya dan tidak mengerti sampai saat ini adalah, Soowoo sama sekali tidak mengenali Kyuhyun!! Siwon begitu terkejut saat Soowoo memanggilnya kekamar dan menanyakan foto pria yang terpajang di meja belajar kamarnya.

“Oppa, Nugunde?? Kenapa Fotonya ada di kamarku??” tanya Soowoo sambil menunjukkan foto Kyuhyun ditangannya. Siwon yang saat itu berpikir bahwa Soowoo benar-benar sembuh pun terkejut.

“Mwo?! Kau tidak mengenalinya?? Ya!! Choi Soowoo, jangan bercanda kau!! Oppa tidak suka dengan candaanmu!!”

“Ishhh.. Oppa, aku serius!! Aku tidak mengenal pria ini. Dia siapa, Oppa??”

“Soowoo, dia itu Kyuhyun!! KYUHYUN.. dia itu namjachingumu!! Dia namjachingumu yang sudah meninggal setahun yang lalu!! Kau tidak gila kan Dongsaeng??” ucap Siwon cemas melihat tingkah adiknya yang berubah terlalu drastis. Siwon mendekati Soowoo sambil berusaha memegang dahi Soowoo,memastikan dirinya tidak ‘sakit’.

Cukup lama Siwon mencerna semua yang terjadi dengan adiknya. Dan cukup lama juga Siwon berdebat dengan adiknya mengenai foto Kyuhyun. Sampai pada akhirnya, mau tidak mau, Siwon berusaha melupakan kejadian ini dan menganggap itu adalah sebuah cara dari Tuhan agar adiknya tidak terpuruk lagi.

***

                “OPPAAAAAAA….!!!!!!!” teriak Soowoo yang terbangun dari tidurnya. Soowoo merasa ia bermimpi buruk dan saat bangun, tahu-tahu air mata sudah mengalir deras dikedua pipinya.

BRAAAKKK!!! Mendengar adiknya berteriak, Siwon langsung membuka pintu dan menghampiri adiknya dikamar. Dilihatnya, adiknya begitu dibasahi peluh di tubuhnya begitu juga dengan air mata yang turun dikedua matanya.

“Soowoo, wae kudae?? apa kau mengingatnya lagi??” tanya Siwon panik. Soowoo hanya menoleh heran kearah Siwon.

“Mengingatnya?? Nugu Oppa?? aku tidak mengingat siapa-siapa. Aku hanya bermimpi buruk! Dan.. dan saat aku bangun, aku sudah menangis seperti ini.” ucap Soowoo mengusap air mata diwajahnya. Siwon heran dengan ucapan adiknya.  Ia melirik sekilas ke arah kalender meja milik adiknya. Dilihatnya, hari ini adalah hari kamis. ‘Berarti dia bermimpi Kyuhyun lagi’, batin Siwon.

“Kamu mimpi apa?? Cerita sama Oppa.”

“Molla Oppa..aku gak ingat. Yang jelas, aku.. aku seperti melihat seorang namja. Tapi, aku gak tahu itu siapa. Aku sama sekali tidak ingat.”

Mendengar penjelasan Soowoo, Siwon seperti mengerti sesuatu. Soowoo memang melupakan Kyuhyun. Dia memang tidak mengingat Kyuhyun sama sekali. Namun, tidak dengan hatinya. Hati Soowoo sama sekali tidak bisa melupakan Kyuhyun. Itu terbukti dari kebiasaan Soowoo yang selalu mengalami mimpi buruk yang diakhiri dengan tangisan. Untuk membuktikannya, Siwon pun mencoba untuk mengingatkan Soowoo dengan satu hal.

“Ya sudah, Gwaenchana.. itu hanya mimpi buruk Dongsaeng. Oia, bagaimana kalau sekarang kita pergi belanja. Dua hari lagi Valentine. Kau ingin sekali merayakannya bukan?” ucap Siwon.

“Mwo!? Valentine?? Ani Oppa!! Aku BENCI hari Valentine! Aku tidak akan pernah mau merayakannya!!” Jawab Soowoo ketus. Seperti dugaan Siwon, Soowoo ternyata masih membenci hari Valentine. Ia tidak salah lagi. Soowoo memang melupakan Kyuhyun, tapi ia tidak bisa melupakan saat-saat penting yang begitu dibencinya dalam hidupnya.

***

DI SURGA

“Tuhan, Kau bilang Kau akan membuat Soowoo melupakan dan tidak mengingatku lagi. Tapi mengapa dia masih tetap menangis dan membenci hari Valentine??” ucap Kyuhyun pada Tuhan saat mereka bertemu.

“benarkah??” tanya Tuhan yang dijawab anggukan oleh Kyuhyun.

“Kenapa itu bisa terjadi Tuhan?? Aku benar-benar tidak tega melihatnya.”

“Kyuhyun, Ketahuilah.. aku memang sudah menghilangkan semua ingatan Soowoo tentangmu. Dan jika setiap hari kamis ia masih terus bermimpi buruk dan menangis ataupun jika ia masih tetap membenci hari Valentine, itu berarti ada 1 hal yang harus kau ketahui.” Jelas Tuhan.

“Apa itu, Tuhan??” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia tidak akan pernah bisa melupakanmu. Rasa cintanya yang sangat besar itulah yang membuatnya tidak bisa menghapus namamu dari dalam hatinya.”

“Lantas, apa yang harus aku lakukan Tuhan agar dia tidak menangis atau bermimpi buruk lagi?? Apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya tidak membenci hari Valentine??” Tuhan hanya tersenyum melihat raut wajah frustasi Kyuhyun. Ia pun kemudian mendekatkan diri pada Kyuhyun dan membisikan sesuatu yang kemudian membuat Kyuhyun sumringah.

***

13 FEBRUARI (JAM 11 MALAM)

Soowoo berbaring di tempat tidur. Seluruh kegiatannya hari ini benar-benar membuat dirinya lelah. Ia ingin sekali cepat-cepat tertidur dan melupakan seluruh kegiatan hari ini. Tidak sampai 10 menit, Soowoo pun sudah terlelap dalam tidurnya.

“Jagiya.. Jagi, Ireona..” ucap seseorang.

Soowoo membuka matanya. Ia merasa seseorang sedang memanggil namanya. Ia seperti tahu suara tersebut. Ada perasaan rindu yang menyeruak keluar dari dalam hatinya saat mendengar suara berat yang sudah lama tidak didengarnya.

Diedarkan padangannya ke seluruh arah, sampai ia menemukan sosok namja berpakaian putih dan sangat berkilauan. Ia berdiri tidak jauh dari tempat Soowoo. Seulas senyum manis tersungging di wajah tegas nan tampannya.

“Kyu..Kyuhyun Oppa?????” Tanya Soowoo tak percaya. Ia mencoba mengucek-ngucek mata, memastikan matanya benar-benar tidak salah lihat.

“Ne, Jagi.. ini aku.” Kyuhyun mengulurkan tangan pada Soowoo yang dibalas secara perlahan-lahan oleh gadis itu.

Soowoo awalnya terkejut karena ia bisa memegang  dan merasakan hangat dari genggaman tangan Kyuhyun. Setelah Soowoo bangun dari tempat tidurnya, ia berdiri dihadapan Kyuhyun. Mereka saling menatap wajah pasangan mereka masing-masing, membuat perasaan rindu selama ini hendak meledak keluar. Tanpa basa-basi, Soowoo memeluk Kyuhyun sangat erat. Begitu juga dengan Kyuhyun yang membalas pelukan Soowoo tak kalah erat. Tanpa perlu berkata-kata pun, hati mereka sudah tahu bahwa mereka merindukan satu sama lain dan saling membutuhkan.

“Jagiya, kenapa kau kurus sekali?? Kau tahu, aku benar-benar mengkhawatirkanmu! Kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini?? kenapa kau terus menerus menangis?? Kau tidak makan dengan benar kan?? Aigooo.. kau tahu betapa tersiksanya aku tiap kali melihatmu terus menangis berteriak memanggil namaku! Kenapa kau berbuat seperti ini?? Kau mmpphhh…”

“OPPA!!! kau ini cerewet sekali sih!?” Soowoo membungkam  mulut Kyuhyun. Setelah Kyuhyun dipastikan tidak akan bersuara lagi, Soowoo melepas tangannya. Ditatapnya pria yang sudah hampir setahun ini membuatnya nyaris gila dan bunuh diri. Ada rasa senang dan bahagia melihat namjachingunya terlihat sehat dan sangat bahagia.

“Aku benar-benar tidak percaya ini kau, Oppa. Kau.. Kau seperti malaikat. Apa kau bahagia disana??” tanya Soowoo tersenyum pada Kyuhyun. Senyum indah yang bagi Kyuhyun sudah tidak pernah dilihatnya lagi semenjak ia pergi meninggalkan dunia.

“Ne.. Aku bahagia, Jagi.. tapi, aku akan lebih bahagia kalau melihat mu terus tersenyum seperti ini. Aku akan lebih bahagia kalau kau mau kembali seperti Soowoo yang dulu. Aku akan lebih bahagia kalau kau tidak lagi menangisiku.” Ucap Kyuhyun sambil menatap mata Soowoo tajam.

“Tapi Oppa.. tapi, aku gak bisa hidup tanpa Oppa. Aku membutuhkan Oppa. Aku rindu sm Oppa. Aku juga sayang sm Oppa. Apa Oppa tidak bisa membawaku pergi bersama Oppa??” Tanya Soowoo lirih.

“Aniyo, Jagi.. waktu dan hidupmu masih panjang. Aku tidak bisa membawamu pergi. Percayalah padaku, aku baik-baik saja disana. Jangan pernah menangis karena aku lagi. Jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk aku. Aku tidak mungkin kembali, Soowoo-ah. Berjanjilah padaku satu hal..”

“Hmm.. Apa Oppa??”

“Jagiya, berjanjilah kau tidak akan menangis lagi. Berjanjilah kau akan bangkit dan kembali seperti semula. Berjanjilah kau harus melupakan aku. Dan berjanjilah kau harus slalu hidup bahagia.”

“Mwo?! Aku tidak tahu Oppa, apakah aku bisa memenuhi permintaanmu jika kau tidak ada disisiku.” tolak Soowoo.

“Jebal, Jagiya.. kalau kau mau berjanji memenuhi ucapanku tadi, aku berjanji.. aku janji akan selalu menjengukmu dalam mimpi. Aku juga berjanji akan selalu menjaga mu dimanapun kamu berada. Jebal…” pinta Kyuhyun.

Setelah dalam perdebatan beberapa saat, Soowoo pun akhirnya mau memenuhi permintaan Kyuhyun. Ia berjanji untuk kembali bangkit dan tidak akan terpuruk seperti dulu. Ia percaya Kyuhyun mampu menepati janjinya.

Saat waktu menunjukkan pukul 12 malam, waktu bagi Kyuhyun habis. Ia harus secepatnya kembali ke surga.

“Jagi, waktu ku sudah habis. Aku harus pergi. Tuhan mengijinkan aku untuk pergi menemuimu. Tapi itu hanya sampai pukul 12 malam. Jangan lupa dengan semua janji-janjimu tadi. Arraseo?!” ucap Kyuhyun. Baru saja Kyuhyun hendak membalikkan badannya, tangannya ditahan oleh Soowoo. Kyuhyun tau bahwa Soowoo masih belum bisa melepaskannya. Dengan perlahan, Kyuhyun pun kembali membalikkan badannya dan langsung memeluk tubuh Soowoo erat selama beberapa saat.

“Happy Valentine, Jagi…” Ucap Kyuhyun sambil masih memeluk Soowoo.

“Mwo?! Oppa aku..”

“Hushh… jangan pernah membenci Valentine lagi. Tidak ada yang salah dengan hari itu. Walupun aku sudah tidak disampingmu, kau masih bisa merayakan Valentine dengan keluarga atau teman-temanmu kan?? Kalau kau mau, kita juga bisa merayakan Valentine bersama. Datanglah ke makamku dan berdoalah untukku saat hari itu. Kau bisa??” Ucap Kyuhyun sambil masih memeluk tubuh Soowoo.

“Hmmm.. Ne, Oppa. Aku janji, aku tidak akan membenci hari Valentine lagi. Kan Oppa sudah datang menemuiku saat Valentine hari ini, bukan??” kata Soowoo menoleh ke arah Kyuhyun.

“Baiklah, aku percaya padamu. Kalau begitu, sudah waktunya aku pergi. Ingat Janjimu, Arrachi?! Saranghaeyo…” sentil Kyuhyun di hidung mungil Soowoo.

Sebelum benar-benar pergi, Kyuhyun pun menyempatkan untuk mendaratkan ciuman terakhirnya di bibir Soowoo. Dikecupnya bibir gadis itu begitu dalam. Ada rasa sesak dalam diri Soowoo saat Kyuhyun mengecupnya. Ia sadar, bahwa ini adalah kecupan terakhir yang akan ia terima dari Kyuhyun. Ia sadar, bahwa saat ini air matanya kembali mengalir bergabung menjadi satu dengan ciuman basah mereka.

Dan dalam waktu yang singkat, Soowoo merasakan bahwa bibir Kyuhyun sudah tidak berada di bibirnya lagi. Soowoo tahu dan sadar, bahwa Kyuhyun sudah kembali ke tempatnya berada disana. Air mata masih terus mengalir di kedua pipinya.

Soowoo membuka matanya dan bangkit dari tidurnya. Soowoo tahu baru saja ia mimpi Kyuhyun menemuinya. Yah, Soowoo kini kembali mengingat Kyuhyun lagi. Air mata masih tetap setia mengalir dimatanya. Ia merasa sedih, sedih karena saat membuka matanya ia tidak menemukan Kyuhyun berada disampingnya.

Namun, kata-kata Kyuhyun di mimpi tadi seolah menjadi peringatan untuk Soowoo agar dia tidak menangis lagi. Ia akhirnya membenarkan ucapan Siwon, kakaknya. Kyuhyun tidak akan tenang di atas sana jika melihat Soowoo terus menangisi dirinya. Akhirnya, Soowoo mengusap air matanya dan mencoba untuk kembali membangun hidup barunya tanpa Kyuhyun. Ia percaya pada kata-kata Kyuhyun, bahwa ia akan selalu menjaga Soowoo dimanapun Soowoo berada.

“Annyeong Oppa… Happy Valentine…” teriak Soowoo saat turun dari tangga menghampiri Siwon yang berada di meja makan. Siwon nyaris saja tersedak mendengar ucapan Soowoo.

“Mwo?! Apa Oppa tidak salah dengar?? Barusan kau..??”

“Ani Oppa.. Mulai sekarang, aku tidak membenci valentine lagi. Semalam, Kyuhyun Oppa datang menemuiku di mimpi. Dan aku sangat senaaaaannnggg sekali! Kajja Oppa, kita jalan-jalan. Kita rayakan Hari Valentine ini berdua! Ottokhae??” ucap Soowoo riang yang tentu saja langsung disanggupi oleh Siwon.

Siwon senang, adiknya kini sudah kembali seperti dulu. Siwon juga bersyukur, adiknya kini berubah menjadi sosok yang semakin dewasa. Ia tidak perlu lagi bersusah payah untuk membujuk Soowoo untuk berubah.

“Gomawo Kyu…” ucap Siwon sambil menengadahkan kepalanya ke langit, berharap Kyuhyun mendengar dan menerima ucapannya.

-THE END-

10 thoughts on “SOMETHING’S HAPPEN IN VALENTINE

  1. Aiiishh
    ini yg paling aku suka
    FFnya bagus bgt
    sumpah min!
    Pa lg sm pemeran utamanya
    Cho Kyuhyun
    ahh memang dia yg terbaik deh
    aku suka FF ini
    sungguh FF yg bagus dan menarik
    ^^

  2. Huwa….. {banjir air mata}
    Sedih bngt!!! aku bacanya dah lama sih.. mian {lg} br comen soalnya bc nya mlm sih..
    Daebak!!! aku nangis smp’ mataku bengkak…. hehe

  3. Ya ampun sumpah, kasian bgt soowoo & kyuuuuuu.. Huhuhuhu.. Kyu romantiiiiiiiiiiissss bgt.. Prhatiiiiaaaaaan bgt.. Mkany soowoo bnr2 ngrsa khilangan.. Tp syukur deh kl soowoo udh bs kmbali ceria lg..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s