THE CIRCLE of REVENGE (Part 2)

DI RUMAH KANGIN

Saat ini, Donghae dan teman-temannya sedang menunggu seseorang yang sedang terikat disebuah kursi yang belum sadarkan diri. Mereka masih menikmati saat-saat bebas mereka  sambil menunggu orang tersebut sadar. Sampai akhirnya, Heechul melihat ada gerakan dari orang tersebut.

“Sepertinya dia sudah sadar.” Kata Heechul. Seluruh orang yang berada dalam ruangan tersebut langung menghentikan kegiatan mereka masing-masing dan menghampiri korban mereka yang masih kelihatan lemah. Begitu ia sadar seratus persen, Dilihatnya orang-orang didepannya. Sampai ia melihat wajah yang tidak asing baginya, Donghae dan Kyuhyun.

“Kalian???” sahut Zhou mi. Donghae dan Kyuhyun hanya tersenyum kecut.

“YA!!! Mau apa kalian?? Aku tidak ada urusan apapun dengan kalian!!! Jadi, lepaskan aku sekarang!!” teriak Zhou mi berusaha memberontak dari tempatnya duduk dan terikat. Ia tampak menatap wajah orang-orang didepannya dengan tajam. Sedangkan Donghae yang ditatap seperti itu hanya membalasnya dengan senyuman mengejek sambil menghampiri Zhou mi yang masih terus mencoba memberontak.

Begitu dirinya tiba didepan Zhou mi, Donghae menatap wajah Zhou mi tajam. Rasa dendam yang ada di dalam dirinya kembali terbakar saat melihat wajah yang begitu mirip dengan wajah orang yang membunuh Appanya dulu. Ia bahkan mencoba mencengkram rahang Zhou mi seperti berusaha hendak menelusuri lekuk wajahnya.

“Hmm.. memang mirip.” Sahut Donghae perlahan. Zhou mi membuang wajahnya dari tangan Donghae dengan kesal. Ia terus memberontak dan meminta agar Donghae melepaskannya. Zhou mi bahkan berusaha menggapai tubuh Donghae yang ada didepannya dengan kedua kakinya yang tidak terikat.

“YA!!! LEpaskan aku!!! Aku tidak kenal dengan kalian!!!” Donghae dan kawan-kawannya tidak bergeming sedikitpun dengan ucapan Zhou mi. Mereka hanya berdiri terdiam dan masih menatap Zhou mi satu persatu. Saat Zhou mi masih berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan ditangannya, tiba-tiba seseorang menghampiri Zhou mi dan menampar keras pipi kirinya.

PLAAAAKKKK!!!

Zhou mi yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung tersadar. Ia menatap benci pria yang barusan menamparnya.

“Diam kau Brengsek!!! Sekali lagi kau buka mulutmu, kuhajar kau!!” sahut pria yang menamparnya itu.

“Eunhyuk-ah.. sudahlah! Ini urusan antara Donghae dengannya. Biarkan Donghae yang memulainya terlebih dahulu.” Sahut Kangin pada pria yang ternyata adalah Eunhyuk.

Donghae kembali berjalan mendekati Zhou mi. Sepertinya ia habis mengambil sesuatu, terlihat saat ini ia sedang menyembunyikan sesuatu yang dipegangnya kedalam jaket kulit hitamnya. Ia terus mendekati Zhou mi. Sambil ditangan kanannya memegang pisau lipat, ia menghampiri Zhou mi dan menempelkan ujung pisau tersebut di pipi mulusnya.

“Kau tahu siapa aku??” tanya Donghae pelan namun tetap menusuk. Zhou mi hanya menggeleng menjawab pertanyaan Donghae.

“Baiklah.. kalau begitu, perkenalkan aku Lee Donghae, anak dari Mr. Lee pemilik perusahaan Jewel Corporation. Dan kau tau siapa itu Mr. Lee??”  Zhou mi tertegun mendengar pertanyaan Donghae. Mendengar nama Lee disebut, ia seperti mengetahui sesuatu. Sesuatu yang pernah dilakukan oleh ayahnya beberapa belas tahun yang lalu. Zhou mi kini menyadari siapa Donghae sebenarnya. Ia membelalakkan mata saat mendengar nama Mr. Lee dan Jewel Corporation disebut. Dengan sedikit rasa ketakutan, Zhou mi pun mengangguk.

“Dan kau tahu apa yang sudah dilakukan oleh Appamu terhadap Appaku??” Tanya Donghae lagi.

“Donghae ssi, Mianhe.. aku..” belum sempat Zhou mi menyelesaikan ucapannya, Donghae sudah mengalungkan tangannya ke leher Zhou mi dan sedikit menekannya. Pisau ditangannya pun dirasa Zhou mi semakin menusuk kearah pipi nya.

“JAWAB AKU BODOH!!!” teriak Donghae persis disamping telinga Zhou mi. Zhou mi masih terdiam. Ia merasa sangat ketakutan. Ia sadar, saat ini dirinya berada dalam bahaya yang bisa mengancam keselamatannya.

“Kau tahu, gara-gara perbuatan Appamu, Appaku pergi meninggalkan aku!! Gara-gara Appamu, aku harus kehilangan sosok Appa disaat umurku masih sangat kecil. Apa kau tahu perasaanku saat itu?? Aku sedih!! Aku marah!! Aku dendam sekali dengan Appamu!! Dan kau tahu? Sejak saat itu aku berjanji pada jasad Appaku, bahwa aku akan membalaskan dendamnya. Aku akan mengirim orang yang telah membunuh Appa ke Neraka!!!” sahut Donghae lagi. Suara Donghae benar-benar menunjukkan amarah yang sangat membara didalam hatinya. Terlihat kilatan dendam di mata jernihnya saat ini.

“Tap..Tapi itu sudah lama sekali Donghae ssi. Aku.. aku bahkan tidak tahu apa-apa. Lagipula Appa ku sudah meninggal dua tahun yang lalu. Mengapa kau masih membahasnya?? Dan untuk apa kau menyandra ku?? Bukankah orang yang kau benci itu sudah pergi??” tanya Zhou gemetaran. Tiba-tiba, PLAAAKKKK!!! Donghae kembali menampar Zhou mi.

“Kau pikir dengan kematian Appamu semua masalahnya selesai?? Iya?? Hahahha… tidak mungkin Zhou Mi ssi!! Aku bahkan belum melakukan apapun untuk membalaskan dendam ku” Donghae menyeringai. Senyum evil sudah mengembang sempurna di wajahnya yang tampan. Ia pun lalu mengeluarkan benda yang sedari tadi ia simpan di balik Jaketnya dan langsung mengarahkannya pada Zhou mi. Zhou mi yang begitu terkejut hanya menggeleng keras berharap Donghae tidak menarik pelatuk dari pistol M9 Beretta 9mm miliknya. Teman-teman Donghae yang lain hanya melihat Zhou mi tanpa rasa belas kasihan sama sekali.

“Andwae..!! Jebal Andwae, Donghae ssi. Jangan bunuh aku!! Aku sama sekali tidak bersalah. Kau dendam terhadap appaku, tapi mengapa kau melampiaskannya padaku??” sahut Zhou mi ketakutan.

“Dasar Bodoh!! Kalau Appa mu membunuh Appa Donghae, bukankah balasannya Anak membunuh anak??” sahut Kyuhyun dingin. Tatapannya begitu beringas. Ia seperti sudah tidak sabar untuk menyuruh Donghae segera melepaskan pelurunya ke tubuh Zhou mi.

“Ani.. Aku mohon jangan lakukan!! Aku janji, aku berjanji akan menuruti apapun permintaan kalian. Jeb…”

DORRRRR!!! Tubuh Zhou mi kini sudah tidak bernyawa lagi. Darah segar mengalir dari dada nya dan membuat seluruh tubuh dan pakaiannya berwarna merah. Donghae sudah menembak Zhou mi sesaat sebelum Zhou mi menghentikan ucapannya. Ia masih terdiam sambil memegangi pistol yang berada ditangannya. Terlihat sekali tangannya masih gemetaran. Ada sedikit raut wajah penyesalan dan bahagia dengan apa yang sudah dilakukannya barusan. Tugasnya membalaskan dendam Appa nya sudah selesai.

“Hae-ya, Gwaenchana.. kau sudah melaksanakan tugasmu dengan baik. Tidak perlu disesali lagi. Sisanya serahkan pada kami.” sahut Heechul begitu tenang sambil menggenggam hangat tangan Donghae yang terus gemetar. Wajahnya masih terlihat kaku sambil terus menatap kearah tubuh Zhou mi yang sudah menjadi mayat.

***

Kematian Zhou mi ternyata sudah sampai ketelinga kepolisian. Beberapa waktu yang lalu, pihak kepolisian menerima pengaduan dari salah satu masyarakat mengenai penemuan sebuah mayat di sebuah gudang tua di daerah Seoul. Dan setelah para Polisi menyelidiki kesana, di ketahui bahwa mayat tersebut adalah mayat Zhou mi, yang tak lain adalah anak dari Mr. Zhou yang sudah meninggal dua tahun lalu.

Saat ini seluruh pihak kepolisian masih terus menelusuri dan mencari tahu semua barang bukti pembunuhan Zhou mi dan saksi-saksi didalamnya. Banyak argument-argument yang ungkapkan oleh beberapa tim penyelidik mengenai kematian Zhou mi.

“Aku tidak menyangka bahwa kini anaknya yang menjadi korban pembunuhan. Kita terlalu lengah mengawasinya sampai kecolongan seperti ini” Sahut Hangeng pada rekannya saat sedang mengamati foto TKP dan berkas-berkas kejadian perkara yang sudah dikumpulkan oleh salah satu penyidik kepolisian yang bernama Ryeowook.

“Ne.. dulu ayahnya yang menjadi tersangkanya. Tapi kali ini anaknya yang menerima balasannya. Apa menurut kalian pelaku pembunuhan ini ada hubungannya dengan kasus 13 tahun lalu??” tambah Kibum. Seluruh Polisi yang berada disana terdiam. Masing-masing masih sibuk dengan pikiran mereka mengenai kasus yang cukup menghebohkan dulu.

“Ne.. Aku rasa ada. Dan aku rasa kita bisa langsung menyelidiki dari orang utama yang sudah menjadi incaran dan pengawasan kita selama ini. Aku tahu kemana kita bisa mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Kalian percayakan saja semuanya padaku.” sahut Yesung yang disambut anggukan oleh teman-temannya.

Dengan segera, mereka pun langsung membagi tugas pekerjaan mereka masing-masing. Kibum dan Hangeng langsung menuju ke semua tempat yang berhubungan dengan Zhou mi dan orang yang mereka curigai sebagai pembunuhnya. Sedangkan Yesung dan Leeteuk, mereka bertugas untuk mengawasi seluruh gerak-gerik dari pelaku pembunuhan tersebut.

***

Ditempat yang berbeda, seorang gadis tengah duduk di kursi sebuah taman di Seonyudo park menemani kekasihnya yang sedari tadi menangis dan berteriak berusaha mengeluarkan emosi yang mengganjal dihatinya. Gadis itu sudah berusaha untuk menanyakan penyebab kekasihnya seperti ini, namun tidak ada satu pun jawaban mampu keluar dari mulutnya. Sampai akhirnya ia menyerah dan membiarkan lelaki disampingnya terus mengeluarkan air matanya dan menyandarkan kepalanya di pundaknya.

Sudah hampir setengah jam mereka berdua duduk terdiam ditaman itu sambil ditemani dengan suara kicauan burung gereja yang bertengger di atas pohon dekat mereka. Pria itu sudah terlihat lebih tenang. Ia mulai mengangkat kepalanya yang sedari tadi bersender dipundak gadisnya dan mulai menatap wajah gadisnya tersebut.

“Gomawo Hyemin-ah.. Mianhe kalau aku memintamu bertemu hanya untuk melihatku menangis seperti ini. Mianhe aku sudah membuatmu khawatir.” Sahut pria itu. Gadis yang ternyata Hyemin itu hanya tersenyum sambil mengusap sisa air mata yang turun di pipi namjachingunya.

“Shhh.. Donghae Oppa, Gwaenchana. Memangnya ada masalah apa?? Kenapa kau sampai menangis seperti itu?? Kau bisa cerita padaku. Siapa tau aku bisa sedikit meringankan bebanmu.” Donghae tidak menjawab. Ia kembali memeluk Hyemin dari samping dan merebahkan kepalanya dipundak Hyemin seperti anak kecil yang sedang meminta perlindungan.

“Mianhe.. mianhe aku tidak bisa menceritakannya padamu Jagi. Aku takut! Aku benar-benar takut saat ini!” kata Donghae semakin mengeratkan pelukannya ke Hyemin. Hyemin mengangguk. Ia tidak lagi bertanya pada Donghae tentang apapun. Dia bukanlah tipe wanita yang akan memaksa Donghae untuk menceritakan semua masalahnya. Ia mengerti, bahwa setiap orang memiliki privasinya sendiri-sendiri.

Hyemin dan Donghae menghabiskan waktu disana hanya dengan terdiam. Mereka tidak lagi berbicara mengenai apapun. Yang Donghae butuhkan saat ini hanya lah seseorang yang mampu membuatnya merasa aman dan nyaman. Donghae dan Hyemin tidak mengetahui bahwa sedari tadi semua gerak gerik mereka terus diperhatikan oleh seseorang. Seseorang yang lebih tepatnya sudah mengincar Donghae. Ia tidak sedetik pun melepaskan teropong yang berada dalam genggamannya.

“Ottokhae Teuki?? Apakah ada yang mencurigakan??” tanya Orang disebelah Leeteuk itu.

“Ani.. menurutku itu sama sekali tidak mencurigakan. Ia malah terus menangis di pelukan kekasihnya. Huuhh.. aku bahkan sama sekali tidak menyangka bahwa orang seperti itu adalah buronan kita. YA!!! Yesungie, kenapa tidak kita tangkap dia sekarang saja sih?? Toh semua buktinya juga sudah didapatkan kan?? Aku takut jika kita terlalu lama membiarkannya bebas, ia akan semakin menjadi.” Kata Leeteuk protes pada Yesung rekannya. Ya, semua bukti dan saksi yang terkait dengan semua pembunuhan Zhou mi sudah ditemukan dan didapat berkat Hangeng dan Kibum. Mereka ternyata bekerja jauh lebih cepat dari perkiraan Leeteuk dan Yesung. Semua bukti dan saksi juga sudah diketahui oleh Leeteuk dan Yesung melalui email yang dikirimkan oleh Ryeowook, rekan mereka dikantor.

“Tidak sekarang. Saat ini waktunya tidak tepat! Kita bahkan belum menemukan rekannya yang membuang mayat Zhou mi di gudang saat itu. Kau bersabarlah sedikit. Setidaknya kita sudah tahu dimana markas mereka dan kita bisa mengawasinya setiap saat.” Sahut Yesung.

Yesung dan Leeteuk masih terdiam di tempat yang jauh dari tempat Hyemin dan Donghae. Setelah melihat Donghae dan Hyemin pergi dari sana, Leeteuk dan Yesung pun juga memutuskan untuk pergi juga. Tak lupa mereka menghubungi salah satu anggota kepolisian untuk mengikuti Donghae dan mengawasinya dimanapun Donghae berada.

Sesampainya di tempat parkir taman itu, Yesung memisahkan diri dari Leeteuk. Ia memutuskan untuk mengunjungi sebentar kekasihnya, Aerin, untuk mencari informasi seputar Donghae dan membicarakan masalah yang ia hadapi pada gadisnya tersebut. Setelah berpamitan, Leeteuk segera menaiki Merci C63 nya dan segera meninggalkan Yesung yang sedang menghubungi Aerin. Barulah setelah itu Yesung masuk ke dalam mobilnya dan segera mengemudikan Honda Accord putihnya itu dengan kecepatan rata-rata menuju kediaman Aerin.

DIRUMAH AERIN & HYEMIN

Yesung dan Aerin masih duduk terdiam di ruang tamu rumah itu. Masing-masing dari mereka masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Aerin masih dengan pikirannya mencari cara untuk berbicara pada Hyemin agar menjauhi Donghae. Sedangkan Yesung masih dengan pikiran bagaimana meyakinkan Hyemin agar saat dirinya dan Aerin berbicara pada Hyemin, ia bisa percaya dengan semua perkataannya. Mereka berdua terpaksa melakukan hal ini karena mereka hanya ingin melindungi Hyemin dari tangan Donghae.

Sedang asik-asiknya mereka berdiam diri, terdengar suara pintu gerbang rumah terbuka. Aerin langsung beranjak dari tempat duduknya dan mencoba melihat melalui jendela. Dilihatnya Hyemin baru saja pulang diantar oleh Donghae. Nampak jelas senyum mengembang di wajah Hyemin saat ia berjalan memasuki rumahnya. Ia memberi isyarat pada Yesung bahwa yang pulang adalah Hyemin.

Begitu Hyemin masuk kedalam rumah, ia terkejut mendapati sepupunya, Aerin dan Yesung terdiam menatapnya .

“Oh.. ada Yesung Oppa.. Annyeong Oppa.” sahut Hyemin memberi salam. Yesung hanya tersenyum. Kemudian, ia menyuruh Aerin untuk mengajak Hyemin duduk dan berbicara padanya.

“Begini Minnie, ada yang ingin kami sampaikan padamu.” Kata Yesung. Hyemin tampak tidak mengerti apa yang akan mereka bicarakan padanya. Ia bahkan mencoba menoleh pada Aerin dan menatapnya seolah berkata – ada apa? – namun Aerin hanya bisa terdiam dan menyuruh Hyemin untuk duduk mendengarkannya.

“Minnie, Hmm.. aku tahu mungkin ini tidak masuk akal untuk mu. Tapi, bisakah kau menjauhi Donghae dan tidak berhubungan lagi dengannya??” tanya Yesung perlahan. Hyemin yang mendengar permintaan Yesung terkejut.

“Mwo?! Menjauhi Donghae?? Kenapa Oppa?? memangnya Donghae ada salah apa denganmu?? Kau bahkan kenal Donghae saja juga tidak!! Darimana kau tahu namanya??” sahut Hyemin ketus.

“Minnie, ada sesuatu yang ternyata tidak kita ketahui tentang Donghae. Dan Yesung Oppa sudah cerita semuanya padaku.Yesung Oppa sangat tahu Donghae. Donghae orang jahat Hyemin-ah. Aku takut kalau kau terus bersamanya, kau akan terluka!!” Sahut Aerin menambahkan.

“YA!!! Ada apa sih dengan kalian berdua?? Sudahlah, aku tidak ingin lagi mendengar apapun dari kalian!! Donghae itu orang baik. Kalau ia memang penjahat seperti yang dikatakan Oppa, sudah dari dulu aku dibunuhnya!! Atauuuuu… jangan-jangan memang kalian sengaja ingin memisahkan aku dengan Donghae. Iya??!! Kalian iri dengan hubunganku dan Donghae yang selalu berjalan mulus tidak seperti hubungan kalian, Iya??!!”

“Aniyo.. aku tidak bermaksud seperti itu, Hyemin-ah. Ada sesuatu yang tidak kau tahu dari Donghae. Dan aku tidak bisa menjelaskan itu apa. Yang jelas, kau harus tahu bahwa Donghae dan teman-temannya itu adalah musuh kami, para polisi.  Saat ini dia sedang dalam pengawasan ketat oleh pihak kepolisian karena suatu kasus.”

“Kalau begitu jelaskan Oppa!!! Kalau memang menurutmu Donghae itu orang jahat, buronan atau apa lah, jelaskan padaku!! Kalau Oppa memang tidak bisa menjelaskannya, ya sudah jangan pernah sekali pun menyuruh ku untuk menjauhi Donghae!!!! Aku yang lebih mengenalnya, bukan Oppa atau kau Aerin!!!” Tunjuk Hyemin marah pada Yesung dan Aerin.

Hyemin langsung pergi masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Yesung dan Aerin yang masih terdiam di ruang tamu. Mereka tahu bahwa saat ini Hyemin memang masih belum bisa menerima semua penjelasan mereka. Sampai, Yesung berjanji pada Aerin, bahwa ia akan mencoba memberikan bukti-bukti nya pada Hyemin.

***

Donghae yang baru saja pulang sehabis mengantarkan Hyemin segera menuju ke rumah Kangin, tempat dimana mereka semua berkumpul bersama. Disana, sudah terlihat Eunhyuk dan Kyuhyun sedang bermain kartu, Heechul yang sedang sibuk merakit pistol miliknya, dan Kangin yang sedari tadi sibuk dengan Handphone ditangannya. Donghae melihat ada sedikit raut wajah cemas dari wajah Kangin.

“YA!! Kangin-ah, ada apa??” tanya Donghae .

“Haish… aku sedang mencoba menghubungi pengawal ayahku. Aku rasa kita butuh tempat persembunyian baru. Kita tidak bisa tinggal disini lagi.” sahut Kangin cemas sambil masih terus berusaha menghubungi seseorang.

“Mwo?! Waeyo??” sahut Heechul dan Donghae berbarengan.

“Itu.. tadi.. tadi saat aku sedang melaju kemari, ada mobil yang terus mengikutiku hingga kesini. Aku takut kalau itu adalah polisi. Ottokhae??” Tanya Kangin.

“Mwo?!?!” sahut Kyuhyun dan Eunhyuk bareng.

Mereka berlima kini sibuk memikirkan jalan keluar yang terbaik. Donghae sadar, saat ini kemungkinan besar keberadaan dirinya dan teman-temannya sudah dapat dilacak oleh polisi. Ia tahu dari salah seorang suruhannya bahwa semua bukti dan pelaku pembunuhan Zhou mi sudah terungkap, begitu juga Kangin dan Eunhyuk yang saat itu bertugas untuk membuang mayat Zhou mi di sebuah gudang.  Dan itu artinya, posisinya dan teman-temannya sudah tidak aman. Dengan secepat kilat, mereka berlima segera membereskan semua barang-barang penting mereka yang berada disana, memasukannya ke dalam mobil masing-masing. Dan setelahnya, mereka langsung melaju menuju sebuah tempat yang sudah diberi tahu oleh Kangin melalui orang yang menjadi tangan kanan ayahnya.

Diperjalanan, kelima mobil milik Donghae dan teman-teman terus melaju kencang. Ternyata memang benar yang dikatakan oleh Kangin. Mereka berlima sudah ketahuan dan saat ini dibelakang mobil mereka sudah melaju dengan kencang beberapa mobil polisi milik Yesung, Leeteuk, Hangeng, dan Kibum. Para polisi itu terus melakukan pengejaran terhadap kelima musuh utama para pihak Kepolisian itu. Tidak ada bunyi sirine sedikitpun. Para polisi itu tidak ingin menganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat di malam hari ini. Kesembilan mobil itu terus melaju kencang menembus kegelapan malam. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam dan mereka masih terus melaju kencang saling balap membalap. Donghae dan teman-temannya sama sekali tidak memperhatikan rambu lalu lintas yang tertera di Jalan raya. Semua lampu merah mereka terobos, mereka tidak peduli bunyi berdecit ban mobil mereka tiap kali mereka berusaha menghindar dari tabrakan yang hampir selalu ditemuinya.

“Hae-ya?? Ottokhae?? Haishhh.. Sial polisi-polisi sialan ini masih terus mengikuti kita!!!” sahut Kangin pada Donghae. Walaupun berada dalam mobil masing-masing, namun donghae dan teman-temannya masih bisa saling berhubungan melalui telepon genggam yang mereka pasang melalui Handsfree masing-masing.

“YA!!! Aku juga sedang sibuk!! Aku sama sekali tidak bisa berpikir!! Kau tanya lah dengan yang lain!! Haisshh… “ sahut Donghae penuh emosi. Ia baru saja membelokkan mobilnya dengan kencang saat hampir saja mobilnya menabrak seorang pria yang sedang menyebrang.

Kejar-kejaran masih terus terjadi. Para polisi juga tidak kalah dengan para penjahat itu. Mereka juga masing-masing saling berbicara menggunakan Handsfree yang ada didalam mobil masing-masing. Para polisi yang melihat bahwa kelima mobil didepannya telah berpencar, langsung berbicara satu sama lain untuk membagi tugas pengejaran mereka.

“YA!! Teuki, lebih baik kau kejar Eunhyuk dan Kangin. Kibum, kau kejar Heechul, dan Kau Hangeng kejar Kyuhyun. Kita tidak mungkin mengejar mereka semua bersama-sama. Gerakan mereka terlalu lincah. Urusan Donghae biar aku yang tangani!” ucap Yesung keras pada teman-temannya.

“Arraseo!!!” jawab mereka bersamaan. Setelah arahan dari Yesung tadi, ketiga mobil yang di bawa oleh para pihak polisi langsung memisahkan diri dan segera menginjak gas untuk menyusul dan mengejar mobil yang sudah menjadi incaran mereka. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, semua mobil itu sudah berada dibelakang mobil para  penjahat tersebut.

Kibum dengan rasa gemas segera menginjak pedal gas nya dan melaju kencang berusaha menghimpit mobil Peugeot 207 merah milik Heechul. Sedangkan Heechul yang berada didalamnya berusaha mengeluarkan smirk jahatnya. Sambil tetap melihat kearah spion, Ia masih terus melajukan mobilnya dengan kencang dan menyalip beberapa mobil yang ada didepannya, membuat Kibum sedikit kewalahan. Wajar saja, karena bodi mobil milik Heechul yang bisa dibilang cukup kecil mampu mengambil space diantara mobil-mobil lainnya. Berbeda dengan bodi mobil Nissan Murano milik Kibum yang bisa dikatakan cukup besar dan tentu saja tidak mampu menyalip terlalu kencang. Hal ini membuat Kibum jadi kehilangan jejak Heechul yang sudah terlalu jauh.

Sedangkan dibelakangnya, Jaguar S type 5 milik Hangeng sedang melaju kencang kejar-kejaran dengan BMW E60 m5 biru milik Kyuhyun. Keduanya sama-sama tidak ingin kalah menunjukkan kelebihan mobil yang mereka naiki masing-masing. Beberapa kali Hangeng nyaris berusaha mengungguli Kyuhyun dan hampir berhasil membuatnya berhenti, namun ternyata mampu dipatahkan oleh Kyuhyun. Walaupun kaca spion samping mereka juga sudah sering bertabrakan, Kyuhyun masih mampu menerobos himpitan mobil Hangeng dari mobilnya. Sampai akhirnya dengan sekali hentakan pada gear mobilnya, Kyuhyun menginjak pedal gas dan mengarahkan speedometernya hingga diatas 100km/jam melesat meninggalkan mobil Hangeng yang sudah tidak mampu lagi mengejarnya. Hangeng hanya bisa menginjak rem mobilnya dan memukul  stir mobilnya keras-keras, kesal karena kehilangan mangsanya.

Tak jauh dibelakang, Leeteuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengejar kedua penjahat yang menjadi urusannya. Selama proses pengejaran, Leeteuk terlihat frustasi karena merasa dipermainkan oleh Eunhyuk dan Kangin.

“Aishh.. Sial!!! Coba Ryeowook ditugaskan di lapangan!! Setidaknya dia pasti bisa membantuku. Omoo… dasar penjahat kurang ajar!! Mau mempermainkan aku ternyata. Baiklah… aku akan ikuti permainan kalian!!!” sahut Leeteuk sendirian didalam Merci C63 nya. Ia segera memindahkan gear mobilnya dan melaju kencang menyusul mobil milik Eunhyuk dan Kangin yang berada didepannya. Namun, lagi-lagi Eunhyuk dan Kangin mampu menghindar dan mempermainkan Leeteuk. Eunhyuk dan Kangin sengaja membuat Mobil Leeteuk berada tepat ditengah mobil mereka dan sedikit menghimpit mobil Leeteuk sehingga mau tidak mau, Leeteuk mengurangi sedikit  kecepatannya agar mampu terbebas dari himpitan BMW X5 besar milik Kangin dan Hyundai Grandeur milik Eunhyuk. Hal ini membuat Kangin seperti mendapatkan peluang untuk melepaskan dirinya dari Leeteuk.

“YA!! Eunhyuk-ah, kau alihkan perhatian polisi itu!! Aku akan melepaskan diri dan pergi  menuju tempat baru kita! Jika kau sudah bebas darinya, kita bertemu Club biasa. Aku akan memberitahu yang lainnya nanti.” Sahut Kangin.

“Arraseo, Hyung!” jawab Eunhyuk.

Eunhyuk pun segera kembali menghimpitkan mobilnya kesamping mobil Leeteuk. Ia sempat membuka kaca spionnya dan mengeluarkan evil smirk kearah mobil Leeteuk berharap Leeteuk dapat melihat dan mengejarnya. Gotcha!! Ternyata Leeteuk memang melihat apa yang dilakukan Eunhyuk padanya. Dengan perasaan sedikit kesal, Leeteuk memberanikan diri untuk menghimpit mobil Eunhyuk dan mengacuhkan mobil Kangin yang berada disebelahnya. Suara decitan ban dan bodi mobil keduanya yang tergores membuat keduanya sama-sama kuat. Disaat seperti ini, Kangin tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Ia langsung menginjak rem nya keras dan segera membelokkan mobilnya melaju kearah sebaliknya meninggalkan Eunhyuk dan Leeteuk yang masih terus susul menyusul.

“Arrghh.. SHIT!!! Aku kehilangan yang satu!!” sahut Leeteuk frustasi saat dari kaca spionnya ia melihat Kangin melarikan diri mengambil jalan sebaliknya. Ia pun langsung fokus ke arah mobil disampingnya. Tidak dibiarkannya Eunhyuk mendahuluinya dan melarikan diri. Setiap kali Eunhyuk hendak mendahuluinya, saat itu pula Leeteuk langsung menghimpit mobil Eunhyuk dengan mobilnya hingga membuat mobil Eunhyuk oleng. Leeteuk dan Eunhyuk sudah tidak peduli dengan beribu-ribu goresan dimobil mereka. Sampai akhirnya Eunhyuk kesal, ia segera mengambi sesuatu dari dashboard mobilnya dan mengarahkannya ke mobil Leeteuk.

DOOOORRRRR!!!

Mobil yang dikendarai Leeteuk oleng dan tidak berjalan dengan sempurna. Ia menyadari ada yang tidak beres disana dan dengan susah payah, Leeteuk mengemudikan mobilnya untuk menepi dan berhenti. Ia hampir saja menabrak pagar pembatas jika ia tidak segera menginjak rem nya dengan cepat. Sedangkan Eunhyuk, yang baru saja selesai menembak sesuatu di bagian mobil Leeteuk, tersenyum puas dan  langsung meluncur menuju ke tempat yang disebutkan oleh Kangin sambil tidak lupa memberitahukannya pada Donghae, Heechul dan Kyuhyun.

“Teukie, Gwaenchana?? Aku mendengar suara Ledakan tadi.” Sahut Yesung masih melalui Handsfree nya.

“Ne… nan gwaenchana. Sial!! Eunhyuk menembak ban mobil ku. Untung saja aku masih bisa mengendalikannya.” Jawab Leeteuk dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Lalu mereka??”

“Mianhe, Yesungie.. aku kehilangan mereka berdua.” Jawab Leeteuk menyesal.

“Arraseo..”

Setelah melakukan kontak dengan Leeteuk barusan, Yesung langsung kembali memusatkan perhatiannya pada Mobil Jaguar XF didepannya. Kini pertarungan sengit tengah terjadi diantara kedua ketua itu. Donghae yang berada didepan mobil Yesung terlihat waspada dan selalu melihat kearah spion dalam mobilnya. Ia masih mempertahankan kecepatan mobilnya pada angka 100km/jam. Setiap ada kesempatan, ia selalu berusaha menyalip semua kendaraan yang berada didepannya mencari celah untuk lari dari pengejaran Yesung. Namun sayangnya Yesung juga tidak sedikitpun memberinya kesempatan untuk Donghae hilang dari pengelihatannya sedetikpun.

“Menyerahlah Donghae ssi!! Aku tidak akan membiarkan mu melenggang bebas di tempat ini lagi!! Dasar Pembunuh!!” sahut Yesung sarkatis pada dirinya sendiri. Keadaan berbeda ada di dalam mobil Donghae. Terlihat ia sedang tersenyum sinis dan mengarahkan pengelihatannya kearah mobil Yesung.

“Kau rupanya punya nyali juga Yesung ssi!! Aku tidak akan menyerah lagi padamu! Tidak akan kubiarkan kau menangkap dan memenjarakan aku lagi!! Aku benar-benar bosan bertemu denganmu!” kata Donghae juga pada Dirinya sendiri. Setelah itu, Donghae langsung menginjak pedal gas nya dan kembali meluncur meninggalkan Honda Accord putih milik Yesung juga tengah meluncur kencang dibelakangnya.

Aksi kebut-kebutan antar kedua pria itu terjadi sangat sengit. Mereka saling susul menyusul satu sama lain seperti pengejaran yang lainnya. Donghae dan Yesung sama-sama saling mencari celah cara untuk melumpuhkan satu sama lain. Sampai akhirnya Donghae melihat suatu perlintasan yang sering digunakan kendaraan untuk memutar balik dan ia mendapatkan ide untuk mengakhiri pengejaran malam ini. Dengan gerakan cepat, ia langsung menggeser setir mobilnya mengarahkan mobilnya kearah kanan. Hal ini menyebabkan Yesung yang berada dibelakang kanannya terkejut dan mau tidak mau langsung membanting setirnya kearah kiri untuk menghindari tabrakan dengan Donghae. Merasa kesal dengan perbuatan Donghae, Yesung pun segera melajukan kembali mobilnya dan mensejajarkan posisi mobilnya di sebelah kiri mobil Donghae.

Beberapa meter sebelum mencapai putaran, Donghae pun langsung menginjak rem kencang sehingga menimbulkan bunyi gesekan ban yang memekakkan telinga. Yesung yang masih melaju dengan cepat itu segera menyadari tindakan Donghae. Dan saat mobil Donghae berhenti persis di sebelah tikungan, ia langsung membelokkan cepat mobilnya dan segera melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan Yesung yang cukup jauh berada diepannya. Yesung kembali memundurkan mobilnya untuk mengejar Donghae. Namun sayang, karena keterlambatan beberapa detik itu membuatnya kehilangan jejak Donghae.

“Shit!!! Awas kau Lee Donghae!!” teriak Yesung didalam mobilnya.

Pihak kepolisian mengalami kegagalan dalam menjalani tugasnya malam ini. Semua penjahat yang mereka kejar malam ini sukses melarikan diri dari para polisi. Mereka berempat pun segera berkumpul di kantor kepolisian untuk kembali membahas rencana selanjutnya. Mereka sadar, bahwa kini mereka harus bekerja dari awal lagi untuk menemukan Donghae dan teman-temannya serta kembali berusaha untuk meringkus dan membawa mereka kedalam penjara.

Sementara itu, Donghae dan teman-temannya sudah berkumpul di salah satu Club tempat mereka biasa menghabiskan waktu selain di rumah Kangin. Saat ini mereka juga sedang membahas mengenai cara mereka untuk tidak tertangkap oleh para polisi lagi. Mereka pun juga memutuskan untuk bersembunyi terlebih dahulu ditempat aman yang sudah disediakan oleh suruhan Kangin.

“Hae, kau mau menghubungi siapa??” tanya Kyuhyun saat mereka sudah berjalan di tempat parkir dan hendak pergi ke tempat persembunyian baru mereka.

“Ah.. aku mau menghubungi Hyemin.”

“Mwo!? Untuk apa??”

“Ani.. aku hanya ingin memberitahunya untuk tidak mencariku dulu.  Aku hanya tidak ingin membuatnya khawatir.” Jelas Donghae pada Kyuhyun.

“YA!! Donghae, bisakah kau tidak usah memikirkannya?? Wanita itu hanya membuat kita susah! Aku heran, bagaimana seorang penjahat sepertimu bisa menyukai gadis baik-baik seperti dia?! Dia hanya menyusahkan pekerjaan kita saja Hae!” sahut Kangin

“Tapi..” belum sempat Donghae menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Heechul mengambil Handphone ditangannya dan mematikannya.

“Tolong, Hae! Kau tidak ingin kan dia sampai terlibat dalam masalah kita?” Donghae mengangguk. Sejurus kemudian, Heechul kembali melanjutkan ucapannya.

“Kalau begitu, tolong lupakan dia untuk sementara. Aku yakin dia akan mengerti kalau kau tidak menghubunginya. Kita harus fokus ke rencana kita dulu. Arraseo?”

Dengan berat hati, Donghae pun mengangguk menyetujui ucapan Heechul. Dan selanjutnya, mereka masuk kedalam mobil masing-masing dan bergegas menuju tempat persembunyian baru mereka.

Ditengah perjalanan, Donghae hanya mampu terdiam. Ia masih memikirkan semua kata-kata Heechul tadi. Ia memikirkan Hyemin, kekasihnya. Benar yang dikatakan Heechul, jika Hyemin sampai tahu perbuatan yang sudah Donghae lakukan, ia takut Hyemin akan terlibat didalamnya. Ia tidak bisa membayangkan perasaan Hyemin jika mengetahui bahwa pria yang dicintainya ternyata adalah seorang penjahat dan pembunuh. Ia bahkan tidak bisa membayangkan kalau Hyemin sampai terluka gara-gara dirinya. Ingin sekali Donghae keluar dari semua dunia hitam ini, namun hal itu tidak pernah bisa dilakukannya.

“Mianhe.. Jeongmal Mianhe, Jagi..” Ucapnya pelan.

-TO BE CONTINUE-

13 thoughts on “THE CIRCLE of REVENGE (Part 2)

  1. Hiyahhh
    aku bingung deh,admin kok apal bgt y nama2 mobil+cara mengendarainya,,punya mobil ya??
    Haha
    kayak nonton bioskop trans tv gtu
    film action haha…

  2. hwaaaaa
    tambah keeerrreeennn!!!
    iya tuh bener bgt. author punya mobil brapa sih ko hafal banget

  3. Aaaa!!! tmbah suka akuuu,,, Aduuuh, syang bgt mobilny hyuk d lecetin mending buat aku… haiiissshhh, keren thor ffnyahh!!

  4. aaaaa !! apaa”an ini ?? kenapa seru seklaii ceritaanyaaa >< mianhae jeonmal mianhae #bow #bow #bow dan gomawoo ya authorr atas ff nyaa ^^ tetap semangat yaa buat ff nyaa😉

  5. Baca part ini aku benar-benar cengo. Bukan cuma karena ceritanya yg makin seru, dan cast-nya yg tampan-tampan😛, tapi juga mobil-mobilnya yg sepertinya authornya ‘mengerti’ banget. Aku bahkan tidak tau mobil2 yg dimaksud itu yg mana. Wkwkwkwkw….

    4 jempol deCh buat ff ini.

  6. Huuuuuhhhh.. Knp sih hae km nekat bgt bnuh org? Jdny skg mlh kyk gni kn? Dhntui rsa tkut, dkejar2 polisi.

  7. seru banget pas adegan kejar2an… berasa nonton f2f deh…. detil bgt penggambaran nya… sukaaa
    konflik semakin seru.nih… polisi2 kece vs penjahat2.kece…

  8. kyaaaaaa eonni-aaaahh…. wae???? knpa bisa bgt bkin imajinasi kita melayang” :3
    keren bgt. keren kereen kereenn!!!! adventure ny dapet, deg”an ny dpet, kyk nnton fast & furious sumpah ><

    hahahaa kesel juga nih sm polisi" ganteng. ganggu aja wkwkwkk…
    iya bener, knapa bisa hafal gtu eonn sm merek" mobil keceh serta mngendarai nya??

  9. acara kejar”an x aeru bgt ky msug k dunia 2 fast 2 farious bneran gila byangin x keren keren daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s