KNIFE AFTER DARK (Part 2)

MAIN CAST :

1. Kepala Detektif Swasta pria – Park jungsoo (Leeteuk)

2. Detektif Swasta Wanita – Cho Eunhwa

3. Agen Analis Data dan Informasi – Kim Heechul and Lee Donghae

4. Kepala Inspektur Polisi – Hankyung

5. Kepolisian bag. Interogasi – Shindong

6. Intellegent Penyamaran dan Penyelidik – Choi Siwon

7. The Gamblers – Kim Jongwoon (Yesung), Kim Youngwoon (Kangin), Lee Hyukjae (Eunhyuk), Bryan Cho

8. Cho Kyuhyun

9. Kim Soeun

10. Krystal

**********************************


Sore itu, Eunhwa bersiap-siap untuk melakukan tugas pertamanya dalam menyelidiki kasus yang diserahkan padanya. Ia sengaja sedikit berdandan untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya. Dan setelah selesai, ia pun kemudian menatap sejenak dirinya yang berada di depan cermin.

“Perfect, Eunhwa!! Let’s play this game, The Jack Black” katanya berbicara sendiri didepan cermin itu. Sebuah senyum ia sunggingkan sedikit sebelum akhirnya ia keluar dari rumahnya.

Inilah pertama kalinya Eunhwa berhadapan dengan kasus yang mengharuskannya untuk berhubungan langsung dengan para gambler dan dunia gambling. Ia begitu antusias dengan tugas penyelidikannya hari ini.

Eunhwa pun memarkir mobilnya di pelataran parkir disebuah gedung tempat para anggota gambler, termasuk Jack Black menghabiskan waktunya untuk gambling. Dengan langkah pasti, Eunhwa kemudian menuju satu bar tempat para Jack Black berkumpul.

Baru saja Eunhwa sampai di depan pintu masuk bar tersebut, seluruh pria yang berada disana kontan melayangkan pandangan mereka ke yeoja cantik dan anggun tersebut. Berbagai siulan penggoda, panggilan serta godaan-godaan para namja itu tidak membuat Eunhwa berkutik. Kini yang ia fokuskan hanyalah mencari geng Jack Black.

Eunhwa terus membuang pandangannya keseluruh ruangan tersebut. Sampai akhirnya ia melihat seorang namja yang sangat familiar itu. Ya, kini Eunhwa berhasil menemukan tempat duduk para anggota Jack Black karena Eunhyuk yang berteriak memanggil bartender yang berada di samping Eunhwa. Tanpa pikir panjang, Eunhwa pun segera bergegas menuju persinggahan mereka.

“Boleh aku ikut bermain bersama kalian??” kata Eunhwa setibanya di meja anggota Jack Black. Kontan saja seluruh anggota Jack Black menoleh ke arah yeoja itu serempak. Ada tatapan keget, terkejut, dan tidak percaya dari tiap orang dimeja itu. bagaimana tidak, kini seorang yeoja yang sangat cantik dan anggun ini menghampiri mereka dan secara terang-terangan menantang mereka bermain poker.

“Wow..yeoja?? A new comer..” kata Kangin membelalakkan matanya tak percaya begitu ia menoleh ke arah Eunhwa.

Eunhwa pun melirik kearah personil Jack Black satu persatu dan sangat terkejut saat ia menatap salah satu anggota Jack Black yang dikenalnya. Namun, karena tidak ingin merusak semuanya, Eunhwa pun langsung duduk di kursi yang dulunya adalah milik Yesung.

“Okeee.. kayanya bagus juga kalo kita melawan yeoja ini.” Sahut Kangin dengan sangat antusiasnya.

“Hyuk cepat bagikan kartunya.. aku sudah tidak sabar ingin melihat kemampuan nona yang satu ini” Kata Kangin kemudian.

Eunhyuk pun dengan segera mengambil kartu yang ada ditangannya. Baru saja ia hendak mengocok dan membagikan kartu itu, Eunhwa pun menginterupsinya.

“Wait!! Let me check this..” katanya yang segera mengambil kartu dari tangan Eunhyuk. Kontan saja ketiga anggota Jack Black tersebut menatap Eunhwa tidak percaya.

“Apa-apaan kau ini? Seperti orang bodoh saja bertindak seperti itu.” seru Ryan dengan ketus pada Eunhwa

“Ah, Ani.. hanya ingin memastikan bahwa salah satu dari kalian tidak akan bermain curang malam ini.” Balas Eunhwa dengan santainya. Eunhwa terus memeriksa tiap bagian kartu yang diperiksanya kini satu persatu. Memastikan bahwa apa yang ada dipikirannya tidak terjadi.

“Mwo!! Kemana kartu Jokernya?? Mengapa kartu jokernya tidak ada??” Eunhwa mulai menyadari sesuatu.

“What? Untuk apa kartu joker?? Permainan kita tidak membutuhkan kartu joker nona. Jadi untuk apa kau mencarinya? Apa salah jika aku meninggalkan kartu jokernya dirumah?ckck..” kata Eunhyuk kemudian.

“Sudahlah, kau benar-benar ingin main atau hanya ingin mengganggu permainan kami saja? Sudahlah Hyung, cepat bagi kartunya.” Kata Ryan yang terlihat tidak sabar.

Dengan segera, mereka pun bermain. Cukup lama mereka berkutat dengan kartu yang ada di tangan mereka masing-masing. Sampai akhirnya

“Yup, Royal flush..” Kata Eunhwa dengan santainya sambil meletakkan kartu yang dimilikinya dimeja. Ia kini tersenyum puas.

“Mwo!!!! Royal Flush?? Haiishhh… mana mungkin aku bisa kalah dengan seorang yeoja?!?!?” kata Eunhyuk begitu tahu bahwa kali ini ia dikalahkan oleh seorang yeoja yang baru dikenalnya. Kangin dan Ryan yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum penuh arti.

Cukup lama mereka berempat bermain di Joker Head. Dan untuk beberapa kali pula Eunhwa berhasil mengalahkan King of Poker Joker Head, Eunhyuk pada malam ini. Tentu saja, karena mereka tidak pernah tahu bahwa Eunhwa juga merupakan seorang gambler yang sangat handal beberapa tahun lalu sebelum dirinya bekerja sebagai detektif swasta.

KANTOR POLISI SWASTA SEOUL

Eunhwa sedang berjalan menuju ruangan Detektif Leeteuk untuk melaporkan investigasinya semalam. Namun, saat ia melewati ruang Analisis data, seseorang berlari menghampiri dirinya.

“Sunbae.. Eunhwa sunbae..” Eunhwa berhenti dan menoleh ke arah pria yang kini berada di hadapannya.

“Ne Donghae ssi.. Wae kudae?” katanya pada namja itu.

Namja yang bernama Donghae itu pun segera menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Eunhwa dan berkata

“Ada pembunuhan lagi Sunbae. Kali ini korbannya Yeojachingu Yesung, korban pembunuhan pertama. Dan ini alamat pembunuhannya dan berkas-berkas yang sudah ku kumpulkan.”

Eunhwa terkejut menatap Donghae yang ada didepannya. Ia melihat sekilas kertas-kertas yang Donghae berikan kepadanya.

“Arraseo.. Segera kau beritahu Leeteuk, Heechul dan Hankyung untuk menuju kesana. Kalau mereka tanya dimana aku, katakan saja bahwa aku sudah lebih dulu kesana.” Katanya kepada Donghae

“Ne, arraseumnida Sunbae..”

“kamsahamnida Donghae ssi.” Katanya pada Donghae dan segera pergi menuju tempat yang telah ditulis di kertas tersebut.

RUMAH KIM SO EUN

Dengan sigap dan cepat, Eunhwa segera memacu mobilnya menuju tempat kejadian. Tidak butuh waktu lama bagi Eunhwa untuk mencapai TKP karena ternyata tempat yang dituju tidak terlalu jauh dari kantornya. Setelah meminta ijin kepada kepala pelayan rumah dan memperlihatkan lencana detektif yang dimilikinya, Eunhwa segera masuk menuju kamar si korban.

Namun, alangkah terkejutnya Eunhwa saat ia mendapati korban yang dibunuh ternyata juga dibunuh dengan cara yang sama seperti cara pembunuhan Yesung, yakni dengan pisau yang menancap di dada korban dan dengan kartu joker yang berada diatasnya.

Eunhwa segera menyusuri tiap sisi yang berada disekitar korban. Diperhatikan secara detil dan baik-baik semua yang dilihat dengan matanya.

Sedang asik-asiknya Eunhwa memeriksa tempat perkara, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seorang wanita yang sedang menuju ke kamar tempat ia berada.

“Soeun, Noe oddiesso? Ayo kita segera per..gi.” suara wanita mendadak hilang ketika ia melihat keadaan didalam kamar itu.

“Aaaaarrrrggggghhhhhh… SOEUN!!!!!” ia berteriak saat mendapati tubuh wanita yang ternyata Kim So Eun itu sudah tergeletak tidak bernyawa. Ia pun menghampiri mayat Soeun dan segera menatap tajam Eunhwa yang berada di sampingnya.

“Kau?? Kau siapa?? Dan, apa yang kau lakukan terhadap Soeun?” wanita itu menangis dihadapan Eunhwa. Eunhwa yang sedari tadi diam, kini membalas menatap tajam ke arah wanita itu.

“Aku Cho Eun Hwa. Aku detektif dari kepolisian Seoul. Dan aku kesini karena aku mendapat berita bahwa ada seorang gadis dibunuh di ruangan ini.” Kata nya dengan tenang. Tidak berselang lama, Eunhwa pun melanjutkan

“sedangkan kau.. siapa kau?? Dan ada hubungan apa kau dengan wanita ini?”

kini, kedua wanita itu sama-sama saling menatap tajam. Ada sedikit rasa takut di pancaran mata si gadis yang menangis itu.

“Aku..aku Krystal. aku adalah teman nya.” Hanya itu yang dijawabnya.

Tidak lama berselang, Detektif Leeteuk dan rekannya, Heechul dan Hankyung datang ke TKP. Dan mayat wanita yang ternyata adalah Soeun itu langsung dibawa oleh anak buah Hankyung untuk segera diotopsi.

“Eunhwa, ottokhae?? Kudengar wanita itu adalah Kim So Eun. Jinjjayo?” kata Leeteuk yang mengahmpiri Eunhwa.

Eunhwa hanya mengangguk. Ia terus memeriksa tempat tergeletaknya mayat Soeun tadi. Kini seluruh tempat kejadian telah disisir ulang oleh Heechul. Leeteuk pun kemudian segera beralih ke tiap sudut ruangan kamar Soeun. Secara tidak sengaja, ia melihat kearah Krystal yang masih menangis dan bertanya padanya.

“Mianhe, nuguseyo?? Kurasa kau tidak boleh berada disini karena tempat ini sedang diperiksa.” Krystal yang sedang termenung, kemudian tersadar.

“Ah..Mianhamnida. Joneun Krystal imnida. Aku teman dekatnya Soeun dan aku sudah bertemu dengan detektif wanita itu.” katanya sambil menunjuk ke arah Eunhwa.

Leeteuk yang sedari tadi menatap ke arah Krystal kini menatap ke arah Eunhwa dengan tatapan bertanya. Eunhwa yang ditatap seperti itu hanya menganggukkan kepala. Kemudian Eunhwa pun menghampiri Leeteuk.

“Ah, Leeteuk ssi.. kita harus bicara sebentar.” Kata Eunhwa sambil membawa Leeteuk ke tempat yang agak tersudut agar pembicaraan mereka tidak diketahui.

“Ini..” Eunhwa pun menyodorkan sesuatu kepada Leeteuk.

“Mwo?!?!? Joker lagi??” Leeteuk menatap kartu joker yang terdapat noda darah yang kini ada ditangannya itu dengan terkejut. Ada perasaan kesal dan marah dalam diri Leeteuk saat mengetahui kenyataan yang diberikan oleh rekannya tersebut. Leeteuk menghela nafas kesal.

“jadi pelakunya orang yang sama??” tanya nya yang dijawab dengan anggukan oleh Eunhwa.

“Nugu?? Kita bahkan belum mendapat petunjuk sedikitpun dari kasus yang pertama. Dan sekarang sudah muncul lagi kasus yang kedua. Haiisshhh..!!” Leeteuk hanya mengacak-acak rambutnya. Terlihat sekali Leeteuk sedikit frustasi memikirkan kasus unik yang sedang dihadapinya kali ini.

Disaat yang bersamaan, Leeteuk dan Eunhwa tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka barusan.

Saat semua pihak kepolisian sedang mengamati dan memeriksa tempat kejadian perkara, tiba-tiba terdengar suara gaduh seperti orang yang sedang jatuh dan kemudian terdengar suara derap langkah kaki orang sedang berlari. Sontak seluruh orang yang berada di kamar Soeun segera berlari menuju ke pintu depan. Dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui siapa orang yang membuat gaduh tadi.

“Eunhyuk?” kata Hankyung mengawali. Leeteuk, Eunhwa dan Krystal pun saling menatap heran satu sama lain.

“Eunhyuk?? Untuk apa dia disini?” kata Heechul yang kini menimpali.

Leeteuk dan Eunhwa pun terlihat sedang berpikir keras. Dan tak lama mereka kembali dikejutkan dengan suara keras yang berasal dari Krystal.

“DIA!!! Pasti dia orangnya yang membunuh Soeun.. pasti Eunhyuk yang telah membunuhnya!! Aku yakin!!”

Serempak keempat orang anggota kepolisian itu saling menatap Krystal satu sama lain. Mereka terdiam beberapa saat.

“Mwo?! Kau kenal dengan Eunhyuk??” kata Leeteuk pada Krystal. Yang ditanya itu pun mendadak terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab

“ah.. Aniyo.. itu, Mmm..bukannya tadi polisi ini menyebutkan namanya??”  tunjuk Krystal pada Hankyung dan Heechul. Leeteuk hanya menatap tajam yeoja yang gugup itu tak percaya.

“Hankyung ssi, apa kau tidak melaksanakan apa yang ku minta saat itu??” kata Eunhwa tiba-tiba pada Hankyung. Hankyung yang awalnya merasa heran dan bingung dengan pertanyaan Eunhwa, tampaknya tersadar dan mengerti kemana arah pembicaraannya.

“Ne.. tentu saja, aku sudah menugaskan anak buahku seperti yang kau suruh.” Bela nya.

“Lantass..??” balas Leeteuk dengan nada keras meminta penjelasan kepada Hankyung sambil menunjuk ke arah pintu depan tempat Eunhyuk kabur tadi. Kelihatan sekali sorot mata Leeteuk mengisyaratkan tanda tanya yang besar kepada Hankyung.

“Sudah..sudah.. tidak baik kita bertengkar di depan orang awam. Lebih baik kita diskusikan ini di kantor saja. Kajja!” kata Heechul yang berusaha menengahi mereka sambil menunjuk ke arah Krystal. Seperti sudah mengerti apa yang Heechul maksudkan, mereka pun akhirnya menyuruh Krystal pulang dan mereka kembali ke kantor bersama-sama.

KANTOR POLISI SWASTA SEOUL

Di kantor kepolisian, mereka pun segera kembali ke ruangan masing-masing untuk mengerjakan dan menganalisis pekerjaan mereka. Leeteuk, Eunhwa dan Heechul pun segera menuju ke ruangan Analisis Data tempat mereka membicarakan fakta-fakta serta membahas kasus yang telah terjadi.

“Heechul ssi, segera cetak foto tersebut dan berikan hasilnya padaku. Dan jangan lupa, bawakan juga semua foto yang kau ambil di kasus pertama.” Kata Leeteuk pada Heechul yang kini sedang berkutat di depan komputer untuk memasukkan foto kejadian perkara dan mencetaknya.

“Ne.. arraseo.” Jawabnya tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari komputer didepannya.

“Dan kau, Donghae ssi. Segera kumpulkan semua informasi apapun mengenai Yesung, Kim Soeun dan semua anggota Jack Black. Dan berikan hasilnya padaku nanti.” Kini Leeteuk juga menyuruh Donghae untuk mencarikan informasi untuk dirinya.

Leeteuk dan Eunhwa yang sedari tadi duduk di kursi ruangan tersebut terus membaca dan mempelajari semua berkas-berkas yang ada ditangannya.

“Siapa sebenarnya orang ini?? Untuk apa dia menggunakan kartu joker saat membunuh korbannya??” Leeteuk berusaha mencerna semua informasi-informasi yang sudah didapatnya. Namun, ia merasa bahwa informasi tersebut sangatlah minim. Eunhwa yang sedari tadi terdiam pun berkata

“Aku sangat yakin pelakunya bukan salah satu dari Joker Head.” Leeteuk yang sedang ikut terdiam itupun tertegun dengan ucapan Eunhwa barusan.

“maksudmu?? Jika pelakunya bukan dari Geng Joker head, untuk apa ia membunuh Yesung dan Soeun? Untuk apa ia menggunakan Kartu joker sebagai petunjuknya? Dan Untuk apa Eunhyuk tadi datang dan tiba-tiba kabur saat melihat kita, para polisi ada di rumah Soeun? Aku yakin Eunhwa.. aku yakin pasti pelakunya itu Eunhyuk. Aku bingung darimana kau bisa berspekulasi kalau pelakunya bukan Eunhyuk!!” Kata Leeteuk berapi-api.

“Tapi aku juga yakin kalau pembunuhnya itu bukan salah satu anggota Jack Black. Aku juga tahu bahwa bukti yang kita dapatkan sangat sedikit. Tapi percayalah, kita akan menemukannya perlahan-lahan.” Suara Eunhwa juga tidak kalah kerasnya dari Leeteuk.

Baru saja mereka ingin berdebat lagi, Heechul datang dan memberikan hasil foto kejadian yang sudah ia cetak.

“Ini hasil foto hari ini. Dan ini adalah foto saat kematian Yesung” katanya meletakkan fot-foto itu di meja tempat Leeteuk dan Eunhwa duduk.

Kedua orang itupun serempak saling mengamati foto yang kini ada ditangan mereka. Berbagai macam asumsi dan perkiraan kini sudah ada dipikiran mereka masing-masing.

“Leeteuk, coba lihat ini.” Eunhwa memasang wajah serius dan segera menyerahkan dua buah foto yang di genggamnya ke hadapan Leeteuk.

Leteeuk yang juga sedang asik mengamati foto yang di hadapannya kini mengalihkan perhatiannya ke dua buah foto yang ditunjukkan oleh Eunhwa.

“Wae?? Ada apa dengan dua foto ini?” kata Leeteuk sambil terus memperhatikan kedua foto ditangannya sambil berusaha mencari apa yang dimaksud oleh Eunhwa.

“Haishh… kau ini. Coba perhatikan senjata yang digunakan untuk membunuh itu.” perintah Eunhwa yang kini sudah diikuti Leeteuk.

“Wae?? Ada apa dengan senjatanya?? Bukankah itu hanyalah pisau biasa??” Leeteuk ngotot dengan argumennya.

“Ya!!! Leeteuk, tidak kah kau lihat bahwa senjata yang digunakan pelaku untuk membunuh mereka itu sama?! Lihat warna gagang pisau itu dan ukirannya. Ukiran di ujung gagang pisau di kedua foto itu sama.” Leeteuk segera mengalikan pandangannya ke arah pisau yang ditunjukkan oleh Eunhwa.

“ Ne.. aku lihat” kata Leeteuk pelan. Atau lebih bisa dikatakan sebagai gumaman.

Eunhwa yang merasa bahwa Leeteuk sudah mengerti akhirnya Eunhwa menyeringai. Seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Perlahan-lahan, mereka sudah menemukan satu bukti baru yang dapat membantu mereka menemukan pelaku sebenarnya.

“Heechul ssi, tolong kau cari tau tentang pisau ini. Cari tahu dimana benda ini dijual dan siapa pemiliknya bagaimana pun caranya. Aku pergi dulu Leeteuk ssi.. annyeong.”  Eunhwa segera beranjak dari kursi setelah berbicara dengan Heechul dan Leeteuk dan segera pergi dari ruangan tersebut tanpa memperdulikan Leeteuk yang memanggilnya.

***

 DI RUMAH EUNHWA & KYUHYUN

Malam ini, Eunhwa sengaja untuk tidak tidur cepat. Dengan sabar ia menunggu adiknya, Kyuhyun pulang. Namun, hingga pukul 2 malam, Kyuhyun pun tidak menampakkan batang hidungnya. Dengan raut wajah yang cemas, ia segera menyambar ponsel miliknya dan menekan nomor telepon adik kesangannya itu. Tidak ada jawaban dari panggilan tersebut. Sampai pada usahanya yang ketiga ia menghubungi Kyuhyun, terdengar suara pintu rumah mereka terbuka.

“Kyuhyun-ah, dari mana saja kau?? Aku bener-benar cemas.” Katanya segera bangun dari duduknya dan menghampiri dongsaengnya.

Kyuhyun yang baru datang itupun hanya terdiam sambil terus berjalan. Setelah meletakkan tas dan jaket yang di pakainya di kursi, ia pergi ke dapur mengambil minuman untuk dirinya sendiri dan  juga kakaknya.

“Ada apa Noona??” katanya segera menghampiri Eunhwa yang masih berdiri di ruang keluarga sambil mengambil posisi duduk di sebelah Eunhwa.

“Hari ini terjadi kasus lagi… kasus yang sama seperti kasus Yesung kemarin” kata Eunhwa memulai pembicaraan. Kyuhyun hanya terdiam mendengarkan sambil menegak Red Wine yang ada ditangannya.

“Aku sudah tahu.”

Eunhwa tertegun. Ia kini menatap Kyuhyun begitu dalam seolah-olah ingin mengetahui sesuatu yang lebih lagi dari adiknya tersebut.

“Noona tak perlu heran begitu aku tahu darimana. Berita seperti ini sudah pasti akan cepat menyebar di Joker Head.” Jawab Kyuhyun yang sepertinya sudah mengetahui maksud dari tatapan kakaknya.

“Aku mohon, berhati-hatilah Kyunnie.. Ku rasa sudah saatnya kau menjauhi Joker Head. Aku benar-benar tidak ingin sesuatu terjadi padamu.”

“Noona.. yang bermain disana tidak hanya aku. Ia mungkin memang mengincar Yesung. Tapi disana juga masih banyak orang lain. Aku yakin yang diincar pembunuh itu hanya orang-orang tertentu saja. Percayalah, aku bisa menjaga diriku sendiri.” Kyuhyun berusaha meyakinkan kakaknya itu. Kyuhyun menatap Eunhwa yang sedang terdiam dengan tajam. Sedangkan Eunhwa kini malah merasa tidak yakin dengan ucapan Dongsaeng nya itu.

Kyuhyun sadar, saat ini situasinya mulai menegangkan. Kini ada sedikit rasa khawatir yang ternyata juga menghinggapi dirinya. Ia bukan khawatir dengan keselamatannya. Akan tetapi ia lebih mengkhawatirkan keselamatan kakak satu-satunya itu, karena kakaknya itulah yang bertugas langsung di lapangan.  Ia bahkan tahu dengan pasti semua kasus pembunuhan yang selalu diceritakan Eunhwa dan sudah dapat mengetahui rahasia apa yang tersembunyi didalamnya.

“Noona, bisakah Noona ceritakan  kasus yang kedua ini?” kata Kyuhyun memecah keheningan di antara mereka.

Sesuai permintaan Kyuhyun, Eunhwa pun menceritaka semuanya dari awal hingga akhir tanpa sedikitpun bagian yang ditambahkan atau dikurangi.

“Chankaman, Noona. Kau tadi bilang apa?? Krystal?? Kau bilang d rumah Soeun ada Krystal??” Eunhwa yang sedang asik bercerita tiba-tiba terdiam begitu mendengar pertanyaan Kyuhyun. Ia hanya mengangguk.

“Ne.. memangnya kenapa?? Kau kenal dengan yeoja itu??”

“Bukan kenal.. tapi, mm.. aku, aku hanya pernah dengar namanya. Kudengar ia begitu terkenal di Joker Head.  Mmm… apakah Krystal yang kau maksud itu, Krystal mantan pacarnya Yesung??” Tanya Kyuhyun berusaha mencari tahu. Eunhwa pun kembali mengangguk. Baru saja ia akan bertanya, Kyuhyun sudah menjawabnya terlebih dahulu.

“Tidak usah tanya lagi aku tahu darimana. Semua orang di Joker Head juga tahu Krystal dan Yesung pernah berpacaran. Bahkan yang bukan anggota Jack Black pun juga mengetahui rahasia itu koq. Mereka pasangan fenomenal.”

Eunhwa pun hanya bisa ber-oh ria setelah mendengarkan penjelasan dari Dongsaengnya tersebut.

“Noona, berhati-hatilah.. aku rasa mungkin setelah ini akan ada lagi korban berikutnya. Dan jangan terpaku hanya pada orang-orang yang kau curigai sebagai pelakunya. Tapi curigai juga lah orang-orang yang tidak pernah kau duga sebelumnya. Dan jangan pernah lupakan hal terkecil dalam setiap informasi yang kau dapat Noona.” Kyuhyun kini menatap tajam ke arah Eunhwa. Seperti mendapatkan pencerahan, Eunhwa seperti tersadar akan sesuatu.

“Ne.. Arraseo. Gomawo Kyu untuk semuanya.”

Ia pun dengan segera berdiri dan bergegas menuju ke kamarnya. Disana ia tersenyum begitu melihat semua berkas-berkas yang ada di tangannya.

“And all the things will be clear..” katanya sambil bergumam di tengah senyuman manisnya malam ini.

***

KANTOR POLISI SWASTA SEOUL

Pagi hari ini, Eunhwa dengan wajah berseri-seri datang ke kantor dan segera melangkahkan kakinya ke ruang Analis Data.

“Donghae ssi, ottokhae?? Apakah semua data Informasi yang Leeteuk suruh kemarin sudah kau selesaikan??” Eunhwa pun bergegas menghampiri Donghae yang terlihat sedang berkutat di depan komputernya.

“Oh, Ne sunbae.. sedikit lagi selesai.” Balas Donghae sambil melihat ke arah Eunhwa sekilas.

“Oh iya, tolong kau cari juga informasi mengenai.. pssttt..ppsstt..”  Eunhwa terlihat sedang membisikkan sesuatu ke arah Donghae. Seluruh polisi dan Agen analisis data yang berada disitu pun terlihat sedang bingung melihat tingkah Eunhwa yang misterius.

“Mwo?! Memang nya dia siapa Sunbae?? Lalu apa hubungannya dengan mereka?” terlihat Donghae tampak antusias dan sangat ingin tahu mengenai informasi yang di berikan oleh Eunhwa. Sedangkan orang yang ditanya itu hanya tersenyum menyeringai.

“Sudah, cari saja. Nanti juga kau akan tahu. Dan jangan lupa, cari informasi selengkap mungkin. Kalau perlu sampai informasi sekecil-kecilnya.”

“Ne Sunbae. Arraseo..” kata Donghae patuh.

Setelah berdiam sesaat dari ruang Analis data, Eunhwa pun kemudian beranjak pergi dari sana dan melangkahkan kakinya keluar. Baru saja ia hendak keluar pintu, ia berpapasan dengan Leeteuk, rekan detektifnya.

“Oh, Annyeong Leeteuk ssi.”

“Annyeong, Eunhwa.. ada apa kau datang kesini??” Eunhwa hanya tersenyum mendapat pertanyaan dari Leeteuk.

“Ani.. bukan apa-apa. Aku hanya menyuruh Donghae untuk mencari beberapa informasi lagi.”

“Oh.. ne.”

“Sudah ya Leeteuk ssi. Aku harus pergi. Aku mau menemui Siwon dulu.”  Kata Eunhwa yang pamit pada Leeteuk dan segera melangkahkan kaki nya menuju kantor polisi bagian Investigasi yang berada di lantai 2.

Setelah bertanya pada beberapa orang petugas polisi dan mencari orang yang dituju, ia pun segera menuju ke salah satu ruangan yang berada tidak jauh dari ruangan  tempat Eunhyuk di Investigasi terdahulu.

“Annyeong..” sapa Eunhwa ketika membuka pintu ruangan tersebut. Tampak dua orang yang sedang terlibat omongan serius berada didalamnya.

“Annyeong, Eunhwa ssi..” sapa mereka bersamaan.

“Siwon ssi, bisakah kau ikut aku ke ruanganku sebentar?? Ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Kata Eunhwa pada salah satu Agen kepolisian bernama Siwon tersebut.

Siwon adalah salah satu agen kepolisian yang bertugas di bagian Investigasi. Namun, untuk tugasnya, ia lebih banyak bertugas di lapangan sebagai agen Intelegent Penyamaran. Sudah banyak pula kasus-kasus yang di pecahkan oleh Eunhwa dan Leeteuk atas bantuan dari Siwon berkat penyamarannya yang sangat baik dalam mengusut sebuah kasus.

“Oh, Ne sunbae..” Kata Siwon yang langsung berdiri dan menghampiri Eunhwa.

“Ya!! Sunbae, apakah aku juga tidak ikut dipanggil??” tanya salah satu agen yang sedang bersama dengan Siwon tadi. Mendengar hal tersebut, Eunhwa hanya tersenyum melihat tingkah laku rekan dari Siwon.

“Untuk sementara belum, Shindong ssi. Mungkin jika nanti aku harus melakukan interogasi, aku pasti akan memanggilmu. Annyeong..”  Kata Eunhwa mengakhiri. Dan mereka berdua pun meninggalkan Shindong di  ruangannya dan menuju ke ruangan Eunhwa yang berada di lantai 1.

DI RUANG KERJA EUNHWA

“Wae kudae Sunbae?? Apa ada yang harus ku lakukan??” kata Siwon begitu mereka tiba di ruangan Eunhwa. Eunhwa yang baru saja tiba langsung mengambil posisi duduk di kursi kerja nya dan berkata pada Siwon.

“Ne.. aku butuh bantuanmu untuk menyelidiki para Anggota Jack Black. Aku sudah tidak mungkin menyelidiki mereka lagi. Jadi, lakukanlah penyamaran dan masuklah ke komunitas mereka. Aku punya tugas baru yang harus aku lakukan.”

Siwon terdiam sesaat setelah mendengar penjelasan dari Eunhwa. Tidak lama kemudian, ia mengangguk menyetujui tugas  tersebut.

“Ne.. tapi, dari mana aku harus memulainya?? Dan memang apa tugas baru Sunbae??”

“Aku tidak bisa bilang sekarang mengenai tugas baru ku ini. Tapi tugas baru ku ini juga masih berhubungan dengan dua kasus yang terjadi kemarin.” Kemudian Eunhwa pun terlihat berdiri mengambil sesuatu di salah satu meja kerjanya dan memberikannya pada Siwon.

“Ini.. baca dan pelajarilah semua berkas-berkas ini dengan seksama dan teliti untuk memudahkan mu melakukan tugasmu. Dan nanti Donghae akan memberikan sisa Informasi mengenai mereka untukmu. Dan jangan lupa, perhatikan semua gerak-gerik mereka dan informasi apapun yang bisa kau dapat. Terutama Eunhyuk.. kau harus lakukan pengawasan ekstra terhadapnya.”

“Ne Sunbae.. Arraseo.”

Siwon pun membaca sekilas berkas yang diberikan Eunhwa kepadanya. Setelah dirasa paham, Siwon langsung bergegas keluar dari ruangan Eunhwa dan kembali ke ruang kerjanya.

“Gomawo Siwon ssi”

****

Malam harinya, sesuai dengan perjanjian masing-masing, Siwon dan Eunhwa mulai bertugas untuk membuntuti dan mencari melakukan pendekatan dengan orang-orang yang tengah di curigai oleh pihak kepolisian sebagai pihak yang terkait dengan kasus pembunuhan Yesung dan Soeun.

Bermodalkan berbagai macam informasi yang di berikan Eunhwa, Siwon yang bertugas untuk mengawasi dan membuntuti para anggota Jack Black pun segera memulai penyelidikan dan penyamarannya di Joker Head.

Ia pun segera bergegas masuk ke dalam area Joker Head dan mulai mencari targetnya. Namun, alangkah terkejutnya Siwon saat ia memasuki Joker Head, ia hanya menemukan Kangin dan Ryan saja. Target utamanya, Eunhyuk tidak terlihat disana. Ia pun semakin menaruh rasa curiga terhadap Eunhyuk dan dengan segera menghampiri geng Jack Black untuk memulai penyelidikannya.

“Bisakah aku bergabung dengan kalian? Kulihat sepertinya kalian kekurangan orang.”

Siwon menghampiri singgasana yang biasa di tempati oleh para anggota Jack Black. Terlihat sekali kedua orang itu terkejut dengan kehadiran Siwon di tengah-tengah mereka. Tentu saja mereka terkejut. Karena ini bukan pertama kalinya kelompok mereka kedatangan seorang new comer yang menantang mereka untuk bertanding poker, setelah sebelumnya ada Eunhwa yang ‘bergabung’ dengan anggota Jack Black dan mengalahkan mereka dalam permainan poker beberapa waktu lalu. Ryan yang sedari tadi sedang sibuk dengan minuman beralkohol di depannya kini memandang Siwon dengan tatapan tajam dari atas hingga bawah seolah-seolah berusaha mencari tahu siapa Siwon sebenarnya.

“Ah, sebelumnya perkenalkan.. Siwon imnida.. “

“aku harap kau kemari bukan karena sesuatu yang sedang kau cari Siwon ssi..duduklah” kata Ryan dengan sikap dinginnya pada Siwon secara tiba-tiba.

Siwon menatap Ryan dengan pandangan penuh menyelidik. Kedua mata mereka beradu beberapa saat seolah-olah sedang mencari celah untuk mengetahui sesuatu yang sebenarnya. Sedangkan Kangin yang duduk disebelah Ryan hanya terdiam dan menatap mereka berdua tidak mengerti. Sangat jelas bahwa Kangin sangat tidak mengerti tindak tanduk mereka berdua.

Setelah mereka bertiga duduk, suasana dingin dan kaku sontak menyerang tempat duduk mereka. Mereka bertiga terpaku sejenak dalam diam hingga akhirnya seseorang membuka suaranya.

“Baiklah, bisa kan kita mulai bermain sekarang?” Kata Kangin dengan segera membagi kartu yang dihadapannya kepada mereka berdua. Mereka bermain dalam keheningan. Berusaha untuk keluar sebagai pemenangnya. Siwon tahu bahwa ia belum dapat bergerak saat ini. Waktunya untuk mencari informasi belum tiba, karena saat ini yang ia fokuskan hanyalah mengalihkan dan mengambil perhatian Kangin dan Ryan agar tidak ada rasa curiga diantara mereka. Namun sayangnya saat ini Siwon sangat menyadari, bahwa salah seorang yang berada disana tengah menatapnya dan mengetahui siapa dia sebenarnya. Namun ia berpura-pura untuk tidak mengetahuinya.

“Apakah dengan terus melihat kearahku, mata mu bisa menembus kedalam kartuku dan melihat bagaimana bagusnya kartu milikku, Ryan ssi??” Siwon kini menembak Ryan dengan kata-katanya yang dibuat setenang mungkin. Tidak ada jawaban dari Ryan. Ia hanya terdiam tenang dan terus mengalihkan matanya ke arah kartu didepannya dan kearah Siwon.

“Aniyo.. aku hanya ingin memastikan bahwa semua ‘permainan’ ini cepat berakhir dan cepat terungkap hasilnya.” Jawab Ryan dengan gamang sambil kembali menghirup batang rokok ditangannya.

“Ya!! Ryan, kau ini! Kita baru saja main, mana mungkin bisa secepat itu selesai?!” Kangin dengan polosnya pun menjawab semua omongan Ryan. Kangin memang saat ini tidak menyadari bahwa maksud dari ucapan Ryan bukanlah keinginan Ryan agar permainan mereka malam itu cepat berakhir. Melainkan ‘permainan’ yang sedang terjadi saat ini yang melibatkan anggota kepolisian, dirinya dan juga Anggota Jack Black lain.

Hampir 3 jam lamanya mereka bertiga berkutat dengan kartu yang ada di tangan mereka. Tentu saja, Gambling memang merupakan permainan yang sangat menyenangkan bagi orang-orang yang senang dengan tantangan dan taruhan. Kali ini, Siwon dan Ryan sedang beruntung karena mereka kini sama kuat. Mereka telah memenangkan beberapa kali permainan malam ini. Berbeda dengan Kangin yang hanya mampu memenangkan pertandingan sebanyak 3 kali malam ini.

“Haisshh!!! Kenapa sial sekali aku malam ini?!” Kangin mengacak-acak rambutnya. Mengutuk dirinya atas setiap kekalahan yang di terimanya. Tampak sekali ia sangat kesal dengan permainannya juga dengan kartu yang dimilikinya. Sia-sia sudah lembaran uang yang ia bawa malam ini, karena sudah pasti uang-uang tersebut telah berpindah ke tempat Siwon dan Ryan.

“kau bukan sial, tapi lebih tepatnya, kau memang tidak bisa bermain poker seperti ini hyung!” Ryan terlihat menyindir Kangin dengan tatapan dan senyuman evilnya. Siwon yang meihat tingkah laku mereka mau tidak mau ikut tertawa medengar ucapan Ryan.

“YA!! Jangan sombong kau Ryan. Kalau Eunhyuk ada disini, kurasa ia yang akan mengalahkan mu dan Siwon. Kemampuan kalian tidak sebanding dengannya. Ishh.. sombong sekali kau ini!”

Mendengar Kangin menyebut nama Eunhyuk, Siwon merasa inilah kesempatannya untuk mencari informasi mengenai mereka dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut.

“Eunhyuk? Memang dia kemana? Bukankah ia juga anggota Jack Black?” tanya Siwon setenang mungkin sambil meneguk White wine yang ada di depannya.

“Mwo? Eunhyuk? Yaah, sudah 2 hari ini dia tidak bermain lagi disini. Aku sendiripun juga tidak tahu ia kemana. Di rumahnya dia tidak ada, Handphonenya pun juga tak bisa dihubungi.” Jawab Kangin memberi penjelasan. Siwon yang mendengar itu pun hanya mengangguk pelan beberapa kali.

“Apa Eunhyuk pernah menghilang  seperti ini sebelumnya?? Kudengar dia sangat terpandang di tempat ini..” lanjut Siwon.

“Ani.. aku rasa ini pertama kalinya Eunhyuk bertingkah aneh seperti ini. Aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Dan seperti yang kau bilang, Eunhyuk memang orang terpandang di tempat ini. Yaahh.. kau tau kan? Dia itu King of Gambler! Dan jangan lupakan juga predikatnya sebagai Cassanova.”

“Cassanova??” Tanya Siwon mengulangi pernyataan Kangin.

“Ne.. Eunhyuk terkenal sebagai Playboy di tempat ini. Banyak wanita yg sudah pernah diajaknya kemari. Salah satunya bernama Krystal. Mereka juga sempat mendapat predikat sebagai pasangan yang sensaional.” Ryan yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bergabung dalam pembicaraan mereka berdua.

“Mwo?! Apa maksudnya?”

“Ya!! Siwon ssi, Sepertinya kau ingin sekali tahu tentang Eunhyuk! Apa jangan-jangan kau mau memata-matai kami ya?!”  terlihat sekali Kangin sudah mulai merasa risih dengan segala pertanyaan Siwon yang memintanya dan Ryan untuk menjelaskan semuanya. Dan pertanyaan Kangin itupun sukses membuat Siwon terkejut. Penyamarannya nyaris saja terbongkar.

“Ah.. ani. Aku hanya merasa cerita kalian sangat menarik. Makanya aku ingin tahu kelanjutannya.” Untungnya Siwon berhasil mengalihkan pikiran dan perhatian Kangin. Sehingga untuk sementara Kangin tidak berpikiran apa-apa lagi mengenai pertanyaan-pertanyaan Siwon.

Setelah itu, mereka bertiga masih tetap terus melanjutkan permainan poker mereka, sampai suatu saat, Ryan pamit pulang terlebih dahulu pada mereka berdua. Dan kini, didalam meja tersebut hanya tinggal tersisa Siwon dan Kangin.

Merasa ini kesempatan emas, Siwon tidak menyia-nyiaka kesempatan keduanya untuk mengorek lebih detil lagi informasi mengenai Eunhyuk, dan semua orang-orang yang terlibat didalam kasus yang sedang diselidikinya.

Siwon pun dengan terang-terangan mengajak Kangin untuk berjalan-jalan diluar dengan alasan menikmati udara tengah malam dan mengbrol untuk saling mengenal satu sama lain.

“Kangin ssi, boleh aku bertanya sesuatu padamu?? Chogi..aku masih penasaran dengan cerita mu soal Eunhyuk yang ternyata seorang cassanova itu.hehehe..” sahut Siwon sambil terkekeh. Kangin menoleh ke pria disampingnya. Terlihat ada rasa ragu untuknya sejenak apakah ia akan menceritakan semuanya atau tidak. Sampai akhirnya ia menghela nafas dan memulai cerita semuanya.

“Hufh.. ternyata sebegitu menariknya kah Eunhyuk dimata semua orang? Sampai-sampai mereka sangat tertarik dengan kisah asmaranya.. Baiklah! Kau masih ingat kan dengan wanita yang kuceritakan bernama Krystal tadi??” tanya Kangin yang kemudian hanya dibalas anggukan oleh Siwon.

“Yah, dialah wanita yang menjadi kekasih Eunhyuk awalnya. Seperti yang kau tahu, mereka itu pasangan yang fenomenal. Mereka sangat serasi. Sampai akhirnya Krystal putus dari Eunhyuk, dan tidak lama setelah mereka putus, Krystal pun resmi berpacaran dengan Yesung. Hal itu pun membuat Eunhyuk sangat marah dengan Yesung. Karena sebenarnya saat itu Eunhyuk masih sangat menyayangi Krystal. Dan kau tahu?? Sebenarnya tidak hanya berpacaran dengan Yesung dan Eunhyuk saja. Namun juga denganku dan juga dengan Ryan.” Jelas Kangin memelankan sedikit suaranya.

“Mwo?! Jadi maksudmu, Krystal kalian jadikan seperti piala bergilir??” Tanya Siwon tidak percaya. Kangin mengangguk bangga. Ia juga tidak lupa menjelaskan bahwa Eunhyuk juga membenci Yesung karena seluruh wanita yang pernah dipacari oleh Eunhyuk selalu jatuh ke tangan Yesung. Dan tidak lupa cerita-cerita mengenai anggota Jack Black lain dan hubungan mereka dengan Soeun dan sesama anggota Jack Black lain.

Siwon dan Kangin saat ini tidak menyadari, bahwa sedari tadi, seseorang sudah mengikuti mereka sejak dari Joker Head hingga saat ini. Orang tersebut bahkan sudah mendengar seluruh cerita-cerita yang di ceritakan oleh Kangin barusan. Ada rasa cemas dan takut didalam dirinya bahwa mereka, para pihak kepolisian, akan menemukan dirinya sebagai pelakunya. Rasa ingin membunuh pun kembali merasuk didalam diri orang itu. Hal itu membuatnya segera berbalik pergi meninggalkan Siwon dan Kangin didepannya secara diam-diam. Sayangnya, orang itu bahkan tidak menyadari bahwa cerita Kangin saat itu sebenarnya belumlah selesai..

-TO BE CONTINUE-

5 thoughts on “KNIFE AFTER DARK (Part 2)

  1. Keren ffnya…
    Aku suka apa lg ada kim so eunnya…
    Tp sayang kim so eun udah meninggal😥

    d tunggu klanjutannya!!

  2. Jiahhh
    kyu jd seorang penasehat bagi kakaknya ya…
    Haha bagus jg sih,,kyu kan mang pinter,,,
    tau gak eonni aku bc FF ini tuh kyak lg nonton film bioskop di tv haha
    ada video yg berjalan di luar kepalaku hhaahaa…
    Aku bc ngebayangin scra SEMPURNA
    FFnya seruuu >.<
    part 3nya dah ada lom ya
    Let's check!!!

  3. Jangan sampe si kyucho meninggal😥
    Btw, author.. itutuh black jack apa jack black?? jadi bingung😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s