THE CIRCLE of REVENGE (Part 1)

Seorang Pria sedang berjalan cepat memasuki Merci C200 yang sudah menjemputnya di depan Loby perusahaan yang dikelolanya. Dengan terburu-buru, ia dan pengawalnya segera melajukan mobilnya ke kediamannya.

Di jalan, tidak jauh dari tempat mobilnya melaju, sebuah mobil BMW M3 lain diam-diam sedang mengikuti nya dari belakang. Didalam mobil itu tampak juga seorang pria yang sedang terduduk diam memikirkan rencana jahat yang akan dilakukannya oleh pria itu.

“Baiklah, Mr. Lee.. Kalau kau tidak mau menyerahkan barang itu, maafkan aku jika aku harus menggunakan cara kekerasan untuk merebutnya.” Katanya dengan sinis yang ditujukan untuk tuan Lee yang berada di mobil Merci didepannya.

Begitu Tuan Lee sampai di rumahnya, ia segera bergegas turun dari mobilnya. Dan mobil BMW yang dibawa oleh rivalnya itu kini terparkir persis didepan pagar rumah kediaman Tuan Lee.

“Bisa kita menghabisinya sekarang tuan??” tanya si Pengawal pria jahat itu yang kini berada di sebuah motor dibelakang nya melalui sebuah alat ditelinganya.

“Nanti dulu.. jika ia sudah berjalan menuju pintu masuk, baru kita jalankan rencana kita. Kau bersabarlah terlebih dahulu.” Kata Tuannya. Saat ini terlihat Tuan Lee sedang berbicara dengan seorang pria yang menjadi pengawalnya selama ini. Begitu selesai, pria yang bernama Tuan Lee itu langsung menuju pintu masuk rumahnya. Namun, Tuan Lee tidak menyadari, bahwa bahaya sedang mengancam keselamatannya saat itu .

“Baiklah.. lakukan sekarang dan jangan sampai ketahuan oleh orang lain!!” perintah Si pria Jahat. Dengan gerak cepat, orang yang disuruh oleh pria itu pun langsung bergerak cepat. Tangannya yang telah memegang Magnum F92 itu pun segera mengarahkannya ke tubuh Tuan Lee dari belakang. Dan begitu tuan Lee hendak masuk kedalam rumah, tiba-tiba..

DOORRR!!!!

Tubuh Tuan Lee seketika ambruk ditempat. Darah bercucuran dari tubuhnya. Seluruh pengawal, satpam rumahnya, hingga keluarganya pun keluar rumah dan menghampiri Tuan Lee yang sudah sekarat. Para pengawal Tuan Lee segera berlari keluar rumah untuk mengejar pelaku penembakan tersebut. Namun sayang, mereka tidak menemukan siapa-siapa disana, karena orang tersebut sudah pergi dengan mengendarai motornya dengan kecepatan kilat.

“APPAAAAAAA…!!!” teriak seorang anak laki-laki berusia 10 tahun didepan rumahnya begitu melihat ayah nya sudah terbujur kaku dengan darah masih terus mengalir dari tubuhnya. Baik dirinya maupun ibunya hanya bisa menangis keras melihat orang yang begitu mereka cintai sudah terbujur kaku tidak terselamatkan.

“Appa.. jangan pergi!! Appa jangan tinggalin aku!! Jebal Appa, Ireona!!” anak laki-laki itu masih terus berusaha memanggil-manggil ayahnya. Ia begitu terpukul dengan kejadian yang menimpa ayah kesayangannya.

Keesokan paginya, berita mengenai kematian Tuan Lee menjadi sebuah pemberitaan yang sangat besar di Koran-koran maupun stasiun televisi dalam negeri. Tuan Lee merupakan seseorang yang sangat dihormati di Negaranya karena dedikasinya terhadap kemajuan ilmu teknologi di Korea Selatan. Anti virus yang ia ciptakan begitu diakui oleh pemerintah. Selain itu, perusahaan Software tempatnya bekerja saat ini juga sangat berkembang dan mampu menjadi satu-satunya perusahaan Software yang begitu terpercaya. Oleh karena itu, banyak spekulasi yang mengungkapkan bahwa kematian Tuan Lee dilakukan oleh orang-orang yang menjadi rival bisnisnya.

Di rumah Duka, saat ini banyak sekali orang-orang serta para pejabat dan pengusaha penting datang menghadiri pemakaman Tuan Lee. Seluruh keluarganya masih sangat terpukul dengan kepergiannya. Terlebih lagi anak laki-laki satu-satu nya yang dimiliki Tuan Lee. Ia masih sangat shock dengan kejadian kemarin malam. Air mata kini tidak lagi mengalir dari kedua matanya. Akan tetapi air mata kesedihan anak itu telah mengendap di dalam hatinya dan berubah menjadi sebuah dendam yang akan ia bawa sampai ia dewasa nanti.

“Appa, Geok Jeongmal Appa! Aku janji sama Appa akan membalaskan dendam Appa. Aku janji akan mencari orang yang sudah membuat Appa pergi!! Aku janji Appa.. Yaksokhae..” katanya begitu dingin dalam hatinya..

***

13 TAHUN KEMUDIAN

Sebuah Jaguar XJ hitam sedang melintas kencang diikuti dengan Hyundai Grandeur di belakangnya menuju ke sebuah tempat di jalanan kota Seoul. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari saat dua mobil itu terus melaju kencang membelah kegelapan malam yang cukup dingin. Sampai pada akhirnya, mereka sampai di sebuah rumah tempat mereka dan beberapa orang temannya berkumpul menghabiskan waktu. Disana sudah terlihat sebuah BMW sport X5 sudah terparkir didepannya. Kedua pria yang baru sampai itu pun langsung turun dari mobilnya masing-masing.

“YA!! Hyukkie, Kemana yang lainnya?? Sepi sekali..” sahut pria pertama yang baru saja keluar dari mobilnya, disusul kemudian pria kedua yang dipanggil Hyukkie itu, juga baru saja keluar dari Hyundai Grandeurnya dan menghampiri si pria pertama.

“Entahlah… biasanya jam segini mereka juga sudah berisik. Tapi kali ini hanya Kangin saja yang baru datang.” Jawab pria itu sambil menunjuk mobil BMW sport X5 yang sudah terparkir manis di halaman. Rumah itu sebenarnya adalah rumah milik Kangin yang sudah tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, Kangin memutuskan untuk menggunakan rumah tersebut sebagai tempat berkumpul bagi ia dan teman-temannya. Tidak berselang lama, sebuah BMW E60 M5 biru memasuki halaman rumah diikuti oleh mobil Peugeot 207 merah dibelakangnya.

Kedua pria itu pun turun dari mobilnya dan menyapa dua orang temannya yang sudah menunggu mereka di halaman.

“YA!! Kyuhyun-ah, mobil baru??” sahut Eunhyuk. Pria yang dipanggil Kyuhyun itu hanya tersenyum sombong sambil berpura-pura mengelus bodi mobil BMW E60 M5 nya bangga.

Beberapa menit kemudian, mereka berempat pun segera berjalan masuk kedalam rumah tersebut. Dan ternyata sudah ada Kangin yang sedang duduk sambil meminum Jack Daniels yang ada dihadapannya.

“Ya!! Mengapa kalian lama sekali Hah?? Aku sudah menunggu daritadi tahu!!” sahut Kangin pada teman-temannya. Mereka berempat pun segera memulai kegiatannya masing-masing. Ada yang langsung mengambil gelas dan botol bir lagi untuk diminumnya, ada yang menjatuhkan diri di sebuah kursi panjang yang terletak di ruangan tersebut, bahkan ada juga hanya terduduk diam tidak melakukan apa-apa.

“Donghae-ya.. ada apa denganmu?? Kenapa hari ini tidak semangat sekali?” seru Kyuhyun pada pria yang sedang merebahkan dirinya di sofa. Terlihat ia memejamkan matanya dan menutupnya dengan lengan kananya.

“Aish.. pasti karena masalah biasanya.” Sahut pria yang sedang menghisap rokok ditangannya. Donghae yang mendengar salah seorang temannya berbicara seperti itu, membuka matanya dan langsung menegakkan posisi duduknya.

“Hari ini tepat 13 tahun kematian Appaku..” seru Donghae lirih. Keempat temannya yang mendengar ucapannya langsung terdiam. Mereka sama-sama menatap Donghae hampa. Ada rasa kasihan dalam diri mereka melihat temannya masih begitu terpuruk mengingat kejadian naas 13 tahun yang lalu.

“Hae..” salah satu temannya kemudian menghampiri Donghae dan duduk disampingnya, menepuk pundaknya sebagai bentuk solidaritas persahabatan mereka. Mereka berempat sangat mengetahui watak Donghae. Walaupun ia sangat keras kepala, egois, dan mudah emosi, namun dibalik itu semua Donghae memiliki hati yang sangat lembut. Ia sangat mencintai kedua orang tuanya, terlebih lagi ayahnya. Bagi Donghae, ayahnya adalah panutan bagi dirinya. Oleh karena itu, mereka berempat sangat memahami jika Donghae mendadak berubah menjadi sosok yang begitu rapuh seperti anak kecil yang haus akan kasih sayang.

“YA!! Eunhyuk-ah.. Nan Gwaenchana. Kau tidak usah memasang wajah seperti itu. Aku mau tertawa rasanya!” seru Donghae mencoba ceria didepan sahabat-sahabatnya.

“Bersabarlah Hae.. kami akan membantumu mencari pelakunya sampai ketemu. Kau tidak sendiri!” sahut seorang pria yang sedang merokok tadi.

“Ne.. Gomawo Heechul hyung”

***

Ya, Donghae ternyata adalah anak laki-laki satu-satu nya Tuan Lee yang terbunuh 13 tahun lalu. Donghae lah yang saat itu sudah berjanji akan membalaskan dendam ayahnya dan mencari tahu pelaku sebenarnya. Selama 13 tahun ini, polisi sama sekali tidak mampu menemukan pelaku pembunuhan Tuan Lee. Orang yang menembaknya saat itu pun ternyata ditemukan sudah menjadi mayat dirumahnya. Ia dibunuh oleh pengawal Pria jahat itu.

Selama ini Donghae bukannya tidak pernah berusaha untuk mencari tahu berbagai macam informasi mengenai pembunuhan ayahnya. Namun, informasi yang didapatnya sangatlah sedikit. Banyak piha-pihak yang sepertinya menutup-nutupi masalah ini.

Akibat masalah tersebut, Donghae pun kini tumbuh menjadi anak yang sangat keras kepala. Sifatnya tidak lagi manis seperti saat ayahnya hidup dulu. Ia kini juga sangat kurang kasih sayang, dikarenakan ibu nya juga harus bekerja meneruskan usaha ayahnya yang ditinggal dahulu, sehingga ia tidak memiliki banyak waktu untuk Donghae. Selain keras kepala, egois, Donghae juga sudah mulai mencoba mabuk-mabukan, merokok, bahkan hingga terlibat suatu pertengkaran dengan beberapa musuhnya, dan ia juga sangat ringan tangan. Kini Donghae menjadi anak yang brutal. Beruntung, Donghae bertemu dengan keempat temannya saat ini, Heechul, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Kangin. Karena mereka lah, Donghae sudah mulai merubah sikap tempramennya,Walaupun tindakan yang dilakukan Geng nya itu juga selalu membuat masalah dan resah masyarakat sekitar. Sikap Donghae yang sangat keras kepala dan ringan tangan itu juga sudah mulai berkurang berkat seseorang. Seseorang yang sudah mengambil hatinya selama setahun belakangan ini..

***

DI SEBUAH RUMAH DI JALAN APGEUJONG

Dua orang gadis tengah berkutat di dapur dengan cake tiramisu buatannya yang sudah siap untuk dihias. Terlihat senyum puas mengembang di wajah manis mereka.

“Minnie, Gomawo sudah mau membantuku membuat cake ini. Yesung Oppa pasti suka” sahut gadis manis itu pada gadis disebelahnya yang masih menyematkan beberapa soft cake di cake tiramisu buatan mereka.

“Chomaneyo, Aerin-ah.. makanya, kau belajarlah memasak. Aku tidak akan tanggung jawab ya jika nanti Yesung Oppa jadi menyukaiku yang pintar masak ini daripada pacarnya sendiri.hehehe..” balas Gadis itu.

“YA!!! Hyemin-ah!! Awas saja kalau kau berani merebutnya dariku!!” Aerin memasang wajah juteknya dan berpura-pura berkacak pinggang memarahi Hyemin, sepupunya sendiri. Mereka tertawa bersama dan saling mengoleskan whipe cream di wajah keduanya dan hampir saja membuat kue yang sudah mereka buat susah payah menjadi hancur berantakan. Dan tidak berselang berapa lama, bunyi klakson mobil membuyarkan kegiatan kedua gadis itu.

“Omoo.. Yesung Oppa sudah datang.. Aigoo, aku masih belepotan cream seperti ini! Minnie, kau temui Yesung oppa dulu yaa. Aku mau ganti baju sebentar. Arraseo?!” sahut Aerin pada Hyemin dan langsung beranjak ke kamarnya. Sedangkan Hyemin, yang hanya terkena sedikit cream di wajahnya segera mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya dan segera menghampiri orang yang sedari tadi sudah menekan bel pintu rumah mereka.

“Annyeong Oppa..” Sahut Hyemin pada laki-laki dihadapannya. Namja itu terlihat sangat tampan. Badannya yang tegak serta pakaiannya yang berbeda dari biasanya menyempurnakan penampilannya sore itu.

“Annyeong Hyemin-ah.. Aerin ada??” tanya Pria itu.

“Ne.. dia sedang ganti pakaian. Masuk lah dulu.. Oppa tidak bertugas??” Tanya Hyemin sambil berjalan ke dapur dan mengambilkan minuman untuk Yesung.

“Aku sedang libur.. lagian untuk sementara kasus yang sedang kutangani ini tidak terlalu berat. Karena aku dibantu banyak pihak.” Jelas Yesung saat Hyemin datang membawakannya minuman. Sambil menunggu Aerin yang masih berganti pakaian, Yesung dan Hyemin pun mengobrol sebentar tentang kegiatan-kegiatan mereka.

Yesung, adalah kekasih Aerin. Mereka sudah menjalin kasih selama 3 tahun lamanya. Profesi Yesung adalah seorang petugas kepolisian, dimana ia bertugas sebagai salah satu agen FBI bagian Korea Selatan bersama dengan beberapa rekannya. Oleh karena kesibukannya yang selalu menuntutnya untuk bekerja ekstra, Aerin dan Yesung menjadi sangat jarang bertemu. Namun, Aerin merupakan orang yang sangat pengertian, sehingga ia selalu mencoba sabar dan tetap mendukung karir yang memang sudah dicita-citakan oleh Yesung sedari dulu. Setiap kali ada kesempatan bertemu pun, Yesung dan Aerin selalu menghabiskan waktu mereka seharian untuk berjalan-jalan, makan malam, pergi kesuatu tempat, atau bahkan hanya menghabiskan waktu dirumah melakukan pekerjaan bersama. Seperti kali ini, Yesung dan Aerin akan menghabiskan waktu mereka berdua di rumah, karena hari ini adalah hari jadi mereka yang ketiga.

“Oppa, mianhe membuatmu menunggu” sahut seorang wanita yang ternyata adalah Aerin. Setelah mereka saling mengecup pipi satu sama lain, giliran Hyemin yang pamit untuk berganti pakaian. Ia juga sedang menunggu seseorang. Hyemin sadar diri, saat ini Aerin dan Yesung butuh waktu untuk berdua saja melepaskan rindu. Mereka  sudah hampir 2 minggu tidak bertemu. Jadi wajar jika mereka berdua ingin bercerita banyak satu sama lain.

“Neo Oddiega Minnie??” Tanya Yesung saat melihat Hyemin yang sudah rapi dengan balutan dress cokelat dan sweater putihnya serta high heels yang juga berwarna senada dengan sweater yang dipakainya.

“Aku mau pergi Oppa.. memangnya kalian saja yang akan berkencan?! Lagian, aku tidak ingin mengganggu waktu kalian berdua.” Sahut Hyemin tersenyum usil. Tidak berapa lama, suara Klakson mobil kembali terdengar dari luar rumah. Hyemin pun langsung pamit pada Yesung dan Aerin dan segera menuju pintu depan untuk menemui pria yang sudah ditunggunya itu.

Begitu tiba dipekarangan rumah, Seorang pria terlihat keluar dari Jaguar XJ hitam miliknya. Senyumnya terus mengembang melihat Hyemin, gadis yang begitu dicintainya itu berlari kecil menghampiri dirinya. Dipeluknya erat gadis itu dan dikecupnya kedua pipinya sebelum akhirnya mereka berjalan masuk kedalam mobil.

“Donghae Oppa.. Kita mau kemana?” tanya Hyemin. Pria yang ternyata adalah Donghae itu hanya tersenyum misterius.

“Rahasia.. kau pasti suka tempatnya. Kajja..” ajak Donghae yang langsung merangkul Hyemin menuju mobilnya.

Hyemin dan Donghae telah menjalin kasih selama setahun lebih. Hyemin lah gadis yang selama ini mampu mengubah tempramen dan sifat ringan tangan Donghae. Kasih sayang yang Donghae rindukan selama ini sudah ia dapatkan dari Hyemin. Namun, sayangnya Hyemin sama sekali tidak mengetahui watak asli Donghae dan semua kejahatan-kejahatan atau masalah yang pernah dihadapinya. Bahkan semua masalah Donghae yang pernah sampai ke pihak kepolisian pun ditutupi dengan sangat rapi oleh Donghae.

Di dalam rumah tersebut, Yesung dan Aerin terus memperhatikan pasangan yang baru saja masuk kedalam mobil tersebut. Aerin hanya senyum-senyum melihat perlakuan Donghae terhadap Hyemin. Sedangkan reaksi berbeda ditunjukkan oleh Yesung. Ia terdiam begitu melihat siapa pria yang ternyata menjadi kekasih Hyemin.

“Jagi, namja itu, benar namjachingu Hyemin?? Bukannya dia itu… Donghae??” tanya Yesung berusaha memastikan. Aerin mengangguk mantap.

“Ne Oppa.. Waeyo?? Kau mengenalnya??”

“Aniyo.. ada yang harus aku ceritakan padamu. Ini mengenai Donghae.” Yesung pun kemudian menuntun Aerin untuk duduk kembali. Disana, Yesung menceritakan semuanya mengenai Donghae dan sesuatu yang mampu membuat Aerin sedikit terkejut.

“Jinjja Oppa?? Oppa tidak bercanda kan??” Sahut Aerin tidak percaya.

“Ne.. oleh karena itu, lebih baik kau katakan pada Hyemin untuk tidak lagi berpacaran dengannya. Aku hanya tidak ingin Hyemin sampai celaka nantinya.” Jelas Yesung. Aerin hanya mengangguk mengiyakan. Baginya itu adalah tugas yang sangat berat, karena selama ini ia begitu mengenal Donghae sebagai pribadi yang baik dan sangat ramah juga sopan padanya. Aerin kini berpikir keras bagaimana ia bisa mengatakan semuanya pada Hyemin sepupunya agar Hyemin tidak kecewa.

***

TENGAH MALAM DI RUMAH KANGIN

Saat ini, Donghae dan keempat temannya sedang berkumpul untuk membahas suatu masalah. Tadi sore, saat ia sedang berkencan dengan Hyemin, Donghae mendapat telepon dari orang Suruhannya bahwa mereka sudah menemukan pelaku yang membunuh ayahnya 13 tahun lalu.

“Jinjja?? Nugu??” Tanya Heechul sambil melotot.

“ Ternyata dia adalah rival appaku terdahulu. Hmmm.. kalau tidak salah, dia bermarga Zhou. Ia salah satu rival terbesar Appa. Kudengar juga, dulu ia mempunyai sebuah perusahaan yang juga bergerak dibidang software. Namun sayangnya, usaha mereka bangkrut karena kesalahan tuan Zhou sendiri. Saat itu ia sengaja menciptakan sebuah virus komputer yang cukup berbahaya. Awalnya ia bermaksud memasukkan virus itu ke seluruh software yang sudah diciptakan oleh Appa, namun usaha nya itu tidak berhasil. Virus tersebut berhasil dilumpuhkan berkat anti virus Ciptaan Appa. Dan setelah diselidiki, ternyata Tuan Zhou lah biang keladinya. Dan setelah kejadian itu, seluruh usaha Tuan Zhou dibekukan oleh pemerintah sehingga membuatnya bangkrut. Ku rasa karena itu lah ia menjadi dendam pada Appa. Ia ingin sekali merebut dan menghancurkan antivirus yang Appa ciptakan”  Jelas Donghae panjang lebar sambil mengenang masa-masa saat bersama ayahnya terdahulu.

“Lantas?? Dimana dia sekarang?? Apa kita perlu menghabisinya sekarang??” Kangin terlihat semangat.

“Setelah membunuh pria yang disuruhnya untuk membunuh ayah, Tuan Zhou sekeluarga pindah ke Jepang dan mengganti seluruh identitas mereka. Dan kudengar, karena kasus Appa ku ini sudah ditutup, mereka sekeluarga kembali lagi ke Korea. Tapi Aku rasa, kita tidak perlu menghabisnya Kangin-ah..” jawab Donghae

“Mwo?! Kenapa jangan?? Apa kau mau membiarkan orang yang sudah membunuh Appa mu itu bebas berkeliaran begitu saja Hah??”

“Ani, bukan begitu. Tuan Zhou ternyata sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Walaupun begitu, dendamku masih belum terbalaskan. Aku rasa, aku mempunya cara lain yang cukup ampuh..” Donghae menyeringai. Terlihat senyum Evil mengembang diwajahnya.

“Ottokhae????” tanya Eunhyuk dan Kyuhyun bersamaan. Donghae menatap teman-temannya satu persatu secara bergantian.

“Kalau dulu ia membunuh dan mengambil Appa dari ku, maka kali ini aku akan membunuh dan mengirimkan anaknya ketempat dia berada sebagai pembalasan ku.” Donghae menyelesaikan kalimatnya. Ia mencoba menerawang mencari cara yang terbaik untuk menjalankan rencananya. Mereka berempat pun segera berunding satu sama lain.

***

DI KANTOR KEPOLISIAN SEOUL

Saat ini, Yesung sedang berunding dengan beberapa temannya mengenai pertemuannya dengan Donghae waktu itu. Ia bahkan kini menjelaskan dan menyuruh rekan-rekannya untuk tetap mengawasi Donghae beserta teman-teman segenk nya agar mereka tidak lagi membuat masalah seperti sebelum-sebelumnya.

Donghae dan teman-temannya memang merupakan musuh besar para anggota kepolisian di daerah Seoul. Semua tindakan dan tingkah laku Donghae selalu saja membuat resah masyarakat sekitar. Sudah banyak sekali kasus-kasus yang membuat para pihak kepolisian berurusan dengan Donghae dan kawan-kawan mulai dari kasus perusakan, tabrak lari, balapan liar, hingga perkelahian antar sesama kelompok pembuat onar lain. Namun, beruntungnya Donghae, ia tidak pernah masuk ke dalam penjara lebih dari dua hari. Semua ini berkat pengacara yang disewa oleh keluarga Donghae dan alasan kehormatan yang dimiliki oleh Ayah Donghae terdahulu. Selain itu, semua kebrutalan yang dilakukan oleh Donghae dan teman-temannya tidak terlepas dari sikap Donghae yang ingin membela diri. Oleh karena itu, Donghae tidak pernah merasakan dinginnya penjara dalam waktu yang lama.

“Leeteuk ssi, ini beberapa informasi yang harus kau ketahui.” Sahut seseorang masuk kedalam ruangan sambil memberikan seberkas kertas yang ada di tangannya. Orang yang bernama Leeteuk pun langsung menerima dan membaca berkas-berkas yang diberikannya itu.

“Gomawo Ryeowook ssi.”

Sesudah melihat dan mempelajari berkas-berkas yang diberikan oleh salah satu anggota bagian Investigasi data yang bernama Ryeowook tadi, Leeteuk dan Yesung seperti langsung tersadar sesuatu. Mereka langsung berbisik-bisik seperti merundingkan sesuatu. Sampai pada akhirnya, Leeteuk yang menjadi ketua detektif disana menyuruh beberapa rekannya untuk melakukan investigasi dan pengawasan.

“Baiklah.. Untuk Yesung dan Hangeng kutugaskan kalian mengawasi Donghae dan rekan-rekannya. Sedangkan Kibum dan aku, kita berdua bertugas untuk mengawasi dia. Aku tidak ingin sesuatu hal buruk yang pernah terjadi beberapa tahun lalu kembali terjadi lagi! Kalian paham maksudku kan??”

“Ne.. Arraseumnida..” jawab mereka serempak.

Setelah arahan dan petunjuk yang diberikan oleh Leeteuk, seluruh anggota kepolisian yang bertugas itu langsung bergerak bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.

***

Malam harinya, setelah perundingan bersama dengan teman-temannya, Donghae pun langsung menjalankan rencananya. Ia dan Kyuhyun saat ini sedang menuju ke suatu Club di salah satu pusat kota. Begitu tiba disana, mereka berdua pun segera masuk ke dalam. Dentingan music yang begitu keras, tawaran-tawaran dari beberapa wanita penghibur, tawaran minuman-minuman beralkohol tinggi pun tidak mereka hiraukan. Tujuan mereka malam ini hanya satu, yaitu bertemu dengan seseorang yang sedang menjadi target kejahatan mereka.

Sedangkan di luar Club, sebuah mobil Suzuki Kizashi Ecocharge baru saja memasuki halaman parkir tempat tersebut. Dan tidak lama berselang, keluarlah seorang pria bertubuh tinggi tegap dan berwajah tampan memasuki bar dengan dikawal oleh dua orang pria berbadan besar dibelakangnya. Pria itu tampak sedang sedang berjalan menuju kursi singgasana yang biasa ia tempati untuk menghabiskan waktunya. Seperti biasa, tidak lupa dipesannya pula Pink Vodka Martini kesukaannya sebagai teman bersantainya disana.

Donghae dan Kyuhyun yang sedang duduk di meja bar, masih melempar pandangan mereka kesegala arah, mencari sosok yang mereka cari selama ini. Dan hanya dalam waktu beberapa menit saja, pandangan mata mereka tertuju pada salah seorang pria yang sedang duduk bersama dengan dua orang wanita di kiri dan kanannya.

“Hae.. itu!” tunjuk Kyuhyun pada Donghae. Donghae melihat kearah yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. Ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menyeringai jahat kepada orang yang menjadi incarannya tersebut.

“Kajja kita kesana!!” ajak Donghae pada Kyuhyun. Mereka berdua pun segera bergegas menghampiri pria itu. Begitu mereka sampai didepan Pria itu, Donghae dan Kyuhyun tanpa basa basi langsung mengambil posisi berdiri tepat didepan pria tersebut.

“Hai Zhou mi..” sapa Donghae berpura-pura ramah. Pria yang ternyata bernama Zhou mi itupun langsuung menoleh kearah Donghae dan Kyuhyun yang memanggilnya. Kesal karena kegiatannya dengan gadis-gadis disampingnya terganggu oleh mereka berdua, Zhou mi langsung menunjukkan wajah tidak sukanya pada Donghae dan Kyuhyun.

“Nuguseyo??” Tanya Zhou mi. Kyuhyun yang baru saja hendak maju untuk menjawab pertanyaan Zhou mi, langsung ditahan oleh Donghae.

“Ah, Mianhe.. perkenalkan, Lee Donghae imnida. Dan yang ini adalah temanku, Cho Kyuhyun.”

“Heuh.. Ada apa kalian mencariku?? Maaf aku tidak memiliki urusan dengan orang-orang seperti kalian.” Ucap Zhou mi sombong. Donghae yang sudah sangat muak dengan tingkah laku Zhou mi masih berusaha untuk bersikap tenang. Ia tidak ingin memancing pertengkaran yang dapat membuatnya rugi sendiri.

“Baiklah.. aku akan menjelaskan maksud kedatanganmu. Tapi, bisakah kau ikut dengan kami?? sepertinya musik disini terlalu bising. Aku rasa pasri kita tidak akan bisa berbicara dengan baik”. Teriak Donghae untuk mengimbangi suara musik Club yang begitu bising. Tanpa menaruh rasa curiga sama sekali, Zhou mi dan para pengawalnya pun langsung mengikuti Donghae dan Kyuhyun yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu.

Dan begitu mereka sampai ke tempat parkir, Heechul, Kangin, dan Eunhyuk yang sudah berjaga-jaga disana pun langsung menjalankan tugas mereka masing-masing. Kebetulan suasana tempat parkir di gedung tersebut sangat sepi. Mereka sengaja memilih tempat yang tidak memiliki kamera pengintai agar memudahkan Donghae dan kawan-kawan menjalankan rencana mereka. Kangin pun berusaha mengalihkan perhatian para pengawal Zhou mi dengan berpura-pura menabrak salah satu dari mereka. Para pengawal yang awalnya tidak terima itupun langsung berusaha menghajar Kangin. Mereka berdua terlibat adu hantam. Baru saja pengawal kedua Zhou mi hendak membantu temannya, Eunhyuk keluar dari tempat persembunyiannya dan membantu Kangin menghajar pengawal yang satunya. Pukul-pukulan pun terjadi satu sama lain. Eunhyuk nyaris saja terkena injakan dari si pengawal, namun untungnya ia berhasil mengelak dan mematahkan serangan pengawal tersebut dengan tekel nya. Sedangkan Kangin, masih berusaha mencari titik lemah lawannya. Ia terus mengahajar wajah si pengawal tersebut, hingga akhirnya ia berhasil mematahkan lehernya hanya dengan sekali gerakan.

Zhou mi yang melihat hal itu hanya berteriak panik. Ia berusaha meminta tolong pada Donghae dan Kyuhyun yang ada didepannya.

“Hei.. mengapa kalian diam saja?? Cepat bantu para pengawalku!!!” sahutnya keras.

Donghae dan Kyuhyun hanya terdiam. Mereka tersenyum sinis pada Zhou mi. Baru saja Zhou mi hendak menarik paksa Donghae dan Kyuhyun, tiba-tiba dari belakang Zhoumi merasakan seseorang sedang merangkul lehernya dan menempelkan sesuatu yang sangat dingin dan berbau menyengat ke hidungnya. Ia mencoba berontak, namun tidak bisa. Kini kesadarannya pun lama kelamaan semakin memudar hingga akhirnya  benar-benar menghilang.

“Good Job, Heechul!!” sahut Donghae pada rekannya yang kini sudah menampilkan smirk diwajah manisnya.

– TO BE CONTINUE-

17 thoughts on “THE CIRCLE of REVENGE (Part 1)

  1. Aku sudah baca….
    Hahahaha…..
    Akhirnya bs baca jg
    seruuuuuuuuuuuuuuuuuu
    part 2 menanti untk d baca
    lanjottt…

  2. keeerrrreeeennnnnn!!!
    ahh ya ampuuuunnn..
    donghae ko jahat sih?? tapi gapapa deh. cocok2 aja ko..

  3. Aigooo… aku suka!!! mantap nihhh, mobil2ny juga keren2 walahhhh… lngsung next part ahhh…

  4. kerenttt !!! ><
    menarik bgt ceritanya thorr heheh ^^ mian ya author baru bisa baca skg ,jd gaenak sama authorr nya yg kmrent uda promote di wall fb akuh tau nya baru skg dibaca ^^a mianhae jeongmal mianhae T_T #bow #bow #bow
    dan goamwo ya thor atas ff nyaa ,semangat trus buat ff nyaa ya authorr ^^v

  5. Omo,hae jadi anggota geng.padahal mukany kn mellow abis.kasian jg sh gegara bapaknya yg ninggal,karakter hae jdi keras kepala.gimana reaksi hyemin klo tau hae itu sering berurusan ma polisi.

  6. Sungguh menariiiiiiiik *Excited* ke-2 biasku berada dipihak yg berbeda (bc: YeHyuk) *Abaikan*
    Walaupun jahat tapi aku dukung Hae buat balas dendam. Dan apa ini, Yeye jadi anggota FBI? kereeeen.

    oia, aku nemuin beberapa typo tadi. Untuk alur, gaya bahasa, n penulisan buatku gak ada masalah. *Sok*

  7. thor aku baru nemuin blog ini._. masih berlaku ga ya kalo minta pwnya?hehe aku suka sama ceritanya walaupun haenya jd org jahat;’) hehe

  8. hahahahaa heechul dapet job plg gampang😀
    huaa kangppa amazing!! bisa matahin tu leher bodyguard wkwkk…
    unyuuk oh noo hahaa hampir aja lo ke injek bang xD

    great! bgs bgt critanya author.. liat dr foto nya aku mkir pmbnuh nya papa yesung. eh salah xD wkwkwkkk

    tapi knpa hyemin ga tau kjahatan donghae sama skali?? ya wlwpun donge pinter nyembunyiin smuanya, tapi kan dia trkenal slalu meresahkan masyarakat. apa hye ga dnger dari orang” gitu ??

    ya! yesung oppa! ngomong apa lo sm aerin?? gosipin hae yg gak” ya.??? bkal heboh ni haemin :3

  9. Hmmmm dendam kesumat Donghae Oppa…. Jd penasaran, lanjut baca ya…. G bs bnyk koment,,,, cos blm aq trlalu nyambung critanya….

    Well, gaya penulisanya bgs Unnie…..

  10. donghae adalah oppa q yg lembut kq dsni krakterx jdi bad boy……
    dy cow manis lmbut dan pnyayang jdi g bosa byangen haeppa yg badboy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s