PARK SISTER LOVE STORY (Part 4 of 4)

PARK SUNG CHAN

Seorang gadis sedang berjalan terburu-buru memasuki sebuah gedung yang berada di pusat kota Seoul tersebut. Tampak sekali ia sedang mengejar waktu, karena sedari tadi selalu melihat kearah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Sepertinya ia akan telat masuk kelas pagi ini. Untung saja, dirinya dapat dengan tepat waktu masuk ke dalam kelas bersamaan dengan Dosen yang juga masuk ke kelas yang sama dengannya.

“Channie, kemana saja? Tumben kau telat.” Sahut seseorang di sebelahnya yang ternyata adalah sahabat baiknya.

“Hufh.. aku kesiangan. Kemarin karena terlalu asik belajar, aku baru tidur jam 4 pagi.” Jelasnya yang kemudian hanya di jawab ‘Ooo’ oleh temannya itu. Selama pelajran berlangsung, gadis itu sama sekali tidak dapat berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran yang diberikan Dosennya. Ia terlalu lelah, matanya terlalu berat untuk dibuka. Sampai akhirnya, pelajaran pun selesai dan ia langsung mengambil tasnya buru-buru keluar dari kelas. Namun, baru saja ia hendak berjalan meninggalkan kelasnya, sebuah tangan menghentikan langkahnya.

“Sungchan, Oedigayo?? Jangan pulang dulu. Temani aku sebentar ke gedung KBS yaa.. Jebal…” pinta sahabatnya.

“Mwo?? Ya!! Krystal, mau ngapain kesana?? Aniyo.. aku lelah. Aku mau tidur dirumah” sahut gadis yang ternyata bernama Sungchan tersebut. namun, Krystal tidak berhenti sampai disitu. Ia masih terus memaksa Sungchan sampai ia benar-benar menuruti permintaannya.

“Jebaaalll…” Krystal memasang tampang imutnya, berusaha agar Sungchan Luluh

“Haishh… arraseo.. Arraseo.. Kajja!!” Krystal berteriak senang. Iapun langsung menarik tangan Sungchan dan segera menaiki mobil Krystal untuk langsung menuju ke gedung KBS yang menjadi tujuan mereka.

Sepanjang perjalanan, Sungchan malah tertidur dan meninggalkan Krystal yang terdiam sendirian. Sungchan terlalul lelah jika harus menghabiskan waktu perjalanan mereka dengan mengobrol. Waktu tidurnya belum cukup dipenuhinya kemarin malam. Begitu sampai di gedung KBS, Krystal membangunkan Sungchan yang masih terlelap dan mau tidak mau mendapatkan sedikit omelan darinya.

Sungchan dan Krystal pun segera memasuki gedung tersebut dan menuju lift yang berada tidak jauh dari loby.

“Krys, kita mau ngapain sih kesini??” Tanya Sungchan kesekian kalinya saat mereka berada di dalam lift. Sungchan agak sebal dengan sikap Krystal yang tidak mau menjawab pertanyaannya. Berkali-kali bahkan sepanjang perjalanan tadi, Krystal sama sekali tidak menjawab tujuan mereka datang ke gedung tersebut.

Sampai akhirnya, mereka tiba di lantai 10. Krystal masih terus menggandeng tangan Sungchan dan berjalan menuju kesebuah ruangan. Begitu tiba, Krystal langsung membuka pintu ruangan tersebut dan langsung masuk kedalam. Sungchan yang tidak tahu menau apapun terkejut saat melihat siapa yang berada di dalam ruangan ruangan tersebut. Ternyata didalam sana sudah terdapat beberapa orang yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

“Oppa… Mianhe, lama menunggu.” Sahut Krystal pada salah satu pria disana. Pria yang dimaksud itupun hanya tersenyum menghampiri Krystal yang ternyata adiknya.

“Gwaenchana saeng.. ya sudah, mana titipan Oppa?” pinta pria berlesung pipi itu tersenyum manis pada adiknya. Krystal kemudian membuka tas nya dan mengaluarkan sesuatu didalamnya dan memberikan benda yang ternyata sebuah kepingan CD. Sungchan yang merasa diacuhkan oleh sahabatnya itu langsung berdehem agar mereka berdua sadar bahwa masih ada orang di samping mereka.

“Oh iya.. hampir lupa. Oppa, kenalkan ini teman kuliahku. Channie, kenalkan dia itu kakak ku.” sahut Krystal. Saat melihat pria yang dimaksud Krystal sebagai kakaknya itu, sempat terlintas seseuatu di pikiran Sungchan. Ia seperti pernah melihat pria tersebut. Namun walaupun ia berusaha keras, sayangnya ia tidak bisa menebak siapa pria tersebut.

“Channie-ah.. waeyo?? Kenapa malah bengong?” sahut Krystal membuyarkan lamunan Sungchan. Sungchan kontan terkejut dan dengan salah tingkah ia memperkenalkan dirinya pada pria didepannya.

“Eh.. Mianhe.. Sungchan imnida..”

“Ne.. Park Jungsoo imnida.. tapi panggil saja aku Leeeteuk Oppa” sahut pria itu sambil tersenyum manis pada Sungchan.

“Nah, Channie.. Oppa ku ini salah satu anggota Super Junior. Oppa ini sebagai leadernya” jelas Krystal. Sungchan yang mendengar nama Super Junior pun langsung tertegun dengan pembicaraan Krystal.

“Jinjja?? Kenapa aku tidak pernah tau?” Tanya Sungchan. Krystal dan Leeteuk yang mendengar pertanyaan Sungchan langsung terdiam. Mereka berdua heran dengan sikap Sungchan yang seakan-akan tidak pernah mendengar atau bahkan mengetahui nama ‘Super Junior’.

“Kau sama sekali tidak tahu Super Junior? Apa kau tidak pernah mendengar atau melihatnya ditelevisi?” Tanya Leeteuk dengan wajah cukup serius.

“Aniyo.. tentu saja aku kenal dengan kalian, Oppa. Aku juga sering memperhatikan kalian jika ada kalian di televisi. Hanya saja, Mianhe kalau aku masih belum hapal dengan wajah-wajah kalian. Langian aku tidak menyangka kalau ternyata kalian juga berada satu grup dengan kakakku.”

Kini giliran Krystal dan Leeteuk yang tertegun heran dengan perkataan Sungchan barusan. Mereka berdua terlihat saling menatap satu sama lain. terlebih lagi Leeteuk. Ia jelas saja tidak mengerti dengan perkataan Sungchan barusan. Setahu Leeteuk, semua member Super Junior memang ada yang memiliki adik perempuan, namun ia sudah mengenal semua adik dari para member. Sedangkan Sungchan, jangankan tahu siapa kakaknya, bertemu dengannya saja juga baru kali ini.

“Mwo?! Maksud mu apa?? Memang siapa kakakmu yang berada di Super Junior?? Karena setahuku, hanya 4 orang gadis yang menjadi adik dari member kami.” Leeteuk meminta penjelasan.

“Ah.. Mianhe Oppa.. Aku memang menyuruh Oppa ku untuk menyembunyikan identitasku. Kalau aku beritahu siapa orangnya, Oppa pasti mengerti dan sangat mengenalnya.”

“Nugu??” Tanya Leeteuk dan Krystal bersamaan. Keliatan sekali raut wajah mereka yang tidak sabar.

“Dia itu member yang saat ini sedang focus ke dunia actingnya Oppa. Kibum Oppa.. Dia itu kakakku.” Jawa Sungchan akhirnya. Leeteuk dan Krystal sama-sama terdiam. Mereka tidak dapt menutupi rasa keterkejutan mereka.

“Jinjjaro?? Omoo.. Channie kenapa kau tidak pernah cerita kalau Kibum itu Oppa kau??”

“Ne.. kenapa Kibum tidak pernah cerita pada kami kalau dia punya adik perempuan? Kami kira Kibum itu anak tunggal” sahut Leeteuk dan Krystal yang masih tidak percaya. Karena sudah terlanjur ketahuan, akhirnya Sungchan pun mau tidak mau menceritakan semuanya pada Leeteuk dan Krystal. Dan sialnya, tidak hanya dua kakak beradik itu yang mendengarkan ceritanya. Tapi juga para anggota Super Junior lain yang juga berada disana. Itupun juga dikarenakan Leeteuk yang memanggil mereka semua untuk berkumpul dan mendengarkan semua cerita-cerita Sungchan.

***

DI RUMAH

Sungchan baru saja hendak merebahkan dirinya dikasur, saat tiba-tiba pintu kamarnya diketuk seseorang dari luar.

“Sungchan-ah, Oppa boleh masuk??” Tanya seorang pria yang ternyata adalah Kibum kakak satu-satunya itu.

“Ne.. masuk aja Oppa. Gak dikunci!” sahut Sungchan malas-malasan. Sungchan pun langsung terduduk di tempat tidurnya saat melihat kakaknya berjalan menuju tempat tidurnya. Sungchan sepertinya sudah tahu apa yang akan dibicarakan Kibum.

“Ada apa Oppa?? Oppa mau marahin aku gara-gara aku cerita ke semua orang kalau aku dongsaeng Oppa?” tembak Sungchan langsung. Pria yang mendengar perkataan Sungchan terang saja langsung tertawa sambil mengacak-ngacak rambut yeodongsaengnya tersebut.

“Ya!! Oppa baru juga masuk dan belum sempat duduk, kau malah sudah nyerocos panjang lebar seperti itu..hahaha.. Aniyo.. Oppa tidak marah koq. Oppa hanya ingin mendengar ceritanya saja, bagaimana bisa semua member Suju akhirnya tahu kalau kau ini Yeodongsaeng Oppa?” jelas Kibum sambil memberikan senyum manisnya pada Sungchan.

Dan akhirnya, mau tidak mau, Sungchan pun menceritakan semua cerita detailnya pada Kibum alasan ia mau tidak mau menceritakannya pada semua orang dari awal hingga akhir. Termasuk pertemuannya dengan Leeteuk dan para anggota Super Junior lain yang membuatnya begitu terkesan.

“Begitu Oppa ceritanya.. Ternyata mereka semua gila ya Oppa. Aku tidak menyangka, namja-namja yang selalu aku lihat begitu berkharisma dan begitu keren di atas panggung ternyata memiliki ‘sedikit’ kelainan pada jiwa mereka. Hehehehe..” Sungchan terkekeh saat mengingat pertemuannya dengan para anggota Super Junior tadi siang.

Namun, dari semuanya itu hanya satu yang membuatnya begitu terkesan hingga saat ini. Entah mengapa ia merasakan ada hal aneh yang berada dalam dirinya saat ia melihat Leeteuk, Leader Super Junior tersebut. Ada sesuatu hal yang sangat berbeda saat dirinya melihat Leeteuk. Ia tahu bagaimana sifat Leeteuk diatas panggung dan bagaimana cerita hidup Leeteuk sampai ia menyandang gelas sebagai ‘Leader terbaik’ dari semua anggota Boyband atau Girlband. Ia juga sering sekali mendengar cerita dari Krystal bagaimana sifat Leeteuk jika berada dirumah. Namun entah kenapa, Sungchan merasa ada sesuatu yang ‘spesial’ didalam dirinya saat pertama kali bertemu dengan Leeteuk tadi. Tapi sayangnya Sungchan tidak pernah tahu hal apa itu.

“Channie.. Ya!! Channie.. gwaenchanayo??” Tanya sebuah suara yang membuyarkan lamunannya. Sungchan melihat tangan Kibum sedang dikibas-kibaskan didepan wajahnya.

“Ah.. ani Oppa.. Gwaenchana..”

“Ada apa denganmu?? Kalau mau cerita, cerita saja..” Tawar Kibum. Sungchan terdiam sejenak, menimbang-nimbang apakah dia akan bercerita atau tidak. Dia tahu Kibum adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak berbicara. Dia juga bisa dibilang sebagai pendengar yang baik. Sampai akhirnya Sungchan memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Kibum.

“Oppa.. menurut Oppa, Leeteuk Oppa orangnya seperti apa sih?” Tanya Sungchan hati-hati. Ia terlihat waspada terhadap reaksi Kibum nantinya.

“Mwo?! Leeteuk hyung?? Ada apa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Aaaaahhhh.. jangan bilang kau suka padanya! Benar kan?” tebak Kibum. Sungchan berusaha mati-matian menghindar dan menyangkal. Namun tetap saja ia tidak bisa mengelak dari Kibum. Wajahnya yang memerah saat mendengar ucapan Kibum barusan itu lah bukti nyatanya.

“Ya!! Bagaimana bisa kau menyukai pria yang lebih pantas menjadi adjusshi mu dibanding pacarmu?? Hahaha..” Kibum meledek Sungchan dan sukses mendapat lemparan bantal dari Sungchan.

“Ya sudah, Oppa keluar sana dari kamarku!” kata Sungchan berpura-pura marah.

“Hehehe.. Mianhe, Dongsaeng. Oppa kan hanya bercanda. Baiklah, hmm..menurut Oppa, Leeteuk hyung itu orang yang sangat dewasa. Mungkin selama ini banyak orang sering melihat dia bertingkah seperti anak kecil atau bertingkah gila. Tapi sebenarnya dia menyimpan begitu banyak beban di pundaknya. Kau tahu kan kalau menjadi leader itu tidak mudah? Nah, itulah yang sering dirasakan Leeteuk Hyung. Namun satu hal yang membuat Oppa bangga padanya, Leeteuk hyung tidak pernah menunjukkan kelelahannya pada kami.” Sungchan tertegun dengan pembicaraan Kibum barusan. Memang, selama ia bersama Leeteuk, ia melihat Leeteuk begitu ceria dan selalu bercanda dengan adik-adiknya di Super Junior. Namun, Sungchan tidak menyangka kalau ternyata Leeteuk berusaha menutupi semua keresahan di hatinya.

***

Semenjak pertemuan awalnya dengan Leeteuk, Sungchan merasa ada sesuatu yang lain pada dirinya setiap kali ia berhadapan dengan Leeteuk. Dia sendiri bahkan tidak mengetahui apa itu. Yang jelas, setiap kali ia bertemu dengan Leeteuk, ada rasa yang membuatnya ingin mengenal Leeteuk lebih jauh.

Sungchan sendiri tentunya tidak mungkin meminta bantuan pada Krystal, adik Leeteuk. Walaupun mereka sahabat dekat, tapi Ada rasa tidak enak dalam dirinya jika Krystal sampai tahu maksud dirinya untuk mendekati Leeteuk. Hal yang berbeda justru berada pada diri Krystal. Ia justru merasa ada yang berbeda saat melihat tatapan Sungchan, sahabatnya, pada Leeteuk, kakaknya. Ia belum mau menyimpulkan arti tatapan itu, namun yang jelas, ada satu misi yang kini dimiliki oleh Krystal sehubungan dengan dua orang yang begitu penting di hidupnya itu.

DI INHA UNIVERSITY

Sungchan sedang asik membaca sebuah buku yang dibawanya dari rumah saat sebuah suara mengagetkannya.

“Yak!! Krystal, kau ini..” gadis yang ternyata adalah Krystal itu pun hanya tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang berderet rapi pada Sungchan.

“Channie, pulang nanti kita main ke rumah ku yaa?? Jebaalll…” pinta Krystal yang merengek pada Sungchan. Sungchan yang masih asik dengan buku kesayangannya itu menatap Krystal penuh tanda tanya meminta penjelasan.

“untuk apa?? Shireoh!! Kalau kau tidak memberitahukan tujuanmu menyuruhku kesana, aku tidak mau! Lebih baik aku pulang”. Sungchan memeletkan lidahnya dan kembali tenggelam dalam bacaannya.

“Haish.. sudah ikut saja yaaa.. Aku akan memberitahukan semua yang ingin kau ketahui tentangnya.” Jawab Krystal. Sungchan menoleh kembali pada Krystal. Ia benar-benar tidak mengerti dengan omongan Krystal barusan. Baru saja Sungchan ingin menanyakan maksud omongan Krystal, gadis itu sudah meletakkan jari telunjuknya di bibir Sungchan, untuk menyuruhnya diam.

“Ssstt.. Tidak perlu bertanya!! Pokoknya kau HARUS datang ke rumahku!! Kalau kau menolak dan banyak bertanya lagi, aku akan memutuskan persahabatan kita! Arraseo?!” jelas Krystal sambil mengedipkan sebelah matanya dan segera meninggalkan Sungchan yang masih terdiam kebingungan.

Selama pelajaran, Sungchan tidak dapat berkosentrasi. Entah mengapa, hari ini ia sama sekali tidak bersemangat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Han Songsaenim. Pikirannya tidak sedang dikelas. Ia terus menerka-nerka, untuk apa Krystal begitu ngotot ingin sekali membawanya ke rumahnya. Belum tuntas rasa penasarannya terhadap tingkah laku Krystal tadi pagi, kini pikiran Sungchan secara tidak sadar melayang kearah seorang pria yang sudah beberapa waktu ini menghiasi pikirannya. Sungchan sampai saat ini masih sangat penasaran dengan Leeteuk. Ingin sekali ia mengenal lebih dalam pribadi Leeteuk yang sebenarnya. Namun, ia sadar, karena terbentur jarak umur mereka yang cukup jauh sehingga ada rasa sungkan bagi Sungchan untuk mengetahui semuanya.

Selesai kuliah, Krystal tanpa babibu langsung menarik tangan Sungchan dan segera membawanya kedalam mobilnya untuk dibawa ke rumahnya. Begitu mereka sampai disana, ternyata secara kebetulan juga Leeteuk sedang pulang ke rumah mereka.

“Oppa.. kau pulang??” sahut Krystal saat melihat Leeteuk sedang duduk santai di ruang keluarga sambil memejamkan mata mendengarkan music. Leeteuk hanya membuka mata dan melihat sekilas kearah Krystal adiknya. Namun, kemudian ia segera terduduk tegak begitu melihat siapa yang berada dibelakang adiknya itu.

“Annyeong Oppa..” sapa Sungchan pada Leeteuk. Leeteuk yang terlihat gugup hanya melemparkan senyum manisnya pada Sungchan. Kali ini terlihat raut wajah Leeteuk yang memerah. Ia salah tingkah.

“Oh.. Annyeong Sungchan-ah.. kalian sudah pulang?” tanya Leeteuk kikuk.

“Oppa.. sedang apa Oppa dirumah?? Aku daritadi bertanya pada Oppa yaaa..” Krystal menekankan suaranya. Tampak sekali ia gemas dengan kakak laki-lakinya itu.

“Oh.. ne.. Mianhe.. aku.. Aku mau pulang. Memangnya tidak boleh??” Leeteuk menjawab pertanyaa Krystal, namun dengan tatapan yang sesekali masih tertuju pada Sungchan. Sedangkan Sungchan sendiri, ia hanya mampu mencuri-curi pandang pada Leeteuk. Namun ia lebih banyak menunduk untuk menghidari mata Leeteuk. Kegugupan mereka berdua ternyata dilihat oleh Krystal. Dengan senyum evil yang mengembang diwajahnya, Krystal pun menjalankan sebuah rencana manisnya.

“Ya sudah, Channie, aku ganti baju dan membuat minuman untuk kau dulu ya.. kau tunggulah disini bersama Teukie Oppa.. Oppa, aku titip Sungchan yaaa..”

“Eh.. Tap.. Tapi..” sahut Leeteuk dan Sungchan bersama. Krystal langsung menuju kelantai atas, dan selama itu pula, wajahnya tidak berhenti-hentinya tersenyum puas.

Sedangkan Sungchan dan Leeteuk yang ditinggal Krystal berdua diruang tamu hanya terdiam kikuk. Rasa canggung melingkupi mereka berdua. Sadar bahwa sedari tadi Sungchan masih berdiri, Leeteuk pun langsung menyuruh Sungchan untuk duduk dan disusul ia yang mengambil posisi disebelahnya. Mereka terdiam beberapa saat.

“Ehm.. bagaimana kabarmu?? Hmm.. bagaimana juga dengan Kibum?” sahut Leeteuk akhirnya membuka percakapan. Sungchan yang awalnya ikut terdiam, menoleh pada Leeteuk dan tersenyum.

“Baik-baik saja Oppa.. Kibum Oppa juga baik. Hanya saja, sepertinya ia masih betah bergelut dengan skrip-skrip tebal itu. Bagaimana dengan kabar Oppa sendiri?? Oppa tidak bekerja?” kata Sungchan. Leeteuk hanya mengangguk.

“Ne.. aku juga baik-baik saja. Kebetulan aku sedang off, jadi kuputuskan untuk pulang ke rumah sebentar.” Jawab Leeteuk.

Obrlan-obrolan ringan pun mengalir begitu saja dari mulut mereka berdua. Tanpa terasa, hanya dalam waktu beberapa menit, mereka berdua sudah larut dalam obrolan yang cukup menarik. Yah, walaupun rasa canggung masih sedikit menghinggapi diri mereka berdua.

Krystal yang ternyata sudah selesai ganti pakaian dan membuat minuman sengaja mengintip mereka berdua terlebih dahulu. Ada senyum puas tersungging di wajah manisnya. Segudang rencana kini sudah penuh didalam otaknya untuk membuat kedua manusia itu menjadi lebih dekat.

“huuffhh… Channie, Oppa, kalau kalian masih canggung seperti ini lagi, aku tidak akan tinggal diam. Arraseo?!” kata Krystal begitu pelan pada dirinya sendiri. Ia pun segera menuju ke ruang keluarga dan mengantarkan minuman untuk mereka berdua.

***

Hari-hari berikutnya, Sungchan dan Leeteuk sudah mampu menguasai diri mereka berdua jika mereka bertemu satu sama lain. Baik Leeteuk maupun Sungchan sudah mampu memulai pembicaraan terlebih dahulu. Hal ini tentu saja menjadi suatu keuntungan untuk Krystal, karena memang dari awal Krystal bertujuan untuk mendekatkan mereka berdua. Dia lah satu-satu nya yang sangat ngotot untuk membuat Leeteuk dan Sungchan bersama.

Hari ini, Krystal sengaja mengundang kembali Sungchan untuk datang makan malam ke rumahnya. Ia pun juga tidak lupa menyiapkan pakaian yang sangat cantik bagi Sungchan untuk dipakainya malam nanti.

“YA!! Krystal, apa-apan ini?? Shireoh!! Aku tidak mau pakai ini..” kata Sungchan menggeser kotak berisi sebuah dress berwarna peach dihadapannya.

“Haish… Channie, aku kan mau mengundangmu makan malam nanti. Kau harus memakanya! Apa kau tega menolak pemberianku?? Aku sudah susah payah memilihkannya untukmu tau!” Krystal pura-pura cemberut. Sungchan sudah sangat membenci jika Krystal sudah merajuk seperti sekarang. Wajahnya benar-benar seperti anak kecil.

“Ya tapi untuk apa?? Aku kan hanya makan malam saja. Tidak perlu serapi itu kan??” Elak Sungchan berusaha terus menghindari permintaan Krystal.

“Iya, aku mengerti. Tapi boleh kan sekali-sekali aku melihat kau berpakaian seperti ini? Jangan hanya kaos dan jeans saja.” Akhirnya setelah perjuangan kerasnya berdebat dengan Krystal, Sungchan pun mau tidak mau mengalah untuk kesekian kalinya pada Krystal dan menuruti semua permintaannya.

MALAM HARI

Malam harinya, Sungchan bersiap-siap dirumahnya untuk makan malam dirumah Krystal. Saat ia sedang merapikan dan menata rambutnya, seseorang mengagetkannya dibelakang.

“Omoo.. Nae Dongsaeng Odiega?? Cantiknyaaa… coba kalau setiap hari selalu memakai dress seperti itu.” Ucap seseorang didepan pintu kamar Sungchan yang terbuka. Sungchan melirik tajam kearah pria itu melalui cermin didepannya.

“Oppa ga usah cerewet deh.. mengganggu aja.” Sahut Sungchan ketus pada pria yang ternyata adalah Kibum, kakaknya.

“Haish… Oppa kan hanya berkata jujur. Kau mau kemana?? Menemui Leeteuk Hyung kah??” tanya Kibum penuh selidik. Sungchan sempat terdiam begitu mendengar nama Leeteuk disebut. Entah kenapa, perasaannya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Sampai ia tersadar sesuatu dan menepuk dahinya.

“Aigooo… kenapa aku bodoh sekali?!! Pantas saja Krystal mati-matian memintaku memakai baju sialan ini.” Gerutu Sungchan pelan namun masih bisa terdengar oleh orang lain.

“Mwo?! Apa yang kau bicarakan??” Kibum bingung melihat tingkah adik satu-satunya itu. Tanpa memperdulikan dan menjawab pertanyaan Kibum terlebih dahulu, Sungchan langsung mengambil tasnya dan berlari keluar untuk segera pergi ke rumah Krystal.

***

Sesampainya di rumah Krystal, Sungchan sangat terkejut, karena tidak hanya Krystal dan orang tuanya yang berada disana. Namun juga Leeteuk,  beberapa anggota Super Junior lainnya, dan…

Sungchan begitu terkejut saat melihat satu pria yang sangat dikenalnya.

“Kibum Oppa?????” Sungchan tidak percaya dengan pengelihatannya barusan. Pikirannya masih melayang kemana-mana.

“Hehehe.. kau kaget ya??” seru Kibum menghampiri adiknya itu bersama dengan Krystal dan Leeteuk disampingnya.

“Oppa.. Gimana bisa Oppa..?? Tadi kan…” saking bingung dan terkejutnya, Sungchan sampai tidak mampu menyelesaikan kata-katanya dengan baik. Kibum, Krystal dan Leeteuk hanya dapat tersenyum. Sampai akhirnya Krystal beridiri disamping Sungchan dan menjelaskan semuanya.

“Channie, mian ya kami mengagetkanmu.. aku tidak hanya mengundangmu saja. Tapi juga aku sengaja mengundang Kibum Oppa untuk makan malam bersama kita. Maaf, aku tidak memberi tahumu karena aku ingin memberikan kejutan padamu.”

“Ne Dongsaeng.. Mianhe Oppa tadi meledekmu. Kau pasti heran kan kenapa Oppa bisa sampai lebih dulu?? Setelah kau berangkat tadi, Oppa langsung buru-buru pergi dan mengambil jalan lain yang lebih cepat. Kau tidak marah kan??” Kibum menghampiri Sungchan dan tersenyum manis padanya. Direngkuhnya tubuh adik tercintanya itu. Sungchan hanya mengangguk dalam dekapan Kibum. Entah kenapa ia tidak bisa marah pada semua orang-orang ini. Setelah Kibum melepaskan pelukannya, tatapan mata Sungchan kini tertuju pada seorang pria yang berada disamping Kibum. Ia tersenyum padanya.

“Neomu Yeopo.. aku suka melihat mu dengan dress itu.” Sahut Leeteuk pada Sungchan.

“Gomawo Oppa..” Wajah Sungchan bersemu merah. Begitu juga dengan Leeteuk yang walaupun tengah menatap Sungchan, wajahnya tidak bisa menyembunyikan warna merah didalamnya.

Selama makan malam berlangsung, suasana yang cukup bising terdengar membahana di ruang makan tersebut. Baik para anggota Super Junior, Sungchan, maupun Krystal sama-sama larut dalam obrolan mereka. Berbagai macam celetukan-celetukan dari beberapa anggota mampu membuat orang-orang disana tertawa terpingkal-pingkal.

Sampai, saat acara makan malam selesai, Sungchan segera berjalan menuju taman belakang rumah Krystal dan Leeteuk. Ia tidak terlalu suka dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh para anggota Super Junior yang sedang menghabiskan waktu mereka dengan bercanda bersama. Sambil menunggu Krystal yang sedang berganti pakaian, Sungchan pun duduk disebuah kursi yang disediakan di taman belakang itu.

Sambil melihat gelapnya langit malam diatas kepalanya, Sungchan sampai tidak menyadari bahwa saat ini seseorang sedang menatapnya dari jauh dan mencoba datang menghampirinya.

“Butuh teman??” sahut orang itu yang membuat Sungchan mau tidak mau menoleh padanya.

“Oh.. Leeteuk Oppa..” Leeteuk tersenyum padanya dan segera mengambil posisi duduk disamping Sungchan. Mereka kini sama-sama terdiam dan focus pada pikirannya masing-masing.

“Oppa, tidak bergabung dengan yang lain?” tanya Sungchan pada akhirnya. Leeteuk menggeleng.

“Aku tidak terlalu suka keributan. Kalau semua sudah berkumpul seperti ini, pasti nanti ujung-ujungnya mereka minum-minum sampai mabuk. Aku tidak terlalu suka mabuk.” Kini mereka terdiam lagi. Mereka sama-sama bingung untuk mencari bahan pembicaraan yang akan mereka tanyakan ke lawan bicara mereka kali ini.

“Ehem.. Hmm.. Aku menyukaimu Channie…” Kata Leeteuk pada akhirnya yang sukses membuat Sungchan dengan cepat menolehkan kepala padanya. Sungchan benar-benar tidak percaya dengan semua perkataan Leeteuk barusan. Ia masih terdiam, tidak tahu harus merasakan apa.

“Mianhe, kalau mengagetkanmu dengan pernyataanku barusan. Tapi aku serius. aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu. Buatku, kau berbeda dengan gadis-gadis lainnya.” Sungchan dan Leeteuk masih sama-sama menatap kearah depan.

“Oppa, aku..” belum sempat Sungchan menjawab, Leeteuk memotong pembicaraannya.

“Aku tahu mungkin ini terlalu mendadak. Selama ini juga kita sangat jarang bertemu dan berbicara satu sama lain. Ditambah lagi, jarak umur kita yang jauh, aku tahu mungkin ini tidak bisa dipercaya. Oleh karena itu, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Aku akan menunggu mu” Leeteuk tersenyum pada Sungchan. Senyum itu, Senyum yang mampu membuat dirinya begitu tersentuh.

“Mianhe Oppa..” JAwab Sungchan pada akhirnya. Leeteuk menoleh padanya. Ada sedikit rasa kecewa di raut wajahnya saat Sungchan mengucapkan kata-kata tersebut.

“Mianhe, Oppa.. Mianhe karena Aku.. karena AKu juga menyukaimu.” Lanjut Sungchan pada akhirnya. Wajah Leeteuk yang awalnya mendung pun kini berubah cerah saat mendengar jawaban dari Sungchan. Tanpa diduga-duga, Leeteuk tertawa dan melompat kegirangan seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.

“Ya!! Hyung, kau itu bikin malu saja sih?? Lihat Sikapmu.. dengan umurmu yang segitu tidak pantas kau bertingkah laku seperti tadi.” Seru seorang pria dibelakang mereka. Sungchan menoleh kebelakang, dan dilihatnya seluruh anggota Super Junior sedang tersenyum mengamati mereka berdua. Dan pria yang barusan berbicara itu adalah Kangin. Leeteuk tertawa. Semburat merah terlihat jelas di pipinya.

“Haaaahhh… akhirnya Adjusshi kita yang satu ini punya pacar juga.” Sahut Heechul yang langsung mendapat tatapan ganas dari Leeteuk dan tawa dari semua orang disana.

“Ya!! Sejak kapan kalian semua ada disana??” tanya Leeteuk Ketus. Sungchan masih menunduk. Ia terlalu malu melihat semuanya.

“Sudah dari tadi” seru seorang pria dan seorang gadis bersamaan. Leeteuk dan Sungchan yang mendengar suara itu langsung menoleh kebelakang dan didapatinya orang yang begitu berharga bagi hidup mareka.

“Kibum Oppa.. Krystal..” sahut Leeteuk dan Sungchan berbarengan menyebut nama saudaranya masing-masing. Mereka semua yang disana pun tertawa. Krystal dan Kibum yang merasa misi mereka menyatukan Leeteuk dan Sungchan berhasil, langsung melakukan high five.

Setelah itu, Leeteuk langsung merangkul Sungchan dan mengecup kening gadis itu, yang kemudian disambut ucapan selamat dari masing-masing anggota Super Junior lainnya.

“Gomawo Jagi..” Bisik Leeteuk tepat dikuping Sungchan sambil mengecup pipinya. Baru kemudian mereka mengikuti semua anggota Super Junior lain yang sudah masuk ke dalam rumah untuk kembali melanjutkan pesta.

5 thoughts on “PARK SISTER LOVE STORY (Part 4 of 4)

  1. Emg cinta ga pandang usia klo udah suka ngerasa nyaman hajar aja hahaha…. jrg2 nemuin ff cast nya leeteuk oppa.. disini teuk oppa so sweet bgt sikapnya malu2 gtu ga kebayang klo teuk oppa dikenyataan gtu juga sama cewe hehehe

  2. dengan part ini kita bisa mendapat pelajaran kalo cinta itu emang nggak pandang usia,siapa aja dan diumur berapa bisa jatuh cinta,contohnya dedengkot super junior Leeteuk -shi (ehem agak sungkan soalnya gomongin orang tua Ha….HA….ha…) sungchan yang seorang gadis muda kepincut sama adjushi tampan kita,it’s good news.dan harusnya mereka berterima kasih pada kibum dan crystal yang udah jadi cupid mereka berdua.lagi-lagi 4 jempol buat cerita yang sweet abiesss ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s