KNIFE AFTER DARK (Part 1)

MAIN CAST :

1. Kepala Detektif Swasta pria – Park jungsoo (Leeteuk)

2. Detektif Swasta Wanita – Cho Eunhwa

3. Agen Analis Data dan Informasi – Kim Heechul and Lee Donghae

4. Kepala Inspektur Polisi – Hankyung

5. Kepolisian bag. Interogasi – Shindong

6. Intellegent Penyamaran dan Penyelidik – Choi Siwon

7. The Gamblers – Kim Jongwoon (Yesung), Kim Youngwoon (Kangin), Lee Hyukjae (Eunhyuk), Bryan Cho

8. Cho Kyuhyun

9. Kim Soeun

10. Krystal

**********************************


Suasana kota Seoul malam itu tetap sama seperti malam-malam sebelumnya, dingin, ramai, sudah pasti macet dan tetap mencekam. Semua tempat-tempat usaha sudah menyudahi kegiatan rutinitas kerja mereka sejak petang tadi. Namun, berbeda dengan tempat-tempat hiburan malam yang justru semakin sibuk di saat tengah malam.

JOKER HEAD.

Tempat orang-orang kaya mempertaruhkan kekayaan mereka dengan berjudi, minum semalaman, bahkan hanya sekedar memperkenalkan gadis-gadis seksi simpanan mereka.

Waktu menunjukan pukul 11 malam saat pintu lift sebuah apartemen bergengsi di Daerah Apgeujong itu terbuka. Seorang pria berusia 25 tahun itu pun berjalan memasuki lorong yang tidak terlalu terang menuju pintu Joker Head, tempat ia menunjukan kemampuannya dalam bermain poker. Bersama seorang wanita disampingnya yang selalu ia gandeng dengan mesra untuk diperlihatkannya kembali kepada teman-teman sepermainannya.

“Aku gak peduli, saat aku sedang bersama teman-teman nanti, sebisa mungkin kamu jangan terlalu dekat dengan aku. Arraseo?!” pinta Yesung, laki-laki tampan nan kaya itu kepada wanita cantik disampingnya, yang baru dipacarinya 2 hari yang lalu. Soeun, sang pacar pun keliatan pasrah dan hanya bergumam mengiyakan saat Yesung, yang terkenal sangat playboy itu memintanya untuk tidak mendekatinya ketika ia berjudi nanti. Mereka pun terus melangkahkan kaki berjalan menuju tempat kebanggannya.

Belum juga ia sampai di meja bundar no 5, terdengar seseorang memanggil dirinya sambil merentangkan tangan ke atas.

“Yesung hyung, sini…”

Laki-laki yang bernama Yesung itu menoleh ke tempat orang yang tadi memanggilnya dan dilihatnya tiga orang  temannya telah berkumpul di meja favorit mereka. Tanpa pikir panjang, ia pun segera melangkah cepat menuju singgasananya diikuti dengan langkah kaki kekasihnya di belakangnya.

“Yo, Yesung-ah.. Ganti lagi nih,” sapa seseorang bernama Eunhyuk, yang dijuluki ‘King of Poker’ sambil melirik ke arah gadis manis yang berdiri di belakang Yesung. Yesung pun segera menyadari tatapan mata Eunhyuk. Buru-buru ia menoleh kebelakang dan berkata kepada gadis kesayangannya itu.

“Lebih baik kamu di bar saja. Pesanlah apapun yang kamu mau. Jangan ganggu aku selagi aku bermain!”

Soeun pun hanya tersenyum. Kemudian menghampiri sang kekasih dan kemudian mencium pipi kiri Yesung.

Good luck yaaa, Jagi…” kata Soeun pergi meninggalkan meja tempat berkumpulnya satu dari sekian gang di Joker Head tersebut. Ia bahkan sempat menoleh kebelakang kembali

Melihat kejadian barusan, serempak kedua teman Yesung, yang duduk di meja itu pun bertepuk tangan riuh menyoraki kejadian luar biasa barusan. Hanya dua yang peduli akan kejadian itu, sedangkan salah seorang lagi hanya diam seribu bahasa dan berusaha untuk tidak memperdulikan kejadian barusan.

***

Mereka adalah “Black Jack”. Salah satu dari sekian gang of Joker Head yang cukup memiliki kekuasaan dan posisi dalam Joker Head. Black Jack terdiri dari empat orang.

Mereka adalah Jeremy Yesung, Adalah sang playboy ulung yang selalu memikirkan penampilan. Memang, Yesung memiliki penampilan yang cukup lumayan. Ia memiliki ketampanan no. 2 dari semua anggota Black Jack. Dari semua pemain Black Jack, bisa dibilang Yesung lah yang paling kaya di antara anggota-anggota lainnya. Oleh Karena itu baginya uang adalah segala-galanya dan buatnya tidak masalah kalau harus mengeluarkan uang hanya demi memenangkan pertandingan poker yang setiap malam selalu ia ikuti di Joker Head.

Yang kedua adalah Lee Hyuk Jae, yang biasa dipanggil Eunhyuk. Dari semua anggota Black Jack, Eunhyuk lah yang paling pintar dan paling jago dalam bermain poker. Sehingga tidak heran teman-temannya di sesama Black Jack menjulukinya “King of Poker”, karena keahliannya dalam bermain poker yang membuatnya bisa mendapatkan kemenangan berkali-kali dalam sekali permainan. Walaupun dimanjakan dengan julukan “Si Raja Poker”, Eunhyuk bukanlah orang yang sombong. Walupun tidak memiliki wajah setampan Yesung, Eunhyuk termasuk orang yang sangat sederhana dalam hal penampilan. Baginya poker hanyalah permainan. Bukan ajang untuk mempertaruhkan harta ataupun gengsi.

Anggota ketiga adalah Kim Young Woon, atau yang biasa disapa Kangin. Orang kaya baru yang ingin menikmati segala fasilitas dan harta baru yang dimilikinya. Tidak jauh beda dengan Yesung, Kangin selalu menganggap bahwa uang adalah segalanya, bahwa segala sesuatunya mungkin dapat dibeli dengan uang, termasuk kesenangan. Karena hal tersebut lah, Kangin menjadi orang yang sedikit berlebihan. Baik dalam hal berpenampilan, sifat, juga kelakuan. Walaupun gaya dan penampilan yang sedikit berlebihan, bisa dibilang Kangin merupakan orang yang cukup menarik secara fisik, walupun tidak setampan teman-temannya sesama Black Jack yang lain. Namun, satu hal kebaikan yang dimiliki Kangin adalah sifat saling ingin membantu teman-temannya pada saat mereka sedang kesusahan. Dengan segala kekayaan baru yang dimilikinya, Kangin selalu mampu memberikan bantuan dana keuangan kepada teman-temannya sesama Black Jack apabila salah satu dari mereka kehabisan uang judi untuk bermain poker.

Anggota Black Jack yang terakhir adalah Bryan Cho, atau biasa disapa dengan Ryan. Ia adalah satu-satunya anggota Black Jack yang paling muda yang mampu memikat siapapun yang melihat dirinya, tidak terkecuali laki-laki. Dia lah yang memiliki wajah paling tampan dari semua anggota Black Jack yang lain. Wajahnya yang bisa dibilang sempurna untuk ukuran seorang pria memiliki tatapan mata yang begitu tajam, seakan mampu menebak apa saja yang ada didalam pikiran lawan bicaranya. Sikapnya yang begitu cuek terhadap apapun yang berada disekitarnya mengesankan bahwa ia mungkin saja seorang pria angkuh dan dingin yang mungkin tidak memiliki hati yang dapat membantai dan membunuh siapapun yang mengusik hidupnya.

***

Waktu terus berjalan. Keempat sahabat itu memulai kegiatan wajib mereka setiap malam, yaitu bermain poker. Sang dealer pun mulai mebagi-bagikan kartu kepada mereka. Masing-masing anggota Black Jack menentukan jumlah uang yang mereka pertaruhkan.

“Oke, Aku Pasang 200.000 Won” ucap Yesung.

“Cuma segitu Yesungie??” Tanya kangin meremehkan. “Tambah lagi donk. Masa Cuma segitu? Nih Aku pasang 400.000 won” katanya bangga.

Ryan hanya menatap tajam Kangin seolah meremehkan kata-kata kangin.

“ Apa yang Kau banggakan dengan uang taruhan segitu?” Tanya Ryan sengit tanpa peduli. “kekayaan Mu bisa aja hilang dalam sesaat dan membuatmu miskin mendadak seperti dulu!” tambahnya lagi.

“udah-udah.” Kata Eunhyuk melerai. “ daripada berdebat terus Cuma gara-gara jumlah taruhan, mending kau langsung taruh aja Ry berapa uangnya. Aku pasang 300.000 won”. Eunhyuk meletakkan uangnya di atas meja.

“ 300.000” kata Ryan singkat.

Mereka pun akhirnya memperhatikan kartu yang ada ditangan mereka, berharap kartu mereka lah yang terbaik dan dapat membawa keberuntungan bagi mereka malam ini. Sang dealer pun menawarkan kepada Ryan, Eunhyuk dan Yesung untuk mengikuti jumlah uang yang dipasang Kangin.

“ Gimana, mau pasang 400.000 semua atau tetap dengan uang tawaran masing-masing?” Tanya sang dealer menunggu keputusan tiga sahabat tersebut.

Eunhyuk merasa bahwa kali ini keberuntungannya akan berpihak. Oleh Karena itu tanpa pikir panjang, ia pun setuju untuk meletakan jumlah taruhannya menjadi 400.000 sama seperti Kangin. Yesung yang memang merasa belum berani untuk mempertaruhkan jumlah yang lebih banyak lebih memilih Fold (menyerah dan membuka kartu). Sedangkan Ryan, tanpa menunjukan ekspresi apapun tidak bergeming. Apakah ia juga akan menambah jumlah taruhannya atau tidak. Lalu dengan sikap tenangnya, ia pun juga mengambil keputusan yang sama dengan Yesung, yaitu lebih memilih Fold.

“ Hahahaha…. Ada apa Ry? tidak biasanya Kau langsung pilih Fold.” Tanya Eunhyuk yang ingin memastikan bahwa keputusan Ryan itu tidak seperti hari-hari biasa. Ryan tidak menjawab. Ia hanya melirik sekilas ke arah Eunhyuk sambil menghisap rokok yang berada ditangannya. Entah kenapa Eunhyuk merasa susah sekali menebak isi hati dan apa yang dipikirkan oleh temanya yang satu ini. Ia tidak pernah bisa dengan tepat menebak suasana hati dan pikiran temannya itu.

Setelah semuanya sepakat, keempat sahabat itu pun membuka kartunya masing-masing secara bersamaan.

“Mwo??? Yeah….Royal Flush!” seru Eunhyuk gembira. Pertandingan kali ini pun dimenangkan kembali oleh Eunhyuk. Terlihat bahwa kartu yang dimilikinya begitu sempurna, sederetan kartu As, Jack, Queen, King, dan angka 10 keriting.

“ Yeah..I got it. Aku menang lagi.”

Kangin, Yesung, dan Ryan hanya menatap pasrah tidak percaya. Sebenarnya kartu yang dimiliki Ryan juga termasuk bagus. Akan tetapi kartu yang dimilikinya belumlah sempurna untuk meraih kemenangan dalam permainan ini.

“Sialan.. Hilang lagi deh uangku.” Sesal Kangin.

Waktu terus berlalu. Gang Black Jack masih tetap bertahan di Joker Head padahal waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Sambil terus bermain, mereka juga tidak berhenti berbicara satu sama lain.

“ Yesungie, how’s Krystal?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Yesung yang sedang berkonsentrasi penuh untuk memenangkan permainan mendadak terkejut dengan pertanyaan dari Eunhyuk.

“ Waeyo?? Kenapa kau tanyakan dia?” Tanya Yesung balik menyelidiki.

Eunhyuk hanya mengangkat bahu sambil tersenyum kecut. Ia tahu bahwa Krystal adalah masa lalu Yesung (Mantan Pacar).

“ Cepat juga suasana hati mu berubah.” Katanya datar.

Baru saja Yesung hendak menjawab omongan Eunhyuk, Soeun sang kekasih pun datang menghampiri Yesung. Maka ditahannya kata-kata tersebut agar tidak keluar.

Just Shut up and Play!!” katanya dengan emosi.

Diantara anggota Black Jack yang lain, memang hubungan Eunhyuk dan Yesung lah yang bisa dibilang kurang akur. Mereka sering terlibat pertengkaran-pertengkaran kecil maupun besar, entah itu karena masalah kecil atau masalah besar. Semuanya berawal karena wanita. Ya, siapapun dan berapapun wanita yang pernah dipacari oleh Eunhyuk semuanya  akan menjadi milik Yesung pada akhirnya. Begitu juga dengan Krystal. Wanita yang di bicarakan Eunhyuk itu adalah mantan kekasihnya yang pernah direbut oleh Yesung. Namun malang nasib Krystal, ia pun dicampakan begitu saja oleh Yesung dan kini dengan bangganya Yesung memperkenalkan Soeun sebagai pacar barunya di depan anak-anak Black Jack. Jadi wajar saja jika Eunhyuk begitu emosi melihat kelakuan temannya yang sok menjadi Don Juan itu, karena sebenarnya Eunhyuk juga masih memiliki rasa terhadap Krystal. Diam-diam Eunhyuk pun memiliki pikiran untuk membalas Yesung dengan berusaha untuk merebut Soeun dari sisinya.

“ Hyung, kalau satu saat nanti Soeun jadi pacar ku bagaimana?” Tanya Eunhyuk mulai memancing emosi Yesung di depan Soeun.

Sambil mendengus kesal, Yesung menggebrak meja dengan keras.BRAAKKK…!! Ia menatap Eunhyuk dengan sangat tajam

“ Apa maksudmu bertanya seperti itu hah??” katanya dengan penuh emosi.

Eunhyuk tersenyum penuh kemenangan. Ia berhasil memancing pertengkaran ini. Ia memang sangat ingin membalas semua sakit hatinya kepada Yesung yang pernah merebut kekasihnya terdahulu. Eunhyuk ingin sekali menunjukan kepada Soeun siapa sebenarnya kekasihnya ini.

“ Lho, memang tidak boleh klo Aku berusaha mengambil kembali hak ku yang pernah kau rampas dulu?” tanyanya sinis.

Kini Eunhyuk dan Yesung telah benar-benar berdiri dari kursinya sambil mengepalkan tangan masing-masing bersiap untuk bertengkar. Kangin dan Ryan yang sudah menyadari akan ada baku hantam disana segera beranjak dari kursi masing-masing untuk melerai keduanya.

“ Cukup! “ Lerai Ryan yang berusaha menarik tangan Eunhyuk dengan kasar untuk kembali duduk di kursinya. “ Hanya pria tolol yang mau bertengkar hanya karena seorang wanita!! Berhentilah kalian berdua membuat masalah!! Arraseo?!?” katanya sambil menatap tajam kearah Eunhyuk juga Yesung.

Kangin pun juga ikut berusaha menahan Yesung dan menyuruhnya untuk duduk kembali ke kursinya. Soeun yang melihat kejadian tersebut hanya bisa diam, tak tahu harus melakukan apa. Yang ia lakukan hanyalah menghampiri Yesung saat situasi di meja tersebut benar-benar aman kembali.

Selesai bermain, Yesung pergi meninggalkan Joker Head dan teman-temannya bersama dengan Soeun kekasihnya. Saat itu jam pun menunjukan pukul 2 dini hari, dan tidak lama berselang, Eunhyuk pun juga ikut pergi meninggalkan Joker Head dan pulang ke rumahnya. Hanya Ryan dan Kangin yang masih tetap berada disana dan memang mereka berdualah yang lebih sering pergi belakangan. Entah sampai jam berapa mereka akan berada disana. Bagi mereka tidak ada tempat yang paling nyaman selain Joker Head sendiri.

Jika yang lainnya telah pergi, biasanya Ryan dan Kangin hanya bermain berdua bersama dengan Dealer Poker yang bertugas di meja mereka. Namun bedanya, jika mereka hanya bermain berdua, tidak ada istilah menghambur-hamburkan uang atau taruhan. Hanya sebatas senang-senang saja.

***

                Pagi pun menjelang. Pukul 8 pagi, saat itu seorang gadis cantik berlari-lari kecil mendatangi sebuah apartemen di daerah Seoul tempat kekasihnya tinggal. Sambil tersenyum manis ia memasuki lift dan menekan angka 12 sebagai tempat tujuannya.

Pintu lift pun terbuka. Dengan perasaan senang yang bercampur aduk, gadis tersebut segera menghampiri ruangan bernomor 1204 dan segera menekan bel kamar apartemen tersebut untuk bertemu dengan sang kekasih. Namun, sudah dibunyikan beberapa kali pintu tidak juga terbuka. Ada perasaan curiga, cemas dan was-was yang mulai meliputi hatinya. Apa yang terjadi dengan penghuni kamar ini, batinnya dalam hati. Ia pun mengambil ponsel didalam tasnya dan mencoba menghubungi penghuni apartemennya yang berada didalam. Ditunggunya beberapa saat namun tidak juga ada jawaban dari si empunya telepon. Gadis itu pun semakin penasaran. Dengan perlahan-lahan, ia pun mencoba membuka kenop pintu ruangan tersebut, dan Cklek…… Pintu pun terbuka. Ia sungguh heran mengapa pintu apartemen milik kekasihnya itu tidak terkunci.

“ Gak biasanya pintunya tidak dikunci” katanya kepada dirinya sendiri. Ia pun masuk perlahan-lahan dan mencoba menyusuri setiap ruangan di dalam apartemen tersebut, mulai dari ruang tamu, dapur, juga kamar mandi. Akan tetapi nihil, tidak ada seorang pun yang berada disana. Ia pun mencoba memanggil nama kekasihnya.

“Yesung Oppa…” panggilnya pelan. Tidak juga ada sahutan disana.

Dengan perasaan yang semakin penasaran, gadis itu pun kemudian beranjak memeriksa kamar si pemilik apartemen tersebut. Dan secara perlahan-lahan mengetok pintu kamar tersebut berharap laki-laki itu segera terbangun dari tidurnya dan mau membukakan pintu untuk kekasihnya. Tapi sayang, pintu tak juga terbuka. Si pemilik pun tak juga terbangun dari tidurnya. Dengan perasaan yang semakin cemas, ia mulai mencoba menggedor-gedor pintu kamar tersebut sambil terus memanggil nama kekasihnya.

“ Oppa… buka!! Ini aku.” Katanya mencoba membangunkan orang yang berada didalam. Walaupun dicoba berkali-kali pun, tidak juga ada sahutan dari dalam. Ia pun semakin keras menggedor pintu tersebut.

“ Oppa..buka!!!” katanya berteriak.

Karena perasaannya yang semakin tidak sabar, gadis itu pun membuka paksa pintu tersebut yang juga ternyata tidak terkunci.

Dan betapa kaget dan terkejutnya ia ketika menemukan kekasihnya telah terbujur kaku dengan pisau yang menancap persis di tengah dadanya.

“Aaaarrrrggghhhhhhhh……OPPA!!!!” teriak gadis itu histeris sambil menghampiri mayat kekasihnya yang sudah tidak bernafas itu.

Mayat itu adalah Yesung. Salah satu anggota dari Gang Black Jack. Ia tewas karena tusukan persis di tengah dadanya dengan menggunakan pisau dapur. Dan gadis yang menemukan dirinya itu adalah kekasihnya sendiri yaitu Soeun. Soeun benar-benar tidak menyangka apa yang sudah terjadi didepan matanya ini. Kekasih yang ingin ditemuinya pagi ini memberikan kejutan yang teramat sangat kejam bagi dirinya. Dia tidak mengerti siapa orang yang memiliki dendam dan tega membunuh kekasihnya tersebut. Padahal baru tadi malam mereka menghabiskan waktu bersama hingga dini hari dan saat ini, tepat didepan matanya, ia melihat kekasihnya diperlakukan tidak kejam oleh seseorang yang tidak ia ketahui.

Dengan perasaan galau pun Soeun segera mengambil ponsel miliknya dan dan menekan nomor kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini.

“ Ne, namjachingu saya dibunuh. Tempatnya di apartemen Seoul” katanya sambil terisak menahan tangis berusaha menjelaskan keadaan mayat Yesung yang berada di depannya.

“ Dia ditusuk dengan pisau tepat di bagian ulu hati. Dan…”

belum sempat ia menyelesaikan penjelasannya, tiba-tiba mata Olive tertuju pada pisau yang menancap di dada Yesung. Ia terperangah, ada Kartu Joker yang tertusuk bersama dengan pisau tersebut! Dan ia baru menyadari hal tersebut saat ini.

“ Pokoknya cepet datang!! Saya takut… saya tidak bisa menjelaskannya disini. Kau harus liat sendiri gimana keadaannya.” Katanya dengan tangan gemetaran.

45 menit kemudian

Suara sirine mobil ambulance dan juga polisi sudah terparkir didepan Apartemen tempat Yesung ditemukan. Beberapa petugas, baik polisi maupun petugas rumah sakit, dan petugas Apartemen segera menuju kamar 1204 tempat Yesung ditemukan. Disana terlihat Soeun begitu pucat terduduk di kamar di samping mayat kekasihnya. Matanya begitu sembab. Ia sungguh tak berani melihat siapapun saat ini. Hanya mayat Yesung lah yang terus-terusan dipandanginya sambil terus menangis tanpa henti.

“ Saya Detektif Leeteuk.” Seorang laki-laki tegap yang berpakaian santai namun terkesan seperti mafia itupun masuk ke kamar Yesung menemui Soeun. Soeun hanya bisa menengok dan terdiam.

“ Dia…dia sudah tidak bergerak waktu saya datang kesini.” Kata Soeun sambil terisak.

Detektif Leeteuk pun berjalan mendekati mayat Yesung yang juga sedang diidentifikasi oleh salah satu kepolisisan tersebut. Dilihatnya keadaan mayat Yesung. Dan betapa terkejutnya Leeteuk begitu mengetahui bahwa ada kartu Joker juga ikut menancap di pisau dan juga di dadanya.

“ Mwo?? Joker?? Kenapa ada kartu joker disini? “ tanyanya heran.

Petugas yang sedang bertugas memotret mayat dan mengidentifikasinya itu pun menoleh kearah Leeteuk yang sedng berbicara dibelakangnya.

“Ah, ne Leeteuk-ssi..ini adalah pembunuhan yang..yah, cukup unik ku bilang.” Sahut petugas itu. Leeteuk tidak menjawab. Ia terus memperhatikan mayat Yesung tersebut.

“Tolong kau potret semuanya dengan sangat detail dan terperinci, Heechul-ssi. Ini akan jadi bukti yang menarik untuk kita.” katanya kepada Pria yang ternyata bernama Heechul tersebut.

Petugas Rumah Sakit pun segera mengambil mayat Yesung dan membawanya untuk diotopsi. Sementara itu beberapa orang polisi berusaha menyisir tempat kejadian dan menetralisir ruang 1204 itu dengan Police Line dan juga mengambil beberapa gambar yang akan dijadikan berkas kasus yang akan diusut nantinya.

Sejak laporan yang dilakukan oleh Soeun mengenai pembunuhan Yesung, Apartemen Seoul mendadak jadi begitu ramai. Banyak orang-orang, baik dari lingkungan Apartemen, masyarakat luar, bahkan hingga beberapa stasiun televisi banyak yang berdatangan ingin menyaksikan kejadian yang terjadi hari ini.

“ Tolong jelaskan kepada saya apa saja yang kau ketahui tentang korban dan apa yang korban lakukan.” Tanya Leeteuk kepada Soeun yang masih begitu terpukul atas kejadian ini. Masih dengan tangisannya yang tertahan, Soeun berusaha untuk menjelaskan apa yang ia ketahui mengenai Yesung.

“ Dia, Pacar saya. Tadinya saya datang kemari karena ingin bertemu dengannya. Tapi…tapi…” katanya masih dengan isakkannya.

“ Tapi begitu saya datang, Yesung sudah kaku seperti itu.” katanya kemudian “ tadi malam kami pergi Joker Head. Kebiasaan Yesung tiap malam untuk bermain poker disana bersama teman-temannya. Kami pulang dari Joker head pukul 2 pagi. Dan saat itu Yesung hanya mengantar saya sampai ke rumah dan… dan ia langsung pulang ke apartemennya ini.”

Detektif Leeteuk mendengarkan kesaksian dan penjelasan dari Soeun. Saat ini ia hanya dapat menyimpulkan sedikit dari keterangan yang diberikan oleh Soeun.

“ Joker…” kata Leeteuk berguman.

“ Kemungkinan yang membunuh Yesung adalah orang-orang terdekatnya. Dan teman-temannya bisa saja dengan mudah membunuhnya.” Katanya lagi.

“Apakah kamu tahu siapa orang yang kira-kira menyimpan dendam terhadap Yesung?”

Soeun yang semula terisak mendadak tersadar akan sesuatu begitu mendengar pertanyaan Leeteuk. Ia kembali teringat akan kejadian tadi malam saat ia berada di Joker Head dan mendengar pertengakaran Eunhyuk dan yesung. Lalu dengan tegas Soeun menyebutkan bahwa pelaku yang membunuh Yesung kekasihnya adalah Eunhyuk.

“ Iya… Aku ingat. Tadi malam saat berada di Joker Head, Yesung dan Eunhyuk temannya, mereka sempat bertengkar. Bahkan…bahkan mereka nyaris terlibat baku hantam.”  Soeun kembali menerawang ke kejadian kemarin malam. Kejadian saat Eunhyuk dan Yesung sedang membicarakan dirinya dan entah apa lagi, ia sendiri tidak tahu. Lalu sekejap kemudian, mereka nyaris saja terlibat pertengkaran.

“iya pak, saya benar-benar ingat. Saya tahu siapa yang membunuh Yesung. Dia… Dia Eunhyuk. Eunhyuk pak!!” katanya mengulangi. “Cepat tangkap pembunuh itu sekarang! “ Leeteuk yang telah mendengar kesaksian dari Soeun itu pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari tahu keberadaan Eunhyuk dan segera menangkapnya.

“Hankyung, tolong kamu urus semuanya.” Polisi yang bernama Hankyung itu  pun kemudian pergi meninggalkan TKP dan begegas mencari Eunhyuk, yang dicurigai tersebut

***

Di rumahnya, Eunhyuk yang sedang tertidur nyenyak pun terbangun ketika pembantunya membangunkannya dan memberitahukan bahwa ada 3 orang polisi yang mencari dirinya. Eunhyuk yang masing setengah sadar itupun langsung terduduk tegap dan mencoba mengumpulkan seluruh jiwanya yang masih berada di tempat tidur.

“ Mwo?? Polisi?? “ katanya masih dengan raut wajah kebingungan.

Pembantunya pun hanya mengangguk. Dan segera meminta Eunhyuk untuk turun dan menemui polisi tersebut.

Eunhyuk segera beranjak turun dan menemui ketiga polisi tersebut sambil masih menggunakan kaus tidur serta celana training panjangnya. Dalam hati ia masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba polisi datang dan ingin menemui dirinya.

“ Selamat  pagi “ kata Polisi memberi salam

“ Ne, selamat pagi. Ada apa ya? “ Eunhyuk masih menggaruk-garuk kepalanya pertanda bahwa ia sangat kebingungan.

“ Kami dari kantor Polisi dan kami diperintahkan untuk menangkap Anda atas dugaan pembunuhan “ Polisi yang bernama Hankyung itu kemudian menyerahkan surat ijin penangkapan ke pada Eunhyuk “ Ini surat ijin penangkapannya”

Eunhyuk yang tidak tahu apa-apa merasa terkejut dengan apa yang terjadi pagi ini. Ia baru saja bangun tidur dan secara tiba-tiba dan mendadak polisi datang ke rumahnya hanya untuk menangkap dirinya tanpa alasan yang jelas.

‘ Ada apa ini sebenarnya? ‘ katanya dalam hati. Kemudian, tanpa ada persetujuan dari Eunhyuk, kedua polisi yang ada di belakang Hankyung langsung maju dan menangkap Eunhyuk yang masih menggunakan  baju tidur. Eunhyuk yang tidak terima diperlakukan seperti ini pun kontan memberontak.

“Eh, tunggu..tunggu.SHIREO!!!“ katanya sambil berusaha melepaskan kedua tangannya dari kedua polisi tersebut dan berusaha untuk melakukan pembelaan. “Pembunuhan apa? Saya Tidak membunuh siapapun”.

“Pembunuhan Sodara Yesung. Jeremy Yesung. Lebih baik anda jelaskan di kantor saja.” Kata polisi itu sambil terus berjalan diikuti oleh kedua Polisi sambil membawa Eunhyuk sebagai tahanan.

Di perjalanan Eunhyuk, dengan tangan masih diborgol, memikirkan kata-kata polisi tadi.

‘Yesung dibunuh?’ gumamnya. Eunhyuk begitu kaget mendengar berita itu. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Yesung, temannya yang baru saja ditemuinya tadi malam dan sempat bertengkar dengannya kini sudah tiada. Biar bagaimana pun juga, Yesung adalah salah satu anggota Black Jack. Dan Eunhyuk tidak tahu harus bersikap bagaimana. Ada perasaan bersalah dan sedih didalam hatinya karena kehilangan seorang sahabat, sahabat yang selalu ada bersamanya, bermain dan berkumpul bersama. Tapi disisi lain, ada perasaan sedikit senang dan menang didalam hatinya karena orang yang selama ini merampas apa yang dimilikinya telah tiada.

….

KANTOR POLISI

Eunhyuk yang masih dengan keadaan yang seadanya itu kini harus duduk terdiam di dalam sebuah ruangan kedap suara yang membuatnya sungguh tidak nyaman serta berhadapan dengan kertas-kertas yang dirasanya aneh ini. Ia Ingin segera menyelesaikan masalah ini semua. Tak lama berselang, masuk dua orang dari petugas kepolisian menemui dan menghampiri Eunhyuk. Mereka terlihat begitu berwibawa. Dan kini kedua orang tersebut pun duduk didepan Eunhyuk.

“Jadi kau yang bernama Eunhyuk yang dijuluki Si raja Poker itu?” sahut laki-laki dengan tatapan yang begitu tajam kepada Eunhyuk. Eunhyuk terlihat begitu risih ditatap seperti itu. Ingin sekali rasanya ia lari dari sana untuk menghindari tatapan dari Polisi tersebut.

“Ne..” hanya itu yang bisa dijawabnya.

“Heuh.. Raja Poker tapi kelakuannya seperti seorang pembunuh. Apa itu masih pantas disebut sebagai Raja?” Lelaki yang duduk disebelah Polisi pertama itu kemudian menimpali seraya menatap remeh Eunhyuk.

Mereka berduapun kemudian memberikan banyak pertanyaan kepada Eunhyuk seputar kejadian tadi malam hingga hubungan antara masing-masing anggota Black Jack dengan Yesung. Hampir 4 jam Eunhyuk berada dalam ruang interogasi kepolisisan tersebut. Eunhyuk bahkan sampai bisa memberikan jawaban yang sama berulang-ulang kepada dua petugas kepolisian karena kebanyakan dari pertanyaan-pertanyaan mereka sangat behubungan dengan pertanyaan sebelumnya.

“Oke.. aku rasa sudah cukup dengan semua jawaban dan penjelasan mu.” Kata Pria yang sedari tadi bertugas memberikan pertanyaan dan menginterogasi Eunhyuk. Pria itu kemudian berkata lagi

“Shindong ssi, semua sudah beres kan??” Pria itu menoleh kearah rekannya yang duduk disampingnya. Pria kedua itu bertugas menyalin dan mengetik semua jawaban Eunhyuk di laptop nya.

“Ne..Siwon ssi”

***

KANTOR BAGIAN KEPOLISIAN PUSAT

Seorang pria tengah duduk dimeja kerjanya memperhatikan dan membaca berkas-berkas kasus yang dihadapinya ketika seorang wanita masuk kedalam ruangannya tersebut dan mengambil posisi duduk di depannya.

“Ada apa kau memanggilku, Leeteuk ssi? Ada kasus apa lagi??” kata Yeoja itu dihadapannya. Kini mereka berdua tengah terlibat omongan yang serius mengenai kasus pembunuhan yang baru saja terjadi.

“Kau sudah mendengar kasus pembunuhan pagi ini??” tanya lelaki yang ternyata adalah Detektif Leeteuk.

Yeoja itupun mengangguk. Ia kemudian menanyakan semua permasalahan serta cerita lengkapnya kepada Leeteuk. Dan diceritakannya pula dari awal hingga akhir.

“Jadi, Nugu?” tanya Yeoja itu.

Leeteuk pun meletakkan berkas-berkas kasus yang ada ditangannya dan kemudian menunjukkannya kearah wanita itu.

“Aku belum bisa memastikan apakah ia tersangkanya atau bukan. Tapi menurut kesaksian dan pernyataan Soeun, yeojachingu Yesung, ia berkata bahwa Eunhyuk lah yang kemarin sempat terlibat pertengkaran hebat dengannya dan sangat mungkin menjadi tersangkanya.”

Wanita itu pun hanya terdiam dan menatap Leeteuk tajam, menunggu kembali penjelasan darinya.

“Tadi pagi Hankyung dan beberapa anak buahnya telah melakukan penangkapan terhadap Eunhyuk. Dan Siwon serta Shindong juga telah melakukan interogasi terhadapnya belum lama ini. Dan ini lah hasilnya.” Kata Leeteuk melanjutkan sambil menunjuk berkas-berkas yang ada dihadapannya. Yeoja itupun kemudian mengambil berkas berita acara yang ada didepannya dan membacanya dengan seksama.

“Joker..” kata wanita itu pelan namun terkesan sedang bergumam.

“Ne.. pembunuhan ini melibatkan Kartu Joker. Aku tidak tahu apa maksud dari si pembunuh meletakkan Joker saat menusuk korbannya. Yang jelas, dari semua pernyataan dan keterangan Soeun sebagai saksi dan cerita yang kudengar dari pengakuan Eunhyuk mengenai Joker Head dan Gambling yang dilakukan oleh Yesung, Eunhyuk dan kawan-kawannya, aku baru dapat menyimpulkan sedikit, bahwa kemungkinan besar pelakunya adalah orang-orang yang berada di Joker Head.”

Wanita itu tertegun mendengar penjelasan dari Leeteuk. Ia merasa ada hal yang aneh dan sedikit janggal dari keterangan yang  disampaikan Leeteuk kepadanya. Sambil terus membaca dan memperhatikan data yang ada ditangannya, wanita itupun berkata

“Aku rasa bukan seperti itu.”

Kali ini giliran Leeteuk yang tertegun dengan jawaban Yeoja didepannya itu. Ia pun mengerutkan kedua alis matanya meminta penjelasan darinya.

“Kau lihat! kalau memang orang-orang di Joker Head yang membunuhnya, untuk apa ia sengaja menyematkan kartu joker di pisau tersebut saat ia membunuh korbannya? bukankah itu bisa merugikan dirinya sendiri? Kalau menurutku, maksud dari pelaku menggunakan Joker saat membunuh korbannya, karena ia ingin memberi tahu kita, para polisi dan melakukan fitnah agar para polisi memeriksa hanya orang-orang yang berhubungan dengan Joker Head saja.”

“Jadi maksudmu, pelaku sebenarnya mungkin saja orang yang tidak berhubungan dengan Joker Head. Begitu??”

Leeteuk berusaha mencerna kata-kata dari wanita itu. Wanita itupun hanya mengangguk. Tampak sekali diwajahnya ada sesuatu yang ia sembunyikan. Ia merasa ada yang aneh dengan kasus yang ditemuinya kali ini.

“Leeteuk ssi, apakah Eunhyuk kau tahan?”

Leeteuk yang terlihat sedang berpikir dan melamun itu pun tersadar dari lamunannya dan menjawab wanita itu.

“Ah, ne.. untuk sementara ia ditahan sampai semua penyelidikan ini berakhir.”

“Lebih baik untuk saat ini bebasakan dia terlebih dahulu. Aku merasa dengan kita membiarkan dia bebas, itu akan membantu kita sedikit banyak mengetahui pelaku pembunuhan ini.” Namun wanita itu kembali teringat sesuatu dan melanjutkan kata-katanya

“Ah, Dan jangan lupa suruh anak buah Hankyung untuk tetap memberikan pengawasan ketat terhadap semua tindakannya.” Leeteuk kaget. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita ini.

Ya, wanita yang didepan Leeteuk itu adalah rekan kerja Leeteuk selama bertugas sebagai detektif di Kepolisian daerah Seoul Korea. Mereka sudah menjadi rekan kerja selama 6 tahun. Dan telah memberikan kontribusi yang sangat baik kepada pihak kepolisian. Kalau selama ini Leeteuk yang bertugas untuk menyelidiki dan mengidentifikasi setiap kejadian perkara dan menemukan pelakunya, wanita ini adalah yang bertugas dilapangan, atau lebih tepatnya yang menyelidiki kejadian perkara secara langsung.

“Ya!! Cho Eun Hwa!! Apa kau gila?? Bagaimana mungkin kita bisa membebaskan Eunhyuk begitu saja?? Itu harus ada aturannya. Tidak bisa sembarangan melepaskannya begitu saja. Aturan darimana itu ha??!!” Leeteuk pun sedikit memarahi rekannya tersebut.

“Sudah, percayalah padaku!! Aku nanti yang akan menjelaskannya pada Hankyung.” Katanya meyakinkan Leeteuk.

Setelah itu, akhirnya Leeteuk dan EunHwa, rekannya, pergi menemui Hankyung dan menyuruhnya untuk membebaskan Eunhyuk. Tentu saja dengan kerja keras Eunhwa meyakinkan dan memberikan jaminan terhadap Hankyung.

Kini, Eunhyuk pun kembali menghirup udara bebas setelah beberapa jam mendekam didalam penjara. Dan Tanpa disadarinya bahwa kini semua gerak geriknya telah diawasi oleh pihak kepolisian.

“Eunhwa, kini aku tugaskan kau untuk menyelidiki semua ini. Aku percaya kepadamu dan kutunggu hasilnya.” Kata Leeteuk kepada Eunhwa rekannya sekembalinya mereka dari ruangan Hankyung.

“Ne.. Arraseo!” Eunhwa pun mengambil berkas2 yang berada dimeja Leeteuk dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.

***

DIRUMAH EUNHWA

Eunhwa sedang terduduk dikursi kamarnya. Ia kini mempelajari kasus yang sedang dihadapinya saat ini sambil memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi. Sedang asik mengamati kertas-kertas yang berada didepannya, Eunhwa dikejutkan dengan suara pintu rumahnya yang dibuka dengan agak keras.

Ia segera beranjak keluar dari kamarnya dan mendapati seorang namja berjalan dengan cepat menuju ke dalam rumah

“Darimana saja kamu Kyu?” tanya Eunhwa kepada namja itu.

Namja itupun berhenti. Kemudian tanpa menoleh ke arah Eunhwa, ia berkata

“Noona bukannya sudah tahu aku kemana..” katanya datar

“Aku ngantuk, aku tidur dulu Noona.”

Namja itupun langsung bersiap untuk bergegas menuju kamar. Namun, sebelum ia mengambil langkah, Eunhwa pun memanggilnya dan mengajaknya untuk berbicara.

“Chankaman Kyu! Kita harus bicara sebentar.. jebal..”

Kini, mereka berduapun tengah duduk di meja makan. Namja yang bernama Kyuhyun itu duduk tepat dihadapan Eunhwa Kakaknya sambil melepaskan topi dan masker yang dipakainya.

“Tadi pagi, aku mendapat tugas dari Leeteuk untuk mengungkap pembunuhan seorang gambler yang sering bermain di Joker Head. Apa kamu sudah dengar kasus ini? Karena yang ku tahu, kau sering sekali bermain disana.”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Eunhwa. Ia kini malah asik menatap kertas-kertas yang dibawa kakaknya. Ia terus membaca dan melihat kertas yang ternyata berisi kejadian perkara kasus yang sedang ditangani oleh kakaknya. Ia kini malah tersenyum-senyum saat membaca data tersebut

“Ya!! Kyuhyun wae Kudae?? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu? Apa kau tidak mendengarkan pembicaranku??” Kyuhyun membuang pandangan ke kakaknya yang kini malah terlihat heran dengan tingkah adik satu-satunya itu.

“ Noona, apa kau tidak tahu?? Ini kasus yang cukup mudah. Aku yakin pelakunya bukan berasal dari Joker Head. Banyak yang bisa dijadikan pedoman untukmu. Ingat Noona, jangan hanya terpaku pada apa yang tertulis di kertas ini atau apa yang terjadi dan yang orang-orang katakan kepadamu. Terkadang hal kecil yang terlupakan itulah yang menjadi kata kunci pentingnya” Kyuhyun menatap Eunhwa dengan tajam. Terlihat bahwa Eunhwa sedang berpikir keras dengan apa yang sudah dikatakan oleh namdongsaengnya barusa.

“Ne.. aku mengerti Kyu. Gomawo..” hanya itu yang dapat ia katakan kepada Kyuhyun. Ia benar-benar tidak menyangka adiknya mampu mengatakan sesuatu yang sangat penting barusan.

“Tapi Kyu, aku mohon kau berhati-hatilah. Aku tidak ingin kau terkena masalah dengan orang-orang di Joker Head tersebut.” kata Eunhwa saat melihat Kyuhyun bersiap-siap untuk pergi dari situ.

“Geok Jeongmal Noona. Aku mampu menjaga diriku sendiri. Lagian, aku juga tidak mengenal mereka. Aku tidak mengenal Yesung, dan aku juga tidak mengenal para Geng Jack Black itu.” Kyuhyun pun kemudian beranjak pergi menuju kekamarnya. Justru, Kyuhyun lah yang kini sedang khawatir dengan Kakak satu-satunya itu.

TO BE CONTINUE-

10 thoughts on “KNIFE AFTER DARK (Part 1)

  1. Aishh…seruuuu
    jiahh br buka aja dah ada wallpaper
    Kyu dah nangkring di meja
    haha kereen bgt fotonya….
    Ini ada part 2nya kan ya??
    Eonni FF ini keren,,bagus!!!
    Jalan ceritanya jg menarik…
    Gumawo y..

  2. yak…
    Knapa Yesung oppa yg meninggal sich !!
    Apa gak ada peran lain !??

    Oya,,knapa peranxa gak ditukar sama cho bryan..

    Sprtxa,,aQ lebih suka klw Yesung oppa jdi namja yg cuek… Bkan jadi namja playboy yg merugikan,, walaupun dy kaya !!

  3. Author.. Kata gimana disana kalau bisa nanti pas nulis karya lain di ganti jadi bagaimana ya..😀
    Mianhae aku sok tau, cuma biar lebih enak di baca aja🙂
    Capcuuss next parttt >_<

  4. wah keliatannya seru nih. saya suka cerita detektif. tapi, kenapa yesung hrs tewas duluan sih? kira-kira siapa ya pelakunya? Krystal kah???

  5. Genre ini jg seru. Kyk detektif gtu. Ya meskipun mslhnya msh abu2. Ini yg jd pmran 1 siapa ? Kyuhyun gnteng bgt di covernya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s