LOVE BIRTH (part 1)



“baru jam 4 pagi udah bangun??” kata ku menyapa seorang namja yang sedang sibuk mengambil ini itu di dalam lemari kamarnya. Ia pun tetap meneruskan pekerjaan berpacking ria tanpa sekalipun menoleh kepada ku. Hanya gumaman “hmm” saja yang diucapkannya sebagai jawaban.

Aku tidak tega melihatnya bekerja sendiri. Dengan langkah perlahan, ku hampiri dirinya dan ku bantu membereskan dan memasukkan barang-barang yang sudah dipersiapkannya dan dimasukannya ke dalam koper besar itu.

“Kamu mau apa?” tanya namja di sebelahku saat aku berusaha untuk membantu memasukan pakaiannya ke dalam koper.

“aku ingin membantu mu. Aku lihat kau begitu kerepotan daritadi dan aku hanya diam saja?? Tidak akan!” hanya itu jawabku.

Namja di samping ku pun berhenti dan menatap aku. Merasa diperhatikan, aku pun juga ikut menoleh kepadanya.

“Mwo?” tanya ku malu-malu. Ia memang selalu begitu. Dapat dengan sukses membuat wajah ku memerah karena malu hanya dengan caranya menatap aku.

Wajahnya sangat tegas. Matanya begitu tajam saat menatap aku. Senyum nya pun begitu unik, sangat menawan. Walaupun ia tidak begitu tampan, tapi aku amat sangat menyayangi dan mencintainya.

“tidak apa-apa.. udah, kamu tidur lagi sana. Aku tidak tega kau bangun sepagi ini.” Katanya sambil tersenyum dengan lembut. Ia pun membiarkan aku duduk di kasurnya yang begitu empuk dan hangat. Ia bahkan menyuruhku untuk melanjutkan tidurku yang sempat terganggu karena suara gaduh yang ia timbulkan. Mau tidak mau pun aku menurut. Aku memang tidak pernah bisa menolak permintaan namja yang telah menghiasi hidupku selama 3 tahun ini.

“Hyuk..” panggil ku sedikit merajuk kepada namja itu. Entah kenapa aku ingin sekali bersikap manja padanya hari ini sebelum dia pergi meninggalkan aku.

“Ada apa Jagi?”

Aku menghela nafas sebentar. Dengan wajah sedikit murung dan tangan yang terlipat didada, aku menatap Hyuk Jae, Namja tersebut.

“Apa kamu benar-benar harus pergi sekarang? Apa tidak bisa ditunda?”

Hyuk Jae pun terdiam. Ia tersenyum menghentikan sesaat pekerjaannya dan menghampiri aku yang tengah bersender di tiang ranjangnya .

“Jagi, wae kudae?” Hyuk datang memegang kedua pipiku sambil menatapku tajam namun begitu lembut.

“Ah.. ani! Aku hany..”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Hyuk Jae pun mencium lembut bibirku, Bahkan sangat lembut. Aku bingung apa yang harus kulakukan. Aku hanya terdiam. Dan untuk beberapa detik, kami saling menatap satu sama lain.

“Kyuri-ah, aku mohon jangan bersikap seperti ini. Kalau kamu seperti ini, aku akan sangat terbebani saat pergi nanti”

Aku hanya mengangguk pasrah menerima kenyataan Aku harus merelakan kekasih ku ini pergi ke Amerika untuk menempuh pendidikan S2 nya disana selama 3 tahun. Ya, perpisahan  itu waktu sangat lama yang pernah aku jalani bersama nya.

“tapi kamu janji kan akan selalu menghubungi aku?” kataku meminta

“ne, arra Jagiya..bahkan saat aku sampai disana nanti, kamu lah orang pertama yang akan aku hubungi. Dan 1 lagi, jangan pernah merasa takut aku tinggalkan. Karena aku tidak akan pernah melakukan itu”

Seakan tau apa yang aku takutkan, Hyuk jae pun memelukku sangat kencang. Dikecupnya ujung rambut ku. Ia tahu bhawa aku tidak suka mengalami keadaan seperti ini. Namun, Kata-kata dan pelukannya nya telah memberikan sedikit kesegaran dihatiku. Aku takut menghadapi hubungan jarak jauh ini.

***

4 TAHUN KEMUDIAN

Aku sedang terduduk di taman dekat kota ketika sebuah tangan menutup kedua mataku. Aku pun terkejut. Segera aku pegang kedua tangan tersebut dan berusaha melepaskannya dari hadapan ku.

“Eits..jangan bergerak. Tebak dulu siapa aku?”

Suara itu. yah, aku kenal suara itu.

“Donghae Oppa, udah lepaskan! Aku tidak bisa melihat.” Kataku sembari mengangkat kedua tangan nya yang menutupi mataku. Akupun berbalik. Kini namja itu tengah tersenyum manis padaku.

“kamu selalu usil” kataku sedikit merajuk.

Namja itu pun kemudian memeluk leherku dari belakang. Aku bahkan bisa mendengar deru nafasnya dan degup jantungnya yang cukup kencang.

…….

Yah, dia adalah Donghae kekasihku saat ini. Bukan Hyuk Jae yang dulu pernah mengisi hari-hariku. Ia bahkan sudah 2 setengah tahun tidak menghubungi ku semenjak dirinya berada di Amerika. Aku juga bahkan tidak pernah tahu dan tidak akan pernah mau tau bagaimana kabarnya lagi. Kini Hyuk Jae telah melupakan janjinya sendiri saat itu kepadaku.

Cukup lama aku berusaha untuk menahan rasa rindu untuk bertemu dan berbicara kepadanya. Dan cukup lama juga aku bertarung dengan luka di hatiku akibat kehilangannya.

Sampai, satu ketika aku bertemu dengannya. Donghae, ia adalah teman kerja kakak ku. Ia lah yang kini berhasil mengubah hidupku yang sempat suram karena Hyuk Jae. Ia juga lah yang telah berhasil menghadirkan pelangi yang sempat hilang di awan kelam hidup ku. Kini, aku tidak ingin mengulang kesalahan untuk kedua kalinya. Walaupun aku belum seutuhnya bisa melupakan Hyuk Jae, tapi Aku akan memberikan seluruh cintaku untuk Donghae. Kini hanya ia lah orang yang paling kucintai di dalam hidupku saat ini. Dan aku tidak ingin kehilangan orang yang kucintai untuk kedua kali.

……..

“kenapa kamu melamun Jagi?” tanya Donghae yang kini telah duduk disampingku.

“Ah..ani. aku hanya menikmati keindahan taman ini saja” aku tersenyum tanpa menoleh kearahnya.

Aku terus melihat kearah depan. Banyak anak-anak kecil bermain begitu gembira. Aku bahkan tidak bisa melepaskan senyum diwajahku. Aku begitu menyukai anak kecil. Ingin sekali rasanya berhambur ke arah mereka dan bermain-main bersama mereka.

“Yah..Kyurie, jangan cuekin aku!” kini Donghae mulai merajuk. Ia protes karena ia ku acuhkan. Aku pun menoleh ke arahnya. Dan kini yang kulihat adalah seorang namja yang sedang memasang wajah anak-anak nya dihadapanku. Aku pun tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

“Hahahaha..apa yang kamu lakukan?” aku menepuk pelan bahu nya

“Habis daritadi kau hanya melihat kedepan terus. Kapan kau melihat ke arah ku? Yah! Aku ini pacar mu!” Donghae cemberut.

Aku begitu menyukai ekspresinya yang seperti anak kecil. Walaupun terkadang sikap kanak-kanak nya masih sering keluar, namun entah mengapa aku tidak pernah protes. Aku justru menyukai sikapnya yang seperti itu. Ia tahu kapan harus bersikap manis dan kapan harus bersikap dewasa. Sikapnya yang mempu membawa dan menempatkan diri dengan baik ini lah yang membuatku begitu jatuh cinta padanya.

“Kamu lihat anak-anak yang bermain disana?” kataku sembari menunjuk anak-anak lucu yang sedari tadi kuperhatikan. Donghae menoleh ke arah yang ditunjuk tangan ku. Ia hanya mengangguk.

“Aku sedang memperhatikan mereka. Bukan kah mereka sangat lucu dan menggemaskan?” kata ku dengan antusias.

Donghae yang mendengar itu hanya tersenyum. Ia sedikit merapatkan duduknya kearahku dan kemudian merangkul pundak ku.

“Ne.. mereka memang sangat lucu. Satu saat nanti, anak kita juga pasti akan selucu itu.” kata-kata Donghae kontan membuat aku terkejut.

“Mwo??!!”

“Wae?? Kenapa kamu terkejut seperti itu? apa kamu tidak ingin menikah dan memiliki anak dari ku?”  Donghae menatap ku dengan lekat.

Buatku apa yang Donghae katakan itu terlalu cepat. Kami baru berpacaran dua tahun ini, namun Donghae sudah memikirkan semuanya, bahkan memikirkan seorang anak. Apakah Donghae ingin melamarku secara tidak langsung? Atau ia hanya bergurau saja?

Jujur, ada perasaan takut sekaligus senang dalam perasaanku saat Donghae menanyakan hal tersebut. Aku sangat mencintai dirinya dan tentunya aku pun juga ingin sekali menghabiskan sisa hidupku bersamanya. Tapi aku benar-benar tidak menyangka ia akan mengatakannya secepat ini.

“Ani..bukan begitu. Aku hanya tidak menyangka kamu akan berkata itu. Apa kau bermaksud melamarku secara tidak langsung, oppa?”

“Mmm..kalau kau menganggapnya begitu, anggap lah saja aku memang melamarmu hari ini.” Donghae tersenyum penuh arti padaku.

…….

Hari-hari pun berlalu. Aku masih sangat berbahagia bersama Donghae yang sudah lebih dari 2 tahun menemaniku. Hari-hari ku kini menjadi sempurna karena nya.

sewori hullo naiga dulgo gudae gomun moriwie huinnuni puryojindwi..  naui dununi huryojyo sumi mojoonun gusungan hamkeigil.. sarang itorok arumdaun mari dangshinigie ganunghaetdon sarmi naegen sesange
dokun gijokgathunil.. gurigo
selsu omnun gu yaksokgwa dangshinul manna chotnarui haessalgwa guhyanggi majyo modu giokhaltheni.. (Super junior M – At Least I Still Have You)

Lagu at least i still have you itu sedang mengalun dengan indah di dalam kamar ku saat ini. Lagu ini adalah lagu yang menggambarkan hubungan ku dengan Donghae saat ini, lagu yang sering kami dengarkan saat kami sedang bersama. Bisa dikatakan bahwa lagu itu adalah Sountrack dalam drama percintaan kami.

Aku sedang bersandar pada balkon kamar ku saat kakak ku, Shindong masuk ke dalam kamarku dengan buru2.

“kyuRi-ah..Kyuri-ah, gawat!!” kata-kata Oppa membuat ku terkejut. Entah mengapa saat itu hatiku mulai diliputi perasaan aneh.

“Mwo?? Ada apa Oppa tiba-tiba masuk kekamarku seperti itu?”

Shindong Oppa masih terlihat mengatur nafasnya yang terengah-engah. Nampak dari wajahnya, sepertinya ada sesuatu hal yang tidak beres, entah apa itu.

“Donghae…hah..hah..Dong..hae, Kyuri!!”

“Waeyo oppa???ada apa dengan Donghae??” aku mulai ikut2an panik saat Oppa menyebutkan namanya.

“Donghae…!!! haish, sudah ayo, kau ikut saja!”

Oppa Shindong secara tiba-tiba menarik tangan ku mengikutinya. Aku yang tidak tahu menau dan tidak dibiarkan bersiap-siap kontan saja segera ikut berlari. Hatiku tidak karuan. Ku ikuti dirinya yang masuk kedalam mobil yang akan membawaku ke satu tempat. Ya, tempat yang aku tau akan membuatku mengerti apa yg terjadi dengan Donghae.

“Oppa, ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi pada Donghae?? Jangan diam saja!!” aku terus-terusan merengek pada Shindong Oppa selama perjalanan.

Aku benar-benar kesal dibuatnya. Sepanjang perjalanan, apa yang aku tanyakan tidak pernah dijawabnya sedikitpun. Shindong oppa tetap diam, diam, dan diam.

“OPPA!!!” habislah sudah kesabaran ku.

“Kalo Oppa tetep gak mau jawab, aku akan buat Oppa tidak berkonsentrasi nyetir. Arra??!!?!” aku mulai mengancam.

Shindong Oppa yang awalnya diam kini mulai menyadari kemarahanku. Ia tahu bahwa ancamanku adalah hal yang serius.

“Ne..Ne..apa yang mau tahu?”

“Jelaskan padaku ada apa dengan Donghae?? Kenapa Oppa tadi begitu panik??”

“haaaaahhhh….Sebenarnya ada sediikit masalah dengan Donghae hari ini, Kyuri. Donghae..Dia…” Shindong Oppa tidak melanjutkan ucapannya.

Aku yang semakin penasaran kontan bertambah panik dan menjadi tidak sabar. Aku benar2 takut sesuatu terjadi dengan Donghae.

“Wae Kudae Oppa??? Jelaskan padaku!!!!”

“Donghae… dia mengalami kecelakaan saat dikantor tadi.” Kata Shindong Oppa akhirnya.

Aku begitu terkejut. Sudah kuduga berita inilah yang akan Shindong Oppa beritahu padaku. Aku panik. Aku bahkan terus menerus berusaha menghubungi handphone Donghae, namun nihil. Tidak ada jawaban darinya.

Aku bingung. Ingin rasanya aku mengambil alih Oppa Shindong yang sedang menyetir. Mengapa ia menyetir begitu lamban?? Tidakkah ia tahu bahwa aku sedang panik luar biasa?? Hey, kekasihku sedang terluka. Bahkan parahnya mungkin ia sekarat. Tak bisalah kau menyetir lebih cepat oppa??Aku terus ngedumel dalam hati.

“Oppa, aku mohon tolong lebih cepat sedikit!! Aku ingin melihat keadaan Donghae..” kataku merengek pada Shindong Oppa.

Shindong oppa kini kembali menjadi patung seperti tadi. Ia terdiam tidak mendengarkan kata2ku. Pandangannya tetap fokus ke arah jalan. Jarak ke rumah sakit pun tidak jauh lagi, namun… tunggu dulu! Ada apa ini?? Mengapa Oppa tidak berbelok ke arah Rumah Sakit?? Ini bukanlah jalan menuju kesana. Aku mulai curiga. Aku mulai merasakan ada yang tidak beres dengan tingkah laku Shindong Oppa malam ini.

“Lho..Oppa, ini kan bukan jalan menuju Rumah sakit. Oppa mau bawa aku kemana?? Jangan main2 oppa!!! Aku harus ke rumah sakit sekarang!!! Donghae membutuhkan aku. Oppa mau bawa aku kemana???”

Kembali Shindong oppa tidak menyahut pertanyaan ku. Ia kini malah membawa ku ke…

Kantor??? Hah?? Bukan kah ini kantor Shindong oppa dan Donghae?? Tapi untuk apa Shindong oppa membawaku ke kantornya?? Beribu-ribu pertanyaan merasuk begitu saja di kepalaku. Aku tidak dapat mencerna semua hal yang terjadi saat ini. Yang aku inginkan hanyalah ke rumah sakit, ke tempat Donghae, orang yang aku cintai. Untuk apa ia membawaku kemari?

“Masuk lah KyuRi-ah.. naiklah ke lantai paling atas. Mmm..maksud oppa, ke atap gedung ini. Disana kamu akan menemukan apa yang kamu cari.”

“Hah?? Apa maksudnya oppa?? Kenapa aku harus kesana?? Aku takut.. gedung ini begitu gelap!!!!” aku menolak keras.  Aku menoleh ke atas, hanya dengan melihatnya saja, bulu kuduk ku sudah merinding tidak karuan.

“Gwaenchana.. masuk lah. Disana kamu tidak akan sendiri. Banyak orang yang akan membimbingmu kesana.” Katanya meyakinkan aku.

“Tunggu!! Tadi oppa bilang kalau aku akan menemukan apa yg aku cari. Apa maksud oppa itu Donghae??” Aku bertanya padanya sebelum turun dari mobil.

“Masuklah Kyuri-ah. Aku yakin kau tidak ingin membuatnya  menunggu lama”

Aku menuruti semua kata-kata Shindong oppa. Aku benar-benar berharap pada kata-kata Shindong oppa. Aku berharap bahwa yang akan aku temukan diatas adalah Donghae. Perlahan, aku mulai memasuki pintu masuk kantor tersebut. Seorang namja berpakaian putih tersenyum padaku. Ia mengucapkan salam dan memberikan setangkai bunga Mawar Ungu . Ada surat yang diikatkannya di bunga tersebut.

Purple Roses, means “Love at the First sight”

            When the first time i saw you a few years ago, my heart skips a beat.. I’m getting ready to tell you how i feel. Yes, i’m falling in love with you at the first sight…

            -Love : Mr. Prince-

Aku membaca surat itu. Mr.Prince?? Nugu?? Dan apa-apaan ini?? Aku mengerutkan kening kepada lelaki yang berada di depan pintu itu meminta penjelasan darinya.

“Silakan nona.. Nona bisa menuju ke arah lift disebelah sana”

Kata namja itu sambil menunjuk ke arah lift yang berada di sebelah kanannya. Ia bahkan sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Dengan segera, akupun berjalan menuju lift yang dimaksud tersebut. begitu tiba di depannya, ternyata seorang namja juga telah menunggu di depan pintu lift itu. Ia tersenyum ke arah ku sambil memberikan setangkai Bunga Tulip Merah ditangannya. Dan kudapati pula surat yang terikat didalamnya.

Red Tulips means “Express Love, hope and desire to be trusted

            I wanna hold your hand everytime i thingking about you. I wanna kiss your lips.  I wanna fall in love with you, It must be beautiful Lovely day.. I love you..

            -Love : Mr. Prince-

Omo?? Apa ini?? Kenapa ada surat2-surat ini?? Untuk apa ini semua?? Siapa sebenarnya Mr.prince ini?? Aku benar-benar bingung. Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak suka ini semua. Entah kenapa aku merasa bahwa aku sedang dipermainkan. Bahkan aku juga tidak tahu siapa yang mempermainkan aku kali ini. Aku menoleh ke arah namja yang berdiri di sampingku. Ia kembali tersenyum dan menyuruhku masuk ke dalam lift. Ia bahkan tidak memberikan aku kesempatan untuk bertanya. Sambil terus bertanya dan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba pintu lift terbuka. Aku menoleh dan melihat ke arah layar penunjuk lantai di dalam lift, lantai 6.

Seorang Yeoja kini berdiri didepan lift yang aku naiki tersebut. Akupun secara reflek menggeser tempat ku berdiri menjadi ke samping agar wanita itu dapat masuk ke dalam lift ini. Namun ternyata aku salah. Ternyata ia hanya tersenyum padaku dan memberikan setangkai Bunga Mawar Putih . Dan, astaga.. ternyata lagi-lagi ada surat yang terikat bersamanya.

“Untuk mu. Bacalah” kata wanita itu sambil tersenyum padaku dan pada lelaki yang menemaniku di dalam lift tersebut.

White Roses means “True Love”

            Isn’t this amazing? It’s my favorite part of my life. Because i love someone like you.. I’m not gonna find another woman like you in a million years.. I believe, I know, I’ve looked! Just only You’re my True Love..

            -Love : Mr. Prince-

“Mianhe, nona aku sungguh tidak tahu apa maksud ini semua. Tapi bisakah kau   jelaskan padaku apa maksud semua ini?? Dan siapa yang menyuruh mu mengirimkan   ini semua??”

Aku bertanya kepada wanita itu. Namun seperti kedua orang yang kutemui dan yang memberiku bunga ini, wanita itu juga tidak mau memberitahukan jawabannya.

“Nanti kau juga akan mengerti setelah sampai ke tujuannya nona manis.” Katanya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepadaku.

Lelaki yang berada di belakangku langsung mengambil alih untuk menekan tombol pintu lift. Aku sangat berharap semoga ini adalah bunga terakhir yang kudapat. Aku tidak ingin mendapatkan bunga-bunga konyol ini lagi tanpa aku pernah tau siapa yang melakukan ini semua.

Lift berhenti lagi. Kali ini tombolnya berada di tujuan lantai 15. Jebal, aku mohon semoga pintu ini tidak terbuka lagi dan menampilkan orang yang ingin memberiku bunga lagi. Kataku memohon dalma hati sendiri.

Pintu lift pun terbuka, dan kembali didepan pintu lift berdiri seorang yeoja. Dan, Omo.. kenapa dia juga harus memegang bunga lagi?!? Aku benar-benar mengutuk nasib ku yang sangat aneh hari ini. Aku tersenyum pasrah. Kulihat ia tersenyum padaku dan memberikan Bunga Mawar Pink  yang ada ditangannya. Karena aku sudah tahu pasti akan ada sirat didalamnya, secara segera aku mencari surat itu, dan ketemu..

Pink Roses means “Love, Admiration, Happiness”

            When i hear the sound of your voice, The Sun smiles.. The moon smiles, it’s like they’re watching our love.

            When i see your smile, I smile to you.. The bird whisper, The Flowers wishper looks like they’re jealous of our feel. Happiness in my life feels complete with you now.

            -Love : Mr. Prince-

Kali ini aku terdiam. Entah kenapa aku mulai menikmati semua moment-moment ini. Siapapun Mr.Prince ini, aku sudah tidak peduli. Aku sangat terkesan dengan apa yang dilakukannya untukku. Buatku ini sungguh romantis. Entah kenapa aku jadi sedikit lupa akan tujuan ku untuk mencari dan menemui Donghae. Ada sedikit harapan dalam diriku Donghae dapat melakukan ini semua, walaupun itu hanya sekali seumur hidupku.

“Kamsahamnida..” kataku sambil membungkukkan badan kepada wanita itu. sambil kemudian aku menutup pintu lif dan menunggu lift ini sampai pada tujuannya.

“Aku percaya kalau kau sudah mengetahui semuanya, pasti kau akan sangat terkesan. Bahkan akan kau ingat seumur hidupmu.”

Namja yang sedari tadi terdiam itu kini akhirnya bersuara. Aku menoleh kepadanya. Ia kini mensejajarkan posisi berdirinya di samping ku.

“Mwo?? Maksudmu??” aku bertanya padanya. Namja itu tersenyum.

“Kau akan tahu nanti. Bersabarlah sebentar lagi..” hanya itu yang diucapkannya.

Lift pun akhirnya berhenti ditujuannya. Entah kenapa aku merasa sangat gugup dan jantungku tidak berhenti berdetak kencang.

“This is it..” kata namja itu pelan sambil mempersilahkan aku keluar lebih dulu.

Ia tersenyum penuh arti dan mengedipkan sebelah matanya kepadaku. Aku hanya mampu memandanginya dengan persaan yang bercampur aduk.

Perlahan-lahan, aku keluar dari lift itu. Berjalan secara perlahan-lahan. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh tempat tersebut. Omo, aku benar2 dibuat takjub oleh keadaaan disana. Aku menganga dan berusaha menutup mulut dengan tangan ku. Banyak kelopak bunga bertebaran di bawah kakiku. Lampu yang tidak terlalu terang serta lilin yang berdiri menyala membentuk sebuah jalan di sebelah kiri dan kananku.

Namja yang sedari tadi menemani ku dalam perjalanan menuju ke atap ini pun pergi sebentar dan kembali membawa setangkai Bunga  Lili  di tangannya. Tanpa disuruh pun, aku langsung mencari surat yang terikat bersamanya.

Lily Flower means “Pure, Beautiful, Sweet”

            Like a Flower, you’re so Beautiful.. Like the colour, You’re so white and pure heart.. Like an Angel, you’re so Kind.. Welcome my “Angel dear”

            -Love : Mr. Prince-

Aku tersenyum kepada namja tersebut dan mengedarkan pandanganku keseluruh wilayah atap gedung tersebut. Seperti sudah mengetahui apa yang aku cari, namja itupun berkata

“Dia ada disana. Temuilah si pengagum rahasia mu itu” ia tersenyum manis kepadaku.

“Gomawoyo…” aku menunduk dalam dan tersenyum kepadanya.

Kini, ku tinggalkan pria itu dan berjalan perlahan menuju si pria misterius yang telah membuatku begitu terpesona akan apa yang dilakukannya saat ini. Ku ikuti jalan yang dibentuk dari lilin-lilin yang menyala tersebut. Kini, tidak jauh dari hadapanku berdiri seorang namja yang sedang memunggungi diriku. Ku tatap bagian belakang tubuhnya tajam berusaha untuk mengenali dirinya. Begitu lama aku menatapnya, sampai aku tersentak sadar,bahwa dia..

-To Be Continue-

5 thoughts on “LOVE BIRTH (part 1)

  1. yah,, lagi enak-enak baca kok malah TBC
    ffnya romantis banget,,,,
    jadi penasaran siapa yang itu,,,,,,,,,
    aku readers, baru disini,,
    annyeong admin

  2. Annyeong anisa..🙂 gomawo ya udh mw baca n udh mw comment. Seneng de,ada pembaca setia yg baru..
    Dsn kita ngarepin bgt komen2 dr km ni.hehehe.. Syp tau aja yg lain bs ikut komen😀

    jgn lupa comment yg lain jg yaaa…
    Gomawo🙂 *bow*

  3. Aigo, nugu??
    Kenapa aku merasa klo namja itu HyukJae. Hae gimana dong????
    Daripada penasaran, mending lanjut ajj deCh.

  4. cah…… ge seru” x tbc x dateng……
    wah kira” cpa y……
    donhae oppa kah…..
    hrapanx c gtow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s