NO OTHER (Part 2 of 2)

EUNHYUK PART (EUNHYUK POV)



Huuuufffhhh… aku benar-benar harus menghela nafas dengan berat rasanya. Menjalani hubungan jarak jauh memang membutuhkan kesabaran ekstra. Kenapa harus aku yang mengalaminya?? Andai saja, saat itu aku berhasil membujuknya untuk tidak pergi.

Sudah hampir 2 tahun ini dia meninggalkan aku pergi. Pergi ke tempat nun jauh disana, tempatnya belajar mengembangkan cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter yang hebat kelak. Awalnya bahkan aku tidak pernah mengerti, untuk apa dia sampai harus jauh-jauh ke negeri orang hanya untuk mengenyam pendidikannya. Seperti tidak ada universitas terbaik saja di Korea ini.

Baru saja aku hendak memejamkan mataku, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Dengan malas, kuangkat telepon tersebut. Siapa sih yang tega-teganya mengganggu ku malam-malam begini? Tidak tahu apa kalau aku sudah mau tidur?

“Yeoboseyo..” aku berusaha berbicara dengan nada ketus, pertanda bahwa aku sedang kesal.

“Ya!! Oppa, waeyo suaramu seperti itu?? Apa kau tidak suka aku telepon??” sahut suara seberang yang sepertinya ku ketahui dengan pasti siapa pemiliknya.

“Omo.. apakah ini kau, Raesang?” segera aku terduduk ditempat tidurku berusaha meyakinkannya.

“YA!! Apakah benar-benar kau Han Rae Sang?? Ya!! Jagiya, kemana saja kau baru menghubungiku sekarang?? Apakah kau tidak tahu kalau hampir gila menunggu kabar darimu?? Awas kau kalau sampai membuatku cemas dan berani berselingkuh!!” Aku benar-benar gila. Kurasa aku benar-benar sudah tidak waras. Mimpikah aku?? Gadis yang begitu amat sangat kurindukan akhirnya menghubungiku.

“Haiishh.. Hyukkie Oppa.. kapan giliranku kalau kau terus saja berbicara seperti itu?? cerewet sekali sekarang namjachingu ku ini” kini malah ia yang memarahiku.

Aku benar2 senang sekali medengar suaranya, omelannya. Aku sangat-sangat senang mengetahui bahwa ia baik-baik saja disana. Ingin rasanya aku berlari menemuinya, memeluknya erat.

“Nan Bogoshipoyo, Jagi… kau benarbenar tega meninggalkan ku sendiri” kini suaraku menjadi lemah. Mungkin sebentar lagi bisa saja air mataku ini keluar.

“Oppa.. gwaenchanayo?? Jangan bersedih Oppa. Aku baik-baik saja koq. Aku juga sangat-sangat merindukan Oppa. Kau baik2 saja kan?? Jangan lupa jaga kesehatanmu Oppa. Aku tidak ingin mendengarmu sakit. Arra!!” Hiburnya padaku.

Ah, kau memang hebat Jagiya. Kau memang selalu bisa membuat hatiku tenang. Bahkan disaat seperti inipun kau masih sempat-sempatnya memperhatikan diriku. Beruntungnya aku memilikimu.

“Babo!! Harusnya kata-kata itu kutujukan untukmu Raesang! Kau juga, jaga diri baik-baik. Aku harap kau tidak akan membuatku mengamuk kalau sampai aku mendengarmu jatuh sakit. Dan satu lagi, jangan pernah meladeni ajakan-ajakan aneh dari pria-pria Bule genit itu! Arraseo?!?!?” Kudengar ia tertawa pelan. Suara tawa yang sudah sangat jarang kudengar semenjak dirinya pergi ke Itali beberapa waktu lalu.

“Arraseo Eunhyuk Oppa.. sebagai seorang calon dokter, aku tidak mungkin sakit.” Katanya menenangkan diriku. Kamipun berbicara selama beberapa saat, sebelum akhirnya harus diakhiri karena perbedaan waktu yang ada. Sebelum menyudahi percakapannya, Raesang pun memintaku melakukan sesuatu.

“Oppa, maukah kau mengirimkan aku video dance mu?? Aku sangat rindu melihat gerakan-gerakanmu. Yah, itung-itung sebagai obat penghilang rinduku. Jebaalll..”

“Mwo?? Hanya itu?? cih… baiklah! Demi Yeojachinguku yang cerewet ini, apapun akan aku lakukan. Saranghaeyo, Jagi..” kataku menyetujuinya.

“Nado Saranghae oppa.. byee..” ucapnya diakhiri oleh ditutupnya telepon olehku.

Dancing?? Hmm..keahlianku memang itu. Jadi, baiklah besok aku akan membuatkannya Video dancing terbaikku untuknya.

Esoknya, aku segera mempersiapkan diri untuk membuat rekaman video yang diminta oleh Raesang. Pakaian rapi, handycam, serta Laptop. Hmm..perfect. Kemudian, dengan segera kunyalakan Handcam tersebut dan merekam diriku.

“Raesang ku, Jagiyaku, ini adalah janjiku padamu. Kalau kau rindu padaku, lihatlah saja Video ini. Arra?? Saranghaeyoo…” dan akupun mulai menyetel lagu yang cukup pas untuk ku dan mulai bergerak sesuai irama. Akan ku berikan semua yang terbaik untukknya. Beberapa lagu kini telah diputar. Kini, aku masih tetap menggerakkan badanku. Setelah kurasa cukup, kumasukkan semua rekaman itu kedalam laptop ku dan ku edit beberapa bagian didalamnya. Dan segera ku kirim video tersebut ke email Raesang. Sebelum ku ketik tulisan ‘SEND’,aku menulis sesuatu di dalamnya

Jagiya, aku ingin selalu melihatmu tersenyum. Aku tidak ingin kau merasakan hal yang sama seperti ku saat aku rindu padamu. Kau bisa melihat video ini beratus-ratus, beribu-ribu, bahkan berjuta-juta kali saat kau merindukanku. Jadi, jangan        pernah murung atau sedih sedikitpun, Arraseo?!?!? Dan satu hal yang harus kau tau, aku akan selalu menunggumu untuk pulang. Aku akan tetap mencintaimu, jadi jangan coba-coba untuk menghapus Cintaku di dalam hatimu, Arra?!?!?”  baiklah, selamat menonton.. Saranghaeyo Han Rae Sang! J*kiss and hug *

            Oia, CEPATLAH KAU KEMBALI…!!!!

            -With Love : Hyuk Jae-

Setelah itupun, dengan mantap kutekan tombol ‘SEND’ dan emailpun terkirim.

***

SIWON PART (SIWON POV)

Kubuka lemari pakaianku dan memilih-memilih pakaian yang akan ku pakai hari ini. Setelah berunding dengan hati ku sendiri, kuputuskan bahwa kemeja kotak-kotak berwarna putih, biru dan hitam inilah yang akan kukenakan. Dan tak lupa Parfum Giordano dan sedikiit gel untuk rambut ku pakaikan ditubuhku. Hmmm..kurasa sudah cukup. Segera aku turun dari kamarku dan menuju ke Garasi tempat Audi hitamku tinggal.

Tanpa basa basi lagi, segera ku kendarai mobil tersebut ke suatu tempat yang ingin ku tuju.       Begitu tiba di rumahnya, segera ku tekan bel yang bertengger di depan gerbang hitamnya. Tak lama, keluarlah seorang Yeoja cantik yang sangat ku kenal. Dengan mini dress warna pastel, sepatu kets putih dan rambut hitamnya yang tergerai, ia kini tersenyum di hadapanku.

“Siwon Oppa.. Annyeong.” Katanya sambil membungkukkan badannya. Kulihat senyum menghiasi wajahnya yang cantik itu. Ia terlihat sangat anggun dengan penampilannya hari ini.

“Annyeong Hyunhwa.. kau sudah siap?” aku pun membalas senyumnya.

Hari ini, aku akan mengajak dirinya pergi. Entah pergi kemanapun yang dia mau, asalkan aku bisa terus bersamanya seharian ini.

Hyunhwa adalah gadis yang sedang kudekati. Aku mengenalnya dari teman kuliahku. Hyunhwa adalah adiknya. Pertama kali melihatnya, jujur aku langsung merasa jatuh cinta padanya. Entah apa yang membuatku sangat menyukai senyum diwajahnya. Buatku hal itu sangat menyenangkan. Aku memang belum menjadi kekasihnya, tapi hari ini aku akan mengatakan semuanya. Seharian ini akan kubuat dirinya menjadi seorang Princess.

Kini kubawa Hyunhwa ke sebuah taman yang berada di Seoul Ganggnam. Tempatnya sangat indah, dan sangat mendukung untuk orang yang sedang berkencan atau orang yang sedang ingin mengutarakan perasaannya.

“Untuk apa kita kesini Oppa?” tanya Hyunhwa saat turun dari mobilku.

Aku hanya bisa tersenyum misterius saat melihat tatapan herannya didepanku.

“Pemandangan di tempat ini sangat indah, makanya kuajak kau kesini. Aku yakin kau pasti menyukainya. Kau akan tahu semuanya nanti. Kajja!”

Ku gandenga tangan kirinya agar dia mengikuti langkahku. Kini kami berdua terus menyusuri tiap jalan yang ada didalamnya. Banyak sekali rerumputan hijau yang basah karena embun tadi pagi, dan beruntungnya kami saat kami datang, bunga-bunga cantik itu banyak yang bermekaran.

“Kau suka??” Aku bertanya hati2.

Dan kulihat senyumnya pun mengembang di bibir tipisnya yang berwarna pink.

“Ne Oppa.. aku baru tahu kalau di Ganggnam ada taman yang indah seperti ini.   Aahh, lihat Oppa!! Bunga tulip nya sedang bermekaran.. indah yaa??”

Ku lihat ia begitu antusias menceritakan perasaannya. Ia pun menunjukkan ke arah ku bunga-bunga tulip yang memang sedang mekar saat itu. Sangat cantik, persis seperti dirinya. Aku senang karena bisa membuatnya tersenyum bahagia. Inilah yang aku inginkan setiap berada didekatnya. Kami terus berjalan menyusuri taman itu. Hatiku sangat gugup berada didekatnya. Aku benar-benar salah tingkah dibuatnya.

“Ohh..” Katanya tiba-tiba berhenti mengejutkanku.

Ku tengok ia yang berada disampingku, dan kulihat pandangannya yang mengarah ke bawah kakinya. Tali sepatunya terlepas. Barusaja ia hendak berjongkok membetulkannya, ku tahan ia dan kini aku yang berjongkok membantu dirinya untuk mengikat tali sepatunya lagi.

“Oppa.. apa yang kau lakukan?? Sudah, aku bisa sendiri..” Kata Hyunhwa yang berusaha menghentikanku.

“Gwaenchana, Hyunhwa. Aku melakukan ini karena aku ingin membantumu. Yap, selesaii..” kataku disaat yang bersamaan. Kini tali sepatunya telah terikat rapi kembali.

“Gomawoyo, Oppa..” Hyunhwa menunduk menatap ku.

Ku tegakkan wajahku ke arah wajahnya dan tersenyum. Akupun segera berdiri. Kutatap wajahnya yang kini berada dihadapanku. Jarak wajah kami sekarang tidak terlalu jauh. Kuberanikan diri untuk menggenggam kedua tangannya.

“hyunhwa..” kupanggil dirinya dengan lembut. Kulihat wajahnya bersemu merah, Ia tidak berani menatapku.

“Ne, Oppa..”

Dengan perlahan lahan dan sangat hati-hati, kuletakkan telapak tangan kanannya di dadaku. Kini wajah cantik itu menatapku dalam.

“Saranghaeyo Jung Hyun Hwa..” Hanya ituu yang mampu kuucapkan.”

“Oppa.. mmm.. Na..do..” suaranya yang keluar sangat pelan. Kembali kulihat ia menundukkan wajahnya.

“kau bilang apa?? Ulangi lagi, jebal” kataku tersenyum usil.

“Mmm.. Nado saranghae, oppa.” Ia semakin menundukkan kepalanya. Melihat tingkahnya, aku hanya tersenyum. Kurengkuh dirinya dan kukecup keningnya menghabiskan sisa waktu kami hari ini bersama.

***

DONGHAE PART (DONGHAE POV)

Priiittttttt… bunyi Peluit menggema diseluruh Lapangan Indoor ditempat ini tanda pertandingan telah selesai. Aku bersorak gembira, berlari dan berpelukan dengan rekan-rekan setim ku. Ya, kami baru saja memenangkan kembali kompetisi Basket yang diadakan di Universitas ku.

Orang-orang kini mulai menghambur keluar lapangan indoor di Gedung serbaguna Kampus ini. Aku pun juga tengah membereskan semua perlengkapan basket ku yang telah selesai kugunakan. Aku beranjak mengambil tas besarku untuk pergi, saat tiba-tiba mataku tak sengaja menatap kearah tribun atas, tempat penonton biasanya menonton pertandingan. Lagi-lagi ada gadis itu..

Gadis itu, yeoja yang selalu ada disetiap pertandinganku. Tidak jarang pula ia ada disaat aku latihan bersama dengan teman-teman setimku. Siapa dia, bahkan aku pun tidak tahu. Aku mulai menyadarinya sejak sebulan lalu, saat secara tak sengaja aku menabraknya saat aku sedang latihan mendribel bola. Waktu itu kulihat tatapannya begitu tajam, namun sangat lembut. Entah kenapa tatapan itu bisa membuat hatiku terus berdesir.

Kulihat ia sedang bercanda dengan dua orang temannya. Aku terus menatapnya sampai tidak menyadari bahwa kini ia tengah menoleh ke arahku dan tersenyum manis kepadaku. Omooo, dia menatapku! Aku menjadi salah tingkah. Ya!! Lee Donghae, ada apa denganmu?? Babo..Babo!! Aku memarahi diriku sendiri. Ku balas senyumnya dan segera pergi meninggalkan Gedung serba guna ini.

Ternyata itu berlangsung seterusnya. Di setiap pertandinganku, ia selalu ada. Bahkan kini, aku merasa dengan kehadirannya secara tidak langsung memberikan semangat untukku dalam bermain Basket. Ingin sekali ku berikan kemenanganku ini untuk dirinya. Tunggu!!! Apa aku jatuh cinta padanya?? Yaahh, aku sendiri bahkan tidak bisa menjawabnya.

Aku sedang membereskan seluruh perlengkapan Basketku saat latihan selesai. Entah apa yang ada diotakku, aku segera menoleh ke arah tribun penonton. Ia ada di sana! Tapi kali ini ia sendiri. Aku pun segera merencanakan sesuatu.

Kulihat kini ia berjalan menuju pintu keluar, sebelum itu terjadi, dengan gerakan cepat ku kejar dirinya

“Agasshi, Chankaman!!” teriakanku kini membuatnya berhenti dan menoleh kerahku      “Ne, Ada apa kau memanggilku??” tanyanya dengan senyum diwajahnya.

Aku telah berdiri didepannya. Tiba-tiba, jantungku berdetak tidak biasa. Sial!! Batinku dalam hati.

“Ani, hanya.. boleh aku tahu siapa dirimu?? Mm.. Yah, karena aku sering melihatmu       disana” tunjukku ke arah tribun atas. Ia kembali tersenyum, yang kini kurasa itu adalah senjatanya untuk membuat hatiku menciut.

“Oh, ne.. Park Hyemin imnida. Kau boleh memanggilku Hyemin.”

“oh, Hyemin.. baiklah. Lee Donghae imnida.” Kini giliranku yang memberikan senyuman manisku kepadanya. Kami terdiam beberapa saat. Sebelum akhirnya kuberanikan diriku untuk berkata terlebih dahulu.

“Hyemin-ah, kalau tidak keberatan, mmm… maukah kau datang lagi kesini besok?? Mm.. yah, aku rasa aku ingin mengenalmu lebih jauh” aku merasa suaraku jadi terbata-bata karena kegugupanku yang sialan ini. Aku hanya menunduk menunggu jawabannya.

“Baiklah, aku pasti akan datang. Sampai ketemu besok Donghae ssi. Annyeong..” katanya sambil meninggalkanku yang tersenyum sendiri karena senang.

Besoknya, aku segera memasuki lapangan indoor dan menunggu Hyemin disana. Sambil menunggu kedatangannya, kumainkan saja bola basket yang ada di tanganku. Oh iya, hampir saja kulupa. Kukeluarkan juga bunga mawar yang sudah kupersiapkan untuknya. Tiba-tiba pintu gedung tersebut terbuka. Ia telah datang. Refleks, akupun berdiri dan menunggunya di tribun penonton dan menghadap ke arahnya yang sedang berjalan dan tak lupa pula menyembunyikan bunga mawar yang kubawa barusan.

“Annyeong, Donghae ssi” katanya menyapaku.

“Annyeong Hyemin-ah.. mm.. kurasa sebaiknya kau memanggilku Oppa saja.” aku tersenyum padanya. Kulihat ia mengangguk paham. Tak ingin buang-buang waktu, segera ku serahkan bunga mawar yang tadi kusembunyikan untuk dirinya

“Untuk mu..” kulihat ia tersenyum menerima pemberianku.

“Gomawo Oppa.. ada apa tiba-tiba kau memberiku Bunga ini??” kulihat ada rasa penasaran dalam tatapannya.

“Aniyo.. aku hanya merasa, sejak pertemuan pertama kita waktu itu, aku tidak bisa melupakanmu. Aku bahkan tidak tahu kenapa. Sering aku melihatmu disini, dan aku merasa aku menjadi semangat bertanding dan berlatih karena itu.” kami terdiam. Kulihat senyum tersungging diwajahnya. Wajahnya menunduk menahan malu.

“Hyemin-ah, mm.. kalau boleh, maukah kau terus mendampingi ku dan menjadi penyemangatku saat aku bertanding?? Mmm.. dan maukah kau menjadii..teman special ku?? Aku tahu mungkin ini terlalu cepat” kini giliranku yang menunduk. Kudengar helaan nafas dari Hyemin. Semoga saja ia tidak marah dengan pernyataanku barusan.

“Kau tau Oppa, alasan ku sering kesini dan menonton pertandingan basket karena aku ingin selalu melihat seseorang. Seseorang yang telah mencuri semua perhatianku selama ini. Dan kau tau siapa dia??” aku menggeleng pelan. Aku benar-benar takut mendengar sebuah nama yang akan dia sebutkan. Ia menggenggam tanganku seakan tau kecemasanku.

“Dia adalah.. Lee Dong Hae.” Mendengar itu semua, segera saja ku aku tersenyum dan melempar keras-keras bola basket ku kearah ring hingga masuk sebagai ungkapan rasa senangku hari ini.

***

RYEOWOOK PART (RYEOWOOK POV)

Haiissshhh..suara Truk ini kenapa berisik sekali sih?? Tidak tahu apa kalau aku sedang  asik bermain piano sekarang?? Aku benar-benar kesal siang ini. Niatnya ingin bermain piano untuk waktu senggangku, kini aku harus terganggu oleh suara bising yang ditimbulkan oleh orang-orang di samping rumahku itu.

Hari ini aku kedatangan tetangga baru. Mereka baru datang siang ini. Aku tidak akan peduli siapa mereka kalau saja suara truk pengangkut barang dan orang-orang yang berteriak memberi arahan kepada tukang angkat barang itu tidak berteriak dan menimbulkan suara bising yang dapat mengangguku. Dan akhirnya sepanjang siang hingga malam ini, aku sama sekali tidak dapat melanjutkan kegiatan ku karena suara bising yang ditimbulkan oleh tetangga baru sebelah.

Keesokan paginya, seperti biasa, aku tengah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Saat melewati halaman depan rumahku, tak sengaja pandanganku mengarah ke arah rumah di sebelahku yang baru saja di huni kemarin. Ku lihat seorang yeoja keluar dari rumah itu dengan senyum riangnya keluar meninggalkan rumahnya. Mataku terus mengikuti kemana arahnya. Namun, alangkah terkejutnya aku saat gadis itu tersenyum manis melewati depan rumahku. Aku tersadar dari lamunanku. Dengan canggung, kubalas senyumannya dan segera pergi dari rumahku sebelum orang lain melihat wajahku yang mulai memerah.

Sepanjang pelajaran dikampus, bahkan hingga tiba dirumah, entah kenapa aku tidak bisa melepaskan pikiranku dari gadis tadi. Bahkan saat aku bermain piano pun, pikiranku tetap melayang memikirkan gadis yang menjadi tetangga baruku tersebut dan entah kenapa lagu-lagu yang kupilihpun juga lagu-lagu yang sangat sesuai dengan diriku saat ini. Siapa ya dia?? Aku benar2 penasaran dibuatnya. Ingin sekali rasanya aku mengenal dirinya.

Pagi2, seperti biasa, sebelum berangkat kuliah, aku selalu membantu Appa ku untuk mencuci mobil miliknya. Sedang asiknya aku berkutat dengan pekerjaanku ini, ku lihat seorang gadis sedang berlari kearah jalan di komplek perumahan kami. Tunggu!! Bukankah itu dia?? Aku mencoba menerka-nerka. Dan memang benar, gadis itu adalah tetangga baruku. Di terlihat sedang berolah raga. Bahkan disaat tubuhnya dibasahi keringatpun, ia masih keliatan sangat menawan.

Sejak saat itu, aku selalu berusaha untuk selalu mencuci mobil Appa setiap pagi dan setiap hari. Padahal kegiatan itu kulakukan hanya 2 hari sekali. Ya, itu kulakukan agar aku bisa terus memandangi gadis itu dari kejauhan. Aku bahkan terlalu malu untuk menyapanya duluan. Appa dan Eomma ku saja heran dengan tingkah lakuku yang mendadak berubah menjadi bersemangat dan sangat riang seperti ini.

“Ada apa dengan Wookie?? Akhir-akhir ini senang sekali bangun pagi hanya untuk           mencuci mobil.” Kudengar Appa berbicara dengan Eomma. Walaupun suara mereka sengaja dikecilkan, tapi aku masih tetap bisa mendengarnya.

“Aku, Eomma nya sendiri saja tidak tahu. Dia memang susah ditebak” kata Eomma.

Aku hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka. Tentu saja aku tidak akan serajin ini kalau tidak ada maksudnya. J

Berhari-hari ku lakukan ini semua. Yang bisa kulakukan hanyalah memandangnya dari jauh tanpa berani menyapanya terlebih dahulu. Aku telalu pengecut untuk itu. Hanya melihat senyumnya saja, aku sudah sangat senang. Buatku, senyum itu sebagai penyemangatku untuk menjalani hari-hariku.

Sampai, hari itupun akhirnya datang. “Appa, kucuci mobilnya dulu yaaa..” aku berteriak pada Appaku dan langsung menuju halaman rumah untuk mencuci mobilnya. Ku coba untuk melongok ke arah rumah disebelahku. Seperti biasa, dia terlihat sedang bersiap-siap untuk keluar dari rumahnya, untuk berolahraga. Saat dia melewati depan rumah ku, aku pun berpura-pura untuk sibuk dan tidak mengacuhkannya. Namun, entah kenapa ingin sekali aku melihat kearahnya. Aku ingin melihatnya tersenyum padaku. Oleh karena itu, kuberanikan sedikit diriku menoleh ke arah jalan, dan tepat disaat itu ia juga tengah menatapku dan TERSENYUM padaku! Omoo, dia manis sekali. Aku benar-benar salah tingkah dibuatnya. Ku coba untuk membalas senyumnya. Dan tanpa kusadari, ia kini menghampiri diriku yang masih berkutat dengan mobil didepanku. Tuhan, Ottokhae?? Aku benar-benar tidak siap bertemu dengannya.

“Annyeonghaseo..” sapa nya padaku. Aku yang hanya dapat terdiam selama beberapa saat, sebelum akhirnya kubalas salamnya.

“Oh, Ne.. Annyeonghaseo..”

Kami terdiam bersama. Aku tidak tahu harus berbuat seperti apa disaat seperti ini. Aku bukanlah pria yang mampu bersikap berani didepan seorang wanita yang kusuka.

“Lee Yong Mi imnida.. kebetulan aku tetangga baru disebelah rumahmu” jelasnya sambil tersenyum.

“Eh, Mmm.. Kim RyeoWook imnida.. kau boleh memanggilku Wookie.” Aku menundukkan badanku mengucapkan salam. Kulihat ia kembali tersenyum. Dan untuk beberapa waktu, aku merasa bahwa suasana beku diantara kami sedikit mencair dengan senyum kami masing-masing.

“Selamat datang Di lingkungan baru ini, Yongmi..” aku mencoba bersikap ramah padanya. Kulihat kini senyumnya mengembang. Ia tertawa manis melihat tingkah lucuku sehingga memaksaku juga untuk ikut tertawa.

“Hahaha.. Ne, Gomawo Wookie ssi.. kurahap kita bisa menjadi teman yaa..”

Dan tentu saja, dengan senang hati kuterima pernyataannya itu.

***

KYUHYUN PART (KYUHYUN POV)

Aku berpapasan dengannya. Aku berpapasan dengan gadis yang selama ini selalu kuincar. Ah, Tapi kenapa? Kenapa aku malah bersikap dingin seperti ini?? Bodoh sekali kau Kyuhyun!!! Dia tersenyum padaku, namun aku malah bersikap biasa saja seolah tidak ada yang perlu diucapkan. Aku tahu aku menyukainya. Tapi susah sekali untukku mengungkapkan itu semua. Aku bukanlah seorang cassanova yang mampu mengungkapkan perasaanku secara mudah, akan tetapi aku juga bukan seseorang yang berhati beku yang bersikap cuek atau tidak peduli dengan orang yang kusayangi. Aku sangat peduli. Bahkan sangat-sangat dan terlalu peduli. Tapi aku hanyalah orang yang terlampau susah menyatakan perasaanku. Aku tidak ingin menunjukkannya karena aku tidak ingin orang lain tahu bahwa aku menyukainya.

Kulihat kini gadis yang kusayangi itu sedang duduk sendiri di kursi yang berada di lorong kelas kami. Ingin sekali rasanya kuhampiri dirinya dan mengajaknya berbicara. Akan tetapi gengsi ku terlalu kuat untuk mengalahkan akal sehat dan keinginan hatiku.

“Oh, Kyuhyun ssi.. chankaman.” Kata gadis itu memanggilku saat aku berjalan melewatinya. Sial! Kenapa dia harus memanggilku? Tidak kah dia tahu bahwa aku sengaja menghindarinya karena aku sangat-sangat gugup? Akupun hanya mampu diam dan tetap menatap lurus kedepan. Aku terlalu takut untuk menatap matanya.

“Ah, aku hanya ingin menyampaikan padamu bahwa Olimpiade matematika akan berlangsung sebentar lagi. Dan, mmm.. kalau tidak keberatan, aku harap kau mau meluangkan waktu untuk kita belajar bersama.” Kudengar suaranya sangat pelan. kelihatan sekali ia juga sama gugupnya denganku. Haisshh!! Apa yang harus kulakukan?? Aku jelas-jelas sangat ingin belajar bersamanya. Apalagi kami berdua menjadi teman 1 tim untuk olimpiade matematika mewakili universitasku. Tapi lagi-lagi, gengsi ku ini menang.

“Aku sedang sibuk. Kurasa sebaiknya kita belajar sendiri saja dirumah.”

Mwo?!?!? Apa yang kau katakan Kyuhyun?!?!? Babo sekali dirimu!! Kau malah menolak permintaan gadis yang kau cintai. Dan kau lihat, kini wajah gadis itu menjadi murung dan sedih akibat ulah dan perkataan mu yang sangat menyebalkan ini. Aku benar-benar marah pada diriku. Sikapku memang sudah kelewatan.

Malam ini, aku tidak bisa tidur. Aku masih terbayang wajah gadis si pencuri hatiku. Aku benar-benar merasa sakit saat melihat wajahnya langsung berubah murung saat aku menolak permintaannya. Tega sekali  diriku, membuat gadis yang begitu aku cintai terluka. Hati ku berontak, ia berusaha menyuruhku untuk mengikuti kata-katanya. Hatiku berkata bahwa aku harus memilikinya, bahwa aku harus mendekati dan menjaganya. Aku tidak ingin lagi melihatnya bersedih karena sikapku yang selalu dingin dan ketus saat berhadapan dengannya. Persetan dengan semua gengsi-gengsi ku selama ini. Dengan semangat yang menggebu, segera ku turun dari tempat tidur dan ku obrak-abrik laci kamarku mencari-cari sesuatu yang kubutuhkan. Setelah terkumpul, segera ku masukan semua perlengkapan tersebut ke tas ku.

“Park Sunyeong, ku harap besok kau mau menerima permintaan maaf ku..” aku tersenyum dan membayangkan bagaimana ekspresinya esok hari.

Keesokannya, akupun segera mempersiapkan semua kejutan yang hendak kuberikan untuk Sunyeong, gadis yang begitu kusayangi. Dengan penuh cekatan, ku rangkai gambar-gambar penuh cinta yang telah kudapatkan tadi malam itu didinding salah satu tempat di Kampusku. Aku ingin membuatnya tersenyum kembali.

Dengan penuh kesabaran, ku tempel semua gambar-gambar ini di dinding. Aku sengaja melakukannya di tempat yang sepi, Berharap tidak ada satu orangpun yang tahu apa yang akan aku lakukan.

“Kyuhyun ssi, boleh ku foto hasil karya mu ini?” seseorang tiba-tiba mengagetkan aku dari belakang. Ternyata ia adalah Leeteuk, salah satu senior ku di kampus ini.

“Ne, hyung…potret saja.” Jawabku padanya. Sepertinya ia juga sedang melakukan sesuatu. Kulihat banyak sekali, gambar-gambar bertema cinta di kamera digitalnya. Setelah Leeteuk pergi, kulanjutkan pekerjaan yang tersisa, yaitu menyuruh Sunyeong untuk datang menemuiku. Dengan segera, ku hubungi dia dan kusuruh dirinya datang ke lantai dasar menuju aula kampus.

Hampir 5 menit aku menunggunya. Dan saat ku lihat ia datang, segera aku berdiri dari duduk ku dan tersenyum ke arahnya sambil menunjukkan hasil karya ku yang berada di belakang tubuhku. Kulihat ekspresi Sungha sangat terkejut. Kurasa ia tidak akan menyangka bahwa akan diberikan kejutan besar olehku, yang notabene sangat-sangat dingin dan tidak peduli terhadap dirinya.

“Kyuhyun, inii..” kudengar ia tidak melanjutkan kata-katanya. Ia masih terus memandangi aku dan memandangi bentuk hati yang sangat besar yang tersusun dari gambar-gambar bertema cinta secara bergantian.

“Ne.. aku lakukan ini semua untuk mu Sunyeong-ah. Mianhe, selama ini aku selalu bersikap dingin dan ketus padamu. Bukan maksudku seperti itu. Aku.. Aku hanya tidak ingin terlihat gugup kalau sedang bersamamu. Aku takut kalau kau sampai tahu perasaanku. Mian…” Aku berusaha menjelaskan padanya. Sunyeong hanya terdiam. Ia terus berjalan pelan menghampiri dan mendekatiku. Omo, kulihat air mata turun ke pipinya yang sangat menggemaskan itu.

“Gomawo kyu.. aku pikir.. Aku pikir kau benci padaku.” Katanya dengan suara yang tertahan. Kini yang kulihat hanyalah air mata dan senyum kebahagiaan yang terpancar dari dirinya. Dengan secepat kilat, kupeluk tubuhnya erat. Tak ingin ku ulangi lagi kesalahan-kesalahan bodohku yang lalu.

“Mian Park Sunyeong.. Mian, aku sudah membuatmu sedih. Saranghaeyo..”

Dan kami pun akhirnya hanya bisa tersenyum di tempat ini melihat semua karya yang sudah kubuat susah payah untuk dirinya.

***

3 thoughts on “NO OTHER (Part 2 of 2)

  1. Ya….
    Aku d buat meleleh oleh kyu….
    ToT
    *tissue dong tissue,,,idung aku mimisan nie…haha
    bagus min
    ahhh napa gak ada yg bc sih
    jd jengkel sendiri
    abis FF admin ini sebenernya terbilang rata2 bagussss
    bener deh…
    Huhh…
    Y sudahlah
    gumawo y min….
    Bow

  2. manis bgt c…… moment” yg mreka bwat bwat psangan mreka msing”
    sungguh bkin iri ja
    cew mna yg g klepeg” jg iri ma pa yg mreka lkuin bwat psangan mreka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s